MinYoon
Park Jimin
Min Yoongi

Warning!
Boys Love, Out of character, Au.

My Boyfriend Cassanova

.

Cahaya terik sang mentari di pagi ini, mampu membuat sepasang mata yang sebenarnya masih enggan untuk terbuka itu tetap terbangun. Namja berkulit putih bersih seperti susu ini menguap dan menoleh ke arah sampingnya. Ia tersenyum saat merasakan pinggangnya di rengkuh dengan sangat erat oleh Namja yang belum lama ini menjadi kekasihnya, yang berhasil merebut hatinya dengan begitu mudah.

Yoongi meraih wajah tampan layaknya anak kecil yang begitu polos yang berada di depan matanya, jarinya tak henti mengelus pahatan indah yang telah tuhan berikan pada paras kekasihnya. Membuat dada yoongi bergemuruh dan merasa gugup. Meskipun bukan hanya kali ini ia menatap wajah kekasihnya dengan lekat seperti ini, tapi rasa menggelitik yang tepat berada di dalam perutnya ini selalu saja membuatnya merasakan kebahagiaan yang tak terhingga.

Menurut Yoongi, Jimin itu sosok yang sangat menawan. Ia menyukai semua yang berada di tubuh milik kekasihnya, matanya yang sangat tajam, hidung yang begitu pas di wajahnya, Pipi yang tembam, garis rahang yang sempurna, dan yang paling Yoongi puja dari kekasihnya adalah bibir penuh Jimin. Benda kenyal dan manis yang selalu membuatnya tak kuasa menopang tubuhnya sendiri jika kedua pasang bibir itu telah membelai Yoongi. Yoongi tak pernah bisa menolak setiap panggutan yang Jimin mulai di bibirnya, rasanya ia ingin sekali menghabiskan bibir kekasihnya itu meskipun Jimin yang pasti akan menguasai setiap permainan yang mereka lakukan.

"Park Jimin pabbo, mengapa kau memiliki bibir yang bisa membuat ku lemah eoh?" Yoongi mengeluarkan suaranya yang begitu kecil, namun yang di tanya dan notabene tadi sedang tertidur itupun malah menampilkan senyum miringnya.

"Karna kau terlalu mencintaiku. Maka dari itu kau merasa lemah dan pasrah jika aku sudah menciumu" Jimin membuka matanya dan berhasil membuat Yoongi terkaget.

"Sejak kapan kau bangun eoh?" Yoongi mentap mata Jimin tajam, namun tangannya masih tetap berada di rahang tegas milik Jimin.

"Sebelum kau membuka mata pun, mata ku sudah terbuka" Jimin terkekeh melihat pipi kekasihnya mulai berubah warna menjadi merah.

"Jinjjayeo?... Jadi dari tadi, kau hanya berpura-pura tertidur" Yoongi membelalakan matanya sangat lucu, membuat Jimin gemas ingin menggigit bibir yang sedang membulat itu.

"Ayo lakukan lagi chagia, tanganmu begitu halus dan membuatku nyaman" Jimin menggenggam tangan Yoongi dan mengusapkannya pada pipinya sendiri. Namun Yoongi dengan tak berprikemanusiaan memberikan sebuah tepukan, ralat karena ini lebih cenderung seperti tamparan.

Plak

"Aww baby, kenapa kau menamparku?" Jimin mengaduh dan mengelus pipinya sendiri. Namun sang pelaku kekerasan itu malah mentertawakannya.

"Rasakan itu, kumohon tuan muda park yang terhormat, jangan memanggilku dengan sebutan chagi atau baby. Itu sangat menggelikan" Yoongi bangkit dari tidurnya, namun Jimin malah menarik tangan Yoongi dan membuat Yoongi kembali berbaring di atas tubuh Jimin.

"Lalu kau ingin ku panggil apa eum? Sayang, Sweety atau Yeobo?" Jimin menampilkan senyum miringnya dan kembali menarik wajah yoongi agar dekat dengannya.

Jimin menatap lekat, tepat kepada manik mata yoongi yang begitu indah di matanya. Ia menjilat bibirnya sendiri dengan cara yang sensual, membuat Yoongi sulit untuk meneguk ludahnya sendiri. Jari-jari tangannya membelai bibir Yoongi perlahan dan meniupnya.

"J-jimin apa yang kau lakukan"

Yoongi gugup, tentu saja karena jarak wajah mereka hanya lima senti, bahkan hidung mereka telah bersentuhan. Membuat jantung yoongi memompa tiga kali lebih cepat dari sebelumnya.

"Aku menginginkanmu Yoongi-ah"

Dan setelah Jimin mengucapkannya, ia segera membalik posisinya menjadi di atas Yoongi dan meraup bibir tipis kekasihnya. Menghisapnya dengan rakus seakan ia akan memakan bibir itu. Yoongi yang awalnya terkejut akhirnya memejamkan matanya dan melingkarkan tangannya di leher Jimin.

Mereka saling menghisap dan menggigit bibir masing masing. Merasa bahwa dunia ini hanya milik mereka, Park Jimin dan Min Yoongi. Hingga mereka tak sadar bahwa mereka telah sama-sama full naked. Tangan Jimin dengan lihai membelai dan menikmati setiap desahan yang yoongi keluarkan akibat perlakuannya.

"Aahh Jimhh..." Yoongi mendongakan kepalanya, memberi akses pada Jimin untuk menandai setiap inci lehernya. Jimin yang mendengar desahan kekasihnya itu semakin bersemangat melancarkan aksinya pagi ini.

"Jimm ahh tanganmu shhh... Ahh geli.."

Yoongi menggeliat saat jari tangan kekasihnya berusaha masuk ke dalam manholenya, Bahkan Jimin dengan sengajanya menggesekan kebanggaannya pada miliknya. Sungguh apa yang jimin lakukan saat ini membuat Yoongi melayang.

"Aahh ahh Jiminhh.. Ahh andwaeehh.."

Bibir Jimin dengan nakalnya menghisap bahkan menggigit nipple Yoongi, membuat sang pemilik merasa kesakitan namun nikmat secara bersamaan.

"Babyhh.. kau begitu indah"

Jimin menatap pemandangan kekasihnya yang menurutnya sangat cantik. Dan apa kalian tahu bahwa kebanggaan milik Jimin sudah sangat begitu keras dan tegang.

"Jiminhh ahh jebalyeohh ahh ahh fasterhh.."

Jimin terus mengeluar masukan jarinya di dalam manhole Yoongi, dengan sangat bersemangat karena perintah dari kekasihnya, yang terlihat sangat menikmati setiap sentuhan yang ia berikan.

"Jimmhh ahh aku ingin ahh.."

Yoongi menggelengkan kepalanya ke kiri dan kekanan dengan sangat cepat, menandakan dirinya sebentar lagi akan mencapai puncak kenikmatannya. Namun hal itu sirna sudah, karena Jimin dengan jahilnya mengehentikannya dan mengeluarkan jarinya dari manhole Yoongi. Membuat Yoongi menatap Jimin dengan tajam.

"Berengsek, apa yang kau lakukan Park"

Jimin terkekeh melihat kekasihnya yang begitu marah karena kelakuannya. Yoongi bangkit dan mendorong tubuh Jimin hingga terbaring, Yoong mendudukan dirinya di perut berotot milik kekasihnya.

"Apa yang akan kau lakukan baby?" Jimin menatap kekasihnya dari bawah, Tangannya meraih Junior Yoongi yang menegang dan dadanya naik turun. Membuat libido seorang penggila sexs ini naik level.

"Diamlah bodoh, kau membuatku gagal klimaks" Yoongi mendelik ke arah Jimin, namun detik itu juga Yoongi mengangkat tubuhnya. Ia menggesekan manholenya ke Junior kekasihnya, mendesah dengan tujuan untuk menggoda Jimin. Bibirnya ia jilat dengan sangat sexy. Mata yang sayu itu membuat Jimin tak tahan untuk menerkam Yoongi saat itu Juga.

Yoongi menurunkan tubuhnya, memasukan milik Jimin ke manholenya. Ia meringis pelan, namun akhirnya mendesah saat milik jimin telah sepenuhnya berada dalam dirinya.

"Yoongi-ahh kau pintar shh" Jimin mengocok junior kekasihnya, bermaksud untuk memberikan Yoongi kenikmatan yang lebih dan membuatnya semakin menjerit akibat kenikmatan yang sangat liar.

"Ahh Jiminn shh.. Kau besarhh" Yoongi mulai menaik turunkan tubuhnya. Bibirnya tak hentinya meracau, memuja kebanggaan Jimin yang begitu nikmat dan sangat memanjakan manholenya yang semakin mengetat.

Yoongi semakin keras menghentakan tubuhnya pada Jimin, Jiminpun dengan kekuatan tangannya membantu yoongi untuk bergerak di atasnya.

"Jimin ahh... aku shhh lemashh.."

Yoongi melambatkan gerakannya saat kakinya sudah sangat kaku.

Jiminpun akhirnya membalikan posisi mereka kembali. Kaki Yoongi ia lingkarkan di pinggangnya, setelah itupun Jimin menumbuk lubang Yoongi dengan sangat kuat. Menikmati setiap hentakan yang ia buat. Juniornya serasa di remas kuat oleh yoongi di dalam sana.

"Jiminhh ahh johayeo ahh yeah disanah.. Janganhh berhenti ahh"

Yoongi ikut menggerakan tubuhnya berlawanan arah dengan Jimin. Klimaksnya akan datang sebentar lagi dan ia begitu bernafsu saat ini, karena melihat bagaimana Jimin bergerak di atasnya, menungganginya dan memuji tubuhnya. Sungguh Yoongi di buat mabuk oleh Jimin.

"Kau sangat cantik yoongi-ah shhh aku mencintaimu"

"Yeahh Jiminhh aku juga ahh mencintaimu"

Jimin terus menumbuk dan menghujamkan Juniornya pada prostat milik kekasihnya. Membuat sang submisive menjerit-jerit karena sensasi nikmat yang luar biasa mereka rasakan.

Tangan yoongi merambat untuk menyentuh miliknya sendiri, namun hal itu di cegah oleh kekasihnya karena pada akhirnya, Jiminlah yang membelai dirinya. Dengan sentuhan-sentuhan memabukannya.

"Jiminhh ahh daddy... Fuck ahh so hot.. Ahh daddh fasterhh, fuck me so harder daddh ughh.."

Badan Yoongi semakin tersentak sentak, bersamaan dengan ranjang mereka yang berdecit karena gerakan Jimin yang semakin menggila. Yoongi yang telah di lingkupi oleh nafsu pun, menggerakan pinggulnya dengan arah berlawanan. Bahkan ia menggoyang-goyangkan pantatnya.

"Yoongi-ahh agghh kau semakin ketathh babyhh. Kau lebih nikmathh dari sshh lubang virgin.."

Jimin memejamkan matanya, menikmati setiap cengkraman yang seolah pijatan yang sangat hebat. Juniornya semakin keras dan bengkak di dalam lubang Yoongi. Tangannya ia gunakan untuk meremas pantat milik kekasihnya yang sedang ia pegang. Sungguh kenyal dan menggemaskan.

"Kau hebathh jimhh ah itu ohh godhh.."

Tubuh mereka semakin bergetar saat dirasa kenikmatan akan segera datang. Yoongi menarik pundak Jimin dan menabrakan bibir mereka. Menghisap rakus, seolah mereka lupa daratan. Begitu terbuai dengan tubuh masing-masing.

"Jimhh cum, cum aghhh"

Yoongi berhasil mengeluarkannya, mengenai perut jimin dan dirinya sendiri. Setelah itu, Jimin menyusul dan mengeluarkan cairannya di dalam tubuh kekasihnya. Jimin ambruk di atas yoongi, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher milik namja putih itu. Mereka mengatur nafas dan terkekeh bersama.

"Jiminnie.."

Yoongi mengeluarkan suara seraknya karena sudah mendesah setelah hampir dua jam lebih percintaan mereka. Membuat Jimin tersenyum jahil mendengar suara kekasihnya.

"Waeyeo eum?"

Jimin menggesekan hidungnya di perpotongan leher kekasihnya, tak lupa dengan lidahnya yang bermain main di permukaan kulit Yoongi.

"Fuck me again daddy.."

"Again?"

"Humm, nde!"

"Dengan senang hati"

Dan merekapun kembali berciuman panas dan kembali menikmati satu sama lain. Selagi mereka masih kuat, mereka terus melakukannya lagi dan lagi. Tak memperdulikan waktu yang seharusnya mereka gunakan untuk sarapan hingga makan siang. Sungguh pasangan yang sedang dimabuk cinta.

.

My Boyfriend Cassanova

.

"Hoseokie, kau yakin akan meninggalkan korea bersama eomma?" sang ibu kini bertanya pada anaknya. Mengelus surai sang putra tunggal dengan begitu lembut untuk mengalirkan kasih sayang seorang ibu pada anaknya.

"Aku yakin eomma, aku tak ingin Jimin melihatku serapuh ini. Dia kebahagiaanku eomma, dan sekarang Jimin telah bahagia bersama Yoongi. Jadi aku ingin pergi dari mereka." Hoseok menundukan wajahnya, air matanya perlahan mengalir begitu deras di matanya.

"Baiklah kalau begitu hari ini kita akan pergi ke singapura, di sana ada sebuah rumah sakit ternama yang bisa menyembuhkan penyakitmu. Kau harus tetap hidup sayang, jangan tinggalkan eomma begitu saja."

Hoseok tersenyum dan menganggukan kepalanya.

"Eomma, aku ingin menitipkan surat ini pada Jimin. Tapi berikan ini padanya setelah aku sudah pergi" Hoseok memberikan kertas berwarna putih itu pada ibunya. Iapun tersenyum kembali dan memeluk ibunya.

'Meskipun rasanya terlalu sulit untuk meninggalkanmu, tapi aku ingin kau bahagia meskipun kebahagiaanmu bukan diriku'

.

"Jimin-ah kau bau, cepat mandi dan antarkan aku ke rumah eomma" Yoongi berkacak pinggang melihat kekasihnya yang masih tertidur, bahkan kini jam telah menunjukan pukul tujuh sore.

"Kau berisik baby, diamlah. aku masih mengantuk"

Yoongi mendengus ketika melihat Jimin menarik selimutnya, menutupi kepalanya agar tak mendengar celotehan Yoongi.

"Yaak Park pabbo, cepat mandi setelah itu antar aku ke rumah."

"Tenang saja sayang aku akan bertanggung jawab dan menikahimu"

"A-apa kau bilang?"

"Kau berniat mengenalkanku sebagai calon suamimu pada eommamu kan?" Jimin menatap Yoongi yang berada tak jauh di hadapannya.

"PABBO.. JIMIN KITA MASIH SEKOLAH"

"Tenang saja Yoon, aku akan bertanggung jawab atas bayi kita" kata jimin dengan entengnya.

"Sialan kau park, aku ini namja"

"Tapi kau terlalu cantik seperti bidadari"

"Berengsek, park aku membencimu"

"Aku juga sangat mencintaimu Park Yoongi"

Bugh

"Aduh"

Malam itupun mereka habiskan dengan pertengkaran kecil dan pasti akan berujung dengan desahan dari sang submisive. Meskipun Yoongi seseorang yang kasar, namun ia akan begitu lemah jika berada di bawah kendali Jimin. Sungguh Jimin memiliki daya tarik yang kuat hingga bisa membuat Seorang Min Yoongi jatuh cinta padanya.

.

Hoseok Letter:
To : Park Jimin & Min Yoongi
"Jiminnie, apa kau akhirnya bahagia dengan pilihanmu? Ku harap jawabanmu adalah ya, karena aku disini merelakanmu untuk kebahagiaan dirimu. Kau harus tau, bahwa aku Jung Hoseok, sangat mencintai Park Jimin dengan sepenuh hatiku. Apapun akan aku lakukan untuk membuat pujaan hatiku ini bahagia. Kau yang selalu menjadi impianku, aku sangat berharap kau selamanya bahagia berada di sisi Yoongi. Terima kasih untuk semuanya.

Dan untuk Min Yoongi, aku harap kau bisa menjaga Jimin untuku. Jangan sampai ia menjadi playboy lagi, jika kau tak berhasil aku akan merebut Jimin darimu.

Semoga bahagia Jiminnie, yoongi-ah'

.

.

.

End

.

.

Apa ini woy? Haha mengecewakan? Oh haha iya maaf, setelah jim fikir fikir emang bener sih ff ini udah ngebosenin jadi yaa mending di udahin aja yak. Kalo ada waktu jim bikin seriesnya deh hehe dan kalo ada yang mau itu juga. Jim punya project ff lagi yang judulnya "Jimin seme or uke" haha itu sebenernya ff pernah aku post di grup ff yaoi bts di facebook tapi belom kelar jadi pen di kesiniin aja meskipun alurnya kek beda hehe.

Makasih ya untuk para reader yang selalu setia ngasih repiew buat ff ini yang meskipun banyak banget kekurangannya dan ga memuaskan. Jim author baru, jadi yea maafin lah ya kkk /bowing/ ehh iya gimana yang udah liat ig renpndi? Udah tau kan muka aku kaya gimana? Buahahaha koment dong atau dm gitu biar kita bisa deketan eaak.

Thanks semuanya.

See You next time