"Pagi umma~"

"Pagi Hunnie, jangan banyak jalan sayang, sini umma bantu"

"Ah.. Ne.. Gomawo umma~"

Seorang lelaki berkulit tan tersenyum melihat kebersamaan yang terjalin antara ibu dan istrinya. Hatinya merasa tenang dan merasa dirinya tidak salah dalam menentukan cintanya. Yeah, Love is Never Wrong. Cinta tidak akan pernah salah. Sehun memang untuknya. Semenjak 7 bulan lalu saat Sehun resmi menjadi miliknya ia berjanji pada dirinya tidak akan menyakiti Sehun.

Dilihatnya Sehun duduk di sofa dan dibantu ibunya sambil sedikit meringis membuat Jongin merasa khawatir dan menghampirinya.

"Hey, sayang ada apa? Apa yang sakit?" Jongin berjongkok dihadapan Sehun, meraih tangan Sehun dan menggenggamnya erat. Sehun langsung menengok kearah Jongin dan tersenyum.

"Tidak apa Jongie.. Baby sangat aktif-aktifnya belakangan ini.." Sehun balas menggenggam tangan Jongin dan tersenyum hangat padanya, dari sorot mata Sehun ia seolah berkata -Aku baik-baik saja-.

"Dasar anak muda.. Kekeke" Sang umma yang melihat momen ini tidak mau menganggu dan beranjak ke dapur sambil terkekeh dan gelengan kepala.

"Jongie kau jadikan mengantarkan aku bertemu Baekhyun hyung? Aku rindu sekali. Aku harus bertemu setengah jam lagi Jongie~" Manja Sehun pada Jongin.

"Tapi… Apa kau yakin kau baik-baik saja Hunnie?" Jongin sedikit sangsi mengantarkan Sehun, mengingat belakangan ini kontraksi kecil sering dirasakan Sehun. Prediksi Dokter minggu ini ataupun minggu depan adalah kelahiran bayi mereka yang pertama ini.

"Iya aku baik-baik Jongie.. Palli!" Sehun berdiri dengan sedikit susah. Tangan kanannya menopang pada lengan kursi untuk membantunya berbangun dan yang sebelah lagi dibantu Jongin.

"Baiklah. Tapi aku ikut ne? Aku takut kau kenapa-kenapa sayang" Jongin menatap Sehun dengan penuh harap. Sehun yang melihat itu tidak dapat menahan rasa senang karna perhatian Jongin padanya. Sehun mengangguk dan tersenyum manis.

"iya Jongie yeoboooo… Kajja!"

"Dasar Hunniekuu -cup-" Jongin mengecup kilas bibir Sehun sebelum berangkat membuat Sehun merona. Mereka berduapun menuju cafe tempat Sehun dan Baekhyun janjian.

….

Sehun dan Jongin sampai 5 menit lalu. Jongin sengaja duduk dibangku terpisah 2 meja dari Sehun karena kata Sehun, ia akan membahas masalah para uke. Jongin tidak mau ikut campur masalah uke lain. Hanya Sehunlah uke yang mau Jongin tau masalahnya dan diajak berbagi bersamanya. Karena Sehun adalah miliknya. Ciye~

TRING

Seseorang masuk dari pintu cafe orang tersebut celingukan terlihat sedang mencari orang.

"Baekhyun Hyung~ Disini…" Orang itu –Baekhyun- menoleh kearah suara dan tersenyum. Baekhyun melangkahkan kakinya kearah meja Sehun. Sehun mengernyit melihat cara berjalan Baekhyun.

"Hyung apa kau sakit?" tanya Sehun pada Baekhyun yang sudah duduk di hadapannya.

"Anni, wae Hunnie?" Bingung Baekhyun.

"Cara berjalanmu ko begitu Hyung?" Sehun menaikan alisnya saat bertanya pada Baekhyun.

"Oh.. Perih Hunnie lubang belakangku.." Ucap Baekhyun polos. Sedangkan Sehun sedang mencerna perkataan Baekhyun.

"Mwo?... OMMO! Hyung, kau sudah…."

"Ne Hunnie" Baekhyun menunduk malu.

"HWAA cukhae! Ceritakan dong hyung!"

"Hehehe. Jadi setelah pesta pernikahanku kemarin aku…

Flashback

"Baekbaby aku mandi duluan ne"

"Ne Luhannie~"

BLAM

Baekhyun dan Luhan baru saja selesai menggelar pesta pernikahan mereka. Baekhyun mengingat yang dikatakan ummanya dan umma Luhan yang tadi sebelum pulang ke apartemen mereka.

"Setelah Luhan mandi kau juga mandi ne sayang, pakai sabun ini juga pakai shampoo ini.." Umma Baekhyun memberi sekotak peralatan mandi berbau wangi khusus untuk membantu memancing rangsangan pada pasangan.

"Dan pakai pakaian ini ne? Tidak usah pakai underware" Umma Luhan memberikan kotak dengan beberapa baju tipis pada Baekhyun. Baekhyun hanya mengangguk polos mendengar kata umma-ummanya.

"Ingat kata kami arra?" Ujar para Umma.

"Ne umma, ne ommonim"

"Kotak ini dan ini, oke Baekhyun tinggal menunggu Luhannie selesai mandi.."

Tidak lama Luhan setelah Luhan selesai mandi Baekhyun masuk kamar mandi dan melaksanakan apa yang dikatakan kedua ummanya. Ia mandi menggunakan sabun dan shampoo yang diberikan kedua ummanya tadi. Juga memakai pakaian tipis yang dipesankan oleh kedua ummanya.

"Kotak ini… pakai ini?… begini pakainya? Wah bajunya tipis sekali. Ah… tak apa lah" Baekhyun beranjak menuju pintu kamar mandi.

CKLEK

"Annyeong Luhannie, kajja tidur :3" Baekhyun langsung menidurkan dirinya disamping Luhan yang berbaring. Luhan yang melihat Baekhyun terbelalak dan tiba-tiba sesuatu di selangkangannya menegang.

"B-baek" Luhan menatap Baekhyun dengan tidak percaya. Baekhyunnya yang polos mengapa bisa sangat menggoda begini. Belum lagi aroma Baekhyun sangat menggoda.

"Hm? Ne? Wae Luhannie?" Baekhyun menghampiri Luhan dan duduk di sampingnya. Wajah Luhan nampak pucat dan keringat banyak keluar dari pelipisnya, membuat Baekhyun khawatir.

"Luhannie kau sakit? Kau berkeringat banyak Luhannie" Baekhyun dengan sigap menghapuskan keringat yang mengalir di pelipis Luhan dengan tangannya.

"B-baek… Mengapa kau…" Luhan menatap Baekhyun lapar.

"Eh? Aku? Aku kenapa Luhannie? Bicaralah yang jelas" Bingung Baekhyun karena Luhan menatapnya intens sambil mengeluarkan keringat. Apa ada yang salah dengannya?

Luhan langsung menggenggam tangan Baekhyun yang ada di pelipisnya. Hal itu membuat mata mereka saling memandang. Mata mereka terkunci satu sama lain. Luhan menidurkan Baekhyun dengan lembut di tempat tidurnya sedangkan dirinya merangkak naik ke atas Baekhyun masih dengan mata yang saling bertautan.

"Bolehkah aku meminta malam pertamaku Baek?" bisik Luhan di telinga Baekhyun dengan suara rendah, membuat Baekhyun merona dan sedikit tidak nyaman karena Luhan sedang mengendus lehernya sekarang, leher adalah daerah sensitive Baekhyun. Akhirnya Baekhyun tersenyum mengerti, Luhan tergoda dengannya.

"N-ne Luhannie~ Tentu saja bol-hemmpp" Belum selesai Baekhyun berkata, Luhan sudah melahap bibirnya. Baekhyun dengan perlahan membalas lumatan Luhan dan memejamkan matanya, menikmati ciuman mereka.

Tangan Luhan beralih ke Lingerie yang digunakan oleh Baekhyun. Dan merobeknya sehingga Baekhyun langsung naked seketika. Luhan berniat menggoda Baekhyun. Luhan langsung menatap nipple Baekhyun dan mengeluarkan lidahnya menyentuh nipple Baekhyun dengan mengambang diujung saja dan yang sebelah lagi dimainkan oleh tangan Luhan, dengan menyentuh ujungnya saja oleh ibu jari Luhan, matanya menatap Baekhyun yang sepertinya sangat terangsang karna kegiatan Luhan.

"Luhanniehhh oh.." tidak tega akhirnya Luhan melahap nipple Baekhyun. Tangan sebelahnya beralih mengocok sesekali mengelitik junior Baekhyun. Sedangkan tangan Baekhyun meremas seprai sebagai pelampiasan.

"Ah.. ngh.."

Luhan langsung merambat turun dan melahap junior Baekhyun yang imut itu, menaik turunkan kepalanya cepat. Tidak lama kepalanya kembali naik dan mengangkangkan kaki Baekhyun. Tangan kirinya memegang kedua tangan Baekhyun diatas kepala Baekhyun. Luhan kembali melumat bibir Baekhyun dan memasukan 1 jarinya. Baekhyun merasa tidak nyaman, namun masih menikmati ciumannya. Luhan menggerakan jarinya perlahan diikuti desahan merdu Baekhyun.

Saat mmasukan jari ke 2 Baekhyun agak meringis tapi Luhan tidak membiarkan Baekhyun melepaskan lumatannya, Luhan menciuminya ganas sampai ke langit-langit mulutnya. Luhan mengeluar masukan dengan cepat jarinya dan desahan baekhyun yang teredam makin menggila.

Tidak lama jari ke 3 menyusul. Baekhyun memekik dan tanpa sengaja menggigit bibir Luhan dan terasa anyir darah saat Luhan dan Baekhyun masih saling melumat. Luhan menggerakan tangannya seperti menggunting di ketiga jarinya dan melepaskan lumatannya. Itu membuat Baekhyun mengetatkan holenya refleks.

"A-akh.. hhh.. Lu.."

Baekhyun merasa perih di bagian bawahnya desahanya terus mengalun di telinga Luhan. Luhan masih menggerakan ketiga jarinya yang bersarang di hole Baekhyun.

Luhan mengeluarkan jarinya dan melepaskan tangan Baekhyun. Ia juga mulai mempersiapkan juniornya didepan hole Baekhyun.

"Peluk aku Baekbaby jika sakit, cakar aku dan tahan ne?"

"Ne Luhannie"

Perlahan Luhan memasukan juniornya pada hole Baekhyun, Baekhyun mempererat pelukannya pada Luhan menelusupkan kepalanya di ceruk leher Luhan sambil menggigit bibir dan memejamkan matanya.

"AARRGH! Hiks.. Appo hiks.." Luhan memasukannya sekali hentak dan berhasil masuk sepenuhnya karena hentakan Luhan cukup keras, bahkan posisi ia dan Baekhyun sampai bergeser mendekati kepala ranjang.

"Sst.. maafkan aku ne? Kalau perlahan nanti tambah sakit" Luhan menghapus air mata Baekhyun yang menganak sungai. Luhan tidak tega pada Baekhyun tapi nafsunya juga ingin dituntaskan.

"Ne hiks.. gwenchana Luhannie"

"Maafkan aku ne, uljima.. Baek, bolehkah aku bergerak?" bisik Luhan pada telinga Baekhyun. Dan Baekhyun menjawabnya dengan anggukan imut. Isakannya sudah terhenti.

"Sh.. nggh.. a-akh.."Luhan menggerakan perlahan dan keluarlah desahan Baekhyun. Mendengar itu Luhan makin bersemangat.

"O-oh! OH! Luhannie!" Mendengar itu Luhan menyeringai dan mempercepat temponya. Kemudian membungkam mulut Baekhyun dengan mulutnya. Baekhyun merasa kenikmatan saat Luhan telak menumbuk sesuatu yang nikmat di dalamnya. Baekhyun melampiaskannya dengan menjambak lembut rambut luhan dan mencengkram erat seprai yang ditidurinya. Luhanpun melepaskan lumatannya.

.

Beberapa posisi mereka lakukan dan beberapakali juga mereka klimaks. Sekarang mereka melakukan posisi seperti awal mereka memulai. Dan jarak klimaks mereka semakin mendekat.

"Baek c-cum..." Baekhyun merasa kejantanan Luhan membesar, sama seperti kejantannya yang saat ini sedang dikocok cepat oleh Luhan. Dan ibu jarinya menggesek-gesek lubang pipis baekhyun yang membuat Baekhyun makin tidak tahan.

"LU! Aku ingin… pipishh lagihh.. A-Arhhh…"

"Bersama Baekhh.. Ohhh…"

End Flashback

"Begitu Sehunnie, aku lupa setelahnya, karna kata Luhan aku langsung tepar kekeke~"

"Ommo, hot juga hyungie. Aku sampai keringatan begini hehehe" Sehun menghapus keringat yang keluar dari pelipisnya. Tak disangka cerita Baekhyun hot juga.

"Dasar kau Hunnie. Terus awal aku bangun tadi rasanya perih sekali, tapi setelah mandi sudah tidak terlalu perih. Terus Luhannie beritahu aku kalau semalam namanya bukan pipis tapi orgasme, aku jadi malu bilang pada Luhannie aku pipis saat orgasme semalam hahaha" Merekapun tertawa bersama dan Jongin yang melihat itupun ikut tersenyum.

"Oiya Sehun, ngomong-ngomong kapan babymu lahir?" tanya Baekhyun sambil sesekali mengusap perut Sehun. Sehun tersenyum senang perutnya diusap-usap. Dia suka perutnya diusap-usap apalagi dengan Jongin.

"Diperkirakan minggu-minggu ini Baekhyun Hyung" Ucap Sehun ceria sambil ikut mengusap perutnya yang membuncit itu.

"MWO? DAN KAU BERANI KELUAR?!" Baekhyun kaget mendengar penuturan Sehun. Bocah ini polos atau nekat sih, pikir Baekhyun.

"Eung? Kenapa? Kan aku merindukanmu Hyung huff~" Sehun cemberut seusai membuang nafas.

"Tapi ini rawan untukmu Sehunnie, ayo aku antarkan pulang. Aku tidak mau kau pulang sendiri. Nanti tiba-tiba kau melahirkan dijalan bagaimana. Ayo cepat aku antar" kata Baekhyun telak.

"Aku pulang dengan Jongie saja Hyungie, jangan khawatir. Itu dia disana. Jongiee siniii~" Sehun melambaikan tangannya pada Jongin, dan Jongin segera menghampiri Sehun dan duduk dibangku sebelah Sehun.

"Hai Baek-hyung" Jongin melambaikan tangannya pada Baekhyun dan cengengesan.

"Kau disini? Kenapa disana? Tidak disini saja?" Tanya Baekhyun bingung. Sambil memiringkan kepalanya imut. Sehun diam-diam menggigit jari melihat pose Hyungnya itu.

"Kata Hunnie, ingin ngobrol dengan sesame uke. Seme dilarang menguping, aku mengalah saja keke~" Jawab Jongin sambil menggaruk tengkuknya sambil tersenyum kikuk.

KRING KRING KRING

"Eh ada telpon, sebentar ne Sehun, Jongin.

"Ne hyung" Jawab Jongin dan Sehun.

Pip

"Yeoboseo, Luhannie?"

"…"

"Ne, aku kesana sekarang"

"…"

"Annyeong"

Pip

"Jongin, Sehun. Aku harus pulang sekarang. Mianhae" Baekhyun tertunduk merasa tak enak pada Sehun dan Jongin karena pulang duluan.

"Tak apa hyung, kan ada Jongin dan kurasa Jongin juga tidak keberatan. Yakan Jongie?"

"Ne tak apa hyung, pergilah, dia merindukanmu tuh, maklum pengantin baru hahaha" Goda Jongin.

"Hehe iya Hyung tak apa^^" Sehun tersenyum sangat manis sampai matanya berbentuk bulan sabit yang membuat Jongin dan Baekhyun gemas.

"Terimakasih Sehun, Jongin. Maaf aku duluan ne. Anyyeong~" Baekhyun pergi dengan muka merona malu karena digoda Jongin.

"Jja pulang Hunnie"

"Jja"

.

1 minggu kemudian

"SShh… Baby tidurlah.." Sehun meringis karena sudah tengah malam tapi sang baby masih saja menendang. Dan makin lama makin menyakitkan. Karena itu Sehun memutuskan membangunkan Jongin.

"Jongiee bangunlah Jongiee~ Baby tak mau tidur dari tadi sshh.." Sehun meringis saat babynya kembali menendang.

"Ngh? Wae? Hooaaamm. Baby tidurlah sayang, kasihan ummamu" Dengan suara serak khas orang mengantuk Jongin menanggapi Sehun. Jongin terus mengusap perut Sehun tapi yang Jongin rasakan gerakan babynya di perut Sehun semakin menjadi dan sesekali Sehun terpekik sakit saat tendangannya cukup keras. Jongin yang tadinya masih setengah tidur langsung terbangun khawatir.

"Hai, baby tenanglah, ummamu kesakitan" Jongin makin khawatir pada Sehun yang masih memekik sakit dan akhirnya ia putuskan untuk membangunkan ummanya.

"Sebentar sayang, aku bangunkan umma, sabar ne –cup-" Jongin mengecup kening Sehun dan bergegas ke kamar ummanya.

TOK TOK TOK

"UMMA!"

TOK TOK TOK

"UMMAAA"

CKLEK

"YAK! BERISIK JONGIN" Marah Eunhyuk pada Jongin. Sedangkan sang appa masih dikasur sedang terduduk mengumpulkan nyawa(?) karena kaget dengar teriakan Jongin.

"Umma, Sehun kesakitan umma, ayo umma, aku khawatir umma, palli!" ucap Jongin panic. Seketika manic mata umma Jongin melebar, dan bergegas berlari ke kamar Jongin.

"AH.. Jongie.. Sakkit sshh…" Sehun mengusap perutnya sambil memanggil Jongin yang tak kunjung datang.

BRAK

"SEHUNNA, kau kenapa sayang heum?" Tanya Eunhyuk khawatir. Jongin segera naik ke ranjang di sisi yang lain sambil menggenggam tangan Sehun sesekali mengusap perut Sehun. Jongin tak tega melihat Sehun seperti ini.

"Sak-kit umma Akkhh.." Sehun merasa sakitnya makin menjadi setiap datang sekiranya 5 menit sekali dan ia merasa ada basah-basah di sekitar daerah privatnya.

"Umma, ak-aku pipis kah?" Sehun merasa malu dalam sakitnya. Umma Jongin yang mendengar itu terbelalak dan segera memeriksanya. Ternyata benar perkiraannya, air ketuban.

"ASTAGA! Jongin bawa Sehun kerumah sakit ia akan melahirkan!"

"ANDWEE! Aku takmau kerumah sakit umma sshh.."

"Bagaimana bisa? Kau sudah akan melahirkan Sehun!" Umma Jongin agak membentak Sehun membuat Sehun menciut dan ketakutan.

"SEHUN! Ada apa ini?!" Teriak seseorang dari depan pintu kamar. Ternyata Sunny, ia ditelpon oleh Hae appa kalau Sehun sedang kesakitan. Sunny yang kebetulan sedang mencari makan langsung melesat kerumah Keluarga Jongin menggunakan taksi.

"Uisa, sak-kith hiks.." Adu Sehun sambil meringis dan terisak. Sunny segera memeriksa Sehun dan memeriksa selangkanannya. Ternyata sudah pembukaan hampir akhir. Sunny sudah memperkirakan ini karena Jongin sejak kemarin sering menelpon Sunny karena Sehun suka merasa perih didaerah privatnya. Tapi Sehun keras kepala tidak mau dibawa kerumah sakit.

"Kita harus kerumah sakit Sehun, Jongin siapkan mobilmu" Perintah Sunny dan diangguki Jongin.

"A-aku tak mau kerumah sakit Uissahh.. akh..hiks.." Kekeuh Sehun.

"Mana bisa, aku tidak bisa membantumu melahirkan disini, aku tak membawa apa-apa. Kau bisa saja melahirkan normal, tapi aku tidak ingin mengambil resiko, tetap saja peralatan dirumah sakit lebih lengkap, ayo Sehunna, gwencana. Ada Hyuk umma, ada Hae appa, ada aku, ada Jonginmu. Ne? Jangan takut" Bujuk Sunny yang akhirnya diangguki Sehun dengan sedikit ragu. Sunny tau Sehun tidak suka atau lebih tepatnya takut pada Rumah Sakit dari Jongin.

"Ayo aku dan Hyuk umma bantu Sehun" Sehun turun dari tempat tidurnya dan Langsung dipapah oleh Sunny dan Eunhyuk. Air ketuban bercampur darah terus mengalir dari selangkangan Sehun dan Sehun sudah sedikit pucat.

Donghae yang melihat itu bergegas menghampiri Jongin yang ada di mobil, tukar posisi dengan Jongin di kursi kemudi dan menyuruhnya menggendong Sehun di dalam.

"Sehun! Ayo aku gendong. Sabar ya sayang, sakit ya? Sst.. sst.. sabar ya –cup-" Jongin mengecup Sehun di kening sambil menenangkan Sehun yang meringis sambil menangis.

Donghae yang menyetir, Eunhyuk yang duduk di samping kemudi bergegas mereka menuju Rumah Sakit. Sunny, Jongin dan Sehun di belakang. Sehun terus saja meringis yang ditenangkan oleh Jongin.

"Jongiehh AH.. Sakitthh.. hiks" Jongin yang melihat itu tidak tega dan ikut meneteskan airmatanya sambil menenangkan Sehun.

"Sayang, sabar ne? Baby sepertinya sudah tidak sabar bertemu umma cantiknya. Sst.. sst.. sst.. jangan menangis sayang" Jongin mengusap perut Sehun lembut dengan gerakan memutar. Sedangkan Sunny menelpon Rumah sakit untuk segera mempersiapkan ruangan persalinan untuk Sehun.

"Jongiehh NNGGHH.." Sunny yang yang masih bertelpon mendengar itu terbelalak. Sehun mulai mengedan. Segera Sunny memeriksa selangkangan Sehun yang memang Sehun mengangkang sejak awal masuk mobil. Dan benar saja sudah pembukaan sempurna.

"Hae appa, cepatlah, Sehun bisa melahirkan disini" Panik Sunny.

"Apa?! Appa cepatlah appa!" Panik Jongin. Sehun masih meremas tangan Jongin untuk melampiaskan sakitnya. Entah kenapa Sehun merasa ingin sekali mengedan saat perutnya kontraksi beberapa menit sekali. Itu terjadi secara alami. Dan Sunny berusaha merapatkan kaki Sehun guna menahan sang jabang bayi. Kontraksi itu datang lagi.

"NGGGHH.. Jongiee.. Hiks"

"Sayang tahan sebentar lagi kita sampai, tahan ya, sabar sayang. Tuh Rumah sakitnya sudah terlihat" Hibur Jongin pada Sehun. Sehun sadari tadi sedikit merasa tenang karena obrolan Jongin. Sehun hanya menganggukan kepalanya lemah pada Jongin seraya bersabar karena Rumah sakitnya sudah terlihat. Padahal Jongin sedang panic bukan main. Namun disembunyikannya kepanikan itu agar Sehun tidak takut.

Jongin sangat tidak tega sebenarnya melihat Sehun seperti sekarang ini. Pakaian tidurnya yang menyerupai daster, dibagian bawahnya –dari sekitar paha ke bawah- membekas ketuban dan darah. Keringat bercucuran di seluruh tubuhnya. Air mata tak berhenti mengalir. Rintihan kesakitan campur isakan juga belum berhenti. Poninyapun sudah basah oleh keringat. Jongin menenangkan Sehun dengan mengecup permukaan wajahnya yang memerah dan mengenggam tangannya erat.

"SAMPAI, PALLI" Kata Donghae semangat membuat lamunan Jongin terhenti. Eunhyuk masuk kedalam meminta tolong dan diberi kursi roda agar memudahkan memindahkan Sehun.

"Jongin, naikan Sehun ke kursi roda"

"Ne umma" Jongin dengan sigap memindahkan Sehun yang sudah lemas.

Mereka bergegas ke ruang bersalin yang sudah dipersiapkan karena Sunny menelpon tadi. Mereka membaringkan Sehun di ranjang khusus untuk ibu melahirkan. Kaki Sehun dingangkangkan di tempatnya. Eunhae menunggu diluar sedangkan Jongin tangannya digenggam erat Sehun. Jadi mau tak mau Jongin masuk.

"Ah ya! Jongin, Sehun. Kau ingin normal atau oprasi"

"Apakahh akuhh bisa normal sshh.." ucap Sehun sambil merintih. Jongin segera mengusap pipi Sehun untuk menenangkannya.

"Bisa, biasanya seorang sepertimu memiliki lubang khusus untuk melahirkan. Dan memang ada, buktinya kau pembukaan"

"Akuh ingin ssh.. Normalhh" Jongin menatap Sehun. dan Sehun menatap balik Jongin dengan uraian air mata. Sehun mengucapkan –Percaya padaku- tanpa suara sambil tersenyum pada Jongin. Jongin menghela nafas dan tersenyum pada Sehun –Aku Percaya- balas Jongin.

"Baiklah tunggu aba-abaku ne jika ingin mengedan" Sunny memeriksa selangkangan Sehun. Kontraksi datang.

"Sekarang Sehun!"

"HNNGGGGGHH…hah.. hah.. Sakith.. hiks" Sehun menggenggem erat tangan Jongin sampai buku jarinya memutih.

"Sabar sayang. Sst.. sst.. berjuang demi baby kita, coba lagi ne?" Jongin mengucapkan sambil meneteskan airmatanya.

"Nehh" Jawab Sehun lemah. Sunny masih melihat selangkangan Sehun, menanti kontraksi yang datang.

"Siap? Lagi Sehun!" intruksi Sunny.

"HHHNNNGGGGGGH.. ACK.. APPO!" Sehun merasa lubangnya dipaksa melebar dan itu menyakitkan. Sangat sangat sakit dan itu terasa mengganjal.

"Itu kepala anakmu mulai keluar Sehun, memang sakit, itulah perjuangan seorang ibu Sehun. Kontraksi datang lagi, mengedan Sehuuunn!" Semangat Sunny.

"HNGGGHHHHHAAAHH.. AHHH!… sakkkittt"

Plop

"Kepala Bayimu sudah keluar Sehun selanjutnya bagian bahu, butuh tenaga lebih besar mengedannya Sehun. Ayo semangat calon ibu!" Semangat Sunny untuk Sehun sedangkan tangannya menyangga kepala bayi Sehun.

Jongin mengusap peluh di wajah Sehun sambil menyemangati Sehun di telinganya. Jongin sedikit khawatir karena baru kepala anaknya saja yang keluar-ia mendengarkan Sunny tapi tidak melihat-. Jongin takut anaknya tercekik.

"Ayo sayang, kau tak kasihan baby kita tercekik dileher begitu. Hmm? Semangat istriku! 1 2 3! Dorong sayang!" Jongin mengintrupsi setelah ada angguka Sunny, Jongin menyemangati Sehun yang sebenarnya sudah nampak pucat.

"NNNNNGGGGGGAAAAHHHH.."

.

"Bagaimana ya Sehun Hae. Aku khawatir sekali padanya sudah hampir 2 jam belum keluar-keluar"

"Sabar Hyukkie, pasti Sehun bisa. Kita harus positif thinking oke?" Ucap Donghae bijak yang diangguki oleh Eunhyuk.

KRING KRING

"Hae handphone Sehun berbunyi"

"Angkat saja"

Pip

"Yeob-"

"Yeoboseo Sehun! Bogoshippo~"

"Mianhae, saya mertuanya Sehun"

"Eh? Mi-mianhae ahjuma. Sehun eodiga?"

"Sehun sedang di Rumah Sakit, ini siapanya Sehun ya?"

"MWO? Rumah sakit?! Ak-aku Kyungsoo, aku sudah menganggap Sehun adikku sendiri. Sehun kenapa ahjjuma?"

"Oh.. Sehun sedang persalinan, mohon doanya ya Kyungsoo-ya"

"Ah benarkah?! Aku akan kesana besok ahjumma. Aku pasti akan mendoakan keselamatan Sehun ahjumma"

"Terimakasih Kyungsoo, tapi mengapa kau menelpon tengah malam begini?"

"Ak-aku sedang mm.. mengidam ahjumma. Aku ingin mendengar Sehun ngerapp hehe"

"Aigoo hahaha. Selamat atas kehamilanmu. Kalau begitu sudah dulu ne Kyungsoo"

" Terimakasih ajumma hehe. Ne ahjumma, selamat malam. Annyeong"

"Annyeong"

Pip

"Siapa?" tanya Donghae sambil memeluk Eunhyuk dari samping.

"Teman Sehun yang mengidam ingin Sehun ngerapp. Ada ada saja kekeke" Eunhyuk menyamankan posisinya dibahu tegap Donghae.

"Eh? Hahaha ada ada saja. Tapi kenapa ponsel Sehun ada padamu?" Bingung Donghae.

"Ini kan Jaket Sehun, aku asal ambil saja dari kamarnya. Aku panic tadi. Mana aku tahu ada ponselnya"

"Oh.. Begitu" Singkat Donghae yang mendapat delikan tajam dari Eunhyuk. Tapi setelahnya tatapan mata Eunhyuk kembali ke pintu persalinan di depannya.

"Hae perasaanku ko tidak enak begini ya? Semoga Sehun dan cucu kita baik-baik saja ya Hae" Eunhyuk merasa cemas karena Sehun tadi tampak pucat dan lemas saat dibawa keluar dari mobil.

"Pasti! Pasti mereka baik-baik saja. Jangan berpikiran negative sayang" Sebenarnya Donnghae juga merasakan gelisah. perasaannya juga tak enak. Tapi ditepisnya karena menantunya pasti kuat.

"Haahh… Semoga saja Hae.."

.

"Sehun, kau harus bisa karena ini sudah setengah jalan. Sudah tidak bisa sesar. Tarik nafas, buang. Tarik nafas, buang"

Sehun melaksanakan apa yang Sunny perintahkan. Tapi ia merasa kalau ia tidak kuat. Sudah mengedan sekuat tenaga tapi bahu anaknya masih belum terdorong. Sehun akan mencoba lagi demi babynya dengan Jongin. Buah cintanya dengan Jongin. Sehun mengambil nafas dengan kuat dan menunggu intruksi Sunny untuk mendorongnya.

"1 2 Dorong!"

"HHNNGGGGGAAAAARRRGGHHHH….." Sehun mengkerahkan seluruh tenaganya di nafas yang panjang tersebut sampai tubuhnya ikut melengkung dan wajah yang sangat memerah. Setelahnya Sehun membanting kepalanya ke bantal karena merasa anaknya meluncur dari selangkangannya. Sehun merasa sangat lelah dengan nafasnya tersengal.

"Oek oeek ooeekk~" Sunny segera mengambilnya, menyuruh perawat membersihkan plasenta dan memandikan bayi Sehun dan Jongin.

"Syukurlah Sehun kau bisa. Aku mencintaimu sayang" Ucap Jongin haru sambil mengecup kening Sehun. Sehun hanya mengangguk lemah pada Jongin. Sehun merasa sangat sangat lemas.

"Hey, kau tak apa sayang?" Tanya Jongin khawatir.

"Nehh" Sehun berucap lemah sambil memejamkan mata. Jongin merasa lega karena Sehunnya menjawab pertanyaanya.

"Ini Jongin, gendonglah. Anaknya laki-laki" Jongin yang tadinya mengusap-usap kepala Sehun sambil berucap terimakasih langsung beralih kea rah Sunny yang menggendong bayinya. Digendongnya secara hati-hati oleh Jongin. Jongin takjub melihat wajah bayinya, ia ingin menunjukannya pada Sehun.

"Sehun lihatlah baby kita, tampan Hun" Jongin menatap lekat anaknya.

"…"

"Dok, pasien pendarahan!" Jongin langsung mengalihkan matanya kearah Sehun.

"Sehun? SEHUN?! SAYANG! BANGUNLAH!" Jongin panic karena Sehun tak membuka matanya dan wajahnya pucat pasi. Sunny yang berada di hadapan Jongin langsung beralih kearah Sehun.

Sunny menyuruh Jongin keluar untuk memberikan pertolongan pertama pada Sehun dan Jongin diperbolehkan membawa bayinya keluar untuk ditunjukan pada umma dan appanya.

Tbc

Ceritanya sehun punya jalur lahir gitu ya.. Jadi tidak di oprasi hehe

Maaf ga bales review satu satu ya. maaf juga lama._.

Sepertinya 1 chapter lagi katam..

Sampai jumpa lagi^^v