BRIDE OF THE CENTURY REMAKE
Another story about Lee Sungmin and Cho Kyuhyun
Rated : T
Genderswitch
Sorry for typo(s)
a/n : Ada sedikit perubahan disana-sini untuk menyesuaikan tokoh dan tempat^^
Chapter 10
When you breath, a warm wind blows..
When you smile, dazzling sunlight shines..
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Saat tiba di depan restoran, Sungmin hendak membuka kalungnya namun ia dikejutkan oleh sosok Qian yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Qian lalu memuji kalung Sungmin yang cantik sekali.
"Kenapa kau bisa datang ke mari?" tanya Sungmin yang masih terkejut.
"Kau ingin menjadi pemilik dari kalung itu?" alih-alih menjawab, Qian malah balik bertanya pada Sungmin.
"Siapa kau sebenarnya? Apa yang kau inginkan dariku?"
"Kau masih merasa, jika gelang yang kuberikan padamu akan membawa kebahagiaan? Harga dari sebuah cinta harus dibayar dengan nyawamu!" Ujar Qian tajam.
Sungmin lalu kembali terkejut saat tiba-tiba seluruh lampu di jalanan sekitarnya pecah dan sosok Qian yang kini berubah wujud menjadi sosok arwah menakutkan yang biasa datang pada Hyuna.
"Jawab aku! Sekalipun kau harus kehilangan nyawamu, kau tetap bersedia menjadi istrinya?" tanya Qian yang kini telah berubah menjadi sosok arwah yang menyeramkan. Sungmin tidak menjawabnya dan hanya terdiam ketakutan.
Sementara itu, Yuri perlahan-lahan mendekat,dan masih tetap bersembunyi. Namun ia merasa heran saat melihat Sungmin yang hanya berdiri sendiri seperti ketakutan.
Sungmin akhirnya tersadar,dan ia masih terlihat terkejut. Ia melihat keadaan di sekelilingnya yang kembali normal. Lampu-lampu tetap menyala seperti semula. Ia kemudian melepas kalungnya, lalu membersihkan wajahnya yang di basahi air mata.
Saat masuk restoran, ia memanggil Ryewook namun sudah ada Siwon yang menunggunya lalu berrdiri dan mengajak Sungmin untuk bicara sebentar dan mengajak Sungmin ke arah ruangan lain.
Di luar, Yuri yang masih mengintip terkejut ketika melihat Ryewook dan Siwon yang juga ada disana. Ia berniat menghubungi Heechul, namun mengurungkan niatnya.
"Tunggu dulu! Toh begitu dia menikah dengan Kyuhyun Oppa nanti, dia akan langsung mati. Aku tidak perlu menyingkirkannya sekarang. Ini menjadi benar-benar menarik, Choi Hyuna." Gumamnya sambil tersenyum licik, ia pun berbalik dan meninggalkan tempat tersebut.
"Kau mengatakan pada Ryewook-ssi ingin bertemu denganku. Sebenarnya kau itu bertemu dengan siapa Min? Apakah kau pergi bertemu dengan Cho Kyuhyun?" tanya Siwon. Sungmin yang merasa bersalah hanya menunduk meminta maaf tanpa memandang Siwon.
"Geumanhae! Aku sudah mengatakan padamu bahwa kau tidak mungkin bersama Cho Kyuhyun." Ujar Siwon tegas. Sungmin segera mengangkat kepalanya dan memandang Siwon dengan pandangan terkejut.
"Menurutmu, apakah hilangnya Hyuna waktu itu adalah sebuah kebetulan semata? Tidak Min, semua ini sudah direncanakan dari awal hanya untuk menyeretmu ke dalam semuanya ini"
"Oppa, apa maksudmu?"
"Dari awal mereka memang sudah berencana mengambil nyawamu. Mengenai rumor keluarga Cho Kyuhyun, ibuku sudah mengetahuinya sejak awal sampai melibatkan aku hingga sejauh ini. Kau masih belum mengerti juga? Kau telah ditipu oleh ibuku selama ini, Sungmin-ah."
"Jangan mengada-ada, oppa. Mana mungkin ada hal yang seperti itu." Elak Sungmin yang masih tidak percaya dengan perkataan Siwon tadi.
"Walaupun kau dan Ibuku telah mencapai kesepakatan, tapi sebenarnya Ibuku memang berniat mengorbankanmu, kemudian menggantikanmu dengan Hyuna. Percayalah padaku! Walaupun mungkin kau tidak mau mempercayainya, tapi semua ini adalah kenyataan. Aku sama sekali tidak mempercayai rumor keluarga mereka. Yang kukhawatirkan adalah, seandainya rumor itu memang tidak benar, jika kau tidak melepaskan Cho Kyuhyun kau tetap akan berada dalam bahaya. Istri Cho Kyuhyun hanya boleh ada satu. Tapi orang dengan wajah yang serupa ada dua. Jika satu dari antara dua wajah itu harus menghilang, menurutmu yang mana yang akan hilang? Sebaiknya kau mundur sekarang! Begitu Cho Kyuhyun kau lepaskan, semua masalah akan hilang." Ujar Siwon panjang lebar. Dan Sungmin tentu saja merasa terpukul saat mendengar penjelasan Siwon itu.
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Kyuhyun sedang memutar musik dari piringan hitam milik ayahnya. Hankyung lalu masuk dan tersenyum melihat Kyuhyun. Kyuhyun yang membelakangi ayahnya hanya menoleh sesaat, kemudian kembali menatap piringan hitam itu.
"Aku tidak pernah menyukai musik ini. Setiap kali mendengar musik ini, appa akan berubah menjadi asing. Appa juga sangat menderita pastinya. Setelah kehilangan cinta pertama Appa, hari-hari di mana Appa merindukannya di ruang baca... Melihat Appa yang seperti itu, dalam hati aku berpikir... Kelak aku tidak ingin hidup sepertimu." Ujar Kyuhyun. Ia mematikan musiknya dan berbalik menatap ayahnya,
"Tapi... mungkin aku tidak akan mengambil keputusan yang sama sepertimu. Jika aku melepaskan 'Hyuna' sekarang, seumur hidupku akan kulalui dengan penuh penyesalan." Kyuhyun lalu berjalan pergi meninggalkan Hankyung yang tersenyum miris mendengar pengakuan anaknya.
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Sungmin tidak bisa tidur karena mengingat perkataan sosok Qian tadi.
Flashback
"Jawab aku! Sekalipun kau harus kehilangan nyawamu, kau tetap bersedia menjadi istrinya?"
"Aku tetap bersedia menjadi istrinya." Ujar Sungmin mantap.
"Sekalipun kau harus kehilangan nyawamu?"
"Nde, sekalipun aku harus kehilangan nyawaku."
Flashback End
Air mata Sungmin pun kembali mengalir keluar saat ia juga kembali mengingat perkataan Siwon tadi.
Paginya, Sungmin membawa nenek pergi untuk berbelanja baju. Nenek kemudian mencoba salah satu baju di toko. Sungmin yang melihatnya, memuji neneknya yang terlihat masih cantik itu.
"Tidakkah warna ini terlalu cerah?" ujar sang nenek
"Ani, Halmonie. Ini cocok sekali untukmu. Kita beli yang ini saja."
"Aigoo, baju ini ingin kupakai ke mana? Tidak usah membeli baju untukku Min-ah. Lebih baik kau beli untuk dirimu sendiri saja."
"Baik, Halmonie tenang saja. Aku akan membeli satu untukmu dan satu lagi untukku" ujar Sungmin sambil tersenyum.
Selesai berbelanja, Sungmin mengajak nenek makan di restoran mewah. Nenek terlihat sangat lahap menikmati hidangannya.
"Halmonie, maafkan aku karena tidak bisa dari awal membawamu ke tempat seperti ini. Memberimu kebahagiaan juga hanyalah sekedar ucapan di mulut. Maafkan aku karena tidak sanggup mewujudkannya." Ujar Sungmin pelan.
"Omong-kosong macam apa itu? Minnie-ah, setiap hari kau kelelahan bekerja siang malam. Sebagai seorang nenek, aku tidak berdaya melakukan apa-apa. Jika harus meminta maaf, seharusnya akulah yang lebih bersalah padamu."
"Mana mungkin halmonie tidak pernah melakukan apapun untukku? Bukankah halmonie telah membesarkanku?"
"Sekarang restoran kita boleh dibilang sudah berada di jalur yang benar. Begitu kau bertemu dengan seorang pria baik dan menikah, tidak ada lagi yang kusesali." Ujar Nenek bahagia. Sungmin yang mendengarnya terlihat sedih, namun ia menutupinya dan kembali tersenyum.
"Halmonie... Bagaimana kalau aku tidak menikah dan hidup selamanya denganmu saja?"
"Hei, sekalipun kau hanya bercanda, tetap tidak boleh begitu. Ada yang bilang ucapan itu adalah doa. Sungmin-ah, kau adalah malaikat keberuntungan yang jatuh dari langit. Pasti kau akan bertemu dengan pria yang baik, dan menikah dengan sebuah keluarga yang baik juga." Nasehat nenek. Sungmin kemudian mengangguk mengerti dan tersenyum.
"Emm, Halmonie.. besok aku ingin pergi ke Busan. Ada yang mengatakan jika beberapa orang telah melihat bibi Sunkyu disana, jadi aku ingin mencoba mencarinya disana juga" ujar Sungmin berbohong. Nenek lalu terdiam sebentar dan akhirnya mengangguk menyetujui.
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Hari sudah larut namun Kyuhyun masih terdiam di ruangannya sendirian. Ia lalu merasa heran saat melihat Yuri datang ke ruangannya.
"Ada apa kau menemuiku malam-malam begini?" tanya Kyuhyun heran.
"Kebetulan aku ingin pulang, jadi aku singgah ke sini sebentar. Oppa, kau mengambil cuti? Kau juga datang ke toko perhiasan di mall ini dan membeli couple ring."
"Memangnya kenapa?"
"Oppa, kau ingin ke mana? Ingin melakukan apa? Ah! Sepertinya aku bisa menebaknya. Terhadap pilihanmu itu, kau yakin tidak akan menyesal?" tanya Yuri.
"Aku tidak akan menyesal." Ujar Kyuhyun mantap.
"Baiklah. Kalau begitu cinta bertepuk sebelah tanganku juga berakhir hari ini. Tapi... bukankah yang kudengar begitu sesuatu berakhir akan bisa memulai lembaran baru? Setelah hari ini, mungkin akan terjadi hal-hal yang sama sekali tidak kau duga. Bila saat itu tiba apakah kau juga akan tetap merasa tidak menyesal, Oppa? Kenapa Oppa tidak bisa percaya pada orang lain, tidak ingin menyerahkan hatimu pada orang lain, sepertinya aku sudah bisa mengerti alasannya kenapa. Karena semakin percaya, semakin mudah terluka. Jangan percaya pada siapapun juga, termasuk dirimu sendiri. Tolong sampaikan pada istri pertamamu nanti, ucapan selamat dariku." Ujar Yuri sinis, ia lalu pergi meninggalkan Kyuhyun yang justru semakin mantap dengan pilihannya.
Sungmin saat ini sedang bertemu dengan Hyuna di taman.
"Besok, bukan? Alasanmu begitu terburu-buru adalah demi perusahaan kami? Atau karena permintaan Ibuku?" tanya Hyuna.
"Tidak semuanya karena itu. Aku hanya ingin bertanggung-jawab atas pilihanku sendiri. Walaupun aku tidak tahu jika pilihanku akan mendatangkan kejadian seperti apa nanti. Tapi tidak semua orang sanggup menanggung konsekuensinya. Aku harus menanggungnya sendiri. 'Dia' bilang itu adalah kesempatan yang terakhir. Jika aku ingin tetap hidup, sebaiknya aku segera melarikan diri." Hyuna yang mendengarnya sontak terkejut, namun Sungmin tetap melanjutkan "Aku ingin menjalani jalan yang telah kupilih. Dengan demikian, barulah aku bisa berdiam selamanya di sisi Kyuhyun."
"Bagimu Cho Kyuhyun itu apa? Cukup berhargakah dia bagimu sehingga kau mau menukarnya dengan nyawamu?" tanya Hyuna ingin tahu.
"Ini adalah pertama kalinya bagiku bertemu seseorang yang lebih menghargaiku dibandingkan aku menghargai diriku sendiri. Orang seperti ini tentu saja tidak mungkin aku lepaskan." ujar Sungmin sambil menatap Hyuna.
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Keesokan paginya, Kyuhyun bertemu dengan ayahnya di ruang pribadi milik Hankyung.
"Appa, ada yang ingin kubicarakan denganmu. Menurutku, untuk mendapatkan pengakuan, hanya ada jalan ini." Ujar Kyuhyun.
"Jika seperti itu pendapat kalian, lakukanlah sesuai dengan keinginan kalian." Ujar Hankyung memandang Kyuhyun.
"Ada suatu kalimat, 'Di dunia ini tidak ada bunga yang tidak bergerak karena diterpa angin. Bunga yang setelah diterpa angin kencang tapi masih tetap bertahan, akan menjadi sangat berharga. Juga akan memperkokoh cinta kalian hingga tidak mudah dihancurkan.'" Ujar Hankyung, ia lalu tersenyum meyakinkan pilihan Kyuhyun.
Sementara itu dibalik pintu, terlihat Heechul yang mendengar percakapan diantara suami dan anak sulungnya itu. Ia lalu segera menjauh saat mendengar suara langkah Kyuhyun yang mendekat ke arah pintu.
Kyuhyun lalu berjalan keluar, sementara Heechul memandang kepergiannya dari dalam rumah.
"Hanya setelah melewati malam ini, segala sesuatunya akan kembali seperti sedia kala. Hanya setelah melewati malam ini..." batin Heechul.
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Nenek dan Ryewook mengantar kepergian Sungmin di luar restoran. Nenek mengatakan jika Sungmin harus hati-hati di jalan dan menitipkan salam untuk tetangga mereka disana. Sungmin lalu mengiyakan dan meminta Ryewook untuk menjaga nenek saat ia tidak ada. Ryewook mengangguk mengiyakan namun wajahnya menunjukkan kesedihan. Sungmin memeluk nenek lalu tersenyum menatap Ryewook untuk meyakinkannya bahwa ia akan baik-baik saja. Ia pun segera pergi dari sana.
Si cenayang tiba-tiba muncul di belakang mereka dan melihat kepergian Sungmin. Nenek dan Ryewook berbalik hendak pergi namun terkejut karena melihat cenayang itu. Nenek lalu mempersilahkan cenayang itu masuk dan menyuguhkan air untuknya.
"Aigoo, kau itu benar-benar ya. Sungmin ada sedikit keperluan jadi ia harus pergi ke Busan. Ia baru saja pergi."
"Bukan itu yang aku maksudkan Halmonie. Perjalanan yang akan dia tempuh itu bukan perjalanan duniawi. Tapi perjalanan akhirat... perjalanan kematian." Ujar cenayang itu terbata-bata.
"Apa maksudmu? Akhirat?" ujar nenek terkejut dan tidak terima.
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Sungmin duduk menunggu Siwon di taman dekat rumah keluarga Choi, ia berniat ingin pamit untuk terakhir kalinya dengan Siwon.
Siwon akhirnya datang dengan raut wajah panik, ia mengira telah terjadi sesuatu dengan Sungmin.
"Sungmin-ah, ada apa? Kau baik-baik saja?" Sungmin tidak langsung menjawab dan malah memperhatikan penampilan Siwon yang saat ini tengah memakai pakaian kerjanya.
"Oppa, apa kau sedang sibuk saat aku menghubungimu tadi?"
Siwon terdiam dan melihat barang bawaan Sungmin, ia lalu bertanya
"Kau ingin pergi?"
"Aku ada sedikit urusan di Busan, jadi aku harus pergi ke sana. Sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu denganmu, Oppa. Dan ini, ada sedikit bekal untukmu. Boleh kau makan saat kau lapar." Ujar Sungmin sambil menyerahkan suatu kotak makanan pada Siwon.
"Kau baik-baik saja? Dengan Cho Kyuhyun..." ujar Siwon khawatir.
"Jangan khawatirkan aku, oppa."
"Baiklah. Pergilah ke Busan dan nikmati angin pantai. Lupakan semuanya!" nasihat Siwon.
"Kau tahu aku tidak pantas mengucapkan kata-kata seperti terima kasih dan maaf padamu, kan?" ujar Sungmin sedih. Ia lalu pamit dan Siwon mengucapkan terima kasih atas makanannya dan meminta Sungmin untuk hati-hati di jalan. Sungmin lalu menatap Siwon dengan wajah sedih lalu memeluk Siwon.
"Aku tidak akan melupakan, kehangatan dan kenyamanan yang Oppa berikan padaku." Sungmin melepas pelukannya dan tersenyum menatap Siwon sebelum kemudian berbalik pergi.
Sementara itu Siwon hanya bisa menatap kepergiannya dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Mianhaeyo. Dan juga... terima kasih banyak, Oppa." Gumam Sungmin dalam hati.
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Mobil Kyuhyun berhenti di halaman sebuah gereja kecil, ia dan Sungmin turun lalu menatap ke arah gereja itu.
Mereka berdua berjalan perlahan-lahan menuju altar di iringi lagu Ave Maria. Sungmin nampak cantik dengan gaun sederhana berwarna putih, di kepalanya sudah ada mahkota bunga dan tangannya memegang sebuah buket bunga. Ia tersenyum memandang Kyuhyun dan Kyuhyun juga balik memandangnya dan tersenyum manis. Sungmin lalu merangkul lengan Kyuhyun, mereka saling berpandangan dalam setiap langkah mereka.
Sampai depan altar, mereka menatap ke depan dan berhenti. Mereka berdua lalu berhadapan, Kyuhyun kemudian memasangkan cincin di jari manis Sungmin. Ia lalu mengucapkan Janji Sucinya.
"Aku, Cho Kyuhyun, dengan ini menerimamu sebagai pendampingku sehidup semati. Aku berjanji untuk selalu setia menemanimu, hingga maut memisahkan kita. Seratus tahun, bahkan seribu tahun lamanya, bagaikan sebuah batu karang aku akan mencintai dan menghargaimu. Dengan ini aku berjanji."
Sungmin terharu mendengarnya, dan kini adalah gilirannya mengucapkan Janji Suci.
"Aku..." ia berhenti dan mengucapkan dalam hati "Aku, Lee Sungmin..." Lalu kembali melanjutkan Janji Sucinya. "Aku Choi Hyuna, bersedia menjadi pendampingmu. Aku berjanji untuk tetap setia menemanimu, hingga maut memisahkan kita. Sekalipun waktu berlalu seratus atau seribu tahun lamanya... Bagaikan sinar matahari dan angin yang bertiup, aku akan selalu setia menemanimu di sisimu. Mencintaimu dan menghargaimu. Dengan ini aku berjanji."
Kyuhyun tersenyum mendengarnya, ia pun mendekatkan wajahnya pada Sungmin. Dan perlahan kedua bibir itu bertemu diiringi dengan butiran cahaya kecil berkilauan yang menyinari mereka.
Sungmin berlari keluar dari gereja dan wajahnya memancarkan kebahagiaan. Ia berputar-putar seperti anak kecil dan Kyuhyun menyusulnya di belakang.
"Kau lihat! Kelap-kelip cahaya kecil itu, seolah menyiratkan bahwa dunia ini sedang memberi selamat kepada kita." Ujar Sungmin senang. Kyuhyun ikut melihat sekelilingnya dan tersenyum. Sungmin lalu meraih tangan Kyuhyun.
"Sebenarnya... Yang paling berkilau di dunia ini... adalah Cho Kyuhyun yang sedang berdiri di depanku saat ini." Kyuhyun terenyum manis mendengarnya, ia pun memeluk istrinya itu. Namun diam-diam tanpa disadari keduanya, seseorang kini sedang memotret kebersamaan mereka.
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Mereka berdua kini sudah memakai baju pasangan dan makan di kedai pinggir jalan. Sungmin tampak menikmati makanannya namun Kyuhyun merasa risih dan heran dengan bajunya.
"Kau membeli baju seperti ini di mana sih?" protes Kyuhyun.
"Wae? Bukankah ini terlihat manis?" ujar Sungmin.
Ahjumma pemilik kedai lalu memberikan Ddeokbokki (kue beras) dan sundae (usus) pesanan Sungmin. Dan lagi-lagi Kyuhyun protes dengan apa yang dilihatnya.
"Benda seperti ini juga kau makan?" Sungmin yang risih dengan ocehan Kyuhyun lalu mengambil ddeokbokki dan menyuapkannya pada Kyuhyun. Kyuhyun mencoba menghindar namun Sungmin memintanya untuk mencicipi lebih dulu. Akhirnya dengan terpaksa, Kyuhyun pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari Sungmin.
"Bagaimana? Mashita?" tanya Sungmin.
"Selera makanmu seperti anak kecil saja" cibir Kyuhyun. Sungmin lalu mempoutkan bibirnya saat mendengar cibiran Kyuhyun. Ia lalu mengambil sundae dan mencelupkannya (?) ke dalam saus ddeokbokki. Ia kemudian memakannya, dan langsung mengacungkan jempolnya ke arah Kyuhyun dengan pipi yang menggembung, membuat Kyuhyun tersenyum gemas memandangnya.^^
"Oppa! Apakah eonnie itu adalah yeojachingumu?" tanya gadis kecil di samping Kyuhyun.
"Aish! Kau masih kecil begitu tapi matamu jeli juga ternyata. Hei, kau tidak boleh menyukai Oppa ini nde? Dia adalah produk yang sudah ditarik dari pasaran." Ujar Sungmin sambil menarik lengan Kyuhyun untuk mendekat ke arahnya. Dan Kyuhyun yang melihat kejadian ini hanya tersenyum geli.
"Oppa, aku turut prihatin." Ujar si gadis, ia lalu kembali melanjutkan makannya.
Kyuhyun yang mendengar hal itu sontak tertawa, sementara Sungmin sudah mendelik garang pada Kyuhyun dan juga gadis kecil itu. Kyuhyun lalu melepaskan pegangan Sungmin dan mengatakan jika gadis itu turut prihatin padanya.
"Ahjumma, ddeokbokki gadis ini biar aku saja yang membayarnya" ujar Kyuhyun masih dengan senyuman geli di wajah tampannya.
Sungmin yang kesal langsung berganti tempat duduk dengan Kyuhyun sehingga kini ia duduk di tengah-tengah. Ia melipat tangannya dan menantang si gadis kecil itu.
"Jangan macam-macam! Awas kau!" Ancam Sungmin pada Kyuhyun. Ia semakin kesal karena Kyuhyun malah memandang gadis itu dan mengatakan selamat makan padanya. Sungmin lalu sengaja menyandarkan tangan dan tubuhnya di meja untuk menghalangi pandangan Kyuhyun. Tapi, Kyuhyun yang memang memiliki sifat iseng itu kembali mengerjai istrinya dengan memandang gadis itu dari belakang Sungmin dan kembali mengatakan selamat makan.
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Kyuhyun dan Sungmin menghabiskan hari mereka di villa milik Kyuhyun. Sungmn sedang sibuk memasak dan memotong sayuran. Sedangkan Kyuhyun bertugas untuk mengupas bawang.
"Aish! Aku tidak tahan lagi! Ini terlalu perih di mata" Protes Kyuhyun. Sungmin tersenyum dan mendekat pada suaminya itu, "Pria lain, sekalipun itu satu truk, juga sanggup untuk mengupas semuanya."
"Baiklah! Baiklah! Aku akan mengupasnya. Apa kau puas?" ujar Kyuhyun kesal.
Setelah menyelesaikan makan malamnya, kini Kyuhyun dan Sungmin tengah menikmati wine di kursi dekat perapian yang ada di kamar Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah, coba ceritakan padaku apakah aku pernah membuat jantungmu berdebar? Jika iya, kapan tepatnya kau merasakan hal itu?" tanya Sungmin penasaran.
"Aku sudah lupa kapan tepatnya" jawab Kyuhyun singkat, membuat Sungmin cemberut mendengarnya.
"Aku masih ingat. Setelah terluka di villa ini, kau menggendongku, dan mendudukkanku ke atas kursi roda. Waktu itu jantungku berdetak kencang sekali, seperti ingin meledak. Kyunie~ coba ceritakan juga. Ah! Tidak! Tidak! jangan kau ceritakan, biar aku yang menebaknya" Sungmin lalu meletakkan telunjuknya di dagu dan terkadang menggaruk pipinya membuat Kyuhyun kembali memandang gemas pada dirinya.
"Sekalipun kau berusaha keras berpikir, kau juga tidak bisa menemukan kelebihanmu yang bisa dijadikan alasan, kan? Tomat, memakan kue, tinjuan kepalamu... Aku telah melewati beberapa kejadian yang tak masuk akal dan aneh."
"Aku ingat! Aku ingat! Saat aku memelukmu dari belakang di rumah sakit?" Tebak Sungmin
"Aninde"
"Aniyo? Lalu kapan? Kapan? Rasa penasaranku sudah sangat tinggi. Jika kau tidak mau memberitahuku, malam ini aku akan menyiksamu hingga kau minta ampun!" ancam Sungmin.
"Aku tahu itu. Lain kali, baru aku akan memberitahumu"
"Lain kali itu kapan, Kyu~?"
"Besok, besok aku akan memberitahumu" ujar Kyuhyun pelan.
"Besok?" tanya Sungmin sedih.
Sementara itu Ryewook tampak gelisah dan khawatir memikirkan Sungmin. Ia akhirnya memutuskan untuk menghubungi Siwon. Siwon yang masih lembur di kantor lalu menoleh saat mendengar deringan ponselnya.
"Ne, Ryewook-ssi?"
"Sungmin sebenarnya melarangku memberitahukannya pada orang lain. Tapi aku benar-benar mengkhawatirkannya." ujar Ryewook, ia lalu menceritakan perihal kepergian Sungmin pada Siwon.
"Dia pergi bersama Cho Kyuhyun? Baiklah, untuk sementara ini kau jangan memberitahu halmonie dulu. Begitu aku menemukan Sungmin, kau akan kuhubungi lagi." Ujar Siwon cemas.
Siwon lalu menghubungi Sungmin namun ponselnya tidak aktif. Ia kemudian mengingat saat tadi ia melihat Jessica yang terburu-buru pergi dengan mobilnya.
Siwon lalu pulang ke rumahnya dan langsung menghampiri Hyuna di kamar. Ia membawa sebuah map di tangannya.
"Katakan dimana Sungmin sekarang?"
"Kenapa oppa menanyakan tentang Sungmin padaku?" ujar Hyuna berbohong.
"Ini adalah kontrak sewa apartemen di dekat sini yang pernah kau tinggali saat kau menghilang." Ujar Siwon sambil melempar kontrak sewa itu pada Hyuna.
"Ini adalah rekaman CCTV yang merekam kau dan eomma keluar masuk apartemen itu." Ia melemparnya ke tempat tidur, lalu melanjutkan "Seharusnya kau lebih mengerti apa arti semua ini. Aku tahu jelas bahwa kau dan eomma ingin memperalat Sungmin."
"Semua ini dilakukan oleh Lee Sungmin atas keinginannya sendiri, oppa. Sungminlah yang memilih Cho Kyuhyun. Sekalipun kami tidak menggunakan taktik apapun, pada akhirnya Sungmin juga yang akan menjadi korban." Ujar Hyuna berusaha membela diri.
"Sungmin juga mengetahui rencanamu dan eomma. Walaupun dia sudah tahu, dia tetap memilih Cho Kyuhyun. Jika Sungmin sampai membeberkan semuanya pada Cho Kyuhyun, maka rencanamu dan eomma, akan gagal begitu saja. Dan bagi kita semua, resikonya juga akan membahayakan. Harus dihentikan sekarang juga. Bagaimana bisa kalian mencuri nyawa orang lain, dan bertindak sampai sejauh ini? Kau dan eomma sudah gila! Kau itu manusia! Tidak sepantasnya melakukan hal itu terhadap-"
"Justru karena kita adalah manusia, oppa! Maka dari itu kita bisa melakukan hal seperti ini!" Hyuna memotong ucapan Siwon.
"Baik. Karena aku juga adalah manusia, bisa jadi aku juga akan melakukan sesuatu. Sekarang ini bisa saja aku langsung ke rumah Cho Kyuhyun dan membuka segala kelakuanmu dan eomma pada keluarga mereka. Kau ingin aku bertindak seperti itu hah?!" ujar Siwon dengan nada bicara yang meninggi membuat Hyuna merasa terancam dan takut dan mau tak mau ia memberitahu segala sesuatunya pada kakak tirinya tersebut.
Setelah mendengar semua penjelasan Hyuna, kini Siwon mengendarai mobilnya dengan wajah cemas menuju villa milik Cho Kyuhyun.
"Yeoboseyo! Eomma! Oppa sekarang sedang menuju ke villa Cho Kyuhyun. Lagipula, Sungmin ternyata sudah mengetahui rencana kita, dan bisa jadi dia akan membocorkan semuanya pada Cho Kyuhyun." Ujar Hyuna cemas.
"Kalau begitu, tidak ada alasan lagi untuk membiarkannya hidup. Jalan satu-satunya adalah membuatnya menutup rapat mulutnya selama-lamanya. Begitu esok tiba, semuanya akan berakhir. Bulatkan tekadmu dan menunggulah dengan sabar." Ujar Jessica tenang namun dengan sorot mata yang tajam. Ia lalu memutuskan panggilannya dan bersama dengan Direktur Jung ia mengawasi villa milik Kyuhyun dari dalam mobil tidak jauh dari sana.
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Kediaman keluarga Cho..
Heechul kembali membaca buku harian milik Yoona di ruang rahasianya.
"Malam pertamaku dengannya... Rasa syukur dan gugup membuatku sulit untuk menenangkan diri malam ini. Malam ini seharusnya merupakan malam pertama dan terakhirku bersama dengannya. Aku sama sekali tidak takut dengan apa yang akan terjadi pada diriku. Yang kukhawatirkan adalah sepeninggalku, seorang diri ia harus menanggung rasa sakit kehilangan orang yang dicintainya. Karena ini.."
Heechul tidak meneruskan bacaannya karena ia mendapati lembar terakhir buku harian itu telah sobek dan sepertinya memang sengaja disobek oleh seseorang.
Di tempat lain,
Ny Kim sedang membaca buku dan di dalam buku itu terdapat sebuah lembaran buku harian yang terlihat sudah sedikit usang. Ia lalu membaca dan memegang lembaran itu, ia tampak terpukul dan langsung memegang dadanya yang terasa nyeri hingga terjatuh dari atas tempat duduknya. Lembaran itu lalu terlepas dari tangannya, dan disana tertulis..
"hanyalah sebuah ujian dalam mencari cinta sejati"
Villa Kyuhyun..
Saat Sungmin dan Kyuhyun tengah terdiam, keduanya dikejutkan oleh gelas wine yang tiba-tiba terjatuh dari tangan Sungmin. Yi Kyung 2
"Kyuhyun-ah, a..aku sangat lelah." Ujar Sungmin pelan.
"Geurae."
Wajah Sungmin yang memancarkan ketakutan membuat Kyuhyun yang melihatnya terlihat berpikir akan apa yang menanti mereka selanjutnya.
Sementara di dalam mobil, direktur Jung tidak bisa menahan rasa kantuknya beitu pula dengan Jessica yang berada di kursi belakang. Mereka pun tertidur pulas di tempat mereka masing-masing.
Di atas tempat tidur,
Sungmin menatap Kyuhyun dan meraba wajah suaminya itu secara perlahan.
"Kyuhyun-ah, tatapan matamu... suaramu... Bahkan setiap desahan nafasmu... akan kuingat selalu dalam hatiku. Mungkin saja, hari ini adalah hari terakhir di mana aku bisa bersama denganmu. Sekalipun aku akan meninggalkanmu, kuharap kau akan selalu mengingatku. Setidaknya, perasaanku terhadapmu adalah tulus." Gumam Sungmin dalam hati. Sungmin lalu menyandarkan kepalanya pada bahu kokoh milik Kyuhyun.
"Walaupun aku tidak tahu setelah melewati malam ini, masa depan seperti apa yang akan menanti di depan kita. Tapi aku tidak akan melepaskanmu lagi. Karena tanpa dirimu di sisiku, hari-hari yang akan kulalui terasa begitu tidak memiliki arti. Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkanku. Tidak peduli di manapun itu... Aku ingin bersamamu... Bersama denganmu." Gumam Kyuhyun dalam hati.
Kyuhyun lalu mencium perlahan tangan Sungmin yang sedari tadi ada di genggamannya, membuat Sungmin menegakkan kepalanya dan langsung menatap Kyuhyun. Kyuhyun kemudian mencoba menipiskan jarak yang ada diantara mereka, dengan perlahan ia memejamkan matanya. Lalu seiring dengan kedua bibir itu bertemu, lampu dikamar itu pun mati secara otomatis menyembunyikan apa yang tengah kedua insan itu lakukan. Namun tentu tidak dengan para joyers yang tentu tahu apa yang kini tengah mereka lakukan, teramat tahu malah -_-
Di luar, sosok Qian terlihat tengah mengawasi kamar mereka. Setelah beberapa lama terdiam, ia lalu berbalik melayang pergi dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Sang pengantin wanita (baca chapter pertama) terus berlari dengan ketakutan di tengah hutan, dan dibelakangnya sosok arwah yang mengejarnya terlihat semakin mendekat. Ia lalu berhenti saat ia tiba di tepi tebing yang curam yang dibawahnya terdapat laut dan batu-batu karang yang tajam. Ia kemudian berbalik dan terperangah dengan sosok yang ada dihadapannya kini.
Nenek Sungmin tiba-tiba terbangun dan tersadar dari mimpi buruknya tadi. Ia lalu mendesah dan teringat akan sesuatu. Ia menuju laci lemarinya, disana ia mengeluarkan bungkusan kain berwarna emas dari dalam lemari. Saat dibuka, ternyata di dalamnya ada sepatu pengantin berwarna merah persis milik pengantin wanita tadi. Nenek berkeringat dingin dan tampak gemetar saat memegang sepatu itu.
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Paginya, terlihat Kyuhyun yang masih tertidur. Ia sepertinya mengalami mimpi yang buruk karena sedari tadi terus bergerak gelisah di dalam tidurnya.
Dalam mimpinya itu, ia melihat sosok arwah penjaga rumahnya yang memakai baju putih dan selalu ada di setiap ia mengalami hal-hal yang sulit saat ia kecil. Bagaikan ibu peri ia membelai Kyuhyun dengan penuh kasih sayang. Dan kemudian Kyuhyun melihat sosok itu berpakaian hitam berdiri di luar villa lalu pergi begitu saja. Selanjutnya ada sang istri 'Hyuna' yang berjalan menuju ujung tebing dengan tatapan kosong.
Kyuhyun akhirnya tersadar lalu segera melihat ke sampingnya dan disana ia hanya menemukan gelang milik istrinya itu.
Kyuhyun berlari mencari Sungmin, dan ia terus berteriak memanggil nama 'Choi Hyuna'. Mimpinya tadi seperti petunjuk baginya, ia terus berlari menyusuri hutan.
Sementara itu, Sungmin terus berjalan lunglai maju ke depan tebing. Ia menutup matanya lalu membukanya dan melihat ke depan.
Kyuhyun berlari terus dan mencari jalan. Ia menaiki bukit dan melihat sekelilingnya. Ia lalu melihat gelang Sungmin ditangannya dan kembali berlari mencarinya.
Sungmin menangis, ia teringat akan sosok Qian saat bertemu dengannya di depan restoran beberapa waktu yang lalu. Qian yang tampak menyeramkan dengan gaun hitamnya yang panjang dan tatapannya yang tajam tiba-tiba berubah menjadi sosok baik hati yang berpakaian putih yang selalu menjaga Kyuhyun.
Flashback
Sosok itu tersenyum dan mendekat ke arah Sungmin yang waktu itu terlihat sangat ketakutan.
"Kau tidak akan mati. Ujian ini... Dimulai karena seseorang mengharapkan sebuah cinta yang tidak akan tergoyahkan oleh segala godaan dan cobaan. Seperti berhasil menerobos dinding es yang tebal, dan bunga yang mekar di musim semi. Kau berhasil mengatasi rasa takutmu, dan menunjukkan kekuatan cintamu. Kau berhasil melewati ujian ini. Tapi yang lebih menakutkan daripada kematian adalah kenyataan yang harus kau hadapi di depan. Yang menginginkan nyawamu bukanlah aku, tapi orang-orang yang berada di sekelilingmu. Jika kau ingin tetap berada di sisinya, lepaskan topengmu dan hadapilah kenyataan! Bisa jadi yang harus kau hadapi itu jauh lebih menakutkan dibandingkan dengan kematian. Dari segala arah, akan ada orang yang berniat menjatuhkanmu. Dan kau akan dicabik-cabik oleh mereka hingga sekujur tubuhmu berlumuran darah. Orang yang kau percayai itu, juga tidak akan bisa menerimamu. Pada akhirnya kau akan ditinggalkannya. Sekalipun demikian, apakah kau tetap akan memilih jalan ini?" tanya Qian sambil tersenyum.
Sungmin hanya mengangguk, lalu Qian pun melanjutkan,
"Ini adalah sebuah pertempuran yang sulit dan kau akan merasa kesepian. Tidak ada yang tahu, jalan yang kau pilih ini akan membawamu ke mana. Karena masa depan itu harus diciptakan oleh diri sendiri."
"Ada yang ingin kutanyakan padamu. Kenapa harus aku?" tanya Sungmin.
"Jawaban atas pertanyaan ini, harus kau temukan sendiri. Kau sudah mempersiapkan dirimu?" ujar Qian, ia lalu mengulurkan tangannya pada Sungmin. Ia ternyata memakai gelang yang sama seperti milik Sungmin. Sungmin lalu membalas mengulurkan tangannya dan sosok Qian pun perlahan-lahan menjauh meninggalkan Sungmin.
Flashback End
Sungmin berbalik dan melihat Kyuhyun sedang memanjat ke atas tebing. Air matanya mengalir, Kyuhyun langsung berlari ke arahnya dan memeluknya. Kyuhyun tampak sangat takut kehilangan Sungmin dan ia melepas pelukannya dan menatap Sungmin.
"Aku pernah mengatakannya bukan? Di dunia ini, tidak ada yang dinamakan masa depan yang telah direncanakan. Tidak ada yang akan terjadi padaku." Ujar Sungmin sambil tersenyum. Ia kemudian melihat tangan Kyuhyun yang memegang gelangnya.
"Orang yang memberiku gelang ini pernah berkata padaku, bahwa masa depan diciptakan oleh diri kita sendiri." Ia memakai gelang itu dan kembali memeluk erat Kyuhyun.
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Di mobil, Jessica yang baru terbangun terkejut saat melihat hari sudah pagi. Ia lalu membangunkan Direktur Jung. Mereka berdua kemudian turun dan melihat keadaan villa. Jessica lalu meminta direktur Jung untuk melihat villa lebih dekat sementara ia mengawasi dari dekat mobil.
Siwon akhirnya tiba di villa. Ia kemudian mendekati villa dan masuk ke dalamnya. Ia melihat tempat tidur yang berantakan dan api di perapian yang hampir padam. Siwon pun keluar dan mencari jejak Kyuhyun dan Sungmin. Ia lalu berhenti saat melihat dari kejauhan Kyuhyun dan Sungmin berjalan menuju villa. Dan Sungmin yang terlihat baik-baik saja, membuatnya bernafas lega. Namun ia tidak menyadari bahaya yang mengancamnya dari arah belakang, Siwon pun ambruk seketika saat direktur Jung memukulnya dari belakang. Ia lalu menarik Siwon yang pingsan untuk menjauh dari tempat itu.
Kyuhyun dan Sungmin terkejut saat melihat keberadaan Jessica di depan villa. Sungmin kemudian memandang Kyuhyun dengan cemas. Kyuhyun yang mengerti tatapan itu pun langsung berjalan ke arah Jessica dengan Sungmin yang mengikutinya di belakang.
"Aku minta maaf telah membuatmu khawatir, eommoni. 'Hyuna' tidak bersalah, semuanya aku yang—"
"Karena sudah yakin dia baik-baik saja, penjelasannya nanti saja setelah tiba di Seoul baru kau ceritakan." Ujar Jessica memotong perkataan Kyuhyun. Jessica lalu menyuruh Sungmin untuk membereskan barang-barangnya dan cepat keluar.
Di dalam villa, Kyuhyun mencium kening 'Hyuna' dan berusaha meyakinkannya.
"Aku pernah mengatakannya bukan? Biar aku yang membawa senapannya. Kau hanya butuh berdiam di sisiku saja. Mengerti kan?" Kyuhyun hendak pergi, namun Sungmin menahan tangannya.
"Sebelum pergi, ada yang ingin kuceritakan. Tidak peduli apa yang akan kukatakan, apakah kau bisa mempercayainya? Bisakah kau berjanji tidak akan membenciku dan akan memaafkanku?" tanya Sungmin memelas.
"Sejak kemarin kau suka sekali berbicara yang aneh-aneh. Kali ini apa lagi yang kau lakukan tanpa sepengetahuanku? Hal kecil seperti ini tidak akan membuatku kaget lagi. Masalah apa? Coba ceritakan padaku!" ujar Kyuhyun pelan. Sungmin terdiam lalu mencoba memberanikan dirinya
"Kyuhyun-ah, aku yang kau kenal bukanlah aku yang sebenarnya. Dengan kata lain, aku..."
"Bukan kau yang sebenarnya? Omong kosong apa lagi itu?"
"Kyuhyun-ah, sebenarnya... Sebenarnya... Aku dan Choi Hyuna..."
Sungmin tidak melanjutkan ucapannya karena ponsel Kyuhyun yang tiba-tiba berdering, Kyuhyun lalu meminta Sungmin untuk menunggu sebentar.
"Ada masalah apa?" tanya Sungmin setelah melihat Kyuhyun menutup panggilannya dengan cemas.
"Halmonie Kim pingsan" jawab Kyuhyun.
"Halmonie?" ujar Sungmin terkejut.
"Hmm.. Beliau sedang terbaring di rumah sakit, dan katanya ingin bertemu denganmu."
"Aku?"
"Ayo cepat! Kita harus segera ke sana." Kyuhyun lalu bergegas keluar.
"Kau bilang Halmoeni-mu ingin bertemu dengan 'Hyuna'?" tanya Jessica.
"Ne, eommoni" Ujar Kyuhyun.
"Yang seharusnya diutamakan, memang harus diutamakan. Aku akan membawa 'Hyuna' untuk ganti baju dulu. Kau pergilah ke rumah sakit terlebih dulu dan tunggu di sana saja!"
Kyuhyun lalu memandang Sungmin sedikit tidak rela namun setelah melihat angguka Sungmin ia pun memutuskan untuk pergi terlebih dahulu.
Sementara itu Siwon tersadar dari pingsannya, dan ia langsung bangun dan berlari mencari Sungmin.
"Kau bisa melewatinya tanpa kekurangan apapun, itu benar-benar keajaiban" Ujar Jessica..
Ia lalu membukakan pintu mobil untuk Sungmin dan menyuruhnya masuk. Sungmin menatapnya, Jessica lalu mengatakan bahwa di antara mereka masih ada yang harus dibicarakan dan lebih baik di bicarakan di jalan saja.
Mobil Jessica pun beranjak pergi dengan cepat meninggalkan Siwon yang terengah setelah berlari mengejarnya.
~~CHO KYUHYUN & LEE SUNGMIN~~
Di depan Rumah Sakit, sudah ada dua orang yang menunggu kedatangan Jessica. Mobil Jessica berhenti tepat di depan mereka.
"Sungmin-ah...Maaf selama ini telah menyusahkanmu." Ujar Jessica.
"Nde?"
"Tugasmu sudah selesai. Kau sudah boleh pergi dari pertunjukan ini"
Jessica lalu memanggil direktur Jung. Direktur Jung yang sudah paham lalu turun dan memberi kode kepada dua orang itu untuk masuk ke dalam mobil.
Sementara itu, di belakang mereka terlihat mobil Siwon yang baru tiba. Siwon melihat ada yang tidak beres dengan gelagat mereka. Ke dua orang itu masuk ke mobil, satu di depan dan satu di belakang mengapit Sungmin.
"Ini tidak sesuai dengan perjanjian kita Nyonya. Bukankah Anda bilang jika aku berhasil melewatinya, aku boleh tetap berada di sisi Cho Kyuhyun?" teriak Sungmin berusaha meminta penjelasan pada Jessica.
"Anak yang polos. Kau benar-benar mempercayainya huh? Kau berniat membocorkan semuanya pada Cho Kyuhyunmu itu? Kau pikir aku akan membiarkan putriku menjadi bayanganmu seumur hidupmu?"
Jessica pun turun, namun Sungmin kembali berteriak menahannya.
"Ikutlah dengan patuh, jangan memberontak. Jika tidak... Halmeoni dan temanmu itu , akan berada dalam bahaya." Ancam Jessica sebelum turun dari mobilnya.
Sungmin seperti orang yang kehilangan kekuatannya karena ancaman Jessica tadi. Ia hanya meringis tanpa melawan pria itu. Siwon yang melihat mobil Jessica pergi, ia pun turut mengikutinya dari belakang secara perlahan.
Jessica berjalan dengan anggunnya menuju ke dalam Rumah Sakit. Ia tersenyum manis memandang Hyuna yang sudah menantinya. Mereka berdua lalu sama-sama tersenyum licik. Hyuna kemudian bertemu dengan Kyuhyun yang sudah menunggunya di depan ruang perawatan neneknya. Ia tersenyum manis memandang Kyuhyun, begitu pula dengan Kyuhyun yang tersenyum senang memandang dirinya
TBC
Hai~~ update lagi^^
Gimana chapter ini? Hayoloh yang udah seudzon sama Qian acungin tangannya? Hehe
Qian itu baik ko, yang jahat itu ade sama ibu tirinya Siwon nooh :p
Sebentar lagi JOYday nde? Hmm.. semoga bisa dikejer waktu nulisnya biar bisa update pas tanggal 13 ntar kebetulan juga tanggal 12 nya kan author ultah hehe #modus
Oke, sekian cuap-cuap author..
Mind to review?
