MOMMY MAID
.
Disclaimer : Belong to God and theirselves :D This story is mine. Not for commercial.
Author : Lee Rae Ra / Iqlima
Genre : General, Romance
Rate : T
Length : Sequel
.
Summary : Jung Yunho duda tampan dengan anak berusia 5 tahun bernama Changmin. Choi Jaejoong adalah Maid baru mereka. Bagaimanakah hari-hari Jaejoong selama menjadi Maid bagi Yunho dan Changmin?
.
MOMMY MAID
.
Ara dan asistennya menatap Changmin tak percaya. Semua persediaan makanan di apartemen Ara sudah habis dimakan oleh Changmin, dan Changmin masih mengeluh lapar.
"Dasar anak monster!" maki Ara.
"Walau begitu dia juga anakmu."
Ara mendengus kesal. "Sudah sana turun ke supermarket, belikan dia makanan!"
BRAKK!
Ara dan asistennya terkejut mendengar suara keras tersebut. Belum pulih mereka dari keterkejutan, sudah terdengar sebuah suara.
"Rumah ini sudah dikepung! Go Ara, jangan coba-coba untuk lari!"
.
MOMMY MAID
.
"Berita terbaru hari ini, aktris cantik Go Ara ditahan polisi karena tuduhan percobaan pembunuhan dan penculikan. Go Ara terbukti melakukan percobaan pembunuhan terhadap Choi Jaejoong, calon istri dari Jung Yunho yang merupakan mantan suami Go Ara. Go Ara juga menculik anaknya sendiri sebagai bagian dari usaha pembunuhannya terhadap Choi Jaejoong."
Begitulah garis besar isi dari berita yang tayang di semua stasiun televisi. Berita ini menjadi headline besar-besaran di Korea Selatan. Artikel-artikel mulai muncul di internet, menyebabkan para netizen dengan ganasnya menyerang Ara.
Sedangkan fanbase Ara dengan gagahnya masih membela aktris kesayangan mereka. Walaupun sebenarnya mereka tahu Ara salah, tetapi sebagai fans yang baik mereka akan melakukan apapun untuk idola mereka.
Para netizen mulai mencerca kebodohan dan kekejian Ara. Bodoh karena perbuatannya terungkap hanya kurang dari satu hari, berkat detektif dadakan Park Yoochun yang kini juga muncul di layar kaca, membuat artikel positif tentangnya juga ramai muncul di dunia maya. Keji karena dia tega menculik anaknya sendiri dan melakukan percobaan pembunuhan.
: MOMMY MAID :
"SIALAN! CHOI JAEJOONG SIALAN! GAY SIALAN! BANCI!"
Junsu mengernyitkan keningnya jijik melihat Go Ara yang muncul di berita. Saat ini layar televisi sedang menampilkan Ara yang sedang berada di kantor polisi, berteriak-teriak tak jelas memaki Jaejoong.
Lalu, gambar di layar berubah menjadi gambar penyiar berita yang menyiarkan tentang Jaejoong. Kemudian, Seoul Hospital muncul di layar televisi, lalu ke depan kamar rawat Jaejoong, menampilkan Jaejoong yang belum sadar di balik jendela.
Junsu menoleh ke arah jendela yang gordennya sengaja tidak ditutup agar para wartawan bisa mengambil gambar Jaejoong. Pihak rumah sakit tidak mengijinkan wartawan masuk ke dalam ruang rawat karena Jaejoong masih belum sadar.
"Kenapa Yunho lama sekali.. Aku ingin melihat keadaan Changmin." Kata Junsu cemas.
Hyunjoong yang masih setia menunggui Jaejoong hanya bisa menggelengkan kepalanya. Junsu sudah berkali-kali menyuruh Hyunjoong untuk pulang, tetapi Hyunjoong bersikukuh tidak mau pulang dan akan terus menunggu sampai Jaejoong sadar.
"Eunghh.."
Junsu mendekat ke arah Jaejoong dan melihat Jaejoong menggeliat. Junsu tersenyum lebar, air mata bahagia menetes dari matanya.
"Hyung, hyung.. Ini Junsu hyung, apa yang hyung rasakan?" bisik Junsu.
Perlahan, Jaejoong membuka matanya. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali sampai akhirnya penglihatannya mulai fokus. Dia mengitarkan pandangannya hingga menatap Junsu.
"Su-ie.." lirih Jaejoong.
Junsu meraih tangan kanan Jaejoong dan mengenggamnya. "Junsu di sini hyung.. Hyung akan baik-baik saja, Junsu di sini.."
Jaejoong mengalihkan pandangannya menuju Hyunjoong. Jaejoong tersenyum tipis pada Hyunjoong.
"Terima kasih, Hyunjoong.."
Pintu terbuka dan beberapa bodyguard Yunho membuka jalan. Para wartawan langsung meringsut menuju ke pintu masuk, berusaha mengambil gambar Jaejoong yang lebih jelas. Mata sayu Jaejoong terbelalak begitu melihat Yunho datang sambil menggendong Changmin, Yoochun mengikuti di belakangnya. Setelah Yunho, Changmin, dan Yoochun masuk, para bodyguard segera menutup pintu dan menjaga ruang rawat Jaejoong.
"Mommyyy!" Changmin langsung turun dari gendongan Yunho dan menghampiri Jaejoong. "Mommy, apakah Mommy tidak apa-apa? Minnie takut sekali.."
Jaejoong mengangkat tangan kirinya dan mengusap-usap kepala Changmin sambil tersenyum.
"Mommy baik.. Apakah Minnie baik-baik saja?" tanya Jaejoong.
Changmin tak menjawab pertanyaan Jaejoong. Dia malah meminta Yunho mengangkatnya ke ranjang Jaejoong yang cukup besar. Rupanya Changmin ingin tidur bersama Jaejoong, lebih tepatnya di pelukan Jaejoong.
"Minnie sayang, Mommy sayang sekali pada Minnie.." bisik Jaejoong.
Changmin semakin merapatkan tubuhnya kepada Jaejoong, seakan tak ingin berpisah dari Mommy yang sangat ia sayangi. Walaupun sekarang Changmin tahu yang sebenarnya, bahwa Go Ara adalah Ibunya, berkat percakapan Ara dengan asistennya.
Walaupun masih kecil, Changmin mengerti benar. Dia tidak mau orang jahat seperti Ara itu menjadi Ibunya, walaupun pada kenyataannya bahwa memang Ara adalah Ibunya. Bagi Changmin, Ibunya hanya satu, yaitu Jaejoong.
: MOMMY MAID :
Begitu melihat siaran televisi yang menampilkan Jaejoong yang sudah sadar serta Yunho yang kembali membawa Changmin, orang-orang yang bersimpati terhadap Jaejoong mulai berdatangan ke rumah sakit, membawakan bunga dan hadiah untuk Jaejoong, serta mendoakan agar dia lekas sembuh. Banyak di antara mereka yang merupakan haters Go Ara. Meskipun mereka tidak diperbolehkan masuk ke dalam rumah sakit, mereka tetap setia menunggu di depan rumah sakit sampai akhirnya Yunho keluar.
Begitu Yunho muncul, sontak mereka semua langsung menanyakan bagaimana keadaan Jaejoong dan Changmin.
Mendengar pertanyaan mereka, Yunho hanya tersenyum tipis.
"Jaejoong baik-baik saja, begitu pula Changmin. Terima kasih atas simpati dan doa kalian, serta waktu yang kalian korbankan untuk datang kemari. Aku akan memastikan semua barang pemberian kalian sampai ke tangan Jaejoong." Kata Yunho.
Seorang anak perempuan yang kira-kira seumuran Changmin tiba-tiba maju mendekati Yunho. Yunho berjongkok agar bisa berbicara dengan anak itu.
"Apakah ahjussi mau memberikan ini kepada Jaejoong noona dan Changmin?" tanya anak perempuan itu sambil mengulurkan sebuah bingkisan.
Yunho menerima bingkisan yang diulurkan anak itu. Kemudian Yunho memeluk anak itu.
"Terima kasih, ahjussi akan memberikan ini pada Jaejoong dan Changmin." Kata Yunho lembut.
Anak kecil itu tersenyum dan berlari menuju kerumunan orang, tepatnya ke arah Ibunya. Yunho mengucapkan terima kasih sekali lagi kemudian kembali masuk ke dalam rumah sakit.
: MOMMY MAID :
Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit untuk menyembuhkan luka-lukanya, akhirnya Jaejoong diperbolehkan pulang.
Tanpa sepengetahuan Jaejoong dan Changmin, Yunho telah membeli sebuah rumah besar – bisa disebut mansion karena saking besarnya – yang terletak tepat di depan mansion milik Yoochun.
Mengingat pernikahannya dengan Jaejoong yang semakin dekat, Yunho memutuskan membeli mansion itu agar Jaejoong dan Changmin bisa tinggal dengan nyaman. Yunho tidak mungkin membiarkan Jaejoong dan Changmin selamanya tinggal di apartemen. Apalagi Yunho sangat paham dengan keinginan kaum wanita – dalam kasus ini, M-Preg – untuk bisa tinggal di rumahnya sendiri.
"Yun, ini terlalu besar." Kata Jaejoong serak.
Mereka baru saja sampai di rumah baru mereka. Changmin langsung bersorak girang begitu tahu bahwa mansion ini adalah rumah barunya. Dia langsung masuk ke dalam mansion, untuk menjelajahi isi mansion.
Yunho tersenyum dan mengecup kening Jaejoong. "Aku ingin menyiapkan sebuah rumah besar untukmu dan Changmin, juga untuk anak-anak kita nanti."
"Lagipula, kita jadi bisa lebih dekat." Kata Yoochun.
Jaejoong tersenyum. Dua hari yang lalu Yoochun telah melamar Junsu. Heechul yang walaupun masih bersedih karena keadaan Jaejoong, tak urung juga merasa gembira karena kedua anaknya akan menikah. Tanggal pernikahan pun juga telah ditetapkan, yaitu dua minggu setelah pernikahan Jaejoong dan Yunho.
"Aku tidak tahu apakah aku bisa mengurus rumah sebesar ini sendirian." Kata Jaejoong.
Yunho menatap Jaejoong dengan pandangan aneh. "Apa maksudmu? Setelah kita menikah, kau tidak akan menjadi Maid lagi. Kau akan menjadi istriku, menjadi nyonya rumah ini. Kita akan punya banyak Maid, jadi kau punya banyak Maid untuk membantumu. Sudah, ayo masuk ke dalam untuk melihat-lihat isi rumah."
: MOMMY MAID :
"Kau yakin?" tanya Yunho sekali lagi.
Jaejoong memutar bola matanya malas. "Entah sudah keberapa kalinya kau menanyakan itu. Kita sudah sampai dan kita hanya tinggal menunggu."
Kemudian, sesosok wanita keluar diiringi dua orang polisi berbadan tegap. Dia terlihat lemas dan tidak bertenaga. Tapi begitu melihat siapa yang datang menemuinya, sorot sayu matanya berubah menjadi sorot kebencian. Dia tidak mau duduk, lebih memilih untuk berdiri.
"Untuk apa kau datang kesini." Desis Ara.
Jaejoong tersenyum. "Apa kabar?" tanya Jaejoong ramah.
"Kau masih punya muka untuk datang menemuiku setelah kau mengambil segalanya yang kupunya? Kau mengambil Yunho, kau mengambil karirku!" jerit Ara.
Ara mulai berteriak-teriak tak karuan. Kemudian dua polisi yang tadi mengawalnya segera membawanya kembali ke sel, meninggalkan Jaejoong yang sedikit shock.
Seorang polisi yang tadi mengawal Ara kembali untuk menemui Yunho dan Jaejoong.
"Sejak ditangkap, kondisi kejiwaannya agak terganggu. Dia sering menjerit-jerit sendiri." Jelas polisi tersebut.
Jaejoong menjadi prihatin dengan keadaan Ara. Setelah mengucapkan terima kasih, Jaejoong dan Yunho bergegas pergi dari kantor polisi.
"Aku tak menyangka jadi seperti ini." Kata Jaejoong.
"Dia memang pantas mendapatkannya." Kata Yunho datar.
"Tapi dia kan mantan istrimu, apa kau tidak kasihan melihatnya?" tanya Jaejoong.
Yunho menggelengkan kepalanya. "Jika Ara gila sebelum kau datang, mungkin aku akan menangis dan menyesali mengapa hal ini terjadi. Tapi aku sudah tidak ada apa-apa dengan Ara. Aku sudah mati rasa dengannya. Sekarang, dia mau apa pun aku tidak peduli. Dia telah merusak hidupku, melukiskan sejarah kelam di masa lalumu. Mati pun aku tak akan melupakan apa yang telah dia lakukan padamu." Kata Yunho panjang-lebar.
Jaejoong menyandarkan kepalanya ke jendela mobil. "Antarkan aku ke rumah Hyunjoong." Kata Jaejoong.
Yunho menatap Jaejoong selama sedetik sebelum akhirnya dia memandang ke depan lagi, fokus menyetir.
"Untuk apa?"
"Aku ingin mengucapkan terima kasih padanya."
"Memang dulu belum?" gerutu Yunho.
Jaejoong menonjok pelan bahu Yunho. "Aku hanya ingin berterima kasih saja. Bukan untuk apa-apa. Oh ya, nanti tinggal saja aku. Aku ingin berbincang dengannya."
"Lalu kau pulang bagaimana?"
"Bisa naik taksi."
"Tidak bisa. Nanti kalau sudah selesai telepon aku saja, akan aku jemput."
Jaejoong mengangguk, kemudian menyebutkan alamat rumah Hyunjoong.
: MOMMY MAID :
"Sekali lagi terima kasih, Hyunjoong." Kata Jaejoong.
Hyunjoong hanya bisa terdiam dan menunduk. Sejak Jaejoong keluar dari rumah sakit, Hyunjoong belum bertemu Jaejoong lagi. Dia hanya diam di rumah, berusaha menenangkan hatinya.
Tapi kini, kegalauan di hati Hyunjoong kembali ketika tiba-tiba Jaejoong muncul di depan pintu rumahnya.
"Kau tahu aku menyukaimu, Jae." Kata Hyunjoong.
Jaejoong jadi makin merasa bersalah. Dia mulai gelisah. Dia jadi menyesal mengapa tadi meminta Yunho untuk meninggalkannya di sini. Dia tidak menyangka jika Hyunjoong akan mengangkat topik ini.
"Hyunjoong, aku – "
"Sejak SD aku telah menyukaimu. Tapi kemudian kita lost contact saat lulus. Di Busan, aku berusaha untuk melupakanmu. Saat kembali ke Seoul, aku berharap untuk tidak bertemu denganmu karena aku takut bila perasaanmu muncul lagi. Tapi, ketika melihatmu di acara Family Day Out itu, perasaanku padamu merebak lagi." Potong Hyunjoong.
Jaejoong semakin gelisah. Dia bahkan menunduk, tak berani menatap Hyunjoong.
"Tapi, aku terlambat. Aku memang bodoh, tak mengejarmu sejak dulu. Sekarang, kau sudah bersama Yunho. Aku tak mungkin bisa merebutmu dari Yunho."
"Hyunjoong, kumohon.." pinta Jaejoong.
Hyunjoong tersenyum tipis. "Aku mengucapkan selamat kalian akan menikah. Semoga kalian berbahagia selamanya. Sekarang pulanglah, aku yakin Yunho sudah cemas setengah mati, mengingat kau hanya berdua bersamaku."
"Hyunjoong, aku minta maaf.."
"Lupakan."
: MOMMY MAID :
Untuk yang kesekian kalinya, Jaejoong menggerutu kesal mengapa dia harus memakai gaun untuk pernikahannya dengan Yunho. Sebenarnya dia ingin memakai jas, tapi apa daya nasibnya sebagai M-Preg yang menyamakan statusnya dengan wanita yang harus memakai gaun saat menikah.
Kesal mendengar gerutuan Jaejoong yang tak ada habisnya, Junsu menginjak kaki Jaejoong.
"WADAAAWW!" seru Jaejoong. "Heh! Kau sudah gila ya?! Hari ini aku menikah, bagaimana kalau aku tidak bisa berjalan ke altar gara-gara kakiku bengkak!" seru Jaejoong pada Junsu.
Junsu hanya nyengir melihat Jaejoong yang sibuk memaki-makinya. Tiba-tiba, pintu terbuka dan Siwon masuk.
"Junsu, cepat pergi sana. Acaranya akan segera dimulai." Kata Siwon.
Junsu mengangguk dan keluar dari ruang rias Jaejoong. Siwon mendekati Jaejoong yang tampak gugup. Setelah ditinggal Junsu, dia baru merasa gugup dan takut.
"Appa, aku takut." Kata Jaejoong.
Siwon tersenyum dan mengusap rambut Jaejoong. "Itu wajar. Setiap orang yang akan menikah pasti merasa gugup dan takut."
"Appa, apakah Appa yakin aku bisa menjadi istri yang baik bagi Yunho? Bisa menjadi Ibu yang baik untuk Changmin?" tanya Jaejoong cemas.
"Apakah hal itu masih perlu dipertanyakan? Tidak ada yang meragukan kapabilitasmu. Kau telah melakukan itu selama beberapa bulan. Setelah kau resmi menikah dengan Yunho, kau akan melakukannya lebih baik lagi." Kata Siwon.
Jaejoong memeluk Siwon penuh sayang. "Aku sangat menyayangimu, Appa."
: MOMMY MAID :
Meskipun ini bukan pernikahan pertamanya, tak urung Yunho merasa gugup juga. Berulang kali dia melirik Yoochun yang ada di baris pertama. Yoochun hanya tertawa melihat tingkah sahabatnya itu.
Di gereja besar tersebut, hadir keluarga besar Yunho dan Jaejoong, juga teman-teman Yunho dan Jaejoong. Tak lupa jajaran direksi di perusahaan juga ikut datang, termasuk sang Presiden Direktur.
Suara musik mulai mengalun. Yunho menatap ke arah pintu gereja. Yunho menahan nafasnya begitu melihat Jaejoong melangkah masuk ke dalam gereja diiringi oleh Siwon.
Jaejoong benar-benar terlihat sangat cantik. Hati Yunho dipenuhi luapan rasa cinta kepada Jaejoong. Yunho memantapkan hatinya, bahwa dia siap membangun keluarga bersama Jaejoong.
"Jaga anakku dengan baik, dia adalah permataku." Pesan Siwon sebelum menyerahkan Jaejoong pada Yunho.
"Pasti."
Jaejoong menatap Yunho sambil tersenyum. Kemudian matanya menangkan Hyunjoong yang duduk di barisan ketiga. Jaejoong merasa sangat bersalah ketika melihat sinar kekecewaan yang terpancar dari mata Hyunjoong.
"Hadirin sekalian, hari ini kita berkumpul di rumah Tuhan untuk menyaksikan ikatan pernikahan antara Jung Yunho dan Choi Jaejoong." Kata Pendeta.
Jaejoong bisa merasakan jantungnya berdebar sangat kencang.
"Apakah kamu, Jung Yunho, bersedia menerima dia, Choi Jaejoong sebagai istrimu, dalam suka maupun duka, sakit maupun sehat, dan kaya maupun miskin?" tanya Pendeta.
"Saya bersedia." Ucap Yunho mantap.
Mendengar ketegasan dalam suara Yunho, air mata Jaejoong pun mengalir. Pendeta beralih menatap Jaejoong.
"Apakah kamu, Choi Jaejoong, bersedia menerima dia, Jung Yunho sebagai suamimu, dalam suka maupun duka, sakit maupun sehat, dan kaya maupun miskin?"
Jaejoong menghela nafas panjang. Dia menutup matanya sebentar, membuat semua yang hadir berdebar-debar, takut jika Jaejoong tiba-tiba membatalkan pernikahan ini. Di samping Jaejoong, keringat dingin Yunho sudah mengucur. Dia cemas melihat Jaejoong yang terdiam.
"Saya bersedia."
Dua kata yang keluar dari bibir Jaejoong membuat semua yang hadir bernafas lega, tak terkecuali Yunho.
"Dan sekarang kalian berdua sah sebagai sepasang suami-istri." Kata Pendeta.
Yunho dan Jaejoong saling berhadapan, kemudian memasangkan cincin di jari pasangannya. Lalu, mereka berdua berciuman lembut.
Heechul, Junsu, dan Nyonya Jung berulang kali menyeka air mata mereka menyaksikan adegan sakral ini. Tak terkecuali Hyunjoong, yang juga turut menangis. Bukannya menangis bahagia, Hyunjoong menangis karena sedih dan kecewa. Sekarang Jaejoong sudah resmi menjadi istri Yunho, yang artinya dia tak akan punya kesempatan lagi untuk mendapatkan Jaejoong.
Perlahan Hyunjoong bangkit dan bergegas meninggalkan gereja. Dia mungkin akan pergi lagi ke Busan, melupakan semua kenangannya bersama Jaejoong di Seoul. Dia akan menghapus Jaejoong dari hati dan ingatannya.
: MOMMY MAID :
Pagi-pagi sekali, Jaejoong sudah bangun. Dia mengecup ringan bibir hati Yunho yang masih tertidur di sampingnya.
Jaejoong turun dari ranjang dan sedikit membuka gorden, mengintip keadaan di luar. Masih gelap, tapi semburat kemerahan sudah mulai tampak, menandakan bahwa matahari akan segera terbit.
Setelah mencuci muka dan menyikat gigi, Jaejoong bergegas memakai jaket dan keluar dari kamarnya dan resort yang ditempatinya. Saat ini, dia dan Yunho sedang berbulan madu di Amerika, tepatnya di Miami, Florida. Mereka cepat-cepat berbulan madu karena Junsu dan Yoochun akan segera menikah. Mereka tak mungkin berbulan madu saat Junsu dan Yoochun menikah, bisa-bisa Junsu dan Yoochun membunuh mereka karena tidak hadir di pernikahan mereka.
Jaejoong menarik nafas dalam-dalam, merasakan kesegaran udara pantai di pagi hari. Jaejoong memeluk tubuhnya sendiri, menahan udara yang dingin. Pantai sudah mulai ramai, mungkin para pengunjung pantai juga ingin melihat matahari terbit.
"Excuse me, would you mind to help me?" tanya seorang turis.
Jaejoong mengangguk dan tersenyum.
"Please, take a photo of me and my boyfriend." Kata turis perempuan itu sambil menyerahkan sebuah kamera pada Jaejoong.
Jaejoong menerima kamera itu dengan senang hati dan memotret kedua turis itu dengan latar belakang matahari terbit.
"Thank you." Kata turis itu.
"You're welcome." Sahut Jaejoong.
Jaejoong kembali memandangi matahari terbit di Pantai Miami yang indah. Tiba-tiba, sebuah tangan memeluknya dari belakang.
"Aku cari ternyata kau ada di sini." Kata Yunho sambil menciumi leher Jaejoong.
Jaejoong mendorong Yunho agar menjauh. "Kau ini sangat memalukan! Kita ini di Amerika, bukan di Korea."
"Maka dari itu, di Amerika kan hal ini juga sudah biasa."
Jaejoong memukul pelan bahu Yunho. Yunho kembali memeluk Jaejoong dari belakang.
"Indah ya, Boo?" tanya Yunho.
Jaejoong mengangguk pelan. "Andai kita bisa membawa Changmin kemari."
"Kita akan membawa Changmin kemari, bersama dengan anak-anak kita yang lain." Kata Yunho.
"Anak yang mana? Kita kan tidak punya anak selain Changmin." Tanya Jaejoong heran.
Yunho mengusap pelan perut Jaejoong. "Di sini, nanti akan tumbuh anak-anak dari Jung Yunho dan Jung Jaejoong. Anak-anak yang tampan dan cantik, serta sehat dan pintar."
Jaejoong memejamkan matanya, membayangkan jika dia dan Yunho mempunyai bayi. Dia tersenyum, memikirkan itu saja sudah membuatnya senang, apalagi mengalaminya langsung. Dia jadi tak sabar untuk segera hamil dan memiliki bayi.
"Kita akan membawa mereka semua kemari untuk liburan. Changmin tak akan kesepian lagi, karena dia akan punya banyak adik untuk menemaninya." Lanjut Yunho.
Jaejoong mengeratkan pelukan tangan Yunho pada pinggangnya.
"Yun.. Aku sangat mencintaimu." Desah Jaejoong.
Yunho mengecup pipi Jaejoong. "Begitu pula aku. Aku sangat mencintaimu. Kau adalah orang yang paling berharga di hidupku. Terima kasih, Jaejoong. Terima kasih telah datang ke hidupku."
"Terima kasih, Yunho. Terima kasih telah membuatku bahagia. Bersamamu, aku merasa sempurna."
"Akan lebih sempurna lagi bersama anak-anak kita nanti."
"Aku mencintaimu. Aku akan selalu mencintaimu sampai ajal memisahkan kita nanti. Berjanjilah padaku, kau juga akan mencintaiku sampai ajal memisahkan kita."
Yunho melepaskan pelukannya dan memutar tubuh Jaejoong menghadap ke arahnya. Yunho menarik tangan Jaejoong dan meletakannya di dadanya.
"Jantung ini, hanya berdegup untukmu. Selamanya, walaupun jantung ini berhenti berdetak."
.
.
.
FIN
.
.
.
Hai, akhirnya final chapter juga ya.. Maaf pendek, udah buntu ini u,u Maaf juga romance nya kurang, gak jago bikin romance T_T
Terima kasih untuk semua yang sudah mengikuti fic ini, baik yang selalu setia memberi review dan masukan atau pun yang hanya silent reader, terima kasih untuk mau menerima fic ini dengan tangan terbuka :)
Setelah ini, saya tidak hiatus. Tapi saya juga tidak janji akan menulis fic lagi. Ini semua dikarenakan saya sudah kelas 3 SMA. Saya udah gak punya banyak waktu luang lagi T_T
Saya akan kembali, satu tahun lagi.
BIG THANKS TO ALL OF MOMMY MAID'S REVIEWERS
Maaf gak bisa nyebutin satu-satu soalnya banyak sekali T_T
