UNTIL IN THE END
Disclaimer : Bukan punya saya pastinya
Rating : T
Pairing : Entar aja kalau ingat Hehehe
Warning :
Mungkin aneh, terkesan amatiran, banyak typo,OOC dan gaje
Selamat membaca !
Baki saat ini matanya terbelak setelah mendengar informasi dari bawahannya, tangannya tak hent-hentinya terkepal bahkan sampai kuku-kukunya memutih, bahkan bawahannya sedikit ketakutan saat merasakan tekanan cakra Baki yang sarat akan kemarahan. Informasi bahwa pemimpin mereka yaitu Kazekage keempat diberitakan meninggal dan orang dibalik terbunuhnya adalah Orochimaru yang notabennya adalah pemimpin Oto Gakure.
'tidak salah lagi dia sudah merencakan invansi ini dan memeperalat desa Suna, takkan kubiarkan kau hidup Orochimaru, akan kubalaskan dendam Kazekage-sama'
"Baiklah kita mundur dari perang konyol ini, CEPAT BERI TAU PADA YANG LAIN...!"
"hai Baki Taichou.."
.
.
.
Naruto dan Sasuke saat ini sedang berdiri diatas tribun, sedangkan dengan teman-teman seangkatannya sedang membantu para pengungsi dan melawan para ninja yang mencoba menyakiti para warga yang sedang mengungsi. Mata Sharinggan Sasuke memandang lekat-lekat kondisi Menma yang saat ini sedang dihisap oleh pasir Garaa ke bawa tanah, sedetik kemudia mata Sasuke melebar saat melihat ledakan cakra yang sangat besar dibawah tanah tempat Menma sedang di kurung. Ledakan cakra yang sangat pekat itu juga dirasakan oleh Naruto walaupun dia tidak menggunakan sharingganya untuk melihat kondisi Menma tapi dia sudah bisa merasakannya, tekanan cakra yang membuat udara disekitarnya mencekam, bahkan jika ada orang yang tidak kuat mentalnya sudah pasti dia akan gemetaran. Cakra yang penuh dendam dan kebencian itu terus menguar dari dalam tanah, sedikit demi sedikit terjadi retakan seolah ada sesuatu yang ada di dalam sana ada yang ingin keluar.
.
Garaa saat ini merasakan sebuah sensasi yang menyenangkan dimana dia merasakan tekanan cakra yang keluar dari dalam tanah itu penuh akan kebencian dan niat membunuh yang tinggi. Bahkan mahluk didalam tubuh Garaa juga berdesir.
"Duarr.."
Ledakan yang sangat besar berasal dari tempat Menma yang dikurung, ledakan tersebut membuat kepulan debu yang sangat tebal menjalar kemana-mana. Namun ada satu keanehan dibalik kepulan debu tersebut, pancaran cakra berwarna merah gelap keluar dan memnuhi area tersebut.
.
Dengan Naruto dan Sasuke saat ini mereka sedikit was-was saat melihat pancaran cakra berwarna merah gelap tersebut. Mereka mengetahui status Menma sebagai Jinchuriki sehingga mereka berharap bahwa Menma tidak berubah kemode Bijunya.
"ARGHHH..."
Terdengar teriakkan yang berasal dari dalam kepulan debu tempat Menma berada. Setelah kepulan debu itu menghilang kini terlihatlah Menma yang secara fisik banyak berubah, muali dari kuku yang memanjang, kumis kucing yang ada di pipinya semakin menebal dan yang paling aneh kini tubuh Menma diselimuti oleh cakra berwarna merah tua dan cakra itu membentuk seperti seekor musang namun musang tersebut sudah memiliki dua ekor. Cakra merah tua itu masih terus menguar bahkan intensitasnya makin bertambah.
Garaa yang masih menggunkan cakra milik bijunya sedikit menyeringai, namun hal itu tidak bertahan lama setelah Menma langsung muncul tepat didepannya, lalu dengan cepat Menma langsung mencakar Garaa dengan mengunakan kukunya yang sudah berubah seperti cakar musang yang sangat tajam. Garaa yang dalam posisi tidak menguntungkan tidak bisa berbuat apa-apa selain menahan tangan milik Menma dengan kedua pergelaangan tangannya.
.
Kini Naruto langsung berdiri dan mencoba menghentingkan pertarungan kedua orang tersebut namun baru mereka akan berdiri, tiba-tiba saja ada empat ninja Suna yang datang dan berdiri di samping mereka. Sasuke dan Naruto yang merasa mereka adalah bagian dari ninja yang sedang menginvansi Konoha langsung menyiapkan kuda-kudanya bahkan Naruto sudah mengeluarkan pedang dari punggungnya.
"kami datang bukan untuk bertarung..!"
"apa maksud kalian...kami bukanlah anak kecil yang bisa kalian tipu..!" Sasuke langsung menyahuti ucpan salah satu dari ninja Suna tersebut.
"cih,..jaga sopan san-"
Baki langsung menahan salah satu bawahannya yang ingin menyerang Sasuke.
"Kami sudah tidak ingin ikut campur dalam peperangan ini,..tujuan kami hanya satu sekarang yaitu menangkap Orochimaru hidup maupun mati..!"
"apa kalian bisa dipercaya?.."
"Nyawaku sebagai jaminannya.." Baki langsung menyahuti ucapan Naruto.
"namun kami harus memberitahukan, sesuatu yang penting pada Garaa-sama..."
.
Pertarungan sengit terjadi kini terlihat pasir milik gara tidak bisa mengimbangi kecepatan milik Menma yang sudah memasuki tiga ekor. Wajah dari Garaa kini banyak terjadi retakkan dan kulitnya banyak mengelupas namun itulah istimewanya pasir milik Garaa selalu melindunginya tanpa ada komando sedikitpun. Pukulan demi pukulan di terima Garaa bahkan pasir miliknya sedikit demi sedikit menghilang, bahkan tangan raksasa yang mirip dengan rakun itun kini sudah menghilang. Garaa kini sudah terjatuh terduduk dengan nafasa tersengal-sengal tidak bisa mengimbangi kekuatan dari Menma.
Menma berlari dengan cepat terlihat dari matanya yang menampakkan kekosongan pertandan dia sudah dalam posisi tidak sadar dan dikuasai oleh bijunya. Menma semakin dekat dengan posisi Garaa, tinggal sedikit lagi Menma mendekati posisi Garaa tiba-tiba saja enam kunai yang sudah diberi kertas peledak menancap tepat didepan Menma yang sedang berlari.
"Tap.."
"Tap.."
"Tap.."
"Duar.."
"Duar.."
"Duar.."
Menma langsung menyilangkan kedua tangannya tepat didepan wajahnya agar terlindung dari ledakan yang tiba-tiba hanya itu, tiba-tiba saja muncul empat ninja yang berdiri di depan Garaa, dari pakaian mereka sudah terlihat kalau mereka adalah bagian dari ninja Suna Gakure. Keempat ninja itu langsung membuat hand seal secara cepat.
"Futoon : Kryu ranbu"
Naga angin yang dibuat oleh keempat ninja itu langsung melesat kearah Menma yang masih melakukan pertahanan akibat ledakan kunai tadi. Dengan dorongan dan sayatan angin yang sangat banyak, Menma pun terpental sangat jauh dan menabrak tembok pembatas tribun. Biju yang ada didalam Menma merasa dipermainkan terbukti cakra penuh kebencian semakin pekat menguar dan memenuhi tempat itu.
Keempat ninja itu tidak menyia-nyiakan kesempatan mereka langsung membopong Garaa untuk pergi menjauh dari tempat itu dan menuju tempat Baki berada.
"kenapa kalian kesini..?"
"tenang Garaa-sama kami akan menolongmu.."
" kami ditugaskan oleh Baki-taichou untuk membawamu..."
.
Menma semakin mengamuk terbukti ledakan cakra itu menghancurkan tembok tribun dan meruntuhkannya. Setelah Menam keluar dari reruntuhan itu dia tidak mendapati orang yang sudah melemparnya dengan angin tadi. Namun tiba-tiba saja Menma memunculkan seringai, seringai yang mucul akibat dari dirinya dikuasai oleh Bijunya.
'aku akan mengahncurkan desa terkutuk ini, yang sudah berani mengurung Biju terkuat sepertiku'
.
.
Desa Konoha saat ini kelimpungan akibat serangan dadakan yang dilakukan oleh desa Suna dan Oto, walaupun desa Suna sudah mundur terlebih dahulu entah karena apa. Namun ninja Oto yang dibantu oleh mahluk kuchiyose ular itu sudah membuat ninja Konoha kalang kabut. Bahkan sang Gama-sannin terlihat kesusahan akibat menahan amukan dari puluhan ular raksasa milik desa Oto, walaupun Jiraiya dibantu oleh keempat kodok raksasanya termasuk kuchiyose idolanya dan Kuchiyose yang terkenal karena Kuchiyose ini membantu Yondaime untuk menjinakkan Kyuubi, siapa lagi kalau bukan Gamabunta salah satu pemimpin di gunung Myoboku.
"Bagaiman Jiraiaya Sensei, apakah ular-ular itu bisa dihentikan ?" tanya Minato setelah dia sampai disebelah Jiraiya.
"kau lihat sendiri Minato, mereka tidak ada habisnya dan juga ninja-ninja itu sangat mengganggu.."keluh Jiraiya.
"aku meng-.."
Jiraiya dan Minato langsung menghentikan pembicaraan mereka. Dengan rahang yang mengeras mereka mengarahkan pandangannya keraha sebelah utara Konoha. Keringat dingin mulai keluar dari pelipis mereka.
'tekanan cakra ini sangat mengerikan, aku harap kau tidak bodoh dalam mengambil keputusan Minato'
.
.
Dengan wajah penuh kegagalan dan penuh rasa kehilangan, Garaa terejatuh terduduk dengan tangan terekepal, ingin sekali dia untuk tidak percaya dengan ucapan orang yang ada didepannya tapi bagaimanapun juga orang yang ada didepannya adalah tangan kanan ayahnya.
"tapi siapa yang berani membunuh ayah, akan aku bunuh orang itu walaupun sampai keujung dunia sekalipun..!" Garaa berkata penuh kebengisan.
"tenangkan pikiranmu dulu Garaa-sama, ini juga kesalahan kami sebagai pengawal Kazekage-sama yang tidak becus melindungi Kazekage-sama sehingga dia bisa dikalahkan Orochi-.." ucapan pengawal itu tidak bisa dilanjutkan setelah dia ditatap tajam oleh Baki, karena membocorkan rahasia yang tidak boleh diketahui oleh Garaa dan Kedua kakaknya.
Garaa yang mendengar itu langsung mengepalkan tangannya dan menundukkan kepalanya.
Naruto dan Sasuke yang sedari tadi menguping pembicaraan merekapun mentap iba terhadap Garaa dan para ninja Suna. Mereka dalam peperangan ini sduah dimanfaatkan oleh Orochimaru bukan hanya itu saja, kezakage mereka pun telah dibunuh oleh orang yang bernama Orochimaru.
Naruto dan Sasuke langsung beranjak dari tempat itu. Mereka akan membantu Konoha sedikit sebelum mereka benar-benar akan meninggalkan desa ini. Kini Naruto dan Sasuke sudah berada ditengah-tengah desa mereka mencoba melihat sekeliling desa yang telah hancur akibat invansi namun pandangan mereka menajam kala melihat dua orang yang beramor baju perang, namun amor itu sudah terlihat sangat lama dan sudah tidak digunakan oleh orang-orang saat ini. Namun pandangan Naruto dan Sasuke menajam kala merasakan tekana cakra yang sangat mengerikan dari kedua orang tersebut, walaupun Sasuke bukan ninja tipe sensor namun dia masih bisa merasakan bahwa orang itu bukan sembarangan.
"Ne, teme apa kau merasa tidak asing dengan kedua orang tersebut..?"
"apa maksud-...kau benar itu seperti.."
"Shodaime dan Nidaime..." teriak Naruto dan Sasuke bersamaan.
"ini tidak bisa dibirakan...tapai bagaiman bisa...mereka kan sudah...wahhh Hantu...selamatkan aku Teme.." Ujar Naruto langsung bersembunyi dibalik baju Sasuke.
'dasar Dobe'
"kau lihat Dobe, bukannya orang yang berdiri dibelakang Shodaime dan Nidaime adalah orang yang menyamar menjadi Kazekage tadi.."
"kau benar juga, tapi ini akan bahaya jika kedua orang tersebut menjadi musuh Konoha...bukan tidak mungkin desa ini akan hacur.."
"Hal itu akan terjadi jika kita bertarung ditempat terbuka dan tidak ada kekai yang melindungi, tapi coba jika ada sesu-.."
"kau pintar teme...ternyata otakmu itu ada gunanya juga, ayo ikuti aku teme..! aku punya sesuatu yang mungkin ini berhasil"
"apa maksudmu Dobe.."belum sempat Sasuke melajutkan kalimatnya, keburu tubuh Sasuke sudah digeret oleh Naruto.
.
.
Kini Naruto dan Sasuke langsung melompati rumah warga dan menuju dengan cepat kearah Uchiha Mansion tempat tinggal milik Sasuke, namun saat diperjalan mereka dikejutkan dengan sebuah bola energi berwarna ungu kehitaman yang melesat dengan cepat kearah monumen para Hokage. Walaupun bola itu sangat kecil dan hanya sebesar bola basket namun pancaran nerginnya sangat kuat. Naruto dan Sasuke langsung berhenti dan melihat apa yang akan terjadi dengan bola energi itu.
"Blummm.."
Cahaya sangat menyilaukan langsung memenuhi seluruh Konoha saat biju dama mini milik Menma melesat kearah pahatan patung Hokage. Setelah cahaya hilang kini yang terlihat adalah hanya bebatuan rata yang ada.
"apalagi ini...akhhh aku meluapakan kalo Menma tadi dikuasai Bijunya, kenapa kita langsung keburu pergi tadi teme.." Naruto menjambak frustasi rambutnya, bisa-bisanya dia melupakan hal yang sangat penting.
"mana kutahu, aku tidak terlalu peduli dengannya..entah dia menjadi monster atau apa. Siapa yang peduli.." ujar Sasuke acuh.
"tapi aku tidak tau kalo dia akan berubah semakin beringas seperti ini...kau lihat tadi bola itu sangat mengerikan..!" Naruto berujar dengan wajah yang pucat pasih.
"sudahlah lupakan dia Naruto, biarkan Hokage itu yang menghentiknnya...bukannya dia adalah anak kesayangan Hokage. Lebih kita melanjutkan renacanamu tadi..!"
"hah, baiklah...kita urus dia nanti.." Naruto mendesah bingung.
Akhirnya Naruto dan Sasuke langsung melanjutkan perjalan kerumah Sasuke untuk mengambil sesuatu.
.
.
"diamana ya aku menaruhnya...?"
"mana kutahu Dobe...ceptalah waktu kita tidak banyak..!"
"nah, akhirnya ketemu.." Ujar Naruto langsunng mengeluarkan dua pedang pendek sepasang namun dipinggir pedang itu ada ukiran klan Senju.
"lalu gulungan itu buat apa Dobe,..?"
"Ini.." ujar Naruto sambil mengangkat gulungan itu.
" aku sedikti tidak hafal dengan Hand sealnya jadi aku harus membawanya hehehe.."
"tunggu dulu jangan bilang kau.."
"iya teme, aku tidak pernah menggunakan jurus ini. Aku hanya membacanya saat kita membongkar gudangmu dulu..."
"ini adalah suatu yang sangat genting Dobe dan mempertarukan nyawa banyak orang kenapa kau malah beramai-main.." Ujar Sasuek dengan tangan terkepal dan ingin memukul kepala saudaranya ini.
"hehehe.."kembali Naruto tertawa kikuk.
'dasar Dobe'
"Tapi sebelum itu kita harus mencari Garaa dan meminta bantuannya untuk membantu renacana kita...!"
.
.
.
"bagaiman Baki-san, ini bisa mengntungkan kedua belah pihak...bukankah nama baik Suna tercorenag setelah melakukan invansi ini. Tapi jika kalian mengikuti rencana kami bukan tidak mungkin desa kalian akan disegani oleh desa-desa lain karena telah membantu Konoha yang diambang kehancuran ini..." Naruto mencoba berdiskusi setelah Naruto menuju tempat para ninja Suna berada.
"kalian menawarkan sebuah renacana pada kami dan rencana itu memiliki keberhasilan sekitar 8%. Apa kalian GILA!.."
"kami memang sudah Gila dari dulu Baki-san..." Ujar Sasuke ikut membantu Naruto, walaupun Sasuke tau hal itu akan sulit tercapai namun dia mempercayai kalau saudaranya pasti berhasil.
"kau tahu Baki-san, Orang Gila ini lah yang akan membawa perubahan di dunia Shinobi..!"
"aku hanya bisa membantu sedikit namun itu semua terserah pada Garaa-sama...tapi aku tidak akan membiarkan cara gila klian ini menyakiti Gara-sama jika itu terjadi -.."
"aku akan mengikuti cara mereka Baki..lagian ini adalah ulah siular licik itu dan aku berharap bisa membunhnya nanti..!"
"baiklah Garaa-sama..aku tidak bisa mencegahnya.."
"tapi sebelum itu bolehkan kami berbicara dengan Biju yang ada di didalam tubuhmu Garaa-san..?" Naruto bertantnya dengan sedikit was-was , karena Biju adalah rahasia paling dijaga di sebuah desa.
"apa yang kau inginkan dengannya...? tanya Garaa sedikti was-was. Bagaimanapun Bijunyalah yang selalu setia menemani Garaa dan melindunginya, Garaa hanya tidak ingin ada yang memanfaatkan Biju dalam dirinya.
"kami hanya ingin meminta bantuannya...jadi bisakah kami berbicara dengannya...aku tau kau tidak pernah punya teman gara-gara mahluk yang ada ditubuhmu tapi kami bukan orang bodoh seperti mereka yang tidak bisa membedakan antara scroll dan isinya" Naruto berujar dengan senyum tulus dan mengukurkan tangannya kepada Garaa.
Bukan hanya itu saja Sasuke juga ikut menganggukan kepala pertanda dia setuju dengan ucapan Naruto. Mata jade Garaa hanya menatap kosong kedepan, di dalam jauh lubuk hatinya ingin sekali di menyambut uluran tangan itu. Belum sempat Garaa mengerakkan tangannya tiba-tiba saja tangannyya sudah dipegang oleh Naruto untuk berjabat tangan.
"hey jangan lupakan aku..kita kan teman sekarang..!"
Sasuke langsung merubah yang tadi adalah jabat tangan sekarang berubah menjadi tangan ketiga orang itu saling bertumpu satu sama lain.
"kita adalah teman..."
Mereka pun berteriak walaupn Garaa hanya memandang ragu dengan ulah mereka.
'hah, mereka adalah orang Gila yang menarik' pikir Baki
"baiklah kalian duduklah dan dan bersemedi diatas pasirku dengan begitu kita bisa menemui ibu..."
'hah, ibu...mungkin saja dia adalah pengganti sosok ibunya' pikir Naruto dan Sasuke setelah mendengar perkataan ambigu Garaa.
Setelah selama tiga puluh detik lamanya Naruto dan Sasuke beresemedi diatas pasir milik Garaa, tiba-tiba saja jiwa mereka seperti ditarik oleh sesuatu.
Mindscape On.
"gelap dan sedikit berair...?"
"Duakk.."
"ittai-.."
"pakai matamu Dobe...kalo jalan liat-liat..!"
"maaf teme, sebenarnya ini ada dimana...?"
"entahlah..."
"GRRR...mau apa kalian disini manusia?"
"waow, kau sangat besar...jujur aku tidak pernah melihat mahluk sepertimu. Tapi kenapa kau dirantai, siapa yang melakukan ini?" tanya Naruto.
"Cih, mahluk seperti kalian lah yang melakukan hal keji seperti ini...kalian berpikir kami adalah seorang iblis ataupun monster, tapi kalian sendirilah yang lebih kejam dari iblis atau monster itu sendiri. Cih, buat apa aku mengatakan hal yang tidak akan dimengerti oleh mahluk seperti kalian.."
"tenanglah ibu, mereka akan membantu kita untuk menemukan orang yang telah membunuh Tou-san...setelah itu aku bisa membalaskan dendamnya.." Garaa langsung mengucapkan itu setelah muncul secara tiba-tiba.
"Cih, sudah kubilang..ayahmu bukan orang yang baik, tapi kenapa kau selalu mengaguminya Garaa..buktinya kau digunakan sebagai wadahku-."
"kau salah Ibu, Ayah melakukan itu karena dia percaya kepadaku, untuk bisa mengendalikan kekuatan ini...dan juga dia berpikir kalau kau pasti akan melindungi-.."
"ya-ya..aku tau, kau selalu mengatakan hal itu berulang-ulang...asal kau tahu, aku melakukan itu karena jika kau mati aku sudah pasti akan jatuh ditangan orang yang hanya ingin mempunyai kekuatanku lagipula aku sangat benci dikendalikan oleh orang-orang brengsek itu..lagi pula itulah takdir kami para biju dari dulu!"
Naruto dan Sasuke hanya melihat percakapan diantara mereka yang terlihat sanagt akrab walaupun mereka adalah mahluk yang berbeda jenis. Mereka dapat melihat kilas hidup Garaa dari percakapan mereka yang sama beratnya dengan yang Naruto dan Sasuke alami.
"tunggu, maaf mengganggu..kami berdua hanya ingin meminta tolong pada kalian...kami tidak ingin menggunakan kekuatanmu..errr-.."
"Shukaku, Namnya adala Shukaku Naruto..."
"Ouh, jadi dia punya nama juga...maaf Shukaku-san...perkenalkan nama kami adalah Uchiha Naruto dan ini Uchiha Sasuke.."
"cih, kenapa kau memberitahukan nama asliku kepadanya Garaa..!"
"aku percaya kepada mereka Ibu, apa kau tidak merasakannya dari aliran cakra mereka..?"
"tunggu sebentar, apa kalian Uchiha...Uchiha yang mampu mengendalikan Biju..? kau telah membawa musuh kesini Garaa. Cepat usir mereka Garaa!"
"apa maksud ib-.."
"sudah kami bilang, kami tidak ingin kekuatanmu Shukaku-san...memang apa enaknnya mendapat kekuatan insatan. Kami tidak akan pernah melakukan hal yang menyedihkan tersebut...kami adalah Uchiha.." Ujar Sasuke yang sedari tadi diam saja.
'dasar teme, kata-katamu diawal sangat bagus tapi di bagian akhir sangat jelek...' pikir Naruto facepalm.
"baiklah-baiklah aku percaya dengan kalian, hal itu sudah terlihat dari wajah bodoh kalian..."
"hey, apa maksudmu...Rakun chibi...!"
(percakapan dan ejekan itupun tidak pernah berakhir antara Shukaku, Naruto dan Sasuke...bahkan Garaa terlihat pundung karena sedari tadi tidak dianggapa disitu)
"stopp..bisa gila aku jika aku terus-terusan berbicara dengan kalian..! cepat jelaskan rencana kalian..?"
"dan ingat juga jangan pangil lagi aku Rakun-cbibi, kuso Gaki.."
Dalam Mindscape Garaa pun mereka menyiapkan dan menjelaskan rencana mereka.
Mindscape Off.
Kini ketiga orang itupun membuka matanya pertanda bahwa mereka sudah selesai berbicara dengan Biju milik Garaa.
"yoshh..mari kita mulai rencana kita ..!"
"ini pedang cakra yang aku ceritakan tadi Garaa-san.." ujar Naruto sambil menyerahkan dua pedang yang terdapat lambang Senju disampingnya.
"jangan panggil aku dengan sebutan itu, aku tidak suka keformalan...lagipula kita adalah teman..."
"baiklah teman.." ujar Naruto dan Sasuke bersamaan.
Garaa hanya memunculkan senyum tipis setelah mendengar ucapan kedua orang didepannya.
'sudah lama aku tidak melihat senyummu itu Garaa' pikir Shukaku.
Garaa langsung menerima dua pedang pendek yang diberikan Naruto, setelah itu dalam kedua tangan Garaa muncul cakra kuning yang mirip pasir, dan cakra itu meresap pada dua pedang yang dipegang oleh Garaa. Proses pentransferan cakra itu terus berlanjut setelah lebih dari sepuluh menit akhirnya cakra kuning itu perlahan menghilang pertanda bahwa pedang cakra itu telah terisi penuh.
"kata ibu pergunakan cakra ini sebaik-baiknya.."
"Arigato Garaa, kami tidak akan menyia-nyiakan bantuanmu...ayo kita semua berangkat ketengah desa.!"
.
.
.
Jiraiya dan Minato langsung melesat saat mengetahui monumen Hokage hancur oleh sebuah benda energi yang mirip digunakn Kyuubi untuk menghancurkan desa 14 tahun yang lalu. Gamabunta langsung melesat menujuh posisi tempat bolah itu berasal.
"kuharap Menma akan baik-baik saja Minato...jika tidak, bukan hanya dia saja tapi desa ini akan dalam bahaya besar.." ujar Jiraiaya berbicara kepada muridnya yang ikut berdiri disamping kodoknya.
.
.
Baru saja tadi Hasihrama dan Tobirama membuka mata mereka dan melihat sekelilingnya, mereka langsung tau kalo mereka dibangkitkan oleh seseorang menggunakan edo tensei, cipataan dari Nindaime Hokage sendiri. Dan mereka melihat pahatan wajah mereka di sebuah batu yang melindungi desa mereka dan mereka mendapati kalo pahatan wajah itu sudah sampai empat generasi berarti desa Konoha sudah bertahan lama sejak kematian mereka. Baru saja mereka senang bukan kepayang akibat mengetahui salah satu fakta baru yang dapat membuat kematian mereka menjadi damai karena mengetahui Konoha sudah lebih maju dari jaman mereka namun kesenaggan mereka harus berakhir, tiba-tiba saja sebuah bola energi datang dan menghancurkan pahatan wajah mereka, dan membuat mereka dongkol.
'baru saja aku sangat merasa sangat senang, tapi kenapa itu Cuma sebentar' pikir kedua orang tersebut.
"khu...khu...aku bahkan tidak mengira invansi ini akan semakin menarik...kyuubi yang mengamuk diengah desa dan munculnya kembali dua dewa shinobi...ini pasti akan menarik.." ujar Orochimaru dengan tertawa sadis.
Kedua Hokage itu langsung berbalik dan mendapati seseorang yang memliki tekanan cakra setara dengan seorang kage.
"siapa kau, apa kau yang menggunakan jurus ini..?" tanya Nidaime Hokage.
"fufufu...sebuah kehormatan bisa bertemu dengan dua Dewa Shinobi...Hashirama-sama dan Tobirama-sama...perkenalakan namaku adalah Orochimaru salah satu dansetsu sannin dari Konoha, murid dari Sarutobi Hiruzen..dan aku adalah seorang missing nin...khu..khu..khu.."
Kedua mantan kage itu pun langsung menengang setelah mengetahui orang yang ada didepannya adalah seorang Missing-nin, apalagi mendengar kalo dia adalah seorang murid dari Hiruzen. Hiruzen sendiri adalah murid dari Hokage kedua.
"hah, tidak kusangka Hiruzen akan menciptkan ninja seperti ini.." Tobirama meghela nafasnya.
Hashirama hanya memandang datar kearah Orochimaru.
"perang dan perang dunia ini selalu diliputi dengan peperangan...untung Madara-teme itu sudah meinggal.." uajar Hashirama sambil menepuk kepalanya sendiri.
"baiklah ini sudah waktunya...kita hentikan dulu percakapan kita.." Ujar Orochimaru langsung memasukkan sebuah kertas kedalam kepala kedua Hokage itu.
Setelah memasukkan kertas itu, kedua tubuh milik Hokage langsung menegang dan memandang kosong kedepan.
"mokuton : jyukaikoutan"
Ratsuan pohon langsung muncul dari dalam tanah dan keluar secara berutal dan menghancurkan rumah-rumah milik warga yang ada diatasanya.
"suiton : Suisoha"
Tsunami raksasa langsung menghantam pusat konoha, semua ninja yang sedang bertarung pun langsung menglihkan perhatiannya saat air bah yang sangat banyak itu datang, mereka yang tidak bisa menghindar langsung terbawa arus air yang sangat besar.
'khu..khu..dengan melepaskan 50 persen cakra asli mereka, itu sudah cukup untuk meratakan Konoha'
.
Jiraiya dan Minato kembali melihat hal yang sagat buruk dua jurus yang terbilang rank S itu muncul ditengah-tegah desa dan menghancurkan semua yang dilewatinnya. Namun mereka bertanya-tanya siapa yang memgeluarkan jurus yang telah menghancurkan separuh Konoha tersebut.
Akhirnya jawaban mereka langsung terjawab setelah melihat dua orang yang memakai armor perang jaman dulu, namuan ada yang aneh di wajah mereka terdapat retak-retakkan dan pupil mata mereka hitam mirip seperti zombi. Bukan itu yang membuat Jiraiya dan Minato menegang, lambang Konoha yan ada diikat kepala mereka membuat kedua orang was-was. Setelah jarak mereka semakin dekat terjawablah siapa sebenarnya mereka.
"Shodaime-sama dan Nidamie-sama...teriak Histeris, Jiraiya dan Minato..."
.
.
Naruto dkk telah sampai ditengah-tengah desa dan mereka melihat kerusakan yang sangat parah dimana bangunan banyak yang hancur karena terjangan air bah dan batang-batang pohon yang keluar dari dalam tanah.
"kita sedikit terlambat..." ujar Naruto.
"Hah, ini akan sangat sulit Dobe...diasatu sisi kita harus melawan dua kakak adik dan masing-masing dari mereka memegang gelar Dewa Shinobi dan selanjutnya kita juga harus berhadapan dengan amukan jinchuriki Kyuubi, satu-satunya biju terkuat di dunia shinobi...jika aku tidak selamat tolong kau harus setiap hari datang ke kuburanku Dobe untuk membawakanku seikat bunga dan segelas jus tom-.."
"Jduakk.."
"kau tidak waras Teme.."
"aku hanya membicarakan kemungkinan terburuknya..."
"Tap..Tap...Tap..."
"Naruto,..."
Panggil seseorag dari arah belakang tim Naruto. Naruto yang merasa dirinya dipanggil langsung menoleh kebelekang dan ikuti oleh orang-orang yang berada disitu.
"mau apa anda kesini, Kushina-sama..."dengan nada berdesir Sasuke mencoba mengutarakan pertanyaanya.
"jaga ucapanmu Uchiha, ingatlah posisimu dengan siapa kau berbicara...!"
Anko yang merasa ucapan Sasuke tidak sopan terhadap Seniornya yang juga menjadi istri Hokage, langsung menegurnya pertanda bahwa dia tidak suka degan respon yang dikeluarkan oleh Uchia kecil itu.
Kushina datang tidak sendiri dia ditemani oleh kouhainya dikesatuan Jounin Konoha. Dua orang itu adalah Mitarashi Anko dan Yui Kurenai.
"sudahlah Teme...ada perlu apa anda kesini Kushina-sama..?" tanya Naruto.
Entah perasaan apa, Kushina saat ini tidak suka dengan panggilan yang digunakan oleh Naruto. Dia memang bersalah telah merusak kehidupan anaknya hanya karena fakta yang konyol, namun tidak bisa pungkiri jika Kushina melihat wajah Naruto, dia selalu teringat dengan kejadian yang selalu ingin dia lupakan selama-lamanya. Itulah kenapa Naruto selalu Kushina sebut dengan anak pembawa sial.
Tapi semua flasback yang terjadi membuat dia dengan cepat sadar bahwa serorang ibu tidak akan pernah meninggalkan anaknya sendirian,bahkan seorang induk harimau tidak akan tega memakan anaknya sendiri. Dan Kushina berinisiatif untuk meminta maaf pada Naruto. Dan mencoba memulai semuanya dari awal.
Kushian tidak menjawab pertanyaan Naruto namun dia langsung berlari dengan cepat kearah Naruto dan memeluknya dan mendekap Naruto penuh Kasih. Sedangkan dengan Naruto dia hanya menatap datar posisinya saat ini. Dengan gerak pelan Naruto langsung mencoba melongarkan pelukan dari Kushina. Kushina yang merasakan Naruto mencoba untuk melepaskan pelukannya tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Maaf Kushina-sama, bukannya aku tidak senang mendapat pelukan seorang wanita cantik sepertimu tapi..." Naruto mencoba untuk mengantungkan kalimatnya dan mencoba untuk menarik nafasnya dalam-dalam, hanya ketenanganlah yang dibutuhkan oleh Naruto untuk berpikir. Dan tak lama kemudian Naruto melanjutkan ucapannya. "tapi kita hanyalah seorang rekan dalam kesatuan ninja Konoha namun berbeda tingkatan kau seorang Jounin dan seroang Istri Hokage yang disegani, sedangkan aku,...aku hanyalah seorang Frist graduate Genin, layakanya seorang senior dan seorang junior. jadi maaf jika kelakuanku tidak sopan.."
"Naruto,...kau...maafkan KAA-SAN SAYANG..." Kushina langsung mengapit kedua tangan dari Naruto mencoba untuk meminta maaf, kini wajahnya sudah berlinang air mata.
Naruto hanya mebalasnya dengan senyuman, dan mecoba melepaskan pungutan tangan dari Kushina.
"aku memang membenci kalian dari dulu...tapi kebencian adalah hal yang sangat menyakitkan kata Shisusi-nii. Dan dia pernah berketa kepadaku jika kau ingin memutus rantai kebencian maka kau harus bisa memaafkannya. Jadi aku sudah mengubah pandanganku terhadap kalian dan mencoba memulai hidup baru...bukannya kalian sudah mempunyai kehidupan yang sempurna tanpa ada aku sehingga kalian tidak akan tercemoh lagi oleh orang lain karena memiliki anak pembawa sial. Aku juga ingin bahagia dengan jalan kehidupanku yang telah Kami-sama berikan kepadaku, tolong...Kushina-sama, seklai lagi aku ingin meminta tolong untuk tidak mencampuri kehidupanku yang sudah aku tata ulang. Apa kau ingin mengahancurkan pondasi yang sudah aku buat untuk keluar dari bayang-bayang kalian. Jadi mulai saat ini aku adalah sorang UCHIHA NARUTO bukan lagi Uzumaki maupun Namikaze yang sering disanjung-sanjung karena nama besarya. 'Dan aku ingin mencari kebahagian dengan caraku sendiri' itulah jalan ninjaku, temapat dimana aku bisa dikelilingi oleh orang yang sangat menyayangi dan memperhatikanku selayaknya keluarga asli...sekali lagi maaf jika ada perkataanku yang menyinggung Kushina-sama.." ujar Naruto dengan sdikit mengeluarkan liquid bening dari matanya.
"Naruto maafkan Kaa-san sayang...aku memang seorang ibu yang payaah.." dengan sampai bersujud Kushina mencoba meminta maaf kepad Naruto.
Sedangkan dengan Naruto dia hanya bisa mentap tak tega kepada Kushina, walau bagaimanapun juh dalam lubuk hati Naruto, dia masih menganggap Kushina sebgai ibunya. Naruto langsung memegang kedua pundak dari Kushina agar Kushina tidak melakukan hal yang akan membuat dia kehilngan wibawanya.
Anko dan Kurenai hanya memandang sendu hubungan ibu dan anak yang ada didepannya. Tidak dipungkiri lagi mereka mengagumi sifat Naruto yang begitu tegar walau diperlakukan tidak baik oleh keluarganya. Banyak ekspresi yang berbeda yang ditunjukkan oleh orag yang melihat adegan tersebut. Para ninja Suna sudah nangis bombai dan saling berpelukan, bahkan Baki yang dikenal sebagai seorang pemimpin bertangan dingin juga ikut menangis.
Sedangkan dengan Garaa dan Sasuke Cuma bisa menglihkan pandangannya kearah lain, mereka berdua yang sudah ditinggal kedua orang tuanya hanya bisa teringat kesalahan mereka yang pernah membuat orang tuanya sakit hati karena kelakuan mereka.
"semuanya menghindar..." Baki langsung berteriak saat dia merasaka suasana yang sangat senyap didaerah mereka berada.
"Duar..."
Benar saja bola energi yang sangat kecil yang terdiri dari aura positif dan negatif itu langsung meledak ditempat mereka berdiri.
Naruto langsung menggendong Kushina ala bridal style dan menghindar menjauh dari tempat itu.
Kini terlihat Menma yang kulitnya suudah terkelupas dan membentuk miniatur Kyuubi, namun ekornya sekarang berjumlah lima.
Kini Naruto langsung menurukan Kushina yang sedari tadi kaget dan tidak mengetahui situasi yang terjadi.
"apa kalian tidak apa-apa..?" Minato langsung menghampiri posisi dari Naruto dan kawan-kawan.
"kami baik-baik saja..Hokage-sama.."ujar Anko dan Kurenai bersamaan.
.
"khu..khu..khu..kebetualn sekali kita bisa berada disatu tempat...tidak kusangka Kyuubi juga ikut berpesta disini.." ujar Orochimaru sambil berjalan mendkati posisi Naruto dkk, dibelakang orochimaru juga diikuti oleh dua Edo tensei Hokage.
"Orochimaru, apa yang kau inginkan?"Jiraiya langsung bertanya.
"khu..khu...khu... Jiraiya lama tidak berjumpa...Jiraiaya no Gama Sannin. Untung tidak ada Tsunade, jika dia ada disini mungkin kita bisa bereuni sekali lagi khu..khu..khu.."
"apa kau ingin membalas dendam pada Konoha Orochimaru..."
"Khu..khu...khu.."hanya tawa mengerikan yang diberikan oleh orochimaru.
"inilah hadiah yang aku ingin berikan padamu Minato...hadiah yang akan aku berikan kepada desa terkutuk ini...aku ingin melihat bagaimana wajah kalian jika mengetahui kalau desa tercinta kalian dihancurkan oleh leluhur kalian sendiri!"
"kinjutsu apa lagi yang kau lakukan Orochimaru..! aku tidak akan membiarkan kau menghancurkan desa yang telah dibangun Sensei Orochimaru".
"kita lihat saja Jiraiya..."
.
"Minato apa kau punya rencana, kita akan sulit menghadapi mereka berempat sekligus...dua dewa shinobi ditambah satu lagi anakmu yang notabennya sebagai jinchuriki biju terkuat...Konoha bisa hancur jika seperti ini..!"
"Minato-kun...apa dia Menma..?" Kushina langsung bertanya saat melihat sesosok yang mirip dengan Kyuubi.
Minato tidak berani menjawabnya, sudah dipastikan Kalo Kushina kecewa kepadanya karena tidak bisa menjaga Menma. Akhirnya Minato Cuma bisa mengangguk lemah.
"aku tidak tau Sensei bagaimana kita menghentikan mereka..."
"aku punya renacana..." semua mata langsung tertuju kepada Naruto.
"siapa kau nak, dari hitae atemu ...apa kau seorang Genin Konoha.." tanya Jiraiya.
"iyap..."
"maaf nak, kami tidak bisa bermain-main saat ini...nasib Konoha sedang dipertaruhkan!"
"hah, kenapa kalian selalu menilai dari luarnya saja.."keluh Sasuke.
"dengar ya pak tua, mungkin Konoha akan terselamatkan jika kau mau mendengarkan rencana kami..!" dengan Sharinggan tiga tomoenya Sasuke berujar.
"Uchiha kah...biaklah-baiklah apa rencanamu Gaki..."
"Cih, buat apa kita mendengarkan renacanamu , anak pembawa sial..!" Minato berujar sinis.
"aku melakukan ini, semerta-merta untuk menepati janji kami kepada Nii-san kami untuk melindungi Konoha...bukan untuk mengabdi kepadamu Hokage-sama..."
'anak pemabawa sial?' pikir Jiraiya.
"kita akan membuat Kekai yang membuat pergerakan mereka menjadi kecil sehingga Konoha tidak akan mengalami kehancuran lebih parah.."
"apa kau gila Gaki,tidak ada Kekai yang mampu menahan dua dewa Shinobi dan seorang jincuriki.." Ujar Jiraiya, menaggapi ucapan yang menurutnya sebuah lelucon.
"Ada..." Kini Jiraiya dan Minato langsung menoleh kearah Naruto.
"Yaitu tehnik peghalang milik Senju...penghalang ini dikatakan mampun menahan monster ekor sepuluh seklaigus, itulah yang pernah dikatakan dalam sejarah jurus itu..."
"maksudmu...?" Tanya Jiraiya dan Minato sekaligus.
"jurus ini adalah segel 'formasi empat matahari'...segel yang hanya mampu dilakukan oleh empat orang yang setara dengan Kage level..!"
"apa kau Gila, Gaki...kita hanya mempunyai Minato disini berarti kita mebutuhkan tiga orang lagi yang setara dengan seorang Hokage..."
"hahaha...kami memang sudah Gila Jiraiya-sama...apa kau lupa kalo masih ada aku dan Naruto..." Kini Sasuke ikut menimpali.
"kalian memang sudah Gila..." Minato kini ikut berujar.
"hah, kau sia-sia saja menjelaskannya kepada mereak teme...dengar ya Jiraiya –sama dan Hokage-sama, kita akan meminjam cakra dari Shukaku-san dengan cakra itu aku dan Sasuke akan setara dengan kapsitas cakra dari seorang Kage..."
"Hah, siapa lagi itu Shukaku-san apa dia seorang ninja yang hebat..."
Biju yang terdapat didalam tubuh Garaa menggeram saat ada orang yang menghinanya, namun dia juga menyukai Naruto dan Sasuke karena mereka mengaggapnya bukan seorang alat...melainkan seperti manusia dan yang berhak mendapat sebuah penghormatan.
'jiji mereka anak yang menarik'
"Shukaku-san adalah Biju ekor satu yang saat ini terdapat didalam tubuh Garaa..."
Jiraiya dan Minato hany manggut-manggut tanda mengerti.
"terus bagaimana kalian menyimpan cakra yang sangat banyak itu..."
"dengan ini..." Naruto langsung menunjukkan dua pedang pendek yang terdapat ukiran klan Senju disampingnya.
"bukankan ini, pusaka milik klan Senju...darimana kalian mendapatkan ini..."
"Rahasia.." Naruto dan Sasuke berujar bersamaan.
"terus apa kau tau segel tangan dari jurus itu tadi...?" tanya Jiraiya.
"Tidak..."
"APAAA..."
"Duakh.. "
Jiraiya emosinya sudah diambang batas, sedari tadi dia sudah dipermainkan oleh kedua bocah ini.
"inilah jawabannya dengan memabawa gulungan ini kita pasti bisa mempelajarinya..."
Naruto langsung membuka gulungan yang berisi tentang cara mempelajari jurus formasi empat matahari. Setalah gulungan itu terbuka Naruto langsung memberikan gulungan itu kepada Jiraiya dan Minato untuk dipelajari.
Tiga menit berlalu.
"baiklah kami sudah menghafal rangkaian segel jurus ini...jadi bagaiman dengan kalian...cepat pelajari jurus itu?" tanya Jiraiya.
"itu tidak perlu Jiraiya-sama...kami akan mengkopinya...!"
"maksud kalian mengcopynya.."
"dengan ini..."
"Shrinkkk..."
Mata Naruto dan Sasuke langsung berputar berubah dengan cepat menjadi Sharinggan tiga tomoe.
"hah, aku sepertinya akan gila...jika berurusan dengan kalian...pertama kalian mendapat cakra dari seorang Biju, kalian tahu Biju itu akan sangat sensitif jika ada orang yang menggunakan cakaranya. Kedua kalian menukan jurusan rank SS dan mempunyai pusaka klan Senju dan yang terakhir kalian memilik mata kutukan milik klan Uchiha...apa akan ada lelucon lagi..." Jiraiya langsung dongkol melihat mereka berdua Cuma tertawa mengejek.
"Itu rahasia Jiraiya-sama..."
"Na-naruto...darimana kau mendapat Sharinggan itu...setahuku aku dan Kushina tidak mempunyai darah dari Uchiha..?"
"Itu juga Rahasia Hokage-sama...lagipula sejak kapan aku peduli dengan urusanku..."
Minatopun langsung terdiam.
"baiklah waktu kita tidak banyak...tepihkan urusan pribadi kalian, kita akan melawan Orochimaru dan menyelamatkan Menma..."
Minato lanngsung menciptakan dua Bunshin dan masing-masing Bunshin itu langsung berada dibelakang, Sasuke dan Jiraiya.
"aku akan memindahkan kalian Sasuke dan Sensei...kita akan berpecar di empat penjuru mata angin. Naruto berada disini, aku berada di barat, Sensei ditimur sedangkan Sasuke berada diselatan...posisi itu sudah aku beri tanda"
Setelah mengucapkan itu akhirnya Minato, Sasuke dan Jiraiya pergi dengan kilatan cahaya mengunkan Hiraishin milik Minato.
"Garaa, sebentar lagi giliranmu akan datang..."
"baiklah.."
Kini Naruto, Sasuke, Jiraiya dan Minato berada diposisinya masing-masing. Sedangkan Orochimaro yang berada ditengah-tengah mereka hanya tertawa meremehkan.
"apaun yang kalian lakukan itu akan sia-sia..."
Sasuke dan Naruto langsung fokus dan mengikuti gerakan dari tangan milik Minato dan Jiraiya, mata Sharinggan mereka dapat dengan mudah mengikuti gerakan Hand sealnya. Tidak lupa pisau yang terdapat cakra dari Shukaku berada digenggaman tangan Naruto dan Sasuke. Pedang itulah yang akan menjadi dumber energi dari kekai itu, karena kapsitas cakra Naruto dan Sasuke belum mencukupi. Tapi tetap saja walaupun sumber cakra itu dari pedang yang dipegang Sasuke dan Naruto namun mereka juga harus menstabilkan pengeluarannya.
"Ninpou : Shisekiyoujin"
Ujar mereka berempat bersamaan. Lalu muncullah barrier berwarna merah yang berbetuk kubus dan mengurung Orochimaru, edo tensei Hokage beserta Menma didalamnya.
TBC.
Yeyyy...aku kembali, maaf ngilangnya lama. Author sibuk bantu-bantu kakak Author nikahan.
Oke mungkin chapter ini sedikit GJ...tapi nikmatlah aja.
Oke, ada salah satu review yg bilang author gk punya hati...kenapa bisa begitu...bukankah yang bikin cerita saya, kenapa sampai dikatain seperti itu... jika ada kata-kata yang nyinggung ya maaf..
Oke sampai jumpa...
Author nulis ini sambil nunggu Mu vs Arsenal main...
Aku masih belum menulis fic yang lain...mungkin seminggu lagi baru bisa post fic lagi, entah itu FIc GHU atau AMN
