"sepertinya cukup acara berbincangnya ladies, kalian harus lekas mendirikan tenda. Setengah jam lagi kita harus berkumpul" sela Sasori yang tiba-tiba muncul dan berhasil mengagetkan ke-4 perempuan tersebut.
"yak, kau mengagetkan saja, un?" seru Deidara sambil mencubit pinggang Sasori yang malah menimbulkan tawa renyah Sasori.
"apa kalian butuh bantuan" Tanya Sasori setelah selesai tertawa
"tidak perlu, kami bisa mendirikan tenda milik kami. Sudah kau pergi saja sana. Hus,,hus,," usir Kyuubi pada Sasori *usir cantik ala Syahrimin :D
"yak, pikir aku ayam apa!" seru Sasori tak terima
"sudah lah, un. Kami bisa mendirikan tenda kami sendiri Danna. Kau sebaiknya membantu yang lain saja"
"yah, baiklah jika itu maumu Dei-chan" ujar Sasori sambil mengacak surai pirang Deidara pelan.
.
.
.
-^_^v-
.
.
.
A Naruto Fiction
Disclaimer by Mr. Masashi Kishimoto
Kalo fict ini punya Dan
Main Pair : Itachi Uchiha x Kyuubi Namikaze (female)
Sasori x Deidara
Rating : T
Genre : Romance
Warning: Newbie, banyak sekali typo yang berserakan dan beterbaran dimana-mana plus EYD yang belum sempurna, ide cerita mainstream bingits, GS (human and female kyuubi), maybe OOC.
Yang berkenan boleh baca yang enggak boleh go home,,eh go push the back button.
.
.
-^_^v-
.
.
.
.
.
Here we go
.
.
.
Seperti yang dikatakan oleh Deidara, acara camping ini memang lebih tepat jika dikatakan sebagai liburan ketimbang acara penggemblengan mental para senat UK. Setelah mendirikan tenda, mereka berkumpul untuk mendapatkan araha dari Ibiki sensei mengenai jadwal mereka hari ini. Ada 2 kelompok yang ditugaskan untuk menyiapkan menu makan siang hari ini. Satu dari kelompok pria dan satu dari kelompok wanita. Sedangkan 6 kelompok lainnya bisa melakukan kegiatan apapun selama menunggu hingga makan siang siap.
.
.
"hah,," lagi lagi Kyuubi menghela nafas.
"sudahlah Kyuu, nikmati saja. Tugas pertama kita itu tak seburuk itu kog, un"
"apa yang dikatakan Dei-chan benar. Kau tidak usah khawatir. Lagi pula kelompok kita memiliki koki handal" ujar Keiko tersenyum sambil menyenggolkan bahunya ke bahu Matsuri.
"iya, benar, un. Masakan Matsuri-chan itu enak sekali. Dia jago masak, un"
"ah,,tidak seperti itu teman-teman. Kalian terlalu berlebihan" ujar Matsuri
"itu benar, teman-teman yang lain pun semua memuji masakanmu tahun lalu" ujar Keiko
"sudahlah, lebih baik kita selesaikan masakannya, sebentar lagi sudah masuk makan siang. Teman-teman yang lain pasti sudah lapar"
"ha'i chef" ujar Keiko dan Deidara bersamaan kemudian mereka semua tertawa bersamaan. Sedangkan Kyuubi hanya tersenyum kecil menanggapi interaksi teman-temannya.
Untuk makan siang dan makam malam, para sensei sudah berunding dengan pihak pengelola agar memperbolehkan mereka memasak sendiri, untuk makan paginya pihak resort yang akan menyediakan. Pihak pengelola hanya diminta untuk menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk memasak makanan untuk makan siang dan makan malam. Karena hanya ada 8 kelompok yang terdiri dari 4 kelompok pria dan 4 kelompok wanita. Tiap makan siang dan makan malam akan dipilih 2 kelompok untuk menyiapkan menu makanan.
.
.
.
Tugas pertama kelompok Kyuubi berjalan lancar walaupun memang cukup melelahkan, memasak untuk 40 orang itu sudah mampu menguras tenaga mereka. Namun melihat ekspresi anggota senat dan para sensei yang begitu lahap memakan makanan buatan mereka. Itu merupakan kepuasan tersendiri bagi kelompok Kyuubi. Masakan Matsuri memang enak. Bila mereka tadi sudah memasak untuk semua kelompok dan para sensei. Sekarang giliran kelompok Pria yang ditugaskan menyuci semua peralatan makan mereka semua dan merapikan dapur. Sedikit banyak Kyuubi bisa menyimpulkan inti dari acara camping ini adalah membangun kerjasama kelompok, meningkatkan kemandirian, rasa tanggung jawab yang di bungkus dengan rapi dalam acara yang menyenangkan seperti ini.
'sepertinya aku akan menikmati acara camping ini' batin Kyuubi. Ia tersenyum tipis saat bercengkrama dengan teman-teman barunya.
"setelah ini akan ada beberapa perlombaan yang dibuat oleh para sensei, un" jelas Deidara.
"sepertinya aku akan mandi dulu, aku benar-benar kegerahan setelah memasak tadi" ujar Kyuubi yang mulai beranjak masuk kedalam tenda dan mengambil baju ganti dan peralatan mandi
.
.
.
-^_^v-
.
.
.
"kyaaaa,,"
"ayo semangat jangan mau kalah"
Suara teriakan menyambut pendengaran Kyuubi saat ia keluar dari kamar mandi. 'sepertinya perlombaannya sudah dimulai' batin Kyuubi mendengar teman-temannya memberikan dukungannya pada peserta lomba. Kyuubi pun melanjutkan langkahnya menuju tenda untuk menyimpan peralatan mandinya. Sedikit bergegas karena ia merasa penasaran dengan permainan yang mereka adakan.
.
.
"pemenangnya tim Akasuna" teriak seorang sensei yang jadi wasit saat perlombaan
Suara teriakan menyerukan nama ketua pemenang pelombaan.
"kau hebat Danna" teriak Deidara yang dib alas Labaian tangan dan senyum menawan dari Sasori.
"kau sudah selesai mandi Kyuu?" Tanya Matsuri begitu melihat Kyuubi yang duduk di sebelahnya. Yah mereka semua duduk di atas rumput sambil menyaksikan perlomban yang diadakan para sensei.
"hm, mereka melombakan apa?
"tarik tambang, Tim Akasuna-san baru saja mengalahkan tim Aburame. Dan tim mereka akan menghadapi tim―" ucapan Matsuri terhenti saat sesnsei yang menjadi wasit tadi sudah memanggil kedua tim yang akan bertanding.
"baiklah, tim Uchiha akan berhadapan dengan tim Akasuna. Kedua tim harap mengambil posisi."
"hei, kalian akan mendukung siapa? kalau Dei-chan sudah pasti mendukung ketua kita" ujar Keiko dengan senyum jailnya
"I,,itu ti,,tidak benar, un" sangkal Deidara dengan kedua pipiny yang merona
"ah,,,, jadi kau mendukung Uchiha-san ya" goda Matsuri yang malah membuat Deidara semakin salah tingkah
"sebenarnya, aku bingung. Kau itu sebenarnya suka sama ketua atau wakilnya sih?" Tanya Keiko yang memag rada ceplas-ceplos kalo ngomong.
"iya benar, maaf ya Dei-chan bukan maksud kita untuk mencampuri urusan pribadimu, tapi banyak mahasiswi yang sering mengolokmu karena mereka piker kau memonopoli kedua pangeran kampus itu" jelas Matsuri
Kyuubi hanya diam saja, ia hannya memperhatikan ekspresi dari teman-temannya itu, jujur saja ia juga penasaran dengan kedekatan Deidara, Sasori dan Itachi.
"sebenarnya, aku dan Itachi memang pernah menjalin hubungan pada waktu senior high" ujar Deidara dengan suara yang pelan dan senyum getir, ia tak menyangka kalau kedekatannya dengan Itachi dan Sasori menjadi buah bibir mahasiswi di kampusnya.
Mendengar kalau Deidara dan Itachi pernah memiliki hubungan, entah mengapa hati Kyuubi terasa ngilu.
.
.
.
Pertemuan pertama Deidara dengan Itachi berawal di Konoha Senior High –KSH- mereka berdua merupaka teman sekolah. Itachi yang memang memiliki wajah yang rupawan serta seorang pewaris dari Uchiha corp. mejadikannya tenar dalam sekejap. Bahka ia memiliki fansgirl yang beranggotakan hamper seluruh siswi di KHS dan Deidara adalah salah satu fansgirl Itachi.
Berawal sejak kejadian tak terduga, dimana saat Itachi sedang mengikuti ekskul basket. Tiba-tiba bola yang di tangkis Itachi melayang jauh hingga mengenai kepala Deidara yang saat itu sedang berjalan membawa buku tugas ke kantor guru. Alhasil deidara jatuh pingsan setelah terkena bola tersebut. Itachi yang melihat bolanya mengenai kepala seorang siswi langsug bergegas menghampiri dan membawanya ke UKS.
Semenjak kejadia itu hubungan deidara dan Itachi semakin dekat. Hal ini membuat fansgirl Itachi geram. Mereka merencanakan pembullyan pada Deidara. Dari mulai dikunci di gudang belakang sekolah, disiram air bekas pel, memasukkan sampah dalam lokernya, dll.
Awalnya Deidara berani melawan hingga saat Deidara selesai mengerjakan piketnya ia dihadang oleh beberapa siswi yang kemudian membawanya ke taman belakang sekolah. Mereka membully Deidara habis-habisan. Rambut pirang deidara di guting asal-asalan dan beberapa permen karet menempel erat pada rambutnya. Pada saat itulah Itachi datang menolong Deidara, ia benar-benar marah melihat salah satu temannya di bully. Itachi tak tiggal diam, dia memarahi habis-habisan siswi yang meyerang Deidara tersebut dan bersumpah kalau besok mereka masih berani muncul di sekolah, mereka akan menyesal. Mendengar ancama Itachi para siswi tersebut membuat nyali mereka menciut. Dan besoknya para siswi yang membuli Deidara kemarin sudah mengundurkan diri dari sekolah.
Selama ini, Itachi memang menaruh kecurigaan pada Deidara yang beberapa kali terlihat menghindarinya. Hingga ia menemukan fakta bahwa Deidara mengalami pembulian semenjak kedekatan mereka. Demi melindungi Deidara, Itachi memproklamirkan bahwa Deidara merupakan kekasihnya dan tidak ada yang boleh mengganggu apalagi menyakitinya. Semenjak saat itu tak ada satu pun yag membully Deidara lagi.
Deidara merasa senang ternyata Itachi juga menyukainya dan sekarang mereka pun berpacaran, namun saat Itachi mengatakan kalau ini hanya pura-pura agar Deidara tidak mengalami pembulian kembali. Deidara hanya bisa mengagguk pasrah. Ternyata perasaannya tak tersampaikan. Cintanya bertepuk sebelah tangan.
.
.
.
"tapi itu dulu, sekarang hubungan kami hanya sebatas sahabat, tidak lebih" ujar Deidara dengan senyum tulus ke arah kedua pemuda yag sedang berlomba.
"AYO,,, DANNA. KAU PASTI BISA." Deidara kemudian berteriak meyemangati Sasori
Sedangkan Kyuubi, entah megapa saat dia melihat senyum tulus Deidara hatinya ikut menghangat. 'semoga apa yang ku rasakan ini tidak salah' batin Kyuubi yang kemudian tersenyum dan bergumam pelan 'kau pasti menang Chi' dengan pandangan lurus megarah pada seorang pemuda berambut raven yang sedang berusaha mengalahka rivalnyna. Pada saat yang bersamaan pandangan mata Itachi jatuh pada Kyuubi. Seolah bisa mendengar gumaman Kyuubi, Itachi tersenyum sekilah dan kemudian mearik tali tambang dengan kuat hingga membuat tim lawan jatuh tertarik kedepan.
"pemenangnya tim Uchiha" seru wasit
Sorak sorai kegembiraan terdengar mengeluh-eluhkan nama Itachi dan timnnya. Namun pandangan Itachi tetap mengarah pada gadis bersurai red orange yang juga sedang tersenyum ke arahnya.
.
.
.
-^_^v
.
.
.
Setelah puas bermain games yang di adakan para sensei mereka semua sekarang sedang antri menunggu giliran mandi. Peluh membanjiri diri mereka tapi hal itu malah membuat mereka senang. Camping kali ini benar-benar menyenangkan.
Kyuubi memutuskan untuk berkeliling area camping sambil menunggu gilirannya mandi. Ia menyesal karena tadi siang ia mandi terlebih dulu andai ia tidak ikut diseret untuk berlomba bersama Deidara dan yang lain ia tidak akan mandi untuk yang kedua kalinya sore ini.
Suasana sore yang tenang, Kyuubi menelusuri jalan setapak yang tak jauh dari area camping. Menikmati hembusan angin sepoi-sepoi yang menerbangkan surai panjangnya. Setelah dirasa cukup lama berkeliling Kyuubi memutuskan kembali ke tempat camping.
Dari jauh Kyuubi melihat teman-temannya hamper semuanya sudah selesai mandi. Hanya beberapa saja yang masih mengantri di depan kamar mandi. Ia pun memutuskan untuk mengambil baju ganti dan alat mandinya terlebih dulu di tenda.
.
.
.
-^_^v-
.
.
.
"acara malam ini adalah kita akan pesta BBQ, un" ujar Deidara
"iya, untung saja buka kelompok kita yang bertugas" ujar Keiko dengan nada riang
"kau benar sekali Keiko-chan, aku tidak terbayang jika harus memanggang begitu banyak daging untuk pesta nanti, un"
"bukannya sama saja ya?" ujar Kyuubi polos
"kau tidak akan percaya dengan nafsu makan teman-teman Kyuu, belum selesai kau memanggang mereka akan terus merecokimu agar cepat menyajikannya, un"
"aku masih ingat, wajah Hana senpai dan kelompoknnya setelah pesta BBQ tahu lalu" ujar Keiko sambil tertawa mengingat bagaimana keadaan senpainya dulu yang medapat tugas memasak BBQ.
"dan sekangan giliran Aburame senpai dan kelompoknnya yang akan merasakannya, un"
"sudahlah, mari kita nikmati saja malam ini teman-teman" kata Matsuri dan mereka berempat pun mulai menuju lapangan yang ternyata disana sudah banyak anak-anak yang berkumpul.
Pesta BBQ akan diadakan pukul 7 malam nanti, untuk menunggu mereka membuat api unggun dan melakukan apa pun yang disukai, ada yang bermain gitar dan bernyanyi, ngerumpi. Kyuubi dan yang lain lebih memilih duduk di depan api unggun sambil sesekali bergosip.
"sepertinya seru sekali obrola kalian" sela Sasori yang tiba-tiba datang bersama Itachi yang kemudian duduk di samping Kyuubi sedangkan Sasori sudah duduk sambil merangkul pundak Deidara.
"ini obrolan para gadis, un. Kau mengganggu saja" ujar Deidara sambil melepaskan rangkulan di pundaknya
"hahaha,, gomen-gomen. Aku hanya membawakanmu ini" ujar Sasori sambil menyodorkan piring yang berisikan sosis, daging panggang.
"wah,,, sudah jadi BBQ-nya. Cepat sekali, un" ujar Deidara sambil menerima piring pemberian Sasori
"mereka di bantu pegawai resort, jadi cepat selesai"
"oh.." jawab Deidara sambil mengangguk. "lalu piringmu mana, un?" Tanya Deidara
"kita kan bisa makan sepiring berdua Dei" ujar Sasori sambil mengedipkan sebelah matanya
"er,, seperinya aku akan ke dapur saja. rasanya aku juga lapar" Ujar Keiko
"a,,ah sepertinya aku juga" ujar Matsuri yang kemudian ikut berdiri mengikuti Keiko.
Kini tinggal mereka berempat saja yang tersisa, Kyuubi sadar kalau Keiko dan Matsuri tidak mau mengganggu kemesraan SasoDei.
"hentikan kelakuan bodoh kalian" ketus Kyuubi yang agak risih dengan kemesraan SasoDei
"ck, kau hanya iri saja pada kami rubah. Lihat Itachi juga sudah mengambilkan bagianmu" ujar Sasori sambil menunjuk ke arah Itachi yang tengah memegang piring yang berisi sama dengan piring Deidara. "kau senangkan sekarang" tambahnya lagi saat Itachi meletakkan piring di atas pangkuan Kyuubi
"a,,aku bisa mengambil bagianku sendiri, ka─" kata kata Kyuubi terpotong karena Itachi sudah memasukkan potongan sosis ke mulutnya
"makanlah, kau pasti lapar" ujar Itachi sambil masih memegang garpu di depan mulut Kyuubi. Sesuai komando Kyuubi menggigit sosis yang disodorkan Itachi.
"a,,arigatou" ujar Kyuubi yang tidak bisa menahan semburat merah yang tiba-tiba muncul di kedua pipinya.
"hn" jawab Itachi sambil memasukkan potongan sosis yang tersisa ke dalam mulutnya. Sontak melihat hal itu membuat Kyuubi tersedak, bagaimana tidak kalau Itachi memakan potongan sosis yang tadi di sodorkan padanya. 'I,,itu sosis yang sudah ku gigit tadi kan? kenapa ia memakannya?' batin Kyuubi histeris
"kau tidak apa-apa" suara Itachi terdengar khawatir, ia juga menggosok pelan puggung Kyuubi setelah memberikan air padanya. "makannya hati-hati dong Kyuu"
"aku sudah tidak apa-apa" ujar Kyuubi setelah meminum air pemberian Itachi. "arigatou" ujar Kyuubi dengan semburat merah yang masih belum mau hilang dari pipinya. Melihat hal tersebut senyum menawan Itachi terkembang dan Itachi pun mengacak pelan surai red orange Kyuubi.
"hn. Ini makanlah" ujar Itachi kembali menyodorkan sosis ke depan mulut Kyuubi
"a,,aku bisa sendiri" Ujar Kyuubi sambil mengambil garpu yang dipegang Itachi dan memakan sosis tersebut
"kau mau makan semuanya sendiri ya"
"eh?"
"kalau garpunya kau ambil alih begitu, aku bagaimana?"
"eh?"
"baiklah" Itachi menggenggam tangan Kyuubi yang memegang garpu kemudian menusuk daging panggang di piring Kyuubi dan mengarahkan tangan Kyuubi menuju mulutnya.
"ternnyata benar, makan dari tangan orang lain memang lebih enak" ujar Itachi dengan senyum menawannya
Sepertinya malam ini, Kyuubi harus menyerah pada keadaan. Ia tidak bisa memungkiri lagi perasaannya pada si sulung Uchiha yang dari tadi sudah membuat wajahnya memerah dengan jantung yang tak henti-hentinnya berdebar.
.
.
Eh,, ada yang tanya dimana SasoDei?
Hahahaha,,, mereka udah menyingkir, cari tempat berduaan yang pas. setelah melihat Itachi yang menyuapi Kyuubi tadi.
.
.
.
-^_^v-
.
.
.
Setelah malam yang menurut Kyuubi sangat indah karena ia menghabiskan malam bersama Itachi, saling bercanda kadang meributkan hal yang tidak penting dan yang terakhir mennyalakan kembang api bersama. Mengingat itu semua pipi putih Kyuubi merona. 'oh,, Kami-sama. Sepertinya aku benar-benar sudah jatuh dalam pesonanya'.
"kau sudah bangun, un?" ujar Deidara sambil membenarkan selimutnya mengusir hawa dingin
"hm, aku akan jalan-jalan sambil melihat sunrise, kau mau ikut?"
"tidak, aku masih mengantuk, un"
"okey" jawab Kyuubi sambil beranjak keluar tenda
Udara pagi hari ini begitu sejuk, Kyuubi mengambil nafas dalam-dalam menikmati udara sejuk. Suasananya masih sepi, hanya beberapa anak yang sudah bangun sepertinya. Setelah memakai sepatunya Kyuubi mulai berjalan menjauhi area camping. Ia mengenakan Hoodie abu-abu kesayangannya dengan celana training tiga perempat warna hitam sedangkan rambutnya ia kuncir kuda.
.
.
Sudah hampir satu jam Kyuubi berjalan dan melihat sunrise yang begitu indah, ia memutuskan untuk beristirahat sejenak saat melihat sebuah bangku di bawah pepohonan yang rindang. Ia meregangkan tubuhnya sejenak dan duduk di bangku tersebut. Sapuan angin sepoi-sepoi membuatnya terbuai dan tanpa sadar ia sudah jatuh ke alam tidurnya.
Hampir setengah jam Kyuubi terlelap, perlahan-lahan kelopak matanya mulai terbuka menampilkan iris rubynya
'astaga, aku tertidur. Tapi mimpi itu…' batin Kyuubi sambil memegang bibirnya. Kyuubi masih ingat betul akan mimpi yang barusan ia alami. Wajahnya sudah memerah seperti rambut sang kaasan.
"arg,,, apa yang ku pikirkan. Itu cuma mimpi" jerit Kyuubi sambil menggelengkan kepalanya.
"tapi,,, kenapa terasa begitu nyata. Bahkan aku masih bisa mencium aromanya" gumam Kyuubi.
Kyuubi mengingat kembali mimpinya dimana ia yang sedang tertidur di tengah padang bunga yang sangat indah, kemudian ia terbangun saat merasakan ada seseorang yang menyentuh pipinya dengan begitu lembut. Hal pertama yang ia lihat adalah bola mata sekelam malam yang begitu menghipnotis. Hal selanjutnya yang terjadi adalah bibirnya tengah di pagut lembut oleh sosok di depannya yang tengah memejamkan matanya. Merasakan sentuhan yang begitu lembut di bibirnya ia pun ikut memejamkan matanya. Merasakan ketululusan perasaan yang disampaikan lewat ciuman yang lembut. Saat kedua matanya terbuka, ia sudah kembali ke dunia nyata. Padang bunga sudah tergantikan oleh hijaunya pepohonan yang menjulang tinggi.
"hah,, sebaiknya aku kembali ke tenda" gumam Kyuubi kemudian beranjak dari duduknya.
.
.
.
.
.
.
Mereka semua saat ini tengah mendengarkan pengarahan dari Ibiki sensei. Penampilan mereka sekarang layaknya tentara yang akan maju ke medan pedang. Mereka menggunakan baju dan celana army lengkap dengan senjata air softgun di tangan masing-masing.
"okey, kita akan bermain air softgun. Kelompok akan di bagi menjadi dua. Sesuai tradisi ketua dan wakil senat akan menjadi ketua tim. Tim akan di undi dengan mengambil bola yang ada di kotak ini. Kelompok kalian di tentukan berdasarkan arna bola yang kalian ambil. Bola merah akan bergabung dengan Tim Akasuna sedangkan bola biru akan bergabung dengan tim Uchiha. Kalian semua mengerti?" Tanya Ibiki sensei
"Ha'i"
"baiklah, kita mulai dari kelompok Aburame dan seterusnya"
Setelah pembagian kelompok mereka semua berkumpul mengelilingi ketua tim mereka masing-masing untuk menentukan stategi. Tim Itachi bertugas mengambil bendera tim Sasori. Saori menatap iri pada Itachi, bagaimana tidak Itachi malah satu kelompok bersama Kyuubi, yang artinya ia juga akan sekelompok dengan Deidara. Sedangkan Itachi terenyum senang karena bisa satu kelompok dengan pujaan hatinya.
Game pun dimulai, tim Itachi menuju ke arah selatan area camping sedangkan tim Sasori menuju arah sebaliknya. Mereka semua berpencar sesuai dengan strategi sang ketua tim. Suara tembakan yang dihasilkan oleh air softgun memecah ketenangan hutan diselingi suara teriakan beberapa siswa.
Hampir 3 jam game berjalan, sudah banyak anggota dari kedua tim yang tumbang, namun sepertinya tim Itachi lebih unggul, anggota yang tumbang lebih sedikit di bandingkan tim Sasori. Kesempatan itu dimanfaatkan Itachi untuk menerbu pos Sasori dengan rencana yang sudah disusun sebelumnya. Anggota tim Sasori tinggal 3 orang yang tersia sedangkan anggota tim Itachi menyisakan 6 orang.
Itachi memerintahkan agar dua orang Timnya menjaga pos. ia menunjuk Kakuzu dan Hidan, sedangkan ia, Kyuubi , Deidara dan Zetsu akan menyerbu pos Sasori. Saat sudah berada dekat dengan pos Sasori, Itachi membagi kelompok menjadi dua, ia bersama Kyuubi sedangkan Deidara bersama Zetsu.
"kau lindungi Deidara, kalian ambil jalur kanan, aku dan Kyuubi akan ambil jalur kiri" jelas Itachi pada timnya yang dijawab anggukan kepala oleh mereka.
"kita saling melindungi kau dari arah belakang sedangkan aku akan mengawasi depan" jelas Zetsu pada Deidara.
Sekelebat Zetsu melihat pergerakan di depan, ia menyuuh Deidara bersembunyi di balik pohon. Tiba-tiba Zetsu menembakkan senjatanya ke arah semak-semak yang mencurigakan dan dari semak-semak itu muncul Sasori yang membalas serangan Zetsu. Mereka saling menembaki dengan berlindung di balik pohon. Keberuntungan berpihak pada Sasori disaat tembakan terakhirnya tepat mengarah di dada kiri Zetzu. Merasa lawannya sudah tumbang, Sasori berjalan mendekati Zetsu.
Mengetahui kalau Zetsu sudah tumbang, Deidara memutuskan keluar dari persembunyiannya. Ia melangkah pelan dengan agar tidak menimbulakan suara.
.
Trak.
.
Deidara menginjak ranting kering,'sial' rutuknya
Dengan reflek keduanya (SasoDei) saling menodongkan senjata kea rah lawan di depannya.
"jangan bergerak, diam ditempatmu Danna" ujar Deidara, ia sangat terkejut mendapati Sasori di depannya
"Dei,,," ujar Sasori tak kalah terkejutnya kala harus melawan kekasihnya sendiri
"turunkan senjatamu Dei, aku tak ingin melukaimu" ujar Sasori menatap sendu Deidara.
"ti,,tidak mau, un. Aku tidak ingin timku kalah" Ujarnya sambil menggelenngkan kepalanya
"kumohon, aku tak ingin melawanmu" tambah Sasori
"Danna, aku pun sebenarnya tak ingin melawanmu, un" ujar Deidara hampir terisak
"kalau begitu, tembak aku. Aku lebih memilih mati di tanganmu dari pada harus menyerah kalah" ujar Sasori mendramatisir
"hiks,,a..aku tidak bisa, un"
"kau, harus Dei." Ujar Sasori
"Danna,,,"
"yak, sampai kapan kalian akan melakukan hal konyol ini huh" teriak sebuah suara yang menginterupsi adegan telenovela SasoDei
"biarkan saja mereka Kyuu" ujar suara lain yang berjalan mengikutinya dari belakang. Sedangkan yang ditegur hanya memutar matanya.
"ck, permainannya usai sampai disini, sayonara" ujar Kyuubi sambil mengarahkan senjatanya kea rah Sasori
.
Dor
.
"yak,, kenapa kau menembak Danna, un? Kau mengganggu kesenangan kami" sembur Deidara.
"hm" jawab Kyuubi acuh sambil melenggang mendekati Sasori dan mengambil 'syal' berwarna merah yang ada di lehernya. Setelah berhasil mengambil 'syal' tersebut Kyuubi merentangkannya.
"YATTA,,, kita berhasil. Itachi lihat ini benderanya" seru Kyuubi sambil berjingkrak dan merentangkan bendera tersebut.
Melihat hal itu, Itachi hanya mengulum senyum ke arah Kyuubi yang sedang bersorak gembira kerena kemenangan tim mereka.
Kyuubi tak menyadari sosok lain yang berdiri tak jauh di belakangnya yang sedang mengendap-endap dengan senjata yang terarah padanya.
"awas di belakang mu kyuu…"
Mendengar teriakan Deidara, Kyuubi reflek menoleh ke belakang, matanya membola saat mendapati anggota terakhir tim Sasori yang tengah membidiknya. Tak sempat menghindar Kyuubi hanya memejamkan matanya sambil menyiapkan diri terkena peluru dari air softgun tersebut. Hingga akhirnya ia merasakan tubuhnya di dekap erat. Aroma mint dan kayu manis memenuhi indra penciumannya.
"kau tak apa?" Tanya Itachi sedikit melonggarkan pelukannya menatap teduk ke arah Kyuubi
"…." Tidak ada respon dari Kyuubi, ia hanya menatap wajah Itachi yang begitu dekat dengan wajahnya dan seketika itu rona merah merambati pipinya.
"huh,,,beraninya kau menembak Itachi, un" semprot Deidara pada anggota tim Sasori aka Aburame Shino yang sekarang telah berhasil Deidara kalahkan setelah ia menembakkan senjatanya ke arah Itachi yang sedang melindungi Kyuubi.
Mendengar Deidara yang marah-marah menyadarkan Kyuubi akan posisinya saat ini, ia mengambil langkah mundur yang mengakibatkan terlepasnya dekapan Itachi pada dirinya.
"go,,gomen. Karenaku kau jadi tertembak" ujar Kyuubi
"hn, itu tak masalah yang terpenting kau baik-baik saja dan kita telah memenangkan game ini" ujar Itachi sambil tersenyum dan berjalan mendekat kearah Kyuubi dan mengacak pelan surai red orangenya.
"ayo kita kembali, hari sudah mulai sore. Aku lapar"
"hu'um, aku sepertinya juga lapar, un. Ayo Danna" ujar Deidara dan membantu Sasori berdiri yang dari tadi hanya tiduran di tanah pura-pura mati karena tertembak peluru Kyuubi.
"hm"
"sudahlah Danna, jangan cemberut terus. Nanti gantengnya hilang loh" rayu Deidara yang mendapati Sasori yang masih dongkol karena kekalahannya
.
Cup
.
"sudah tidak kesal lagikan, un?" Tanya Deidara pada Sasori, sedangkan Sasori wajahnya telah bersemu setelah tiba-tiba Deidara mencium pipi kanannya.
.
.
.
-^_^v
.
.
.
Saat ini Kyuubi, Deidara, Matsuri dan Keiko tengah menyantap hidangan makan siang yang sudah sangat telat karena permainan air softgun yang berlangsung cukup lama tadi. Mereka juga sedang menunggu kamar mandi yang masih dipenuhi antrian siswa yang ingin mandi.
"Kyuu, nanti malam akan ada acara api unggun, masing-masing kelompok harus menampilkan sebuah pertunjukan. Apa kau punya ide?" Tanya Deidara
" aku bisa bermain alat music, tapi aku tidak membawa biolaku" ujar Keiko
"kalau aku malah tidak bias main music sama sekali, bernyanyi pun pasti malah membuat telinga sakit" ujar Matsuri
"tidak mungkinkan mereka melihatku melukis, itu malah akan sangat membosankan dan memakan waktu yang lama" ujar Deidara
"lalu kita harus bagaimana?" tannya Kyuubi
"itulah masalahnya. Tapi bukankah kau bisa bernyanyi. Suaramu juga lumayan bagus kan" ujar Deidara
"nggak, aku menolak" seru Kyuubi
"ayolah Kyuu, hanya kau yang bisa kami andalkan. Kalau tidak kita akan dihukum dan hukumannya itu akan sangat memalukan kau tau." Jelas Deidara
"iya, itu benar. Tahun lalu ada kelompok yang tidak menampilkan pertunjukan kena hukuman menari sambil menggunakan kostum-kostum aneh, sungguh memalukan jika kita memakainya"ujar Keiko dengan mata menerawang membayangkan kelompok dari tim laki-laki yang harus menari dengan kostum sailor moon tahun lalu.
"aku tidak mau" jerit Matsuri, Keiko dan Deidara bersamaan.
"hah….baiklah. tapi aku tidak mau tampil sendiri. Lagi pula tidak mungkin aku bernyanyi tanpa ada iringan alat music"
"ah,, kau benar. Paling disini teman-teman hanya membawa gitar saja. sedangkan kita tidak ada yang bisa bermain gitar" ujar Matsuri
"bagaimana kalau kita meminta bantuan untuk mengiringi Kyuubi bernyanyi. Tapi siapa?" ujar Keiko
"bagaimana kalau minta tolong Ita─" ucapan Deidara terhenti saat ada seorang pemuda berambut merah yang tiba-tiba meyapa Kyuubi
"wah,,,aku tak menyangka akan bertemu denganmu disini Kyuu"
"kau,, bagaiman bisa kau ada disini?" Tanya Kyuubi sambil menatap horror pada pemuda bersurai merah di depannya.
. .
.
.
.
Tebece .
.
.
.
.
.
Omake
.
.
Itachi meregangkan badannya, tidurnya mala mini begitu nyanyak. Kemarin malam adalah malam terbaik dalam hidupnya. Menghabiskan malam berdua bersama Kyuubi, saling bercanda, menggodanya dan menikmati berbagai macam ekspresi yang menggemaskan dari Kyuubi yang belum pernah ia lihat sebelumnya yang terakhir adalah menikmati kembang api bersama, sungguh malam yang indah. Senyum tak luntur dari wajah Itachi pagi ini, sampai matanya menangkap sosok Kyuubi yang berjalan sendiri menjauhi area camping,
'mau kemana ia pagi-pagi begini' batin Itachi. Ia pun bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan berharap masih bisa menyusul Kyuubi.
.
.
.
"ck, kemana perginya rubah manisku itu" gumam Itachi yang sedari tadi sudah mengitari area sekitar tempat camping selama hampir 1 jam lebih, hingga matanya tanpa sengaja menemukan sosok Kyuubi yang sepertinya tengah terlelap di salah satu bangku di bawah pepohonan yang cukup rindang.
Perlahan Itachi berjalan mendekat, ia tidak ingin mengganggu tidur rubah manisnya itu. Ia pun akhirnya duduk disamping Kyuubi memperhatikan wajah polos Kyuubi yang tengah terlelap.
"ternyata dia benar-benar dirimu Kyuu" gumam Itachi sambil mengingat wajah gadis misterius yang dulu ia temui di atap gedung fakultasnya.
Itachi menyingkirkan rambut Kyuubi yang menghalangi pandangannya dari wajah Kyuubi, lalu mengelus pipi Kyuubi dengan lembut dan tanpa sadar wajah Itachi semkin mendekat, hingga akhirnya bibirnya bertemu dengan bibir lembut Kyuubi, mengecup pelan menikmati sensasi bibir Kyuubi yang mampu membuatnya melayang. Tak puas dengan hanya mengecup bibir Kyuubi ia pun mulai memagut bibir Kyuubi pelan takut akan menyakiti Kyuubi. Menyalurkan perasaannya lewat ciuman lembut. Kalau boleh jujur ini adalah pengalaman pertamanya mencium seorang gadis dan bibir Kyuubi akan menjadi favoritnya. Tidak akan ia biarkan seorang pun merebut Kyuubi darinya dan entah kenapa bayangan pemuda bersurai merah yang di temuinya tempo hari masuk dalam pikirannya.
Akhirnya, dengan sedikit tidak rela Itachi melepaskan pagutannya pada bibir Kyuubi. Ia mendapati pipi putih Kyuubi merona, berhiaskan semburat merah di kedua pipinya. Takut akan tidak bisa menahan diri lebih dari ini, Itachi memutuskan untuk beranjak dan menenangkan dirinya yang hampir lepas kendali dan menyerang Kyuubi.
.
.
.
.
The real tebece
.
.
.
Hua,,,,, gomene minna-san… Ampun Dan telat banget updatenya
Tapi keadaan Dan sekarang sedang tidak memungkinkan mengetik fict ini. Netbook Dan kena petir jadi harus masuk bengkel dulu *plak
Nggak tapi beneran kena petir, ini jadinya nyicil ngetik di computer tempat kerja Dan, jagi agak sedikit repot
Fict kedua Dan udah di publish, minna-san bisa baca kalau sempat judulnya "MAKE YOU LOVE ME"
Yah,,,walaupun sepertinya tanggapan minna sekalian kurang, tapi Dan masih berharap minna sekalian bersedia membaca dan merepiunya dan merepiu fict Dan yang satu ini juga pastinya.
So mohon tinggalkan jejak minna-san di kolom repiu
Ja ne
Nb: gomen, gak bisa janji buat update cepet
