Hai nama saya mella, cukup panggil mella-chan #plak. Ini ff pertama saya yang saya publish hahaha,pairing yang saya ambil ini dramione .

Hemm ini ceritanya tahun ketujuh sebelum perang harpot dkk di hogwarts, Dumbledore belum mati dan dramione jadi kepala murid. Setengah AU setengah canon (?)

Disclaimer : Harry Potter punya tante JK Rowling ,saya cuma pinjem karakter nya

Warning : cerita gaje,EYD ancur ,dont like dont read,ooc, summary gak mutu, kata-kata kasar, disini masih rate T XD

Summary : Hermione dan Draco menjadi ketua murid, bagaimana kehidupan mereka,apakah mereka bisa saling menghargai kehadiran masing-masing?

Sadness of love

Buku sudah, pakaian lengkap , pr untuk liburan sudah dan…

"Ayolah Granger kau sudah mengecek barang bawaanmu itu berulang-ulang kali"

Suara Draco menginterupsi kegiatan pengecekan Hermione yang memang sudah dilakukannya berulang kali, ayolah Hermione hanya mau semuanya sudah perfect dan dia tidak mau kopernya seperti milik Draco yang tergeletak disudut ruangan dan dipastikan isinya berantakan.

Dengan helaan nafas panjang Hermione menghentikan kegiatannya dan menolehkan kepalanya dengan kesal kearah Draco yang sedang asik menyatap sarapan paginya walau satu tangannya harus di gips.

"Baik Draco kau menang , aku sudah selesai ayo kita berangkat atau kau akan ketinggalan kereta"

"Hei tapi aku belum selesai sarapan" Draco mendelik tidak suka kearah Hermione yang mulai menyeret kopernya keluar ruangan asrama.

"Aku belum selesai sarapan rambut semak!"

"Sarapan saja di kereta Malfoy"

Senyum puas menghiasi wajah Hermione yang berhasil membuat Draco kesal, 'satu sama' batinnya tapi tentu saja Draco tidak dapat melihat senyum licik yang terbentuk di wajahnya karena dia sama sekali tidak menoleh kearah Draco, dan tentu saja hal itu membuat sang Malfoy junior berdecak kesal dan mengutuk Dumbledore yang telah memberinya hukuman bersama Granger "Dumbledore sialan" rutuk Draco pelan sebelum dia ikut menyeret kopernya menyusul Hermione.

Kereta sudah berangkat dari satu jam yang lalu , dan sejak satu jam yang lalu juga Draco dan Hermione diam seribu bahasa, tidak ada satupun yang ingin memulai sebuah percakapan, mereka sibuk dengan urusannya masing-masing . Hermione sibuk membaca bukunya sedangkan Draco hanya diam menatap pemandangan dari kaca kereta yang mereka tumpangi. Sesekali mereka saing berpandangan namun itu hanya menghasilkan tatapan apa-kau-lihat-lihat dari keduanya.

Membaca membuat mata Hermione mengantuk , lama kelamaan matanya pun tertidur ditambah lagi hembusan angin sejuk yang masuk dari celah jendela peron yang dibuka Draco semakin membuatnya tambah mengantuk. Lama kelamaan dirinya pun tertidur lelap bahkan tanpa sadar Hermione menjadikan bahu Draco sebagai bantalannya, Draco sedikit tersentak saat mengetahui Hermione sudah tertidur di bahunya, dia hanya diam memandangi Hermione, tidak ada rasa keinginan untuk memindahkan kepala Hermione dari bahunya, hingga akhirnya Draco ikut memejamkan matanya diatas kepala Hermione.

LONDON RAILWAY

Hermione terus saja tersenyum membaca kalimat itu, ah dia sangat senang akhirnya bisa kembali disini.

"Kau seperti orang gila terus tersenyum aneh seperti itu Granger, mengerikan"

Perkataan Draco terdengar sangat datar dan menusuk ditelinga Hermione, dengan sengaja dia menginjak kaki Draco dengan keras sampai sang pemilik kaki itu kesakitan

"Shit apa yang kau lakukan berang-berang!" Draco berteriak tidak suka atas tindakan Hermione yang menginjak kakinya.

"Itu balasan untuk perkataanmu yang tidak sopan , ayo kita harus mencari taxi"

Draco mendelik seketika mendengar kata taxi, untuk apa naik taxi jika mereka bisa melakukan apparate.

"Untuk apa…?"

"Kita tidak boleh menggunakan sihir sedikit pun Malfoy, itu peraturannya" Hermione memotong perkataan Draco seakan tau apa yang dipikirkan Malfoy junior itu. Draco mendelik tidak suka kepada Hermione ah sepertinya liburan ini akan sangat menyebalkan dan dengan pasrah mengikuti Hermione menaiki taxi.

Granger House

Draco termenung melihat papan penanda kediaman keluarga Hermione, membaca nama Granger yang tertera disana berkali-kali berharap dia akan tinggal disini menghabiskan liburan natal nya hanyalah sebuah mimpi belaka.

TING NONG TING NONG

Hermione memencet bel tidak sabar , membuat Draco memutar bola matanya bosan.

"Santai saja kenapa sih berang-berang"

"Kau tidak tahu betapa aku merindukan mereka, jadi diam saja" Hermione membalas dengan galak ,lalu tiba-tiba pintu terbuka dan….

"ASTAGA MIONE ANAKKU KAU PULANGGGGG"

"MOMMY"

Hermione menghambur kepelukan ibunya yang langsung disambut oleh pelukan hangat sang ibu, dan tak lama kemudian Mr. Granger datang dan ikut memeluk putrinya, sedangkan Draco hanya bisa memandang takjub dengan kelakuan keluarga Granger ini, seumur hidupnya Draco tidak pernah diperlukan seperti itu dengan orang tuanya, iri? entahlah Draco sendiri tidak tahu apa yang pikirkan melihat adegan temu kangen keluarga Granger.

"Ah lihat siapa yang berkunjung kerumah kita"

tersenyum kepada Draco yang beberapa saat lalu kehadirannya sempat dilupakan.

"Hai Mrs. Granger"

Sebuah senyum kikuk tercipta di senyum Draco, dia tidak tahu harus bersikap seperti apa, ayolah mereka orang tua musuhmu dan tiba-tiba kau akan tinggal bersama mereka untuk menghabiskan liburanmu yang indah. Hermione menahan tawanya melihat senyum kikuk Draco, ini pertama kalinya seorang Malfoy kikuk, sangat out of the box dari sifat normal mereka yang yeah sebut saja arogan.

Mrs. Granger berjalan mendekati Draco dan memperhatikannya dari atas hingga bawah, hal ini tentu saja membuat Draco heran.

"Rambut pirang, kulit pucat, mata kelabu, tubuh tinggi dan hm wajah tampan, kau pasti Draco Malfoy"

Sekali lagi Ms. Granger tersenyum kepada Draco, namun kali ini bukan lagi senyum kikuk yang diberikan Draco sebagai respon melainkan tatapan terkejut. 'Bagaimana dia tahu nama ku' gumam Draco dalam hati.

"Bagaimana bisa kau tahu namaku?"

Baru saja ingin menjawab pertanyaan Draco namun suara suaminya menginterupsi yang ingin dilakukannya.

"Bagaimana jika berbincangnya di dalam saja? Udara bertambah dingin dan kami tidak mau tamu kami terlalu lama berdiri keluar lagipula kalian pasti lelah"

tersenyum ramah kepada Draco,dan dibalas anggukan oleh Draco sedangkan Hermione sudah masuk terlebih dahulu ke dalam rumah. Mr dan Mrs Granger hanya mengelengkan kepala melihat kelakuan putrinya yang tidak menghargai tamu.

"HERMIOOOONEEEE"

Suara cempreng dan tubuh mungil segera berlari dan memeluk Hermione, dengan senang hati Hermione balas memeluk bocah lelaki berumur tujuh tahun itu.

'Apakah itu adiknya? Tapi berang-berang keriting itu tidak pernah mengatakan dia punya adik' pikir Draco.

"Ah Alex aku sangat merindukanmu, kau bertambah tinggi ya sekarang, dan ya kau harus memanngilku aunty, kau paham?"

Hermione memberikan penekanan diakhir kalimat agar bocah dihadapannya menuruti apa yang dikatakan.

"Baiklah, aunty Mione"

Cengiran besar terpampang diwajah Alex yang masih chubby itu

"Bagus anak pintar, itu baru keponakanku"

Hermione memberikan elusan diatas kepala Alex.

'Oh jadi itu keponakannya' lagi – lagi Draco berbicara dalam hati.

"Nah Alex ini kenalkan teman aunty mu"

Mrs Granger mengenalkan Draco kepada Alex

"Hai Alex aku Draco"

Draco berbicara dengan sangat sangat datar untuk tata cara berbicara kepada anak kecil, Alex hanya diam memperhatikan Draco hingga akhirnya dia berbicara.

"Hai uncle Draco, aku Alex, kenapa kau sangat pucat? Kau terlihat seperti Gordon si pembuat onar disekolahku, apakah kalian bersaudara? Kalian sama-sama pucat"

Ucapan polos Alex, benar-benar membuat Hermione tidak bisa menahan tawanya ,dia tertawa kecil dan segera mendapatkan glare dari Draco serta tatapan kau-tidak-sopan-dari ayahnya.

"Well Alex aku tidak mengenal siapa itu Gordon , dan mengapa dia pucat seperti aku, dan dia bukan saudaraku"

Draco tersenyum palsu membalas pertanyaan Alex, senyum yang benar-benar palsu karena dalam hatinya dia sangat ingin mengcrucio anak itu, tapi itu tidak mungkin kan, jadi dia hanya berusaha ramah walaupun semua orang yang ada disitu sebenarnya merasakan aura kemarahan Draco, kecuali Alex tentunya.

"Alex kau tidak sopan, ah maafkan keponakan ku Draco, dia masih kecil, dan kau Alex kau harus bersikap sopan selama Draco ada disini, dan kalian akan berbagi kamar"

Draco mendelik terkejut mendengar ucapan yang benar saja dia harus sekamar dengan anak monster yang berbicara dalam satu tarikan nafas sama seperti bibinya yang menyebalkan itu.

"Rumah kami baru selesai direnovasi ,dan kami belum sempat membereskannya jadi hanya terdapat tiga kamar yang bisa dipakai saat ini, kami harap kau bisa maklum"

Desah nafas tertahan Draco terdengar tepat setelah menyelesaikan kata-katanya, memutuskan untuk tersenyum palsu lagi Draco mengatakan'its okay' kata kekahalahan yang selama ini dia benci.

Draco membanting tubuhnya keatas kasur, matanya menjelajahi tiap sudut kamar yang kini ditempatinya, kamar ini cukup luas untuk seorang bocah enam tahun ya walaupun saat dia kecil tentu saja kamarnya lebih luas dari kamar ini, poster-poster kartun tertempel di dinding kamar, siapa pun yang melihatnya pasti akan segera tahu jika pemilik kamar ini adalah seorang bocah lelaki cilik.

"Hai Uncle Draco , aunty Mione menyuruhmu untuk makan, bibi Sarah sudah menyiapkan makan enak untuk kita"

Draco menarik nafasnya lagi entah untuk yang keberapa kalinya hari ini saat Alex datang dan menyuruhnya makan setengah memaksa tentunya sambil menarik kaus yang dipakainya tidak sabar untuk menyantap makan malam.

"Oh hai Draco, ayo kita makan, aku sudah menyiapkan makanan enak untuk kita"

menyambut ramah Draco yang datang setengah ditarik oleh Alex, Draco mendelik heran kepada wanita itu sangat murah senyum dan ramah, lain sekali dengan anaknya yang suka marah dan keras kepala.

"Wah kau memasak banyak sekali dan kelihatannya enak, maaf telah merepotkanmu"

Hermione melotot ke arah Draco tidak percaya yang barusan dikatakan oleh ferret albino itu, oh ayolah sejak kapan seorang Malfoy bisa bersikap ramah dan sopan terhadap orang lain, demi bulu ketiak Merlin ini hal langka !. Tanpa sengaja Draco menatap tatapan shock dari Hermione untuknya.

"Kenapa melihatku seperti itu? Terpesona padaku heh?

Draco berbisik kecil kepada Hermione, yang tentu saja dibalas dengan dengusan sebal dari Hermione.

"Aku hanya terkejut ternyata ferret albino brengsek sepertimu bisa bersikap sopan juga"

"Tentu saja, aku bukan makhluk bar-bar yang liar sepertimu berang-berang"

"Ish kau ini..."

"Ah ini dia , akhirnya steaknya jadi datang juga"

Suara menginterupsi debat kecil antara ferret dan berang-berang, sebenarnya hal itu malah bagus karena dengan begitu makan malam mereka akan tenang tanpa ada perdebatan konyol pasangan liburan ini, dengan terpaksa Hermione menelan sumpah serapah yang ingin dia keluarkan untuk Draco.

Mrs. Granger mulai membagikan makan malam ,dan tentu saja Hermione ikut membantu ibunya, selesai menghidangkan makanan segera memimpin doa sebelum makan, sebenarnya ini adalah hal aneh bagi Draco, ibunya tidak pernah menyiapkan makanan unuknya dan ayahnya ketika di meja makan, ayahnya pun begitu terlalu sibuk dirumah hingga tak sempat memimpin doa. Saat yang lain memejamkan matanya untuk berdoa, Draco hanya diam dia tidak tahu harus apa, sampai akhirnya Hermione menyikutnya dan berbisik.

"Hei ferret kenapa tidak bedoa,cepat berdoa"

"Aku tidak tahu harus berdoa seperti apa"

Draco balas berbisik kepada Hermione dengan suara serak yang malah terdengar lucu bagi Hermione, Hermione terlihat menahan ketawanya mendengar ucapan polos Draco, menurutnya ini aneh mana ada orang yang tidak tahu harus berdoa apa saat makan ah tentu pengecualian untuk Draco. Melihat dirinya ditertawakan oleh Hermione dengan cepat Draco menginjak kaki Hermione dibawah meja sampai pemiliknya kesakitan dan melemparkan tatapan maut kepada Draco, merasa puas Draco hanya memberikan senyuman kemenangan dan segera mengikuti kegiatan amin yang dipimpin dan memulai acara makan malam mereka.

Suasana makan malam mereka begitu berbeda dengan apa yang dilakukan oleh keluarga Malfoy, biasanya keluarga Malfoy makan dengan keheningan tak ada yang berbicara jika memang tidak ada yang sangat perlukan , sangat kontras dengan acara makan malam yang dilalui Draco hari ini bersama keluarga Granger, makan malam bersama mereka sangat menyenangkan, banyak hal yang dibahas, seperti yang menceritakan masa kecil Hermione yang melakukan hal memalukan dan itu membuat Draco sangat senang dan meledek Hermione habis-habisan.

Waktu sudah menunjukan pukul sepeluh malam, dan Alex masih saja mengajak atau lebih tepatnya memaksa Draco untuk bermain, awalnya Draco pasrah saja diajak main oleh Alex tapi lama kelamaan dia merasa kesal karena Alex tetap tidak mau tidur.

"Ayo Uncle Draco main lagi atau aku akan menembakmu, DOR DOR DOR"

Dengan semangat Alex menembak Draco dengan pistol mainannya, 'ah lebih baik aku pura-pura kalah saja agar dia berhenti' batin Draco mulai berbicara.

"Ah tidak aku tertembak arggh"

Dengan suara parau yang dibuat-buat Draco berakting seolah dadanya tertembak, dan menjatuhkan dirinya keatas kasur. Alex bersorak sudah mengalahkan Draco yang kini pura-pura tertidur lemas.

"Karena aku sudah kalah jadi ayo kita tidur"

Draco terbangun dari adegan tertembaknya dan kembali memasang wajah datar untuk Alex.

"Aku masih ingin main dengan mu, uncle"

"Besok saja mainnya, sekarang kita harus tidur, ok?"

"Benar ya , uncle besok kita main?"

"Iya , asalkan kita tidur sekarang"

Perintah Draco dengan nada kesal dan wajah cemberut.

"Baik, aku akan tidur, selamat malam uncle Draco"

Alex merangsek ke dalam selimutnya dengan senang , mengingat besok Draco akan mengajaknya bermain kembali, sedangkan Draco langsung memejamkan matanya kelelahan akibat diajak bermain terus-terusan oleh Alex, sampai Draco tidak mau repot-repot menutup kamar mereka bahkan mematikan lapu saja tidak, dia benar-benar mengantuk saat ini.

Senyuman manis tertera di wajah Hermione,sebenarnya tadi dia ingin mengambil minum tetapi dia mendengar suara gaduh di kamar keponakannya itu, dan dia melihat semua adegan detik-detik Draco pura-pura tertembak, entah mengapa hatinya menghangat saat melihat Draco yang mau bersusah-susah untuk mengajak keponakan yang well diakuinya cukup nakal untuk tidur, dan yang terkejutnya lagi sepertinya Alex menyukai Draco entah mulai kapan , tapi Alex begitu semangat bermain Draco, walaupun Draco masih enggan tapi ya seorang Draco tidak pernah mau mendakati apalagi bermain dengan anak kecil jadi adegan bermain dengan Alex menurutnya itu sebuah keajaiban.

Hermione melangkahkan kakinya amat pelan agar tak menimbulkan suara yang akan membangunkan dua makhluk adam berbeda usia itu, dielusnya kepala Alex dengan sayang,lalu senyum itu kembali merekah melihat sang keponakan tidur dengan damai. Pandangan Hermione kini beralih ke kepala bersurai pirang platina itu, dalam diam Hermione menatap wajah Draco yang sedang tertidur damai, tidak ada seringai menyebalkan disana, keangkuhan yang selalu ia tampilkan seakan luntur saat dia tertidur, dan tidak ada lagi ekspresi meringis yang selalu Hermione lihat saat dia sedang tidak sadarkan diri karena sakit. Tanpa di komando tangan Hermione bergerak mengelus poni Draco yang menjuntai di keningnya , terus begitu hingga dirinya sadar dan frustasi sebenarnya apa yang sedang dilakukannya, dengan cepat dia menjauhkan tanggannya dari kening Draco, dan mematikan lampu kamar.

"Good night Draco, good night Alex"

Ucap Hemione sebelum benar-benar menutup pintu kamar Draco dan Alex, dan segera kembali kekamarnya.

Sudah empat hari Draco tinggal di dunia muggle, well lebih tepatnya di tinggal di kediaman keluarga Granger, keluarga Granger sangat menerima Draco dengan baik. Mr Granger sering mengajak malfoy junior itu bertanding catur dan berbincang hingga malam, Mrs. Granger bahkan menyuruh Draco untuk tidak lagi memanggilnya melainkan namanya Sarah bahkan ibunya mengobati cidera ditangan Draco hingga kini Draco tidak perlu menggunakan gips lagi dan ia terlihat sangat menyukai Draco , huh Hermione mendengus mengingat itu bagaimana bisa sih ibunya menyukai ferret sialan albino itu mengingat tidak ada sifat baik di dalam dirinya, dan ah satu lagi bahkan kini Alex lebih senang bermain dengan Malfoy dibandingkan dengan Hermione, demi merlin sebenanya Alex keponakannya atau ferret sialan itu sih.

"Huuh menyebalkan"

"Siapa yang menyebalkan?"

Hermione terlonjak kaget tiba-tiba suara dingin-angkuh-menyebalkan itu muncul di dekatnya 'tak bisakah dia mengetok pintu dulu' geramnya Hermione

"Demi merlin ferret bisakah tidak muncul tiba-tiba seperti itu? Kau mengagetkanku bodoh! Dan kau harus belajar untuk bersikap lebih sopan di wilayah orang lain, karena ini kamarku jadi jika ingin kesini kau harus mengetuk pintu dulu dan meminta izin kepadaku, bukan muncul tiba-tiba seperti hantu begitu, ah dan kau tidak perlu tau siapa yang menyebalkan"

"Kau tahu Granger ,jika aku saat ini memegang tongkatku, aku akan meyihir mulutmu untuk diam" Draco menghela nafas sebentar "Kau berbicara dalam satu tarikan nafas, lagipula aku kesini karena bibi Sarah menyuruhku untuk memanggilmu, dan segera berangkat, dan kau malah bengong seperti berang-berang gila disini"

Hembusan nafas jengkel keluar dari Hermione, hari ini keluarganya akan menghadiri festival musim dingin yang lagi-lagi untuk Malfoy kecil itu lagi agar dia tidak bosan tinggal disini ya setidaknya seperti itulah yang ibunya katakan, dan disini lah Granger di depan kaca nya memperhatikan pantulan dirinya lalu memikirkan hal fucking Malfoy sampai tidak sadar Malfoy ada di kamarnya.

"Ya ya ya aku sudah selesai ayo"

Suasana festival sudah sangat ramai saat keluarga Granger tiba disana, mereka datang tepat saat ada parade penguin-penguin lucu yang berpakaian sinterklas memenuhi jalan-jalan, Hermione dan berteriak senang sekaligus senang gemas melihat penguin-penguin itu, sedangkan sibuk memfoto keluarganya + Draco(terpaksa sebenarnya).

"Kau lihat Malfoy penguin-penguin itu sangat menggemaskan kan"

Mata kelabu itu seketika melebar saat dirinya ditarik oleh Granger entah apa yang ada diotak cerdasnya itu sekarang, Granger menariknya mendekat padanya untuk melihat penguin penguin itu lebih dekat, dan demi Merlin dan kakeknya Abraxas yang sudah mati Hermione tersenyum senang saat berbicara padanya tentang penguin-penguin itu , ini pertama kalinya Hermione tersenyum gembira dihadapannya dan Draco hanya diam menikmatinya , 'cantik' batin Draco sempat berbicara namun segera ditepisnya pikiran menjijikan itu dan jantung Draco berpacu lebih cepat dari biasanya ini gila hanya dengan melihat senyuman Granger kenapa jantungnya berdetak seperti ini ,Granger sialan .

"Tidak-menggemaskan-sama-sekali"

Draco memutar bola matanya bosan sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana dengan angkuh seolah menutupi debaran jantungnya yang berpacu cepat, ini tidak benar, ini benar benar gila.

"Aku lupa hidupmu suram sampai tidak bisa menilai hal-hal yang lucu " sindir Hermione

"Kau tahu Granger"

Kali ini Draco yang menarik Hermione untuk mendekat padanya, menghapus jarak yang ada diantara mereka bahkan kini mulut Draco berada di tepat di telinga Hermione dan jika diperhatikan dari jauh posisi mereka seperi sedang berpelukan.

"Le-paskan aku Malfoy" Hermione mencoba berontak lepas dari Draco dia sangat gugup saat ini! . Sial sial sial apa yang dilakukan Malfoy sih jarak ini terlalu dekat, tidak sadarkah dia kini mereka sedang di tengah keramaian , dan satu lagi kenapa Hermione merasa begitu gugup di dekat Malfoy seperti, 'Shit jantung sialan, kenapa berisik sekali' Hermione menggerutu kesal dalam hati.

"Bagiku yang menggemaskan adalah melihatmu merona sambil marah-marah seperti saat ini, kau terlihat bodoh Granger"

Draco berbisik sensual tepat di kuping Hermione, dia menahan diri agar tidak tertawa keras melihat muka Hermione yang terkejut dan merona seperti udang rebus, 'respon yang bagus' batin Draco sambil menyeringai.

"Aunty , uncle kalian sedang apa?"

Seketika Draco dan Hermione langsung menjauhkan diri masing-masing ketika Alex dan lolipopnya datang dan bertanya dengan polosnya, wajah Hermione merona lagi ketika Alex datang, dan Draco hanya menyeringai kearah Hermione , entah kenapa Draco senang melihat Hermione merona seperti itu, sadar diperhatikan Hermione langsung membuang mukanya dan menghampiri dan menjelaskan kepada Alex bahwa dirinya terjatuh dan Draco menolongnya, berbohong tentu saja, ya tak apalah berbohong demi kebaikan pikirnya.

"Uncle ayo kita naik cable car"

Alex menghampiri Draco dan menatapnya berbinar-binar untuk menaiki cable car, Draco hanya menarik satu alisnya bingung, apa itu cable car? Mengerti bahwa Draco tidak tahu apa itu cable car Hermione dengan malas menerangkan kepada Draco dan menunjuk sebuah kendaraan yang tergantung diatas sana.

"Hmm seperti nya menarik, kau mau kesana Alex? Kalau begitu ayo kita kesana"

Entah mengapa Draco sangat tertarik ingin menaiki cable car, dia rindu ketinggian, ya untuk mengobati rindunya kepada sapu terbang, Alex langsung tersenyum cerah dan menghambur ke pelukan Draco dan Draco pun langsung menggendong Alex tanpa ragu, seketika mata Hermione melebar terkejut sekaligus takjub melihat itu semua, tapi jauh didalam hatinya rasa hangat itu muncul kembali melihat Draco menggendong Alex dengan hangat dan mereka berdua saling berbincang gembira tanpa sadar Hermione melengkungkan senyuman manis di bibirnya.

"Hei berang-berang kau ikut tidak"

Hermione tersentak sadar dari pikirannya saat Draco berbalik kearahnya , dia baru ingat mereka ingin naikmcble dan itu artinya mereka akan jauh berada diatas tanah, tidak ! dia takut ketinggian.

"Aku tidak ikut, kalian saja"

"Ah aku lupa , kau takut ketinggian iya kan Granger? Senyum kemenangan tertera di wajahnya yang tampan saat mengatakan itu.

"Aku tidak takut, ferret"

"Mengaku sajalah Granger, ah tidak kusangka ternyata seorang gryffindork yang sok berani takut dengan ketinggian ckckck"

Sudah kukatakan aku tidak takut Malfoy!"

"Kalau begitu ikutlah!"

"Baik!"

'Bodoh' rutuk Hermione seusai menyetujui permintaan Draco , oh Godric Gryffindor kenapa dirinya begitu bodoh terpancing begitu saja dengan permainan kata dari seorang Salazar Slytherin. Seringai kemenangan tertera di wajah tampan Draco dia sangat senang bisa membodohi Hermione dengan gampang, cukup mengatakannya penakut maka harga diri griffindorknya akan muncul dan jatuh ke perangkap licik slytherin. Dengan ogah-ogahan Hermione berjalan dibelakang draco sambil terus menyumpahi lelaki tampan di depannya.

"Ayo Granger cepat naik"

"Aku..akuu"

"Sudah cepat naik"

Hilang sudah kesabaran sudah Draco, sudah hampir sepuluh menit Hermione hanya diam di depan cable car tanpa berniat ingin menaikkinya sedangkan dibelakangnya banyak sudah bergerutu ria, dengan cepat Draco menarik paksa Hermione kedalam cable car dan tentu saja dihadiahi tatapan garang dari Hermione, kini cable car mereka segera berangkat, dan terjadi sedikit guncangan saat benda itu bergerak membuat Hermione terkejut dan berteriak, wajahnya berubah menjadi pucat saat cable car sudah berada diatas tanah.

Hermione merasakan kakinya lemas, apalagi saat dia melihat tepat dibawah lantai cable car yang transparan rasanya dia langsung pusing seketika. Tapi rasanya pusing dan takutnya hanya sebentar saja sampai ada tangan yang menggenggam jemari Hermione seolah berkata jangan takut dan entah kenapa hanya sebuah genggaman rasa takut yang menghantui Hermione perlahan memudar.

Hermione diam tak percaya rasa hangat ini muncul lagi'shit shit shit' rutuknya dalam hati , walupun mengutuk di dalam hati tapi tangan Hermionetetap tidak berontak saat tangan Malfoy, ya fucking malfoy menggenggam tangannya erat, walau wajah tampannya tak menunjukan ekspressi berarti dan mulutnya tak berbicara padanya, Draco hanya sibuk menggendong Alex dengan sebelah tangannya dan asik bercanda dengan Alex sambil menatap pemandangan diluar sana.

Draco menolehkan sekilas wajahnya ke arah Hermione yang sedang diam menatap tangannya, senyum tipis terukir di wajahnya , Draco sendiri tidak tahu kenapa dia melakukan hal itu, naluri mungkin ah entahlah, Draco segera memalingkan wajahnya dan kembali berbincang kecil dengan Alex yang ada di gendongannya sebelum Hermione menangkap basah dia sedang menatapnya. Dia sedikit senang mendapatkan fakta Hermione tak melepaskan genggamannya, tak ada yang membuka percakapan diantara keduanya, Hermione sibuk menata hatinya yang tiba-tiba merasakan hal aneh begitu pula dengan Draco namun dia memilih bercanda dengan Alex.

"Bagaimana Granger menyenangkan bukan berada di ketinggian?"

Sebuah pertanyaan menyindir dilontarkan Draco sesaat seuasai mereka turun dari cable car, Hermione hanya mendengus kesal mendengarnya.

"Aku sangat menikmatinya Malfoy~~~" Hermione kembali membali dengas sarkas

"Tentu saja kau menikmatinya, karena kau bersamaku"

Lagi-lagi seringai itu muncul diwajah Draco membuat hermione segera ingin menghapusnya agar ferret albino itu tidak bisa menyeringai lagi, baru saja dia ingin berdebat dengan malfoy, Alex menariknya dan mengajaknya melihat lihat festival itu, akhirnya Draco dan Hermione menuruti pemintaan Alex, mereka pergi ke pertunjukan patunng-patung indah terbuat dari es, juga menonton drama frozen yang menceritakan tentang gadis yang bisa membuta es ajaib dari tangannya.

Matahari sudah terbenam , kini alex sudah tertidur di gendongan Draco, mereka juga sangat lelah dan memutuskan untuk segera kembali kerumah, tak ada yang bicara, hening. Mereka terlalu lelah untuk berbicara arena setiap salah satu dari mereka membuka mulutnya mereka hanya akan berdebat. Tanpa sadar Hermione dan Draco terpisah karena banyak sekali pengunjung yang datang ke festival itu, Hermione berlari kesana kemari mencari Draco dan Alex, bagaimana pun dia yang bertanggung jawab atas diri Malfoy di dunia muggle ini. Dua puluh menit berlalu Hermione belum juga menemukannya rasanya ingin menangis khawatir, dirinya juga tidak tahu kenapa dia begitu khwatir dan rasanya pusing jika memikirkan hal itu.

"Kau kemana saja sih rambut semak, aku sampai lelah mencarimu"

Hermione segera menoleh kebelakang sesaat suara arogan itu terdengar, rasanya sangat lega melihat Draco dan aAlex. Dengan berlari kecil dia menghapiri mereka, terlihat wajah kesal dan lelah Draco, hei ini kan tidak disengaja. Hermione tersenyum di hadapan Draco rasanya benar-benar lega.

"Pengunjung sangat ramai, aku tidak sadar kalau kita terpisah, aku juga mencarimu kemana-mana dan rasanya sangat lega menemukan kalian berdua, kau tahu tidak aku sangat mengkhawatirkanmu dasar ferret albino bodoh"

Draco terkejut mendapati fakta , Hermione tersenyum sambil mengomel padanya dan satu lagi apakah kupingnya tidak salah dengar tadi Granger mengatakan dia mengkhwatirkannya, dan hati Draco merasa err sedikit senang mungkin.

"Mengkhwatirkanku eh Granger?"

Seketika itu juga Hermione mengutuk dirinya sendiri , bagaimana bisa sih dia bilang dengan polosnya dia mengkhwatirkan musang itu, otaknya bekerja tidak seperti biasanya sepertinya.

"Maksudku aku mengkhwatirkan keponakanku tentu saja untuk apa mengkhawatirkan ferret bodoh sepertimu, lagipula bagaimana jika kau mempunyai niat jahat ingin membuang Alex ditengah jalan? Itu yang membuatku khawatir"

Jantung Hermione berpacu dengan cepat saat mengatakannya, semoga Draco percaya kebohongan kecilnya, Draco hanya melirik sinis Hermione 'munafik' batinnya

"Nyatanya aku tidak membuang keponakanmu Granger, ah sudahlah cepat pulang, tanganku keram menggendong Alex dari tadi"

Draco segera menarik Hermione mendekat padanya dan menggenggam tangan Hermione untuk kedua kalinya, baru saja Hermione ingin membuka mulutnya memprotes tapi tdak jadi setelah Draco yang berbicara terlebih daluhu.

"Jangan berontak Granger, ini agar kita tidak terpisah lagi, aku lelah ingin segera tidur"

Dan seketika itu juga Hermione membiarkan Draco menggenggam tangannya lagi , mereka pulang dengan keheningan tak ada yang berbicara sama sekali, bahkan saat mereka sudah berada di taxi, Hermione tertidur di bahu Draco sambil teteap menggenggam tangannya, sedangkan Alex tertidur di pangkuannya, Draco mendengus melihat dirinya dijadikan tempat sandaran tidur mereka berdua.

Draco melirik kaca spion sekilas , dirinya terkikik pelan melihat dirinya seolah dirinya menjadi seorang ayah dan suami yang baru saja menghabiskan waktu dengan keluarga kecilnya dan...

"Shit apa yang aku pikirkan sih"

Bulu kuduknya merinding seketika setelah sadar dari khayalannya sendirii, membayangkan berkeluarga dengan Granger astaga otaknya mulai rusak bloody hell, itu tidak akan terjadi lagi, dan dengan segera Draco meminta supir untuk lebih cepat, dia perlu mengistirahatkan otaknya yang eror.


Huaaaaa akhirnya aku update juga huhu T_T , maaf yah ff ini sempet terlantar sekian lama karena aku kena wb yang ngebuat ide aku beku semua , makasih banget yang udah memfav/follow/review dan baca ff aku, well disini aku nyiptain tokoh oc yang murni namanya aku karang sendiri, mungkin agak ooc sih disisni tapi aku udah berusaha sebaik mungkin , aku rasa ini chap yang paling panjang wkwk semoga gak membosankan , untuk chap selanjutnya aku usahain update cepat, so please give me a review , kritik dan saran atau sumbangan ide juga boleh wkwk, sekian ^^v