The Tale of Uzumaki Naruto
.
Chapter 10: The Second Chuunin Exam!
.
Naruto, Sasuke, dan Tobi kini berada di depan sebuah kawasan yang bisa dibilang menyeramkan.
"Area 44, Hutan ini bisa dibilang hutam kematian." Ucap pengawas tes Ujian Chuunin kedua, Anko Mitarashi dengan penuh seringaian. "Kalian bisa melihatnya nanti di dalam kenapa hutan ini dipanggil hutam kematian." Lanjutnya masih dengan seringaian yang terpampang di wajahnya.
Semua muridpun bergidik ngeri, terkecuali Arata, Gaara, dan Tim Naruto. Arata memandang hutan ini dengan tatapan malas. "Kesan pertamaku saat melihat hutan ini, gelap." Gumam Arata pelan. Dan gumaman itu dapat terdengar jelas di telinga Anko Mitarashi.
"Hoo nak, kau sama sekali tidak takut sepertinya." Ucap Anko sambil memandang Arata. Arata balas menatapnya dengan tatapan malas.
"Untuk apa takut, hm?" Ucap Arata disertai pandangan menyebalkannya itu.
"Walaupun kau anak dari Hokage sekalipun, aku tidak bisa menjamin kau masih akan hidup setelah tes selesai," Anko menyeringai kemudian merogohkan sakunya dan melempar kunai ke arah Arata. Dengan reflek, Arata dapat menghindar lemparan kunai Anko tanpa mengeluarkan kedua tangannya dari saku jaketnya. "Reflek yang bagus." Ucap Anko yang melihat reaksi Arata.
"Baiklah, akan kujelaskan testnya," Ucap Anko, setelah itu ia mengeluarkan secarik kertas dari sakunya. "Tapi sebelumnya, kalian harus menandatangi kesepakatan ini. Karena akan ada kematian nanti. Hehehe..." Lanjut Anko dengan cengirannya. Para pesertapun hanya sweatdrop dan menandatangi kesepakatan itu.
"Baiklah," Anko menarik nafasnya. "Jumlah kalian ada 78 jadi pasti ada 26 tim. Kalian akan bekerja dengan kelompok kalian." Ucapnya. "Sebelumnya, aku akan jelaskan tentang Area 44 atau bisa dibilang Hutan Kematian ini." Anko menjelaskan. "Ada 44 pintu gerbang disini. Lalu, di tengah hutan sana ada sungai dan sebuah menara. Dari menara ke gerbang kira-kira 10 kilometer." Jelas Anko setelah itu ia mengeluarkan dua buah gulungan. "Satu tim akan mendapatkan salah satu gulungan ini. Gulungan Surga dan gulungan Bumi. Jadi, 13 Tim akan mendapatkan gulungan Surga dan 13 lainnya akan mendapatkan gulungan bumi. Tugas kalian adalah mendapatkan kedua gulungan dengan cara mengambilnya dari tim lain dalam cara apapun, termasuk bertarung. Dan," Anko memberi jeda sedikit, "Tidak ada peraturan. Kalian dipersilahkan saling membunuh." Ucapnya dengan seringaian di wajahnya. Dan sekali lagi, para murid dibuat bergidik ngeri. "Setelah mendapatkan kedua gulungan, kalian harus ke menara itu dan menunggu tim lain. Waktu kalian 5 hari."
'Jadi secara otomatis ujian ini hanya menyisakan 13 Tim.' Pikir Arata.
'Entah kenapa aku merasa pengawas ujian ini menyeramkan..' Batin Naruto sambil menatap Anko dengan pandangan ketakutan.
Dan, para peserta dan timnya pun berjalan ke salah satu dari dua pondok untuk menerima gulungan itu. Naruto, Atau bisa kita sebut Akano, mendapat guglungan Surga. Dan merekapun kini berjalan ke gerbang nomor 22 dan menunggu disitu sampai gerbang itu dibuka oleh pengawasnya.
"Hutan ini.. menyeramkan." Gumam Naruto dengan pandangan horror pada hutan di depanya itu.
"Memang menyeramkan. Aku juga ikut test di hutan ini waktu ikut test Ujian Chuunin bersama kalian." Ucap penjaga gerbang tersebut dengan ramah.
"Hn." Balas Sasuke dan Naruto pada penjaga gerbang Area 44 dengan dingin karena ia orang Konoha yang notabene mereka benci.
Dan bunyi belpun berdering, penjaga gerbang itu membuka pintunya, Naruto, Sasuke dan Tobi langsung melesat kedalam.
"Yosh, baiklah. Membunuh tidak apa-apa kan?" Ucap Naruto dengan nada santai.
"Hn. Kini kita harus ke arah sungai dulu." Sasuke memberi saran. Tobi memandangnya dengan bingung.
"Untuk apa?" Tanyanya.
"Agar lebih mudah ke menara. Sungai dan menara ada di tengah kata pengawas itu. Kalau sudah begitu, kita tinggal mengikuti aliran sungai untuk menuju ke menara lalu mengambil gulungan Tim lain yang kita temukan di jalan." Jelas Sasuke. Kedua rekan satu timnya pun mengangguk.
Sementara itu, di tempat yang lumayan jauh dari tempat Ujian Chuunin dilaksanakan, Sasori, kini tengah berjalan tanpa arah karena bosan. 'Tch. Aku bosan.' Batinnya. Iapun berjalan tanpa arah.
"Jadi, kapan kita menyerangnya, Baki?"
Suara itu terdengar di teinga Sasori. Ia sangat mengenal suara itu. 'Orochimaru.' Pikirnya. Ia tahu suara itu. Suara orang yang mengkhianatinya. Sasori dan Orochimaru dulu menjalin kerja sama, tetapi, Orochimaru mengkhianatinya. Dan sampai saat ini Sasori menyimpan dendam pada Orochimaru. 'Untuk apa ular itu ada disini, huh?' Tanyanya dalam hati.
Iapun berjalan untuk mencari ke asal suara. Dan iapun menemukannya. Laki-laki yang ia benci, dan seorang Jounin berhitai-ate Sunagakure, desa yang ia benci. Sasoripun bersembunyi dan mendengarkan percakapan dua orang itu diam-diam.
"Test terakhir ujian Chuunin ya. Jadi, apa rencananya?" Terdengar suara Orochimaru. Sasori kembali mendengarkan percakapan itu dengan kecurigaan.
"Belum tersusun. Tapi aku akan mengandalkan Gaara, dan membuat Shukaku bangun." Jawab lelaki di samping Orochimaru. 'Shukaku? Itukan Jinchuuriki ekor satu. Sudah kuduga Suna akan membawanya ke ujian Chuunin ini.' Batin Sasori.
"Sepertinya kita kedatangan tamu." Ucap Orochimaru dengan nada meremehkan. Sasori hanya sedikit terkejut mendengarnya. 'Huh, jadi aku sudah ketahuan ya?' Batin Sasori dalam hati sambil menyeringai.
"Aku akan mengurusnya." Ucap Baki, pria yang ada di samping Orochimaru.
Dan, Sasoripun keluar dari tempat persembunyiannya, "Yare yare.. Aku sudah ketahuan ya. Kau masih hebat eh, Orochimaru?" Sasori menyeringai ke arah Orochimaru dan tentunya dalam wujud Sora.
"Nada bicara itu.. Kau masih saja terdengar sombong," Ucap Orochimaru sambil memandang ke arah Sasori. "Akasuna no Sasori." Lanjutnya dan tentunya membuat Baki kaget. "Kemampuan menyamarmu bagus juga. Aku sampai tidak menyadari bahwa itu kau sebelum aku mendengarkan nada bicara menyebalkanmu itu." Ketus Orochimaru.
"Kau Akasuna no Sasori?! Kau tidak akan bisa pergi!" Ucap Baki dengan nada tinggi pada Sasori. Sedangkan Sasori memandangnya dengan tatapan meremehkan.
"Orang-orang Suna masih saja tidak sabaran, eh?" Ujar Sasori dengan nada meremehkan. "Ini di negri tetangga. Aku tak ada urusan denganmu. Dan, kau akan terbunuh jika melawanku satu lawan satu." Sasori tersenyum meremehkan pada Baki. Sedangkan Baki hanya bisa menahan kesal. Sasori benar.
"Jadi, apa urusanmu disini, Sasori? Tugas dari Akatsuki itu kah?" Tanya Orochimaru sambil memandang Sasori dengan seringaian di wajahnya.
Sasori agak terlonjak kaget, "Kau sudah tahu, huh? Aku tak akan segan-segan membunuhmu." Ucap Sasori dengan tajam.
"Dilihat dari ekspresi mu itu, sepertinya informanku belum ditemukan, eh?" Ororchimaru memandang Sasori dengan tatapan kemenangan. "Sepertinya tugasmu juga tak jauh-jauh dari rencanaku dan Suna. Ingin bergabung, Sasori?"
"Sepertinya kau wakil dari Otogakure, ya? Hm. Ya. Aku memang diutus oleh ketua untuk membantu rencana Oto dan Suna." Ucap Sasori sambil menyeringai.
.
Kembali ke Area 44, atau hutan kematian. Kini, Arata, Sai, dan Sakura masih berjalan tak tentu di hutan kematian. Mereka sedang mencari Tim dengan gulungan Surga karena mereka mempunyai gulungan Bumi. Sampai akhirnya, tiba-tiba saja mereka diserang oleh Tim yang dilihat dari pelindung kepalanya, berasal dari Otogakure.
"Fufufu.. Anak dari Hokage ke-4. Uzumaki Arata. Aku penasaran denganmu," Ucap seseorang lelaki yang memakai perban putih di sekujur kepalanya dan sebuah 'benda' di tangan kanannya.
"Sepertinya kau mempunyai gulungan Bumi. Kebetulan sekali." Ucap seseorang di samping laki-laki tadi dengan nada meremehkan.
"Cepat selesaikan ini, Zaku, Dosu. Aku tak ingin berlama-lama." Ujar satu-satunya perempuan dalam kelompok itu.
"Aku memang berencana langsung menghabisinya. Sepertinya aku harus minta maaf pada Hokage." Jawab Dosu dengan nada meremehkan.
Sai, Naruto dan Sakurapun memandang tajam Tim yang ada di depannya. Arata langsung saja membuat handseal, "Tajuu Kagebunshin no Jutsu!" Ucapnya dan kini terbentuk 100 klon Arata. Aratapun tersenyum puas.
Sementara itu, Dosu, Zaku, dan Kin memandang klon Naruto masih dengan tatapan yang sama. "Jumlah tidak akan berarti bagi kami." Ucap Zaku meremehkan.
100 Klon Aratapun langsung mengarah ke mereka bertiga. Mereka bertiga terlihat tenang-tenang saja. Zaku merentangkan kedua tangannya, "Zankuuha!" Ucapnya dan kemudian dari telapak tangannya keluar gelombang supersonic, yang membuat beberapa klon Naruto menghilang.
Sementara Para Trio dari Oto itu melawan Klon Arata, Arata, Sakura dan Sai bersembunyi. Setelah klon Arata menghilang semua, kini para Trio itu mulai mencari Arata.
"Kabur, huh? Pecundang." Ejek Zaku.
Sementara itu, di balik semak-semak, Sai mengeluarkan gulungan dan menggambar ular di gulungan itu. 'Chouju Giga!' Batinnya dan ular itupun keluar dan menyelinap ke arah Zaku, Dosu, dan Kin. Dan, 3 buah ularpun menyelinap ke arah mereka dan mengikat kaki mereka. Mereka kaget, dibalik semak-semak, Arata muncul dan berlari ke arah Zaku untuk menyerang Zaku. Zaku tak tinggal diam, ia merentangkan tangannya ke arah Arata.
"Zankuuha!" Ucapnya dan mengeluarkan gelombang angin yang menghantam Arata.
"POF" Arata menghilang. 'Bunshin?!' Pikir Zaku kaget. Arata muncul dari belakang dan langsung menendang punggung Zaku, Zaku terlempar. Sementara itu Dosu dan Kin hanya bisa melihat temannya itu karena kaki mereka terikat.
'Jadi dia memakai bunshin untuk mengalihkan perhatian Zaku, sementara tubuh aslinya menyelinap kebelakang untuk membuat opening...' Batin Dosu. Dosupun membuat gelombang suara super tinggi dan membuat ular yang mengikat kaki mereka menjadi lemah dan turun. Tanpa basa-basi, Dosu langsung mengayunkan tangannya ke Arata, Arata bisa menghindar.
"!" Arata kaget. Kupingnya terasa sakit padahal ia bisa menghindari serangan Dosu, akibatnyapun Arata jatuh tersungkur.
Sementara itu, Sakura dan Sai keluar dari tempat persembunyian, Sai langsung menggambar dua buah ular dan tiga buah singa. "Chouju Giga!" Ucapnya dan dua buah ular dan tiga buah singa keluar dari sana. Sementara dua buah ular itu mengikat tangan dan kaki Zaku, tiga buah singa melawan Dosu dan Kin.
Sementara itu, Arata masih jatuh tersungkur. Arata membuat handseal, "Suiton: Hahonryuu!" Ucapnya sambl merentangkan tangannya ke arah Kin. Dan dari tangannya pun keluar air yang menghantam tubuh Kin sehingga Kin jatuh tersungkur. Arata berdiri dengan susah payah, setelah itu dia menatap Dosu dengan senyum penuh kemenangan. "Tinggal satu." Ucapnya pelan.
Dosupun langsung melesat ke arah Arata, dan ingin mengayunkan tangannya lagi, sebelum dapat mengayunkan tangannya, Arata menangkap tangan Dosu, kemudian memelintirkannya dan melemparnya. Dosu terlempar ke atas, Arata membuat handseal, "Doton: Ganban Kyu!" Ucapnya dan seketika ada dua buah batu besar yang dikendalikan olehnya, dan dua batu itu menabrak Dosu dari arah yang berlawanan. 'Dia bisa mengendlikan dua elemen?!' Batin Dosu kaget.
Arata mendekat ke arahnya dan mengambil gulungan Surga dari Dosu. Arata, Sai dan Sakurapun pergi secepatnya dari sana.
Arata melompati dahan-dahan pohon sambil memegang kupingnya yang sakit. "Arata-kun, kau tidak apa-apa?" Tanya Sakura khawatir.
"Ah tidak.. Kupingku hanya sedikit sakit karena serangan tadi.." Jawab Arata disertai senyuman di wajahnya.
"Lebih baik kita istirahat dulu.' Sela Sai yang juga khawatir pada keadaan Arata.
"Ah tidak usah.." Ucap Arata yang tidak mau merepotkan kedua rekan satu timnya itu.
"Harus, Arata-kun. Lagipula kita sudah mendapat dua gulungan dan sebentar lagi menjelang tengah malam.." Ucap Sakura. Aratpun mendengus pasrah dan istirahat.
.
Sementara itu, Naruto, Sasuke dan Tobi kini sedang berhadapan dengan 3 ninja dari Kusagakure. Mereka masih tampak belum memulai pertarungan.
"Kalian punya gulungan surga. Cepat serahkan pada kami jika kalian tidak mau mati." Gertak orang yang paling depan, sepertinya pemimpin mereka.
"Coba saja kalau bisa bunuh kami." Ucap Sasuke enteng. Sasuke menutup matanya perlahan, kemudian membukanya 'Mangekyou Sharingan!' Batinnya mengaktifkan Eternal Mangekyou Sharingan di matanya, dan matanya berubah menjadi warna merah. Ia menatap mata orang yang paling depan yang terlihat seperti pemimpin mereka, 'Tsukuyomi.' Batinnya dan orang itu masuk dalam dunia ilusi.
Orang itu ada di dunia ilusi, kini badannya diikat pada sebuah tiang dan terlihat Sasuke dalam wujud Hayate yang sedang memegang sebuah pedang. "Waktumu 72 jam." Ucap Sasuke dingin dan langsung menusuk perut orang itu.
"UWAAAA!" Teriak orang itu di dunia nyata dan langsung ambruk ketika Sasuke melihat ke arah matanya. Dua rekan satu timnya pun menatap mereka dengan agak heran dan takut.
"Sekarang giliranku, Sasuke." Ucap Naruto yang ada di samping kiri Sasuke sambil tersenyum. Matanya berubah menjadi warna merah pertanda bahwa ia mengaktifkan Rinnegan. Ia merentangkan tangan kanannya ke arah orang yang ada di samping pemimpin mereka yang ambruk. 'Bansho Tenin.' Batin Naruto mengucapkan nama jurusnya, seketika orang tadi tertarik ke arah Naruto, Naruto mencekiknya dan langsung membantingnya ke tanah dan membuatnya pingsan seketika.
Orang yang terakhir bergidik ngeri melihat kemampuan Sasuke dan Naruto yang sudah mengalahkan temannya dengan sekali serangan. "A-aku akan menyerahkan gulungan kami." Ucapnya dengan nada gugup, ia pun mengeluarkan gulungan Bumi dari kantungnya dan langsung melemparnya pada Sasuke.
"Yuhu!" Teriak Tobi kegirangan. Sasuke hanya diam dan Naruto memandang Tobi sambil sweatdrop.
Sasukepun mengambil gulungan itu, "Ayo kita pergi, Akano, Rin." Ucap Sasuke dingin dan langsung melesat ke arah lain diikuti oleh Naruto dan Tobi.
.
Sementara itu, keadaan Tim Guy, alias Neji, Lee dan Tenten kini sedang duduk beristirahat. "Malam hari. Musuh akan istirahat, sesuai rencana, kita akan menyerang mereka pada malam hari." Ucap Neji, kemudian ia menancapkan kunainya di tanah. "Kita mencari sebuah tim yang lengah, jika sudah menemukannya, jangan menyerang dulu. Kita bertemu lagi di sini." Lanjutnya. Mereka beritga berdiri. "Bubar." Dan semuanya pun langsung berpencar.
Neji kini melompati dahan-dahan pohon, mencari sebuah tim. Iapun menemukan sebuah Tim yang memakai pelindung kepala Konohagakure yang sedang beristirahat. "Tim 7. Arata Uzumaki, Sai, dan Sakura Haruno." Gumamnya. Iapun memakai Byakugan untuk mendeteksi apakah mereka mempunyai gulungan yang ia incar atau tidak. "Mereka telah berhasil mendapatkan keduanya ya. Lumayan hebat juga mereka." Neji menyeringai. Iapun kemudian kembali melesat ke tempat yang dijanjikan setelah 30 menit.
Dan disana ia menemukan Lee, dan kemudian Tenten yang beberapa menit kemudian muncul. "Aku sudah menemukan Tim yang kita cari." Ucap Neji dengan senyuman di wajahnya. Lee dan Tentenpun juga ikut senyum dan kemudian Neji dan Timnya mengarah ke tempat Tim Arata.
Mereka sampai disana, tanpa rencana, mereka langsung menyerang, Sai yang ditugas jaga malampun harus melawan Tim Neji.
"Serahkan gulungan kalian. Aku tahu kalian sedang dalam keadaan yang buruk." Ucap Neji sambil menyeringai.
Sai diam, ia mengeluarkan gulungannya dan langsung menggambar dengan cepat, "Chouju Giga!" Ucapnya dan keluar tiga buah singa. Tenten mensummon gulungan dan langsung menyerang singa-singa itu dengan ratusan senjata dan akhirnya mereka lenyap. Lee dengan kecepatan yang sangat cepat menuju ke arah Sai dan langsung menendang Sai sampai terpental.
"Uhuk.." Sai mengeluarkan darah.
Arata dan Sakura yang memang tidak tidur hanya bisa terpaku melihat Sai yang dikalahkan dengan mudah. Arata bangkit, walaupun gendang telinganya masih sakit, ia mencoba melawan Neji. "Kau ingin dapat gulungan, huh? Lewati aku." Ucap Arata sambil menahan sakit di telinganya. Kepalanya kemudian menoleh pada Sakura, "Sakura, jaga gulungannya." Perintah Arata dan disambut oleh anggukan kecil oelh Sakura.
"Sudahlah. Kau sudah lemah. Jangan memaksa atau kau mati." Ucap Neji meremehkan. Arata hanya menatapnya sedikit, tidak terpancar aura kesal.
"Huh, baiklah." Arata membuat handseal, sebelum selesai, Lee sudah muncul di hadapannya dan menendang perutnya, Aratapun terlempar menabrak pohon dan megeluarkan darah dari mulutnya. "Ahk..." Arata merintis kesakitan. Ia mencoba berdiri lagi, kemudian melempar Shuriken ke arah Lee, dan betapa terkejutnya ia ketika Lee berhasil menangkap Shuriken itu.
Sementara itu, ada tiga orang yang menatap mereka dari balik pohon dan memakai hitai-ate Amegakure. "Itu timnya Arata-nii?" Bisik Naruto pada Sasuke. Sasuke mengangguk.
"Kita tidak membantunya?" Tanya Tobi. Sementara itu Sasuke dan Naruto memandangnya heran. "Apa? Mereka kan telah baik sama kita. Tak ada salahnya membantu kan?" Lanjut Tobi. Naruto dan Sasuke mengangguk.
Dan merekapun melesat dari sana, sebelum Neji mengambil gulungan, Naruto langsung menendang Neji, Neji dapat menghindar dan melompat ke belakang.
Sakura terkejut, "Akano-san, Hayate-san, Rin-san!" Seru Sakura gembira ketika melihat ketiga orang itu di depannya memunggunginya.
"Tenang saja, Sakura-san." Ucap Naruto.
Sementara itu Neji agak kaget, "Kalian mendapatkan teman dari Amegakure ya. Hm, itu sama saja. Kudengar Amegakure hanya mempunyai ninja payah." Ejek Neji. Naruto, Sasuke dan Tobi hanya diam. Mereka juga bukan berasal dari Amegakure..
"Sebaiknya kau bilang itu kalau kau bisa mengalahkan kami." Ucap Sasuke sambil menyeringai ke arah Neji.
Naruto memandang Neji, Lee dan Tenten. "Hayate, aku akan melawan bocah Hyuuga itu. Kau lawan yang memakai baju hijau saja." Ucap Naruto. Sasuke memandang Naruto sebentar, ia tahu Naruto cukup pintar dalam urusan strategi. Iapun hanya mengangguk dan menatap ke arah Lee dengan mata Mangekyou Sharingannya yang masih aktif. 'Dia cepat. Dan daritadi hanya memakai Taijutsu..' Batin Sasuke.
"Kau ingin sok hebat dengan melawanku bocah?" Ucap Neji meremehkan. Ia langsung berlari ke arah Naruto sementara Sasuke kini sudah berhadapan dengan Lee. Neji menyerang Naruto, mencoba menutup aliran chakranya. Tetapi tanpa disangka Naruto bisa menghindari semuanya dengan mudah dan malah dengan senyuman di wajahnya. Senyuman ejekan.
"Hanya itu kemampuan klan terkuat di Konoha setelah Uchiha?" Ejek Naruto. Neji menggeram kesal. 'Dengan Rinnegan aku bisa membaca seluruh gerakannya dan aliran chakranya. Ia bermaksud untuk menutup salah satu aliran chakraku..' Batin Naruto. Ia kembali melihat Neji ingin menyerangnya, Naruto kembali dapat menghindar dengan mudah.
Neji membuat sebuah ancang-ancang dan terlihatlah Naruto dalam area Yin Yang Neji. "Kau sudah dalam areaku." Neji menyeringai, "Eight Trigrams: 64 Pukulan!" Ucapnya sambil mencoba memukul dan menutup 64 aliran chakra Naruto dengan sangat cepat.
Naruto agak kesulitan untuk menghindar, akhirnya ia merentangkan tangannya ke arah Neji, 'Shinra Tensei.' Batinnya dan Neji langsung terpental dan menabrak pohon, dari mulutnya ia memuntahkan darah yang sangat banyak.
"Ahk.." Neji menahan sakitnya. 'Jurus apa itu...' Pikirnya.
"Neji!" Teriak Tenten yang khawatir pada Neji.
"Hey, lawanmu aku." Ucap Tobi.
Tenten menggeram kesal, ia mensummon gulungan kertas lagi dan dari gulunga kertas itu keluar ratusan senjata yang mengarah pada Tobi. Dan betapa terkejutnya Tenten ketika melihat semua senjatanya tembus melewati Tobi tanpa luka sedikitpun. 'A-apa?!' Batinnya kaget. Dan kemudian Tobi masuk kedalam tanah. Tenten berjaga-jaga. Dan kemudian Tobi muncul di belakang Tenten dari balik tanah dan memukul tengkuk Tenten dan mengakibatkan Tenten pingsan.
Sementara itu, Lee dan Sasuke daritadi hanya diam saja. Lee memandang kedua temannya dengan khawatir. Ia dengan gerakan cepat menendang Sasuke, Sasuke dengan mudahnya menghindar, Lee terus menyerang Sasuke dengan Taijutsu super cepat dan Sasuke bisa menghindari semuanya. 'Aku harus memakai Lotus.' Pikir Lee. Dan beberapa detik kemudian ia muncul di depan Sasuke dan menendang dagu Sasuke dari bawah, Sasuke yang tahu apa yang dilakukan Lee hanya diam saja untuk melihat kemampuan Lee. Sasuke pun terlempar ke atas. Dan Lee langsung muncul di belakang Sasuke, tetapi ia terkejut karena tiba-tiba saja Sasuke menghilang dan muncul di belakangnya, dan Lee kembali terkejut ketika Sasuke mengikat Lee dengan perban dan menghantam tubuh Lee kebawah, seharusnya ia yang memakai jurus itu.
"Ukh.." Lee meringis kesakitan. 'Bagaimana bisa dia tahu jurusku?' Lee bertanya-tanya dalam hati.
Naruto menghampiri Arata, kakaknya yang terduduk lemas dan memuntahkan darah. "Hey kau tidak apa-apa? Akan segera ku obati." Ucap Naruto. Ia kemudian merangkul kakaknya itu dan membawanya ke tempat Sai dan Sakura, ia membaringkan tubuh kakaknya di samping tubuh Sai. Sementara itu Tim Neji masih terbaring lemah.
"Terimakasih!" Ucap Sakura.
.
Tiga hari kemudian...
Ujian Chuunin sudah hampir selesai, kini Tim Naruto sudah mengumpulkan kedua gulungan dan kini sudah berada di menara, mereka membuka gulungan itu. Dan tiba-tiba muncul seseorang dari balik asap.
"Yo." Sapa orang itu.
'Rambut biru.. seragam Jounin.. Sasori? Kenapa dia ada disini?' Batin Naruto.
"Kenapa kau ada disini?" Tanya Sasuke pada Sasori.
"Aku memang telah disuruh untuk menyambut kalian. Dan, selamat, kalian sudah melewati tes ujian Chuunin ke dua." Ucap Sasori datar. Sementara ketiga muridnya juga diam saja, tak terpancar. "Haah.. Berbahagialah sedikit.." Sasori memandang muridnya itu malas. "Dan, satu jam lagi tes ujian Chuunin ketiga akan dimulai. Bersiaplah. Sekarang kalian istirahat dulu. Ikuti aku." Ucap Sasori dan langsung berjalan ke sebuah ruangan bersama ketiga muridnya itu.
Setelah masuk ruangan, Sasori membuat Kekkai agar pembicaraan dan apa yang mereka lakukan tidak diketahui.
"Ada apa, Sasori? Sampai kau memakai kekkai, berarti ini penting." Ucap Sasuke sambil menatap tajam ke Sasori.
"Aku sudah melakukan pembicaraan dengan wakil Oto dan Suna. Dan benar, mereka akan menyerang. Kita hanya membantu." Jelas Sasori. Dan senyum berkembang di wajah Naruto.
"Akhirnya Konoha hancur juga. Lalu, apa rencananya?" Tanya Naruto.
Sasori tersenyum tipis, "Kita hanya sebagai bantuan saja. Jadi rencana yang asli ada di tangan Oto dan Suna. Dan, Suna membawa Jinchuuriki ekor satu, Shukaku." Sasori menyeringai.
"Lalu?" Tanya Sasuke.
"Tujuan kita juga sekaligus menangkap Jinchuuriki ekor satu. Informasi itu sudah kuberi tahu pada Yahiko. Lalu, mengingat kita juga bekerja sama dengan Suna, kita bisa sekaligus menangkap Jinchuuriki itu." Ucap Sasori.
"Ciri-cirinya? Dia pasti juga mengikuti ujian Chuunin, kan?" Tanya Naruto.
"Ya. Berambut merah dengan tato 'Ai' di dahinya." Jawab Sasori. Naruto agak kaget.
"Orang itu.. aku pernah melihatnya." Ucap Naruto.
Sasori mengangguk, "Kalau begitu akan lebih mudah."
.
1 Jam Kemudian...
Tim Naruto kini tengah berbaris di hadapan Hokage bersama beberapa Tim lain yang lulus. Mereka kini tengah mendengar penjelasan Hokage tentang mengapa ujian Chuunin dilaksanakan. Sampai tiba-tiba saja seseorang dengan seragam Jounin muncul. Ia adalah wasit.
"Karena ujian Chuunin ini kelebihan peserta, adakah yang ingin mengundurkan diri? Tubuh kalian mungkin tidak akan kuat untuk pertandingan ini." Ucap Hayate.
Dan ada satu orang yang mengangkat tangannya. "Aku mengundurkan diri. Tubuhku terluka parah." Ucap lelaki berambut perak itu.
"Hm.. Kau Kabuto Yakushi dari Konohagakure kan? Baiklah. Silakan keluar." Ucap Hayate. Kabuto melangkah keluar.
"Ada lagi?" Tanya Hayate. Semuanya diam.
"Baiklah. Akan kujelaskan ujian Chuunin ketiga. Disini kalian bertarung satu lawan satu. Lalu, siapa lawan kalain ditentukan dari papan elektrik itu." Hayate menunjuk papan elektrik yang baru terbuka.
Papan elektrik itu menunjukan sebuah nama dua pserta yang akan bertarung satu lawan satu.
"Baiklah, pertandingan pertama, Akado Yoroi melawan Hayate Kurama."
To Be Continued..
Author'sNote: Uwaah... maaf kalo chapternya jelek. Author kurang bisa ngebuat adegan fighting. Ohya, mungkin part 1 ini akan selesai di chapter ke 17 atau 15, dan akan dilanjutkan ke Shipudden. Nanti akan ditampilkan misi-misi Naruto dan Sasuke, entah itu nangkep Jinchuuriki atau apa, dan juga menceritakan kekeluargaan Yahiko-Naruto-Sasuke. Lalu ntar juga ada flashback pertarungan dimana Nagato terbunuh. Fufufufu~ Last, review?
.
Next Chapter: The Third Test!
.
"Kemampuan ketiga Shinobi Amegakure itu sangat hebat. Mengejutkan..."
.
"Pertandingan selanjutnya, Rin Nazuki melawan Sakura Haruno."
.
"Test terakhir akan diadakan bulan depan. Bersiaplah."
.
