Birthday Party

A/N: hei … udah memasuki tahun kedua. Author nerbit dua story harry potter

1. I won't say I am in love : Fem!harry x draco .. mention

2. A veela Soulmate : Vampire!harry x veela!fem!draco

Serena mengepang rambut hitamnya dan memberikan jepit rambut perak peninggalan ibunya. Serena mengenakan dress selutut berwarna hitam dengan benang perak yang menyerupai sayap. Tak lupa ia memakai sepatu flat hitam pemberian bibi Narcissa.

Serena kembali memandang dirinya di cermin. "Rena kau sudah siap nak? Naga kecilmu sudah menjemput"kata ayahnya.

"Aku segera keluar ayah"balas Serena.

Kalau bukan permintaan Draco yang didukung oleh bibi Narcissa plus lukisan ibunya untuk mengadakan acara pesta ulang tahun Serena di Malfoy Manor, Serena lebih memilih tidak merayakan sama sekali. Awalnya Serena hendak menolak, tapi gadis berusia dua belas tahun itu tidak bisa menolak permintaan Draco apalagi dengan tatapan anak anjing terbuang itu. Entah mengapa Draco selalu senang mengabulkan,mengurus, dan memenuhi permintaannya.

"Lebih baik aku keluar sekarang sebelum,naga kecilnya mengamuk"kata Serena pada dirinya sendiri. Ketika ia membuka pintu kamarnya,ada empat pasang melihatnya. Ayahnya, Paman Lucius,Professor McGonagall dan Draco memandangnya tanpa berkedip.

"Ehem, kau beruntung Severus. Serena belum memasuki masa pubernya"kata Minerva. Severus hanya bisa mengelengkan kepala. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana nanti Serena putri kecilnya tiba - tiba saja membawa laki - laki pulang dan mengenalkan kekasihnya. Sampai kapan pun, Severus Snape tidak siap.

"Kau cantik,Evans"puji Draco.

"Oh My, Kau juga tampan Malfoy Junior"balas Serena sambil tertawa.

"Lebih baik, Kita kembali ke manor. Narcissa sudah menunggu"kata Lucius.

"Aku akan berangkat lebih dulu"kata Severus memasuki perapian. Serena dan Draco menyusul diikuti oleh Lucius dan Minerva.

Narcissa membantu Serena membersihkan bubuk Floo. "Kau sangat cantik sayang"kata Narcissa.

"Anda benar Nyonya Malfoy"kata Theodore Nott tiba - tiba.

"Nott"kata Draco singkat

"Malfoy. Miss Evans hadiah untukmu"kata Theo sembari memberikan kotak biru yang dihiasi pita berwarna putih,"Selamat ulang tahun".

"Terima kasih"balas Serena membuat wajah Draco tertekuk. Serena hanya bisa mengangkat satu alisnya. Ia meminta Draco untuk menemaninya jalan - jalan.

"Kenapa tidak membalas suratku?"tanya Draco begitu mereka berada di balkon.

"Musim panas ini aku tidak menerima satu surat pun bahkan darimu. Padahal aku mengirimu surat"jawab Serena.

"Aku mengirimkan mu surat"bela Draco. Serena menghela nafas. "Aku tahu, Seorang peri rumah menahan suratku dan yang lain. Ia memintaku untuk tidak kembali ke Hogwarts"jelas Serena.

"Benarkah itu"kata Daphne tiba - tiba. Serena pun memeluk teman baiknya itu. "Selamat ulang tahun Ren"ucap Daphne. Serena pun melihat Blaise dibelakang Daphne. Blaise menyerahkan hadiah dari Daphne dan dan Goyle pun memberikan hadiah mereka masing - masing. Keluarga Weasley memberikan hadiah mereka tadi pagi.

"Ngomong - ngomong, kalian sudah menerima surat dari Hogwarts?"tanya Blaise Zabini yang menyandarkan punggungnya ke dinding. Serena mengangguk mengerti arah pembicaraan mereka, "Hah Maksudmu buku pelajaran ilmu hitam dari Mr Lockhart yang terkenal itu"kata Daphne.

"Tukang Narsis, Aku tidak percaya ia mengalami semua hal itu"jawab Serena yang memang bukan penggemar berat Gildroy Lockhart. Baik Draco dan Blaise hanya mendengus.

"Tujuh buku karangan Lockhart. Apa guru pertahanan sihir kita yang baru penggemar beratnya?"kata Goyle.

"Lebih baik penggemar jangan sampai Lockhartnya sendiri"jawab Draco.

"Lebih baik kita kembali ke pesta. Kau hutang berdansa denganku Draco"kata Serena yang berusaha mengalihkan pembicaraan. Draco mengangguk dan mengajak Serena ke Aula.

Narcissa Malfoy nee Black memandang Draco dan Serena yang tengah berdansa dengan gemas. Berkali - kali Nyonya Malfoy mencubit lengan suaminya dengan gemas sambil mengatakan tuan dan nyonya Malfoy masa depan,sementara Lucius hanya bisa meringis ngilu pasalnya kuku - kuku istrinya panjang dan tajam.

Ahli ramuan AKA Severus Snape hanya bisa memandang putrinya dengan tatapan sendu. 'Ah andai Lily ada disini' pikir Severus. Severus hanya bisa berharap, Serena akan tumbuh menjadi gadis yang baik dan sehat.

Serena membiarkan Draco membimbingnya berdansa. "Jadi kapan kita ke diagon alley?"tanya Serena disela - sela waktu berdansa mereka.

"Ayahku yang akan mengantarkanku besok"jawab Draco.

"Aku akan diantar oleh bibi Minerva dan sepertinya aku tidak akan ikut Hogwarts Express. Ayah meminta ku membuat ramuan"balas Serena.

"Kita bertemu di kastil. Tahun ini apa kau akan tidur di asramamu?"tanya Draco.

"Ya. Selama Pansy tidak mencari masalah"jawab Serena. Draco tersenyum mengerti. "Kau lelah?"tanya pemilik bola mata berwarna abu - abu itu. Serena hanya mengangguk. Draco mengantarkan Serena ke meja dimana Daphne dan Milicent berada.

"Hai ladies"sapa Draco. "Aku ambilkan kau minuman". Serena mengangguk. "Okay the future Mrs Malfoy. Ada yang kau inginkan ceritakan pada kami?"tanya Milicent dengan seringainya.

"Apa yang ingin kau ketahui?"tanya Serena.