Hahahahahaha. Maafkan keterlambatan Tsuki, Tsuki lama banget update nih cerita padahal biasanya MY SECRET yang pertama dipublish. Maafkan Tsuki. Tsuki sekali lagi minta maaf. Supaya cepet langsung bales review aja deh.
serie clara mistery : maafkan Tsuki yang update lama. Hoohohohohoho, .arigatou *membungkukan badan*
Namikaze hime : ya mungkin karena hatinya tahu kalo itu Naruto sedangkan akal Sasuke terus memberitahu bahwa Hime bukanlah Naruto. hehehehehehe, kejailan Kyuubi ya? Hmm…. Tsuki akan fikirkan, soalnya rencana Tsuki, chapter- chapter selanjutnya akan lebih mengarah tentang kerja sama Hime dan Sasuke. hehehehehe. .arigatou *membungkukan badan*
NanaMithrEe : ngarang tuh Tsuki. hihihihihi. Kan Tsuki pernah denger, kalo susu itu untuk menghaluskan, madu untuk melembabkan dan teh juga bagus untuk kulit. Makannya Tsuki campur semuanya, maaf. Tsuki ngarangnya terlalu jauh. Hahahahahaha. Diakan memang sangat manis… xixixixixi, .arigatou *membungkukan badan*
fly girlz : itu bukan ulang tahun Naru, Fly. Itu Cuma pertemuan antara keluarga Uchiha dan Namikaze. Yang membahas tentang perusahaan yang mereka bangun bersama. Maafkan Tsuki membuat Fly bingung. Hehehehehehe. .arigatou *membungkukan badan*
Siryu Enka : gak tahu. xixixixixi, Tsuki emang tukang ngarang yang ga tahu apa maksudnya. *GUBRAK!* gulanya bisa ditambahin sendiri. Soalnya pas buat itu, gula dirumah Tsuki habis. Hehehehehe, Tsuki rencanain ketahuan di chapter akhir. Soalnya ceritanya lagi memusat ke hubungan Naruto dan Sasuke. dan tentang kerjasama Sasuke dan Hime. .arigatou *membungkukan badan*
Wulan-chan : .arigatou *membungkukan badan* xixixixixixi, biasa aja kok. Karena diakan udah jadian sama Naruto. Sasuke tipikal orang setia loh…
sheila : Tsuki rencanain ketahuannya dichapter akhir. Nanti supaya ada adegan Sasuke marah ke Narutonya. Hua…. Ga sabar nulisnya nih tentang bagian itu. hahahahaha. .arigatou *membungkukan badan*
Happy reading!
Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*
Pairing : SasuFemnaru
Warning : TYPO, OOC, pokoknya kesalahan ada dipenulis.
MY SECRET
Naruto berjalan dengan sangat anggun dan naik keatas pangung. Semua keluarga Namikaze sudah berkumpul disana. Mereka sangat menunggu hari ini. dimana pewaris satu- satunya Namikaze berulang tahun ke 17. Pesta yang diadakanpun tidak tanggung- tanggung. Pesta itu dilaksanakan diruang tengah. Disana terdapat sebuah lampu Kristal yang sangat besar. Terdapat sebuah panggung yang lumayan besar didepannya. Patung- patung lilin yang berbentuk Naruto ditempatkan diberbagai tempat. Patung lilin itu mencirikan hobi- hobi Naruto. ada patung lilin Naruto yang sedang memainkan piano, biola. Ada juga Naruto yang sedang bekerja dikantor, Naruto yang sedang memasak, Naruto yang sedang memegang raket tenis dan banyak lagi. Di setiap dinding dipasang foto Naruto dari kecil hingga dewasa, hingga dirinya sebesar ini. dan banyak foto dirinya bersama Nii-chan dan Nee- channya.
Es berbentuk Angsa yang ingin terbang ditempatkan disetiap tempat yang strategis. Pelayan hilir mudik membawakan minuman, pelayan itu semuanya menggunakan jas berwarna putih dan semua pengungjung wanita diharuskan menggunakan baju berwarna putih. Itu semua karena tema dari pesta ini adalah pure and white. Mereka ingin Naruto menjadi wanita dewasa yang suci, bersih dan putih. Layaknya angsa yang baru mengepakkan sayapnya. Siap untuk pergi menjelajahi dunia. Didepan juga terdapat sebuah cake berukuran besar. Cake itu bertingkat 17 sama seperti umur Naruto. meja dan kursi disana diselimuti kain berwarna putih dengan sulaman emas yang mengelilinginya. Disana juga terdapat es berbentuk rubah ekor Sembilan yang masing- masing ekornya mengeluarkan macam- macam rasa es krim yang berbeda. itu dikhususkan untuk anak- anak yang datang. Dan untuk melayani anak- anak itu terdapat seorang pelayan yang menjaganya. Disana juga terdapat meja yang panjang. Tempat dimana makanan ditempatkan. Semua makanan dari berbagai belahan dunia ada disana. Semua boleh memakan makanan itu sepuasnya.
Dinding- dinding disana dilapisi oleh kelopak-kelopak bunga mawar yang sangat banyak dan indah. Semuanya dilapisi oleh kelopak bunga mawar berwarna putih seperti tema dalam pesta itu. harum dari bunga mawar mengelilingi ruangan itu. dan disudut- sudut dinding terdapat sekumpulan bunga mawar yang bergerombol dan memberi kesan sangat indah dan layaknya sebuah taman. Semua orang mengagumi semuanya. Walaupun perayaan ulang tahun Naruto dilaksanakan dirumah bukan dikapal- kapal persiar. Tapi keindahan dan kemewahan yang disajikan disana tidak kalah dengan apapun yang ada dikapal pesiar. Dan itu adalah keinginan Naruto sendiri untuk tidak dirayakan di tempat-tempat selain rumahnya. Karena dia ingin merayakan ulang tahunnya di rumahnya tempat dimana biasa keluarganya berkumpul. Semuanya terlihat sangat megah dan mewah. Narutopun tidak menyangka akan seperti ini jadinya.
"Bagaiamana? Nii- chan dan Nee- chan loh yang merencanakan ini semua." Kyuubi bertanya kepada Naruto.
"Perfect." Naruto menatap semuanya dengan mata yang berbinar. Kyuubi, Gaara, Sasori dan Karin menatap puas semua pekerjaannya karena Naruto ternyata menyukainya.
"Kau belum melihat semuanya." Kyuubi berbisik kearah Naruto. kemudian Kyuubi mengangguk kepada Sasori. Sasori segera mengeluarkan sebuah remote control dari saku yang berada didalam jasnya dan memencet tombol disana. Lampu besar Kristal naik keatas dan atap terbelah menjadi dua memunculkan langit yang bertabur banyak bintang. Dan sekarang atap berubah, mereka diatapi oleh langit malam yang bertabur bintang. Naruto menatap kagum itu semua. bahkan mereka merasakan seperti berada dalam kebun bunga yang sangat indah.
"Kau boleh berkeliling, Naruto. Beri salam kepada semua tamu." Minato tersenyum kepada Naruto. Naruto mengangguk dan turun. Dia memberi salam kepada semuanya. Dan semua yang ada disana menatap kagum Naruto.
"Nee-chan, Nee-chan." Seorang anak kecil menarik kecil gaun Naruto.
"Hikaru… jangan begitu." Kaa-san anak tersebut memberitahu anaknya.
"Tidak apa- apa." Naruto berjongkok didepan anak kecil laki- laki itu.
"Apa ada yang bisa Nee- chan lakukan?" tanya Naruto sambil tersenyum. Anak itu mengangguk lalu memberikan sebuket mawar putih kepada Naruto.
"Otanjoubi omedetou, Hime…" anak itu tersenyum kepada Naruto. Naruto terkejut tapi setelah itu dia mengambil bungan mawar itu lalu mencium pipi anak lelaki itu.
"Arigatou…." Naruto tersenyum.
"Wah… Hikaru dicium sama Hime. Aku juga mau…" teriak anak laki- laki yang melihat kejadian itu. dan setelah itu banyak sekali anak laki- laki kecil yang menghampiri Naruto dan memberikan Naruto sebuket bunga yang sangat bermacam- macam jenisnya. Dan Narutopun harus mencium pipi anak laki- laki kecil itu setiap menerima bunganya. Tetapi akhirnya bukan hanya anak laki- laki, anak perempuanpun mengikuti
"Ayo berfoto." kata Naruto kepada semua. Semuanya mengangguk dan wajah semuanya berubah menjadi ceria dan sangat bahagia. Naruto segera memanggil fotografer yang sedang memfoto pesta ulang tahun Naruto. fotografer itu tersenyum dan mengangguk.
"Jangan lupa tersenyum." Naruto memberitahu anak- anak itu sebelum fotografer itu memfoto mereka.
"CHEES…." Naruto mengomandoi.
JPRET!
Dan sebuah foto yang sangat manis tercipta.
"Terima kasih semuanya…" Naruto membungkukan badannya sedikit kepada anak- anak itu dan anak- anak itu membungkukan badannya juga. setelah itu Naruto kembali berkeliling. Itu dilakukan sebelum acara puncak datang.
"Naru-chan?" seseorang memanggil dirinya dari belakang. Naruto segera berbalik kebelakang dan menemukan para sahabatnya.
"Owh.. maafkan kami Hime. Kami tidak mengenali anda. Kami kira Hime adalah sahabat kami." Hinata membungkuk sedikit, begitupula dengan Ino, Kibe dan Lee. Mereka mengetahui bahwa Naruto adalah hime. Itu karena Hime menggunakan mahkota dikepalanya.
"Ah… tidak apa kok. Tidak perlu seformal itu." Naruto ikut membungkukan sedikit badannya.
"Apa yang kalian maksud Naru-chan itu adalah teman kalian yang tidak bisa ikut dalam konser perdanaku? Dan dia adalah saudara jauhku?" tanya Naruto. dan semuanya mengangguk.
"Aku tadi melihatnya. Dia sangat senang sekali mengadakan acara ulang tahun dengan kalian di café. Dia bercerita banyak denganku." Naruto tersenyum kepada semuanya. Semua teman Naruto merasa salting dengan semua itu. mereka sungguh tidak menyangka bahwa mereka akan melihat senyum dari hime.
"Tapi anda begitu mirip dengannya, Hime." Kiba membuka suara.
"Ah… benarkah?" Naruto sedikit salting. Dia takut semuanya akan terbongkar.
"Bahkan hari ulang tahun kalian sama." Lee menambahkan.
"Aku memang sering disebut kembaran dengannya." Naruto menggaruk bagian belakang lehernya.
"Jadi apa dia masih disini, Hime?" tanya Ino kepada Naruto.
"Mungkin dia masih disini. Dia sangat suka makan, bukan?" Naruto memelankan suaranya.
"Hahahahahahahaha. Dia memang sahabat yang kami maksud, Hime." Ino tersenyum kepada Naruto.
"Ah… apa kalian pernah memakan makanan ini?" Naruto memperlihatkan baso ikan yang ada dipiringnya.
"Kami suka sekali dengan ini." teman- teman Naruto memperlihatkan isi piring mereka juga. dan akhirnya mereka tertawa bersama. Naruto merasakan bahwa dia harus mempunyai sebuah foto untuk ditaruhnya dimeja bekerja. Naruto segera memanggil kembali fotografer dan memintanya untuk memfoto mereka.
"Aku sangat ingin berfoto dengan teman Naru-chan." Naruto tersenyum lebar kearah teman-tamennya itu.
"CHEES.." ucap Naruto.
"CHESS…" semua teman Naruto mengulangi. Dan setelah acara foto-foto itu mereka mengobrol bersama, mereka mengobrol layaknya mereka mengobrol bersama dengan Naruto. sahabat mereka.
"Sumimasen, bolehkah kami meminjam salah satu diantara kalian?" tanya seseorang dibelakang Naruto.
Naruto segera berbalik dan menemukan para Nii-chan dan Nee-channya.
"Berhenti memperlakukanku seformal itu, Nee-chan, Nii-chan." Naruto menyilangkan tangannya.
"Hahahahaha. Kau terlihat sangat senang sekali." Kyuubi mengelus dagunya.
"Tentu saja. Mereka semua temanku." Naruto mengedipkan matanya kepada para temannya. Para temannya merasa sangat senang bisa menjadi teman dari Hime.
"Owh… aku hampir lupa. Kalian pasti belum mengenal Kyuu-nii dan Karin, bukan?" Naruto menatap teman- temannya.
"Mengapa Hime bisa mengetahuinya?" tanya Kiba kepada Naruto.
"Itu karena aku diceritakan banyak oleh Naru-chan." kata Naruto berbohong.
"Kenalkan, ini adalah Namikaze Kyuubi. Nii-chan ku yang paling jahil dan paling menyebalkan dan yang satu ini adalah Karin, Nee-chan satu-satunya yang kumiliki. Dan mereka semua adalah, kiba, Lee, Ino dan Hinata." kata Naruto mengenalkan Kyuubi dan Karin kepada teman- temannya.
"Hime mengetahui nama kami?" tanya Ino menatap tidak percaya.
"Aku masih mengingat nama kalian pada saat Tou-san menyebutkan nama kalian dulu." Naruto tersenyum lagi. 'Senyum Hime benar- benar mirip dengan senyum Naru-chan.' batin keempatnya.
"Ketiga orang tampan ini adalah anikiku. Dan wanita cantik ini adalah Nee-chanku." Naruto sedikit menyanjung Nee-chan dan Nii-channya.
"Bu-bu-bukankah Hime adalah anak tunggal?" tanya Hinata yang sedikit bingung.
"Kalian benar kok. Tapi mereka adalah saudaraku yang sudah ku anggap Nee-chan dan Nii-chanku sendiri." Naruto tersenyum.
"Kau harus segera kepanggung, Naru-chan." Sasori berbisik kearah Naruto.
"Baiklah. Maafkan aku teman- teman. Aku harus pergi. sampai jumpa." Naruto melambaikan tangannya dan pergi dari sana.
"Bukankah mereka sangat- sangat mirip." Ino membertahukan pikirannya dan semua itu mendapat anggukan dari semuanya.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto dengan didampingi para Nee-chan dan Nii-channya kembali keatas panggung, disana mereka bertemu kembali dengan semunya. Naruto dapat melihat, Tou-san, Kaa-san, Jii-san dan Baa-sannya.
"Aku tahu kalian pasti datang." Naruto memeluk sesaat Jiraya dan Tsunade.
"Kau cucu tersayang kami. Bagaimana mungkin kami tidak datang." Jiraya tersenyum kepada Naruto.
"Sebaiknya kita mulai segera pesta ini." Minato memberitahu semuanya dan pendapatnya itu mendapat persetujuan dari semuanya. Minato mengambil microfon didekatnya.
"HARAP PERHATIANNYA…. PESTA AKAN SEGERA DIMULAI. DAN MARI KITA MULAI PESTA INI." kata Minato memberi pemberitahuan.
"HAPPY BIRTHDAY TO YOU. HAPPY BIRTHDAY TO YOU, HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY TO YOU…" Minato mendahului kemudian semuanya mengikuti Minato.
"HAPPY BIRTHDAY TO YOU. HAPPY BIRTHDAY TO YOU, HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY TO YOU…" ulang semuanya.
Naruto merasakan bahagia yang sangat tidak bisa digambarkan kemudian Naruto naik keatas tangga. Itu semua karena kue ulang tahun dirinya setinggi 4 meter. Naruto tersenyum kepada semuanya setelah sampai dipuncak.
"Ayo tiup lilinya Naru-chan…. Make a wish ya." Karin berteriak dari bawah. Naruto mengangguk lalu menangkupkan tangannya dan dia menunduk sambil menutup matanya. 'Aku ingin semuanya tetap menjaga sifat kekeluargaan kami dan aku ingin hubunganku dengan Sasuke langgeng.' doa Naruto. setelah itu Naruto meniup lilinya.
PROK PROK PROK
Semua bertepuk tangan. Setelah itu Naruto memotong kue pertamanya.
"Untuk siapa kali ini?" Kyuubi menyenggol bahu Naruto.
"Tentu untuk Kaa-san dan Tou-san." Naruto memotong kecil kue yang ada ditangannya lalu menyuapinya kepada Kushina dan Minato. Tentunya setelah itu semua bertepuk tangan kembali. Setelah menyuapi Kaa-san dan Tou-sannya Naruto juga menyuapi para Nii-chan dan Nee-channya.
"Happpy birthday, Naru-chan.." Sasori dan Karin berkata bersamaan kemudian mereka memeluk Naruto sesaat.
"Hadiah dari kami." Karin memberikan sebuah kotak kecil.
"Apakah sebuah mobil?" tanya Naruto penasaran.
"Lebih baik dari itu." Karin menggandeng erat tangan Sasori. Naruto yang tidak sabaran segera membuka kado tersebut dan setelah dibuka dia dapat melihat kunci.
"Lalu kunci apa ini?" tanya Naruto. Sasori kemudian memberikan sebuah foto kepada Naruto.
"Apartemenmu di London sudah menunggu untuk ditempati." Sasori berkata kepada Naruto.
"HUA….. keren sekali apartemenku disana. Aku pasti tinggal disana pada saat aku kuliah disana." kata Naruto sedikit histeris.
"Happy birthday, Naru-chan." Gaara tersenyum kepada Naruto lalu memeluknya sesaat. Tidak lupa dengan sebuah kado ditangannya.
"Apa lagi ini? apa cincin berlian?" tanya Naruto. tapi Gaara memberikan isyarat kepada Naruto untuk segera membukanya. Dan yang dilihat oleh Naruto lagi- lagi sebuah kunci. Dan sama seperti Sasori, Gaara memperlihatkan sebuah foto kepada Naruto.
"Mobil sport keluaran terbaru dengan beberapa fasilitas yang sangat kau butuhkan ada disana. Aku telah memodifikasinya dengan rancanganku sendiri." Gaara tersenyum kepada Naruto.
"HUA…. Gaara- nii…" Naruto berteriak histeris.
"Dimana? Dimana? Dimana mobilnya sekarang?" Naruto menengok kesana- kemari.
"Kau ingin meninggalkan para tamu. Tenang saja mobilmu sudah ada dibagasi." Gaara mengelus lembut kepala Naruto.
"Happy birthday." Kyuubi memeluk lama Naruto.
"Kyuu-nii semua sudah menunggu." Naruto melepaskan pelukan Kyuubi.
"Jadi apa yang akan Nii-chan berikan?" tanya Naruto.
"Wah.. Naru-chan. Tenang saja aku tidak akan lupa." Kyuubi mengeluarkan sebuah foto kepada Naruto.
"Itu restoran dan café milikmuyang berada di London. Kau sangat ingin memiliki café, bukan?" Kyuubi menatap Naruto lembut.
"HUA…. Terima kasih Nii-chan…" Naruto memeluk erat Kyuubi. Memang sejak dulu dia sangat ingin memiliki sebuah restoran dan café. Dia bahkan sudah menyiapkan tabungan untuk membeli sebuah café. Tapi sekarang dia bisa menggunakan tabungannya untuk hal lain.
"Happy birthday, Naru-chan." Jii-san dan Baa-san Naruto memeluk Naruto secara bergantian.
"Kami tidak bisa memberi banyak." Tsunade tersenyum kepada Naruto.
"Aku sudah sangat senang bisa melihat Jii-san dan Baa-san." Naruto tersenyum lembut.
"Tapi Jii-san dan Baa-san memiliki ini untukmu." Jiraya memberikan sebuah kunci.
"Mengapa semua memberikanku sebuah kunci malam ini. Kunci apalagi ini?" tanya Naruto.
"Sebuah kapal pesiar menantimu di pelabuhan." Tsunade sedikit berbisik kepada Naruto.
"Owh, owh, owh owh…. Wow…. Terima kasih, terima kasih, terima kasih." Naruto memeluk Jiraya dan Tsunade.
"Apa yang diberikan, Naru-chan?" tanya semuanya. Karena mereka tidak dapat mendengar apa yang dikatakan oleh Tsunade.
"Aku mendapatkan sebuah kapal pesiar." kata Naruto dengan bangganya.
"Hua…. Berutung sekali kau Naruto." Minato tersenyum lembut kepada putrinya dan sekarang giliran Kaa-san dan Tou-san Naruto. Mereka memeluk erat Naruto.
"Dan yang kami berikan adalah….. kami akan tinggal disini bersamamu Naruto…. kami tidak akan kembali ke Paris. Kami akan menetap disini." Kushina dan Minato berkata bersamaan.
Naruto menatap kedua orang tuanya dengan mata berbinar. Sejak kecil dia menginginkan ini. sejak dulu dia memimpikan ini. dan setiap saat dia selalu berkhayal hari itu akan datang. Dimana saat-saat dia bisa mendengar kata- kata itu keluar dari mulut kedua orang tuanya dan sekarang dia dapat mendengarnya. Naruto agak kehilangan keseimbangannya dan untungnya ada seseorang yang menangkapnya. Naruto berjongkok dan menutup wajahnya.
"Terima kasih, terima kasih, terima kasih. a-a-aku sangat menyukai hadiah yang Kaa-san dan Tou-san berikan. Aku sangat berterima kasih…" Naruto menangis. Dia sangat dan sangat tidak bisa mengendalikan kebahagiaannya.
"Naru-chan… tidak baik kau manangis dihari bahagia ini. lihat! Dibelakangmu ada keluarga Uchiha." Kushina ikut berjongkok didepan Naruto. Naruto mendongak dan menghapus air matanya. Untungnya make up yang ada diwajah Naruto tidak hilang ataupun luntur. Hakku memang seorang penata rias terbaik.
"Maafkan aku." Naruto membungkukan badannya sedikit. Dan dia segera tersenyum kepada keluarga Uchiha.
"Seperti biasa kau sangat terlihat cantik, Naru-chan. Happy birthday, Naru-chan." Mikoto memeluk Naruto.
"Happy birthday, Naru-chan…." Itachi memeluk Naruto. Kemudian Itaci memasangkan sebuah kalung ke leher Naruto. Itachi melepaskan pelukannya.
"Kalung yang indah, Itachi-nii." Naruto tersenyum kearah Itachi. Dia sangat menyukai kalung yang disususn oleh intan- intan yang sangat indah yang diberikan oleh Itachi.
"Tumben sekali kau tidak mimisan Otoutou." Itachi menggoda Sasuke.
"Hn." Jawab Sasuke dengan datar.
"Happy birthday." Fugaku memeluk Naruto.
"Happy birthday, Hime." Sasuke hanya menyalami Naruto.
"Aku dan Fugaku memberikan ini. ayo berikan tanganmu." Mikoto menunjukan sebuah gelang berlian dan memasangkannya ke tangan Naruto.
"Aku hanya bisa memberikan ini."
PROK, PROK, PROK
Sasuke memanggil seorang pelayan. Dan seorang pelayan membawa sebuah kado yang sangat besar.
"Apa itu?" Naruto memandang kado itu dengan penasaran. Naruto memandang Sasuke lalu Sasuke mengangguk kepada Naruto. Naruto segera menyobek kado itu dan dia dapat melihat sebuah boneka setinggi dirinya dan boneka itu membawa sebuah bola keristal, didalam keristal itu terdapat air. Didalam air itu terdapat miniatur orang yang sedang berdansa. Sasuke mengambil Kristal itu. lalu dia memutar tombol yang ada dibawahnya.
Semua menatap apa yang akan terjadi, dan yang terjadi adalah miniatur orang itu bergerak dan berdansa lalu turunlah salju diatas miniatur orang yang sedang berdansa itu. bahkan bola Kristal itu berubah- ubah warnanya.
"Kau sangat kesepian bukan? Kau bisa duduk diatas boneka ini dan kau akan seperti sedang dipeluk dan kau juga bisa memutar bola Kristal ini. aku yakin kau tidak akan merasakan kesepian lagi." Sasuke memberikan bola Kristal itu kepada Naruto.
Naruto memperhatikan bola Kristal itu dengan pandangan senang. Dia sangat menyukai hadiah yang diberikan oleh Sasuke. Walaupun barang yang diberikan Sasuke bukan barang mewah atau barang mahal tapi tujuan dari hadiah yang diberikan oleh Sasuke adalah untuk membuatnya tidak merasa kesepian lagi. Dan menurut Naruto itu hadiah yang sangat dan memang dia butuhkan. Tidak penting bagi Naruto sebuah harga atau seberapa mahal dan mewah itu, dia sangat menyukai hadiah yang diberikan oleh Sasuke. Padahal dia baru menunjukan sisi kesepiannya sekali kepada Sasuke.
"Terima kasih." Naruto tersenyum kepada Sasuke. Sasuke yang melihat Naruto tersenyum ikut tersenyum tanpa dia sadari.
"Wah, wah, wah." Itachi menepuk- nepuk punggung Sasuke. Sasuke segera tersadar dan kembali ke wajah stoicnya. 'Berhenti memperlakuakn Hime seperti dia adalah Naru-chan. Dia bukan Naru-chan Sasuke.' Sasuke menyadarkan dirinya sendiri.
"Sepertinya kita harus memulai acara puncak yang sangat dinantikan." Minato menatap semuanya dan semuanya minus Naruto dan Sasuke mengangguk. Karena hanya mereka yang tidak mengerti akan maksud yang ditunjukan oleh Minato.
"EHEM, EHEM, EHEM" Minato meminta kembali perhatian para tamunya.
"SAYA INGIN MEMBERITAHUKAN. DENGAN UMUR NARUTO YANG SUDAH MENGINJAK 17 TAHUN. SAYA KEPALA KELUARGA NAMIKAZE MENYERAHKAN SETENGAH DARI PERUSAHAAN KEPADA PEWARIS UTAMA NAMIKAZE NARUTO." Minato memberitahukan kepada semuanya. Naruto hanya diam, dia sangat mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Tou-sannya.
PROK PROK PROK
Semua bertepuk tangan. Menyetujui apa yang sudah diberitahukan oleh Namikaze Minato.
"Tou-san." Naruto menatap Tou-sannya.
"Tidak apa, Naru-chan." Minato mengusap lembut kepala Naruto dan tersenyum.
"TENTUNYA SETELAH PEMBERITAHUAN YANG DISAMPAIKAN. KITA SEGERA MULAI SAJA ACARA DANSA." Mc disana memberitahu.
"Sepertinya aku bisa menjadi yang pertama. Maukah kau berdansa denganku, Tuan Putri." Minato menundukan kepalanya dan tangannya terbuka kearah Naruto.
"Dengan senang hati." Naruto membungkuk sebentar lalu menyambut tangan Tou-sannya.
"Kau senang dengan pesta ini." Minato berdansa sambil tersenyum kepada Naruto.
"Tidak ada yang sebaik ini." Naruto tersenyum lebar kepada Minato. Dan tanpa terasa satu lagu sudah dimainkan.
"Kau ingin berbagi bukan, Minato?" Jiraya tersenyum kepada Minato.
"Tentu saja, Tou-san." Minato menyerahkan Naruto kepada Jiraya.
"Tidak kusangka cucuku sudah sebesar ini." Jiraya menatap Naruto.
"Aku menyangimu, Jii-san." Naruto memeluk Jiraya. Dan untungnya lagu yang sedang diputar adalah lagu sendu.
"Jii-san sekarang giliranku." Sasori mencolek bahu Jiraya.
"Nii-chanmu ini mengganggu, Naru-chan." Jiraya berpura- pura menatap sebal Sasori. Tapi kemudian dia menyerahkan Naruto kepada Sasori. Sasori akhirnya berdansa dengan Naruto. dan seperti biasa tanpa mereka sadari satu lagu sudah berakhir.
"Maukah kau bergantian denganku." Fugaku menepuk pelan bahu Sasori.
"Sepertinya aku harus mundur." Sasori terkikik lalu menyerahkan Naruto kepada Fugaku.
"Aku baru kali ini berdansa dengan, Ji-san." Naruto menahan dirinya untuk tidak bersemu merah.
"Aku senang bisa berdansa denganmu, Hime." Fugaku tersenyum. Dan hal itu membuat Naruto terlonjak kaget. Baru kali ini dia melihat Fugaku tersenyum. Tapi kemudian dia membalas senyum Fugaku dan akhirnya sekarang dia menyadari mengapa Mikoto mencintai Fugaku. Itu semua karena ternyata Fugaku memiliki senyum yang sangat menawan.
"Tentu anda ingin bergantian dengan pemuda ini, Tuan." Gaara sedikit membungkukan badannya kepada Fugaku setelah satu lagu berakhir.
"Hn." Dan Fugaku mneyerahkan Naruto kepada Gaara. Gaara berdansa dengan Naruto dengan sangat menikmatinya. Tapi bukan hanya Gaara yang menikmatinya, tetapi Narutopun tidak jauh berbeda.
"Sudahlah… kau terlalu lama, Gaara." Kyuubi menyilangkan tangannya.
"Selalu saja memaksa." Gaara akhirnya memberikan Naruto kepada Kyuubi.
"Jangan harap aku tidak mengetahui hubunganmu dengan Sasuke Naruto." kata Kyuubi sambil memutar Naruto.
"Ba-ba-bagaimana bisa?" Naruto menatap Kyuubi tidak percaya.
"Apa sih yang tidak diketahui oleh Kyuubi." Kyuubi menyeringai kepada Naruto.
"Jadi kapan kau akan memberitahukan jati dirimu, Naru-chan." Kyuubi menatap serius Naruto.
"Aku belum memikirkan itu. Tapi aku harap secepatnya. Aku tidak ingin membuang banyak waktu dan membohongi dirinya terus." Naruto tersenyum kepada Kyuubi. Kyuubi memutar kembali Naruto sebagai akhir dari acara dansa mereka.
"Sepertinya. Aku harus memotong pembicaraan kalian." Itachi tersenyum hangat kepada Naruto.
"Dan aku harus dengan bodohnya memberikan Naruto kepadamu." Kyuubi menyerahkan Naruto kepada Itachi. Naruto dan Itachi terkikik geli melihat tingkah laku yang dilakukan oleh Kyuubi. Dan mereka juga mengobrol banyak pada saat berdansa.
"Bukankah kau harus membagi Hime kepadaku." tiba- tiba Sasuke berbicara disamping Itachi. Satu lagu teryata sudah terlewati tanpa mereka sadari.
"Bilang saja kau ingin berdansa." Itachi menggoda Sasuke.
"Jika itu namanya." Sasuke menatap datar Itachi.
"Baiklah." Dan akhirnya Naruto diserahkan kepada Sasuke. mereka berdansa dengan keadaan saling diam. Tidak ada satupun dari mereka yang berani membuka percakapan. Tapi akhirnya Naruto memberanikan diri.
"Apa itu cincin sepasang kekasih?" tanya Naruto sambil melirik cincin yang ada ditangan Sasuke.
"Hn." Sasuke mengiyakan pertanyaan Naruto.
"Sungguh sangat beruntung wanita yang bisa mendapatkanmu." Naruto tersenyum lebar kepada Sasuke. dan Sasuke dapat merasakan jantungnya berdetak dengan sangat hebat. Tanpa mereka sadari semua mata sebenarnya sedang memperhatikan mereka berdua. 'Pasangan serasi.' bisik semuanya. Dan akhirnya setelah beberapa kali berdansa, akhirnya Naruto bisa menyelesaikan acara dansanya. Tapi dia tidak merasakan capek atau apapun, itu semua karena Naruto menikmati dansa itu.
Dan pestapun akhirnya berjalan dengan sangat lancar dan sangat indah.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Sinar matahari mengenai wajah Naruto dan itu ternyata membuatnya sedikit terganggu.
"Sampai kapan kau akan tidur, Naru-chan." Kushina menarik tirai yang ada dikamar Naruto membiarkan matahari lebih banyak masuk kedalam kamar Naruto. Naruto mengerang sebentar merasa tidak suka akan apa yang dilakukan oleh Kaa-sannya. Tetapi akhirnya dia bangun.
"Aku akan segera mandi, Kaa-san." Naruto mengucek matanya sebentar lalu segera turun menuju kamar mandi.
Setelah 20 menit, Naruto turun kebawah. Begitu terkejut dirinya saat mengetahui bahwa ternyata seluruh Nii-chan dan Nee-channya ada disana.
"Ka-ka-kalian masih disini." Naruto mengucek matanya merasa tidak percaya akan kenyataan yang begitu mengejutkannya.
"Kau tidak salah lihat. Ini memang kami." Gaara tersenyum ramah kepada Naruto.
"Kami memutuskan untuk pulang setelah acara perayaan ulang tahun sekolahmu." Karin menjelaskan. Naruto mengangguk lalu segera duduk disalah satu kursi. Dia akan menikmati sarapannya. Sungguh bahagia bagi Naruto karena ternyata kebahagiaan ini masih akan terus berlanjut.
Naruto menikmati sarapannya, dan seperti biasa mereka makan dalam diam.
"Aku ingin berangkat dengan-"
DRET DRET DRET
Perkataan Naruto terpotong karena handphonenya bergetar. Naruto berdiri dan permisi kepada semuanya.
"Hallo?" Naruto membuka suara.
"Aku akan menjemputmu, Naru-chan. Mungkin 15 menit lagi aku akan sampai." Sasuke memberitahu dari sebrang.
"Ba-baiklah."
PET!
Sasuke memutuskan sambungannya. Naruto segera berlari keruang makan dan mengambil tasnya.
"Ada apa? Kau terlihat sangat terburu- buru." Sasori memandang Naruto dengan pandangan khawatir.
"Tidak apa. Maafkan aku, biarkan aku berangkat sendiri." Naruto membungkukan badannya sebentar lalu segera berlari kedepan dia akan berangkat menuju rumah barunya dengan supirnya.
"Apa ada hal yang kita tidak tahu?" Kushina menatap kepergian Naruto.
"Tentu saja. Kaa-san belum mengetahuikan bahwa Naru- chan sudah menjadi sepasang kekasih dengan Uchiha Sasuke." Kyuubi berkata dengan nada yang sangat datar. Dan dalam slow motion semua menggerakan lehernya untuk menengok kearah Kyuubi.
"APA!" teriak semua yang ada disana minus Kyuubi. Dan ternyata teriakan itu cukup membuat telinga Kyuubi berdenging.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto turun dari mobilnya dan segera masuk kedalam rumah.
TIN TIN TIN
Terdengan suara klakson mobil dari luar. 'Untung aku sudah datang.' batin Naruto. Naruto segera keluar dari rumah dan dia dapat melihat Sasuke yang sudah menunggunya didepan gerbang rumahnya.
"Pagi banget." Naruto membuka gerbang rumahnya, lalu setelah dia keluar. Naruto kembali menutup gerbangnya kembali.
"Ya biarkan saja." Sasuke membukakan pintu mobilnya untuk Naruto. dan Naruto segera masuk kedalam mobil Sasuke. Setelah itu mereka segera menuju sekolah mereka.
"Hey, pada saat ulang tahun Hime kau kemana saja? Aku ingin sekali berdansa denganmu." Sasuke melirik sekilas Naruto.
"Kau saja yang tidak melihatku. Aku melihatmu, aku bahkan tahu kau memberikan boneka dan bola Kristal kepada hime. Kau tahu? aku melihat kalian itu sangat serasi pada saat berdansa." Naruto sedikit menggoda Sasoke.
"Tapi sayangnya aku sudah memilikimu yang sudah mengisi ruang kosong dihatiku." Sasuke mengeluarkan jurus gombalnya (?).
BLETAK!
Naruto memukul kepala Sasuke dengan tasnya.
"Aku akan membunuhmu jika kau berkata seperti itu lagi." Naruto menatap sebal Sasuke.
"Kau bisa membuat kita kecelakaan dan membahayakan kita berdua. Bagaimana jika pada saat kau memukul kepalaku, aku pingsan lalu tidak ada yang mengendarai mobil ini dan mobil ini menabrak pohon." Sasuke membuat perumpamaan yang membuat siku- siku dikepala Naruto bermunculan.
BLETAK!
Naruto kembali memukul kepala Sasuke dengan tasnya.
"Sudah ku bilang. Jangan berkata seperti itu. kau sangat tidak cocok mengatakannya, kau tahu?" Naruto menatap remeh Sasuke. Sasuke melirik Naruto lalu mengacak- ngacak rambut Naruto.
"Aku bahagia memilikimu." Sasuke tersenyum kepada Naruto.
"Aku juga…" Naruto tersenyum balik kepada Naruto dan akhirnya mereka tertawa bersama. Tawa mereka menghiasi pagi yang sangat indah itu.
To be continued
Iri… iri…. Sangat iri… adudududuh… kenapa Naruto dapet kadonya enak banget. Ckckckckckckck, Tsuki bener-bener iri tingkat akut nih. Kenapa bukan Tsuki aja yang kayak gitu. *Ngayal.* Tsuki kayaknya bakal bahagia banget. Tapi.. Tsuki bahagia kok dengan keluarga Tsuki. *Gak ada yang nanya.* xixixixixi. Tsuki udah mulai kehabisan kata-kata nih. Tsuki tunggu reviewnya… ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
