Midorima dan Akashi di kelas A (unggulan)

Momoi di kelas B (regular)

Kise, Kuroko dan kamu di kelas C (regular)

Aomine dan Haizaki di kelas D (regular)

Warning: GJ, OOC, TYPO, DLL

Chapter 9

Reader POV

Hari ini adalah hari Sabtu! BANZAI ! Tak ada pelajaran teori! Sekarang waktunya non akademik menguasai sekolah membosankan ini! GYAHAHAHAHA! Bersemangatlah! Diriku!

Jam Pertama, Olah Raga! Materinya... Basket. Tentang Shooting dan Dribbling ya? Aish... kalau drible sih masih bisa... tapi kalau Shooting... Aah... aku gak percaya diri... andai aku punya bakat kayak Midorima. Nante sa, tiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan itu yang membuat dunia ini tak membosankan. Entah dari mana aku mendengar kalimat itu.

Di lapangan sekolah...

"Sensei akan sedikit terlambat, jadi untuk pemanasan kelililing lapangan 2 kali." Kata Akashi, murid yang ditunjuk sebagai perwakilan angkatannya.

Dengan mata masih tertutup aku berlari kecil sekedarnya... yaah... gerakan tadi malam memang sedikit sulit, karena tempo gerakannya memang cepat, tapi tak kusangka proses mengajar bakal melelahkan seperti ini. Aku memang gak bakat ngajar yee... Yah, untung mereka bisa menguasainya dalam semalam.

"(Name)-cchi! (Name)-cchi! Ookirou! Kamu serius mau lari sambil menutup mata seperti itu-ssu ka?"

"Jangan goncang tubuhku Kise, kepalaku jadi pusing."

"Nanti kamu jatuh lo, (name)-san."

"Terima kasih sudah mengingatkan, Kuroko." Tapi mataku bener-bener susah di buka sekarang, aku kagum pada mereka yang tampak tak lelah atau ngantuk sedikitpun. Bener-bener hebat. Ku akui itu.

BRUK!

Ups, sepertinya aku menubruk seseorang.

"Teme...kalau lari liat-liat dong! Kau cari gara-gara hah?!"

Wheee...aku nubruk orang yang serem! Dia pasti Haizaki yang sering di bicarakan itu. Ogah aku berurusan dengannya.

"Gomennasai." Kuharap ini cepat selesai.

"Hah?! Enak saja! Memang dengan mudahnya aku mau memaafkanmu?" membesar-besarkan masalah deh. Ini bakal merepotkan.

"(Name)-cchi!" Ah, Kise kok di belakangku? Apa aku tadi larinya kecepetan ya?

"Ooh...Ryouta janaika? Nanda? Koitsu wa teme no shiriai?" (oh...Ryouta ya? Apa? Anak ini kenalanmu?)

"Jangan ganggu dia, Haizaki-kun." Kuroko?

... Ya-yabai, kita jadi pusat perhatian sekarang. Duh, apa yang harus kulakukan? Ini agak memalukan dan merepotkan, untung gak ada guru disini.

"Haa?! Ini tak ada hubungannya denganmu, Tetsuya!"

"Tentu ada, dia adalah teman sekelasku. Jadi maafkanlah dia." Kuhargai itu, Kuroko, tapi tolong jangan buat nih orang lebih panas, tolong.

"Hee... Oi onna,aku akan memaafkanmu jika kau jadi pacarku, bagaimana?" Dia tersenyum licik, sepertinya hal ini memang bisa terjadi...tapi.

Syarat yang aneh, Haizaki, benar-benar aneh. Kayak... gak ada hubungannya gitu lho. Apa dia berencana memanas-manasi seseorang? Tapi siapa? Dan gadis yang sepertinya sedang marah disana... kayaknya pacarnya deh, whoa! Kowai naa... Berencana memanasi pacarnya kah?

"Jangan dengarkan dia (name)-cchi. Abaikan saja dia dan ayo pergi, sekarang masih di tengah-tengah jam pelajaran." Jarang-jarang aku melihat mukanya yang serius itu. Tapi dia ada benarnya juga.

Lanjutkan saja lariku, toh aku juga sudah minta maaf. Cuma masalah kecil kayak gitu gak usah dibesar-besarkan. Seharusnya.

Tep...

Dia memegang tanganku? Sekarang apa lagi? Apa-apaan genggamannya ini?

"Oi, apakah begitu caramu meminta maaf? Tidak sopan sekali untuk seorang wanita. Kubilang padamu untuk jadi pacarku, seharusnya kau tak bersikap seperti itu dan jadi milikku..." Dan beraninya dia menarikku dengan kasar.

"Haizaki-kun!" Kuroko! Tung-Jangan serang dia secara gegabah seperti itu!

"Urusai!"

Bruuuk

...

"Kuh...uhuk! uhuk!" ... Kuroko...

"Kuroko-cchi! Teme...apa yang sudah kau lakukan?!" ... Kise ...

"Oi, Haizaki! Minta maaf pada Tetsu sekarang!"... Aomine? ... oh iya, kita satu giliran.

"Kalian cerewet sekali, sudah kubilang, ini bukan urusan kalian... urusanku sekarang adalah dengan gadis pel*cur ini."

Ctik

Whoa... orang ini benar-benar menyebalkan, menggangggu, cerewet, songong banget. Beraninya dia berbuat begitu pada temanku, tepat dihadapanku... dan mencapku dengan seenaknya.

Aku menoleh dan kutatap matanya. Sekarang aku benar-benar marah dan merasa terganggu.

"Aku sudah minta maaf, Haizaki-san. Sekarang lepaskan tanganku. Meere da."

Author POV

"Ini perintah."

Kata-kata seperti itu benar-benar jarang kau ucapkan, bahkan pada kru-mu sendiri. Setelah menatap matamu, secara refleks haizaki melepas tanganmu. Dan memegang tangannya yang gemetar.

'Apa? Apa dia sedang mengintimidasiku? Gadis lemah ini?!'

"Sekarang, minta maaflah pada Kuroko." Katamu masih dengan tatapan dan aura mengintimidasi.

"Na-?!"

"Sekarang, Haizaki-san."

Dia terdiam, memalingkan muka sambil mendecih pelan. Tubuhnya mendadak dingin dan tak mau berhenti gemetar.

"Warui." Katanya singkat.

Lalu dia kembali lari, pergi melanjutkan pemanasannya. Kamu langsung kembali pada mood normalmu dan membantu Kuroko berdiri, terima kasih pada kejadian barusan, kamu sekarang sudah nggak ngantuk lagi. Sekarang Kuroko dibawa ke UKS bareng Kise.

"(Name), Nanti pulang sekolah... aku akan membarengimu." Kata Aomine

"Kenapa?" tanyamu.

"Untuk jaga-jaga saja." Lanjutnya sambil kembali berlari. Kerubungan pun bubar.

"Haa..." kamu menghela nafas panjang.

"Daijoubu ka? (name)? Tadi memang cukup menakutkan, apalagi lawanmu adalah seorang Haizaki yang terkenal kasar." Kata Teito sambil menyamakan langkahnya.

"Ooh...hengki da." Jawabmu singkat.

"Bersyukurlah karena kau masih selamat, baka(name)." Kata Takao Mimori , adik dari Takao Kazunari. Beda 4 bulan, jika dibanding dengan kakaknya yang ceria, gadis ini memang dingin, tapi hatinya baik. Mendekati Tsundere yak? Apa Kuudere?

"..." kau tak menjawab dan melanjutkan larimu, di kelilingi teman-teman sekelasmu yang berbicara tentang topik terhangat tadi.

"Nee, gadis itu hebat ya, keren..." kata seorang gadis

"Kalau dia cowok pasti bagus..." timpal gadis lainnya yang merupakan teman Momoi.

"He?!" kaget Momoi.

"Hahaha...Habis... dia membuat Haizaki yang kasar itu takluk bukan?"

"Namanya siapa ya? Aku ingin kenalan dengannya sejak setahun yang lalu."

"Ahahaha... siapa ya..." Momoi cuma bisa ketawa garing.

Dari kejauhan para murid elit-maksudnya anak kelas A, termasuk Akashi dan Midorima, hanya melihat dari kejauhan dengan berbagai ekspresi dan ekspektasi dalam pikiran mereka.

"Cukup mengejutkan gadis itu bisa membungkam Haizaki-nanodayo." Kata Shintarou tenang yang berlari di sebelah si rambut merah.

"Aa...aku jadi sedikit tertarik padanya." Kata si rambut merah sambil tersenyum penuh arti.

'Bukannya dari awal kau sudah tertarik padanya-nanodayo?' Batin Midorima sweat drop.

Di Ruang Gym..

Reader POV

Dunggg

"Hai, soko made da, Shooting, 78." (baik, sampai disitu, menembak, 78)

Aah! Kok gak masuk ya? Padahal tadi udah masuk satu, ukuran kekuatan dan jarak harus di perkirakan dengan baik yaa... tapi aku gak tau hal kayak begituan! Sial, nilaiku pas-pasan banget!

"(Name)-chan! We are one! Nyahahaha!" Kido dan yang lainnya yang Cuma masuk satu mengangkat tangan. Hehe...

"Ooh! We are one! Hahaha!" Kami ber-high five, mereka lucu banget.

Aku benar-benar nyaman disini, setelah setiap malam ada disini, aku menganggapnya seperti rumah kedua, konyol sih, tapi mau bagaimana lagi.

"Sekarang kelas D, Aomine Daiki,"

"O~su..." Ini dia. Kalau dia sih pasti masuk semua ya. Apa aku harus latihan dribbling dulu ya?

"Ore o miro yo! (Full name)!" (Lihat aku! (Full name)!) Ha? Apa maksudnya? Mau pamer? Menyebalkan, aku tau kalau kau hebat, tapi jangan teriak juga kali…

Jangan menatapku begitu... oke, oke, aku akan duduk kembali.

1...2...3...4...5... Tuhkan masuk semua, jadi sudah cukup kan? Sekarang latihan dribling. Ngomong-gomong tapi pose menembaknya berbeda-beda ya?

"Kau sudah lihat kan? Yang paling utama dalam shooting adalah shape, buat posisi tubuhmu senyaman mungkin saat menembak-nanodayo. Dan kemungkinan miss mu akan berkurang."

"Midorima-san, terima kasih atas sarannya. Akan ku ingat itu." Hem.. bentuk kah... akan ku coba lain kali.

"Oh iya, nanti istirahat naiklah ke atap sekolah. Akan ku tunggu. Dan jangan panggil aku menggunakan 'san', itu sedikit menggangguku." Ha? Maksudnya ingin istirahat bersama? Ya ampun... langsung ngomong dong. Gak usah malu-malu gitu, aku kan juga jadi malu ngeliatnya.

"Tumben sekali kau mengajakku makan siang bersama, Midorima, ada apa ya?"

"Sudahlah, pokoknya datang saja. Sore ja." Pfft! Dasar pangeran Tsundere. Kawaii naa :3

Syukurlah ada bola yang masih bebas. Sekarang... anggap ada beberapa pemain di hadapanku, mereka menghalangiku untuk mencetak angka. Penjagaan yang ketat di lakukan oleh orang yang lebih besar dariku. Yosh.

Author POV

Kamu mulai memantulkan bolanya, dan menguasainya dengan sangat gampang.

Ah, aku akan sedikit menceritakan masa lalumu. Kamu pernah tinggal di Amerika selama 6 tahun, dan kembali ke Jepang 1 tahun lalu. Di Amerika kamu sering melakukan street ball dengan teman-temanmu disana, cowok maupun cewek. Kamu punya 2 sahabat di sana, mereka orang Jepang sama sepertimu. Kagami Taiga dan Himuro Tatsuya. Kalian suka basket dan hanya itu permainan yang menarik bagi kalian sebelum kamu mengenal dance. Jadi hampir setiap hari kalian bermain bersama. Di tim three on three kalian, kamu yang hanya bisa Dribble dan Pass bertugas mirip seperti Point Guard. Kagami jadi Skorer (Power Forward) dan Offense, Tatsuya Mengurus sisanya dan Defense. Keseringan kayak gitu.

Dengan para pemain khayalanmu kamu memutar tubuhmu untuk melepaskan diri dari penjagaan, melakukan fake dengan mudah dan melewati mereka satu-persatu. 3 Tahun bermain benar-benar terlihat dalam gerakanmu yang cukup luwes. Sudah setahun kamu tak memainkan olahraga bola oranye itu, tapi kamu belum kehilangan sentuhannya. Tanpa kamu sadari kamu jadi pusat perhatian sebagian orang di sana, termasuk GOM. Kamu melewati penghadang terakhir dan mengoper bolanya secara refleks. Kamu berhenti.

Dan karena tak ada orang disana, bolanya pun memantul bebas. Membuatmu tertawa sejenak lalu berjalan mengambil bolanya.

Readers POV

Aah... aku lupa kalau mereka berdua tak ada di sana... Nostalgia sekali. Setelah mendekati ring biasanya aku mengoper bola pada salah satu di antara mereka dan mereka tinggal mencetak angka. Kebiasaan memang sulit dihilangkan, padahal sudah setahun. Oh iya, sekarang mereka sedang apa ya? Mereka kangen, atau masih ingat padaku gak ya? Seandainya aku bisa menghubungi mereka atau menemukan mereka di social media. Lagi pula setelah ku berikan nomorku kok tak ada satu pun dari mereka yang sms atau telpon sih? It's very cold, guys.

"Apa yang kau lakukan (name)? Padahal kau tau kalau di sana tak ada orang. Dasar aneh." Oi Mimori, apa-apaan dengan nadamu yang seperti mengejek itu.

"Kau melamun ya? -_-" Sasuga Teito...dia langsung tau.

"Ehehehe..." aku menggaruk bagian belakang kepalaku.

"Hee~ (name)-cchi, kau cukup hebat dalam bermain basket ya?" A, Kise dan Kuroko.

"Maa na, aku pernah memainkannya saat SD bersama teman-temanku di Amerika."

"A-Amerika-ssu?! Jadi kau sekolah di luar negeri?" gak usah sekaget itu juga kali.

"Aku cukup terkejut, (name)-san. Tak kusangka kamu main basket juga."

"Saat itu tak ada yang lebih seru kecuali basket, apalagi kalau tim-mu adalah orang seperti mereka." Aku mulai mengingat kembali wajah, tingkah laku, kebiasaan mereka dan kegiatan kami saat bersama. Benar-benar menyenangkan. Wajahku sekarang pasti memunculkan senyum yang lebar sekarang.

"Kirei naa..."

"Eh?"

"Ah! Iye! Nande mo nai-ssu!"

"Selanjutnya! Kelas C!" . "Hai!"

"(name), Kau hebat juga dalam Dribbling, kalau di niati pasti bisa kan?" Sensei, setiap orang punya kelebihan dan kelemahan masing-masing, jadi jangan paksa aku.

Aku hanya mengangguk dan tersenyum. Lalu mendengus sebal. Ngah! Cuekin aja tuh orang, enak banget ngatur-ngatur gitu, memang dia siapa?! (dia gurumu euy -_-)

"(name)-chin."

"A, Murasakibara-san. Ada apa?"

"Nggak usah 'san' (name)-chin, kedengarannya merepotkan..."

"Oke, jaa, Murasakibara. Ada apa kau memanggilku?" ah, dia senyum.

"Habis ini ke kantin yuk."

"Oke, tapi kau harus mentraktirku."

"Ii yo..." Selesai. Tunggu, Cuma itu? Ah ya sudahlah.

Jam Mata pelajaran Olahraga memang sering dipercepat, jadi murid-muid bisa istirahat lebih lama.


Yaah...Soal latihan aku akan memunculkannya sekali-sekali, sekarang alur normal dulu yee nyahaha. Oh iya, soal balasan Review, kalau ada yang tak kubalas maafkan yaa... #menunduk

ashidaakane7 : Desho? mereka imut bingits! masih Shotaaaa! #abaikan. Silahkan...ini chapter berikutnya~

Kurotori Rei : Iya modus XD. Hahaha... aku juga lumayan bingung kok #what?!. Beneran, aku juga bingung. Nyahaha~

fuyuki208: klo banyak yg gak normal lebih rame soalnya~ XD. Iya, aku juga kejang-kejang sendiri mbayanginnya. Oh iya dong, soalnya Harus go green, bukan Go purple! Nyahaha

sasamiajeng : Terima kasih~ nyari di Wiki-san soalnya..., sisanya mikir ngasal :p

Misaki Younna : Kepribadian lainnya siapa? Untuk adegan Dance mungkin Masih Jauh... sabar yaa :)

Takatsuki Aina : Sebenarnya mau 20 aja, tapi entah kenapa jadi 22 #rada serem nih. Mereka imut banget! aku guling-guling saking imutnya! aku aja gak seimut itu! #who cares?!

Izumi Tetsuya : Hem-hem...*senyum. Tunggu aja yaa... Fanservice Mirorima Shintarou #dilempar Lucky item lagi. #woi! emangnya gak sakit?! gue tau kalo lu nantiin! Sabar dikit ngapa?! #abaikan.

yohey57 : Terima kasiih...nini chap selanjutnyaa

Yosh! Minna! maaf membuat kalian menunggu, sekarang aku lagi di rumah saudara#gak ada yang nanya. Oke-oke, aku tau, tapi karena disini miskin sinyal dan jarang ada warnet, sumpah jarang. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya!

Kutunggu Reviewnya yaa ^_^/