Hujan turun dengan deras, membuat para murid yang hendak pulang kebingungan—karena terjebak hujan deras.
Baekhyun, Minseok, Tao, dan Luhan menatap hujan sambil berfikir bagaimana caranya untuk segera kembali ke rumah.
Luhan tersenyum lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tas, "Haha untung aku membawa payung."
Luhan memamerkan payung biru miliknya itu. Ketiga sahabatnya itu hanya menepuk kening mereka masing-masing saat melihat Luhan yang memakai payung.
Ya benar, Luhan memakai payung. Tetapi ia tidak keluar dari bangunan sekolah, ia memakai payung di dalam ruangan.
"Percayalah, aku tidak mengenalnya." ujar Baekhyun sambil menepuk keningnya.
"Calon anak jenius."
Luhan hanya memasang wajah keledai, lalu berputar-putar sambil memamerkan payung berwarna biru muda kepada temannya.
Luhan diam, ia menatap sesuatu yang ada di seberang sana. Terlihat seorang pemuda tampan bertubuh tinggi, dapat dipastikan itu pemuda itu adalah Sehun.
Jantung Luhan berdegup kencang, menatap Sehun terlalu lama itu tidak baik bagi jantung Luhan.
Luhan menatap Sehun sambil tersenyum, "Rasanya seperti sedang melihat masa depan."
Sehun berbalik menatap kearah Luhan lalu tersenyum.
Bagaimana dengan Luhan?
Bukan Luhan namanya kalau tidak kejang-kejang saat Sehun tersenyum kepadanya.
Ya, Luhan diam di tempat bagaikan batu. Apakah ini adalah sebuah kode dari Sehun? Tidak mungkin, karena Sehun sudah memiliki kekasih. Jadi, tidak mungkin kalau Sehun memberi harapan untuknya.
Tidak. Memang sejak awal Sehun tidak memberikan harapan, Luhanlah yang berharap.
Hujan mulai reda, Luhan memasukkan payung biru kesayangannya ke dalam tas. Lalu keluar dari gedung sekolah bersama ketiga sahabatnya.
Apa manfaatnya Luhan membawa payung? Tidak ada, pada akhirnya ia tetap menunggu hujan berhenti.
Dari kejauhan, terlihatlah seorang murid laki-laki bertubuh tinggi. Murid itu memandang Luhan dari belakang.
Murid itu menggelengkan kepala lalu tersenyum, "Gadis aneh."
.
.
Everytime
Main pair: Oh Sehun x Luhan
(Cast akan bertambah seiring berjalannya cerita.)
Rating: T
Disclaimer: Seluruh tokoh milik keluarga dan agensi masing-masing.
Warning! OOC, TYPO, GS, AU.
Selamat membaca~
.
.
Luhan mengecek keadaan Jinyoung, ia juga membantu Sehun membereskan barang-barang Jinyoung. Mulai dari camilan ringan seperti biskuit dan lain-lain yang diberikan oleh teman-teman Jinyoung, sampai buah-buahan yang sering Sehun bawa.
"Aku selalu membelikanmu buah, dan kau tak pernah memakannya?" pekik Sehun.
Perawat Jung melepas alat-alat yang terpasang pada tubuh Jinyoung.
Jinyoung berdiri dengan tegak, lalu melompat-lompat tidak jelas. Ia sangat senang karena pada akhirnya bisa bebas dari alat-alat rumah sakit yang sangat menyiksanya beberapa hari yang lalu.
Jinyoung dan Sehun keluar dari kamar, disusul oleh Luhan.
Sehun tersenyum lalu mendekati Luhan, "Terima kasih karena sudah menjaga Jinyoung."
"Itu sudah kewajibanku."
"Apa kau ada acara hari ini?" ucap Sehun.
Luhan tersenyum dan berusaha untuk tidak salah tingkah, ia mempunyai firasat kalau Sehun akan mengajaknya jalan.
"Apa kau ada acara hari ini?" percayalah, itu adalah rayuan dari para lelaki agar bisa kencan bersama kekasih mereka.
Luhan menggelengkan kepala, "Tidak. Memangnya kenapa?"
"Kalau seperti itu, bisakah aku minta tolong? Hari ini aku ada rapat dengan atasanku, dan aku masih belum yakin untuk meninggalkan Jinyoung sendirian di apartment. Bisakah kau membantuku, hari ini saja."
"Maksudmu aku menjadi dokter pribadi Jinyoung hari ini?" Sehun hanya mengangguk.
Sejak saat inilah Luhan percaya kalau hidup itu tak seindah drama korea yang sering ia tonton.
~OoO~
Luhan membawa beberapa tas di tangannya sambil mengikuti arah Jinyoung berjalan.
Jinyoung membuka pintu apartment milik Sehun yang letaknya cukup jauh dari rumah sakit.
"Silakan masuk kak Luhan."
Luhan menatap Jinyoung, "Kenapa kau menjadi sangat sopan padaku? Tapi tidak apa, itu bagus."
Luhan masuk dan meletakkan tas di dekat sofa, "Setelah berjam-jam aku membawa tas berat ini, akhirnya bisa aku lepaskan juga."
Jinyoung menyalakan seluruh lampu ruangan dan menyiapkan beberapa camilan ringan di atas meja.
"Maaf tidak ada banyak camilan, karena kak Sehun tidak terlalu suka memakan camilan ringan."
Luhan hanya mengangguk sambil tersenyum. Ia melihat ke sekeliling ruangan, "Tidak buruk."
~OoO~
Hari semakin sore, sudah banyak kegiatan yang Luhan lakukan. Mulai dari memasak untuk Jinyoung, menonton televisi, bermain ponsel. Ia sudah berusaha mengajak Jinyoung berjalan-jalan keluar, tetapi gagal karena Jinyoung sedang fokus pada playstation yang membuatnya tidak mau keluar dari apartment.
Ting Tong...
Bel berbunyi. Luhan langsung membuka pintu, "Itu pasti Sehun."
Terlihatlah seorang wanita tua, umurnya sekita lima puluh tahun keatas. Wanita itu membawa sebuah koper kecil dan juga tas di tangannya.
"Ma—maaf, Anda siapa?"
"Bukankah ini apartment milik tuan Oh Sehun?"
Luhan mengangguk dan tersenyum, "Benar. Maaf Anda siapanya tuan Oh?"
"Aku ibunya."
Luhan membungkuk sembilan puluh derajat, "Maaf. Euhmm si—silakan masuk."
Luhan mempersilakan nyonya Oh masuk dengan sangat sopan. Gugup, itu yang dirasakan Luhan. Berdiri langsung di hadapan calon mertua—coret yang terakhir.
"Mamah?" ucap Jinyoung yang sedang asik bermain playstation.
"Kau sudah pulang dari rumah sakit? Kapan?"
"Tadi pagi. Oh iya, kenalkan ini kak Luhan."
Luhan menjadi tambah gugup saat nyonya Oh menatap ke arahnya. Luhan hanya tersenyum. Nyonya Oh menatap Luhan dari bawah hingga atas, ia mendekati Luhan.
"Kau Luhan? Kau ternyata lebih cantik daripada yang di foto." nyonya Oh tersenyum lalu mencubit pipi kiri Luhan.
"Jinyoung! Hubungi kakakmu sekarang, suruh dia pulang. Bagaimana bisa dia membiarkan kekasihnya menjadi dokter pribadi sekaligus perawat pribadimu? Aku ingin bicara dengannya."
Sebentar, kekasih?
Luhan hanya diam lalu melihat nyonya Oh yang sedang menceramahi Jinyoung.
"Maaf ya Luhan, jadi merepotkanmu."
"Tidak kok, tidak merepotkan."
Nyonya Oh tersenyum lalu menggenggam lengan Luhan, "Akhirnya aku bisa bertemu denganmu. Sehun selalu bercerita tentangmu kepadaku, tapi dia tidak mau mempertemukanku denganmu. Dia selalu bilang tunggu waktu yang tepat, ahh itu alasan yang sudah basi."
Apa Luhan boleh berteriak? Tidak tidak, apa kata dunia?
~OoO~
"Aku pulang." ucap Sehun yang baru saja masuk. Sehun menatap sebuah sepatu asing yang ada di dalam tempat sepatu.
Jinyoung menghampiri Sehun, "Mamah ada di sini."
Sehun membulatkan matanya dan langsung berjalan masuk mencari sang ibunda.
Sehun melihat nyonya Oh yang sedang memasak bersama Luhan dengan tawa canda. Mereka memasak sambil tertawa dengan gembira.
"Aku membuat adonan yang salah."
"Tidak, kau tidak salah. Kau hanya perlu memberi sedikit air agar tidak terlalu lengket."
"Ahh seperti itu, kau sangat pandai memasak nyonya Oh."
"Sudah kubilang, jangan panggil aku seperti itu."
"Baiklah bibi Oh."
Baru beberapa jam yang lalu mereka bertemu, dan sekarang mereka sudah sangat akrab.
Sehun tersenyum sambil menatap dua wanita yang sedang sibuk memasak di dapur.
~OoO~
"Maaf, nyonya Oh. Tapi aku bukan kekasih Sehun."
Nyonya Oh tersenyum, "Panggil aku bibi Oh."
Luhan mengangguk lalu tersenyum. Nyonya Oh menarik lengan Luhan, "Bagaimana kalau kita memasak?"
Luhan hanya bisa nyengir kuda, 'Bagaimana ini?' gumam Luhan dalam hati.
Luhan bisa memasak, tetapi ia tidak hobi memasak. Sudah beberapa bulan belakangan ini Luhan tidak memasak, karena Jungkook selalu datang ke apartmentnya. Jadi Jungkooklah yang memasak—karena Jungkook lebih pandai dalam hal memasak dibandingkan Luhan.
Nyonya Oh mengambil bahan-bahan seperti sayur, daging, dan bumbu lainnya dari dalam kulkas.
"Bagaimana kalau kita membuat menu makan malam yang spesial?"
Luhan hanya diam sambil menatap nyonya Oh.
"Menu makan malam hari ini adalah *paela dan *patatas bravas, tidak lupa juga untuk menyajikan jus buah yang pastinya sangat bagus untuk kesehatan. Kau suka minum jus kan?"
Luhan hanya mengangguk lalu tersenyum. Sebenarnya, Luhan tidak suka buah. Tapi tidak apa-apa, lagipula buah juga bagus bagi kesehatan.
"Aku lupa, kau bukan kekasih Sehun. Tapi calon kekasih Sehun. Tidak, mungkin calon istri Sehun."
Ini apalagi Ya Tuhan? Setelah kejadian lamaran yang sangat tidak elit kemarin, lalu kejadian canggung di lift tadi pagi. Dan sekarang—lelah Luhan tuh.
Tapi tidak masalah, demi masa depan yang sejahtera bersama Oh Sehun. Luhan rela kok.
"Apa ma—maksudnya?"
"Sehun bilang padaku, tidak lama lagi dia akan melamar seorang dokter cantik bernama Luhan."
DEG
"Dia juga memintaku datang ke sini, karena dia ingin aku membantunya untuk melamarmu Luhan."
"Sehun memang pria yang dingin, tapi ia adalah tipe orang yang setia pada apa yang telah ia pilih. Dia memang pria yang tidak bisa bersikap romantis, tapi ia adalah orang yang sangat perhatian."
Luhan menunduk sambil tersenyum. Keajaiban macam apa ini? Apa ini mimpi? Tidak ini nyata.
~OoO~
"Kau harus memotongnya dengan benar, eh Sehun? Kau sudah pulang? Sejak kapan kau berdiri di sana?" ujar nyonya Oh saat melihat anak sulungnya yang sedang berdiri di dekat kulkas sambil melipat kedua tangannya.
"Sejak tadi aku berdiri di sini, dan melihat dua wanita yang aku cintai sedang memasak."
.
.
TBC
A/N:
Annyeong! Saya kembali dengan membawa chapter kesepuluh dari fanfik ini~
Karena selama tiga hari ini saya libur dan tidak ada acara atau rencana untuk pergi, jadi saya mau fokus buat lanjutin fanfik ini hahahaha /tawa bahagia. Dari kemarin saya sudah membaca reviewnya, dan review dari kalian itu bikin saya semangat untuk melanjutkan fanfik ini xD.
*Paela = Makanan khas spanyol, seperti nasi goreng seafood (jika disamakan di Indonesia). Yang berbeda adalah bumbu-bumbu yang digunakan serta lebih banyaknya lauk pauk yang digunakan.
*Patatas bravas = Makanan khas spanyol, bentuknya lebih mirip dengan kentang goreng, tapi yang membedakan keduanya yaitu dipotong panjang-panjang, kentangnya dipotong dalam bentuk seperempat. Dibumbui dalam saos pedas serta mayones.
Balasan Review:
Phe19920110: Mau juga dilamar sama Sehun hiks—. Aku selalu semangat kok hehehe apalagi kalo hari libur hehe xD. Terima kasih sudah membaca dan mereview.
Dianzu: Sehun emang suka bikin anak orang kejang-kejang /ditabok Sehun. Terima kasih sudah membaca dan mereview.
ererigado: Jadian tydack yaaa~ jadian tydack yaaa /ditabok. Terima kasih sudah membaca dan mereview.
kepala jamur: Unch unch xD woahh Sehun memang hot xD. Terima kasih sudah membaca dan mereview.
selynLH7: Luhan emang suka malu malu monkey, jadi ya gitulah xD. Terima kasih sudah membaca dan mereview.
seluhundeer: Gapapa, senyum itu berkah kok xD. Terima kasih sudah membaca dan mereview.
alfa ooh: Sudah dilanjut karena tbc memang selalu menjadi pengganggu /ditabok tbc. Iya aku gak lama-lama kok, aku tahu menunggu itu tidak enak /apasih. Terima kasih sudah membaca dan mereview.
dellassi: Sehun emang suka bikin ambyar xD jadi malu, ada yang suka banget sama fanfik ini xD aku semangat kok heheh xD. Terima kasih sudah membaca dan mereview.
YoungieHHS: Sudah dilanjut~ Jangan menunggu berat, aku gak kuat hiks— /ditabok. Hhnnggg gimana ya, susah untuk dideskripsikan /plak. Ya intinya seperti itu xD. Terima kasih sudah membaca dan mereview.
misslah: Wahh mungkin kamu mengenal orang itu /apasih. Terima kasih sudah membaca dan mereview.
Terima kasih bagi yang sudah membaca, memfollow, memfavorite, dan mereview fanfik ini.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya~
With love, Erumin Smith.
