She's a Troublemaker
.
4th FF by : SooLASy Do
.
Cast in this Chapter :
Do Kyungsoo (GS), Wu Yi Fan, Kim Jongin, Jung Yunho, Kim Jaejoong, Go Ahra (girl), Say Hello to Jongin's Puppy, Jjanggu.
Genre :
Drama, Romance, Family, Friendship, Hurt & Comfort, Angst
Lenght :Multi Chapter
Rated : T
Warning!GS for Kyungsoo. Boyslove for YunJae. Slash. OOC. Official Pair VS Crack Pair. Childish & BadSoo. Random POV.
Disclaimer :
A chara in this story is not mine, i just borrow their name for developed my imagination. But, idea of the story or this fanfiction 100 percent belong to me.
.
Please Don't Bash Character or Pair in this Story.
Keep Calm
And
Don't Be Warm
.
A/n : Story ini merupakan remake dari FF Stright ku yang pernah aku publis di Wattpad.
.
Let's Play Begin~
.
Chapter 10
.
Author POV
Seorang namja berjalan melewati lorong koridor sekolah. Matanya berkeliling mengitari berbagai sudut. Sesekali ia membungkuk untuk memperjelas penglihatannya.
"Dor!"
Namja itu tersentak ketika seseorang menepuk bahunya cukup keras. Seorang gadis manis telah berada dihadapannya menampakkan wajah imutnya yang jarang sekali ia perlihatkan pada orang lain.
"Kau mengagetkanku." Ucapnya datar, bahkan tak tampak kekagetan diwajahnya. Gadis manis itu mempoutkan bibirnya, ketika tak merasa puas dengan reaksi sang namja.
"Kau itu flat sekali! Menyebalkan!" namja itu terdiam, tak menanggapi.
"Dari mana saja kau?" Tanya namja itu tiba-tiba, membuat si gadis merasa aneh.
"Eoh?"
"Kau mencariku?" gadis itu tersenyum menggoda, hingga namja bersurai coklat gelap itu bersemu merah.
"Hahaha. Wajahmu lucu sekali. Aku jadi ingin melihatmu melakukan aegyeo. Kyya! Aku dapat membayangkannya. Haha." Gadis itu tertawa sampai matanya menyipit dan membentuk sebuah lengkungan indah. Wajah namja itu bertambah merah dan memanas.
"Aish. Sudahlah jangan menggodaku! Cepat pulang."
Namja itu berjalan mendahului gadis manis itu. Namun gadis itu dengan cepat mencegatnya.
"Tunggu, kau mau kemana?" Tanya Kyungsoo ketika tersadar Jongin bukan berjalan menuju arah pulang.
"Bukan urusanmu. Sana pulang." Jongin melanjutkan jalannya tanpa memperdulikan gadis manis bermata bulat itu.
"Shireo! Aku ingin ikut!" Dengan cepat, Kyungsoo melingkarkan tangannya di lengan namja tan itu. Membuat namja tampan itu tersentak.
"Mulai sekarang, kau harus membawaku kemana pun kau pergi, arra?" Kyungsoo mendongak, gadis itu menatap mata Jongin penuh keseriusan.
Jongin memutar bola matanya malas, namun ia tetap mengangguk meng-iya kan perkataan gadisnya itu.
Eh. Gadisnya?
.
XO_LA
.
Kyungsoo masih saja betah mengikuti Jongin yang tak jelas tujuannya. Setelah susah payah ia merengek pada butler nya untuk tidak mengikutinya, dan mau tak mau berjanji akan pulang tepat waktu. Kini ia terlihat sangat menurut ketika Jongin menyuruhnya untuk tidak banyak bicara.
Jongin mengajak—ah, lebih tepatnya membiarkan—Kyungsoo untuk masuk kedalam sebuah toko kecil di pinggir jalan.
"Kau ingin berbelanja? Kenapa tak bilang sejak awal? Kita kan bisa pergi ke supermarket dan—
"Sst.." Kyungsoo kembali terdiam dengan menampakkan mimik kesalnya.
Namja tan itu mengambil dua buah susu kotak karton rasa vanilla. Tanpa mengambil apapun lagi ia langsung membayar pada penjual toko.
Kyungsoo mengernyit bingung ketika Jongin menyodorkan salah satu susu kotak yang baru saja dibeli oleh namja itu padanya. Ingin sekali Kyungsoo kembali bertanya, namun ia mengurungkan niatnya disaat Jongin kembali melangkah.
.
Kini mereka telah berjalan memasuki sebuah taman tak terurus tak jauh dari apartemen kecil milik Taemin.
"Jjanggu~ Jjanggu-ya~ Eoddiga? Appa disini Jjanggu-ya~ keluarlah..." Jongin berteriak lembut memanggil, sambil matanya berkeliling mengitari taman. Sesekali ia merunduk mengintip, seperti mencari sesuatu.
Tak habis-habis nya Jongin membuat Kyungsoo menautkan alisnya kebingungan.
'Apa sih yang dia lakukan? Appa? Dia... Punya anak?!' Kyungsoo bertanya dalam hati sambil melipat kedua tangannya didepan dada. Susu kotak pemberian Jongin masih ada digenggamannya tanpa berniat di minumnya.
Pertanyaan Kyungsoo terjawab sudah ketika, seekor anjing ras Terrier Airedale berlari menghampiri Jongin sambil menggonggong nyaring.
"Ya! Jjanggu-ya... Bogoshipoyo. Apa kau merindukan appa?"
Kyungsoo nampak membekap mulutnya terkejut ketika Jongin memeluk sayang anjing berwarna brown itu.
"Aigoo! Itu anjing milikmu?" tanya Kyungsoo ketika ia mulai tak tahan untuk bertanya. Jongin yang semenit yang lalu seakan lupa dengan sosok manis itu menoleh. Memandang gadis yang kini mulai mendekati Jjanggu dan mengelus bulu anjing itu yang terasa lembut dan terawat. Anjing itu meng-gonggong senang, ketika Kyungsoo menyentuhnya dengan sayang.
"Omo! Kyeopta!" pekik Kyungsoo.
Jongin yang melihat itu tersenyum, lalu mengangguk menjawab pertanyaan Kyungsoo sebelumnya. Kyungsoo terdiam sejenak. Seperti berpikir.
"Tunggu... Bukankah ini jenis anjing mahal? Ah! Maksudku—
"Aku membelinya sebulan yang lalu, setelah uang bekerjaku selama setahun terkumpul. Sebenarnya aku bekerja hanya untuknya. Dia mengingatkanku pada Monggu."
"Monggu? Nugu?"
"Anjingku yang sebelumnya. Satu-satunya temanku sejak kecil." Jawab Jongin sambil matanya lurus kedepan, entah apa yang dilihatnya.
"Lalu dia dimana sekarang?"
"Mati, tertabrak karena kecerobohanku satu setengah tahun yang lalu." Jongin merunduk, terlihat gurat kesedihan di wajahnya.
"Aku gagal menjaganya..."
Kyungsoo yang mulai menyadari situasi, segera mengusap pelan punggung Jongin, berharap namja tan itu akan sedikit merasa lebih baik.
"Kau sudah menjadi appa yang baik sekarang bagi Jjanggu. Monggu pasti senang melihatmu dari atas sana." Jongin membalas tatapan hangat Kyungsoo, menatapnya lamat-lamat. Ia tersenyum lirih, "Gomawo.." Kyungsoo tersenyum manis, menampilkan senyum heart shapenya yang jarang ia tunjukan pada orang lain.
"Gwenchana."
Jongin merundukkan wajahnya pada Jjanggu yang terdiam melihatnya. Lalu ia berbisik pelan, "Sepertinya appa telah menemukan eomma mu, Jjanggu-ya..." Senyum tampan tergambar di wajahnya, tanpa disadari oleh gadis manis yang setia disebelahnya.
.
.
Merekapun cukup lama bermain bersama, sampai ketika Kyungsoo melihat waktu pada jam yang melingkar di tangan kirinya.
"Aigoo! Sudah lewat jam enam! Aku harus segera pulang Jongin-ah." Kyungsoo berucap terburu-buru. Jongin yang melihat itu terlihat sedikit kecewa.
"Kenapa buru-buru sekali? Ada apa?"
"Oppa ku akan pulang sekarang, dan aku harus ada dirumah sebelum dia kembali. Jongin-ah, Mianhae..." Gadis itu tampak menyesal.
"Gwenchana. Ayo, kuantar." Jongin berdiri dari jongkoknya setelah sebelumnya mengusak bulu kecoklatan milik Jjanggu.
"Eh? Jjanggu bagaimana? Kau tak membawanya pulang lebih dulu?" Kyungsoo mengernyit.
"Dia tinggal disini." Jawab namja tan itu singkat, membuat Kyungsoo kembali menampakkan wajah terkejutnya.
"Eh? Jadi selama ini? Bagaimana jika dia sakit? Kenapa kau tak membawanya ke apartemen Taemin Oppa?"
"Aku tak ingin menyusahkannya dengan menjaga Jjanggu ketika aku tak ada. Lagipula, Jjanggu itu anjing yang kuat. Kau tenang saja." Jongin merangkul gadis itu, mengajaknya untuk meninggalkan Jjanggu yang terlihat pasrah ketika ditinggalkan.
Melihat Jjanggu yang seperti itu, ia merasa iba. Dan seketika ia memandang Jongin dengan kesal. Dengan sekali hentak ia melepas rangkulan namja itu, membuat Jongin bertanya-tanya dalam tatapannya.
"Kau keterlaluan Jongin-ah! Sudah! Biar aku pulang sendiri. Lebih baik kau menjaga Jjanggu disini. Nan Kanda!"
Jongin menganga ketika Kyungsoo meninggalkannya begitu saja.
'Apa dia marah?'
.
.
Apa kalian menganggap Kyungsoo marah terhadap Jongin?
Jawabannya, tidak.
Gadis itu sama sekali tidak marah. Dia mengerti posisi Jongin. Ia tahu Jongin hanya menumpang di apartemen Taemin. Kyungsoo juga tahu bahwa Jongin hidup sebatang kara dan hanya memiliki Jjanggu sebagai keluarganya—setidaknya begitulah yang diceritakan Jongin sebelumnya pada gadis manis itu tadi.
Kyungsoo hanya merasa kasihan pada Jjanggu, pasti anjing itu akan merasa kesepian ketika malam tiba.
Ya. Seperti dirinya.
Kyungsoo masuk kesebuah Pet Shop yang cukup besar di tengah kota. Memang cukup jauh dari tempat tinggalnya. Ia seperti sengaja datang kesana.
Pegawai toko datang menyambutnya ketika ia mulai memasuki pintu utama. Di dalam, ia disuguhi berbagai hewan peliharaan lucu yang terpajang tepat di ruang utama toko.
Kyungsoo sedikit berkonsultasi pada pegawai toko tersebut, sampai ia di antar pada suatu tempat khusus makanan dan aksesoris hewan—termasuk pakaian maupun mainan.
"Aih! Ini lucu sekali!" Kyungsoo memekik girang ketika ia melihat berbagai barang yang menarik matanya. Tanpa banyak berpikir ia memasukan semuanya pada keranjang belanjaanya. Tak lupa makanan dan susu khusus anjing diambilnya. Ia berbelanja dengan senyum yang tak luput dari wajah manisnya.
"Kau pasti akan sangat berterima kasih padaku nanti, Jongin-ah. Tunggu saja..."
.
XO_LA
.
Kris POV
Ku pandangi jam dinding di dalam ruanganku. Pukul 07:00 malam, dan gadis itu belum menampakkan diri disini. Ia sudah berjanji akan datang sebelum oppanya datang. Dan kini, ia sama sekali belum pulang? Kemana ia? Apa dia sedang bersamanya?
Aish, gadis itu!
'Cklek' seseorang maid memasuki ruanganku.
"Permisi tuan. Tuan Jung telah tiba."
Duar! Seperti terdapat dentuman keras dalam jantungku.
Eottokhae?
Aku mengangguk, tersenyum kecut.
Sepertinya kematianku telah tiba.
Goodbye for my Life.
.
.
"Hai, Kris-ssi. Sudah lama tak bertemu. Bagaimana kabarmu? Apa kau kerasan tinggal disini?" Kami saling berjabat tangan.
"A-aku baik. Seperti yang kau lihat tuan. Tentu saja. Mansionmu luar biasa." Aku tersenyum dipaksakan, bisa dibilang panik dan tertekan. Bagaimana jika ia menanyakan adik 'manis'nya yang ia pertanggung jawabkan padaku?
"Ah. Bagaimana dengan Kyungsoo? Dimana dia? Ia tak menyambut kepulanganku, eoh?" Tepat! Sudah kuduga. Bagaimana ini?
"Oh, tuan. I-ia.. ia sedang.."
"Oppa!" Gadis yang kutunggu-tunggu tiba-tiba datang dan langsung memeluk oppa nya. Wajahnya menampakkan kebahagiaan. Aneh sekali. Apa yang baru saja ia lakukan?
"Nae bogoshipoyo. Jeongmal."
"My lovely Dongsaeng. Nado bogoshipo chagia~ Dari mana, eoh?"
Aku terdiam, berdiri ditempat menonton kebersamaan antara oppa dan yeodongsaengnya yang saling melepas rindu itu.
Haa~ kapan aku seperti itu denganmu.
Aku jadi kembali merindukanmu. Baiklah, aku tahu kita akan terlihat bodoh jika melakukan itu. Tentu saja kita sama-sama namja. Akan terlihat sangat menjijikan jika kau berlaku manja sepertinya. Haha. Aku hanya bercanda. Tapi setidaknya, bisakah kita saling sedikit perduli satu sama lain. Ah tidak. Sepertinya hanya untukmu. Sungguh aku sangat perduli padamu. Hingga tanpa sadar aku mengekangmu. Mianhae.. Bukan maksudku.
Pertemuan kita kembali setelah lama tak bertemu, bukan pertemuan yang baik. Kita kembali memulai perdebatan. Maafkan aku karena tak dapat menahan luapan emosiku. Apa lagi kali ini kita mendapat hal baru untuk diperdebatkan.
Ya. Gadis itu.
Gadis yang sedang bermanja-manja dengan oppanya.
Karenanya, gadis manis itu. Kita memperebutkannya. Tentu saja, dia bukan barang yang bisa kita perebutkan. Kita terlalu egois, hanya sekedar melihat lawan mendapatkan apa yang diinginkannya. Tak ada hyung-dongsaeng yang lebih egois dari pada kita bukan?
Baiklah. Kini kau telah kembali, mengajakku bermain. Kau memang telah mencuri start, tapi aku takkan menyerah semudah itu.
Maka, bersiaplah.
.
XO_LA
.
Author POV (Yunho side)
"Kau dari mana, eoh?"
"Shoping. Sudah lama aku tak melakukan hobiku itu oppa." Kyungsoo bergelayut manja dilengan bidang Yunho.
'tuk'
"Appo! Kau selalu saja memukul kepalaku!" gadis itu mengusap pucuk kepalanya.
"Kau boros lagi, eoh? Bagaimana jika oppa tiba-tiba jatuh miskin karena hobimu itu?" Yunho melipat kedua tangan didadanya tegas. Gadis itu merenung, namun kembali tersenyum.
"Itu tak mungkin oppa. Kau memiliki pabrik uang yang banyak. Mereka akan terus melimpahkan uang untukmu. Yaa.. Sebagai tanda jasa karena kau telah membesarkan nama mereka." Ucapnya enteng.
"Aish! Jangan bersikap sombong seperti itu. Aku tak mengajarkanmu seperti itu!" gadis itu hanya mengedikkan bahu. Senyum tak pernah pudar dari wajah manisnya sedari tadi, hingga sang oppa sangat merasa aneh dan penasaran.
"Kau terlihat sangat senang. Ada apa,eoh?"
"Tentu saja oppa. Hari ini sungguh... menyenangkan!" teriaknya bersemangat. Yunho mengerutkan dahinya.
"Bukankah, kau tak menyukai sekolah barumu itu? Kau bahkan ingin dikeluarkan dari sekolahmu. Lalu sekarang?"
"Tidak oppa. Aku berubah pikiran. Sekolah sangat menyenangkan. Aku sudah memiliki teman, dan kau harus mengenal temanku itu oppa. Dia sangat keren!" ia bercerita dengan wajah yang berseri-seri.
"kau menyukainya, eoh?" Yunho mencoba menggoda adik semata wayangnya itu.
"Te-tentu saja aku menyukainya, dia temanku." Gadis itu berucap, dengan wajah bersemu merah.
Yunho tersenyum.
'Kau masih sangat polos, Kyungsoo. Aku sangat merindukanmu yang sekarang.'
'Kau telah kembali.'
.
XO_LA
.
Kris POV
Kini aku telah berada diruangannya. Duduk tepat dihadapannya sama seperti pertama kali aku datang untuk bekerja padanya. Namun kini dengan tujuan yang berbeda. Mengundurkan diri. Tugasku telah selesai. Yunho telah kembali, dan Kyungsoo telah bersekolah. Tentu saja aku tak dibutuhkan lagi bukan?
"Aku sangat berterima kasih padamu, Kris-ssi." Yunho-ssi memecah keheningan.
"Ne?"
"Karenamu, dia kembali bersekolah. Dan karena mu juga ia menjadi lebih bersemangat dan kembali seperti dulu." Ucapnya.
Oh. Andai saja dia tahu, bukan aku yang mengubah adik kesayangannya itu. Melainkan dirimu...
adikku.
"Aku sangat bangga padamu. Kau pemuda yang hebat!" ia menepukkan sepasang tangannya, memberi penghargaan padaku.
"Gomapseumnida, Yunho-ssi." Aku menunduk menghormati.
"Aku tahu tugasmu telah usai. Tapi aku ingin kau tetap tinggal."
"Mwo?" aku membelalakkan mataku.
"Hei, tak usah seterkejut itu." Ujarnya. Aku merunduk malu. Sesungguhnya, secercah rasa senang tumbuh dalam hatiku.
"Mianhamnida."
"Aku ingin kau tinggal sampai aku kembali dari Jepang." Terangnya.
"..."
"Besok pagi aku akan kembali ke Jepang. Ada sesuatu yang harus ku urusi disana. Aku ingin kau kembali menjaga Kyungsoo untuk beberapa hari kedepan? Apa kau sanggup?"
Aku menelan salivaku sulit. Sanggupkah?
"Tentang honor mu. Tentu saja akan melebihi dari kesepakatan. Kau tenang saja."
Aku menghela nafas cepat. Meyakini diriku sendiri.
"Aku menyanggupinya." Tegasku.
Meskipun hatiku tak setegas ucapanku.
.
XO_LA
.
Author POV
Jongin begitu saja menubrukkan dirinya ke atas sofa keras yang berada di ruang tengah apartemen Taemin. Ia menutup matanya lelah.
"Aku kira kau tak akan kembali kemari." Taemin berucap sambil berjalan membawa segelas hot chocolate di genggamannya.
Taemin ikut mendudukan diri disana. Tepat di samping namja tan namja mendesah kecewa menatap sebuah kotak kaleng berisikan beberapa lembar won dan koin. Ia mengacak-acak rambutnya kesal.
Jongin menggeleng, masih enggan untuk membuka mata. "Aku enggan bersamanya."
"Karena kau tak pernah berniat untuk berhubungan baik dengannya. Jangan mempersulit keadaan Jong!"
Diam.
Tak ada jawaban keluar dari mulut Jongin. Ia sudah terlalu malas untuk membicarakan hyung angkatnya itu. Taemin pun tak berucap kembali, ia sangat tahu watak keras namja tan itu.
Suasana kembali hening. Tak ada yang memulai percakapan hingga akhirnya Jongin membuka suara.
"Dia marah padaku, hyung." Taemin menautkan kedua alisnya, menatap heran ketika memandang wajah Jongin yang terlihat menyedihkan.
"Siapa?"
"Kyungsoo."
"Ah. Gadis itu. Eh?"
"Hahahaha." Tawa Taemin meledak begitu saja. Membuat Jongin merenggut kesal.
"Apa yang lucu, hyung?!"
"Hahaha. Maaf, aku hanya ingin tertawa saja. Aku baru dengar kau sedih karena seorang gadis. Haha." Namja itu memegang perutnya yang terasa kram karena tertawa berlebihan.
"..."
Jongin terdiam, nampak berpikir. Ia tak suka direndahkan, meskipun oleh hyungnya yang satu ini. Ia nampak ragu untuk menceritakan semuanya. Namun akhirnya, dia memutuskan untuk meceritakan semuanya pada Taemin. Ia pun menarik nafas panjang untuk memulai cerita panjangnya tentang kesehariannya ini bertemu Kris—hyungnya.
.
"Mwo?! Ja-jadi kalian akan melibatkan Kyungsoo dalam perdebatan kalian?!" Namja berambut blonde itu membelalakkan matanya. Sedangkan namja yang lebih muda mengangguk perlahan.
"Begitulah hyung.."
"Aigoo! Sungguh, aku tak mengerti pemikiran kalian! Kau tahu, kalian dapat melukai hatinya jika gadis itu tahu semuanya! Kau tega?"
"Aku tak pernah bermaksud melukainya hyung. Aku akan berusaha untuk menjaga perasaannya..."
"..." hening, Taemin belum ingin menanggapi.
"Karena aku mulai menyukainya." Ucapnya lirih. Taemin yang semula akan mencercanya lagi, hanya dapan menghela nafas.
"Terserah padamu. Aku hanya ingin kau bersikap dewasa. Aku tak ingin dia tersakiti, karena aku telah menganggapnya sebagai dongsaengku. Aku ingin kau memahaminya."
"..."
"Pikirkanlah."
.
'bruk'
Namja berambut coklat itupun keluar dari kamar, meninggalkan sang pemilik kamar yang terpaku dengan berbagai pikiran yang berkecamuk diotaknya. Ia memejamkan matanya, membanting diri dikasur keras miliknya sambil mengusap kasar wajahnya.
'Salahku?'
'Mianhae...'
.
To Be Continue
.
Loha Yeorobun~
SooLA is Back TT_TT
Aku tahu konflik dalam EXO saat ini cukup berat. Dan ini juga sedikit mempengaruhi moodku. Aku nggak memihak siapapun. Aku hanya berharap kebaikan mereka, meski aku tahu OT11 sedang berusaha keras dalam mengubah formasi mereka saat ini.
Untuk Kris, please give us your confirmation.
Btw, yang sebelumnya dukung KriSoo masih mau ngasih Kyungsoo ke Kris? Hehehe. Becanda. Semoga kalian nggak IlFeel ya, sama alien satu itu. Usahakan untuk mendukung keduanya.
Aku berharap bisa menyelesaikan cerita ini dengan cepat. Tapi kau tahu? Sulit menjadi seorang fujoshi. Aku menulis ini harus sembunyi-sembunyi. Fangirling pun seperti bermain hide and seek sama keluarga demi mantengin sang OTP. Aigoo! Adakah yang sama sepertiku?
Aku berharap kalian nggak bosan baca ceritaku. Amiin.
Answer area :
ellaelysia; perang memang sudah dimulai sebelum negara api menyerang—OOT. Semoga ini nggak lama ya... -_-v FF baru lagi di garap dengan sembunyi-sembunyi. Apalagi yang itu sedikit 'nakal' haha. Gomawo...
Desta Soo; Annyeong. Aku malah berharap bisa memiliki sifat Kyungsoo. Dia unik. *eh? Btw, saran diterima. Semoga bisa secepatnya. Gomawo...
MaxMin; "Iya. TT_TT Tapi member EXO yang lain lebih kasihan. T_T Tentang YunJae dan siapa Siwon akan terkuak di chapter depan. Stay tune ya... Gomawo."
Crong; "Kevin akan dijelaskan di chap selanjutnya. Meski sebenarnya, aku sudah memberi clue di chapter sebelumnya. Nanti akan aku buat flashback untuk menjelaskan semuanya. Gomawo udah nyempetin baca."
Ah Jimin; "Wush. Lempar Kris ke kamu. Hehe. Nggak ding, nanti siapa yang gantiin dia di chapter selanjutnya? Maaf ya, nggak bisa cepet-cepet. Tapi diusahakan deh ya. Hayo loh ketahuan belum cukup umur. Haha. Boong ding, aku jupa pertama kali baca rated M belum 17 tahun. *bukaAib. Well, gomawo.."
DOtatsura; "Welcome. Iya nggak papa. Repot juga kalau kamu review satu persatu. Hehe. Aku ngerti kok. Semoga ini nggak terlalu lama ya... Gomawo."
reru95; "OMO! Tegang kenapa? Padahal genrenya bukan Horror, Action, atau thriller loh. Hehe. Becanda. Well, gomawo udah nyempetin baca. :)"
yoow ara; "Akhirnya mengerti juga... Semoga yang ngerti nggak Cuma kamu ya. T_T Coba deh baca lagi apa yang dimiliki Jongin dari adik Kris. Aku udah menggambarkannya cukup jelas loh kemarin. Tentang YunJae,, sepertinya bener #bocor. Well, Gomawo..."
Irish Lee; "Nah loh, Kevin itu siapa? Yang jelas masih ada hubungannya sama Jongin apa lagi Kris. #clue. Hehe. Gomawo udah nyempetin baca..."
Blissfulxo; "Ini memang Fic KriSoo feat KaiSoo. Kasih nggak ya? Kalau ditanyain kayak gini, aku sulit untuk menjawab. Tunggu takdir mereka aja ya... Gomawo..."
Question Area :
None. Just Exspress your answer after reading. Feel free for review.
Finish.
Big Thanks To :
ellaelysia, Desta Soo, MaxMin, Crong, Ah Jimin, DOtatsura, reru95, yoow ara, Irish Lee, blissfulxo and all readers.
Terima kasih untuk partisipasi kalian semua. Maaf jika ada salah penulisan Uname, itu bukan keinginanku. Terima kasih juga untuk yang men-favorite dan Follow ceritaku.
XoXo Saranghanda~ :*
Pay~Pay~ C U Next Time.
