Title :
Kiseki48
Disclaimer :
Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki
48 Family © Aki-P
Story :
©Rall Freecss
Warning :
AU!Idol, GaJe, Typo Everywhere, Gender Bending Everywhere,Full OOC, etc :v
A/N :
Gender Bending bertaburan nih, Bahasanya ga baku alias ngawur, alurnya ga jelas begitupula jalan cerita /loh/ AU nih, menyangkut idol pula. Ga suka? jangan baca, makasih :3
Tepuk tangan riuh menyertai naiknya Hanamiya ke atas panggung. Setelah menerima trophy, Hanamiyapun di persilahkan untuk memberikan sepatah, dua patah kata untuk para penggemar yang sudah mendukungnya.
"Aku sendiri hampir tidak bisa percaya bahwa aku bisa berdiri di sini.. Tidak seperti rekan-rekanku yang punya banyak penggemar dan pendukung, aku hanyalah member yang kurang bersinar. Jelas saya merasa sedikit tertekan." Ujar Hanamiya dengan suara serak.
"Tapi, aku punya teman baik yang selalu ada di sampingku, Kiyoshi Tomiko."
Kiyoshi yang masih duduk di bangku hanya hanya bisa tersenyum kecil mendengarnya, semenatara Takao dan Izuki mulai menggoda gadis berparas manis itu.
"Tentu saja aku berharap bisa menduduki posisi yang lebih tinggi, tapi di posisi keenam belas ini, aku sudah cukup bersyukur. Makoto ni arigatou gozaimashita!" ujar Hanamiya sambil membungkukkan tubuhnya.
Kemudian, Alex mempersilahkan Hanamiya untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan di atas panggung. Kagetorapun melanjutkan ke posisi kelima belas.
"Di posisi kelima belas, dengan poin 2539... Member pendiri Kiseki48... Himuro Tatsuya!"
Begitu lampu sorot berhenti di atas kepala Himuro, tangisan gadis itu langsung meledak. Semua memandangi Himuro dengan tatapan sedih.
"Hime-chan di panggil secepat ini.." gumam Momoi.
"Ku pikir dia akan mendapat posisi yang lebih tinggi, dia populer bukan?" sahut Izuki.
Himuropun melangkahkan kakinya menaiki panggung untuk menyampaikan ucapan terimakasih pada para penggemarnya.
"Semuanya... hiks... Arigatou Gozaimasu!" gadis itu membungkukkan tubuhnya.
"Berkat dukungan kalian semua, saya bisa berdiri di panggung ini.. saya benar-benar berterimakasih pada kalian semua.." ujarnya sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya.
Para penggemar terus mengelu-elukan nama Himuro untuk menyemangati gadis itu.
"Saya berpikir, saya bisa berada di posisi yang lebih dekat dengan Atchan.. tapi nyatanya.. itu masih di luar kemampuan saya.."
Gadis itu menghela nafas dan mempersembahkan senyuman termanisnya untuk para penggemar sebelum akhirnya undur diri dan duduk di sebelah Hanamiya. Suatu pemandangan langka di mana Hanamiya yang terkenal cuek tampak berusaha menenangkan Himuro yang masih shock. Acara ini sepertinya dapat memunculkan sosok lain yang tersembunyi di dalam setiap member ya.
Suara genderang kembali terdengar, lampu sorotpun mulai berputar-putar mengelilingi kepala para member. Kagetora mulai buka suara untuk mengumumkan posisi keempat belas.
"Posisi keempat belas, dengan poin 2547.. Member generasi kedua.. Takao Kazumi!"
Takao langsung meloncat kegirangan di tempat duduknya, kemudian dengan wajah gembira ia menaiki panggung dan mulai berceloteh tentang keberhasilannya dan kebahagiaan yang ia rasakan.
"Semuanyaaa! Hontou ni Arigatou Gozaimasu!" seru Takao dengan senyuman lebar merekah di wajahnya.
Izuki yang memperhatikan gadis itu dari tempat duduknya hanya tersenyum kecil melihat ekspresi bahagia dari sahabatnya itu.
"Baiklah, saya lanjutkan.." Kagetora kembali mengambil alih,
"Posisi ketiga belas dengan poin 2578... Member pendiri Kiseki48... Midorima Shizuku!"
Gadis tsundere itu hanya terdiam ketika namanya di panggil, kedua tangannya menggenggam erat syal merah muda yang merupakan lucky item hari itu. Perlu kalian ketahui, syal itu dibuatkan spesial oleh sang kakak untuk adik tercintanya.
"A-arigatou Gozaimasu... Be-berkat dukungan kalian semua aku bisa berdiri di sini, nanodayo." Ujar Midorima sambil membungkukkan tubuhnya.
"Keberuntungan Cancer hari ini memang cukup rendah, jadi tidak mengherankan kalau aku hanya bisa sampai di posisi ketiga belas, nanodayo. Tapi saya benar-benar bersyukur, nanodayo."
Midorima Ryohei yang memperhatikan sang adik dari bangku penggemar langsung berdiri dan meneriakkan nama sang adik. Diikuti oleh fans-fans Midorima yang lainnya.
Gadis berkacamata itupun mengayunkan kakinya menuju singgasananya yang berada tepat di sebelah Takao.
"Omedetou~ Shizutan!" bisik Takao memberi selamat sekaligus memberikan Midorima pelukan hangat.
Setelah Midorima di panggil, kini giliran Izuki Shun yang di panggil untuk menduduki posisi kedua belas dengan poin 2838. Gadis maskulin itu dengan langkah bersemangat naik ke atas panggung.
"Semuanya~! Hontou ni Arigatou! Seirin berjalannya waktu, akhirnya saya bisa berhasil sejauh ini! Semua berkat dukungan dan cinta dari kalian semuaa!" seru Izuki sambil berusaha menahan agar air matanya tak jatuh.
"Shuki-chan! Seharusnya seiring loh!" seru salah seorang fans
"Seirin itu nama sekolahmu!" sahut yang lainnya.
Izuki terkekeh dan menggaruk kepala bagian belakangnya. "Gomenasai, aku terlalu bersemangat."
Gadis itupun berjalan menuju tempatnya di sebelah Midorima, sesampainya ia di sana, Izuki langsung ber-high five dengan sahabatnya, tentu saja, tak lain dan tak bukan, Takao Kazumi.
Seakan tak mau kalah, nama Aida Rikopun dipanggil tepat setelah Izuki untuk menduduki posisi kesebelas dengan perolehan poin 2838. Kagetora tampak menangis bahagis di belakang podium tatkala putri tersayangnya naik ke atas panggung untuk mengucapkan ucapan terimakasih pada para penggemarnya.
"Tak sia-sia ku pecahkan celenganku waktu itu," batin Kagetora bahagia.
Sudah 6 orang member Kiseki48 yang duduk di atas panggung sebagai senbatsu, dan kini Alex akan membacakan member yang menduduki posisi kesepuluh.
"Dengan perolehan poin 2890... Member generasi kedua... Kiyoshi Tomiko!" seru Alex.
Hanamiya yang sudah berada di panggung tampak tak henti-hentinya bersyukur atas keberhasilan teman seperjuangannya itu. Kiyoshipun naik ke atas panggung disertai tepuk tangan riuh baik itu dari pada penggemar maupun member Kiskei48 lainnya.
Isak tangis bahagia menyertai ucapan terimakasih dari Kiyoshi kepada penggemar. Matanya benar-benar merah, pipi bahakan seifuku yang ia kenakan sampai basah oleh keringat dingin serta air mata yang terus berlinang.
"Hontou ni Arigatou Gozaimasu!" Kiyoshi membungkukkan tubuhnya kepada semua orang yang sudah mendukungnya.
"Posisi kesembilan, dengan perolehan poin 2920.. Member Generasi ketiga.. Kasamatsu Yuki!"
Semua member terbelalak, siapa sangka, member generasi ketiga yang tidak begitu menonjol bisa mengalahkan para senior dan menempati posisi ke sembilan. Mengalahkan Himuro serta Midorima yang merupakan member pendiri dari Kiskei48. Keberhasilan Kasamatsu ini benar-benar menjadi sebuah kejutan bagi semua member, baik anggota pendiri, generasi kedua, maupun generasi ketiga ataupun keempat.
"Minna-san~ Arigatou Gozaimashita~ Yaah, aku tidak menyangka, aku bisa menduduki posisi kesembilan, mengalahkan Hime-chan serta Shizutan." Ujar Kasamatsu sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
"Kalian semua, bersiaplah ku buat pingsan~ Chuu~" Kasamatsu melemparkan kissbye para penggemar sebelum akhirnya duduk di sebelah Kiysohi dan mendapat jutaan ucapan terimakasih dari gadis dengan cengkraman yang kuat itu.
"Posisi kedelapan, dengan poin 3117. Member pendiri Kiseki48.. Furihata Kouri!"
Kise langsung memeluk Furihata yang duduk di sebelahnya, Kurokopun turut memberikan ucapan selamat pada gadis kikuk itu. Keringat dingin membasahi pelipis Furihata. Dengan langkah perlahan, gadis yang akrab disapa Furirin itu menaiki panggung.
"Se-semuanya, A-Arigatou Gozaimashita!" Furihata membungkukkan tubuhnya.
"A-Aku ss-sangat senang bisa berdiri di sini dan meraih posisi kedelapan. I-Ini semua berkat du-dukungan kalian semua." Ujar Furihata. Ia tampak begitu gugup, wajahnya tampak pucat. Seisi Akasaka Blitz dibuat tertawa oleh wajah pucatnya.
"Mu-Mulai sekarang, a-aku akan berjuang lebih keras!" gadis itu sekali lagi membungkukkan tubuh dan berjalan menuju singgasananya.
Pengumuman masih terus berlanjut, kini giliran Momoi Satsuki yang dipanggil untuk maju kedepan. Gadis fashionable itu berhasil memperoleh poin 3281, dengan begitu ia pantas untuk menempati posisi ke-7.
Semua penggemar dari Momoi bahkan para member begitu terkejut ketika nama gadis bersurai smoke pink itu dipanggil.
"Sacchin dipanggil secepat ini ssu!?" tanya Kise mulai heboh sendiri.
"Padahal pada hasil awal pemilihan ia berada di posisi ketiga." Sahut Aomine yang merupakan teman dekat dari Momoi itu sendiri.
Gadis fashionable itu sambil terus tersenyum, melangkahkan kakinya menaiki panggung untuk menyampaikan sepatah dua patah kata pada para penggemarnya.
"Momoi Satsuki desu.. Semuanya, arigatou gozaimashita!" serunya sambil tersenyum manis. Gadis itu menarik nafas dalam-dalam kemudian menghelanya. Gadis itu memandang lurus ke depan. Melihat para fansnya menangis, air mata mulai menggenangi pelupuk mata gadis itu.
"Aku sangat senang, bisa berdiri disini. Aku sangat senang dapat memperoleh posisi ketujuh. Walaupun ini sangat jauh dengan perolehan pada hasil pemilihan awal. Aku sangat puas dengan hasil yang aku peroleh ini."
Air mata Momoi mulai mengalir, membasahi pipi putihnya.
"Semoga pada kesempatan mendatang, bukanlah air mata kesedihan yang jatuh, melainkan air mata keahagiaan." Ujar Momoi mengakhiri ucapan terimakasihnya.
Teriakan kekecewaan dari fans Momoi masih terdengar, tapi apa mau dikata, peruntungan gadis itu hanya sampai posisi ketujuh, tidak lebih. Itulah posisi yang pantas bagi gadis itu. Semua fans Momoi harus menerima kenyataan ini dengan lapang dada apapun yang terjadi.
"Baiklah, akan saya lanjutkan. Posisi keenam, dengan poin 3543. Member pendiri Kiseki48... Aomine Daichii!"
Bagaikan ada benang merah yang mengikat keduanya, Aominepun dipanggil tepat setelah Momoi naik ke panggung. Tanpa basa-basi, Aomine berjalan menaiki panggung, gadis berkulit tan itu berjalan menuju panggung dengan kepala terangkat. Seolah tak ada kekecewaan sama sekali pada gadis itu. Tetapi...
"Untuk semuanya yang sudah mendukungku, Hontou ni Arigatou Gozaimashita." Aomine membungkkukan tubuhnya. Gadis yang akrab di panggil Dainyan itu masih tersenyum seperti biasanya.
"Aku sangat terkejut saat mengetahui saya mendapat posisi kelima pada hasil pemilihan awal.. Tapi aku rasa posisi keenam sudah dekat dengan posisi yang aku inginkan." Aomine menghela nafas, matanya tampak berkaca-kaca.
"Sungguh, saya merasa senang seka—" kalimatnya terhenti. Air mata mulai membanjiri pipi gadis berkulit tan itu. Aomine yang tidak pernah meneteskan air mata, Aomine yang selalu terlihat kuat hari ini menangis.
Para penggemar mulai mengelu-elukan nama gadis itu, memberikan semangat pada Aomine yang sudah pasti sangat sedih dan kecewa itu. Tangisannya mulai terdengar jelas, Aomine mengangkat kepalanya dan berteriak.
"Nyan kecewa sekali..!"
Tangisan Aomine semakin menjadi-jadi, Kuroko yang masih duduk di bangkunya tampak turut sedih melihat sahabatnya menangis di atas sana. Hari ini, slogan Yang Bisa Mengalahkan Diriku Hanyalah Aku, tidaklah berlaku.
"Tahun depan.. hiks.. tahun depan, saya berjanji akan berjuang lebih keras lagi! Semuanya, saya benar-benar berterimakasih!" Aomine membungkukkan tubuhnya. Kemudian gadis itu di persilahkan untuk menuju kursinya tepat di samping Momoi.
Akashi memandangi panggung dengan pandangan cemas, matanya tertuju pada kursi yang paling besar dan yang berada di posisi paling tinggi di depan sana. Ya, kursi untuk sang center.
"Apabila Shiina Ojou-sama tidak terpilih sebagai center pada senbatsu election mendatang, Shiina Ojou-sama harus kembali ke rumah dan meninggalkan Kiseki48."
Kalimat Yasunaga yang merupakan perintah dari sang Ayah masih terngiang di telinga Akashi. Membuat gadis itu sedikit gelisah dan tak bisa tenang. Jantungnya bagaikan genderang yang sedang ditabuh, detaknya tak karu-karuan, seolah akan meloncat keluar kapan saja ia mau.
Murasakibara tiba-tiba saja menggenggam erat telapak tangan mungil milik Akashi. Sang empu menatap Murasakibara dengan tanda tanya besar, apa maksudnya ini?
"Akachin, tenanglah." Bisik Murasakibara pada Akashi. Gadis itu hanya termangu mendengar ucapan Murasakibara barusan. Apakah kegelisahannya sebesar itu sampai-sampai gadis yang sama sekali tidak peka seperti Murasakibarapun bisa merasakannya?
"Aku tidak apa-apa, Atsuko." Balas Akashi pelan.
Murasakibara menggeleng, "Aku akan menggenggamnya sampai Akachin dipanggil." Ujarnya. Gadis itupun mempererat genggamannya, sementara Akashi hanya bisa pasrah dan kembali berharap agar ia tidak dipanggil secepat mungkin. Namun sayang, harapan Akashi tak berbalas, Akashi harus puas dengan apa yang ia peroleh saat itu.
"Dengan perolehan poin 3614, posisi kelima. Member pendiri Kiskei48... Akashi Shiina!"
Lampu sorot berhenti tepat di atas kepala Akashi, gadis itu hanya terdiam, ia berusaha menenangkan dirinya, memaksa dirinya untuk menerima kenyataan itu.
"Akachin..." gumam Murasakibara gusar. Semua member memandangi Akashi dengan tatapan penuh kesedihan. Mereka semua yakin bahwa kapten mereka itu setidaknya bisa meraih posisi Top 3. Padahal gadis itu telah berjuang begitu keras, tapi kenapa..?
Akashi yang tak terkalahkan, benar-benar dibuat hancur berkeping-keping hari ini.
"Silahkan, Akarin, naiklah ke atas panggung." Kagetora mempersilahkan. Setelah membungkukkan tubuh kepada para penggemar, dengan kepala tertunduk Akashi berjalan menaiki panggung.
"Akashi Shiina, Kiseki48 no Captain desu." Gadis bersurai merah itu membungkukkan tubuhnya.
"Kepada semua orang yang sudah mendukung saya sepenuh hati, saya ucapkan berjuta terimakasih kepada kalian semua. Perasaan syukur ini tidak bisa saya ungkapkan melalui kata-kata." Ujar Akashi sambil tersenyum tipis.
Semua penggemar Akashi mulai meneriakkan nama gadis itu. Beberapa dari mereka menangis karena kecewa, mereka berharap Akashi bisa mencapai posisi yang lebih tinggi. Tapi bicara soal kecewa, Akashilah yang paling kecewa di sini.
"Semuanya, pada kesempatan ini saya akan mengumumkan sesuatu pada kalian semua." Akashi menarik nafas dalam-dalam, kemudian ia menghelanya.
"Saya Akashi Shiina, Kiseki48 no Captain, akan mengundurkan diri dari Kiseki48. Saya akan berhenti dari idol group ini."
. . . .
Hening. Tak ada yang bersuara, semuanya masih tertegun, semuanya masih terdiam, berusaha mencerna semua perkataan Akashi barusan. Berhenti? Akashi berhenti? Akashi keluar?
"AKARIN!"
"Kenapa harus berhenti!?"
"Jangan berhenti! Kami mencintaimu! Akarin!"
"AKARIN-SAMA! JANGAN TINGGALKAN KAMI!" seru seorang pemuda dengan wristband sewarna pelangi sekuat yang ia bisa.
Isak tangis mulai terdengar dari para member, namun yang menangis paling nyaring adalah Murasakibara. Dialah yang menangis paling banyak ketimbang member yang lain, bahkan tangisannya lebih memilukan daripada tangisan Akashi itu sendiri.
Dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya, Akashi tersenyum tipis, gadis itu melanjutkan ucapan selamat tinggalnya, setidaknya mumpung masih ada di sana, ia ingin semua penggemarnya tau apa alasan keluarnya dirinya dari Kiseki48.
"Semuanya.. Sejak awal, Ayah saya sudah menentang keputusan saya untuk bergabung dengan Kiseki48." jelas Akashi,
"Saya jenuh dengan segala macam pelajaran untuk meneruskan perusahaan, jadi saya memutuskan untuk terjun ke dunia hiburan untuk mencari angin segar. Tapi, saya justru jatuh cinta dan tak ingin keluar dari gemerlap dunia hiburan itu."
"Saya kabur dari rumah dan dengan perlindungan dari Kagami-san, saya bisa tetap berada di Kiseki48 hingga saat ini." Gadis itu menghela nafas.
"Tapi, Ayah saya begitu keras kepala. Bagaimanapun, ia sangat ingin putrinya kembali ke rumah. Oleh karena itu, jika saya ingin tetap berada di Kiseki48 saya harus memenangkan Senbatsu Election ini. Begitulah persyaratan yang di tetapkan oleh Ayah."
"Saya itu absolut, karena saya selalu menang, maka saya selalu benar..." gadis itu mengadahkan kepalanya, menerawang. "Tapi, itu sudah tidak berlaku lagi.. Saya sudah dikalahkan berkali-kali.. Oleh karena itu, pada kekalahan kali ini.. Saya akan menuruti Ayah saya dan akan meninggalkan Kiseki48."
Suara tangisan di dalam Akasaka Blitz semakin terdengar jelas, tak hanya tangisan para member yang menjadi-jadi, bahkan tangisan para penggemarpun mulai semakin pilu. Mereka semua menyayangi Akashi, tak ada satupun dari mereka yang ingin gadis itu berhenti. Gadis itu adalah jiwa dari Kiseki48. Dia adalah kapten tersayang mereka, sekalipun ia begitu kejam dan tak kenal belas kasihan, Akashi tetaplah gadis manis kesayangan mereka.
Siapa yang rela melepas teman seperjuangan yang selalu berbagi tangis dan tawa bersama begitu saja?
"Saya harap, kalian semua bisa menerima keputusan yang telah saya ambil ini.. Untuk dukungan kalian selama ini Hontou ni Arigatou Gozaimashita!" Akashi mengakhiri ucapan perpisahannya. Gadis itu tetap tersenyum hingga akhir, dengan langkah lemas ia berjalan menuju singgasananya. Duduk di sana dan memandang lautan penggemarnya dengan perasaan bangga karena memiliki banyak penggemar yang mencintainya untuk terakhir kalinya.
Sekalipun Akasaka Blitz di banjiri air mata, pengumuman hasil Senbatsu Election harus tetap di lanjutkan. Mereka boleh kembali menangis mendayu-dayu setelah acara ini selesai. Setidaknya, biarkan para penggemar serta para member tau, siapa yang menjadi pemenang hari itu. Apakah Kise? Apakah Murasakibara? Atau mungkin Kuroko.
"Posisi keempat, dengan poin 3625.. Member generasi ketiga... Mayuzumi Chihiro!"
Semua mata tertuju pada bangku Mayuzumi tepat setelah nama itu di sebut. Namun, mereka tak dapat menemukan sosok gadis pendiam itu. Kemana perginya Mayuzumi?
"Aku di sini."
Semuanya begitu terkejut ketika tiba-tiba Mayuzumi sudah berdiri di atas panggung. Kapan gadis itu bergerak ke sana? Apakah hawa keberadaannya setipis itu sampai-sampai tak ada yang menyadari pergerakannya?
Hari ini, sudah dua member dari generasi ketiga yang memberikan kejutan kepada para fans maupun para member senior. Ya, siapa sangka Mayuzumi yang begitu pendiam, tak terlihat dan cuek itu bisa menduduki posisi keempat? Yah, memang sih, dalam skill dance dia tak bisa diremehkan, bahkan Akashipun mengakui kemampuan menarinya. Tapi, tetap saja, ini benar-benar sebuah kejutan.
Setelah ucapan terimakasih dari Mayuzumi disampaikan, suasana semakin menegang. Hanya tersisa tiga kursi. Siapakah kira-kira yang akan menempati ketiga kursi itu? Apakah dari member pendiri? Apakah generasi kedua? Atau mungkin generasi ketiga? Tidak ada yang tau.
"Baiklah, yang berhak menduduki posisi ketiga adalah... Kuroko Tetsura dari generasi 1.5! Dengan perolehan poin 3852!" seru Kagetora.
Semua fans bertepuk tangan, begitu pula dengan member lainnya.
"KUROKO-SAMA~!"
"Saa, Kuroko, naiklah ke panggung!" ujar Kagetora mempersilahkan. Tak ada jawaban dari Kuroko, tempat duduknya pun kosong. Lampu sorot berputar-putar mencari sosok gadis bersurai aquamarine itu. Kise mulai panik mencari rekannya itu, Murasakibarapun ikut-ikutan sibuk mencari gadis itu.
"Ano, Kagetora-san.." Seseorang menepuk pelan punggung Kagetora, membuat pria paruh baya itu meloncat karena kaget.
"Kuroko-chan, jangan menakutiku seperti itu dong.." gerutu Kagetora sambil mengusap-usap dadanya.
Kuroko hanya diam dengan wajah deadpan nya, ia kemudian berjalan menuju microphone yang sebelumnya di gunakan member-member lainnya untuk menyampaikan ucapan terimakasih maupun perpisahan untuk turut menyampaikan rasa bahagianya.
"Eto, Kuroko Tetsura desu. Arigatou Gozaimasu!" Kuroko membungkkukkan tubuhnya, mempertahankannya selama 10 detik sebelum akhirnya kembali berdiri tegap.
"Saya benar-benar senang karena saya berhasil menduduki posisi ketiga. Dan ini semua berkat dukungan dari kalian semua, aku tidak tau bagaimana caranya berterimakasih pada kalian."
Sekalipun ia bilang ia sangat senang, gadis aquarius itu sama sekali tak menarik bibirnya untuk tersenyum. Ia tetap konsisten dengan wajah datar tanpa ekspresinya.
"Tahun depan, saya ingin keberadaan saya lebih disadari oleh kalian semua." Ujarnya.
Semua penggemar tertawa kecil, "KAMI SEMUA MENYADARI KEBERADAANMU KOK!"
Kuroko menghela nafas, kemudian ia menatap ke arah Akashi yang duduk di belakangnya.
"Saya turut sedih atas keputusan yang diambil oleh Akashi Shiina-san... Saya tidak ingin ia meninggalkan Kiseki48.." kata Kuroko dengan suara lirih. "Tapi itulah keputusan yang ia ambil.."
Kuroko menarik nafas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya. Gadis itu mengadah, berusaha menahan agar air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya tak bercucuran. Namun, ia masih terlalu lemah untuk menahannya, air mata itupun lolos dan membasahi pipi seputih lilin itu.
"Oleh karena itu... Saya mohon kepada kalian semua.. Tetaplah dukung Akashi Shiina-san apapun yang terjadi.. Bahkan ketika ia sudah tidak ada di Kiseki48 nanti.."
Kuroko menyudahi pidato singkatnya dengan permintaan tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam kepada semua penggemar yang hadir, maupun yang tidak hadir di Akasaka Blitz. Tentu saja Kuroko, sampai kapanpun mereka semua pasti akan terus mendukung Akashi, bagaimanapun situasinya.
"Baiklah, akhirnya kita tiba pada dua posisi terakhir~!" seru Alex
"Akan saya bacakan." Kagetora mengambil amplop yang berlabelkan #2 dan menarik secarik kertas dari dalam sana.
"Posisi kedua, dengan poin 4345... Member generasi kedua.. Kise Ryoko!"
Bukannya meloncat kegirangan, Kise malah menunduk dan mencengkram erat rok yang ia kenakan. Kecewa. Sedih. Marah. Kesal. Terkejut. Semua emosi itu dicampur aduk jadi satu.
Kisepun berdiri dari tempat duduknya, memberikan hormat kepada semua penggemar yang ada dan tak lupa melayangkan tatapan sinis pada Murasakibara.
"Dengan begini, pemenangnya sudah pasti ssu..." batin Kise.
Gadis bersurai blonde itu kini berdiri di atas panggung, ia tampak memeluk sebuah rangkaian bunga yang di persembahkan olehnya.
"Eto, semuanya arigatou, berkat dukungan kalian saya bisa menenpati posisi kedua, ssu." Kise membungkukkan tubuhnya sesaat.
"Bisa berdiri di sini, di depan kalian semua adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi saya, ssu. Tapi, sayang sekali ya, padahal satu langkah lagi saya bisa berdiri di posisi pertama, ssu..."
Kise menggosok matanya yang mulai berair, pipinya tampak mulai basah.
"Saya sangat ingin mengalahkan Atchan pada pemilihan hari ini, ssu. Tapi... ternyata saya hanya bisa meraih posisi kedua, ssu.. Bohong kalau saya bilang saya sama sekali tidak sedih.." ujar Kise itu dengan suara serak.
"Tapi apa boleh buat, inilah kenyataannya ssu. Saya harus puas dengan tempat yang sudah kalian semua siapkan untuk saya. Jadi, sekali lagi saya ucapkan Arigatou Gozaimashita!"
"RYOSSU!"
"KISE-CHAN!"
"Nakanaide! Minna wa koko ni aru yo!"
"Sou! Sou! Kami semua ada di sini untukmu!"
Kise kembali berdiri tegap setelah membungkuk kesekian kalinya, gadis gemini itu berjalan perlahan menuju kursi kemenangannya.
"Sekarang, saatnya untuk mengumumkan pemenang pemilihan umum pertama ini!" Kagetora kembali buka suara, membuat suasan semakin menengang, lebih kaku ketimbang yang lain. Mungkin kalian bertanya-tanya, siapakah yang akan menang, tapi, semua member yang telah terpilih telah yakin pada satu pilihan, mereka yakin bahwa ialah yang akan menang.
"Posisi pertama dalan 13th Singel Senbatsu Election jatuh pada..."
Semua member tersenyum, dan bersamaan dengan Kagetora, merekapun meneriakkan nama penang mereka.
"MURASAKIBARA ATSUKO!"
Seluruh lampu sorot terfokus pada gadis dengan manik violet itu, membuatnya terlihat begitu bersinar dan begitu terang. Dari kejauhan tampak keluarga besar Murasakibara menangis bahagia, mereka semua mengangkat tinggi-tinggi spanduk besar bertuliskan nama Murasakibara yang mereka bawa dari rumah.
Mulai dari Atsuo yang sengaja kembali mengambil libur untuk sang adik, Atsuno yang memang sedang menganggur, Atsuho dan Akira yang kebetulan sekolahnya sedang libur, Ibu yang memang tidak bekerja, bahkan sang Ayah yang juga turut mengambil libur untuk menyemangati sang putri tercinta.
Para penggemar Murasakibarapun ikut bergembira bersama keluarga sang idol atas kemenangan Oshi mereka pada senbatsu kali itu. Beberapa fans dari Murasakibara tampak menyemangati para fans yang oshimennya tidak terpilih.
Murasakibara menaiki panggung dengan langkah perlahan, setelah mendapat ucapan selamat dari Kagetora serta Alex, dan menerima sebucket bunga dari Kagami secara langsung, gadis itupun di pasangkan selempang, sebagai tanda bahwa ialah pemenang hari itu.
"Eto, Murasakibara Atsuko desu." Gadis bersurai ungu itu membungkukkan tubuhnya, jauh di dalam kepalanya ia masih merangkai kata-kata yang ingin ia sampaikan. Tak hanya kata-kata, berbagai macam emosipun sedang di rangkai agar bisa diluapkan tanpa hambatan.
"Saya... sama sekali tidak pantas menerima posisi pertama.. Seharusnya ini bukan menjadi milik saya.. Karena ini pasti akan melelahkan dan merepotkan.." ujar Murasakibara.
Semua fans terdiam, mereka benar-benar terkejut mendengar perkataan Oshimen mereka itu. Setelah semua pengorbanan yang mereka berikan, inikah balasan dari Murasakibara?
"Tadinya saya ingin berkata seperti itu." Ujar gadis itu tiba-tiba. "Tapi, izinkan saya mempersembahkan ucapan terimakasih yang lebih baik untuk kalian semua.."
"Saya mengikuti audisi Kiseki48 awalnya hanya karena itu adalah pemintaan dari Kurochin, jadi saya merasa sedikit terpaksa dan melakukannya asal-asalan. Tapi, siapa sangka saya bisa lolos dan bertahan sampai sejauh ini." Murasakibara menyeka air mata yang mulai menetes dari matanya.
"Awalnya saya terus-menerus berfikir bahwa ini menyebalkan, melelahkan, merepotkan, selalu berfikiran seperti itu. Padahal mereka tau kalau mereka tidak akan mungkin bisa menang, tapi mereka terus saja berlatih, jujur saja itu menjengkelkan." Murasakibara menunduk.
"Tapi..."
Gadis itu mengangkat kepalanya, memandang lurus ke depan ke arah semua penggemar yang hadir.
"Kagami-san dan Kurochin terus menerus mengatakan bahwa hanya mereka yang dicintai para fans dan yang berjuang keras yang bisa menang. Murochin bahkan Akachin juga selalu berkata demikian."
"Jadi, ketika saya berdiri di sini... Saya menyadari betapa besarnya rasa cinta yang kalian berikan pada saya hingga saya bisa meraih posisi ini.. Saya merasa telah menjadi orang yang paling bahagia.." Gadis itu lagi-lagi menyeka air matanya, tak hanya itu, ia bahkan menggosoknya, sebisa mungkin menahannya agar tak jatuh membanjiri pipinya.
"Saya berharap bisa merasakan kebahagiaan ini selamanya..!"
"ATCHAN!"
"ATSUKOO!"
"ATCHAAAN!"
Semua fans Murasakibara terlihat mulai menangis haru, mungkin perasaan gadis itu telah tersampaikan pada semua penggemarnya.
"Tapi.. Saya tetap tidak mengerti.. Kenapa kalian semua begitu mencintai saya? Bukankah saya sama sekali tidak ramah dan begitu cuek? Jadi kenapa..?" tanya Murasakibara kepada para penggemarnya. "Untuk mencari jawaban dari pertanyaan saya itu, saya akan terus berjuang bersama Kiseki48, bahkan setelah Akachin keluar nanti. Oleh karena itu, saya mohon dukungannya!"
Gadis itu membungkuk, air matanya tak terbendung lagi. Semuanya jatuh begitu saja, membasahi pipi chubby nya. Wajah Murasakibara begitu menggemaskan, bahkan ketika menangispun gadis itu masih bisa terlihat cantik.
Murasakibara dengan langkah tegap mengayunkan kakinya menuju singgasananya, duduk di kursi yang paling megah dan terletak paling tinggi di antara yang lainnya.
Tepuk tangan dari ribuan fans yang hadir memenuhi Akasaka Blitz. Puluhan kameramen yang hadirpun mulai beraksi mengabadikan setiap moment yang ada.
"Member yang ada duduk di kursi anggota di persilahkan meninggalkan tempat."
Puluhan member yang tidak terpilih sebagai senbatsu meninggalkan tempat mereka dengan kepala tertunduk ke bawah. Mereka semua begitu sedih, kecewa, dan juga tertekan.
Hampir semua dari mereka menangis tersedu-sedu. Dan tentu saja, yang menangis paling nyaring adalah mereka para anggota yang paling muda, eh, tidak, tangisan mereka semua sama-sama nyaring dan sama-sama memilukan. Membuat siapa saja yang mendengarnya serasa ingin turut menangis.
Para anggota yang lebih senior sebisa mungkin menahan emosi mereka dan berusaha menenangkan dan menyemangati anggota yang jauh lebih muda dari pada mereka. Meyakinkan adik-adik mereka itu bahwa masih ada kesempatan lain dan semua tidak berakhir di sana.
"Leo—nee..." isak Hayama sambil memeluk erat Mibuchi.
"Yosh, yosh, jangan menangis lagi.." hibur Mibuchi sambil mengusap lembut kepala Hayama.
Hyuuga bersandar di dinding sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.
"Masih ada kesempatan lain kok." Ujar Koganei sambil menepuk-nepuk punggung Hyuuga.
"Diam kau, d'aho! Biarkan aku sendirian bodoh!" Koganei menyengrit ngeri ketika Hyuuga meneriakinya. "Jangan begitu dong, aku kan berusaha menyemangatimu!"
Hyuuga hanya diam dan tak memperdulikan ucapan si wajah kucing itu.
"Kalian semua, jangan menangis!"
Semua perhatian langsung tertuju pada sumber suara itu, begitu berwibawa, ya, pemilik suara itu tak lain dan tak bukan.. "Akashi-san!"
Semua langsung menghambur pelukan pada Akashi, mereka pasti sangat menyayangkan keluarnya Akashi dari Kiseki48.
"Jangan lupakan kami ya!" pesan Mibuchi.
"Aku akan merindukanmu..." isak Hayama.
Di sisi lain, Murasakibara mendapat pelukan super erat dan mematikan dari Kise.
"Atchan! Kyaaah~ Selamat ssu!" seru Kise.
"Kisechin, berisik." Gerutu Murasakibara.
Setelah itu berbagai ucapan selamat dari semua member yang terpilih menjadi senbatsu menghampiri Murasakibara. Tak jarang sebuah pelukan ataupun high-five ia dapatkan dari para member.
Tepat setelah berakhirnya acara senbatsu election itu, acara perpisahan dengan Akashipun dilakukan, Kagamipun hadir di sana untuk melepas putri nya itu. Acara perpisahan itu di adakan di tempat yang sama yaitu, Akasaka Blitz, bersama para fans yang juga menghadiri Senbatsu Election beberapa waktu yang lalu.
Acara perpisahan itu dipenuhi air mata dan isak tangis dari setiap member. Hari itu, adalah hari paling berkabung bagi Kiseki48 karena harus ditinggal sang kapten tercinta.
Semuanya diawali dengan air dan diakhiri dengan air mata pula.
Murasakibara duduk di depan cermin sambil memperhatikan matanya yang sembab. Gadis itu tengah mengemut lolipop rasa jeruk untuk sedikit mengurangi perasaan galaunya.
"Ah, di sini rupanya."
Sesosok gadis bersurai merah masuk dan mengahmpiri Murasakibara.
"Ayah dan Ibumu sudah menunggu di depan, kakak-kakakmu juga." Ujar Akashi.
Murasakibara mengangguk pelan, gadis itu beranjak dari tempat duduknya. Murasakibara memperhatikan Akashi dengan seksama.
"Ada apa?" tanya Akashi, tanpa sadar, kedua lengan gadis bersurai ungu itu bergerak dan langsung mendekap Akashi ke dalam pelukannya. Akashi awalnya cukup terkejut, namun akhirnya gadis itu membalas pelukan Murasakibara.
"Pergilah, keluargamu sudah menunggu." kata Akashi.
Murasakibara mengangguk, dilepaskannya pelukannya dari Akashi dan segera melangkah keluar ruangan untuk menemui keluarnya.
"Atsuko, Apakah sekarang kau menyukai Kiseki48?" tanya Akashi.
Murasakibara menghentikan langkahnya, kemudian ia menggaruk dagunya yang tidak gatal.
"Tidak, aku tetap tidak suka." Jawab Murasakibara. Akashi menyengritkan dahinya.
"Tapi aku senang ketika dicintai oleh banyak orang." Lanjut Murasakibara seraya berlari meninggalkan ruangan itu. Akashi terdiam, tetapi sesaat kemudian sebuah senyuman kecil membekas di wajahnya.
"Atchaan~" sebuah pelukan hangan di hadiahi oleh sang Ibu kepada putri bungsu tercintanya.
"Selamat atas kemenanganmu." Ujar Ayah sambil mengacak surai ungu putrinya itu.
"Pidatomu barusan sangat keren loh!" puji Akira.
Atsuo langsung mendekap adiknya itu dan memberikan sebuah kecupan hangat di dahinya.
"Terimakasih atas kerja kerasmu selama ini, Atchan." Ujarnya sambil tersenyum.
"Terimakasih atas dukungan kalian selama ini." Balas Murasakibara.
"Baiklah, ayo kita pulang dan rayakan kemenangan ini di rumaah~" seru Atsuho.
Keluarga bahagia itupun berjalan menuju mobil mereka untuk segera pulang ke istana kebanggaan mereka, tentu saja untuk merayakan kemenangan putri tercinta mereka, Murasakibara Atsuko.
Bagaimana apakah kalian juga ingin dicintai oleh banyak orang?
Uaaah~ Banzaaai~ Akhirnya selesaai~ ;; ^ ;; Terimakasih atas dukungannya selama ini~
Yaah, untuk pengerjaan fanfic yang satu ini benar-benar menguras tenaga saya '^')7 Tapi semuanya terbalas oleh review dari kalian semua~ Saya benar-benar berterimakasiih~ :*
Oh, terimakasih untuk Dyah-nee-chan yang merupakan sumber dari ide cerita ini, tanpa dia cerita ini ngga akan tercipta looh~ Makasih yaa~ :D
Makasih juga juga oshiruko-san yang menjadi orang pertama yang meninggalkan review~
Terus buat, miniReeto || || Miori || Fuu Ryuu -Shouta || Misaki Youna || SoullessQueen || Rea Sandaimi || Nigou-i || Dena Shinchi || Kyo Fuurime Tsuki || || alyarahmani11 || Usagi-chan || hoshikasa || xhandred || Eqa Skylight || 96rui ||
Buat silent reader di sana~ (kalo ada), aih, pokoknya terimakasih buat kalian semuaa~ Tanpa kalian fanfic ini ga akan jadi apa-apa ;; A ;;
Terus juga, kalo banyak yang OOC, ato ngelantur apa segala macam, saya mohon ampun m(_ _)m
Namanya juga manusia, ngga lepas dari kesalahan dan kekhilafan :"v Buat yang ngga setuju sama ending ceritanya, ayuk sini, silahkan bilang ke saya –w-)b
Hng, rencananya sih bakal dibikin semacam omake gitu, tapi liat nanti deh ya :v
Ah, pokoknya makasih banyak kepada kalian semuaaa~ Aishiteruuu~ :*
