Disc: Karakter by Masashi Kishimoto
Sum: Namikaze Naruto atau Uzumaki Naruto adalah orang kaya kedua setelah Uchiha Corp yang terbilang serba mandiri dan tak ingin dibilang manja tinggal di sebuah apartemen sederhana milik keluarga Akasuna. Tiba-tiba saja kakaknya menyuruhnya untuk rapat dan mengurus cafenya, saat rapat ia di perkenalkan oleh tunangannya yang ternyata salah satu pegawai dari café kakaknya. Sialnya tunangannya itu adalah cowok menyebalkan yang tidak sengaja menjadi tetangganya di apartemennya. Akankah cowok itu menyadari penyamarannya?
Warning : BoyxBoy (SasuNaru), OOC, typo, dll
Rate: T
Ganre: Romance
Note: Fanfic ini terinspirasi dari novel karya Ilan* Tan berjudul Winter in Tokyo dan salah satu fanfic yang author sukai hanya saja author sendiri lupa namanya dan tidak menemukan fanfic itu yang tidak berlanjut bahkan hilang? Tapi yang jelas fanfic ini tidak sama dengan karya yang sudah di katakan tadi (: Fanfic ini menerima komentar dan kritikan yang membangun, Selamat menikmati :D Oh iya sebelum membaca harap perhatikan peringatannya ya~
"….." berbicara
'…..' berpikir
Huruf miring = bahasa asing; alam mimpi or flashback
-happy-~(^_^)~-reading-
-Café Prince-
Vol 10: I'm With You
.
.
Taka's Gallery, 19.00 pm
Hari ini ada pameran seni di gallery milik Sasuke, beberapa foto dan karya-karya milik Sasuke akan dipajang hari ini untuk dipamerkan dan dilelang. Naruto yang diundang hari ini pun kini menengok kearah kiri dan kanannya, memandang waspada sekelilingnya. Ia sedang bersembunyi walau rasanya percuma saja karena orang lain sudah melihat tingkah polah Naruto yang aneh seperti seorang penguntit. Naruto menyipitkan matanya, disana teman-temannya sedang berkumpul dan menjabat tangan Sasuke dengan bangga, ada beberapa kolega kaya yang tidak Naruto kenal juga yang menjabat tangan Sasuke disana. Ia ingin kesana tapi ada Sasuke disana! Ia masih menghindari Sasuke, bukan karena marah lagi tapi karena ia malu! Malu karena ia salah kaprah pada tunangannya sendiri.. lagipula disana ada wartawan yang sedang mewawancarai Sasuke, apa kabarnya ia jika mendapati seorang aktor terkenal macam Naruto bisa ada disini.
"Apa yang kau lakukan Naru, ayo masuk" Naruto berjengit ketika kakaknya memanggilnya, memang ia berangkat bersama kakaknya dan Itachi tadi. Kakaknya penasaran dengan karya yang dibuat anak buahnya Sasuke, begitu katanya dan dengan seenaknya memaksanya untuk ikut serta. Padahal inginnya ia menolak undangan itu. Huwwee~ apa yang harus ia lakukan jika bertemu Sasuke?~~
"Ka-kalian saja yang masuk duluan, nanti Naru nyusul!" ucap Naruto keringat dingin.
Kyuubi menaikkan sebelah alisnya. "Kau kenapa? Kau sedang sakit? Keringatmu banyak"
"Ah tidak apa-apa kok, Naru baik-baik saja! Sudah kakak kesana saja!~" ujar Naruto tergesa sambil mendorong-dorong kakaknya untuk masuk kedalam.
"Tapi—" Kyuubi mengerut, ia menoleh kearah adiknya yang mendorong-dorong tubuhnya dari belakang dengan bingung.
"Sudahlah!~ Naru cuma mau ke toilet, nanti akan menyusul duluan saja!~" Naruto bersikeras meyakinkan Kyuubi bahwa ia baik-baik saja. Setelah berhasil mengusir Kyuubi, ia menatap Itachi yang ternyata masih berada disampingnya dan sedang memandang kearahnya dengan penasaran.
"Itachi-nii juga cepat kesana! Naru hanya ingin ke toilet" suruh Naruto dengan tidak sopannya, bibirnya sudah dimajukan. Moodnya menjadi jelek sekarang, rasanya ia sudah ingin kabur saja dari sini.
Itachi mengusak-ngusak pelan rambut Naruto, ia tahu Naruto masih belum bisa bertatap muka dengan Sasuke tapi Itachi tidak akan mau membiarkan hal itu berlarut-larut terlalu lama karena mereka saling mencintai. "Cepat kembali!" ucapnya lalu berlalu pergi meninggalkan Naruto.
Naruto menghela nafasnya lelah, jika Itachi sudah berkata tegas begitu ia tidak bisa menolaknya. Calon kakak iparnya itu walau orang yang ramah dan sering senyum tapi jika sudah marah jangan ditanya lagi! Sangat mirip seperti ayahnya Minato, menakutkan!
Dengan berani walau dengan sembunyi-sembunyi Naruto masuk kedalamnya, ia refleks bersembunyi diantara pengunjung yang bergerombol membentuk sebuah grup untuk melihat pajangan di gallery ini ketika Sasuke menengok kearahnya. Dibalik punggung seseorang, mata Naruto menyipit kembali menengok kearah Sasuke. Sasuke masih sibuk mengurus tamu sambil bertegur sapa.
Fyuuh~ sepertinya keberadaannya belum diketahui.
Naruto kembali menengok-nengokkan kepalanya kearah kiri dan kanan. Ia harus segera menemui teman-temannya sebentar kemudian langsung pulang, setidaknya ada bukti pada teman-temannya bahwa ia datang memenuhi undangan dari mereka tanpa harus bersitatap dengan Sasuke.
"Ah itu mereka!" Naruto tersenyum sumringah ketika melihat beberapa temannya berjalan memisahkan diri dari Sasuke. Dengan perlahan Naruto melangkahkan kakinya untuk menyusul kearah teman-temannya dengan bersembunyi di samping tubuh pengunjung.
"Kyaa! Tadi aku bersalaman dengan Sasuke-san loh! Dia tampan sekali!" ujar salah satu siswi senior high school itu pada temannya, telinga Naruto berjengit seketika mendengarnya.
"Benarkah!? Aku juga mau! Mau sekalian foto juga!"
"Ah! Benar juga nanti kita kesana lagi untuk berfoto dengannya, sekarang masih banyak mengantrai untuk menemuinya! Aku jadi penasaran ia punya kekasih tidak ya? Aku ingin menikah dengannya dia tampan, aku suka padanya~" seketika Naruto tersedak ludahnya sendiri ketika mendengar pengakuan gamblang itu. Naruto menggelengkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya kembali.
"Dari pada berhayal begitu coba kau lihat pajangan Sasuke-san, ada yang aneh dari hasil jebretannya. Menurutmu siapa yang ada di foto itu?"
"Dia manis apa dia kekasihnya?" ujar siswi itu menilai pajangan foto dari Sasuke. Temannya hanya mengangkat kedua bahunya tidak tahu.
"Apa kalian tahu pajangan ini saja yang tidak dijual oleh Sasuke-san, padahal tadi aku mendengar ada yang mau membelinya seharga miliaran dollar tapi dia bilang pajangan ini sangat spesial baginya" ujar salah satu pengunjung ikut menimbrung percakapan dari tiga siswi itu. Beberapa pengunjung berdecak kecewa karena Sasuke sudah menyianyiakan orang yang membelinya itu.
Baru beberapa langkah Naruto berjalan dan langkah kakinya berhenti setelah mendengar pembicaraan orang-orang disekitarnya.
"Eh rasanya aku tahu wajah dari pajangan itu.." ucap salah satu siswi tadi.
"Ia rasanya sangat familiar.. apa dia model terkenal?" ucap salah satu pengunjung lainnya.
Naruto penasaran, ia pun menolehkan kepalanya untuk melihat pajangan itu, mata Naruto membulat seketika melihatnya.
Title:
Love at First and Last Sight
By: Uchiha Sasuke
Pajangan-pajangan itu merupakan foto dari Naruto sendiri, saat makan ramen dengan senangnya, saat tersenyum lebar sambil mengedipkan matanya, dan foto ketika ia memainkan piano disaat pesta ulang tahun Hinata dan ditengah-tengah foto berukuran sedang itu terdapat pajangan besar setinggi ukuran setengah dari tembok gallery. Pajangan besar menampilkan foto dirinya yang sedang tersenyum lebar dengan latar gedung-gedung tinggi pencakar langit dibelakangnya dengan langit malam bertabur bintang.
Naruto ingat betul dimana foto itu diambil, itu disaat dirinya berada di atas atap hotel bintang lima sebelum dirinya dan Sasuke bertemu orangtua mereka untuk menanyai perihal pertunangan. Ia tidak menyangka ada banyak foto dirinya disini, kapan Sasuke memfotonya?
"Astaga!" Naruto sedikit berteriak namun mampu membuat semua pengunjung menoleh padanya. Naruto masih terpana dengan fotonya yang dipajang itu, sementara salah satu pengunjung mencoba membanding-bandingkan dirinya dan fotonya.
"Ka-kau ?" pengunjung itu menunjuk wajah Naruto dan pajangan foto itu bergiliran, wajahnya sama.
Salah satu pengunjung terbelalak terkejut setelah melihat Naruto. "Ka-kau! Namikaze Naruto!" Naruto masih berkedip bingung, pikirannya masih berputar-putar tak terarah. Ia bingung harus bereaksi bagaimana!?
"KYAAA! Ada artis Namikaze Naruto!"
Tepat ketika suara lengkingan pengunjung yang menyadari keberadaannya, alarm tanda bahaya Naruto bergema ditelinganya sendiri dengan gesit Naruto langsung berlari menghindari orang-orang digallery.
"KYAAA!~" para pengunjung itu berlari mengejar Naruto sambil berteriak histeris, melewati teman-teman Naruto yang terkejut bahkan Sasuke. Beberapa wartawan menghentikan wawancaranya sejenak pada Sasuke dan memandang gerombolan itu bingung, mereka ingin mengejar tapi mereka sudah berlari jauh dari gallery.
Mata Sasuke terbelalak ketika melihat sekejab bayangan rambut kuning yang berlari menghindar didepan sana. "Naruto!?" Sasuke ingin mengejarnya namun para wartawan sudah mengelilingi tubuhnya.
"Apa anda tahu mengapa aktor Namikaze Naruto bisa berada disini?"
"Permisi, biarkan aku lewat!" Sasuke berusaha keluar dari gerombolan wartawan itu.
"Apa anda mengenal Namikaze-san?"
Beberapa lampu blits kamera memenuhi pandangan Sasuke. "Izinkan aku lewat!"
"Ada hubungan apa anda dengan aktor Namikaze Naruto itu, Sasuke-san?"
Namun berbagai pertanyaan terus dilontarkan pada Sasuke dan teman-teman Sasuke bahkan Kyuubi dan Itachi juga, Sasuke tidak bisa keluar sama sekali untuk bertemu Naruto yang sedang kesusahan disana. Sasuke berdecak kesal dalam hatinya.
.
.
BRAK!
Haah-Haah-Haah Nafas cepat Naruto terputus-putus, keringat membasahi tubuhnya. Naruto merosotkan tubuhnya pada pintu bagian dalam kamarnya, ia kelelahan berlari. Untung saja ia bertemu taxi yang tidak sengaja lewat didepannya sedang menurunkan penumpang lalu dengan segera saja Naruto memasuki taxi itu dan memintanya mengantar pulang dan pergi sejauh-jauhnya dari orang-orang itu secepatnya.
Walau sopir taxi itu awalnya bingung tapi untung saja dengan baik hatinya segera melajukan mobilnya dan mengantarnya dengan selamat sampai rumah.
Naruto menghela nafasnya dengan panjang, kepalanya bertumpu pada lututnya menyembunyikan wajahnya. "Ya Tuhan~"
-~(^_^)~-
"Sudah sampai tuan.."
Naruto mengerjap. Ia melihat sopir pribadi keluarganya keluar dan membukakannya pintu untuknya yang duduk di kursi belakang. "Ah, terimakasih" ucapnya setelah keluar dari mobil. "Oh iya jangan menungguku, kau pulang saja. Aku akan pulang nanti bersama teman" ujar Naruto memberitahu.
Supir itu mengangguk mengerti. "Baik tuan, saya permisi dulu" ujar sang supir sopan sambil membungkuk di samping Naruto. Naruto mengangguk pelan mengizinkan, setelahnya sang sopir pun pergi dari hadapan Naruto sambil membawa mobilnya, meninggalkan Naruto yang terdiam berdiri didepan restoran bintang lima dengan gedung yang berlantai empat dihadapannya. Ia jadi teringat ketika ia mengobrol dengan Sakura tiga hari sebelum ia ke Taka's Gallery dan berakhir hingga ia berada disini saat ini.
Flashback On
"Jika kau memang akan menikah dengan Sasori-san lalu kenapa kau dan Sasuke berciuman saat disini dan berpelukan di café dekat apotek saat itu?" karena penasaran dengan keberanian besar Naruto mencoba bertanya walau ia rasa cemburu muncul dihatinya ketika ia teringat kejadian itu.
"Huh? kapan—ooh! Kau melihatnya?!" ujar Sakura tak percaya menatap kearah Naruto.
Naruto menggeleng panik lalu berdeham setelah. "A-aku hanya tidak sengaja melihatnya"
"Aaah~ maafkan aku, kau pasti marah pada Sasuke. Apa karena itu juga hubungan kalian jadi tidak baik sekarang? Itu gara-gara aku ya?! aku benar-benar minta maaf!~" ujar Sakura tak enak.
"Aaah-haha tidak apa-apa kok, aku tidak apa-apa kok.." ujar Naruto berbohong.
"Aku benar-benar minta maaf! saat itu aku hanya kesal pada Sasori karena dia tak kunjung melamarku. Dia terlalu sibuk dengan perusahaannya, oleh karena itu aku meminta Sasuke menjadi kekasihku dalam setengah hari saja dan mengatakan padanya jika aku akan berhenti menjadi fansnya hanya demi agar Sasori cemburu. Sasuke sama sekali tak mengetahui hal ini jadi tolong rahasiakan ya atau ia akan marah besar padaku nanti karena aku menipunya…
mengenai di café dekat apotek juga aku memeluknya karena terlalu senang rencanaku berhasil, Sasori melamarku! Aku memberikan kartu undangan pernikahanku pada Sasuke. Kau bisa datang ke acara pernikahanku dengan Sasuke ya! Jangan marah lagi pada Sasuke. Sasuke mencintaimu Naru, kau harus tahu itu!"
Flashback Off
Naruto menghela nafas panjang. Begitu tahu selama ini ia sudah salah paham dengan Sasuke dan fakta bahwa Sasuke sangat mencintainya terbukti dari pajangan foto di gallery itu yang menunjukkan bahwa Naruto adalah milik Sasuke seorang, Naruto langsung mengurung dirinya sendiri selama tiga hari bahkan keluarganya dan ancaman Kyuubi yang akan memakan ramen limited edition miliknya sama sekali tak berhasil membuatnya keluar dari kamarnya sampai dimana saat teman-temannya di café datang berkunjung kerumahnya termasuk Sasuke.
Naruto langsung panik tak terkira. Ia memutuskan tetap berdiam diri walau Sasuke yang membujuknya, ia terlalu malu bertegur sapa dengan Sasuke begitu menyadari bahwa dirinyalah yang bersalah serta malu menunjukkan wajahnya yang selalu bersemu ketika mengingat insiden pajangan foto dirinya itu dan akhirnya teman-temannya mengancamnya akan mendobrak pintu kamarnya dan akan menikahkan Sasuke pada orang lain jika ia tak segera keluar dari tempat persembuyiannya dan datang ke restoran ini demi menembus kesalahannya yang langsung kabur setelah Naruto membuat keributan saat di Taka's Gallery itu.
Dan viola! Ancaman itu berhasil! Ia tidak mau melihat Sasuke menikah dengan orang lain selain dirinya! Memikirkan Sasuke menikah dengan orang lain di altar saja berhasil membuatnya menangis dikamar, Sungguh ia tak rela!
Walau dia masih enggan bertemu teman-teman ekhm-Sasuke, Naruto berusaha memberanikan dirinya melangkah memasuki pintu masuk restoran. Toh hanya untuk makan malam bersama saja kan? bukan untuk makan berdua saja dengan Sasuke. "Selamat datang tuan, tuan mencari meja untuk satu orang?"
Naruto menoleh kearah salah satu pelayan restoran itu. "Saya sudah memesan meja atas nama Café AM?"
"Meja untuk Café AM berada dilantai paling atas tuan, mari saya antar" ujar pelayan itu dan Naruto hanya mengangguk lalu mulai melangkahkan kakinya tepat dibelakang pelayan itu. "Silahkan tuan.."
Naruto mendudukan dirinya ketika pelayan itu sudah menarik kursinya mempersilahkannya untuk duduk. Sekarang ia berada di balkon restoran. Pencahayaan redup dengan beberapa lilin dan sebuah buket bunga cantik yang di taruh di meja Naruto serta pemain musik yang memainkan alat musiknya dengan lembut berdiri tidak terlalu jauh dari Naruto menampakkan kesan romantis dengan pemandangan malam penuh bintang serta bulan yang bersinar dilangit.
Beberapa pelayan mulai berdatangan menyediakan minuman serta makanan kecil dihadapannya. Ia menengokkan kepalanya kearah kiri dan sama sekali tidak ada pengunjung disini selain dirinya dan pemain musik serta beberapa pelayan, padahal di lantai bawah tadi kursi pengunjung sampai penuh.
Naruto berdeham pelan. "Ano sa.. kok disini sepi sekali ya?"
Pelayan itu tersenyum. "Setengah hari ini seluruh ruangan di lantai ini sudah dipesan khusus oleh Café AM tuan"
Naruto menatap pelayan itu terkejut. "Haah? Seluruh ruangan dilantai empat ini?!"
"Iya tuan.. ada yang ingin anda tanyakan lagi?"
"Ah ti-tidak.. terimakasih" Naruto berucap gugup.
"Kalau begitu saya permisi.. jika anda membutuhkan sesuatu anda bisa memanggil saya"
"Iya terimakasih…" ujar Naruto lalu ia mengalihkan pandangannya kearah luar, angin malam yang dingin dan menyejukkan itu berhembus perlahan mengenai tubuh Naruto. Untung tidak ada salju yang turun hari ini dan ia juga memakai pakaian hangat jadi cuaca tidak terlalu dingin hingga membuatnya menggigil.
Ngomong-ngomong yang lain pada kemana ya? ia disuruh kesini sama teman-temannya tapi salah satu dari mereka sama sekali tidak kelihatan batang hidungnya, lagipula untuk apa mereka menyewa seluruh ruangan di restoran mahal begini? 'Buang-buang uang saja!' Naruto mengomel dalam hati. Naruto pun melihat kearah pemandangan malam kota di depannya beberapa meter dari restoran ini terdapat sebuah apartemen bertingkat tinggi Naruto tak melihat ada tanda-tanda cahaya di apartemen itu. Apa disana sedang mati lampu?
Karena diarea sekitar apartemen itu gelap Naruto dapat melihat sekilas cahaya yang meluncur cepat keatas langit tepat diatas atap apartemen itu. Cahaya itu kemudian menyebar, petasan besar warna-warni indah mewarnai langit malam dan beberapa diantaranya membentuk hati. "Cantiknya…" mata Naruto berbinar cerah.
Tidak hanya mata Naruto saja yang terpaku melihat petasan yang indah itu, pejalan kaki bahkan sampai berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan itu. Tak berselang lama sebuah petasan besar meluncur membentuk sebuah kalimat. Mata Naruto bahkan sampai terbelalak terkejut karena petasan itu menampilkan namanya 'Naruto' dengan latar petasan berbentuk hati.
Tiba-tiba saja lampu apartemen didepannya yang awalnya mati total kemudian menyala di setiap kamar apartemen secara random seperti membentuk sebuah kata ' I U '. Jika kalimatnya disambungkan dengan petasan yang diatas atap apartemen itu maka terbentuk sebuah kalimat. 'Naruto I Love U'
Naruto mentup mulutnya, matanya menatap tak percaya pemandangan didepannya bahkan ia sampai berdiri dari duduknya dan hampir membuat jatuh kursi yang ia duduki. Naruto menyipitkan matanya ketika sebuah petasan meluncur kembali membentuk sebuah kalimat satu persatu. Ia membacanya perlahan. "Will.. U.. Merry.. Me?" dan diikuti dua huruf membentuk kata 'US'
"US?" tanya Naruto bingung.
"Uchiha Sasuke" kepala Naruto refleks menoleh kearah belakang ketika ia mendengar suara yang paling ia kenal. Matanya terbelalak kaget pada pria didepannya.
Sasuke tersenyum dihadapan Naruto, kemudian merogoh saku di balik jas tuxedo yang ia kenakan dan mengambil sebuah barang yang Naruto tak ketahui, kemudian Sasuke berjongkok dihadapan Naruto yang terpaku terkejut. Sasuke mengambil tangan kanan Naruto lalu mengecupnya mesra bahkan Sasuke tak hentinya memandang wajah Naruto yang paling ia rindukan karena selama tiga hari ini tidak bertemu. Naruto menjadi salah tingkah ditatap seperti itu, wajah Naruto bahkan sudah memerah sempurna.
Sasuke mengalihkan pandangannya sejenak dari Naruto untuk membuka kotak kecil berwarna merah yang tadi ia ambil di saku miliknya, ia membuka kotak itu memperlihatkan dua buah cincin berwarna putih yang terlihat cantik dihadapan Naruto. Sasuke bahkan tersenyum geli melihat tingkah menggemaskan Naruto yang terpaku dengan matanya yang terbelalak terkejut. Sasuke menggenggam erat tangan Naruto. "Naruto.." dan memanggilnya menyadarkan Naruto dari lamunannya.
Naruto mengerjapkan matanya. "I-iiya?" ia memandang Sasuke salah tingkah, Sasuke nampak sangat tampan ditambah sikapnya saat ini membuatnya gugup tak terkira.
Sasuke tersenyum tampan. "Naruto… Will you merry me?"
Mata Naruto terbelalak, otaknya seakan mati rasa merespon perkataan Sasuke. "H—huh?"
"Maukah kau menikah denganku Naruto?" tanya Sasuke lagi.
Mata Naruto mulai berkaca-kaca, ia menutup mulutnya menahan isakannya. Sasuke panik, ia bangun dari jongkoknya dan mengusap pipi Naruto dengan lembut. "Naruto kau baik-baik saja? Apa ada yang sakit?" tanya Sasuke khawatir, ia takut terjadi apa-apa pada Naruto yang tidak lama ini baru keluar dari rumah sakit.
Naruto menggeleng pelan. "Lalu kenapa kau menangis?" tanya Sasuke heran.
Naruto memejamkan matanya, air matanya tidak berhenti mengalir. Kepalanya ia senderkan di dada bidang Sasuke. "Aku terharu, baka!" ujarnya memukul pelan dada Sasuke yang tidak bisa melihat situasi. Mata Sasuke melebar mendengarnya, ia tersenyum lalu memeluk Naruto dan mencium puncuk kepala Naruto.
"So? You will merry me?"
Naruto mengangguk lemah dalam dekapan Sasuke masih terisak pelan. "Yes, I will.." Sasuke tersenyum lebar mendengarnya, ia sedikit melonggarkan pelukannya untuk melihat wajah Naruto. Sasuke mengusap lembut pipi Naruto menghapus jejak-jejak air mata, ia mengecup dahi Naruto penuh perasaan diikuti dengan kedua pipi tembam Naruto.
"Umm.. Naru… maafkan aku.."
Naruto mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Sasuke. "Untuk?"
Sasuke tersenyum tak enak. "Yah.. kau tahulah, masalah kita sebelumnya.. maafkan aku, di masa lalu aku telah mengecewakanmu bahkan aku gagal melindungimu. Aku benar-benar payah"
Naruto merenggut. "Ya kau itu memang payah sampai membuatku kehilangan ingatan!" lalu kemudian tersenyum lebar kearah Sasuke. "Tapi anehnya sejak sebelum aku kehilangan ingatan aku sudah menyukaimu. Ketika aku tidak mengingat apa-apa aku kembali jatuh cinta padamu.. walau ingatanku bermasalah tapi aku tahu apa yang kurasakan padamu.. kau selalu ada dipikiranku Sasuke" ucap Naruto pelan dengan rona dipipinya, ia merasa sedikit malu telah berani mengungkapkan perasaannya.
"Thangks.." ucap Sasuke penuh syukur ketika mendengar ucapan Naruto dan karena Naruto sudah memaafkannya juga menerima dirinya sebagai pendamping seumur hidupnya. Naruto tersenyum lebar, ia dapat melihat binar bahagia dan cinta di kedua manik onyx milik Sasuke. "I love you.." ucap Sasuke sambil memeluk Naruto kembali.
"Umm… I love you too" Naruto tersenyum lebar dengan rona merah di pipinya, ia membalas pelukan Sasuke. Sementara Sasuke terkekeh senang, ia mengangkat tubuh Naruto dan memutar tubuh mereka. Naruto terkejut namun setelahnya ia tersenyum, Naruto melingkarkan kedua tangannya dileher Sasuke. Mereka tertawa bahagia.
Dengan perlahan Sasuke menurunkan Naruto, ia mendekatkan wajahnya dengan Naruto sementara Naruto mulai memejamkan matanya menerima ciuman dari Sasuke dan membalas ciuman Sasuke. Sasuke memejamkan matanya, bibirnya tersenyum senang ketika Naruto membalas ciumannya, ia pun melumat bibir Naruto. Mereka berdua saling menautkan bibir mereka dengan penuh perasaan mengungkapkan perasaan mereka satu sama lain dari ciuman itu.
Eghmm!
Naruto dan Sasuke membuka kedua matanya perlahan mereka melepaskan ciumannya, saling menoleh kearah sumber suara.
"Sudah selesai bermersaannya?" tanya Minato dengan kedutan di dahinya. Sebagai seorang ayah, ia merasa tidak rela Naruto akan menikah secepat ini. Naruto bahkan baru beberapa hari tinggal dirumah setelah sekian tahun dan sekarang Naruto akan meninggalkannya lagi untuk ikut bersama suaminya. Kalau bukan karena Kushina, ia tidak mungkin setuju acara pernikahannya dipercepat seperti ini.
"A-ayah?" Naruto menatap terkejut pada ayahnya bahkan, ibu, ItaKyuu, FugaMiko, Iruka dan teman-temannya ada disana menatap dirinya dengan rona merah dan senyuman yang lebar.
"Kyaa~ kita bessan Kushina!~" ujar Mikoto tersenyum gembira.
"Iya Mikoto, akhirnya!~" begitupun dengan Kushina, mereka saling berpelukan satu sama lain sambil meloncat-loncat kecil penuh suka cita.
"Cie…cie.. yang sebentar lagi menikah.." Kiba, Deidara, Sai, Itachi dan Tobi menaik turunkan alisnya menggoda Naruto.
"A-apa-apaan sih?—" Naruto merenggut lucu, wajahnya merona sempurna. ia malu, ternyata dari tadi ditonton oleh teman-teman dan keluarganya? Bahkan oleh calon mertuanya. Oh tidak~ mau dibawa kemana wajahnya nanti?
Itachi terkekeh melihat reaksi Naruto yang menggemaskan menurutnya. "Kau mendahului kakakmu ini Sasuke"
"Hn, diam kau baka aniki" Sasuke menatap datar Itachi, lalu kemudian menyeringai kearah kakaknya itu. "Sebaiknya kau cepat menyusul sebelum kau menjadi bujang lapuk dan keriputmu itu bertambah" ejeknya lalu berlalu meninggalkan kakaknya yang menganga mendengar penuturan kejam adiknya. Padahal dia kan hanya ingin bertegur sapa dengan adiknya itu, sungguh adik durhaka!
"Ke-kenapa kalian bisa disini sih?!" Naruto berseru dengan wajah masih merona merah melihat yang lainnya sudah berjalan dan mengambil posisi duduk di meja makan.
Teman-temannya secara serempak menaikkan sebelah alisnya dan menatap Naruto bingung. "Eeeh? Kan dari awal rencananya kita akan makan bersama? Yah sekaligus membantu Sasuke melamarmu tentu saja. Seharusnya kau berterimakasih pada kami" ucap Kiba memberitahu.
"Petasannya juga aku sendiri yang membuatnya loh!" bangga Deidara sambil menyengir lebar menunjuk dirinya sendiri dengan bangga.
Naruto berkedip-kedip lucu, mulutnya menganga lebar. "Jadi kalian yang merencanakan semua ini?"
Mereka semua mengangguk. "Ya! Habis aku gemas dengan kalian berdua, diam-diaman terus padahal saling cinta" ucap Konan sambil mendengus dengan sebal.
"Hm!" Sakura mengangguk menyetujui, ia juga ikut andil membantu rencana ini bersama Sasori yang kini berdiri disampingnya.
"Ba-bahkan Sasori-nii juga ikut membantu?" ujar Naruto tak percaya, padahal Sasori itu super duper sibuk sebelas dua belaslah dengan Naruto jika mendapat job di dunia entertainment.
"Dia ikut membantu begitu tahu Sasuke akan menikah denganmu Naru~ bahkan ia ikut meminta ijin pada setiap pemilik apartemen disana agar mau ikut membantu melancarkan kejutan ini" ujar Itachi dengan sebelah tangan merangkul sahabatnya.
Ya apartemen disebrang sana yang lampunya mau menyala membentuk kalimat I U itu, mereka semua bekerja sama membagi setiap lantainya untuk meminta ijin pada pemilik apartemen dan itu perkerjaan yang paling melelahkan sebenarnya tapi mereka senang rencana mereka berhasil dengan sempurna, tentu saja Sasuke ikut andil bahkan dia paling banyak keluar masuk setiap ruangan apartemen disana dan tentu saja yang mendanai semuanya adalah dari uang Sasuke sendiri dari hasil menjual foto-fotonya kecuali foto Naruto tentu saja.
"Selamat ya Naru, aku tunggu undangan darimu" ucap Sasori sambil tersenyum.
Naruto tersenyum dan menjabat tangan Sasori. "Terimakasih.. kau juga selamat menempuh hidup baru dengan Sakura" ujarnya membuat Sakura tersenyum malu-malu dengan rona di pipinya, Naruto terkekeh melihat tingkahnya.
Sasori tersenyum lebar dan mengusak-ngusak rambut Naruto, baginya Naruto itu sudah seperti adik. "Kau harus datang dipernikahanku nanti!"
"Begitu pun denganmu Sasori-nii!"
.
.
.
Musim semi, Jepang, 05.15 am
Pagi hari di awal musim semi dibawah sinar matahari, angin hangat mulai berhembus perlahan setelah melewati musim dingin selama berminggu-minggu dengan suhu setajam es kini bunga-bunga mulai bermekaran. Ada bunga ume, momo, anzu, tsubaki tapi diantara itu semua yang paling dikenal adalah bunga Sakura. Naruto menghirup udara pagi sebanyak-banyaknya, menghirup aroma bunga disekelilingnya dengan senyum lebar diwajahnya.
"Ne papa, tousan lama sekali.." Naruto membuka matanya perlahan, lalu menatap seorang gadis belia dengan rambut yang di cepol dua duduk disebelahnya sambil mengemut sebuah permen digenggamannya. Naruto terkekeh kecil ketika melihat gadis itu menguap lebar dan mengeluarkan sedikit air mata disudut matanya.
Kushina mengelus puncak kepala cucunya itu. "Touchan pasti sedang bingung mencari teman-temannya yang baru datang, sabar ne~" walau Tenten dan Konohamaru bukan cucu kandung dari Naruto tapi Kushina dan Minato tetap menyayangi mereka, bahkan Minato kadang tidak mau lepas membawa Konohamaru kemanapun ia pergi.
"Lalu kapan mataharinya terbit? Kita bahkan sudah disini sejak setengah jam lalu" Tenten mengembungkan sebelah pipinya.
"Sebentar lagi pasti akan muncul. Sst~ tenanglah adikmu nanti bangun" ucap Naruto sambil menepuk-nepuk pelan pantat Konohamaru yang menggeliat resah dipangkuannya merasa tidurnya terganggu karena suara ribut.
Beginilah keadaan Naruto sekarang, setelah Naruto dan Sasuke menikah mereka memutuskan untuk tinggal dikediaman Namikaze, sementara ItachiKyuubi di kediaman Uchiha. Naruto pun mengadopsi Tenten dan Konohamaru, sedangkan nenek dan kakek Akasuna sudah tinggal di mension bersama Sakura dan Sasori, meninggalkan apartemen yang sudah dihuni oleh banyak mahasiswa. Tentu saja nenek dan kakek sudah mengetahui jati dirinya semenjak berita tv menampilkan kemunculannya di Taka's Gallery dan perihal kejutan lamaran dari Sasuke yang menyita banyak perhatian warga. Naruto ingat betul dimana nenek dan kakek Akasuna menggeplaknya di hari pernikahannya karena telah berani membohongi mereka dan menjadi bahan candaan dari teman-temannya.
Lalu hari ini Naruto sekeluarga dan teman-temannya mengadakan piknik untuk melihat bunga sakura sambil melihat matahari terbit, sudah dari jam empat Naruto sekeluarga bersiap-siap dan berangkat lebih awal agar tidak kehabisan tempat tapi tidak seperti pikiran Naruto ternyata banyak orang sudah mulai berdatangan dan teman-temannya belum juga datang hingga sekarang.
"Naruto!~" Naruto menoleh kearah belakang dimana Kiba dan Iruka melambai-lambaikan tangan kearahnya bersama Shikamaru yang menguap dibelakangnya dan teman-teman yang lainnya.
Naruto menatap datar kearah teman-temannya. "Kalian telat!" ucapnya sebal.
Kiba menggaruk belakang kepalanya tidak enak. "Hehehe maaf, habis membangunkan rusa pemalas ini susah sekali~"
Shikamaru memutar kedua matanya. "Mendokusai~" lalu menguap lebar setelahnya. Kiba melihat kesal kearah Shikamaru. "Kita telat gara-gara kau, baka!" ucap Kiba lalu menjitak kepala Shikamaru kesal.
"Mereka juga lupa menyetel alarm" ujar Sasuke baru datang lalu mendudukkan dirinya disebelah Naruto dan meminum bir kaleng yang telah disediakan. "Eehh? Sampai Gaara juga!?" tanya Naruto tak percaya.
Neji menyengir. "Maaf Naru kami terlalu lama bermain saat malam, jadi telat bangun" Gaara langsung menyikut pinggang Neji karena telah berani-beraninya bicara sembarangan di tempat umum, sementara Naruto sudah menutup telinga Tenten.
"Dasar anak muda jaman sekarang~" ucap Minato yang sudah ada disana bersamaan dengan SasuNaru. Kushina memutar kedua matanya. "Kau juga sama saja anata"
"Wah untung Naruto sudah menggelar tikar selebar ini, jadi kita bisa duduk bersama" ucap Itachi lalu Kyuubi sudah mengambil tempat untuk duduk bersama yang lainnya.
"Aku sudah menyiapkan banyak makanan loh untuk sekarang~" ucap Deidara senang.
"Aku juga~" ucap Sakura, Konan, Iruka, Mikoto dan nenek Chiyo berbarengan.
"Kalau kaasan bawa cemilan banyak~" ucap Kushina senang, memperlihatkan kue-kue yang ia buat dirumah bersama Naruto.
"Aku hanya bawa minuman" ucap Utakata dengan membawa cooling box berisi minuman dingin dan es didalamnya dibantu Yahiko untuk membawanya lalu menaruhnya tak jauh dari mereka.
"Waah~ kayaknya enak sekali~" ucap Naruto, Kiba, dan Tobi berbinar melihat makanan lezat yang terpampang didepannya. Mereka pun mulai mengambil makanan dan minuman yang ditaruh ditengah-tengah mereka dimana posisi duduk mereka membentuk lingkaran.
"Papa-papa lihat!" Naruto menoleh kearah Tenten yang menunjuk kearah depannya, Naruto pun mengikuti arah tunjukkan Tenten. "Mataharinya sudah terbit!"
"Indah sekali ya~" ujar Deidara, Tobi, Kiba, Konan, Sakura, Mikoto, dan Kushina sementara yang lain memandang terpaku pemandangan itu.
Naruto mengangguk menyetejui. "Hm! Indah sekali!" ucapnya. Dengan senyum lebar dibibir mereka, kuncup bunga berwarna merah jambu itu mulai bermekaran dengan indahnya bersamaan dengan terbitnya matahari musim semi yang datang menyambut mereka. Bersama keluarga, teman-temannya, pangeran-pangeran dari Café AM dan bersama cintanya Sasuke serta anaknya menyambut kisah baru di awal musim semi ini.
Utakata tersenyum, ia mengangkat kaleng birnya ke tengah-tengah dan berseru lantang. "CHRESS!"
Disambut gembira oleh yang lainnya yang mengikuti kelakuannya dan kaleng mereka pun beradu menimbulkan bunyi bersamaan dengan harapan baru dihati mereka masing-masing.
Semoga Selalu Bersama dan Bahagia
.
.
FIN
.
.
Ucapan Terimakasih~
Rin ucapkan terimakasih pada pemeran Café Prince dan bang Masashi karena sudah meminjamkan karakter nya pada Rin. Arigatou ne~ Naruto, Sasuke, Itachi, Kyuubi, Minato, Kushina, Fugaku, Mikoto, nenek Chiyo, kakek Ibizou, Tenten, Konohamaru, Sakura, Sasori, Konan, Nagato, Yahiko, Kiba, Shikamaru, Utakata, Deidara, Tobi, Sai, Neji, Gaara, Kakuzu, Hidan, Shizune, Anko dan publik figure yang lainnya! Kalian sudah bekerja keras, Arigatou!
Dan yang ini adalah ucapan terimakasih dari Rin untuk minna-san sekalian untuk para pembaca 27,710!~
THANKS FOR FAVORIT LIST
AAM16, Ace155, Aiko Vallery, Akakuro dan Bbbfang, Akina'sStoryBook, Akina Yumi, Amelia455, Ange'Ciel's, Angel Muaffi, Anindita616, Anna462, AprilianyArdeta, Ara975, AySNfc3, Aynun767, Ayumi Rin, CChan02, ChientzNimea2Wind, Ciput, Daisyfields Abyss, Dewi15, Dianzu, Dongi1348, Drive chan, Dwi341, Elysifujo, Feronica Dei, Fitri23, FlowerKyuu, HanaHanami69, Hany Hyuuga, Hesty049, Hikaripertiwi, IdahKhalifah1, Ineedtohateyou, InmaGination, Jaen R, Jasmine Daisyno Yuki, JulyOlaVera, Kamira Fujika, Khioneizys, Kurogami Ray, Lhiae932, MPI kookies, MaokoKyu, Marry Ruka-chan, Meli Channie, Meraina Neterya Potter-Snape, Miiyuu137, MineTetsuya, Mon Chaton's, MyLody, Namikaze Otorie, NamikazeZumaki, Neko no Kitsune, Octa918, Okiniiri-Hime, Party Kim, REucliffe11, Razmi khairunnisa, Reiko Kana, RestuEXO-L, Rin SNL, Ryouta Suke, Ryuu generation, Ryuukyuu, TomoHaru, Uzumaki Prince Dobe-Nii, VLarensa, Vilan616, Xhavier rivanea huges, YuRhachan, Ziyass911, adherizkyariyanti, agung nurrida, angelhana9, anis96, annisaajja39, aprilOzi, bimokingdong26, chibi kyu-chan, devaa r savitri, dinda94, emamurasaki, fatan, fujoshiallfandom, hanaChan namikaze, hayuata, hime koyuki099, iNNa ttebayou, ira gokil13, jilliabieber31, kanamezero00, kuraublackpearl, kyunauzunami, lady's vansza, langit cerah184, lhaLALAech, liasizy, lievin65, m4sd4lif4h, mendokusai girl, musriaya, mytakaza, namaekyu, nanamikiyuri22, naru uzuhime, neko-one, nurulokta17, oppo neo1213, ppkarismac, qyynn, ringo usami, risnaa15, sasukenaruto0710, septyandoen, shin raven, shirosuke, sinternisti, syainah, uchihasenjuuzumakinaruto, uzumaki megami, whiteblue114, winaru26, wiwikpratiwi, yue no tsuki, yukiko senju, zadita uchiha, LNaruSasu.
THANKS FOR FOLLOWING USER
2495, Ace155, Aja29, Akakuro dan Bbbfang, Akina'sStoryBook, Alluka-Hime, Ange'Ciel's, Anindita616, Anna462, AprilianyArdeta, Chisato Ajibana, Classical Violin, Daisyfields Abyss, Dewi15, Dianzu, Drive chan, Dwi341, Elftra, Elysifujo, Fitri23, FlowerKyuu, Fumiko23, Grand560, HanaHanami69, Hany Hyuuga, Haru A-Fuadillah, Hesty049, Hikaripertiwi, Hyull, Ido Nakemi, Imu-chan Otsutsuki, InmaGination, Izca RizcassieYJ, Jaen R, Jasmine Daisyno Yuki, JulyOLaVera, Kamira Fujika, KarinNU95, Khioneizys, Kurogami Ray, Lhiae932, MPI kookies, MaokoKyu, Marika-Tan, Marry Ruka-chan, Meli Channie, Miiyuu137, Moichiru-sama, Mon Chaton's, MyLody, Neko no Kitsune, PhoenixBoy3, REucliffe11, Razmi khairunnisa, Reiko Kana, Reina Putri, RestuEXO-L, Rieriekun, Rin SNL, Ryuugeneration, Ryuukyuu, Shafiosia Prakasa, Shiruhina Kagamine, TomoHaru, TomoHaru31, Vilan616, Wyndze Wp, Xhavier rivanea huges, YuRhachan, Ziyass911, adherizkyariyanti, agung nurrida, alphs, aokiaoki95, arata 76, bimokingdom26, ccherrytomato, choikim1310, deEsQuare, deva r savitri, dwiastutiwyatt, fatan, garnapakis, hanaChan namikaze, hatakehanahungry, hayuata, hime koyuki099, jillianbieber31, kanamezero00, kiria akai, kokkukarasu no gin, kuraublackpearl, kyunauzunami, lady's vansza, lhaLALAech, liasizy, lievin65, lyn stray, m4sd4lif4h, meiyuki139, michhazz, miszshanty051, musriaya, mytakaza, nanamikiyuri22, neko-one, niore, nurshamia rc, nurulokta17, oppo neo1213, ppkarismac, qyynn, ringohanazono6, sasukenaruto0710, septyandoen, suie-sudian, uchihapoetri, uchihasenjuuzumakinaruto, vampire, versetta, vira-hima, whiteblue114, winaru26, wiwikpratiwi, xiaoHimeLu, yue no tsuki, yukiomna, LNaruSasu.
BIG SPESIAL THANKS FOR REVIEW CAFÉ PRINCE
Guest, Nagitsuya, Miszshanty051, Uzumaki Prince Dobe-Nii, Ryuu Generation, Ai aQira, Choikim1310, Hanazawa kay, Okiniiri-Hime, Little Lily, El Veva, lhaLALAech, Aiko Vallery, langitcerah184, Jasmine DaisynoYuki, Ange' Ciel's, NauchiKirikaRE22, Yuki Akibaru, Haru A-Fuadillah, Naruliesa, MPI Kookies, Sasufemnaru, di, Rey-chan, Classical Violin, KukuhTersayongg, Vilan616, Uzumaki Megami, Xhavier rivanea huges, Haruko Namikaze, OnoderaRitsu31, YuRhachan, Lhiae932, Grand560, Marika-Tan, QRen, Ema, SN1096, Special Reader, Fatan, Dewi15, Uchikazeken newa, Love naru, NaruUzuhime, ppkarismac, D, Afifah adoenia, Meli Channie, Vilan616, X, AySNfc3, Michhazz, Reina Putri, Urasa Yuzuki, Park RinHyun-Uchiha, Marika-Tan, b, Amelia455, Syainah, Aysnfc3, M4sd4lif4h, Ain, Dewi, L, Dinda94, Joongienonachan, Hyull, Dongi1348, kk, Wkwkland, Me, Uchimaki Azura, Naluna.
Serta Okiniiri-Hime dan Haru A-Fuadillah sang inspirasi nama Cafe AM! Dan yang lainnya yang sempat memikirkan nama untuk café milik Kyuubi! Terimakasih ya!
Akhirnya ff ini tamat juga dengan keadaan Rin yang sehat rohani dan jasmani!~ lega rasanya~ tinggal dua ff Rin yang belum tamat! Rin akan semangat membuatnya! Maaf bila Rin mengucapkan perkataan yang salah atau ada menyinggung perasaan minna yang mungkin disengaja maupun tidak disengaja oleh Rin, Rin juga minta maaf bila ff ini tidak terlalu sempurna dan banyak typo yang bertebaran di setiap chapternya, tapi Rin tidak akan lupa untuk mengucapkan banyak terimakasih karena minna telah membaca Café Prince hingga tamat, dan meluangkan waktunya untuk memfollow, memfavorit ff ini maupun Rin sendiri, serta meriview untuk ff ini dan dukungan kalian dalam pembuatan ff ini…
Arigatou Gozaimasu!~ Rin sangat menghargainya~
Sampai jumpa pada ff Rin yang lainnya ya!~
Salam peluk dan kecup dari Rin untuk kalian semua!
Shizuka Kirarin.
