*GADISKU*

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pairing: Uchiha Sasuke x Uzumaki Naruto (female) slight Hyuuga Neji x Uzumaki Naruto (female) and Uchiha Itachi x Haruno Sakura

A/N: Typo(s), no ShoAi, bold (Flashback) dan kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja lainnya.

Sebenarnya, masalah ada hubungan apa Orochimaru dengan keluarga Namikaze-Uzumaki itu sudah dijelaskan atau diceritakan di chapter dimana Kyuubi datang menengok Naru. Jadi, saya tidak perlu menceritakannya lagi ya hehehe

Enjoy ^.^

*Hannia Fujisaki Present*

Sinar mentari pagi menerobos masuk ke sebuah kamar luas bernuansa biru. Sebelah tangan terangkat, menutupi wajahmya dari sinar tersebut. Dia masih ingin tidur, mengingat hari ini adalah hari libur.

"Ohayo Teme….!"

Suara ini… "Hn," balas Sasuke masih belum mau membuka mata Onyx-nya. Dia merasakan calon istrinya itu mulai menarik selimut hangatnya.

"Sudah pagi, ayo bangun….!" Rajuk Naru sambil menarik selimut Sasuke yang ditarik juga oleh pemiliknya itu. Sasuke tidak mau merasakan AC kamar begitu saja.

"Dobe, aku masih ingin tidur," ucap Sasuke seperti anak kecil. Ayolah, dia hanya butuh istirahat di hari libur ini. Dalam seminggu hanya satu hari saja dia libur. Libur dari tumpukan proposal atau dokumen kantor.

"Nanti tidur lagi Temeku sayang… Kau lupa ya, hari ini'kan kita harus menjemput Paman dan Bibi."

'ck, sial.'

Tanpa hitungan menit, Tuan Muda Uchiha pun membuka mata Onyx-nya, lalu bangkit dari King Size-nya. "Aku mandi dulu," ucapnya sambil berlalu menuju kamar mandinya. Ya, istirahat hari ini gagal. Sasuke memang bukan Shikamaru Nara yang bisa bermalas-malasan dengan tidur seharian.

Sepasang kekasih tengah menunggu kedatangan sepasang suami-istri di Bandara Tokyo saat itu. Sudah 10 menit, tapi belum ada tanda-tanda kedatangan suami-istri yang mereka tunggu.

"Kau mau?" Tawar gadis cantik bermata biru cerah pada kekasihnya. Tangannya menyodorkan ice cream cokelat yang sedang dinikmatinya. Gadis bermata biru itu hanya mendapatkan sebuah gelengan kepala dari pemuda stoic di sampingnya.

Sasuke, yang dari tadi diam saja, ternyata sedang memikirkan sesuatu. Pemuda tampan itu melirik sekilas pada seorang laki-laki yang usianya dua tahun dibawah Kakashi. Laki-laki itu sedang bersandar pada dinding Bandara di mana dia dan Naru sedang menunggu. Lalu, mata onyx Sasuke beralih pada seorang perempuan yang sedang duduk tidak jauh dari laki-laki tersebut. Rambut perempuan itu pendek sebatas bahu. Sasuke menghela napas, lalu beralih menoleh pada gadis di sampingnya. Gadis yang cepat atau lambat akan menjadi Istrinya.

'Harus terbiasa seperti ini ya mulai sekarang,' bathin Sasuke tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok manis yang masih menikmati ice cream-nya. Sasuke tahu, di luar sana masih ada orang-orang yang akan melindunginya dan Naru. Ya, anak buah dua orang yang Sasuke perhatikan barusan.

"Nama kalian?" Tanya Sasuke yang duduk di kursi Presiden Direktur-nya. Kursi jabatan tertinggi di Uchiha Corporation.

"Yamato," jawab laki-laki di depan Sasuke, tegas.

Mata onyx Sasuke beralih pada Perempuan yang berada di sisi Yamato, "kau?"

"Mitarashi Anko," jawab perempuan tersebut seraya menundukkan kepalanya sejenak, lalu mengangkatnya lagi dan kembali menatap Pemuda stoic di depannya.

Sasuke diam, kini dia melirik pada Itachi yang berdiri di sampingnya, "mereka yang kau maksud, Aniki?"

"Ya, mereka itu bodyguard untukmu dan Naru. Mereka ditunjuk langsung oleh Kyuubi. Mereka juga orang kepercayaan Kakashi, bodyguard keluarga kita dulu."

"Ini terlalu berlebihan," kata Sasuke merubah posisi duduknya. Mata onyx-nya memperhatikan Yamato dan Anko secara bergantian. Sementara yang diperhatikan tidak bereaksi apa-apa.

"Ayolah otouto, Kyuu ingin yang terbaik untuk adiknya. Apalagi setelah dia mendengar berita soal pameran itu."

"Hn," jawab Sasuke dengan trademark-nya. Sasuke kini menopang dagunya. Kini pemuda itu menatap serius pada dua orang kepercayaan Namikaze Kyuubi itu. "Keselamatan calon istriku, ada di tangan kalian."

"Kami megerti, Sasuke-sama."

"Sasuke-kun?"

Sasuke menoleh ke sumber suara yang baru saja memanggilnya. Terlihat ibunya sudah berdiri di depannya. Tidak lupa, sang ayahpun ada. Sasuke berdiri, memeluk ibunya sekilas,lalu menundukkan kepala pada ayahnya dengan sopan.

"Maaf, Tousan, Kaasan," ucap Sasuke karena tidak menyadari kedatangan kedua orangtuanya.

"Tidak apa," jawab ayahnya. Uchiha Fugaku.

"Huh, Teme melamun terus sih, jadi tidak fokus'kan…" Ejek Naru yang ternyata sedang memeluk lengan sang calon ibu mertua. Naru memang sudah sangat dekat dengan ibu Sasuke, Uchiha Mikoto.

"Diam kau, Dobe."

Malampun tiba, seperti biasa. Bulan dan bintang selalu menemani langit malam. Begitu cerah dan indah. Ya, seperti suasana yang sekarang sedang terjadi di ruangan keluarga Itachi. Suasana kumpul keluarga yang begitu hangat. Fugaku, Mikoto, Itachi dan Sakura sedang duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Sementara Sasuke dan Naruto duduk pada karpet yang menghadap TV besar di ruangan itu. Naru yang sedang memeluk bantal strawberry kesayangan Sakura tidak hentinya bertanya pada calon mertuanya. Bertanya banyak hal tentang negara Australia. Terkadang pertanyaan polos keluar dari mulut gadis manis berambut kuning itu. Hal itu membuat keluarga Uchiha itu tertawa. Seorang stoic seperti Sasuke pun masih bisa tertawa loh.

"Niisan," panggil Hinata mengganggu Neji yang sedang menikmati angin malam di teras rumah keluarga Hyuuga.

"Ya?" Ucap Neji tanpa menoleh. Mata lavender-nya menatap cantiknya bulan di langit malam saat itu.

"Apa..Apa Niisan menyukai Naru?" Tanya Hinata tanpa basa basi. Gadis berambut panjang itu berdiri di samping kakak sepupunya.

Neji kini menoleh, dia tersenyum, "ya, aku menyukainya."

Hinata terdiam, ini pertama kalinya Neji tersenyum seperti itu. Senyuman bahagia yang jarang sekali Neji perlihatkan pada siapapun. Ini semua berkat gadis yang ada di photo pameran Neji. Gadis yang berstatus sebagai Tunangan Uchiha Sasuke. Ugh, Uchiha Sasuke, kenapa setiap dia mengingat nama pemuda itu, dia selalu tanpa sadar menyentuh dadanya. Ada rasa sakit di sana. Rasa sakit dari luka yang dia dapat saat zaman SMA dulu.

Sakura menyelimuti Naru yang tertidur di sofa ruangan keluarganya. Gadis berambut pink itu menyelimuti Naru dengan hati-hati. Agar gadis yang akan menjadi adik iparnya itu tidak terbangun.

"Sakura-sama," panggil Ketua Pelayan di rumahnya itu dengan pelan.

Sakura menoleh, lalu tangannya menerima sebuah boneka yang dibawa ketua pelayannya itu. Sebuah boneka siput miliknya. Boneka itu dia simpan di sisi Naru, agar gadis itu memeluk bonekanya itu. "Terima kasih, Shizune," ucap Sakura lembut.

Ketua Pelayan yang bernama Shizune itu mengangguk, lalu berbalik untuk kembali mengerjakan tugasnya. Namun saat di pintu, dia berpapasan dengan Tuan Muda Uchiha. Shizune menundukan kepalanya dengan hormat yang dibalas anggukan singkat dari Tuan Muda itu.

Sasuke menghampiri kakak ipar-nya, lalu dia jongkok di sisi sofa yang Naru porselennya menyibak lembut poni pirang Naru yang menghalangi wajah cantik Naru. Lalu tangan porselen Sasuke meraih tangan Naru, menggenggam lembut tangan Tunangannya yang terbebas tidak memeluk boneka.

"Sepertinya dia kelelahan, Sasuke," ucap Sakura membelai rambut pirang Naru dengan lembut. "Kau pindahkan saja dia ke kamar tamu, tidak baik dia tidur di sini."

Sasuke memperhatikan wajah Tunangannya yang sedang tertidur itu. "Hn," balasnya singkat. "Aku akan pulang, Naru biar dia tidur di rumahmu ini. Bukannya besok. Kau, Kaasan dan Naru akan pergi bersama."

Sakura mengangguk, "ya, kami akan mencari gaun pengantin yang cantik untuk calon istrimu ini," kata Sakura sambil berdiri. "Sasuke, kau boleh memindahkan Naru sekarang, aku mau pamit ke kamarku dulu."

"Hn."

Seorang pemuda terus mengetik sesuatu di laptop-nya. Mencari sesuatu di pencarian internet. Ah, akhirnya. Pemuda bermata ungu itu menemukan sesuatu. Menemukan sebuah arikel yang berjudul Tewasnya Pengusaha Besar Namikaze Minato dan Sang Istri.

Pemuda itu terus melihat satu per satu gambar yang ada di artikel itu. Sampai matanya melihat gambar seorang gadis dengan darah di dress-nya yang tengah dipeluk seorang pemuda berkulit putih, berambut biru gelap. Hal itu membuatnya tidak menyukai gambar tersebut. Sangat tidak suka.

"Ayah membunuh mereka, tapi itu bukan urusanku. Urusanku…" mata ungunya memandang tidak suka pada sebuah gambar di artikel itu, "urusanku adalah menyingkirkan dia, dan mendapatkan dia. Si gadis zaman SMA-ku," lanjut si pemuda bermata ungu itu dengan senyuman anehnya.

Pemuda bermata ungu itu menyandarkan punggungnya dengan nyaman, lalu melingkarkan tangannya di depan dada. "Ah,dan photo di Pameran itu, harus bisa aku dapatkan."

Entah kenapa, pagi sudah datang kembali. Pemuda tampan bermata onyx yang disebut Tuan Muda itu harus kembali ke rutinitasnya. Ya, berangakat ke kantor seperti biasanya. Namun, kali ini dia tidak lagi diantar oleh sopir yang biasanya. Kali ini, pemuda itu diantar oleh Yamato, bodyguard-nya.

"File yang anda inginkan, sudah saya kirim ke email anda, Tuan Muda. Tidak lupa dengan photo-nya juga." Yamato memecahkan kesunyian saat itu. Hal itu membuat Sasuke membuka laptopnya.

"Hn, terima kasih," ucap Sasuke lalu masuk ke akun email-nya. Ya, disana ada email dari Yamato. Pemuda itu lalu membukanya, juga membaca dan memperhatikan setiap photo yang ada. Sasuke mengernyitkan dahinya, tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar laptopnya, Sasuke bertanya pada Yamato. "Dia memiliki 3 anak?"

Yamato mengangguk, "ya, Kimimaro, Juugo dan Suigetsu."

Sasuke memperhatikan salah satu photo di email tersebut dengan serius. Dia merasa pernah melihat pemuda bermata ungu dan berambut perak yang ada di photo di mana. Ya, Sasuke yakin pernah melihatnya. Tiba-tiba Sasuke teringat pada Tunangannya. Perasaannya mendadak tidak enak. Firasat buruk itu datang kembali.

"Anko ikut Naru'kan, Yamato?"

"Iya, Tuan Muda."

*To be continue*

Chapter 10 update. Maaf ya kalau mulai membosankan. Saya benar-benar kehilangan ide. Writer Block datang padaku… *mewek *dicekek

Terima kasih ya sudah mau dan rela meninggalkan review di fict ini. Kalau tidak ada review saya tidak janji akan update lagi hehehe

Review kalian yang membuat saya kembali ke dunia per-fanfict-an ini.. Ok, maaf jika ada kesalahan di fict ini. Dan… Si mata ungu belum juga disebut namanya. Hahaha tapi saya yakin, kalian tahu siapa dia..

Arigato…

Mind to Review?