Mereka semua terkejut melihat pemandangan di depan mereka, terutama Taufan.

Disana terlihat sosok Taufan bermata biru yang sepertinya membuat perisai terbuat dari angin di sekitar mereka, melindungi mereka.

Boboibot yang masih dalam mode Api menatap Boboiboy Taufan, "Akhirnya kau datang juga, Boboiboy.."

"BOBOIBOY!?"

Mereka semua memiliki reaksi yang berbeda-beda mendengarnya.

Halilintar terdiam, memang dia sudah tahu Boboiboy memiliki kekuatan super tetapi ia tidak tahu Boboiboy memiliki kekuatan seperti ini.

Taufan masih kaget karena melihat sosok yang seperti dirinya ternyata adalah Boboiboy.

Gempa merasa kaget, takut, khawatir dan penuh pertanyaan tentang bagaimana bisa Boboiboy memakai baju Taufan dengan mata biru, juga bagaimana ia bisa membuat perisai dari angin dan masih banyak lagi.

Api malah merasa excited melihat semua kejadian itu karena biasanya peristiwa ini hanya bisa dilihat di film-film.

Sedangkan Air juga hanya terdiam dengan perasaan campur aduk, perasaan takut tetapi ingin tidur(?).

"Keren!" Kata Api.

Halilintar menjitak kepala adiknya yang satu itu, "Woi! Lagi serius gini malah seneng-seneng!"

Kembali ke Boboiboy dan Boboibot,

Boboiboy Taufan lalu berkata, "Mereka tidak ada hubungannya dengan ini! Jadi biarkan mereka pergi terlebih dahulu!"

Lawan bicaranya tidak berkata apa-apa.

Taufan memegang pundak orang yang berbaju sama sepertinya, yang sepertinya adalah Boboiboy, "Kamu.. Boboiboy..?"

Boboiboy Taufan hanya diam lalu mengangguk perlahan, "Saat ini sudah selesai nanti akan kujelaskan semuanya.." Lalu ia menoleh ke arah Halilintar, "Kan sudah kubilang, pasti akan kuberitahu siapa diriku, kan?"

Saudaranya yang lain menatap Halilintar dengan terkejut, lalu Gempa bertanya, "Kak Halilintar.. Kakak sudah tahu tentang ini?"

Halilintar mendengus lalu hanya mengangguk, "Aku tahu Boboiboy memiliki kekuatan super tetapi setahuku dia kekuatannya tidak sampai seperti ini," Lalu ia menoleh ke arah Taufan, "Aku tidak tahu ia bisa berubah menjadi seperti Taufan juga. Lagipula tidak mungkin Boboiboy tiba-tiba mengambil baju Taufan dan menggunakan kontak lens berwarna biru."

Tiba-tiba Taufan teringat sesuatu, "Berarti.. Waktu itu yang aku lihat itu.."

Boboiboy Taufan mengangguk, "Iya, Halilintar yang iris matanya berwarna merah dan yang tiba-tiba menghilang itu adalah aku juga," Lalu ia tersenyum, "Jadi waktu itu kamu tidak salah lihat!"

"Kenapa..?"

"Penjelasannya nanti saja," Lalu ia menoleh ke arah Boboibot Api, "Sekarang waktunya untuk mengalahkan robot itu.."

Boboibot memasang wajah meremehkannya, "Coba saja!"

"Oh iya!" Boboiboy menoleh ke arah Api yang masih memegang hoverboardnya, "Berikan hoverboard itu padaku!"

"Tapi-"

"Berikan saja!"

Lalu Api memberikan hoverboard itu kepada Boboiboy Taufan lalu Boboiboy Taufan menaikinya dan menggunakan salah satu serangan andalannya, "GERUDI TAUFAN!"

Tetapi sayangnya lawannya Boboiboy bukanlah lawan yang bodoh, "Boboibot Gempa! Tanah Pelindung 2.0!"

Gerudi Taufan tidak cukup kuat untuk menghancurkan pelindung yang terbuat dari tanah tersebut, karena itu lalu Boboiboy Taufan teringat bahwa ia sudah memiliki hoverboardnya berarti ia bisa berubah menjadi yang lain.

"Boboiboy Halilintar! Gerakan Kilat!"

Segera ia memutari lawannya tersebut untuk membingungkan lawannya.

Saat sudah saatnya, "Boboiboy Air!"

Boboibot yang melihat itu semakin waspada, tiba-tiba ia mendengar perintah bosnya melalui sebuah alat untuk mundur sementara, Boboibot mengangguk, "Perintah diterima." Lalu ia menoleh ke arah Boboiboy Air, "Sepertinya kau menang sekarang."

Lalu ia segera pergi tanpa jejak, saat Boboiboy Air ingin mengejarnya(Dengan tidak niat karena malas) tiba-tiba ada yang memegang pundaknya. Ia menoleh ke belakangnya dan melihat Halilintar yang memegang pundaknya, "Jelaskan."

Ia segera kembali menjadi Boboiboy biasa.

oO0Oo

Mereka semua berkumpul di ruang tamu untuk mendengar penjelasan dari Boboiboy, bahkan Tok Aba juga ada disitu setelah mendengar telepon dari Api yang menceritakan kejadian yang menurut Api keren, Tok Aba segera menutup kedainya sementara lalu pulang ke rumah.

Boboiboy menghela nafas pasrah, "Sepertinya aku memang harus menjelaskan semuanya ya?"

Lalu Boboiboy menjelaskan kalau ia berasal dari dimensi lain, dimensinya seperti apa, siapa itu Boboibot, bagaimana ia bisa berubah-ubah menjadi Boboiboy Elemental dan lain-lain termasuk tentang kuasa lima yang ia dapat.

Awalnya mereka semua tidak terlalu mengerti tetapi lama-kelamaan setelah mendengar ceritanya mereka juga lama-lama mengerti.

Lalu Gempa membuat sebuah kesimpulan, "Jadi intinya kamu adalah gabungan dari kita semua yang berasal dari dimensi lain, dan di dimensi tersebut ada Alien yang mengincar koko buatan Tok Aba karena itu sumber energi terbesar dan juga kamu memiliki kekuatan super dari sebuah bola kuasa yang bernama Ochobot?"

Boboiboy mengangguk, "Oh iya, bukan cuma aku yang memiliki kuasa!"

Sekarang giliran Taufan yang bertanya, "Siapa lagi? Tok Aba?"

"Bukan! Selain aku ada Gopal, Fang, Ying dan Yaya yang memiliki kuasa selain aku di dimensiku."

"Mereka memiliki kuasa apa saja? Kan katanya kalau kamu kuasa elemen kalau mereka apa?"

"Gopal memiliki kuasa untuk mengubah benda menjadi apapun yang dia mau!"

Api iri, "Enak banget!"

Air sudah mulai membayangkan, 'Berarti misalnya aku punya kuasa itu, kalau aku haus tinggal ubah benda jadi minuman ya?' Pikirnya.

"Fang memiliki kuasa untuk memanipulasi bayang, Ying memiliki kuasa untuk memanipulasi waktu-"

Api tambah iri, "Ehh? Berarti tidak pernah terlambat sekolah dong!"

Gempa sweatdrop, "Itu yang kamu pikirkan?"

Boboiboy terkekeh, "Tanpa kuasa itupun dia tidak pernah terlambat sekolah.."

"Iya sih.."

"Lalu Yaya memiliki kuasa untuk memanipulasi graviti!" (Humikmika : Entah kenapa enaknya bilang graviti)

Lalu sekarang Tok Aba juga bertanya, "Oh iya! Katanya kamu bisa berpecah lima menjadi cucu-cucu Atok, kan?"

"Ehmm.." Boboiboy mengangguk, "Iya Tok, memangnya kenapa?"

"Kalau kau berpecah kamu tidak adakan karena namanya berpecah?"

"Kalau diri utuhku seperti Boboiboy yang sekarang sih tidak ada, dan mereka itu aku karena itu aku ada tetapi dalam wujud berpecah!"

Tok Aba tampak dalam proses memasukkan perkataan Boboiboy barusan ke otaknya lalu saat sudah mengerti ia bertanya lagi, "Kalau berpecah apa kepribadiannya sama seperti kamu atau berbeda-beda tetapi sama seperti mereka?" Tok Aba menunjuk ke 5 cucunya dari dimensinya.

Boboiboy tersenyum sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal itu, "Hem.. Iya! Mungkin bedanya hanya mereka semua atau maksudku 'aku' perbedaannya adalah bahwa 'aku' bukan saudara tetapi adalah orang yang sama dan juga memiliki kuasa!"

"Memangnya biasanya hubungan mereka antar satu sama lain bagaimana?"

Boboiboy tampak berpikir, "Hmm.. Contohnya kalau Gempa biasanya yang memimpin dan membuat strategi untuk penyerangan, dan dia orangnya bijaksana dan memang pecahanku yang lain memiliki respek terhadapnya. Kalau Halilintar memang paling gampang ehem.. marah tetapi bukan berarti ia selalu marah, biasanya ia marah kalau bukan karena musuh mungkin karena Taufan atau Api terkadang dia menyetrum mereka atau pecahanku yang lain jika dia marah ke mereka."

Halilintar hanya mendengus mendengarnya sedangkan Gempa yang mendengar tentang dirinya yang menjadi pecahan Boboiboy hanya tersenyum malu.

"Sedangkan Taufan, dia memang bahagia orangnya dan bisa juga jahil dan yang sering menjadi korban kejahilannya adalah Halilintar, mungkin Fang juga terkadang tetapi ia bisa menjadi serius jika memang saatnya untuk serius. Sedangkan Api, dia ya... pecahanku yang paling kekanak-kanakan dan mungkin juga polos? Dia sering tidak sengaja membakar bangunan atau pepohonan yang biasanya dipadamkan oleh Air.."

Taufan yang mendengarnya tertawa sedangkan Api bingung, "Memangnya aku kekanak-kanakan?"

"Kalau Air, elemen terakhir yang dia dapat.. Dia suka tidur karena itu pas aku pertama kali dalam mode Air, tubuhku gemuk banget karena kebanyakan minum dan jarang olahraga-"

Taufan dan Api tertawa mendengarnya sedangkan Gempa berusaha menahan tawa,

"Iya! Saat pertama kali kita bertemu dengan Air, aku tidak sadar kalau mukanya sama denganku lho!"

"Betul tuh kak!"

"Sudah, sudah Pfft, jangan bilang begitu!"

Air yang mendengarnya hanya menggembungkan pipinya.

Lalu Boboiboy melanjutkan perkataanya, "-Kalau pecahanku yang itu.. dia memang lumayan pemalas orangnya dan suka minum tetapi dia juga kuat seperti yang lainnya lho! Bahkan air adalah elemen kelemahan Boboibot."

Air merasa bangga mendengar tentang hal itu.

Halilintar yang sedaritadi hanya mendengarkan akhirnya berbicara, "Tadi katamu Air elemen terakhirmu, kan? Memangnya semua elemen tidak muncul secara bersamaan?"

"Oh iya! Aku lupa bagian itu!"

Lalu Boboiboy kembali bercerita lagi, "Dulu saat aku pertama kali mendapat kuasaku aku hanya memiliki 3 elemen yaitu Tanah, Angin dan Petir. Kalau berpecahpun munculnya mereka dan kalian belum muncul. Wujud Tanah bajunya sama sepertiku, topinya dibalikkan, berwarna merah dan memiliki lambang Tanah di topinya." Boboiboy menunjuk ke lambang petir di topinya.

"Kalau Petir dia memiliki warna topi yang sama sepertiku, tetapi ia memakai dengan cara yang benar dan juga memiliki lambang Petir di topinya, sedangkan Angin memiliki topi berwarna kuning yang dimiringkan dan ia juga memiliki lambang Angin di topinya."

"Dan bagaimana kalian bisa muncul di duniaku, adalah kalau tidak salah saat itu Halilintar yang muncul pertama kali."

Mereka semua terlihat sangat tertarik untuk mendengarkan cerita dari Boboiboy.

"Halilintar muncul saat aku berpecah, saat itu Petir sedang ditahan dan disiksa dengan kelemahannya yaitu balon meletus, sebenarnya itu kelemahanku sih tapi ya sudahlah. Makin lama balon yang diletuskan semakin besar akhirnya Petir tidak tahan dan marah lalu tanpa sadar Petir berubah menjadi Halilintar dengan kuasa baru."

"Sedangkan yang selanjutnya Taufan yang muncul, Taufan muncul saat pecahanku, Angin sedang dalam kondisi.. ehem.. lumayan tidak waras karena dia atau 'aku' memakan biskuit Yaya yang mengandung sebuah racun yaitu cairan emosi X kalau tidak salah, yang menyebabkan emosi tidak terkontrol. Saat itu emosi Angin adalah terlalu senang saking senangnya kuasanya makin kuat dan akhirnya dia berubah menjadi Taufan."

"Yang ketiga muncul adalah Gempa, Gempa muncul saat aku berpecah juga, saat itu teman-temanku dan pecahanku yang lain selain Tanah sedang dalam keadaan tersakiti. Karena saat itu juga Tanah yang paling lemah karena memang kedua pecahanku yang lain memiliki kuasa baru sedangkan Tanah tidak dan karena itu juga lawan kami saat itu tidak terlalu menghiraukan Tanah. Karena melihat teman-temanku tersakiti Tanahpun akhirnya berubah menjadi Gempa."

"Selanjutnya yang muncul secara tiba-tiba adalah Api, setelah lumayan lama mendapat ketiga kuasa elemenku ke tahap 2 saat itu di sekitar perumahanku banyak terjadi kebakaran. Akupun ikut untuk memadamkan kebakaran tersebut. Anehnya kebakaran-kebakaran tersebut terjadi di musim hujan karena itu telah diketahui pasti ada seseorang yang menyebabkan kebakaran tersebut, dan ternyata yang menyebabkan kebakaran tersebut adalah aku sendiri. Tetapi aku tidak memiliki ingatan tentang membuat kebakaran-kebakaran tersebut, tetapi ternyata mimpi tentang kebakaran tersebut yang saat itu sering kudapat adalah memoriku. Aku tahu bahwa ternyata aku adalah pelakunya karena ada yang melihat aku dalam mode Api saat itu, dan aku biasanya di mode Api kalau lagi tidur tetapi sekarang mode itu sudah terkontrol."

"Kenapa ia melakukan kebakaran-kebakaran itu?"

"Dia melakukan kebakaran itu secara tidak sengaja.. Contohnya saat kebakaran kandang ayam itu karena Api menampilkan pertunjukan bobola api ke para ayam yang mengakibatkan kebakaran, atau seperti yang di gudang yang berisi peralatan olahraga di sekolah terbakar karena dia mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk main dan tanpa sengaja dia membakar tempat itu.. Dan masih banyak lagi.. Tetapi katanya itu semua hanya untuk melepaskan tekanan saja."

"Nah, yang terakhir adalah Air, Air dimunculkan secara sengaja karena saat itu ada Boboibot yang membahayakan penduduk sekitar. Maunya ngebantu orang sekitar tetapi dengan bayaran paksa. Setelah mengetahui Boboibot kelemahannya adalah air, tiba-tiba muncul ide untuk memunculkan elemen Air dalam diriku dan ternyata memang ada elemen Air dalam diriku. Saat itu kita berpikir bagaimana cara memunculkan Air lalu Gopal tiba-tiba menyadari sesuatu bahwa semua elemen yang lain muncul karena emosi tertentu, seperti Halilintar muncul karena emosi marah, Taufan muncul karena emosi bahagia, Gempa muncul karena ingin menyelamatkan teman-teman, Api muncul karena emosi tertekan dan dia ingin melepaskan tekanan."

"Lalu disadari bahwa muncul kekuatan misterius saat aku sedang bersantai karena itu entah kenapa aku jadi disuruh untuk bersantai sambil dipijat-pijat dan lain-lain. Saat aku sudah benar-benar sangat santai Airpun muncul. Tetapi yang tidak kusangka ternyata Boboibot masih ada dan dia juga mengejar aku sampai sini.."

Mereka semua diam setelah mendengar cerita Boboiboy.

Tok Aba menepuk pundak Boboiboy, "Pasti selama ini kamu susah ya.."

Gempa tersenyum lembut, "Tenang saja Boboiboy, disini ada kita!"

Api mengangguk semangat, "Betul tuh! Betul!"

Taufan setuju, "Jadi jika Boboibot datang lagi, kita lawan bareng! Oke?"

Halilintar mengangguk.

Air mengangguk lemas mungkin karena ngantuk tetapi tertarik dengan cerita Boboiboy, "Cerita yang mengharukan.."

Boboiboy menatap mereka semua, "Kalian semua.." Lalu tersenyum, "Terima kasih!"

Humikmika : Ini chapter ke-10! Saya akhirnya bikin setelah sekian lama~ Maaf ya kalau lama banget! Soalnya pernah kemaren-kemaren pengen ngelanjutin tapi entah kenapa gak jadi-jadi :v Maaf kalau ada kekurangan di chapter ini juga, maklum saja saya masih amatiran~

Tadinya pengen bagi chapter ini jadi 2 tapi karena udah lama gak ngelanjutin jadi digabungin aja deh~

Kalau ada yang mengira Fang, Gopal, Ying, Yaya dari dimensi Boboiboy bakal muncul di chapter ini kalian salah! Hueheuehueheue!

Terima kasih atas favs, reviews dan followsnya!

Terima kasih telah membaca!

EDIT : Ya ampun baru nyadar kalo yang ngerubah Angin menjadi Taufan adalah cairan emosi X habis ngeliat sebuah review.. Makasih banyak ya Famel, karena sudah ingetin~ :v