10
-author-
hari keempat. kyuhyun bangun sebelum yang lain bangun dan mendapati yeoja itu duduk diam di kursinya. dia tahu yeoja bergaun hitam yang ujungnya menyentuh tanah, dengan bagian atas tanpa lengan dan terbuka menampilkan leher jenjang dan tulang belikat (beneran tulang belikat kagak? lupa pelajaran biologi pas menghafal tulang2 manusia aku sengaja gak ikut bahkan gak dapet nilai)
gadis itu duduk semalaman disana.
"kupikir kau tidak akan kembali"
"tugasku akan segera selesai"
Kyuhyun berdecak kesal. masih belum beranjak dari kasurnya. dadanya terasa sakit dan lemas di seluruh tubuhnya. 'mungkin ini yang dia maksud tugasnya akan selesai' batinnya. tapi kyuhyun tahu dengan pasti masih ada empat hari termasuk hari ini. maka dari itu, dia tidak ingin hanya berbaring.
dengan susah payah dan tenggorokan yang kering dia mencoba bangun. yeoja itu hanya menyaksikan saja bagaimana seorang Cho Kyuhyun menjadi begitu rapuh dalam hitungan hari. tapi lagi-lagi kobaran itu mencoba menyala.
yeoja itu berdiri begitu Kyuhyun berhasil turun dari ranjangnya. berdiri sedikit goyah. bahkan wajah itupun sudah berubah. pucat penuh dengan keringat dingin. seolah tidak tega yeoja itu mendekat dengan satu gerakan melingkarkan tangannya di tubuh kyuhyun.
"apa yang kau lakukan?" kyuhyun nampak terkejut dengan perlakuan itu.
"kau mau apa? mandi? keluar kamar? makan? atau minum?"
kyuhyun diam menatapnya masih tidak percaya.
"ck. kau berubah jadi baik sekarang? mau menolongku ha? tapi itu tidak cocok kau ucapkan dengan wajah datar seperti itu."
yeoja itu berkedip. menatap lekat pada kedua iris Kyuhyun. "kapan aku berbuat jahat padamu?"
kyuhyun diam merasa tertohok. makhluk astral itu hanya menjalankan tugasnya. manusia mana yang bisa menyalahkan takdir Tuhan...
"setidaknya jangan membuatku takut dengan berwajah seperti itu," elak Kyuhyun. kemudian dia bergerak membuat si yeoja pun bergerak untuk menopang tubuh ringkih itu. Kyuhyun berhenti di depan kaca seukuran tubuhnya itu.
"aku serius saat mengatakan kau cantik."
"hm?"
kyuhyun menunjuk kaca yang menampilkan bayangan dirinya dan si yeoja. "apa kau tidak menyadarinya, kau sangat cantik. orang yang diambil nyawanya olehmu pasti beruntung. bahkan sekarang kau terasa hangat. saat itu aku pernah menyentuhmu dan kulitmu terasa sangat dingin. sekarang hangat."
yeoja itu melihat ke kaca. meski Kyuhyun bilang seolah bayangannya bisa dilihat di cermin tapi dia tidak melihat apapun. hanya ada Kyuhyun disana.
"aku tidak bisa melihatnya," gumamnya seolah kecewa.
"antar aku ke kamar mandi," perintah Kyuhyun. "dan jangan ikut masuk seperti pertama kali kau mengikutiku," pesan Kyuhyun sekaligus mengingatkannya saat pertama yeoja itu muncul. ingat kan, dimana kaki kyuhyun berpijak maka yeoja itupun ada. dan saat itu si yeoja mengikutinya sampai ke dalam kamar mandi. kyuhyun harus berteriak mengusirnya sekaligus terkejut dengan kelakuan makhluk astral itu.
"kekeke, itu lucu" Kyuhyun terkekeh kecil mengingat itu.
si yeoja berdiri di depan cermin setelah memastikan Kyuhyun masuk ke dalam kamar mandi. dia memperhatikan cermin itu. menatapnya tanpa berkedip seolah mencari sesuatu didalam sana. bayangan dirinya seperti yang Kyuhyun lihat. Kyuhyun bilang dia cantik. seperti apa cantiknya? seperti apa wajahnya? selama ini dia sendiri bahkan tidak tahu seperti apa wajahnya, disaat wajah rupawan itu yang muncul atau wajah mengerikan yang ditakuti manusia jahat diujung kematiannya.
masih menatap lekat pada cermin. kali ini dia sangat penasaran ingin melihat seperti apa dia di mata Cho Kyuhyun. manusia yang membuat perasaannya menjadi aneh. lelaki itu membuatnya penasaran untuk yang pertama kali.
-
