OH MY BABY

.

.

Cast : KaiHun with Taeoh

.

Genre Fluff, Romance

.

Rated T

.

Gabungan Oh My Baby ama We Got Married

.

Author KILLA8894

.

HAPPY READING

.

CHAPTER 8

.

Studio lantai 3 gedung KHS Entertainment

" Annyeong haseyo, kembali lagi bersama kami di acara kesayangan kalian semua, Oh My Baby. Bersama host komentator kita dari member Boyband Controversy dan juga Exo. " Celoteh Leeteuk dengan bersemangat. " Sebelum tayangan special dari Kai dan Sehun kita mulai, Suho- ssi, seperti yang kita ketahui banyak fans mereka yang menginginkan Kai dan Sehun bersatu dikehidupan nyata, bagaimana tanggapan anda tentang hal itu? "

Suho membenarkan posisi duduknya di antara Chanyeol dan Ravi sebelum mulai bicara. " Kalau aku sih... setuju saja kalau memang maknae kami bahagia dan benar benar mencintai Kai sunbae, tapi mungkin aku akan lebih senang lagi, kalau Kai sunbae lebih memilihku. "

" Andwae... " jerit Baekhyun. " Kai sunbae lebih cocok denganku. " Protesnya.

" Kai, tidak akan mau dengan bebek yang suka menjerit sepertimu. " Sela Chen.

" Yak, seperti kau tidak suka menjerit saja. " Ucap Baekhyun kesal.

" Tapi setidaknya aku tidak... "

" yakk, kalian berdua hentikan. " Sela Suho, ia melirik kesamping dan mengernyitkan dahi melihat Chanyeol yang memasang wajah cemberutnya. " Why? " tanya Suho bingung.

" Bagaimana bisa kau setega itu padaku, kau ingin Kai yang menjadi pasangan nyatamu, hei, kau lupa kau itu istrikuuuu... " ucap Chanyeol dramatis, tangannya mencengkeram dadanya dengan gaya lebay. " Disini sakit chagiya... "

" hahahaha... " Ravi yang duduk di sisi lain Suho, tertawa nyaring melihat ekspresi Chanyeol. " Suho- ya, dari pada kau bersama namja kelebihan vitamin itu, lebih baik kau bersamaku saja. " Ucapnya dan menarik tangan Suho untuk digenggam.

" Demi semua jerapah di kebun binatang, singkirkan tanganmu dari istriku. " Chanyeol menarik tubuh Suho untuk duduk dipangkuannya, matanya yang bulat melotot ke arah Ravi.

Kini giliran maknae Controversy yang tertawa terbahak bahak. " Pesonamu kalah dari caplang itu hyung... " ucapnya disela sela tawa.

Plakk

" Diam kau Moonkyu... " Ravi menggeplak belakang kepala Moonkyu. Tidak kuat sih, tapi memang dasarnya Moonkyu yang lebay, namja itu malah guling guling dilantai sambi merengek pada Taemin.

" Yak, leader macam apa kau, jangan pukul dia lagi. " Bentak Taemin yang sukses membuat Ravi terdiam.

Leeteuk yang melihat itu hanya bisa menggaruk tengkuknya dengan canggung, ia menatap ke arah kamera dan tersenyum miris. " yah, dan seperti biasa aku selalu gaggal mewawancarai mereka, baiklah dari pada melihat adegan di belakang, sekarang langsung saja kita melihat tayangan special dari kaiHun couple. "

.

.

.

.

Bandar udara Kingsford Smith, Sidney, Australia

" Welcome home... " teriak Sehun begitu menginjakkan kakinya di bandara. Wajah manis itu terlihat begitu cerah. Tentu saja, ini pertama kalinya ia kembali ke tanah kelahiran ibunya setelah empat tahun menjalani pelatihan di korea, demi kariernya sebagai seorang artis.

" Ayo sayang... kita harus bergegas. " Kai yang berdiri disampingnya dengan Taeoh di gendongan segera menggandeng tangan Sehun dan membiarkan manager membawakan koper mereka.

" Aku ingin tahu, apa reaksi mommy saat tahu bahwa anaknya sudah punya suami dan anak. " Sehun terkikik pelan, sembari mengeratkan rangkulan tangannya di lengan Jongin.

Jongin hanya tersenyum tipis, jujur saja, ia gugup ketika harus bertemu dengan orang tua Sehun. Entah kenapa ia malah merasa ini seperti benar benar nyata, seperti dirinya yang meminta izin untuk menikah sungguhan dengan Sehun.

Namja tampan itu menghela napas panjang, masih ada perjalanan 183 Km lagi bagi mereka untuk tiba di tempat tujuan, Red Point. Ia berharap saat diperjalanan nanti ia dapat berpikir dengan lancar dan mengambil keputusan yang benar.

Selama perjalanan menuju tempat tinggal orang tua Sehun, tak ada yang bicara, Sehun dan Taeoh sendiri tertidur nyenyak di samping Jongin, dan kru pun enggan menyapa Jongin yang terlihat melamun sepanjang perjalanan. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Kameramen hanya sesekali merekam ke arah ketiganya, sebelum memilih menundanya hingga mereka tiba di penthouse milik orang tua Sehun.

Setelah melewati perjalanan yang terasa begitu singkat bagi Jongin, ketiganya tiba di depan penthouse milik orang tua Sehun. sesaat Jongin mengagumi keindahan tempat itu, namun ia segera tersadar, masih ada dua bayi berbeda usia yang harus ia urus.

" Chagiya, ayo bangun sayang. " Jongin mengelus lembut pipi tembem Sehun, sesekali menariknya, berharap namja cantik yang tertidur pulas dengan posisi bersandar dipundaknya itu segera terbangun.

" Umm, Hunnie ngantuk... " rengek Sehun. namja cantik itu memilih untuk makin merapat pada Jongin.

" Kita sudah tiba dirumah sayang, ayo bangun. " Jongin masih belum menyerah.

" uhh, ini kan di rumah, yeobo... " Sehun mendongak kearah Jongin, masih dengan matanya yang enggan terbuka.

Cup

Jongin mengecup lembut bibir kemerahan itu, dan tersenyum melihat tidak ada reaksi dari Sehun, sebuah ide jahil terlintas dari pikirannya, dan namja tampan itu menunduk, makin mendekatkan wajahnya ke wajah Sehun. Dan...

" Kyaaa... "

Sehun terbangun seketika, dan namja cantik itu segera menegakkan posisi duduknya, matanya melotot ke arah Jongin yang tersenyum lebar, jemari lentiknya mengelus bibirnya yang tampak lebih memerah dari sebelumnya. " Yeobo, kenapa gigit bibir Hunnie... "

" Salah siapa sangat sulit dibangunkan, ayo sayang, jangan ngambek, kita sudah ada di depan tempat tinggal orang tuamu... "

Seketika mata Sehun terlihat berbinar. " Mommy, Daddy... "

Jongin mengangguk sembari mengambil alih Taeoh yang masih tertidur di pangkuan Sehun. ia mengecup kening anaknya dengan lembut sebelum membawanya keluar dari mobil, di ikuti oleh Sehun, tiga orang kameramen sudah bersiap merekam adegan mereka diluar mobil.

" Aku harap mommy dan daddy ada di dalam. " Gumam Sehun, ia memperbaiki letak syal yang dipakai Taeoh sebelum melangkah lebih dulu, setengah berlari tepatnya, memasuki penthouse.

Jongin hanya mengikuti dengan berjalan dengan langkah santai di belakang Sehun. ia sedikit tertawa geli, melihat kameramen yang sedikit kewalahan karena ulah Sehun.

" Mommy, Hunnie is here... " teriakan bernada cempreng itu bergema di dalam ruangan. Membuat seorang wanita cantik yang sedang duduk dengan pose elegan di kursi santai nyaris tersedak dengan minumannya.

" My baby Hunnie... " wanita cantik itu tak percaya melihat kedatangan anaknya, dahinya sempat berkerut melihat ada orang selain anaknya yang masuk dengan kamera di tangan mereka. Namun perhatiannya segera terfokus pada anaknya, dengan penuh sayang ia memeluk tubuh Sehun dan menciumi seluruh wajahnya.

" Mommy... Hunnie sudah bukan anak kecil lagi, jangan cium Hunnie... " rengek Sehun.

" Oh ya, bagi mommy, Hunnie tetap bayi mungil mommy. " Wanita cantik itu mengelus surai lembut milik anaknya.

" Tapi Hunnie kan bukan bayi lagi Mommy, Hunnie juga sudah punya baby sendiri. Oh ya, daddy mana mom... "

Gerakan jemari lentik itu di kepala Sehun terhenti, anaknya punya bayi ? " Apa maksud Hunnie, anak mommy sudah punya bayi? " raut wajah terkejut terlihat jelas di wajah cantik itu.

" Umm... " Sehun mengangguk sebelum kembali menoleh kesana kemari mencari keberadaan ayahnya. " daddy dimana mommy? "

" Daddy sedang mandi sayang, sekarang jelaskan pada mommy, bagaimana bisa kau punya baby? "

" Jadi begini mommy... " Sehun dengan semangat menarik tangan ibunya untuk duduk bersamanya di sofa, lalu menceritakan semua yang ia lakukan dari mulai ikut acara OMB hingga sekarang.

Ibu Sehun hanya bisa mengangkat sebelah alisnya lalu tersenyum geli, jadi karena acara toh ? ia kira anaknya punya bayi sungguhan. " Jadi, si Jongin ini sudah mencium anak mommy? "

Sehun mengangguk dengan polos. " Umm, Jonginie hyung, suka cium Hunnie disini. " Sehun menyentuh bibirnya dengan gerakan pelan.

" Terus Hunnie suka dicium Jongin hyung? "

Lagi lagi Sehun mengangguk. " Suka, mommy... "

Wanita cantik itu terkekeh pelan, melihat tingkah polos anaknya. " Hunnie suka dengan Jongin hyung ya, karena itu Hunnie tidak menolaknya. "

" umm, Hunnie suka Jongin hyung, hyung tampan... "

" Siapa yang sedang kasmaran hemm... apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui? " suara berat dari arah belakang Sehun membuat namja cantik itu terlonjak kaget sebelum menoleh dan kemudian tersenyum lebar.

" Daddy... "

Namja tampan yang masih terlihat begitu muda itu merentangkan tangan dan membiarkan anak semata wayangnya melompat ke dalam pelukannya.

" Hunnie kangen daddy... "

" Daddy juga kangen Hunnie. " Ayah dari Sehun itu mengangkat tubuh anaknya dan mendudukkannya di samping istrinya, sebelum ia menyusul duduk di sisi kanan Sehun. " Jadi mana pria yang beruntung itu ? Dad, ingin bertemu dengannya. "

Sehun menoleh ke arah pintu dan menemukan Jongin yang baru melangkah sampai di pintu. " itu dia... suami Hunnie... "

Sepasang suami istri itu turut menoleh ke arah pintu dan menatap ke arah Jongin yang melangkah mendekat dengan canggung. Namja tampan itu membungkukkan badannya dengan sopan kearah kedua orang tua Sehun, masih dengan Taeoh yang tertidur digendongannya.

" Omo... " ibu Sehun menutup mulutnya yang terbuka dengan jemari lentiknya. " Dia tampan, pantas saja Hunnie menyukainya... "

" kan... Hunnie bilang juga apa, Jongin hyung tampan... "

" Tapi lebih tampan ayahmu. " Jawab ibu Sehun, ia mengedipkan mata pada suaminya dan tersenyum manis.

" Mommy kenalkan ini Kim Jongin, suami Hunnie... " Sehun berdiri dari posisi duduknya dan melangkah mendekati Jongin dan berdiri di sampingnya.

" Yeobo, ini kedua orang tuaku, Daddy Jasper Oh dan Mommy Miranda... "

" Annyeong... " sapa Jongin.

" Hei, tak perlu kaku sayang, kau bisa memanggilku mommy dan memanggil daddy untuk ayah Sehun, bukankah kau suami anakku? " ibu Sehun terlihat tersenyum geli.

" Baik, mommy... " ucap Jongin, ia melangkah untuk duduk setelah dipersilahkan pasangan suami istri itu. demi Tuhan, Jongin sangat gugup sekarang, apalagi setelah melihat dan bertemu langsung dengan orang tua Sehun.

" Jadi... " Miranda memandang serius ke arah Jongin yang duduk tepat berseberangan meja dengan anaknya. " Apa kalian sudah tidur bersama? " tanyanya tanpa basa basi.

Jongin nyaris terbatuk mendengar pertanyaan mendadak dari ibu Sehun.

" Mommy, tentu saja kan Hunnie dan Jongin hyung tidur satu kamar." Ucap Sehun dengan wajah polosnya.

Miranda mendesah pelan. " Maksud mommy bukan itu Hunnie sayang, jadi bagaimana Jongin? "

Jongin menggelengkan kepalanya. " Tidak pernah mommy... " ucapnya dengan gesture kaku.

" Kenapa tidak ? aku pikir kau tergoda dengan tubuh anakku... "

Jongin nyengir, sebenarnya ya, tentu saja ia sangat tergoda dengan tubuh Sehun, tapi mereka kan hanya merupakan pasangan virtual dan Jongin tidak ingin memanfaatkan situasi.

" Aku tidak keberatan kalau kalian melakukannya. " Miranda tersenyum dengan lembut. " Aku memahami gejolak masa muda kalian, karena yah, aku juga dulu pernah merasakannya saat bertemu dengan daddy Sehun. "

" Kenapa mommy mengatakan itu? " tanya Jongin hati hati.

" Tentu saja, karena aku paham dengan apa yang kau pikirkan dan yang kau rasakan sekarang Jongina, aku tidak keberatan selama kalian melakukannya atas dasar suka sama suka. "

Jongin nyengir, ah, ibu Sehun yang bule, tentu saja pikirannya lebih terbuka dan tidak kolot. Tapi...

" Aku tak ingin melakukannya, maksudku... aku tidak ingin memanfaatkan Sehun, setidaknya belum... sampai kami mengerti perasaan kami masing masing dan menjalin hubungan... " jelas Jongin malu malu.

" Ah, aku mengerti... " Miranda mengangguk dan perhatiannya teralih pada bayi dipangkuan Jongin yang mulai menggeliat pelan, perlahan onyx hitam yang sedari tadi terpejam itu terbuka, mengerjap ngerjap sesaat sebelum kembali menggeliat dan menguap. " Cuteeeee... ya Tuhan, ini cucuku... oh my god... " Miranda segera bangkit dari duduknya dan mengambil Taeoh dari pangkuan Jongin. " ya Tuhan... aku tidak keberatan kalau dia menjadi cucuku. Liat sayang, dia begitu tampan seperti ayahnya... " Taeoh menatap ke arah Miranda dengan bingung, sebelum tersenyum manis. Dan makin membuat Miranda gemas. " Kyaaaaa... Cuteeeeee... "

" Sayang, berhenti teriak, liat bayinya kebingungan. Siapa namanya Hunnie? " Jasper memandang ke arah anaknya yang sedari tadi hanya menggigiti kuku ibu jarinya.

" Taeoh, Kim Taeoh... " Jawab Sehun, ia melambaikan tangannya pada Taeoh yang menatapnya.

" Mma... " panggil Taeoh, mengulurkan tangannya.

" No no no... Taeoh hari ini bersama grandma, no eomma... " Tolak Miranda.

Seakan mengerti kalau dia akan dipisahkan dari ibunya, Taeoh langsung menangis terisak. " Hiks... Mma... "

" Cup... Cup ... Cup... Baby... Jangan takut pada grandma... " Miranda menepuk nepuk pantat Taeoh.

" Taeoh mau makan ? Grandma punya banyak makanan untuk Taeoh. Benarkan grandma? " Jongin yang merasa kasihan pada Taeoh yang terus terisak langsung berusaha membujuk anaknya.

" Ah... Iya... " sahut Miranda. Ia sedikit takjub melihat Taeoh yang langsung menghentikan tangisannya.

" Mam... " ucap Taeoh sambil menyentuh pipi Miranda.

" Oke baby, kita akan makan. Tapi kiss dulu... "

" Mam... " Taeoh menggelengkan kepalanya.

" Kiss dulu baby... " Miranda menyodorkan pipinya yang segera di cium oleh Taeoh.

" Mam... Maaammmm... " teriak Taeoh sambil menunjuk ke arah sembarang.

" Oke... Oke... Ayo ke dapur... "

" Lalu Hunnie dan Jongin hyung bagaimana? " Tanya Sehun bingung

" Kalian bisa istirahat atau jalan jalan ke pantai dulu. Daddy akan menyusul mommy. " Jasper memeluk singkat anaknya dan mencium keningnya sebelum beralih menepuk pundak Jongin, sebelum benar benar pergi menyusul istri dan cucunya.

Sehun memandang ke arah Jongin yang balas menatapnya dengan lembut. " Kau ingin jalan jalan denganku? "

" Baiklah... "

.

.

.

.

Jongin menggenggam jemari Sehun dengan erat saat keduanya jalan berdampingan menuruni jembatan yang terbuat dari kayu. Jembatan yang menjadi salah satu akses dari Red Point yang terletak di atas kawasan bukit menuju pantai Callala yang letaknya tidak begitu jauh dari tempat itu. Mereka sengaja memilih jalan yang melintasi hutan itu untuk sekalian menikmati pemandangannya yang asri dan hijau.

" Dulu waktu kecil, Hunnie sering bilang sama mommy kalau saat besar nanti akan melewati jalan ini dengan seseorang yang tampan seperti daddy. " ucap Sehun memecah keheningan.

Jongin tersenyum. " Dan kau sudah melakukannya? "

" Tidak, sampai hari ini, Hunnie berjalan bersama dengan suami Hunnie... " jawabnya pelan. Pipinya memerah saat mengatakan kata suami.

" Omo... Apakah buah tomat matang sudah berpindah kesini... " Jongin mencubit pipi Sehun dengan gemas.

" Yeobo... " rengek Sehun. Ia memilih menutup wajahnya kedua telapak tangan.

" Aigooo... Apa istriku sedang malu... "

" Ish, jangan goda Hun... "

Jongin mengernyitkan alisnya saat Sehun tiba tiba berhenti berjalan. " Chagiya, ada apa? "

" Tali sepatu Hunnie sepertinya lepas. " jawab Sehun.

Jongin menunduk untuk melihat kearah sepatu Sehun dan benar saja salah satu ikatan talinya terlepas. Langsung saja namja tampan itu melingkarkan lengannya di pinggang ramping Sehun dengan sebelah tangannya ia mengangkat tubuh kurus itu dan mendudukkan pantat Sehun di atas pagar papan jembatan kayu itu. Setelah memastikan Sehun duduk dengan nyaman, Jongin segera berlutut dengan satu kakinya dan memperbaiki ikatan tali sepatu istrinya.

" Sekarang sudah beres. " Jongin mendongak dan tersenyum menatap Sehun.

Masih tanpa melepaskan kontak matanya dengan Sehun, Jongin perlahan bangkit berdiri. Kedua tangannya ia letakkan di kiri kanan tubuh Sehun dengan badan yang condong ke depan dan posisi wajah mereka yang sejajar.

Sehun perlahan memejamkan matanya saat Jongin makin mendekatkan wajahnya dan mengecup keningnya dengan lembut.

" Kau tau chagiya, dipertemukan denganmu di acara ini adalah hal yang paling aku syukuri sekarang. Aku tak menyangka bahwa namja sepolos dan semanis dirimu membawa pengaruh yang sangat besar untukku. Biasanya aku akan sangat mudah kelelahan saat selesai melakukan kegiatan yang padat tapi sekarang setelah mengenalmu dan Taeoh, hanya dengan mengingat kalian semua rasa lelahku hilang. "

Sehun mengerjapkan matanya dan kembali menatap wajah tampan Jongin. " Hunnie juga merasa seperti itu. " ucapnya.

( di studio sesaat terjadi kehebohan saat melihat adegan ini. )

" Apa Jongin benar benar akan menyatakan perasaannya pada Sehun? " tanya Taemin. " Jebal Jongina jangan lakukan itu, ingat kariermu dan juga dampaknya bagi grup kita. Akan sangat sulit bagi fans kita menerima kalau idolanya berpacaran dengan anggota boyband rookie. " ratapnya lagi.

Baekhyun menatapnya dengan tatapan sakit hati. " Kami memang baru rookie tapi kami juga tidak akan memanfaatkan ketenaran seseorang untuk karier kami. "

Taemin yang menyadari telah salah bicara langsung salah tingkah. " Eh, bukan begitu maksudku... "

" Bukankah di kontrak di jelaskan kalau ada salah satu di antara mereka yang ketahuan jatuh hati atau bahkan hingga ke tahap mempunyai hubungan, maka acara akan dihentikan. " ucap Suho pelan, masih duduk di pangkuan Chanyeol sibuk memelototi Ravi yang sesekali melirik ke arah wajah Suho, mengabaikan delikan Chanyeol.

" Bukankah lebih bagus kalau Sehunie benar benar bersama Jongin sunbae ? Paling tidak eommanya yang cantik ini tidak akan melirik pacar anaknya lagi. " sindir Chanyeol.

" Yak. " Suho segera membekap mulut Chanyeol. " Jangan katakan hal memalukan. " bisiknya.

" Ah, kalau begitu ini akan menjadi hari terakhir Sehunie syuting. " ucap Chen.

" Tapi ku rasa fans mereka berdua tidak akan tinggal diam. " gumam Ravi, kembali menatap ke arah layar setelah Chanyeol mendelik lagi kearahnya.

" Kita lihat saja apakah ini akan benar-benar menjadi episode terakhir bagi keduanya. " balas Moonkyu

" Aku menyukaimu my wife, Oh Sehun... " Jongin mendekatkan mulutnya ke telinga Sehun dan membisikkan sesuatu. Entah apa itu yang jelas wajah Sehun semakin memerah setelahnya.

" Hunnie juga menyukai suami Hunnie, Kim Jongin... " Sehun mengalungkan kedua lengannya ke leher Jongin dan balas membisikkan sesuatu. Setelah itu keduanya saling tatap dan tersenyum.

" Ayo lanjutkan perjalanan ke pantai. " ucap Jongin setelah Sehun melepaskan lengannya dari leher namja tampan itu.

" Yeoboooo... " rengek Sehun.

" Kali ini apa lagi? "

" Kaki Hunnie pegal kalau harus jalan lagi. " ucap Sehun.

Jongin mendesah pelan, ia berbalik membelakangi Sehun, sedikit membungkuk dan meminta Sehun untuk naik ke punggungnya yang dengan senang hati Sehun lakukan.

Setelah memastikan Sehun aman digendongannya Jongin segera meneruskan langkahnya menuju pantai tujuan mereka.

Hari sudah menjelang malam saat akhirnya suara deburan ombak terdengar. Dan Sehun harus menelan kekecewaannya saat mereka melewatkan sunset yang sebenarnya sangat ingin ia lihat.

" Hiks... Hunnie ingin lihat sunset. " isak Sehun lirih.

Jongin menatapnya dengan tatapan bersalah, andai saja tadi mereka tidak terlalu lama berada di jembatan mungkin mereka akan sempat melihat sunsetnya. Tapi semua sudah terjadi dan bukankah masih ada hari esok.

" Chagiya, jangan menangis lagi, besok bukankah kita masih bisa kesini dan kita juga bisa mengajak baby Taeoh. " ucap Jongin lembut.

" Tapi apa yang harus kita lakukan yeobo, ini sudah malam. " rengek Sehun, ia mendongak menatap bulan yang bersinar dengan terang, cuaca memang sedang cerah hingga tidak ada awan yang menghalangi pancaran bulan.

" Kita masih bisa main air. "

Sehun cemberut. Ia menatap tubuhnya sendiri. Kemeja lengan panjang berwarna biru muda dan celana selutut berwarna hitam dan sepatu converse senada dengan warna bajunya. Bukan jenis pakaian yang cocok untuk bersenang senang di air. " Hunnie tidak bawa baju ganti. " rengeknya.

Jongin tersenyum lembut. " Kau lihat aku juga tidak membawa baju ganti. "

Sehun sesaat mengamati penampilan Jongin. Kaos abu abu lengan pendek dan juga celana hitam selutut dan converse berwarna putih membalut kakinya. Ya setidaknya penampilan Jongin sedikit lebih baik darinya.

Jongin menarik tubuh Sehun untuk duduk disampingnya. Kemudian dengan cekatan melepaskan sepatu yang ia kenakan dan juga sepatu milik Sehun.

" Yeobo, ini malam hari dan airnya pasti dingin. " rengek Sehun lagi.

" Tidak chagiya, airnya pasti hangat kok. " Jongin berlutut di samping Sehun dan segera mengangkat tubuh ramping itu kedalam gendongannya, Sehun refleks merangkul leher Jongin dengan erat saat namja tampan itu membawanya masuk ke dalam air.

Tebakan Jongin benar, airnya hangat, namun Sehun terus merengek tidak mau turun dari gendongan Jongin.

" Ayolah sayang... " Jongin lelah juga kalau Sehun terus bergerak-gerak digendongannya.

" Ini dingin yeobo... "

" Tidak, airnya hangat kok. "

Dengan hati hati Jongin menurunkan tubuh Sehun hingga kaki telanjangnya menapak di pasir. " Airnya hangat kan? " ucap Jongin.

Sehun mengangguk, tapi ia masih tidak melepaskan rangkulannya di leher Jongin. Air yang merendam tubuh bagian bawahnya hingga batas pinggang itu memang hangat.

Tak kehabisan akal Jongin segera memercikkan air ke wajah Sehun, membuat namja cantik itu terkejut, kemudian melepaskan tangannya dari leher Jongin dan membalas perbuatannya.

Cukup lama mereka bermain air, dengan Sehun yang terus tertawa saat berhasil membuat tubuh Jongin basah kuyup.

" Dasar nakal, ayo kesini, aku akan memukul pantatmu... " ancam Jongin.

" Kyaaaaa... Andwaeeee... " Sehun berbalik dan berusaha berlari menuju pantai. Namun Jongin bergerak lebih cepat, ia berhasil memeluk tubuh Sehun.

" Kena kau... "

" Andwaeeee... Jangan pukul pantat Hunnie... " jerit Sehun.

Jongin tertawa, ia membalikkan tubuh Sehun hingga keduanya saling berhadapan. Tangan kekarnya memegang erat pinggang ramping Sehun dan mengangkat tubuh Sehun ke udara.

" Kyaaaa... Yeobo... Turunkan Hunnie... " teriak Sehun saat Jongin membawanya berputar di udara.

Jongin menurunkan kembali tubuh Sehun hingga wajah mereka sejajar. Di tatapnya wajah cantik yang basah karena air itu dan tersenyum melihat bibir Sehun yang mulai membiru kedinginan. Dengan lembut ia mengecup bibir mungil itu berdiam sejenak hingga akhirnya ia melumat bibir tipis menggoda milik Sehun. Secara refleks Sehun segera melingkarkan kakinya di pinggang Jongin dan tangan Jongin beralih menopang bongkahan kenyal milik Sehun, menjaga tubuh ramping itu tidak jatuh saat ia memperdalam ciumannya.

Setelah lima menit yang terasa begitu lama bagi kameramen, Jongin akhirnya melepaskan ciumannya dan kembali tersenyum. " Mungkin ini tidak terdengar romantis, tapi aku akan mengatakan kata yang tadi aku ucapkan padamu di jembatan. I love you Oh Sehun, saranghae... "

Sehun balas tersenyum manis, tangannya mengusap kedua belah pipi Jongin sebelum bergerak ke belakang leher Jongin. " I love you too Kim Jongin, nado saranghae... "

Dan Jongin kembali menciumnya di sini, di pantai Callala, tempat yang mungkin akan menjadi tempat lokasi syuting terakhir mereka di Oh My Baby.

.

.

.

.

.

Omake

.

Sehun dan keluarganya juga Jongin dan Taeoh saat ini sedang berkumpul di balkon penthouse keluarga Oh. Taeoh duduk dengan nyaman di pangkuan Sehun sambil meminum susunya sementara Jongin menyalakan laptop untuk melihat komentar komentar dari fans tentang mereka.

" Apakah ada banyak komentar negatif tentang kalian selama ini? " tanya Jasper.

" Ada, tapi tidak sebanyak yang mendukung kami dad. " jawab Jongin, ia mengatur posisi agar mereka semuanya bisa membaca dengan jelas.

Jasper menganggukkan kepalanya tanda mengerti. " Itu hal yang wajar untuk seorang publik figure. "

" Ayo baca... " desak Sehun, saat ini ia sedang menenangkan Taeoh yang agak rewel karena ingin tidur.

1. Enaknya jadi kameramen tu acara... Lihat live kaihun ihihihi... Ih Jongin nih kebanyakan gosip bikin sakit hati za. Aah ada yang mau ketemu mertua... Sekalian minta izin nikah ya. Hayoo hayoo ( Miranda " Ah, mommy tidak keberatan kalau Jongin benar benar menjadi suami anakku. " )

2. Jongin ecum cepet nikahin cehun. Ga cape apa virtual2an ? ( Jongin nyengir . " Hei, itu semua butuh proses. " )

3. Ecieeee mau ketemu org tuanya sehun semoga ratingnya jadi 50% ye biar perpanjang kontrak, semoga mereka juga lanjut di real life. ( Jasper memandang kearah Sehun dan Jongin sebelum tersenyum. " Aku pikir mereka sudah meresmikannya. " )

4. Ciee kaihun ma taeoh makin gemesin... Astogeh diabetes ntar ane. ( " Huh, diabetes itu apa mommy? " tanya Sehun dengan raut wajah bingung. )

5. Hunhunnie beck. Woah makin seru aja, jong napa lu gak ngelamar Sehun buat jadi istri beneran aja sehhh ayooo hidup kaihun. ( " Eh bukannya Hunnie dan Jongin hyung memang hidup ya. " ucap Sehun polos, mengabaikan tiga pasang mata yang menatapnya miris. )

6. Kai mesum ! ( Miranda langsung tertawa keras. " Bukankah itu bagus, aku jadi akan punya banyak cucu nanti. " )

7. Rumor lagi rumor lagi... Sabar ya Sehunie cantik, itu resiko kamu karena punya suami ganteng kaya Kai. Aduh ratednya bukan 19 tapi 25, mantep tuh.. Haha... Nah berdoa aja biar ratingnya naik 100% biar kontraknya makin panjang. ( " Aku meragukannya. " gumam Kai, mengingat produser acara yang mengatakan akan mengambil keputusan besok. )

8. Kyaaa moment kaihunnya sweet banget apalagi di scene kamar mandi q kasian ma kameramennya haha aduh beruntung banget dah sehun dan gue suka kaihun. ( " Terima kasih dan kami juga menyukai kalian. " ucap jongin dan sehun berbarengan )

9. Kaihun makin terlihat real banget apalagi Jongin ngajak sehun ama taeoh pergi nemu ortu sehun, kontraknya dak usah di perpanjang lanjutkan aja dikehidupan nyata kaihunnya kan udah saling suka... ( " akan lebih bagus andai bisa jalan keduanyaa. " komentar Jasper sembari memeluk tubuh istrinya yang bersandar di dadanya. )

10. Aigoo aigoo sehun disini diombang ambing sama perasaannya, mana kai disini ada aja skandalnya. Ntar taetae gimana kalo babe emaknya ribut ? Ga bisa bayangin. ( " semoga kalian selalu rukun sayang, jangan bertengkar. " gumam Miranda )

11. Astaga acara live aja jongtem suka cium2 sana sini apalagi enggak ? Yeyyy akhirnya mau ketemu ortu hunnie... Siksa jongtem ommonim baru kasih restu jongtem... Ha! ( " Aku justru jarang cium sehun saat bukan di acara live. " ucap Jongin. )

12. Wahh.. Jongin mau ketemu sama orang tuanya sehun... Gilaaaaa...! Jongin berarti emang mau serius.. Duh vliss kontrak mereka jangan diperpanjang... Mendingan mereka emang nikah beneran ( jasper mengerutkan keningnya. " bukannya kalau tidak ada acara ini, fans justru akan susah melihat kalian berdua? " Jongin mengangguk membenarkan. " Kami pasti akan disibukkan dengan jadwal masing masing. " )

13. Sweet dah... Yang laen gak sekalian di cukurin juga Hunnie ? ( " Eh... " Sehun memandang ke arah kaki Jongin. " Hyung mau bulu kakinya Hunnie cukurin juga? " )

14. Ugghh saya harus sering ke dokter sekarang. Krn lama2 darah berkurang gegara mimisan liat sweet monent kaihun yg mndekati rate 19. Hadehh diabetes saya juga jadi kambuh. Duh jadi pengen culik sehun ma taeoh nihh. Gemezz deh sama kaihuntae. ( " Daddy... " pekik Sehun tertahan. " Ayo laporin ke polisi, ada yang mau culik Hunnie dan baby Taeoh. " Sehun memeluk tubuh Taeoh yang sudah tertidur dengan posesif dan segera beranjak dari tempatnya untuk duduk di pangkuan Jongin. )

15. Wahh mereka bakalan holiday buat nemuin ortunya baby hunnie dunkk... Ahh makin gag sabar nunggu kelanjutannya gimanaaa... Kapan mereka bersatuu bukan cuma di variety show ajaaa udahh pengen liat mereka benar2 bersatu di dunia nyataaaa... Kekekeke.. ( " Kan sudaaaahhh... " gumam Sehun.)

16. Jongin skandalnya banyak bet dah... Tuh wartawan bikin gosip seenak udel ajaa... Untung aja sehunie gk ke pengaruh. ( Jongin mengangguk. " Yap, aku beruntung. )

17. Oh my gosh ! Jongin mesum sekali sih ? Hehehehe... Btw nih ya kangen momen saat ravi ngegodain suho terus chanyeol cemburu hihihi... I like it ( " ah jadi kangen eomma dan appa... " gumam Sehun )

18. Aaahhh ini udah resmi belum hubnya kaihun ? Lucu banget sih hehe next next kali2 skandalnya sehun dong gantian wkwk pen liat si jongin cemburu gak ya ? Hehehe... ( " Bukankah sudah jelas? " ucap Jongin. " Aku mungkin akan mematahkan hidung pria yang berani berani mendekati, Hunnie. " )

Jongin menunduk untuk menatap ke arah Sehun dan juga anaknya yang tertidur pulas di pangkuannya. Wajah tampan itu dihiasi senyuman kala melihat wajah wajah polos orang yang di cintainya.

" Ah, para bayi sudah tidur rupanya. " ucap Miranda.

" Nde... Mommy... " Jongin menjawab seraya tangannya bergerak mengambil handphone di saku celananya yang terus bergetar.

Raut wajah tampan itu berkerut saat membaca sebuah pesan yang masuk. " Omo... "

" Ada apa Jongina? " tanya Jasper penuh perhatian.

" Mama dan Papa bilang mereka akan menyusul kesini daddy, mungkin mereka melihat acara yang di tayangkan hari ini. " jelas Jongin.

Miranda tersenyum lebar. " Baguslah, kami juga ingin mengenal orang tuamu. "

" Jadi mommy dan daddy tidak keberatan kalau orangtuaku menyusul kesini? "

" Tentu saja tidak Jongina... "

Jasper menatap ke arah jam tangannya. " Sudah cukup larut. Ayo, saatnya tidur, kita akan lanjutkan membahas masalah ini besok. "

" Baik Daddy... "

Tanpa Jongin sadari saat ia menutup laptopnya, sebuah pemberitahuan muncul.

PARA FANS YANG MENAMAKAN DIRI MEREKA KAIHUN HARD SHIPPER MENGADAKAN PETISI ONLINE UNTUK MENENTANG KEPUTUSAN KHS ENTERTAINMENT MENGELUARKAN KAIHUN DARI PROGRAM ACARA MEREKA.

SEBANYAK 2 JUTA KOMENTAR MASUK KE WEBSITE RESMI OH MY BABY, MEMPROTES TINDAKAN PIHAK PRODUKSI YANG BERNIAT MENGELUARKAN KAIHUN DARI PROGRAM ACARA TERSEBUT..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Annyeong, pertama Killa mo minta maaf atas keterlambatan share Kim and Park Family The Series karena yah datanya yg diketik sempat ilang dan mengembalikan mood untuk nulis ulang itu susah.

Kedua, for my love, kekasih tercinta Killa. Happy first anniversary kita yang pertama. Ga nyangka meski kita berada di tempat yang jauh berbeda, ga hanya beda kota tapi beda negara, hubungan kita dah nyampe setaon. I love u babe, i miss you so much... Saranghae...

Chapter ini rada special karena Killa masukin pengalaman pribadi di dalamnya, ga semua real tapi ada sebagian yang ditambahin agar menjadi kemasan cerita yg sedikit lebih menarik. So, please komen ya...

Salam KaiHun shipper

Syakila