Planning
Rival
Main Cast : Jaeyong (Jaehyun x Taeyong) NCT
Warning : BXB (Boys Love)
..
IF YOU DON'T LIKE DON'T READ. Thank You
Sorry for Typos
Happy Reading
..
Ten berjalan menghampiri Taeyong yang sedang membaca buku di salah satu kursi yang ada di dalam perpustakaan. Lalu mendudukan tubuh nya di depan Taeyong, yang masih serius membaca buku yang ada di tangannya.
"Taeyong" panggil Ten, membuat Taeyong mendongakan kepalanya dari buku yang dia baca.
"Eoh, kau sudah datang?" Taeyong menutup buku yang sedang di bacanya lalu meletakannya di meja yang ada di depannya.
"Bagaimana? Cepat ceritakan kejadian tadi malam"
"Aku tidak mengerti kenapa noona mengenalkan ku dengan salah satu temannya. Tidak ada pembicaraan yang serius, kami hanya berbincang"
Ten mengerutkan keningnya, dia tahu maksud dari Irene memperkenalkan Taeyong dengan temannya. "Siapa nama temannya Irene?"
"Hm, Park Chanyeol"
Ten lagi-lagi mengerutkan keningnya, dia tidak asing dengan nama itu. Seperti sering mendengar, tapi dia lupa siapa. "Aku tidak asing dengan namanya"
"Serius? Kau mengenalnya?"
Ten menggelengkan kepalanya. "Tidak, bukan seperti itu. Hanya saja aku sering mendengar namanya, lagi juga nama Park Chanyeol kan pasti banyak. Bisa kau sebutkan ciri-cirinya?"
"Dia tinggi? Sangat tinggi, mungkin tinggi nya sama dengan Johnny. Dia memiliki mata yang bulat, dan telinganya seperti peri"
Ten mencoba berfikir, dia seperti mengenali ciri-ciri yang di sebutkan Taeyong. Tapi lagi-lagi dia harus merutuki ingatannya yang sangat buruk. "Ah mungkin aku salah orang. Tapi, bagaimana menurutmu? Apakah dia baik?"
Taeyong tersenyum. "Dia baik, dia juga orang yang lucu, dan dia juga orang yang ramah"
Ten mengumpati Irene didalam benaknya, apa rencana dia dengan Yeri akan berakhir sia-sia? Ten menggelengkan kepalanya, dia harus menang dari Irene.
.
-oOo-oOo-
.
Taeyong sedang berdiri di depan gerbang kampus sambil menggigiti kuku nya resah. Sebelum pulang Irene sudah berpesan kepadanya kalau pria bernama Chanyeol akan menjemputnya untuk pulang bersama. Tetapi baru saja dia mendapat telpon kalau Jaehyun sedang dalam perjalanan ke kampusnya.
Tak lama sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depannya. Lalu turunlah seorang pria tinggi yang semalam sempat bertemu dengannya. Chanyeol tersenyum menatap Taeyong.
"Taeyong, apa kau sudah lama menunggu?"
Taeyong tergagap sambil menggelengkan kepalanya cepat. "Tidak-tidak, aku baru beberapa menit menunggu hyung"
Chanyeol tersenyum sambil menganggukan kepalanya. "Baiklah, ayo kita pulang" ajak Chanyeol sambil membukakan pintu mobil di samping keemudi untuk Taeyong.
Baru saja Taeyong ingin masuk kedalam mobil Chanyeol, tak lama mobil sport Jaehyun berhenti tepat di belakang mobil Chanyeol. Dan terlihat Jaehyun yang menuruni mobilnya dengan tergesa dan kerutan di keningnya.
Taeyong berjalan menuju Jaehyun dengan tatapan bersalah nya, sementara Chanyeol hanya menatap dua manusia di depannya dengan pandangan bingung.
"Jaehyun" panggil Taeyong lirih. Sedangkan Jaehyun tidak menanggapi dan tatapan nya tertuju kepada Chanyeol yang sedang berdiri di depan mobilnya.
Taeyong mengusap tengkuknya gugup. "Jaehyun mianhae"
Jaehyun mengalihkan tatapannya kearah Taeyong. "Dia siapa Taeyong?"
Taeyong menggigit bibir bawahnya resah. "Hmm, di…dia Chanyeol hyung"
"Kekasihmu?" terdapat nada sinis yang di ucapkan oleh Jaehyun.
Taeyong menggelengkan kepalanya cepat. "Bukan, dia… dia teman noona ku. Sebelumnya, dia sudah mengatakan kepada noona ku, jika dia ingin menjemput ku untuk pulang bersama jadi aku menyetujuinya"
"Lalu kenapa kau tidak mengatakan kepada ku jika kau ingin pulang bersamanya?"
"Sa…saat kau menelpon ku, aku sudah ingin mengatakannya, tapi kau sudah lebih dulu memutus sambungannya. Jaehyun mianhae"
Chanyeol berjalan menghampiri dua orang yang terlihat sedang dalam pertengkaran. "Taeyong" panggilnya, bukan jawaban yang di dapatkan oleh Chanyeol namun dia mendapatkan tatapan tidak bersahabat dari Jaehyun.
Chanyeol berdeham, mencoba untuk mencairkan suasana. "Kalian ingin pulang bersama?"
Taeyong berbalik menghadap Chanyeol. "Tidak hyung"
"Jika kalian ingin pulang bersama, tidak apa-apa. Aku akan pulang sendiri"
Taeyong terlihat berfikir sejenak, namun tak lama dia berbalik menghadap Jaehyun. "Jaehyun maafkan aku. Aku akan pulang bersama Chanyeol hyung"
Jaehyun menganggukan kepalanya lalu berbalik pergi meninggalkan Taeyong yang sedang menatap punggungnya dengan tatapan bersalahnya. Taeyong sebenarnya ingin pulang bersama Jaehyun, hanya saja Chanyeol sudah lebih dulu membuat janji dengannya dan jika Irene tahu kalau dia pulang bersama Jaehyun pasti Irene akan sangat marah.
"Ayo Taeyong" ajak Chanyeol sekali lagi, dan Taeyong berjalan mengikuti Chanyeol.
.
-oOo-oOo-
.
Di perjalanan Taeyong hanya terdiam dan memandang jendela yang ada di sampingnya, membuat Chanyeol merasa bersalah kepada pria yang berada di sampingnya ini. "Taeyong" panggil Chanyeol.
Taeyong menolehkan kepalanya dengan kening berkerut. "Ya hyung?"
"Yang tadi itu siapa?"
"Ah, dia Jaehyun"
"Kekasihmu?"
Taeyong menggelengkan kepalanya. "Bukan, dia hanya teman ku"
"Sepertinya tadi kalian sudah punya janji? Aku jadi merasa bersalah kepada nya"
"Tidak hyung, justru jika aku ikut dengannya aku yang merasa bersalah kepada mu hyung"
Chanyeol terkekeh. "Tidak perlu seperti itu Taeyong, aku tidak masalah jika kau tadi ikut dengan nya"
"Biarkan lah hyung"
Chanyeol menganggukan kepalanya. "Kau sudah makan?"
Taeyong menggelengkan kepalanya.
"Ingin mampir untuk makan dahulu, Taeyong?"
Taeyong menganggukan kepalanya lalu tersenyum. "Ya hyung"
.
-oOo-oOo-
.
Jaehyun berjalan memasuki rumahnya dengan memasang wajah kesal, Yeri yang sedang menonton tv hingga terlonjak kaget karena Jaehyun membuka pintu rumahnya dengan bantingan yang sangat keras. Dengan tergesa Yeri berlari menghampiri kakak nya yang seperti nya sedang terbakar api cemburu.
Dia sudah tahu semua nya dari Ten. Yeri juga geram atas tindakan Irene yang tidak pernah terpikirkan oleh nya. Sekarang dia masih harus menyusun rencana lagi agar Taeyong tidak mudah jatuh kepada pria pilihan Irene.
"Oppa, apa tadi kau menjemput Taeyong oppa?"
Jaehyun tidak menjawabnya, dan terus melangkahkan kakinya berjalan menuju kamarnya.
"Kau tahu? Pria yang bersama Taeyong adalah pria pilihan kakak nya Taeyong. Jadi, bukankah sudah saat nya kau mengatakan langsung kepada Taeyong tentang perasaan mu, oppa?"
Jaehyun berbalik menatap adik nya dengan pandangan tajam. "Kau pikir semudah itu mengatakan nya? Apa kau bisa mengatasi perbuatan yang akan Chaeyeon lakukan jika aku dan Taeyong benar-benar menjadi sepasang kekasih?"
"Kau takut dengan seorang wanita? Heol! Kemana Jung Jaehyun yang arogan? Kenapa kau jadi sangat bodoh seperti ini?"
"Aku tidak pernah takut dengan nya, hanya saja dia bukan akan mencelakai ku tapi Taeyong yang menjadi ancamannya"
"Soal wanita itu biar aku yang mengatasinya, yang lebih penting sekarang adalah kau harus cepat mengatakannya kepada Taeyong. Ten mengatakan jika pria bernama Chanyeol adalah pria yang sangat baik. Apa kau mau Taeyong terjatuh kepada pria itu"
Jaehyun mengacak rambut nya. "Yeri berbicara dengan mu tidak menyelesaikan masalah, justru semakin membuat ku pusing. Diam dan jangan ikuti aku" ancam Jaehyun dan dia kembali meneruskan langkahnya menuju kamar.
"Dasar bodoh! Kenapa kau harus di takdirkan menjadi kakak ku!" teriak Yeri kesal sambil menghentakan kakinya dia kembali berjalan menuju ruang tengah.
.
-oOo-oOo-
.
Taeyong dan Chanyeol berjalan memasuki sebuah rumah makan.
"Aku akan memesan, kau ingin apa?"
Taeyong terlihat berfikir sebentar. "Samakan dengan mu saja hyung"
"Baiklah, kau cari kursi"
Taeyong menganggukan kepalanya dan berjalan kea rah kursi yang kosong yang berada di tengah ruangan. Sambil menunggu Taeyong mencoba untuk mengirim pesan kepada Jaehyun. Karena sungguh dia sangat merasa bersalah kepada pria itu, dan tadi dia dapat melihat raut kekecewaan dan kemarahan yang berampur di wajah Jaehyun.
Saat sedang menunggu balasan dari Jaehyun, tak lama Chanyeol kembali sambil membawa nampan yang sudah berisi makanan yang mereka pesan.
Taeyong tersenyum sambil memasukan ponselnya kedalam saku.
Mereka memulai makan dengan sedikit percakapan terselip diantaranya.
"Taeyong kau sudah pernah mempunyai kekasih?"
Taeyong memandang Chanyeol dengan mata bulatnya yang sedikit redup. Lalu menggelengkan kepalanya. "Noona tidak memperbolehkan ku dekat dengan siapa pun, bahkan aku hanya di perbolehkan bermain dengan dua teman ku" ujar Taeyong dengan bibir yang tertekuk ke bawah.
Chanyeol tertawa, "Ya, aku tahu sifat Irene yang satu itu, karena sifat nya itu lah dia berpisah dengan kekasihnya"
Taeyong membelalakan matanya menatap Chanyeol. "Noona memiliki seorang kekasih?"
Chanyeol menganggukan kepalanya. "Ya, itu dulu. Mereka berpisah kerana sifat Irene yang memang sangat berlebihan menurut ku"
"Dia tidak mengatakan apapun kepada ku soal kekasihnya" gumam Taeyong sedih. "Ah, lalu bagaimana dengan mu hyung? Kau sudah mempunyai kekasih?"
Chanyeol berdeham. "Dia memutusakan hubungan kami"
Taeyong mengerutkan keningnya bingung, kenapa orang sebaik Chanyeol di sia-sia kan begitu saja? "Kenapa hyung? Kekasih mu sudah mempunyai kekasih baru?"
Chanyeol terkekeh, lalu mengacak surai hitam Taeyong pelan. "Jika seseorang memutuskan untuk mengakhiri sebuah hubungan, bukan berarti dia sudah mempunyai yang baru, Taeyong. Dia hanya tidak bisa menjalankan sebuah hubungan jarak jauh"
"Kekasih mu pergi? Kemana?"
Chanyeol tersenyum sedih. "Dia melanjutkan sekolah nya di luar Negri"
Taeyong menatap Chanyeol prihatin sambil tangannya mengelus punggung tangan Chanyeol yang berada di atas meja. Taeyong tahu, dari tatapan yang di berikan Chanyeol mengatakan bahwa pria di depan nya masih sangat mencintai kekasihnya. Sungguh, Taeyong sangat iri dengan orang itu.
Tiba-tiba Taeyong mengingat sesuatu. "Ah, Chanyeol hyung kau mengenal seseorang bernama Ten?"
Chanyeol mengerutkan keningnya bingung. "Namanya Ten? Bisa kau katakan nama jelasnya?"
"Chittaphon Leechaiyapornkul. Apa kau mengenalnya?"
Chanyeol mengerutkan keningnya, dan mencoba untuk mengingat lalu tak lama dia menggelengkan kepalanya. "Aku tidak mengenal nya, ah tidak, mungkin aku hanya lupa. Aku mempunyai ingatan yang buruk. Apa dia mengenal ku?"
"Dia juga sedang mencoba mengingat, dia mengatakan kalau nama hyung terasa tidak asing. Tapi dia juga lupa pernah mengenal hyung atau tidak"
Chanyeol menganggukan kepalanya.
"Taeyong?" Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Taeyong dengan senyuman di wajah nya.
Taeyong mendongakan kepalanya dan tersenyum setelah melihat wajah seseorang yang memanggilnya. "Chaeyeon?"
Seseorang yang di kenal bernama Chaeyeon itu pun berjalan menghampiri meja Taeyong. "Boleh aku duduk disini?" pertanyaan itu Chaeyeon tunjukan kepada Chanyeol yang sedang memandang mereka bingung.
Chanyeol hanya menganggukan kepalanya.
Chaeyeon mendudukan tubuhnya di samping Taeyong dan tanpa aba-aba memeluk Taeyong erat. "Aku senang bertemu dengan mu lagi."
Taeyong hanya bisa menepuk-nepuk punggung Chaeyeon dengan gugup, dia sedikit terkejut atas pelukan tiba-tiba gadis ini. "Ya aku juga"
Chaeyeon melepaskan pelukannya dan menatap Taeyong. "Aku tidak bisa berlama-lama, tapi bolehkah aku meminta nomor ponsel mu?"
Taeyong menganggukan kepalanya dengan senyuman yang mengembang cantik di wajah nya. "Berikan ponsel mu"
Chaeyeon memberikan ponsel nya, dan Taeyong mulai mengetikan digit angka di ponsel gadis itu. Setelah selesai, Taeyong mengembalikan kembali ponsel Chaeyeon.
"Aku akan menghubungi mu. Sampai jumpa Taeyong, dan terima kasih"
Taeyong menganggukan kepalanya.
.
-oOo-oOo-
.
Taeyong sedang berguling di kasur nya, sambil memandangi layar ponselnya yang tidak menunjukan notifikasi apapun dari tadi.
Taeyong menghela nafasnya. "Apa Jaehyun marah?" Tanya nya pada diri sendiri karena sedari siang pesan Taeyong belum di balas oleh pria itu.
Taeyong memandang deretan pesan yang dia kirimkan kepada Jaehyun dengan pandangan sedih.
Jaehyun
Jaehyun maafkan aku
Apa kau marah pada ku?
Tolong balas pesan ku
Kau benar-benar marah pada ku?
Lalu tak lama ponsel nya memunculkan notifikasi pesan dari nomor yang tidak tersimpan di kontak nya. Dengan cepat Taeyong membuka nya.
Taeyong, ini aku Chaeyeon.
Apa nanti malam kita bisa bertemu?
Jika kau bersedia, temui aku di rumah makan yang tadi kita bertemu.
.
-oOo-oOo-
.
Jaehyun berjalan memasuki salah satu rumah makan yang sudah di sebutkan kekasihnya di pesan.
Dia tidak tahu, apa yang ingin wanita itu bicarakan kepada nya. Isi pesan wanita itu hanya meminta nya untuk menemui wanita itu di rumah makan ini.
Setelah melihat wanita yang masih menjadi kekasihnya berada di salah satu meja yang ada di ruangan ini, dengan cepat Jaehyun berjalan menghampirinya dan mendudukan tubuhnya di depan wanita itu.
"Apa yang ingin kau bicarakan? Cepatlah, kau mengganggu waktu istirahat ku"
"Tidak bisa kah kau memberikan ku sebuah pelukan?"
"Jika kau masih ingin bermain-main, aku akan pergi sekarang juga"
"Baiklah-baiklah, kenapa kau mudah sekali emosi. Aku hanya ingin mengatakan, jika aku bersedia mengakhiri hubungan kita"
Jaehyun segera menegakkan tubuhnya setelah mendengar apa yang wanita di depan nya bicarakan. "Bisa kau ulangi?"
"Bukankah kau dulu ingin mengakhiri hubungan kita? Maka sekarang aku menerima atas keputusan mu itu"
"Kau sedang tidak merencanakan sesuatu kan?" Tanya Jaehyun penuh selidik.
Chaeyeon terkekeh, "Kenapa kau selalu berprasangka buruk kepada ku Jaehyun? Kau yang meminta nya, dan sekarang aku menyanggupi permintaan mu. Lalu apa yang salah dari ini semua?"
Jaehyun menghembuskan nafasnya. "Baiklah, jangan pernah mengganggu ku lagi" setelah mengatakan itu Jaehyun beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Chaeyeon.
Namun saat dia bersiap untuk memasuki mobilnya, dia melihat seorang yang sangat dia kenali sedang berjalan masuk kedalam rumah makan ini.
Jaehyun tersenyum sambil mengikuti langkah Taeyong dari belakang, bukankah ini sebuah kebetulan? Dia memang ingin mengatakan perihal masalah siang tadi kepada Taeyong dan sekarang dia bertemu dengan pria itu disini.
Namun tiba-tiba Jaehyun mengernyitkan alisnya melihat langkah Taeyong yang berjalan menuju meja yang di tempati Chaeyeon.
Jaehyun semakin marah saat matanya melihat Taeyong mendudukan tubuhnya di depan wanita itu. Menggeram, Jaehyun berjalan mendekat dan memutuskan untuk duduk di meja yang dekat dengan meja mereka, agar lebih mempermudahkannya untuk mendengar apa yang mereka bicarakan.
Chaeyeon menyadari kehadiran Jaehyun yang berada di meja tepat di depan mejanya. Menyeringai, dia sangat bahagia dengan semua keputusannya.
"Taeyong" panggil nya.
Taeyong memandangnya dengan pandangan bertanya, belum lagi mata bulat nya yang terlihat sangat lucu.
"Aku tahu ini mungkin sangat cepat, dan yang pasti akan membuat mu terkejut. Tapi, ku rasa aku mencintai mu"
Taeyong dan Jaehyun membelalakan matanya mendengar penuturan Chaeyeon.
..
To Be Continued…..
..
Sebelumnya saya mau bilangin soal pengambilan cast yang saya pilih. Jika, kalian merasa tidak suka atas cast yang saya pilih dalam cerita saya, silahkan kalian close cerita saya. Saya tidak memaksa kalian untuk menyukai cerita yang saya buat. Jadi, jika kalian merasa keberatan atau merasa tidak menyukai cast dari cerita saya silahkan tinggalkan cerita saya.
Dan maaf jika update nya ngaret banget, karena saya harus membagi waktu kerja dengan menulis. Palingan saya hanya bisa membaca dan itu pun nulis sedikit-sedikit nerusin. Karena hutang ff saya tidak hanya ini, tapi di FFN masih banyak. :"(((
Terima kasih yang sudah memberikan vote dan comment nya di cerita saya. Big Love buat kalian. :*
NiniSoo1288
