.
.
.
What If?!
.
.
.
.
Author : Gelda Lee
Genre : Fantasy, Romance, Hurt/comfort
ON-GOING
cast:
- Min Yoongi (BTS SUGA)
- Park Jimin (BTS JIMIN)
- Other BTS Members
- Other Kpop idol
Disclaimer: I don't own the cast, I just use their name for my story
Note: ini adalah sequel dari ff sebelumnya, Dragoste Eterna. silahkan baca supaya mengerti jalan cerita ff ini ^^
"apakah kau masih mengingatku? disaat aku tidak lagi mengingatmu?"
Chapter 10- Moarte
"kau… kenapa.." Joshua hanya bisa tersenyum saat melihat Hoseok yang shock akibat kemunculannya.
"kenapa aku masih hidup? Simple, pada dasarnya aku memang tidak ikut bersamamu kedalam Rechtszaal. Apa jadinya jika Great Sage Consociato Nationum ada didalam Rechtszaal bersama seorang criminal sepertimu?" ujar Joshua sinis.
"kukira kau telah tiada.. aku melihatmu bunuh diri dengan mata kepalaku sendiri.." gumam Hoseok.
"itu hanya ilusi yang kau ciptakan karena pengaruh Dragoste Eterna yang tidak sempurna, terlebih lagi kau sudah terpengaruh oleh ilusi Rechtszaal. Yah sudah kuduga sih, cinta bisa saja berubah menjadi kesengsaraan. Tidak ada yang bisa mengalahkan perasaan itu" ujar Joshua yang mulai terkekeh seperti orang gila.
"ck, dia benar-benar gila.." geram Jimin. dia segera maju untuk menghajar Joshua, tetapi pergerakannya ditahan oleh Yoongi yang menggenggam tangannya. "jangan ganggu mereka, Hoseok harus tahu semuanya.." ujar Yoongi.
"untuk apa, si Great Sage atau apalah itu... dia benar-benar kehilangan akalnya" ujar Jimin.
"pikirkan perasaan Hoseok, memangnya kau pikir apa yang akan kau lakukan jika dirimu sendiri yang berada di posisi Hoseok?" ujar Yoongi.
Kemudian Yoongi mendekatkan dirinya pada Jimin dan berbisik " kita tidak tahu apa yang direncanakan si keparat itu, daripada mati konyol lebih baik kita menunggu waktu yang tepat untuk menyerangnya" Jimin menghela nafas, kemudian mengangguk menyetujui ucapan kekasihnya itu.
"ah, Jung Hoseok. Kau mudah sekali tertipu, sampai rela meninggalkan rasmu sendiri demi seseorang yang bahkan tidak mencintaimu sama sekali" ujar Joshua dingin. "a-apa maksudmu? Jangan bercanda Jisoo.." gumam Hoseok.
"aku tidak pernah mencintaimu bodoh, semua itu hanya bagian dari rencanaku. Sejak awal aku membenci dunia ini, aku selalu mendambakan dunia penuh kebencian dan kesengsaraan.." pandangan Joshua mulai menerawang kosong. Dia tersenyum mengerikan.
"saat aku membaca tentang Dragoste Eterna di salah satu buku tua peninggalan leluhur, aku langsung tertarik untuk mencobanya. Aku ingin melakukannya dan membuatnya gagal agar mimpiku terwujud, dan saat itulah aku bertemu denganmu" kekeh Joshua, pandangannya mengarah pada Hoseok yang sepertinya terlalu shock dengan semua ucapannya.
"Jisoo, apa yang kau bicarakan.. ini bukan dirimu yang sebenarnya, sadarlah.." lirih Hoseok.
"kau benar-benar polos, Jung Hoseok. Tidak kusangka semua sandiwara yang kulakukan bisa berdampak besar pada dirimu sendiri.. what a fool, kau benar-benar lugu ya" kekeh Joshua.
"selama ini kau hanya memanfaatkanku demi mimpi gilamu itu? Apa cintaku tidak ada artinya bagimu?" geram Hoseok. Dia sudah mulai muak dengan semua ini. Kenapa diantara semua orang, Joshua yang harus menjadi Mastermind dari semuanya?
"menurutmu? Jujur saja, dari awal aku tertarik padamu hanya karena kau gampang diperdaya sampai rela membuang rasmu demi aku. Thanks to you, tragedi The Curse terjadi dan aku merasa semakin dekat dengan mimpiku" Joshua tertawa sadis dan itu membuat hati Hoseok semakin terluka.
"sepertinya kau tidak mengerti arti cinta yang sebenarnya ya.." geram Yoongi. Sepertinya inilah saat yang tepat untuk memancing Joshua.
"cinta? Bukankah cinta itu suatu perasaan yang hanya akan memberikanmu sakit hati dan kesengsaraan? Perasaan itu benar-benar tidak berguna" ujar Joshua.
"lihat kan, bahkan Great Sage sepertimu tidak mengerti apa itu cinta yang sebenarnya" ejek Yoongi.
"huh, aku tidak pernah mengenal apa itu cinta. Sejak lahir aku tidak mengenal sesuatu yang disebut cinta, aku bahkan tidak peduli bagaimana rasanya dicintai. Itu hanya membuatku semakin lemah dan tidak berdaya" geram Joshua.
Yoongi tersenyum kecil, musuh sudah terkena perangkap. "kalau cinta itu lemah, bagaimana mungkin kau bisa kalah dengan sihir yang bernama Dragoste Eterna? Sebuah sihir yang dibentuk dari cinta sejati" ujar Yoongi pelan.
Joshua menggertakkan giginya, "kau tidak tahu apapun bocah.." geramnya. Dia tidak mau mengakui bahwa dia telah kalah dengan sesuatu yang menurutnya hal pling lemah di dunia.
"oh benarkah? Ah iya, aku memang baru saja mendapatkan ingatanku kembali jadi aku masih tidak terlalu mengerti dengan situasi yang terjadi sekarang. Tetapi satu hal yang aku ketahui"
Yoongi menarik nafas pelan, "seorang Great Sage yang seharusnya tidak terkalahkan, hari ini dia akan bertekuk lutut karena telah meremehkan kekuatan cinta dan kasih sayang di muka bumi ini" ujarnya.
Terdengar suara tepuk tangan yang menggema di seluruh penjuru ruangan. Semua menoleh dan mendapati Woozi yang sedang bersandar di salah satu pilar sambil menatap Yoongi dan tersenyum puas.
"inilah alasannya kenapa aku selalu suka dimarahi eomma, kata-katanya selalu menusuk hati. Kerja bagus, sepertinya musuh sudah masuk perangkap ya" kekeh Woozi.
"Woozi, apa yang kau lakukan disini?" tanya Kyuhyun. "oh hai hyung, aku hanya ingin menyelesaikan tugasku dan melihat apakah ramalannya akan terwujud atau tidak" ujar Woozi santai.
"ramalan sialan itu masih berlanjut?" tanya Namjoon. "yeah, karena aku tidak membocorkan bagian akhir ramalannya saat kalian mencari mereka berdua" ujar Woozi sambil menatap kearah Yoongi dan Jimin.
"ramalan?" tanya Jin. Woozi terkekeh, "nanti akan kujelaskan padamu hyung. Walaupun aku bisa menduga kalau kau mengerti sebagian kecil dari semua hal yang terjadi disini. Astaga, reinkarnasi sepertinya menyenangkan ya" ujarnya.
"tunggu dulu, kau bilang apa tadi?" tanya Namjoon. "sudah kubilang nanti saja kujelaskan. Sekarang mari kita hajar si keparat ini sampai hilang dari muka bumi" gumam Woozi sambil memicingkan matanya pada Joshua yang semakin lama semakin terkikis kewarasannya.
"kalian pikir 9 orang bisa dengan mudahnya mengalahkanku? Kalian salah lawan" kekeh Joshua. Dia menarik nafas, kemudian menutup mata dan merapalkan sebuah mantra.
"O, zeu al morții și distrugerii, eu cer pace. paznicul, vocația responsabilă și să livreze cel mai puternic demon care va purifica lumea" gumam Joshua.
Langit mulai berubah menjadi semakin gelap dan atmosfer mulai berubah suram. Semua orang yang berada disana bisa merasakan aura kematian, persis seperti yang dirasakan Jimin saat memasuki Hell's Gate."sialan, jangan bilang dia akan memanggil itu.." geram Woozi. "memanggil apa lebih tepatnya?" Tanya Jimin.
"dia akan memanggil iblis terkuat di muka bumi, iblis yang menurut legenda hanya akan mematuhi perintah orang yang memanggilnya dan memiliki daya hancur yang sangat kuat. Bahkan dunia bisa hancur berkeping-keping karena iblis itu" ujar Jungkook yang sedari tadi sudah gemetar ketakutan.
"jangan bilang iblis yang dimaksud itu.. dia akan memanggilnya?!" ujar Taehyung shock. "ya.. dia akan memanggilnya. Memanggil Moarte, iblis tertinggi neraka" geram Woozi.
Sesosok iblis pun muncul dihadapan mereka. Dengan tinggi melebihi semua gunung yang ada di dunia, tubuh yang terlihat seperti minotaur dengan tiga kepala seperti Cerberus bermata satu, dia memang bisa dikatakan sebagai penghancur dunia.
"sial, bagaimana caranya kita mengalahkan iblis itu.." gumam Taehyung. "gunakan Dragoste Eterna pada monster itu atau kita bunuh orang yang memanggilnya. Hanya cara itulah yang bisa membuatnya musnah" ujar Woozi.
"baiklah, kita akan berusaha untuk bergerak sedekat mungkin dengannya. Ingat, kalian hanya punya satu kesempatan. Jika kesempatan itu hilang maka tamatlah riwayat kita semua" ujar Kyuhyun.
"tidak perlu, aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri. Aku akan menyelesaikan apa yang harusnya menjadi tanggung jawabku sejak dulu" ujar Hoseok yang langsung maju mendekati Joshua dan Moarte.
"JUNG HOSEOK, JANGAN LAKUKAN ITU!" teriak mereka semua, tetapi Hoseok sama sekali tidak menghiraukannya. Dia berlari mendekati Joshua dan mengacungkan pedangnya.
"mari kita bertarung Jisoo. Tanpa sihir, hanya senjata. Jangan bilang kau takut padaku sekarang" geramnya, matanya dipenuhi kebencian yang mendalam.
Joshua mendengus, "aku tidak pernah takut padamu makhluk rendahan. Mari kita selesaikan ini dengan cepat agar aku bisa fokus menghancurkan dunia dan seluruh makhluk hina yang menghuninya" ujarnya sambil tersenyum sinis dan mengeluarkan pistolnya.
TO BE CONTINUED
YO, GELDA LEE HERE! yeey update lagi ^^ akhirnya setelah sekian lama gue bisa meluangkan waktu buat ngetik ff ini, tapi pake sistem kebut semalam sih heheheh. ah iya, sedikit informasi nih. gue ikut project yang diselenggarain oleh MinGa Dudes untuk merayakan ulang tahun Yoongi dan menyambut White day, silahkan kalian ke akun ffn MinGa Dudes dan search ff "fake world real feelings". tolong baca dan review ya, begitu juga dengan ff MinGa Dudes lainnya heheh (promosi bentar)
sekali lagi, terima kasih untuk meluangkan waktu membaca ff ini dan menulis review, gue suka baca review kalian hehe buat silent reader juga terima kasih karena sudah mau membaca ff super pendek dan gaje ini heheh. i love you guys!
Regards,
Gelda Lee
