"bisakah kau perintah kan sisa anggota keluarga mu yang lain termasuk Osis untuk datang ke klub mu ?"

"kenapa aku harus melakunya. Dan mengapa pula aku di perintah oleh mu, disini hanya aku dan Sona yang berkuasa. Jadi otomat..."

"jawab saja." Ucap Naruto dingin. Rias yang baru pertama kali mendengar perkataan Naruto yang sedingin ini, mungkin jika terhadap musuh ia pernah melihatnya. Namun jika kepadanya, ini baru pertama kalinya.

"ya aku bisa melakuknya."

"bagus. Aku tunggu lima belas menit lagi." ujar Naruto. Dan di balas oleh anggukan Rias. "ayo Akeno."

"um" dan dengan itu tercipta sihir teleportasi di bawah kaki Akeno dan Naruto yang lama kelamaan membuat mereka berubah menjadi partikel cahaya.

.

.

.

PROTECTION

Discaimer: Naruto & Highschool DxD bukan punya saya

Warning: OOC, TYPO, alur terlalu cepet

Pair: Naruto x ?

.

.

.

Chapter 10

Di hutan tak terlalu jauh dari kota kuoh. Muncul cahaya yang tidak terlalu besar, namun sangat terang yang entah dari mana. Cahaya tersebut kelihatanya sangat panas. Terbukti pohon pohon di dekanya mulai mengeluarkan asap karena hawa panas yang di keluarkan oleh bola caha tersebut.

Saat cahaya tersebut meghilang, terhilhat duang orang berbeda gender. Keduanya memakai jubah berwarna putih dengan sembilan tomoe di belakang jubah mereka. Lalu sang wanita melirik kearah pemuda yang ada di sampingnya " apakah ini adalah dimensi tempat Naruto-kun berada ?" sang pemuda hanya menggakuk tanpa melirik kepada yang beranya kepadanya.

"tapi aku sama sekali tidak merasakan chakra Naruto-kun disini" sang wanita kembali beratanya dengan tatapan yang sedikit khawatir. Dia takut, ya dia takut jika dimensi yang ia dan Sasuke datangi bukan lah dimensi tempat Naruto berada. Ya pemuda yang berasamanya adalah Sasuke, Sasuke Uchiha. Uchiha terakhir dan juga Uchiha terkuat yang pernah ada dalam sejarah Konoha dan sejarah Clan Uchiha yang awalnya di pegang oleh Madara Uchiha.

"apa kau takut jika kita salah dimensi ?" tanya sang uchiha dengan cirikhas yang tidak pernah hilang yaitu dingin, datar dan tanpa ekspresi saat bicara. Tapi berbanding terbalik jika saat berada di medan pertempuran.

"um aku takut jika kita salah memasuki dimensi. Dan lagi ini kesempatan pertama dan terakhir kita untuk menemukan Naruto-kun. Karena jika tidak Naruto-kun akan mati kehabisan Chakra." Memikirkanya saja badan Hinata sudah bergetar hebat, karena ia takut jika sang pangeran telat memakan buah chakra yang ia bawa, dia bisa mati kapan saja karena kehabisan Chakra.

"kau tenang saja" Hinata melirik kembali kepada Sasuke. "mungkin kau beranggapan jika kita salah memasuki dimensi, karena kau tidak bisa merasakan chakra Naruto. Tapi berbeda denganmu, aku dapat merasaknya meski sangat kecil" Hinata baru kali ini mendengar Sasuke berkata panjang lebar seperti itu, meski masih dengan wajah tanpa ekspresi dan juka perkataanya yang datar. Tapi itu sudah cukup untuk menenangkan hatinya.

"arigatou ne Sasuke-kun" ucap Hinata sembari menunjukan senyuman terbaiknya. Sedangkan Sasuke hanya meliriknya, sembari berkata " terimakasih untuk apa ?".

"karena perkataanmu tadi sudah membuatku tenang". Sasuke hanya mengangkat sebelah alisnya lalu "hn" keluarlah kata kata wajib clan Uchiha. Hinata hanya terkekeh mendengar kata kata wajib itu.

"jadi kita akan mencarinya dari mana ?" tanya Hinata kepada sembari merogoh kantung senjatanya dan mengeluarkan buah seukuran kepalan tangan berbentuk seperti puncak pohon Shinju.

"kita tidak akan mencarinya" ujar si uchiha dengan santainya dan hasilnya Hinata terhentak mendengar perkataan Sasuke.

Krekk

Hinata yang mendengar perkata Sasuke pun emosi dan langsung mengaktifkan Byakuganya "apa maksudmu dengan kita tidak akan mencarinya?."

"dan untuk apa kau mengeluarkan buah itu ?" tanya Sasuke yang tidak memperdulikan kemaran Hinata kepadanya.

"jawab pertanyaanku." Hinata kembali bertanya namun dengan kuda kuda bertarungnya.

Sasuke melirik Hinata yang sudah siap menyerangnya, namun itu tidak mempengaruhi Sasuke dan juga tidak membuatnya takut sama sekali. " untuk apa kita mencarinya. Itu sangat merepotkan, lebih baik dia yang mencari kita kemari." Dan di akhir kalimatnya.

Wushhhh

Sasuke mengeluarkan Chakra dalam jumlah besar. Dan itu mebuat Hinata harus menelan ludahnya sendiri. "jadi itu maksudmu. Gomen Sasuke-kun" 'untung saja aku tidak menyerangnya' batin Hinata yang melihat dan merasakan Chakra berwarna ungu pekat yang di keluarkan Sasuke. "hn" Sasuke hanya menjawab permintaan maaf Hinata dengan kata kata wajib clanya. Kurang sopan memang, tapi mau bagaimana lagi itu memnag kebiasaanya.

"apa kau hanya diam dan melihat saja ?" tanya Sasuke yang melihat Hinata berdiam diri saja. Dan itu membua lamunan Hinata buyar dalam seketika. "ah go-gomen" Hinata hanya dapat menundukan kepalanya karena malu. Namun itu tidak bertahan lama, ia menarik nafas dalam lalu berbarengan dengan hembusan nafasnya muncul Chakra biru dari tubuhnya. Jika dibandingkan dengan milik Sasuke dan Naruto Chakra milik Hinata tidak lah sebanding.

"apa hanya itu yang kau punya ?" Hinata melihat kearah Sasuke dengan alis yang sudah terangkat sebelah. " apa hanya itu Chakra yang di berikan Oleh Hamura ?" tanya lagi Sasuke.

"Tidak ini semua murni Chakra ku" jawab Hinata yang kembali fokus untuk mengeluarkan Chakranya. "lalu mengapa kau tidak menggunakan Chakra pemberian Hamura. Aku yakin Chakra itu hampir menyamai chakra pemberian Hagoromo."

"um baiklah"

Krekk

Sringg

Dengan itu chakra Hinata yang awalnya biru berubah menjadi berwarna hijau dan intensitasnya bertambah. Sasuke yang merasaknya pun hanya tersenyum 'ternyata chakranya dapat menyamai Chakra ku' dan dengan itu keduanya terus mengeluarkan chakra dalam intensitas yang gila.

"siapa kalian"

.

.

.

Ruangan Club Rias.

Beberapa saat sebelum Hinata dan Sasuke mengeluarkan Chakra mereka.

Di ruangan club Rias kini sudah berkumpul suluruh peerage nya dan juga entah kebetulan semata atau memang di sengaja oleh Rias, karena di ruangan tersebut terdapat pula Sona, Tsubaki dan Saji.

"Jadi semuanya sudah lengkap, dan aku berteimakasih juga karena kalian ikut datang kemari." Ucap Naruto dengan nada serius sembari melirik kearah Sona, Tsubaki dan Saji yang ada di depanya. Namun meski sedang serius Naruto masih menujukan senyuman karena Sona dan peeragenya sudah datang, ya meski hanya Tsubaki dan Saji. Tapi itu sudah lebih dari cukup.

Sona dan Tsubaki yang melihat senyuman Naruto meski ia sedang dalam mode seriusnya, kini pipi mereka mulai memerah 'tampan' batin Sona dan Tsubaki mengatakan hal yang sama. Berbeda dengan Saji yang melihat sang Kaicho dan Fuku Kaichonya merona akibat senyuman singkat Naruto mulai panas karena target Haremnya terancam. "ekhem.." deheman Saji membuyarkan lamunan Sang kaicho dan wakilanya. "Rias Buchou mengatan ada hal penting yang ingin kau bicarakan. jadi hal penting apa itu Naruto-san" lanjut nya.

Naruto melirik Rias" ya jadi apa yang ingin kau katakan kepada kami Naruto ?" Rias bertanya dari meja ke presidenanya (abaikan) dengan ekspresi serius, karena baru kali ini ia melihat.

"jadi begini, tadi pagi saat aku berangkat ke sekolah. Saat dalam perjalanan aku bertemu dengan Naruse..." Naruto melirik Issei. Namu saat akan melanjutkan perkataanya. "jadi kau mengumpulkan kami hanya untuk memberi tahukan, jika kau bertemu dengan Naruse-san" potong Sona dengan tatapan sinis.

"tidak. Kau tidak sopan sekali. Memotong perkataan orang lain saat akan bicara itu tidak sopan" Sona menahan amarahnya karena toh itu memang salahnya. Memotong perkataan orang lain saat akan berbicara memang tidaklah sopan. Jadi dia hanya bisa mendecih.

" baik, aku lanjutkan." Naruto menarik nafas panjang. Setelah itu menghembuskanya lagi. "dan saat ia menbarak ku saat..." namun sebelum Naruto menyelesaikan, pekataanya sudah ada yang memotong nya kembali. " tak usah berbelit belit, langsung saja pada intinya." Kini Issei yang memotong perkataan Naruto.

Naruto hanya mendesah " baiklah baiklah. Issei apa kau masih ingat saat aku menyuruhmu untuk memanggil Asia ?" Issei hanya menggelengkan kepala atas apa yang Naruto tanyakan kepadanya. Lalu Naruto melirik Asia. "jadi saat Issei-san memberi tahu ku, jika aku di panggil Naruto-san ke kelasnya.". "langsung saja Asia." Rias memotong perkataan Asia karena ia berharap pembicaraan ini cepat selesai.

"ha-ha'i. Jadi Naruto-san memintaku untuk menyembuhkan kakinya yang lumpuh karena serangan Naruse Mio pada saat ia menabrak Naruto-san." Jelas Asia sembari menunduk.

"apa maksudmu dengan lumpuh dan serangan Naruse-san, Naruto-san." Sona yang belum mengerti atas penjelasan Asia pun bertanya kembali kepada yang mengalaminya langsung, yaitu Naruto.

"tunggu. Apa kau bilang Naruse ?" Lisara kini angkat bicara karena ia merasa tak asing dengan Nama itu. Dan Naruto hanya mengangguk "um Naruse, Naruse Mio" ucap Naruto.

DEG

Lisara pun menundukan kepalanya. Aura merah gelap kini sudah menyelubungi seluruh tubuhnya. "Dimana dia sekarang" Naruto yang melihat itu pun mulai merasakanhal yang tidak enak.

"AKU BILANG DIMANA DIA SE..."

DEG

Tiba tiba seisi ruangan tersebut diam membisu karena merasakan tekanan enegri yang sangat besar. 'tekanan energi macam apa ini, besar sekali./tekanan energi yang sangat gila./tekanan energi siapa ini. Kuat sekali./tekanan energinya lebih besar daripada Naruto-kun/san' Begitulah isi pikiran mereka semua yang ada di rungan club tersebut, namun jika kita lihat lebih teliti lagi hanya Naruto yang ekspresinya berbeda. Ya Naruto yang merasakan tekanan energi tersebut, tubuhnya menegah hebat. 'tekanan energi ini...'

'Sasuke' dan cairan bening secara tiba tiba meluncur dari sudut matanya. ' tapi aku merasakan tekanan energi asing yang sama besar dengan milik sasuke. Tapi energi siapa'

"lebih baik aku cek langsung." Guman Naruto pelan. Dengan itu Naruto menutup matanya, mengalirkan chakra langsung ke matanya dembari memukanya dengan perlahan.

Sriingg

Kini Naruto sudah mengaktifkan Sharingan miliknya, dan perlahan menjadi Mangekyou Sharingan. " Naruto-kun apa kau merasakan tekanan ener..." Akeno yang pertama kali sadar pun bertanya kepada Naruto namun sayang sebelum ia selesaimengajukan pertanyaanya Naruto sudah terhisap pusaran angin.

Zyuuttt

Back to Sasuke & Hinata.

Sudah sekitar 10 menit Sasuke dan Hinata mengeluarkan seluruh chakranya untuk memancing Naruto ke tempat mereka. Namun tanpa di sangka sangka.

"siapa kalian"

Sasuke dan Hinata sontak menghentikan kegiatan mereka dan langsung menoleh ke tempat asal suara itu berasal, yaitu di belakang mereka. Setelah berbalik mereka melihat seorang gadis bertubuh loli berambut hitam, mata sayu, dan oppai kecil yang puting nya di tutupi oleh selotip yang di silangkan (oke abaikan yang terakhir). Tatapan Sasuke menajam, melihat gadis yang sedang duduk di atas batu yang tidak terlalu besar sembari menatap mereka balik.

'sejak kapan dia berada disana ? aku tidak merasakan kehadiaranya' pikir Hinata. Berbeda dengan Sasuke yang masih berdiri tegak dan santai meski tatapanya masih fokus kepada gadis yang ada di depan mereka. Hinata sudah mengeluarkan posisi bertarung.

"kau jangan gegabah, Hinata. Kurasa dia bukan lawan yang sepadan untuk kita berdua." Hinata hanya mengangguk, benar apa yang di katakan Sasuke. Jika gegabah sedikit saja mungkin gadis loli yang ada di depan mereka akan menyerang.

"tak apa jika kalian tidak mau menjawab."

"apa yang kau inginkan dari kami"

"kalian to the point sekali." Ophis pun berdiri, berjalan mendekati Hinata dan Sasuke sembari mengeluarkan KI yang sangat besar. Hingga Sasuke dan Hinata pun diam membeku karena merasakan KI yang di keluarkan Ophis.

Tap tap

Kini Ophis sudah berada tepat di depan Hinata dan Sasuke. Lalu menatap Hinata dan Sasuke secara bergantian, dan tatapanya pun berhenti saat melihat wajah sasuke. "aku suka tatapan mu itu...jujur saja aku kemari untuk merekrutmu masuk ke dalam oraganisai yang ku buat."

"tu...". "tidak usah di jawab sekarang, pikirkan dahulu. Karena jika kau masuk kedalam organisasi ku, kau akan mendapatkan kekutaan yang sangat besar, hingga Tuhan (Bible) sendiri tidak akan berani melawanmu." Ophis berusaha membujuk Sasuke agar mau masuk ke dalam organisasinya.

Namun Sasuke hanya terkekeh mendengar penjelasan dari Ophis "heh kekutan yang di takuti oleh Tuhan ? jangan membuatku tertawa" Ucap Sasuke sembari melihat ke arah Ophis dengan Enternal Mangekyou Sharingan dan Choku Tomoe Rinnegan yang sudah aktif. Namun Ophis tidak menunjukan ekspresi terkejut ataupun takut. Jika di lihat ia malah tersenyum walau hanya senyuman kecil.

Ophis pun berjalan kembali ke tempat pertama ia tiba dan tentunya ia telah menghilangkan energinya. "sepertinya akan ada yang akan menjemput kalian." Ujar Ophis sembari beralik, melihat kearah Sasuke dan Hinata.

Dan benar saja di belaka Sasuke dan Hinata muncul pusaran Angin. Sasuke dan Hinata pun berbalik, dan bersiap dengan kuda kuda bertarngnya masing masing. Hinata dengan kuda kuda Khas nya dan Sasuke sudah memegang gagang katananya. 'apa dia Naruto-ku ? tapi ini bukan chakra miliknya.' Pikir Hinata. Sasuke pun berfikiran tak jauh berbeda dengan Hinata.

Dan tak lama kemudian dari pusaran angin tersebut memunculkan sesosok pemuda berambut putih dengan berseragam Akademi Kuoh, dan saat semua tubuhya sudah keluar seluruhnya, pemuda tersebut berdiri mematung dengan tatapan sendu. Bukan sendu karena sedih melaikan senang karena tebakanya benar. Dia tidak langsung bicara karena entah kenapa saat Naruto melihat Sasuke dan Hinata. "te...". "siapa kau, kau sangat mirip dengan teman ku. Tapi Chakramu berbeda" Naruto hanya bisa menundukan kepalanya dan tersenyum kecut.

Hinata hanya menatap dengan intens pemuda yang ada di depanya. "apa kau Naruto-kun ?" tanya Hinata.

Naruto memandang kaget Hinata yang kini berada di depanya. Meski fisik nya mirip tapi Chakra dan bola matany sangat lah berbeda dengan yang di miliki Hinata. "Ya aku Naruto." Jawab Naruto. " dan siapa kau, Chakra mu sangat kuat dan mirip seseorang yang sangat aku rindukan. Jika pria pantat ayam yang di sebelahmu aku mengenalnya" lanjutnya

Sasuke hanya mengangkat sebalh alis matanya. " jawab aku. Siapa kau sebenarnya, Fisik mu sangat mirip dengan Naruto."

"hei apa maksudmu Teme. Aku Naruto, Uzumak..."

"Uso. Naruto yang ku kenal tidak memiliki warna rambut putih, melainkan kuning." Potong Sasuke.

"cih jika kau tidak percaya, apa boleh buat." Naruto memejamkan matanya. Lalu membuka matanya "Genjutsu Sharingan."

Sringg

Seketika tubuh Sasuke menegang. Hinata yang melihatnya tidak tinggal diam. Dia langsung menyerang Naruto.

Syutt

Naruto hanya diam, dan memiringkan badanya sedkit. Dan..

Tap

Dak

Naruto yang menghindari serangan Hinata pun tidak membuang waktu memegang pergelangan tangan kanan Hinata, lalu mengunci pergerakanya. "kau masih belum percaya kepadaku ?" ucap Naruto.

"urusai"

"cukup Hinata" Hinata hanya menatap Sasuke dengan tatapan tajam dari sudut matanya. "apa maksud..". "dia benar benar Naruto" potong Sasuke.

"ehh kau Hinata ?" Naruto kaget, saat mendengar Sasuke memanggil wanita yang sedang ia kunci pergerakanya adalah Hinata, Hinata Hyuga.

Hinata berbalik menatap Naruto dengan tatapan tajam dan berkata. " tapi Chakranya ber..". "dia menjadi Jinchuriki Juubi dan sekaligus Jinchuriki kesembilan Bijuu." Potong lagi Sasuke.

Naruto pun segera menundukan badanya sembilan puluh derajat. "Gomen Hinata. Gomen aku tidak tahu jika itu kau" ucap Naruto masih dlam keadaan membungkuk."jadi apa kau masih tidak percaya kepadaku ?" tanya Naruto.

Hinata pun berbalik dan menatap Naruto yang sekarang sedang menoleh ke arah Sasuke. Naruto yang merasa di perhatikan oleh Hinata pun berbalik menatap Hinata. "kau kenapa menatapku begitu Hinata?" tanya Naruto. Hinata yang ketahuan memperhatikan Naruto pun wajahnya memerah, dan lalu menunduka kepalanya. "ti-tidak ke-kenapa napa" ucap Hinata dengan gagap. Kini Hinata sudah menjadi Hinata yang sedia kala saat bertemu dengan Naruto.

Tapi mode itupun tidak bertahan lama. Hinata kembali menatap Naruto. "tapi jangan senang dulu, aku belum sepenuhnya percaya jika kau adalah Naruto-kun" ujar Hinata.

"hai hai wakatta wakatta" ujar Naruto sembari mengibaskan tangan di depan mukanya. " tapi tunggu sebentar" Naruto menghela nafas. Hinata memperhatikan apa yang akan di lakukan Naruto.

"mau sampai kapan kau/kalian besembunyi" ucap Naruto dan Sasuke berbarengan.

Srek srek

"ara ara sepertinya kita ketahuan, Buchou." Akeno dan Rias pun keluar dari tempa persembunyian mereka. Dan di susul oleh seluruh Peeragenya dan tidak lupa dengan Sona, Tsubaki, Saji dan Lisara.

"jadi sejak kapan kalian berada disana ?" tanya Naruto santai sedangkan Hinata bersiap dengan kuda kuda bertarungnya. Berbeda dengan Sasuke yang terlihat biasa biasa saja. "kalian siapa dan makhluk apa ?" tanya Hinata menatap segerombolan anak sekolah yang baru saja keluar dari persembunyian mereka.

Crichh crichh

BOOSTO

"ara ara kau tidak sopan sekali, seharusnya sebelum kau bertanya. Beritahu dulu namamu terlebih dahulu" ucap Akeno dengan tubuh yang sudah mengeluarkan percikan listrik. Tidak ketinggalan juga Rias yang sudah di selimuti oleh energi Power Of Destuction nya, Issei udah mengeluarkan Booster Gear miliknya, Lisara dengan sabit berukuran besar, Kiba memegang pedangnya, Koneko suadh siap dengan kuda kuda bertarung, Saji dengan Sarung tangan Dragon King Vrital, Sona dan Tsubaki sudah siap untuk membuat Kekkai pelindung agar manusia biasa tidak ada yang tahu.

"ano Ria.." . " tenang saja Naruto-san, kami akan menyelamatkan mu dari dua orang aneh itu" sebelum perkataan Naruto selesai. Issei sudah memotong ucapanya. "tunggu biar ak..." ucapan Naruto kembali di potong. "jangan takut Naruto-san. Aku sang Sekiryuutei gagah dan hebat akan menyelamatkanmu" mendengar perkataan Issei Naruto dan Hinata sweetdrop mendengar pernyataan dari Issei. 'apanya yang Sekiryuuteri gagah dan hebat' pikir Naruto. "sudahlah Iss..." dan lagi lagi Issei memotong ucapan dari Naruto. "kau cukup diam dan lihat saja Naruto-san, biar aku yang urus" ucap Issei dengan wajah yang di buat cool.

Kini habis sudah kesabaran Naruto. Sang Jinchuriki dari kesepuluh Bijuu itu pun menundukan kepalanya sehingga matanya tertutupi poni.

Hinatapun berfikiran tak jauh berbeda dari Naruto, karena penyataan Issei yang kelewat pede tadi. 'dia pede tingkat dewa'. Namun wajah cool yang di buat buat Issei kini berubah drastis saat melihat kearah Oppai milik Hinata, meski ukuranya tidak sebesar milik Rias dan Akeno. Tapi itu cukup untuk membuat Issei mengeluarkan sifat mesumnya.

Sedangkan Hinata yang melihat Issei arah tatapan Issei pun segara berbalik sembari menutupi dadanya. "KA..KAU APA YANG KAU LIHAT MESUM!" teriak Hinata.

"apa yang kau lihat Issei-san, sebaikanya kau konsentrasi pada lelaki yang membawa katana itu" ucap Kiba

"aku betanya sekali lagi Siapa kalian sebenarnya ? dan apa hubungan kalian semua dengan Naruto" kini Rias yang bertanya. "Jika kalian tidak menjawab kami. Kalian akan ku anggap sebagai musuh kami semua" lanjutnya.

"untuk apa aku menjawab pertanyaanmu, itu tidak penting" ucap Sasuke dingin. " dankailan lalat pengganggu sebaiknya pergi dari sini, sebelum aku potong tubuh kalian semua." Lanjut Sasuke dingin sembari menunjukan mata Sharinggan dan Rinnegan miliknya.

DEG

'I..itu mata yang sama dengan yang dimilki oleh Naruto' pikir Rias dan yang lainyapun berfikiran tak jauh berbeda dengan Rias. ' tapi mata kirinya. Aku beru melihat ada mata yang seperti itu' fikir Rias

"heh tenyata nyali kailan besar juga." Ujar Sasuke. "bersiaplah untuk menjadi potongan potongan kecil." Lanjut Sasuke. Naruto yang melihat teman temanya di dimensi ini akan bertarung dengan sahabatnya, mukanya sudah berwarna merah padam dengan asap yang sudah keluar dari kepalanya karena kesar setengah mati.

Clek

Sasuke sudah siap menebaskan katana miliknya kapan saja. 'dia memakai pedang, aku yakin tipikal bertarung nya hampir sama dengan Knight. Baiklah kalau begitu.'

"Yuuto!"

"ha'i Buchou"

Kiba melesat kerasah Sasuke dengan kecepatan penuh. Dengan kecepatanya yang seorang Knight, Kiba sudah berada di depan Sasuke dengan pedang yang sudah siap ia tebaskan.

"HYAAA!"

"hehh"

TRANG TRANG TRANG TRANG

Adu pedang pun tak ter elakan, kiba dengan seluruh kecepatan yang ia miliki, terus mecoba untuk memberikan luka kepada lawanya. Namun...

Tranggg

"lambat" Kiba melebarkan matanya karena pemuda yang di depanya dengan mudah menangkis seluruh tebasanya meski ia sudah memakai kecepatan penuh.

Sasuke tidak tinggal diam, ia pun melancarkan serangan balik.

TRANG TRANG TRANG BUAGH BUMM

Hanya dengan tigakali ayunan dan satu kali tendangan, Sasuke sudah dapat mementalkan Kiba. Membuatnya menabrak pepohonan dengan sangat keras.

Kiba yang melihat seranganya dengan mudah di tahan ditangkis, hanya dapat terdiam. Ia terdiam bukan karena seluruh seranganya dapat di tangkis dengan mudah, namun karena serangan balasan balik dari pemuda tersebut yang hanya dengan tiga kali tebasan dan sekali tendangan pada perutnya. Namun itu tidak lama. Kiba kembali bangkit. "jangan remehkan Peerage dari RIAS GREMORY !"

Rias yang melihat keadaan tidak memihak kepada Kibapun. "Koneko"

"hai" Koneko berlari kearah Sasuke dengan tangan yang sudah di kepalkan erat. Sasuke yang melihat Koneko berlari kearahnya pun hanya menatapnya dengan tatapan dingin. Merasa jaraknya sudah cukup dekat pun segera melompat, agar pukulanya semakin kuat karena tarikan dari gravitasi.

Pekkk wushhh

Pukulan Koneko hanya di tahan oleh satu tangan Sasuke. 'bagus Koneko-san' batin kiba yang kini sudah di belakang Sasuke.

Buaghh

Buaghh

Brukk

Brukk

Crakk

Crakk

""""YUUTO KONEKO/-CHAN !"""" Rias dan yang lainya.

""ARGHHHH"" teriak Kiba dan Koneko bersamaan. "Kalian berdua diam dan lihat bagaimana teman teman mu mati terbunuh." Sasuke berjalan santai kearah Rias dan yang lain. "BERENGSEK!" teriak kiba yang mencoba bangun untuk menghentikan Sasuke. Namun itu hanya hal yang sia sia 'ke...kenapa aku tidak bisa bergerak sama sekali' batin kiba. 'apa karena besi hitam ini' lanjutnya.

Kiba mencoba untuk mencabut besi hitam yang menembus pahanya. "percuma itu tidak akan bisa kau cabut. Karena hanya aku yang dapat mencabutnya." Ucap Sasuke.

"TEME! APA YANG KAU LAKUKAN KEPADANYA!" teriak Issei.

BOOST BOOST BOOST BOOST BOOST BOOST

BOOST BOOST BOOST BOOST BOOST BOOST

BOOST BOOST BOOST BOOST BOOST BOOST

EXPLOSION!

"kekutan mu sepertinya lumayan..." Sasuke menggantung kata katanya. " tapi cukup sampai disini bermain mainya." Muncul tangan astral berwarna ungun sedang memegang pedang di sisi Sasuke. Tangan astral itupun menggangkat katanya "matilah"

Rias dan yang lainya pun tidak bisa di di gerakan. Karena kini, semua yang bersama Rias sudah sangat ketakutan. Bahkan untuk bergeser sedikit saja tidak bisa. Kini Rias dan yang lainya pun hanya dapat pasrah karena beberapa detik lagi kematian akan menjemptunya. Begitupun dengan yang lainya. "matilah"

.

"cukup"

.

Syuuut

.

.

.

PRANGG

Mata Sasuke membulat sempurna begitupun dengan Rias dan lainya. Bukan karena serangan dadakan dari segerombolan anak sekolah yang akan ia bunuh. Melainkan ia terkagetkan oleh pedang Susano'o nya pecah seperti kaca. Dan pelakunya adalah tangan astral putih yang besarnya 5x dari tangan astral miliknya.

Semuanya pun menoleh ke asal tangan astral raksasa tersebut. Dan pelakunya adalah Naruto yang kini sudah dalam mode tertingginya. Pakaian serangamnya sekarang sudah di tutupi oleh baju zirah susano'o sempurna berwarna putih yang pas dengan tubuhnya dan muncul tanduk di kepalanya (kaya tanduk kaguya). Dan tekanan Chakranya 10x tidak bahkan lebih dari tekanan Chakra Sasuke.

Semua yang merasakan tekanan Chakra Naruto pun di buat sesak nafas, kecuali Sasuke dan Hinata yang menelan ludahnya sendiri. Bahkan Asia udah pingsan seketika saat baru sepersekian detik merasakan tekananya. " jangan menghalangi ku, Naruto" ucap Sasuke dingin, meski sebenarnya ia agak takut dengan Naruto yang dalam mode tersebut.

Naruto menatap Sasuke dengan mata yang hampir sama dengan Sasuke, hanya bedanya Sharinggan dan Rinneganya sudah memasuki mode Enternal Mangekyou (Note : bayagin aja kalo enternal mangeyou Sasuke di ganbung sama mangekyou nya obito/kakashi) dan tidak lupa mata ketiga Naruto pun sudah terbuka. "sudah cukup, Teme. Kau sudah kelewatan" Hinata yang berada di sisi Naruto pun tidak dapat berbuat apa apa. Hia hanya bisa diam membeku. Tatapan Sasuke pun menajam melihat kedua mata miliknya yang ia berikan kepada Naruto sesaat sebulum ia mati dulu, dan kini malah menatapnya balik dengan tatapan membunuh, dan tidak lupa juga dengan mata ketiga Naruto yang menatap kearahnya juga.

"apa makudmu, aku hanya ingin membantumu melenyapkan mereka" ujar Sasuke.

"heh lihat saja, jika kau berani menyentuh mereka sedikit saja..." Naruto menggantung kata katanya. "aku akan mematakan setiap inci tulangmu" ucap Naruto.

Naruto pun menganggat tanganya kearah Kiba. Kiba yang melihatnya hanya diam karena rasa takunya. Namun

Swing swing trang trang

Besi hitam yang tertancap di paha dan bahu Kiba dan koneko pun tercabut dengan sendirinya, dan lalu terbakar menjadi abu. Sasuke yang melihatnya pun semakin emosi. Terbukti dengan tubuhnya yang sudah di tutupi oleh Susano'o.

Wushh

Dan akhirnya Sasuke memakai Susano sempurnanya. "aku ingin tahu, apa hubungan mu dengan mereka, sehingga kau melindungi mereka ?" tanya Sasuke. Yang sudah berada di dalam Susano'o.

"meraka adalah teman-temanku. Yang sudah membantuku, hingga aku bisa bertahan hidup di dimensi ini" ucap Naruto.

"ck tenyata kau sudah di cuci otak oleh mereka." Ujar Sasuke. "baiklah dengan tepaksa aku harus menyadarkan mu dengan kekerasan" dengan itu Susano'o Sasuke pun mengeluarkan dua samurainya, dan langsung melakukan tebasan kearah Naruto.

Naruto hanya menatap datar serangan Sasuke. Ia hanya menganggat tanganya santai. Dan di ikuti oleh tangan astral atau tangan Susano'o miliknya.

Syuuut

Saat pedang tersebut semakin dekat. Naruto menebaskan tanganya secara Horizontal. Dan...

Crackkk

DUARRRRRRR

Susano'o Sasuke meledak, sesaat beberapa meter lagi akan mengenai Naruto. Ledakan yang di hasilkan sangat besar. Tapi untung saja Naruto sudah memasang kekkai yang tidak terlihat sesaat sebelum ia datang ke tempat Sasuke dan Hinata.

"ARGHHHH"

"KONEKO-SAN" Kiba yang melihat Koneko yang sedang pingsan pun dengan segera memeluk tubuh Koneko, dan itu membuat punggung nya terkana ledakan tersebut.

WUSHHHHHHHH BRAKKK DRAKKK

"KYAAAAA" teriak Hinata.

Kiba dan Koneko yang tidak jauh dari tempat meledakna Susano'o Sasuke pun pasrah terlempar sangat jauh karena efek ledakanya.

Saking besarnya ledakan, Kekkai yang di buat Naruto pun hampir hancur.

Rias dan yang lianya pun mencoba bertahan dari dampak gelombang kejut yang di hasilakan dari ledakan tersebut. "ck kusoo...dampak dari ledaknya kuat sekali. Sona apa aku bisa membuat sihir pertahanan untuk ku dan Peerage ku ?" tanya Rias dan dibalas anggukan oleh Sona "akan ku coba"

"Minna...bersembunyi di belakang Sona sekarang juga." Perintah Rias. Dan Peeragenya pun menurutinya. Sona lalu melirik kebelakang meski dengan sangat haii hati. Merasa semua udah ada dalam jangkauanya, Sona dan Peerage nya yang ikut pun melentangkan tangan mereka dengan susah payah. Namun hasilnya kini mereka semua sudah ada dalam sihir pelindung yang berbentuk setengan bola.

.

.

.

Kini di area yang menjadi arena pertarungan singkat..tidak bahkan sangat singkat Naruto dan Sasuke pun tertutupi oleh debu yang sangat tebal. Namun itu tidak bertahan lama.

WUSHHHHHH

Seketika muncul hebusan angin yang sangat besar. Sehinga dalam seketika debu yang menutupi area tersebut hilang terbawa angin.

Hinata. Hinatalah yang mengeluarkan angin tersebut. Namun seketika Hinata melebarkan matanya, karena tak percaya. Hutan yang awalnya penuh dengan pepohonan rindang, kini pepohona tersebut sudah tidak ada yang tersisa dan sekarang hanya ada kawah yang sangat besar dengan kedalaman 12 meter.

Begitupun dengan kelopok iblis yang sedang berada di dalam sihir pertahanan berbentuk setengah bola, guna tidak terkena dampak lebih dari ledakan.

""Sona/ Fukucho/Saji""

Dengan hilangnya sihir pertahanan dari kelompok iblis. Sona, Tsubaki dan Saji pun jatuh pingsan. Dan dengan segera Rias dan Issei menangkap mereka. Lalu membaringkan ketiga rekanya dengan hati hati.

Sedangkan sang kaisar naga merah kini dengan susah payah menompang kedua kakinya agar dapat berdiri. "hahh...hahh...hahh... ledakan yang sa..sangat dasyat hahh..." Issei berkomentar dengan deru nafas yang ter sengal sengal.

"Issei,dimana Naruto ?"

Hinata yang mendengar pertanyaan Rias pada pemuda yang di panggil Issei pun, tersadar dari lamunanya. Lalu dengan cepat melirik kearah Naruto. Dan terlihat Naruto masih berdiri dengan gagah. Karena melihat Naruto yang tidak kenapa napa, Hinatapu memalingkan pandanganya ke tengah kawah tempat Sasuke terbaring. Namun tanpa di duga tubuh Naruto pun limbung dan...

Brukk

""""NARUTO-KUN/NARUTO/NARUTO-SAN"""" teriak Rias, Akeno, Issei dan Hinata.

Hinata dengan cepat berjongkok lalu menggoyang goyang kan tubuh Naruto yang jauh pingsan. Dan armor, tanduk serta mata ketiganya pun sudah menghilang. Di gantikan kembali oleh baju seragam yang sama dengan kelompok iblis yang akan di bantai oleh Sasuke.

Drap drap drap

Akeno dan Rias pun berlari menghampiri Naruto yang sekarang di tidurkan di pangkuan Hinata. "Narut..."

"siapa kalalian, dan apa hunbungan kalian dengan Naruto-kun" tanya Hinata dengan tatapan membunuh dan juga Tenseigan sudah aktid di kedua matanya.

Rias dan Akeno yang melihat mata dengan pupil biru muda yang tidak kalah indah dengan milik Naruto. Namun bedanya mata indah milik Naruto tidak pernah memancarkan hawa membunuh yang sangat kuat. "ka..kami teman sekelas Naruto" jawab Rias gugup.

"apakah kau tidak berbohong ?"

"kami tidak berbohong."

"baiklah aku percaya pada kalian" ucap Hinata. Dan dengan ucapnya itu Rias dan Akeno pun duduk di seberang Hinata atau sebelah kanan tubuh Naruto.

.

.

Sementara di tempat Sasuke.

Kini Sasuke sedang terbaring di tengah kawah. Dengan baju yang sudah sangat kotor dan sobek di sana sini.

Sasuke hanya menatap Naruto yang sedang di kerubuni oleh tiga wanita. Hanya dapat membatin. 'cih sial aku kalah darinya lagi' umpat Sasuke. Namun kini pandanganya semakin lama semakin kabur. Dan dan sama halnya seperti Naruto. Sasuke pun pingsan di tengah kawah.

.

.

Kembali ke Naruto, Hinata, Rias dan Akeno.

"jadi baimana keadaan Naruto ?" tanya Rias dengan pandangan khawatir.

"keadaanya kritis, Chakranya pun sangat lemah. Kita harus mencari tempat agar bisa menyembuhkanya. Karena jika tidak Naruto-kun akan mati kehabisan Chakra. Jelas Hinata.

"baiklah bawa ke tempat kami. Kau bisa menahan Chakra Naruto agak tidak habis, dan setelah Bishop ku bangun, aku akan menyuruhnya memulihkan Naruto agar penyembuhanya lebih cepat." Tawar Rias sembari menatap Hinata.

"baiklah, tapi bagaimana caranya. ?"

"aku akan memindahkan kalian dengan lingkaran sihir." Jawab Rias.

"baiklah. Tapi apa kalian menjamin akan aman menggunakan lingkaran sihir yang kalian sebutkan tadi?"

"ara ara kau tidak usah takut etto.."

"Ah sumimase aku belum memperkenalkan diri. Namaku Hinata, Hinata Hyuga" Rias dan Akeno hanya memberi senyuman kepada Hinata.

"Namaku Rias Gremory. Dan dia adalah Queen ku, Himejima Akeno."

"ano..Hyuuga-san, lalu siapa lelaki berambut hitam itu" ucap Akeno sembari menunjuk tubuh Sasuke yang sedang tergeletak tak berdaya di tengah kawah. Dan perkataan Akeno sukses membuat Hinata kaget. Karena ia melupakan Sasuke yang datang kemari bersamanya.

"ano Gremory-san. bisakah kau mengrimkan dia juga. Karena dia juga aku berhasil datang kemari"ucap Hinata dengan tatapan memohon.

"hah... baiklah, Akeno teleport dia ke ruangan Club"

"Ha'i Bucho" dengan begitu Akeno terbang dengan sayap kelelawarnya ke tengah kawah. Dan setelah sampai ke tempat Sasuke, Akeno pun meindahkanya ke ruangan club milik Rias.

"baiklah selanjutnya kau dan Naruto" Rias pun berdiri, dan dengan seketika muncul lingkarang merah dengan lambang keluarga Gremory. Dan selang beberapa detik Hinata dan Naruto pun hilang dari sana.

Rias berbalik ke arah Akeno yang baru saja kembali. "Akeno, kau cari Yuuto dan Koneko, mungkin mereka sudah pingsan karena ledakan tadi. Dan aku akan memindahkan Sona dan yang lainya."

"ara ara apa kau akan meniduri tubuh Naruto-kun dibelakang ku, Buchou" goda Akeno, dan itu sukses membuat wajah sang king menjadi merah karena menahan malu.

"sudahlah cepat" ucap Rias dengan nada yang sedikit kesal.

"ha'i ha'i khu khu khu"

Rias pun berjalan ke tempat dimana Sona dan dua peeragenya yang pingsan serta Asia dan juga Issei yang sedang menjaga mereka. Dan saat Rias sudah sampai ke tempat mereka, Rias langsung membuat lingkaran sihir, untuk menteleport ia dan yang lainya.

.

.

.

.

.

.

TBC