Ada yang percaya keajaiban?
Baekhyun sebenarnya berlaku biasa saja pada hal itu, hanya saja belakangan ini dia merubah pikiran tentangbesarnya efek keajaiaban. Semula Baekhyun memiliki kebisaan jika di dunia ini takdir berjalan seorang diri menuntun hidup manusia. Tapi ternyata keajaiban terkadang menjadi pengiring yang cantik untuk mencapai puncak yang lebih baik.
Dalam hal ini Baekhyun mengakui sepenuhnya dia salah. Ketololan yang hampir dirasa tidak pernah singgah mendadak datang dan berkontaminasi sepenuhnya dengan hati nurani. Merusak segala hal yang Baekhyun katakan sebagai kriteria dan menjadikan 'apa adanya' sebagai bentuk visi-misi baru.
Percaya atau tidak, Chanyeol itu bukan kriteria. Tinggi tubuhnya bahkan sudah menjelaskan jika bersama Baekhyun adalah sebuah kesenjangan. Matanya yang besar juga berlawanan dengan sipit Baekhyun yang menjadi ciri khas pribumi. Dan dari segi sikap, adik kelas itu seperti tak memiliki kekuatan untuk menjadi penjaga hati yang bisa bertahan dan tak gentar godaan apapun.
Tapi sekali lagi, keajaiban merusak dan merubah Baekhyun untuk berkata 'Tidak apa, manusia wajar memiliki perubahan hati' kala Chanyeol menawarkan sesuatu yang baru. Adik kelas itu melakukan perombakan besar-besaran dan Baekhyun dibuat mati kutu tanpa ada penolakan.
Maka disisa pendiriannya yang akan punah digerus oleh kekokohan Chanyeol, Baekhyun memutuskan akan menyambut semua yang Chanyeol berikan dengan cara diam-diam.
"Baekhyun-ee,"
Seperti biasa, Chanyeol akan datang dengan senyumnya yang lebar. Mengusap sebentar dua telapak tangannya lalu menangkupkan penuh pada tangan Baekhyun yang tergantung lemas. Cuaca sudah memasuki musim pendingin dan melalui investigasi yang diam-diam Chanyeol lakukan, Baekhyun tidak suka sesuatu yang dingin.
"Aku sedang pusing." Yang lebih kecil hanya diam dan melemah. Kepalanya sudah ia letakkan di atas meja setelah mengerjakan soal essay Bahasa Inggris sebanyak 20 nomer.
"Emm.. kasihan. Mau ku belikan sesuatu?"
"Tidak. Aku hanya ingin pulang dan tidur. Sepulang sekolah aku akan melakukan hibernasi panjang. Otakku sudah panas."
"Eh? Sampai pukul berapa?"
"Tidak tau. Bisa saja sampai pagi."
"Yah... acara nanti malam bagaimana?"
"Hm? Memang nanti malam ada apa?"
"Katanya mau pergi denganku."
"Kapan aku mengatakannya?"
"Emm..."
"Sudahlah, lain waktu saja. Aku sedang lelah."
"Baekhyun-ee..."
Baekhyun selalu sama; berdiri pada keegoisan dan tidak terlalu memperhatikan bagaimana si adik kelas menelan kekecewaan mentah-mentah.
Beberapa hari ke belakang, Chanyeol selalu mengajak Baekhyun untuk menikmati suasana malam di pusat kota dan melakukan beberapa hal yang sekiranya bisa mendekatkan mereka. Chanyeol sudah menata rapi skenario yang akan ia gunakan pada Baekhyun. Kebanggaan tertingginya adalah menyulap sikap dingin Baekhyun menjadi puppy menggemaskan yang bisa ia gelung setiap hari. Tapi sepertinya dia menemui kesulitan. Baekhyun tidak semudah itu dan Chanyeol harus puas kembali mendapat kecewa dipenghujung harapan yang sudah tergantung.
"Ya sudah. Nanti pulang sekolah aku antar, ya?"
Baekhyun hanya mengangguk kecil lalu memejamkan matanya.
Ingin rasanya Chanyeol meluapkan kekecewaan, tapi melihat wajah terpejam penuh kelelahan ini, Chanyeol menumpuk rasa tega itu dibagian paling dasar laci kekecewaan yang ia miliki. Bagaimana matanya terpejam, bagaimana napas halusnya terhempus, dan bagaimana Baekhyun tidak menolak saat sebuah tangan mengusak kepalanya, menjadi beberapa hal yang akan Chanyeol pertimbangkan lagi jika dia mulai lelah mengejar Baekhyun.
Lelah? Chanyeol sadar hal itu pasti akan datang. Terlebih jika sikap Baekhyun selalu seperti ini dan pendekatan yang digencarkan itu tak kunjung berbalas, mungkin batas kesabaran akan Chanyeol temui dan dia mengibarkan bendera putih.
.
Ujian akhir semakin dekat. Kapasitas waktu belajar mulai Baekhyun tambah dan dia mengurangi beberapa kegiatan yang tidak terlalu penting untuk belajar. Setiap Sabtu malam biasa Baekhyun lewati dengan mendatangi kedai ramen kesukaannya, tapi kali ini dia merubah jadwal agar Sabtu malam bisa di rumah dan beristirahat.
Perubahan jadwal itu juga menjadi perubahan baru dimana Baekhyun menyalakan lampu ruang tamu dan duduk di sofa setelah menemukan satu botol air mineral biasa dari lemari es. Bersama dengan itu satu orang lain yang ada di ruang tamu sedang menunggu waktu dimana Baekhyun menghempaskan pantatnya dan kembali tersanjung dengan aroma parfum Baekhyun yang menyegarkan.
"Park Chanyeol, kenapa menggigit bagian itu?"
"Tentu aku akan meminum airnya."
"Buka botolnya."
"Tidak asik, Baekhyun-ee. Kalau begini kan aku jadi bisa memiliki sensasi menghisap."
"Heh?"
Lalu Chanyeol hanya terkekeh setelah gigitan di bagian bawah botol berhasil memberikan lubang. Bibirnya secara cekatan menghisap bagian itu dan merasa segar karena air dingin dalam botol sudah berpindah menyegarkan kerongkongannya.
Baekhyun hanya bisa menggeleng kecil sambil mencoba menyeka sisa air yang menetes dari sudut bibir Chanyeol. "Sudah besar tapi minum air saja masih berceceran seperti itu."
"Sengaja."
"Hem? Maksudnya?"
"Agar kau bisa mengusak wajahku." Kemudian senyum itu melebar tanpa pamrih, membuat Baekhyun mau tidak mau mengulum tawa kecil karena Chanyeol yang kekanakkan. "Baekhyun-ee, ibu mertua dimana? Aku ingin memberi salam."
Dan tawa kecil itu kembali berubah menjadi decakan kesal karena Chanyeol lagi-lagi memulai kisah menantu-mertua yang ia buat sendiri.
"Ibu sedang pergi ke acara reuni."
"Baekhyun-ee,"
"Hm?"
"Aku boleh pinjam tanganmu?"
"Buat?"
"Digenggam erat sampai maut memisahkan."
Selembar tissue mampir mengenai wajah Chanyeol.
"Baekhyun-ee,"
"Apa?"
"Coba tutup mata sebentar."
"Kenapa?"
"Sudahlah, tutup saja."
"Baiklah, baiklah."
"Gelap tidak?"
"Ya, tentu."
"Begitulah hari-hariku jika tidak ada Baekhyun-ee."
Kali ini segenggam kacang dimandikan Baekhyun pada Chanyeol dari puncak kepala.
"Baekhyun-ee,"
"Apa lagi, Chan—"
Cup!
"Aku mencintaimu."
.
.
TBC
Basyot : iya tau ini dikit. Namanya juga edisi spesial Malam Minggu. Lumayan kan buat nemenin, Blo. Hehe..
Oh ya, buat yang kemarin tanya 'ChanBaek kapan jadian?' Ayoung mohon banget di tahan sebentar. Kalau buru-buru jadian, gak akan sedep lagi ceritanya. Dan bisa-bisa bakal END setelah mereka jadian. Sedangkan sejauh ini baru dari sisi pendekatan Chanyeol yang terekspos, sisi dari Baekhyun belum banyak muncul, kan? Jadi mohon banget buat bersabar. Kalau memang sudah bosan, gak apa kok buat close tab. FF ini juga gak akan panjang dan berlarut-larut, akan disajikan se-pas-nya saja tapi tidak mengurangi bumbu cerita.
Intinya begitulah.
Terima kasih juga yang sudah foll, fav, dan review. Baekhyun Sunbae saranghae! Hehe...
