Tok tok tok

"ya sebentar"

Cekrekkkkk

"eh tuan law"

"nami nya ada bi ?"

"ada tuan, mari silahkan masuk"

"ya bi terima kasih"

"emm, mau minum apa tuan ?"

"apa aja bi"

"kalau begitu tunggu sebentar ya tuan, saya ambilkan minuman dulu untuk tuan"

"ya bi terima kasih"

Setelah beberapa menit menunggu akhirnya nami keluar dari kamarnya dan perlahan menuruni anak tangga rumahnya. Law yang saat itu sedang melihat nami, tampak sangat kagum dengan kecantikan kekasihnya itu.

"maaf law, sudah membuatmu menunggu terlalu lama"

"eh, tidak nami tidak apa"

"kalau begitu ayo berangkat"

Law tidak menjawab perkataan nami karena masih terkagum kagum dengan kecantikan kekasihnya itu.

"law, ayo kita berangkat, kenapa kau cuma diam saja"

"eh, maaf nami, maafkan aku"

"oi nami,"

"ya"

"malam ini kau terlihat sangat cantik"

"apalagi dengan gaun merah muda mu itu kau terlihat sangat sempurna"

Nami yang mendengar pujian law langsung blushing dibuatnya

"eh, terima kasih law"

"yosh, kalau begitu ayo kita berangkat nami"

"yosh"

Setelah beberapa jam berlalu akhirnya sampailah mereka di sebuah restoran mewah yang sudah di pesan law untuk acara makan malam mereka berdua.

"silahkan nona" kata law sambil membukakan pintu mobil untuk nami

"arigatau law"

"yosh"

"bagaimana nami, kau suka dengan suasana disini ?"

"ya, aku sangat suka law, suka sekali"

"baguslah kalau begitu"

"oiya nami, ada satu hal yang sangat penting yang ingin aku katakan padamu"

"apa itu law ? Katakan saja"

"jadi begini nami, mungkin ini terlalu cepat untuk hubungan kita ini, tapi aku sangat yakin dan serius dengan hubungan kita ini"

"sejak awal aku sudah sangat serius dengan hubungan kita kedepannya dan aku juga ingin hubungan kita lebih jauh lagi daripada hubungan kita yang sekarang ini"

"emm, tunggu law apa maksut mu ? Aku tidak mengerti dengan perkataanmu ini"

"jadi begini nami,"

" maukah kau menikah denganku ?" kata law sambil mengeluarkan sebuah cincin dari saku bajunya

Nami yang melihat perlakuan mengejutkan dari law langsung blushing dibuatnya.

"eh law tapi,"

"iya nami, aku tau ini memang terlalu cepat tapi sejak awal aku sudah menganggap serius hubungan kita ini, dan saat ini aku ingin hubungan kita lebih jauh lagi dari sekarang ini"

"aku ingin kau menjadi istriku dan menjadi ibu untuk anak anakku"

"aku juga ingin kita hidup bahagia bersama anak anak kita kelak"

"jadi bagaimana nami apa kau menerimaku ? Maukah kau menikah denganku ?"

"ya law, aku mau menikah denganmu, aku mau" kata nami

"sungguh ? Terima kasih banyak nami" kata law sambil memasangkan sebuah cincin di jari manis nami

"ya law sama sama"jawab nami

"aku mencintaimu, sangat mencintaimu aku mohon jangan tinggalkan aku nami"

"tentu law, aku harap kau juga begitu, tidak akan meninggalkanku karena aku juga sangat mencintaimu law"

Sebuah ciuman mesra mengakhiri percakapan mereka malam itu.

Bersambung