WELL, TELL ME YOUR NAME

[ LAST CHAPTER ]

AUTHOR : HADI EKO SISWANTO PUTRO (Prince Hadhi ESP)

PAIRING : HUNHAN & CHANBAEK

CAST : Bisa bertambah sesuai Chapter ...

GENRE : FANTASY, ROMANCE, BOY LOVE, YAOI

LENGTH : CHAPTERED

DISCLAIMER : Member EXO milik keluarga mereka masing-masing, SM entertainment dan tuhan, Fanfiction ini murni milik saya pribadi dari hasil pemikiran otak saya yang terbatas dan imajinasi liar saya ini, CERITA INI PUNYAKU BUKAN PUNYAMU. SO, DIHARAMKAN UNTUK COPAS atau PLAGIAT MILIKKU...

maaf ya kalo alur ceritanya kecepetan.

Oiya, banyak banget TYPO disini... harap maklum ya, Karena saya bukanlah manusia yang sempurna. Jadi maaf, jika kalian membacanya tidak begitu nyaman !

.

.

.

WARNING : Mohon Jangan jadi SILENT READERS !

.

.

.

^^ SELAMAT MEMBACA SEMUA ^^

.

.

.

Semua teman-temannya yang melihat itu tercengang bukan main, mereka semua lari terbirit-birit meninggalkan temannya yang saat ini sudah pergi keneraka. Luhan pun juga sama terkejutnya, apa yang barusan terjadi? Mungkin karena Luhan hilang ingatan jadi dia tidak ingat jika dirinya memiliki suatu kekuatan aneh. Luhan tidak mengambil pusing itu, saat ini dia sangat mengkhawatirkan keadaan Sehun

"Kau sudah bisa menggunakan kekuatanmu lagi, Luhannie." Gumam Sehun agak tersendat. "Jadi aku bisa tenang meninggalkanmu."

Luhan kini beralih ke Sehun, Butiran kristal bening mengalir dari mata rusa itu, "Kau harus tetap hidup Sehunnie demi aku, Jebal."

Lagi-lagi Sehun tersenyum, dia tidak menghiraukan rasa sakit diperutnya itu, "Tapi kau harus tetap hidup buat aku."

Netra coklat itu perlahan menutup mengaburkan seluruh pandangan, "Luhannie, Saranghae."

~ WELL, TELL ME YOUR NAME [ Last Chapter ] ~

sebuah ranjang didorong secara terburu-buru, terdapat seorang anak manusia dengan perut yang menganga dan terus saja mengalirkan banyak darah disana. Seorang namja cantik terus saja menangis disampingnya sambil mengikuti kemana arah tempat tidur itu membawa pria yang terkulai lemah berlumuran darah itu pergi.

"Anda tidak boleh ikut masuk, mohon maaf." Cegah seorang perawat menahan tubuh Luhan yang ingin ikut masuk kedalam ruang operasi.

"Tapi saya ingin masuk, sus, dia tunangan saya."

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa tunangan anda, berdoa saja supaya nyawa tunangan anda terselamatkan." Perawat itu langsung menutup pintu ruang operasi itu. meninggalkan Luhan sendirian disana.

Luhan mulai menghubungi kedua orang tuanya, begitu pun kedua orang tua Sehun dan juga sepupunya Baekhyun, itu yang hanya bisa dia pikirkan saat ini. Setelah menghubungi mereka semua Luhan benar-benar tidak bisa memikirkan apa pun lagi. Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah Sehun. Ya, hanya Sehun.

Entah bagaimana caranya amnesia Luhan bisa menghilang begitu saja. entah apa itu hanyalah amnesia sungguhan atau hanyalah rekayasa buatan Luhan semata.

"Luhannie." Terdengar suara yang sangat dikenal Luhan sedang berlari kearahnya.

"Eomma." Luhan langsung berlari kearah Eomma-nya dan memeluknya erat, tumpah sudah air mata luhan dalam pelukan ibunya.

"Ada apa sebenarnya sayang?"

"Sehunnie... hiks... Sehunnie Eomma... hiks..."

"Iya, Sehun kenapa sayang?" Eomma Luhan mengelus lembut punggung anaknya memberi ketenangan pada anaknya itu. dia sangat tahu kalau anaknya saat ini sangat terguncang. Disana terlihat suami Mrs. Oh, kedua orang tua Sehun dan juga sepupu Luhan Baekhyun serta kekasihnya—Chanyeol.

Luhan melepas pelukannya, "Sehun... hiks... dia ditusuk perampok Eomma.. hiks.."

Eomma Sehun mendekat kearah Luhan, wanita parus baya itu memeluk erat tubuh sang calon menantunya itu, "Sudah, sudah Luhannie sayang. Ini bukan kesalahanmu, yang enting sekarang kita doakan saja supaya Sehun bisa menjalani operasinya dengan lancar dan bisa berkumpul lagi dengan kita semua."

"Iya, Eomma."

.

.

.

Lima jam berlalu, Sehun bisa menjalani operasi dengan lancar 3 jam yang lalu. Saat ini ia sedang berada didallam ruang ICU (Intensif Care Unit), untuk memantau progress kesembuhan Sehun. Disana terlihat Luhan yang begitu setia menunggui Sehun. Kedua orang tua Luhan dan Sehun juga Baekhyun dan Chanyeol menunggu diluar ruangan, mereka membiarkan Luhan disana menjaga Sehun.

"Sehunnie, bangun sayang." Lirih Luhan, jemarinya menggengga erat tangan Sehun yang terkulai lemas itu. "Sehunnie... ayo bangun.. hiks."

Kembali, air mata Luhan jatuh menetes membasahi kedua pipinya, pikirannya melayang kemasa dimana hari-hari dipenuhi dengan canda, tawa dan bahagia. Ya, saat dimana mereka berbagi cinta bersama. Luhan tersenyum dalam tangisnya. Tangannya mengelus lembut pipi Sehun.

"Chagi, kau ingat tidak waktu kita pertama kali bertemu?" Luhan mengangkat tangan Sehun, mengecupnya lembut. "Kau aneh sekali saat itu, terlalu percaya diri mendekatiku. Walaupun berjuta kali aku menolakmu, namun, kau tetap saja berusaha mendekatiku. Sampai akhirnya kau bisa meluluhkan hatiku dengan semua manisnya perbuatanmu padaku, Aku mencintaimu Oh Sehun."

"Engg... " terdengar suara, ya, suara yang keluar dari mulut Sehun. Tangannya yang sedang digenggam Luhan pun ikut bergerak. Luhan seketika tersenyum bahagia, perasaannya sangat bahagia tidak bisa dilukiskan.

"Chagi, kau sadar?"

Sehun perlahan membuka kedua matanya, seperti masih beradaptasi dengan cahaya matanya mengerjap-ngerjap perlahan. Kdua netra hitamnya bertemu dengan netra milik Luhan, seketika perlahan Sehun tersenyum. "Chagi."

"Iya, ini aku sayang, iya aku Luhan." Luhan menggenggam tangan Sehun lalu menciuminya sayang.

"Aku mencintaimu."

Luhan mengangguk cepat, "Aku juga, Aku juga sangat mencintaimu Sehunnie."

"Maafkan aku tidak bisa melindungimu sepenuhnya."

"Ssssttt, sudah-sudah kau tidak usah banyak bicara dulu sayang, kau belum sadar sepenuhnya. Aku panggilkan dokter dulu ya." Luhan bergegas keluar ruangan, dia ingin memberitahu dokter yang merawat Sehun juga keluarga yang menunggu diluar ruangan kalau Sehun sudah siuman.

.

.

.

Tiga minggu berlalu,

"Apa sudah sampai, sayang?"

"Belum, sebentar lagi Luhan sayang, sabar ya."

"Lama sekali sih, Hunnie. Aku penasaran nih."

"Iya, sabar."

Hari ini, lebih tepatnya malam ini Sehun membawa Luhan kesuatu tempat yang sudah dirancang oleh Sehun sendiri. Sehun menutup kedua mata Luhan dengan selembar kain. Mencoba membuat penasaran.

"Nah, kita sudah sampai sekarang sayang." Sehun membuka kain yang menutupi kedua mata kekasihnya itu, "Taraaaa."

Luhan perlahan membuka kedua matanya, sedetik kemudian dia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya sekarang. Hamparan kelopak bnga mawar merah yang dibentuk sebuah hati dengan lilin-lilin kecil yang menyala ditengahnya yang disusun menjadi sebuah kata "Will You Marry Me, Luhan?"

Luhan membalikkan tubuhnya kearah Sehun, "Sehun, I—ini.."

Sehung mengangguk sambil menampilkan senyuman lembutnya, "Maukah kau menikah denganku? Maukah kau mendampingiku sampai aku tua nanti? Dan, maukah kau jika kita memunyai anak, kau dengan penuh kasih sayang mengasuh dan membesarkannya bersama? Aku butuh jawaban, aku tidak mau ada penolakan, sayangku Luhan."

Genangan air mata mulai menggenang dipelupuk mata mata rusanya itu, "Kau serius, Hunnie?"

Sehun mendekat kearah Luhan, langsung merengkuh tubuh itu dalam pelukannya. "Aku sangat serius sayangku, aku tidak mau lagi kehilangan dirimu untuk kesekian kalinya. Maafkan aku yang tak sempurna yang mungkin tak bisa menjadi kekasih yang kau inginkan selama ini."

Luhan menggelengkan kepalanya didada bidang Sehun, dia makin erat memeluk Sehun. "Tidak, jangan bicara seperti itu Sehun. Kau adalah kekasih terbaik yang pernah kumiliki. Seharusnya aku yang minta maaf karena selalu membuatmu susah dan terluka saat bersamaku."

Sehun melonggarkan pelukannya, menangkup kedua pipi Luhan. "Kau yang terbaik untukku, sedalam apa pun luka yang kau berikan, seperih apa pun luka itu untukku, kau tetap yang kucintai Hannie. Aku mencintaimu, bagaimana? Apa kau mau menikah denganku?"

Luhan mengangguk mantap, "Tentu saja, aku mau menikah denganmu dan menjadi pendampingmu selamanya, Sehunnie."

"Gomawo, sayang."

"Nado Gomawo, sayang."

Sehun menarik pipi Luhan mendekat kearah wajahnya, dikecupnya bibir itu, bibir yang sangat dirindukannya. Luhan memejamkan matanya merasakan rasa hangat dan basah dibibirnya, merasakan setiap cinta yang disalurkan Sehun lewat kecupan-kecupan lembut di bibirnya. Sehun melepaskan tautan bibirnya.

"Aku bahagia bisa memilikimu seutuhnya, Luhan."

"Aku ebih bahagia karena telah memilikimu sang malaikat penjaga hatiku, Sehun."

#

#

#

~oooOOO THE END OOOooo~

#

#

#

HAHAHAHAHAH,,,

Hai jumpa lagi sama saya Prince Hadhi ESP...

Akhirnya Selesai juga FF ini ...

Maaf, agak lama, saya baru punya waktu menulisnya ...

Gimana nih sama Ending-nya?

Semoga Puas ya ...

Makasih yang udah ngikutin Cerita ini dari awal ...

Makasih atas Komen-komen kalian,,

Duhh, buat saya semangat deh ...

Maaf ya kalo endingnya gak sesuai harapan kalian...

Sekali lagi maaf ya /

BIG THANKS TO :

Lulu Exotic, Risda Inspirit, Salis Safrina, Monica Chintya Dewi, Misha Rutherford, Tita Belibers Kpoplovers, Ani Nurifah, Yudhista Siwi, Syaqhila Pgbn, Fit Ra Chan, FuFu Sweet, Hwang Jung Lee, Sung Hye So, Sisska Wulandari Elfishy SparkyuRyeosomnia, Thika Sintikhe Samuel, Ayu Siie Tyas II, Eka Wahyuning Dhewanty, Weed Cookers, Risyda Kim, Try Nita Octafiyani, Kharinz Hongstar Primadonna, Putriianaa Noviitasarii, Thhiyoh Leader Frim'cornal, Chuniel Angel II, Septha Mbug D'inspiritlovers, Aida Shofiyyatunnisa, Jesslyn Surya.

Luluistiqomah89, , del1, PandaYehet88, hafsha, Spring Oh, hunhaney, gyusatan, Odult Maniac, Izzy, Hunieh, 369, guess who, NaizhuAmakusa, prkbyun, HyunRa, Kancut Sehun, Happybacon, Uchiha Shesura-chan, adibmiky, Junia angel, RZHH 261220, Byunchannie26.

Siapa lagi yang belum disebutin? hohohooo

MAKASIH BANYAK UDAH MAU MAMPIR BACA DAN MAKASIH YA ATAS KOMENAN DAN SARAN KALIAN SELAMA INI.

#BOWWWWWW

Makasih yang udah mau baca ...

Makasih yang udah ngasih saran ...

Makasihh.. makasihh .. makasihh yang udah Komen,,,

Sampai Jumpa...

Annyeong ...