DANCING QUEEN

Chapter 9

Main Cast: Luhan, Sehun, Kai, Lay, Kyungsoo

Support cast: EXO's member. SNSD's Sooyoung-Yuri. And another cast is going on

Genre: Romance, Drama, School Life, Friendship, Hurt/Comfort (GS)

Rate: T

.

.

Baekhyun merasa sangat tidak tenang padahal ia sudah berkali-kali mengusir pikiran-pikiran buruk tentang keadaan Luhan. Selama jam istirahat kedua Baekhyun terus saja mondar-mandir dalam kelasnya membuat beberapa temannya merasa terganggu dengan Baekhyun. Sudah dari awal Baekhyun merasa ada yang tidak beres dengan informasi dari Yixing, dan akhirnya Baekhyun memutuskan untuk menemui Luhan, hanya ingin mengetahui keadaan gadis cantik itu.

Dari ingatannya soal perkataan Yixing tadi pagi Luhan sedang berada di belakang sekolah. Selama perjalanan Baekhyun terus berdoa pada Tuhan semoga apa yang dirasakannya ini hanya feeling semata, dan saat Baekhyun sampai di belakang sekolah ia berharap menemukan Luhan sedang bersama Sehun. Ya, mudah-mudahan saja. Dan Baekhyun memang menemukan Luhan. Tapi tidak bersama Sehun.

Gadis cantik itu sendirian, sedang bermain ayunan kayu yang biasa mereka tempati jika sedang mampir kesini. Baekhyun bisa melihat kecantikan Luhan yang benar-benar alami saat bias matahari memantul di wajahnya dan rambut hitam panjangnya yang tergerai bebas tertiup angin. Beakhyun—yang seorang perempuan—saja mengakui dan mengaggumi kecantikan Luhan, apalagi dengan para lelaki.

Saat Baekhyun masih mengagumi kecantikan Luhan, ia mendengar suara kretak yang sangat kencag dari arah ayunan Luhan. Dan lagi-lagi perasaan Baekhyun mengatakan akan terjadi sesuatu dengan Luhan. Baekhyun berlari mendekati Luhan tapi sayangnya Luhan terlanjur jatuh lebih dulu sebelum Baekhyun sampai disana.

Baekhyun segera merengkuh tubuh Luhan dan menggoyangkannya bermaksud untuk menyadarkan Luhan. "Luhan bangunlah! Demi Tuhan Luhan! Bangun!" Baekhyun benar-benar panik dan ia tidak tahu harus berbuat apa. Meskipun sudah berkali-kali Baekhyun berusaha menyadarkan Luhan tapi gadis itu tetap bergeming. Baekhyun menangis sambil meneriakkan nama Luhan, tiba-tiba ia ingat sesuatu. Satu tangannya digunakan untuk merogoh sakunya dan mengambil ponsel miliknya, Baekhyun bingung pada siapa ia ingin meminta tolong.

Baekhyun tidak sadar memencet nomor ponsel Sehun, dia panik, dia bingung, dia hanya mengikuti kata hatinya saat ini. Tak berapa lama nada tunggu dari ponselnya berganti menjadi suara yang sudah sangat Baekhyun kenal, "Sehun!" Baekhyun berseru bahkan ia lupa mengucapkan halo. "Sehun kau kah ini?"

Di seberang sana Sehun menyerngit mendengar Bekhyun, suranya terdengar panik dan sangat linglung. Tiba-tiba Sehun merasakan yang aneh pada panggilan Baekhyun, seperti ada sesuatu yang buruk telah terjadi. "Noona ini aku Sehun, bicaralah yang tenang." Sehun berusaha untuk tidak ikut panik walaupun hatinya tidak demikian.

"Sehun…Luhan, aku…Sehun tolong…Sehun…Luhan…"

Firasat Sehun semakin kuat, pasti ada yang tidak beres. Sehun segera bangkit dari kursinya dan berjalan keluar ruang latihan menari. "Noona katakan kau ada dimana saat ini?" Sehun melangkahkan kakinya cepat-cepat. "Aku ada di belakang sekolah Sehun bersama Luhan, tapi Luhan…hiks…Sehun cepatlah!"

"Baiklah noona tunggu aku."

Sehun memutuskan sambungan dan langsung berlari menuju belakang sekolah. Otaknya sudah dipenuhi dengan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang pernah dipikirkannya. Dan Luhan, pasti itu terjadi pada Luhan, sesuatu yang buruk itu terjadi pada Luhan.

Di tengah jalan Sehun bertemu Kyungsoo yang sedang membawa bekal makan siang. Sehun hanya senyum sekilas kearah Kyungsoo sebelum melanjutkan larinya ke belakang sekolah. Kyungsoo terheran melihat Sehun yang seperti itu, Sehun belum pernah terlihat sepanik itu. "Sehun kau mau kemana? Sehun tunggu aku!" Kyungsoo mengikuti arah lari Sehun yang mengarah pada taman belakang sekolah. Kyungsoo semakin heran.

Sehun langsung melesat kearah Baekhyun yang sedang bersimpuh di tanah dengan seorang gadis dalam pelukannya, dan firasat Sehun mengatakan gadis itu adalah Luhan. Baekhyun menoleh ke Sehun begitu pria itu menepuk pundaknya. Wajah Baekhyun sudah basah dengan airmata dan matanya sembab.

"Sehun…hiks…"

Sehun serasa terpecah menjadi dua bagian begitu melihat Luhan yang tidak sadarkan diri dengan pelipis yang berdarah cukup banyak. Jiwanya seperti dilepas secara paksa dari tubuhnya, firasat buruknya benar-benar terjadi. Sehun ikut bersimpuh di samping Baekhyun, "Sehun tolong Luhan!" Baekhyun memekik keras. Kyungsoo yang baru saja tiba langsung membekap mulutnya, mencegah keluarnya suara pekikan ketika melihat Luhan yang bersimpuh darah.

Sehun mengambil alih Luhan dari Baekhyun, dengan pelan-pelan Sehun mengangkat tubuh Luhan. Sehun bisa merasakan darah yang merembes dari belakang kepala gadis itu, dan Sehun langsung membawa Luhan ke klinik sekolah mereka. Baekhyun ikut berlari di belakang Sehun dan meninggalkan Kyungsoo yang terbengong sendiri.

Kyungsoo ingin sekali mencopot kedua bola matanya melihat adegan yang baru saja ia lihat didepannya. Kyungsoo tidak marah ataupun cemburu melihat kepanikan Sehun pada keadaan Luhan, Sehun tidak pernah seperti itu padanya walau Sehun sudah lama menyukainya. Mungkin ini saatnya Kyungsoo benar-benar melepaskan Sehun.

.

.

Sehun terus berlari sambil menggendong Luhan menuju klinik sekolah mereka, banyak siswa yang melihat kejadian itu dan mengundang pertanyaan. Di lorong terakhir Sehun dan Baekhyun berbelok ke kanan dan langsung masuk ke dalam klinik. "Tolong dokter ada siswa yang terjatuh dan tidak sadarkan diri!" Sehun berseru lantang memberitahu dokter disana lalu muncul seorang dokter dan suster. Sehun membaringkan Luhan di ranjang dan membiarkan dokter itu yang menangani sementara ia dan Baekhyun menunggu di luar.

Menit-menit yang berlalu terasa sangat lambat untuk Sehun, dia terus mengutuk dirinya karena tidak dapat menolong Luhan. Sementara itu Baekhyun terus menangis, nama Luhan selalu terucap juga doa-doa untuk keselamatan gadis yang sedang tak sadarkan diri itu. Baekhyun melihat sebuah siluet gadis di ujung lorong satunya, berdiri sambil bersedekap. Setelah menajamkan penglihatannya Baekhyun dapat melihat jelas sosok Yixing dengan seringaian seram berdiri angkuh disana. Baekhyun bangkit dari kursi tunggu yang ada di depan klinik, napasnya tersengal dan tangannya mengepal, berusaha menahan amarah. Ketika Baekhyun hendak menghampiri Yixing, gadis itu sudah berlalu meninggalkan Baekhyun dan Sehun.

.

Kyungsoo masih mengingat jelas bagaimana air muka Sehun yang begitu panik dan seperti terluka. Sudah pasti Sehun sangat mengkhawatirkan Luhan, dan hati Kyungsoo juga seperti terluka. Bukan karena melihat Sehun dan Luhan, tetapi pada dirinya sendiri. Kalau saja dulu dia benar-benar serius pada Sehun, sudah pasti tatapan panik dan terluka Sehun hanya diberikan untuknya. Menyesal sudah sangat terlambat, sekarang Kyungsoo hanya ingin fokus pada pilihannya saat ini, Jongin.

Tiba-tiba Kyungsoo menabrak tubuh seseorang di depannya, ia segera minta maaf dan mengangkat kepalanya. Dan Jongin adalah objek pertama yang dilihatnya setelah mengangkat kepala tadi. Senyuman Jongin begitu menyilaukan Kyungsoo, kalau di situasi biasa Kyungsoo akan sangat berdebar melihat senyum Jongin. Tapi saat ini hati Kyungsoo sedah sedih dan gundah, dia tidak bisa menikmati senyuman Jongin.

"Kyungsoo, kau kenapa?"

Senyuman Jongin memudar begitu melihat wajah Kyungsoo yang sedih dan berkabut, dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Kyungsoo sebenarnya tidak ingin menangis, tapi saat tangan Jongin menyentuh pipinya airmata langsung turun begitu saja. Jongin tidak tahu apa yang sudah mengendalikan dirinya tapi ia menemukan Kyungsoo sudah berada dalam pelukan hangatnya. Yang Jongin tahu, ia tidak tahan menlihat seorang wanita menangis, apalagi di hadapannya. Jongin bisa merasakan tubuh Kyungsoo yang menegang perlahan menjadi rileks, lalu Kyungsoo menangis di dada Jongin.

Kyungsoo sangat kaget ketika Jongin menariknya dan memeluknya. Kyungsoo belum siap untuk ini, terlalu cepat untuk bersentuhan langsung dengan Jongin. Tapi Kyungsoo mencoba menyamankan dirinya di pelukan Jongin, ia memang butuh tempat bersandar saat ini. Jongin mengelus rambut panjang Kyungsoo saat tangis Kyungsoo semakin kencang. Jongin membawa Kyungsoo menuju tempat loker tanpa melepas pelukannya. Jongin tidak ingin dilihat oleh siswa lain atau guru disana.

"Katakan Kyungsoo, ada apa? Mengapa kau mennagis?"

Kyungsoo mengahpus airmatanya sebelum melepas pelukan Jongin, tidak benar-benar melepas karena Kyungsoo hanya mengangkat wajahnya untuk bertatapan langsung dengan Jongin. "Luhan…dia kecelakaan, Jongin." Jongin menatap Kyungsoo tidak percaya, kenapa bisa Luhan mengalami kecelakaan. "Dia terjatuh dari ayunan di belakang sekolah dan…dan…" Kyungsoo tidak sanggup melanjutkan kata-katanya lagi, ia kembali mennagis, dan Jongin kembali memeluknya.

"Sudahlah Kyungsoo jangan menangis, menangis tidak menyelesaikan masalah secara utuh. Sebaiknya kau berdoa untuk keselamatan Luhan."

Kyungsoo menganggukkan kepalanya dan kembali menangis di dada Jongin. Dari semua yang Kyungsoo katakan, Jongin bisa menebak siapa pelaku dari kecelakaan yang dialami Luhan.

.

.

Sehun dan Baekhyun masih menunggu Luhan di luar Klinik, Baekhyun sudah berhenti menangis tapi dia masih mengucapkan doa-doa untuk Luhan. Sedangkan Sehun tengah menenangkan dirinya sambil mondar-mandir di depan pintu kllinik. Tak lama kemudia pintu itu terbuka dan memunculkan sang dokter yang bernama Lee Donghae. Sehun dan Baekhyun langsung menyambut Dokter Lee dan menyerang dengan pertanyaan 'bagaimana keadaan Luhan' 'apa yang terjadi' 'apa ada masalah pada kondisinya'.

"Tenang nak, aku akan menjelaskan. Luhan sepertinya mengalami patah tulang punggung dan kepalanya bocor. Dia perlu dibawa ke rumah sakit dan menjalani operasi, aku harap tulang tengkoraknya tidak retak, karena dia mengalami benturan yang kuat saat terjatuh."

Baekhyun roboh begitu saja setelah mendengar penjelasan dari Lee Donghae. Perasaan takut akam kehilangan Luhan bermunculan dalam pikirannya. Sementara Sehun berusaha untuk tidak menerjang dokter muda itu dan mencaci-maki karena tidak bisa menangani Luhan. Choi Sooyoung datang ketika Dokter Lee Donghae masuk ke dalam klinik.

"Apa yang terjadi dengan Luhan? Bagaimana keadaannya?"

Baik Sehun maupun Baekhyun tidak dapat menjawab pertanyaan Sooyoung, mereka terlalu terkejut sampai-sampai tidak bisa berpikir dengan benar. Sooyoung langsung menghampiri Baekhyun dan memeluk gadis mungil yang kelihatan sangat syok itu.

"Byun Baekhyun kau tak apa? Ceritakan padaku apa yang terjadi pada Luhan?"

Baaekhyun menoleh sekilas ke Sooyoung lalu menceritakan kronologis kejadian saat Luhan terjatuh dari ayunan. Sooyoung membekap mulutnya sendiri setelah mendengar cerita Baekhyun. "Lalu sekarang bagaimana?" Tanya Sooyoung lagi. "Luhan harus menjalani operasi." Baekhyun kembali menangis saat mengatakan hal itu.

Setelah berunding dengan pihak sekolah dan menagemen Luhan, akhirnya Luhan dibawa ke rumah sakit terdekat dengan ambulans. Sehun dan Baekhyun ikut dalam mobil ambulans sedangkan Sooyoung mengendarai mobilnya sendiri. Sehun terus menggenggam tangan Luhan selama perjalanan menuju rumah sakit. Mengalirkan energinya agar Luhan bisa kuat bertahan sampai di rumah sakit, juga mengalirkan rasa cinta yang begitu besar dari diri Sehun.

.

.

Sehun, Baekhyun dan Sooyoung menunggu Luhan di depan ruang operasi. Di antara mereka tidak ada yang bisa tenang, seperti setiap detiknya sangat berarti untuk mereka. Baekhyun menangis lagi ketika Luhan dibawa masuk ke dalam. Lalu dari kejauhan terlihat Tao dan Chanyeol datang. Juga produser PH Entertainment, Park Ho. Baekhyun langsung berdiri dan menerjang Tao dengan pelukan dan tangisannya, Tao juga tidak bisa menhan airmata, mereka berdua menangis dalam pelukan. Chanyeol menepuk pundak Sehun sebagai tanda turut prihatin.

Park Ho berbincang dengan Sooyoung soal sekolah Luhan, dan Sooyoung menjamin Luhan akan mendapat keringanan. Waktu terasa sangat lama berlalu dan Sehun rasanya ingin bunuh diri, atau menerobos masuk ke dalam dan membawa Luhan pergi. Tapi yang Sehun lakukan hanyalah berdoa. Chanyeol baru datang dari membeli makanan untuk Sehun dan Baekhyun. Sooyoung dan Park Ho sudah pulang terlebih dahulu.

"Chanyeol oppa, bisa kau menggantikanku?"

Tao menunjuk Baekhyun yang sedang tertidur di pundak Tao dengan gedikan dagu. Chanyeol terlihat ragu-ragu untuk menerima permohonan Tao. "Aku ingin ke kamar mandi." Tao berkata dengan tidak sabar sambil menghentakkan kakinya. Akhirnya Chanyeol menggantikan Tao menjadi tempat tidur untuk Baekhyun. Dari jarak sedekat ini Chanyeol bisa mencium aroma tubuh Baekhyun yang harum. Dan jantung Chanyeol berdetak keras hanya karena mencium aroma Baekhyun.

Sehun menghela napas untuk yang ke sekian kalinya dalam dua jam terakhir. Tidak banyak yang bisa dilakukannya saat ini, makan pun tak bernafsu. Seluruh fokus perhatiannya hanya pada gadis yang sedang ditangani secara medis di dalam sana. Tao sudah kembali dari kamar mandi dan mengambil tempat di samping Sehun, Chanyeol dan Baekhyun duduk tiga bangku dari tempat Sehun.

"Kau taka pa Sehun?"

Tao menepuk pundak Sehun. Sehun hanya mengangguk kecil sebagai jawaban lalu Tao mengelus pungging Sehun. Tak berapa lama seorang dokter keluar dari ruang operasi. Sehun dan Tao langsung bangkit dan menghampiri dokter itu, Chanyeol hanya mendengar percakapan dokter itu dengan seksama karena Baekhyun belum terbangun, dan sepertinya gadis mungil itu terlalu lelah.

"Bagaimana dokter? Apa yang terjadi? Apa operasinya berhasil?"

Sehun sudah sangat tidak sabar hingga tanpa sadar ia menyuarakan pikiran-pikirannya selama ia menunggu. Dokter itu membuka kacamatanya dan sedikit menghela napas. "operasinya berhasil. Dan aku perlu berbicara pada yang bertanggung-jawab disini." Tao menolehkan kepalanya ke Sehun, Sehun hanya menundukkan kepalanya. "Aku perlu membicarakan suatu hal tentang pasien." Sehun mendongak kembali dan mengangguk mantap. Tao berdoa dalam hati semoga apa yang dikatakan dokter itu tentang Luhan bukan sesuatu yang buruk lagi. Sehun menatap Tao dan Chanyeol bergantian sebelum mengikuti dokter itu menuju ruangannya.

.

.

Sehun duduk dengan gelisah di bangkunya, menunggu dokter yang bernama Kang Ta itu membereskan beberapa map yang tersebar di mejanya. Ada beberapa hal dalam hidup Sehun yang tidak pernah Sehun sukai, gunung, ketinggian dan aroma rumah sakit, tapi Sehun harus berada di rumah sakit selama tiga jam terakhir. Dokter Kang Ta duduk di bangkunya dan mengeluarkan hasil foto rongent. Sehun menyerngit melihat foto itu, seperti bentuk tulang pungging tapi ada beberapa bagian yang retak.

"Ini adalah tulang punggung Luhan, ada beberapa bagian yang retak karena Luhan terjatuh pada posisi berbaring dan mengakibatkan tulang punggungnya menjadi patah. Patah tulang belakang tidak seperti jenis patah tulang anggota tubuh yang lain, karena setiap terjadi patah tulang belakang penggolongannya termasuk kelompok patah tulang yang bersifat serius. Hal ini mengingat efek patah tulangnya yang dapat mengakibatkan kelumpuhan menetap pada anggota tubuh di bawahnya, jika terjadi kerusakan di spinal cord atau jalur syaraf."

Sehun menahan napasnya selama mendengarkan penjelasan Dokter Kang Ta. Ini adalah masalah serius sekarang, Sehun kembali mendengarkan Dokter Kang Ta. "Tapi untungnya jalur syaraf Luhan tidak ada kerusakan, jadi bisa dikatakan untuk kelumpuhan tidak beresiko pada Luhan." Sehun bisa menghela napasnya sebentar kemudain perhatiannya terpusat lagi pada Kang Ta. "Apa resiko lain pada penderita patah tulang belakang selain kelumpuhan. Paling tidak kemungkinan terkecil, kelumpuhan termasuk resiko terbesar bukan?"

Kang Ta tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya. Sehun membelalakkan matanya, jika yang dimaksud dari gelengan kepala Kang Ta adalah tidak, berarti masih ada kemungkinan tersbesar selain kelumpuhan. Sehun sungguh tidak ingin mendengar perkataan Kang Ta lagi. "Resiko yang paling fatal adalah terjadinya kelumpuhan anggota gerak, penderita mengalami kelumpuhan permanen dan bahkan bisa ke arah kematian jika patahan berada di daerah leher."

Sehun mengepalkan tangannya erat-erat hingga buku jarinya memutih. Benar, Sehun sudah menduganya, resiko paling fatal adalah kematian. Kang Ta menghempaskan tubuhnya pada sandaran kursi, "Kau tidak perlu khawatir! Luhan tidak mengalami itu semua. Tapi Luhan tidak bisa lagi melakukan aktivitas seperti biasa. Luhan harus membatasi kegiatannya yang bersifat berat untuk tubuhnya, karena Luhan pasti mengalami trauma akibat patah tulangnya. Dan punggungnya masih beresiko sangat besar untuk cidera dan mengakibatkan hal-hal yang sudah kusebutkan tadi. Jadi kumohon, jagalah Luhan! Jangan biarkan dia terlalu lelah beraktivitas"

.

.

Sore hari ketika semua siswa JS High School sudah bubar dari kelas masing-masing, Kyungsoo masih berada disana. Ia ingin menemui Jongin yang berjanji akan mengantar Kyungsoo pulang. Jadi disinilah dia, di depan ruang latihan menari yang biasa Jongin—dan ia kunjungi. Kyungsoo juga meminta Jongin untuk mengantarkannya ke rumah sakit untuk menjenguk Luhan. Ketika Kyungsoo ingin masuk ke dalam, Kyungsoo mendegar suara seseorang—atau beberapa orang—di dalam. Kyungsoo mengenal suara pertama, suara Jongin.

"Aku tahu pasti kau yang sudah melakukan itu pada Luhan?"

Kyungsoo membeku mendengar nama Luhan disebut-sebut oleh Jongin. Kyungsoo merapatkan tubuhnya pada pintu dan memasang telinganya. Ia tahu kegiatannya yaitu mencuri pembicaraan orang lain tidak baik, ia tepaksa melakukannya karena penasaran—akibat Jongin yang menyebut nama Luhan tadi.

Jongin menatap malas Yixing di depannya yang sedang memasang wajah tak berdosanya, setelah ia melakukan sebuah dosa kecil, mencelakai Luhan. "Kenapa kau sewot Jongin? Bukankah itu bagus? Luhan terluka dan dia tidak bisa lagi mengikuti kompetisi Dancing Queen. Maka aku tidak akan pernah terkalahkan." Yixing mengakhiri kalimatnya dengan seringai. Jongin mengacak rambutnya frustasi, ia sudah muak dengan Yixing.

"Aku muak denganmu Yixing. Kau licik dan kau culas! Aku sudah tidak tahan denganmu yang melakukan segalanya dengan sesuka hati tanpa memperdulikan perasaan orang lain! Kau pikir siapa dirimu? Kau tidak ada apa-apanya jika bukan aku atau Guru Kwon yang selalu berada di belakangmu. Aku tahu perjuanganmu selama ini untuk menjadi yang terbaik, tapi seharusnya itu membuatmu rendah hati, bukannya menjadi sombong lalu berkelakuan kejam. Kau tidak bisa seperti itu, karena yang mengorbankan hidupnya tidak hanya kau."

Jongin mengambil jeda sedikit. Yixing terdiam, dia tidak menangis ataupun merasa menyesal. Dia hanya diam. Jongin mengambil napas, "Aku juga mengorbankan hidupku, Yixing. Kau tak tahu, aku mengorbankan hidupku untukmu. Selama ini aku selalu berusaha untuk dilihat olehmu, tapi nyatanya kau tak pernah melihatku. Kau hanya melihat bagian diriku yang baik karena selalu menolongmu, selalu ada untukmu. Tapi kau tak pernah melihat bagaimana tulusnya aku melakukan itu semua, bahkan kau tidak pernah berterima kasih padaku, setelah apa yang kulakukan untkmu."

Kyungsoo menutup mulutnya dengan tangannya sendiri, ia tidak mempercayai kata-kata yang baru saja diucapkan Jongin. Lalu disudut hati Kyungsoo seperti ada sesuatu yang terbakar dan rasanya sangat panas. Kyungsoo merasakan sakit yang sama dengan yang Jongin rasakan. Menyukai seseorang tapi orang itu tidak pernah melihatnya. Ternyata Jongin sama dengan dirinya.

Jongin mnegulurkan tangannya untuk menyentuh pundak Yixing. "Maafkan aku Yixing. Aku memang tidak pantas untuk menyukai orang hebat sepertimu. Aku sudah melepaskanmu sekarang. Kau bebas dariku dan kau bebas untuk menentukan pilihan hidupmu. Aku tak akan berharap lagi padamu Yixing. Selamat tinggal. Dan semoga kita tetap menjadi teman, kuharap."

Jongin berbalik meninggalkan Yixing tanpa menengok lagi. Jongin sudah mantap untuk melupakan Yixing. Dirinya sudah kalah dengan masa lalu Yixing. Jongin kaget setengah mati mendapatkan Kyungsoo berdiri di depan pintu dengan mata yang sudah berkaca-kaca lagi. Tanpa pikir panjang Jongin langsung memeluk tubuh Kyungsoo dan berjalan perlahan menjauhi ruang latihan.

"Tenang Kyungsoo. Ada aku disini." Jongin membisikkan kata-kata penenang untuk Kyungsoo yang tidak berhenti menangis.

.

.

Luhan sudah dipindahkan ke ruang pasca-operasi sebelumnya dan sekarang ia sudah di tempatkan di kamar rawat. Ruang rawat VIP menjadi pilhan untuk memindahkan Luhan karena Park Ho tidak ingin ada yang mengganggu Luhan selain pihak agensi dan teman-teman terdekatnya. Sehun masuk ke dalam kamar Luhan setelah membeli beberapa makanan, Sehun harus tetap fit untuk terjaga dan menjaga Luhan.

Tinggal Sehun sendiri yang masih berada disana. Tao sudah pulang karena dijemput oleh Kris dan Baekhyun terpaksa harus pulang karena Sehun menyuruhnya—memaksa lebih tepatnya. Awalnya Baekhyun bersikeras untuk menemani Luhan hingga Luhan sadarkan diri, tapi Chanyeol—dengan sedikit gentle—menasehati Baekhyun untuk beristirahat karena waktu untuk debutnya tidak lama lagi.

Sehun menarik bangku dan menempatinya di sebelah kanan ranjang Luhan. Ada perban di kepala Luhan dan di bagian tubuh yang lainnya, juga monitor untuk mengetahui perkembangan Luhan terus menyala dan bekerja. Sehun mengamati wajah cantik Luhan, tiba-tiba rasa rindu yang dirasa beberapa hari kemarin kembali hadir. Tiga hari tidak bertemu Luhan dan ketika waktunya Sehun malah mendengar kabar buruk. Sehun merasa gagal melindungi Luhan.

Tangan Sehun menggenggam tangan Luhan yang dingin. Dan darah Sehun berdesir cepat ketika kulitnya bersentuhan langsung dengan kulit Luhan. Ini bukan pertama kali Sehun ber-skinship tapi Sehun selalu menjadi hangat setelah menyentuh Luhan. Sehun membawa tangan Luhan menuju bibirnya dan mengecup pergelangan tangan Luhan yang bebas infus. Sehun mengusapkan pipinya pada punggung tangan Luhan sambil melirih.

Sehun benar-benar merasa menyesali dirinya sendiri yang tidak bisa menyelamatkan Luhan dengan cepat. Luhan terjatuh dan menyebabkan tulang punggungnya patah. Dan penjelasan panjang lebar Dokter Kang Ta tadi semakin membuat Sehun mengutuk dirinya. Bagaimana bisa semua ini terjadi pada Luhan.

Kalau Luhan tidak boleh bergerak terlalu banyak itu artinya dia tidak bisa menari lagi. Menari memerlukan banyak pergerakan. Dan jika Luhan tidak bisa menari lagi, Luhan tidak akan bisa mengikuti kompetisi Dancing Queen. Sehun akhirnya menangis terisak mengingat Luhan yang tidak akan bisa menari lagi, tidak bisa menggapai cita-citanya. Dan Sehun lebih menyesal lagi karena ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk orang yang di cintainya.

Di sela-sela tangisannya, Sehun merasa sebuah gerakan dari tangan Luhan. Sehun menggenggam erta tangan Luhan. "Luhan, kau sadar?" kemudian Sehun melihat kelopak mata Luhan yang bergeerak-gerak dan sedikit membuka.

"Luhan!"

To be continued

.

.

Haii…nara is back

Apa kabar? Lama tidak jumpa

Nara minta maaf karena tidak bisa memposting cerita ini lebih cepat

Nara ga bisa ngomong panjang lagi yang penting nara udah bikin cerita ini dan kalian semua bisa membaca dan menikmatinya

Untuk kritik, sarannya silahkan langsung di review saja

Dancing Queen akan selesai sekitar 5-6 chapter lagi, jadi nara percepat alurnya. Semoga kalian menikmati ceritanya

Dan nara mohon sekali lagi, mari saling menghargai!

.

.

Thank to:

Eclaire Oh - Ohristi95 - exindira - DwitaDwita - HyunRa - Peter Lu - lisnana1 - luhan deer - milkhunhan-yuri - Niiraa - uwiechan92 - Chanyeol's Wife - Oh Luhan - Kevinlee - yixingcom - edogawa ruffy - - Rara Jung - pandarkn - Eunsoo1 -RirinSekarini - kimcholee-hunhan - YAOIFOEVAH – 2312 – xldeer – Uchiha Shesura-chan – Oh Se Na

Balasan review

Xldeer : salam kenal reader-saeng :D iya gapapa kok yang penting review gak diem-diem ngebaca hahahaha :D ini udah mulai yixing yang tersakiti hihi…dan untuk suho nanti dulu ya, sabar dek soalnya dia lagi sibuk :D

Edogawa ruffy: gak Cuma kyungsoo yang terjerat jongin, tapi jongin juga begitu sama kyungsoo hehehe…oiya terima kasih udah ngingeti, kemarin aku lupa deskripsiin tentang ayunannya, jadi itu ayunan kayu yang talinya diikat di batang pohon gitu…dan sepertinya masalah sehun bertambah, who knows?

Lisnana1: harapan kamu belum terwujud say, kita berdoa aja yuk buat Luhan

Kimcholee-hunhan: kaki luhan ga patah tapi….yixing disini mau sadar kok, tapi sadarnya masih lama, mungkin dua chapter lagi baru dia sadar

Uchiha Shesure-chan: hai salam kenal juga :D aku senang punya reader baru, selamat datang *bow* terima kasih pujiannya, dan jangan bosen nunggu cerita nara ne ;)

Ohristi95: iiihh maaf ya say aku telat lagi update-nya, abis gimana yaa ini aku kasih ceritanya lagi deh, selamat baca ;)

Oh Se Na: salam kenal juga *bow* terima kasih udah mau baca…review selanjutnya ditunggu

Exindira: iin, makasih loh! Ini udah konflik klimaksnya….enjoy it

Hyunra: baekhyun itu polos say, jadi mau aja kalo dibilangin ini-itu, dirumah aku aja aku suruh dia ngepel, nyuci , masak mau-mau aja dia hahahahahaha :D makasih semangatnya

Annyeong!