OMEGA
Written by REBEL4LIFE AFF
Saya sudah meminta ijin pada penulis, dan penulis memberikan saya ijin untuk mentranslate ceritanya.
.-.
"T-tunggu!" Jongin menggerakkan lengannya pelan. "A-aku ingin bertemu Suho hyung dulu."
Sehun memutar tubuhnya dan menautkan alisnya sebentar sebelum menganggukkan kepalanya dengan senyuman kecil. Walaupun, ia ingin berkata tidak karena ia ingin menghabiskan waktu sendiri bersama pasnagannya. Ia melakukan ini untuk pasangannya; ia dapat merasakan perasaan Jongin yang tidak ingin bersama alpha-nya saat ini. Menyakitkan memang, tapi ia mengerti untuk tidak memaksakan kehendaknya terhadap omega kecilnya ini.
Ketika mereka memutar arah tujuan mereka menuju rumah Yidak, Jongin melirik kebelakang, ke arah tempat mereka tadi dan tidak melihat Chanyeol disana. Ia menggigit bibir bawahnya karena memikirkan bahwa ia berpisah dengan kakaknya... lagi.
"Ini," Sehun dengan lembut mendorong Jongin didepan rumah Yifan dimana Suho berada. Merasa sedikit bersemangat, ia tersenyum kecil begitu melangkahkan kakinya mendekati rumah Yifan, tapi senyumnya dengan cepat menghilang.
Jongin terkejut begitu melihat keadaan kakaknya. Tubuh Suho penuh oleh luka dan lebam, dalam berbagai warna, namun yang membuatnya semakin marah adalah darah di pakaian kakaknya. Mata Suho tertutup, dan nampaknya ia masih tertidur, tapi ia tidak pernah melihat kakaknya seperti ini. Keadaan kakaknya ini membuat mengingat kenangan buruk.
"H-Hyung..." Jongin terisak. Ia perlahan berjalan mendekati Suho sebelum berlutut dan menatap wajah tenang yang penuh luka itu. Air mata perlahan terbentuk di sudut matanya, tapi ia menahannya untuk tidak jatuh.
Suho nampaknya mendengar bisikan samar yang memanggil namanya, ia membuka matanya dan memberikan senyumannya, mencoba menenangkan Jongin.
"Hei..."
"A-apakah... Apakah hyung baik-baik saja?" Tanya Jongin. "Apa hyung membutuhkan sesuatu? Apa hyung l-lapar? Haus, mungkin? Apa hyung ingin-"
"Jongin, aku baik-baik saja." Suho tertawa kecil karena pertanyaan bertubi-tubi yang Jongin lontarkan. "Aku senang kamu baik-baik saja."
"A-aku? Jangan khawatirkan aku, hyung." Jongin mengerut sedih. "Khawatirkan dirimu."
Jongin ingin menyentuh dan menggenggam tangan Suho, tapi ia takut jika ia akan menghancurkan atau malah membuat lebih banyak luka pada tubuh Suho yang sudah penuh luka itu. Sekarang, Suho rapuh seperti gelas kaca.
"Aku sudah memberinya bubur tadi, jadi ia seharusnya sudah baik-baik saja." Jelas Yifan, dan karena itu Jongin baru menyadari kehadirannya di rumah kecil ini. Ia tidak memeriksa sekelilingnya tadi, karena Suho adalah hal pertama yang ia lihat dan hal pertama yang ia pedulika, terlebih di saat seperti ini.
"T-Terima kasih..." Dan tidak ada lagi perkataan yang ingin Jongin katakan. Ia sangat bersyukur ada seseorang yang merawat kakaknya; biasanya malah kebalikannya.
Jongin melihat kembali kepada kakaknya, ada perasaan sesak didadanya. Perasaan yang membuatnya merasa tidak berguna. Tidak ada yang dapat ia lakukan dan semua ini terjadi karenanya. Suho sudah berpasangan, kelompok mereka ada disini, dan itu semua karena dirinya. Karena dirinya tidak begitu kuat dan selalu bergantung pada kakaknya.
"Jongin, kita harus memberikan obat ini padamu sebelum lukamu kembali muncul." Sehun dengan lembut mengelus punggungnya dan perlahan ia bangkit dari posisi berlututnya.
Jongin tidak ingin meninggalkan kakaknya, tapi ia melihat jika Yifan ingin memiliki waktu sendiri dengan Suho.
Saat Sehun membawanya keluar dan memasuki rumah lainnya, ia dapat menghirup aroma lezat dari makanan yang dibuat oleh Kyungsoo dan Yixing. Tinggal menunggu beberapa menit hingga mereka berdua memanggil yang lain untuk sarapan. Membicarakan tentang sarapan, sudah berapa lama mereka menetap disini? Suho tidak dapat ikut mereka lagi.
"Disini. Duduk."
Jongin mengedipkan matanya. Kelihatannya ia melamun tadi sehinggaia tidak sadar jika ia sudah berada di rumah kecil lainnya. Rumah ini sangat berbeda dar rumah lainnya, namun ia langsung menyadari jika rumah ini miliki Kepala Alpha. Aromanya memenuhi setiap sudut ruangan, dan ia merasa aman, ia merasa berada dirumah. Dan hal ini membuatnya takut, sangat takut.
Jongin mengikuti perintah Sehun, ia duduk di bulu lembut, menyilangkan kakinya dengan lengan lemasnya di sisi tubuhnya. Sehun duduk didepannya dengan botol kecil ditangannya. Sesaat ketika Sehun mengambil salep dari botol itu, Jongin mengambil kesempatan untuk melihat Sehun lebih dekat.
Rangan yang tajam.
Alis yang tegas.
Garis hidung yang sempurna.
Rambut cokelat gelapnya.
Bibirnya yang tipis.
Sempurna.
Kepala Alpha yang sempurna. Sangat tampan dan sempurna. Jongin bahkan tidak mengedipkan matanya, ia tetap memandang Sehun. Pasangan? Bagaimana bisa ia berpasangan dengan seseorang seperti Sehun? Bukan hanya itu, mereka bahkan baru saja bertemu. Jika memang benar ia pasangan dari Kepala Alpha, Sehun akan kecewa kepadanya, karena dirinya yang lemah dan menyedihkan.
"Apakah aku benar-benar tampan?"
Jongin membulatkan matanya dan langsung mengalihkan padangannya dengan pipi yang perlahan memerah.
"Aku belum selesai mengoleskan obat pada lukamu." Tanpa melihat, Jongin dapat merasakan jika Sehun sedang tersenyum miring padanya. Astaga, ini sangat memalukan.
Sehun mencubit dagunya, membuatnya kembali menatap Sehun. Ada tatapan rindu dan kekaguman dimata Sehun ketika ia menatap Jongin. Segala hal tentangnya meneriakkan kesempurnaan.
"Sehun, sarapan sudah siap." Kata Kyungsoo didepan rumahnya.
Kepala Alpha hanya mengangguk sebelum meletakan botol obatnya dan menggenggam tangan Jongin. Bersama, mereka berjalan keluar dari dan dan nampaknya semua orang sudah menunggu mereka.
Bahkan Suho.
"Hyung!" Jongin berlari padanya dan memeluknya erat. Oh Tuhan, rasanya seperti sudah lama, padahal ia baru saja bertemu kakaknya tadi.
"Jongin, kamu menyakitinya." Chanyeol dengan lembut memisahkan Jongin dari Suho dengan tersenyum, tapi sungguh, ia tidak masalah jika Jongin yang membuat Suho merasa tidak nyaman. Tapi, jika orang lain, ia tidak segan-segan untuk membunuh mereka.
Sejujurnya, tidak semuanya mendapat kesempatan untuk makan karena mereka menyadari aroma lain datang dari hutan.
"Luhan, Jongdae. Bukankah kalian bilang tidak ada apapun diluar sana?" Tanya Sehun, berdiri bersama para alpha lainnya.
"Kami tidak merasakan apapun saat kami berpatroli." Kata Luhan.
"Ada lebih dari satu serigala diluar sana." Jelas Yifan.
Chanyeol dan Suho juga berdiri, dan mendekat kepada Jongin. Mereka merasakannya juga, aroma ini tidak terlalu bersahabat.
.-.
Satu langkah, di ikuti beberapa langkah lainnya sampai mereka mencapai permukaan. Rasanya seperti tidak terhingga saat mereka hanya berjalan di hutan.
"Inilah tempatnya." Salah satu dari mereka bicara.
"Yang lain pasti berada disini."
Setelah itu, aroma yang semakin familiar terasakan dan mereka baru menyadari ada tiga aroma berbeda, aroma yang bukan berasal dari kerajaan ini.
.-.
Minseok, merasakan tanda dari pasangannya, langsung menarik Yixing dan Kyungsoo mendekat padanya. Ia melihat ke arah tiga bersaudara pendatang dan menggigit bibirnya ketika pandangannya jatuh pada Jongin. Tapi, kali ini Kyungsoo yang berbicara.
"Kami harus membawa adikmu di rumah pertahanan. Serigala itu bukanlah anggota kami dan kami harus menjaga kalian untuk tetap aman." Kata Kyungsoo.
Suho menggigit bibirnya yang sudah terluka karena ia masih tidak dapat mempercayai seorangpun di kelompok ini, tapi melihat para alpha dan Yifan sudah bersiaga, tandanya hanya para omega lah yang akan pergi.
"Chanyeol, bawalah Jongin bersama mereka dan jagalan mereka. Aku akan menetap disini."
Chanyeol menautkan alisnya dan menggelengkan kepalanya. "Kamu terluka, hyung. Kamu tidak dapat bertarung."
"Kalian semua ikutlah mereka," Perintah Yifan. "Tidak ada seorangpun yang akan menjaga para omega jika para alpha disini."
Chanyeol dan Suho ingin protes, tapi nampaknya Yifan benar. Suho tidak dapat melindungi para omega karena ia terluka, begitu juga Chanyeol karena ia nampaknya masih tidak percaya pada mereka untuk menjaga Jongin dan Suho.
Aroma yang mereka hirup ini benar-benar tidak bersahabat. Kematianlah yang ia rasakan. Untungnya para omega sudah berada ditempat yang aman, begitu juga ketiga bersaudara pendatang. Mereka tidak ingin semua orang tahu siapa mereka, karena itu untunglah Minseok dan Kyungsoo langsung tanggap.
Ketika para omega sudah pergi, Jongdae dan dua alpha lainnya langsung berdiri didepan Sehun. Jongdae mendorong Sehun kebelakang dengan perlahan. Yifan dan Luhan langsung mengubah tubuh mereka menjadi serigala, hanya Jongdae dan Sehun yang masih di tubuh manusia mereka. Alpha dengan senyum kucing itu menutup matanya dan membukanya sembari tersenyum – matanya berubah menjadi merah. Ia menatap Sehun, memastikan jika jarak mereka hanya sejauh lengan tangannya.
"Mundurlah, yang mulia."
.-.
Aloha! Aku kembali dari lubang neraka, seminggu full dengan ujian dan ujian praktikum. Dan maafkan baru update sekarang. Jadi... Siapa disini yang penasaran dengan siapa sebenarnya Sehun dan juga dari mana asal Ketiga Bersaudara pendatang ini? Stay tuned ya. Jangan lupa review jugaaa... Enjoy!
