TOUR GUIDE

Chapter 8

Cast : Lee Hyukjae and Lee Donghae

Rate : T

Genre : Romance

Warning : YAOI, EYD jelek, banyak typo

Deg,,deg,,deg..

Jantung Donghae berdetak cepat setiap detiknya saat kedua bibir itu menyatu. Ada sebuah desiran halus yang Donghae tidak tahu apa itu. Dilumatnya bibir Eunhyuk yang berada dibawahnya. Donghae benar-benar terlena akan manis dan lembutnya bibir Eunhyuk.

Donghae tersedar saat merasakan geliat gelisah Eunhyuk yang masih tertidur dibawahnya. Perlahan Donghae melepaskan tautan mereka, Eunhyuk kembali tenang dalam tidurnya. Donghae tersenyum, diusapnya kedua belah bibir Eunhyuk yang sedikit memerah dan basah akibat ciuman darinya.

Donghae mengambil selimut yang terjatuh akibat Eunhyuk yang menggeliat tadi, lalu diselimutinya Eunhyuk sebatas dada. Sebelum beranjak dari ranjang Eunhyuk, Donghae mengusap kepala Eunhyuk dengan lembut. Lalu Donghae pun pergi untuk kembali kekamarnya dengan senyuman yang tak lepas dari wajah tampannya.

Duk

Duk

Donghae terbangun dari tidur nyenyaknya saat mendengar suara berisik diluar kamarnya.

"Tuan" terdengar dari luar suara seseorang yang memanggilnya yang sudah pasti adalah Eunhyuk.

Mendengar suara itu mata Donghae langsung terbuka sempurna. Dengan cepat Donghae bberanjak dari tidurnya dan melesat ke pintu untuk membuka pintu tersebut. Sebelum membukanya, Donghae terdiam sejenak agar sedikit tenang seperti biasa dirinya jika di depan seseorang yang berada dibalik pintu ini.

Cklek..

Eunhyuk kaget saat pintu didepannya tiba-tiba terbuka.

"ada apa?" Tanya Donghae.

"aku ingin membangunkan tuan, ini sudah jam 8 tuan" kata Eunhyuk menjelaskan.

"aku sudah bangun" Donghae melipat kedua tangannya didepan Eunhyuk.

Donghae sebenarnya agak takut jika Eunhyuk tahu hal semalam yang telah ia lakukan, namun dilihat dari sikap Eunhyuk sepertinya Eunhyuk memang benar-benar tertidur semalam.

Eunhyuk mengurucutkan bibirnya mendengar perkataan Donghae kepadanya.

"apa Tuan sudah siap-siap? Kita akan pergi sehabis sarapan tuan" kata Eunhyuk kembali.

"kalau begitu kau bereskan barang-barangku dan aku akan mandi dulu" Kata Donghae sambil memberi ruang untuk Eunhyuk agar masuk kekamarnya.

"Ne" Eunhyuk dengan malas masuk ke kamar Donghae.

Eunhyuk kaget saat masuk kekamar Donghae, kamarnya benar-benar berantakan. Baju-baju yang berserakan di kursi dan di ranjang. Dan sebuah barang-barang lain yang berserakan juga di lantai. Eunhyuk jadi menyesal membangunkan tuannya ini.

"Aku mandi dulu" Ucap Donghae sambil melenggang pergi dan masuk ke kamar mandi.

Eunhyuk mendengus kesal saat Donghae sudah masuk kedalam kamar mandi. Dengan malas ia mulai membersihkan barang-barang Donghae dan memasukannya ke dalam tas besar yang Donghae bawa.

Setelah selesai membersihkan semua barang-barang Donghae, Eunhyuk kembali kekamarnya karena Donghae belum juga selesai dengan mandinya.

Setelah selesai sarapan pagi, Donghae dan Eunhyuk segera pulang ke Seoul. Kali ini sedikit berbeda, Donghae yang menyetir mobilnya sedangkan Eunhyuk duduk di kursi penumpang sebelah Donghae. Tadi pagi Eunhyukpun sempat kaget dengan perkataan Donghae yang menyuruhnya untuk duduk saja di kursi penumpang, namun karena takut akhirnya Eunhyuk menurut dan duduk manis dikursi penumpang.

Eunhyuk melihat pemandangan sepanjang jalan lewat kaca jendela mobil, dan tanpa ia sadari sesekali Donghae melirik kearahnya.

"apa tidurmu nyenyak semalam?" Tanya Donghae.

"Eoh?"

Donghae tersadar akan pertanyaannya sendiri, dan tak menjawab gumaman Eunhyuk padanya.

Eunhyuk masih menatap Donghae dengan wajah bingung.

"apa Tuan mengatakan sesuatu padaku?" Tanya Eunhyuk akhirnya.

"Tidak" Jawab Donghae dengan mata fokus pada jalanan didepan.

"Tapi sepertinya aku mendengar tuan bertanya padaku" kata Eunhyuk lagi sambil menghadap ke Donghae.

"memang apa yang aku tanyakan?".

"aku mendengar tuan bertanya bagaimana tidurku semalam" jawab Eunhyuk mengira-ngira.

"Lalu?"

"apanya?"

"ya tidurmu?" jawab Donghae dengan kesal.

"nyenyak sekali sampai aku tidak sadar kalau aku jalan sendiri ke kamar karena tadinya aku tertidur di balkon tuan" jawab Eunhyuk bangga.

Donghae melirik sedikit ke arah Eunhyuk. Eunhyuk kembali memandangi jalanan lewat kaca jendela mobil.

Donghae langsung merebahkan tubuhnya saat sampai di dalam kamar besar miliknya. Padangan Donghae menerawang ke langit-langit kamar.

"seperti ia memang tidak tahu" ucap Donghae saat mengingat perkataan Eunhyuk di mobil tadi.

Sepertinya mengendarai mobil selama dua jam membuat Donghae capek dan tertidur di dalam kamarnya.

Donghae terbangun saat langit sudah menampilkan wana kuning kemerahan. Diliriknya jam yang tergantung didinding kamarnya, waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 sore. Dengan malas, Donghae beranjak dari kasurnya dan berjalan ke kamar mandi.

Setelah menghabiskan waktu hampir setengah jam, Donghae akhirnya keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah segar. Ia berjalan ke arah lemari dan mengambil salah satu setelan pakaian lalu memakainya.

Donghae melihat penampilan dirinya di cermin yang terletak didepan lemari besar miliknya. Sempurna, itulah yang ada dipikirannya saat melihat dirinya dibalik cermin tersebut.

Akhirnya Donghae melangkah keluar kamar tersebut.

Donghae langsung turun ke lantai satu, disana terdapat beberapa maid rumah ini dan tuan Park yang sedang memberikan beberapa perintah kepada para maid tersebut. Donghae melihat kesekeliling rumah, mencari seseorang yang selalu muncul dalam pikirannya sekarang.

Melihat orang tersebut tidak ada, akhirnya Donghae memutuskan dirinya untuk mencari di luar rumah.

Saat Donghae keluar rumah, langit sudah mulai gelap, dilihat nya kesekeliling halaman rumah ini namun tak juga ia menemukannya.

'apa ia ada dikamar?'

Donghae kembali kedalam rumah dan memutuskan untuk bertanya saja kepada Tuan Park.

"Ahjussi" Panggil Donghae kepada Tuan Park.

"Ne Tuan muda" Tuan Park langsung menghampiri Donghae.

"Kemana anak itu?" Tany Donghae tanpa menyebutkan namanya.

"Siapa Tuan?" Tanya Tuan Park tidak mengerti.

"Bocah itu, kenapa ia tidah terlihat" ucap Donghae kembali dengan sedikit kesal karena Tuan Park tidak mengerti maksudnya.

"Oh... Eunhyuk" Akhirnya Tuan Park mengerti siapa orang yang dimaksud Donghae.

"dia pulang kerumahnya" Jawab Tuan Park.

"MWO?" Donghae langsung kaget mendengarnya dan tanpa sadar jika reaksinya benar-benar terlalu berlebihan mengingat Eunhyuk hanya Tour guidenya dimata Tuan Park.

"Maksudku kenapa dia pulang?" Tanya Donghae yang kembali menormalkan nada suaranya.

"Tadi Tuan Eunhyuk meminta izin untuk pulang selama sehari saja karena urusan kuliahnya" Jawab Tuan Park.

"Kenapa ia tidak meminta izin padaku?"

"Tadi Tuan Eunhyuk sudah mencoba meminta izin kepada anda, tapi saat ia kekamar Tuan ternyata Tuan sedang tidur jadi ia hanya menitipkan pesan kepada saya" jelas Tuan Park.

Donghae terdiam sesaat.

"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan muda" pamit Tuan Park.

Tuan Park segera melangkahkan kaki meninggalkan Donghae yang masih terdiam ditempatnya.

"Ahjussi" Belum lima langkah Tuan Park pergia, Donghae kembali memanggilnya.

"Ya Tuan muda"

"Dimana alamatnya?"

Eunhyuk berjalan dengan lemas dipinggiran jalan kota Seoul. Hari ini benar-benar melelahkan untuknya. Tadi siang saat ia baru sajasampai di Seoul, ia mendapat telepon dari kampus untuk segera menyelesaikan KRS nya karena hari ini adalah hari terakhir, jadi dengan buru-buru ia langsung pergi kekampus dan baru pulang setelah langit gelap seperti ini. Eunhyuk memutuskan untuk pulang ke apartemen nya karena sebelumnya juga ia sudah meminta izin lewat Tuan Park. Dilihatnya jam yang ada ditangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.

"Haahh" Eunhyuk menghembuskan nafas lelahnya.

Eunhyuk masuk ke salah satu kedai makanan di pinggir jalan.

"Ahjumma tolong bungkuskan aku kimbab satu"

Ajhumma pemilik kedai langsung membungkuskan satu kimbab yang Eunhyuk pesan, setelah selesai ia langsung memberikan kepada Eunhyuk dan tak lupa Eunhyuk membayarnya.

Eunhyuk keluar dari kedai tersebut dan berjalan lagi di pinggiran jalan kearah apartement kecil miliknya.

Sebelum memasuki gang kecil apartement, Eunhyuk masuk kedalam mini market yang terletak di persimpangan jalan tersebut.

Eunhyuk membeli beberapa ramen dan juga telur untuk makan malamnya dan juga pagi hari nanti. Eunhyukpun tak lupa membeli susu strawberry kesukaannya.

Setelah semuanya dibayar, Eunhyuk keluar dari mini market tersebut dan berjalan ke dalam gang kecil menuju apartementnya.

Sepanjang jalan Eunhyuk sudah merencanakan jika sampai apartement ia akan langsung makan dan tidur karena hari ini ia benar-benar capek. Tanpa sadar Eunhyuk sudah sampai di depan apartemennya. Eunhyuk membuka gerbang kecil itu dan masuk kedalam.

Eunhyuk merogoh tas nya untuk mencari kunci apartement nya. Saat ketemu, Eunhyuk langsung memasukkan kunci tersebut ke lubang kunci yang terdapat di pintu itu.

Eunhyuk merasa ada yang menatapnya dari samping. Karena penasaran akhirnya Eunhyuk memberanikan diri menoleh kesamping dengan jantung berdegup kencang.

"OMOO" Eunhyuk langsung menjatuhkan belanjaanya saat melihat siapa yang ternyata berdiri didepannya.

"Tu..an D-Donghae" Kata Eunhyuk terbata.

Donghae, seseorang yang berdiri disamping Eunhyuk tadi perlahan berjalan mendekat kearahnya. Sebuah seringai muncul diwajah tampan itu.

Donghae mengambil belanjaan Eunhyuk yang terjatuh. Lalu diberikannya ke Eunhyuk yang masih kaget.

"Kenapa Tuan bisa ada disini?" Tanya Eunhyuk pelan hampir tak terdengar jika saja Donghae tidak berdiri di depan dirinya.

"Siapa yang mengizinkanmu untuk pulang?" Tanya Donghae masih dengan seringai diwajahnya.

"Aa..aku tadi ingin meminta izin kepada Tuan, tapi tuan sedang tertidur" Jawab Eunhyuk.

"Lalu?"

"akhirnya aku izin kepada Tuan Park" Jawab Eunhyuk lagi.

"Memang Tuan Park yang bisa memberikanmu izin?" Tanya Donghae lagi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Eunhyuk yang membuat Eunhyuk bertambah gugup.

"Mianhae" Hanya itu yang bisa Eunhyuk katakan.

"Baiklah, karena aku sedang lapar jadi buatkan aku makanan sekarang" Kata Donghae sambil menjauhkan dirinya dari Eunhyuk.

Eunhyuk menghela nafas lega setelah Donghae agak menjauh darinya.

"Mari Tuan" Eunhyuk berbalik dan berjalan keluar.

"Kau mau kemana?" Tanya donghae yang melihat Eunhyuk hendak keluar dari gerbang.

"Eoh?" Eunhyuk berbalik bingung.

"Bukankah Tuan lapar?" Tanya Eunhyuk.

"benar"

"Kalau begitu mari aku antar ke restorant enak didekat sini Tuan"

"aku bilang buatkan makanan"

"maksud Tuan?" Tanya Eunhyuk yang masih bingung maksud Donghae.

"Kau yang memasaknya Eunhyuk, cepat buka apartementmu"

"Mwo?" Tanya Eunhyuk kaget saat tahu apa yang maksud Donghae katakan tadi.

"Cepat"

Eunhyuk langsung menghampiri Donghae dan membukakan pintu apartementnya lalu mempersilahkan Donghae untuk masuk kedalam.

"Maaf tuan jika tempat ini sempit" Kata Eunhyuk saat Donghae baru masuk kedalam apartementnya.

Donghae memperhatikan kesekeliling apartement ini. Kecil dan sempit, itulah penilaian pertama Donghae.

Donghae duduk di sofa diruangan ini yang langsung terhubung dengan dapur kecil yang terdapat dua kursi untuk makan didekat dapur tersebut. Sedangkan kamar terdapat di pintu satu lagi yang masih tertutup.

"aku permisi dulu Tuan" Eunhyuk membungkukkan badannya didepan Donghae lalu melangkah ke kamar yang masih tertutup itu.

Lima menit kemudian Eunhyuk keluar dengan pakaian yang sudah ganti dengan pakaian santai rumahan.

Eunhyuk menghampiri Donghae yang masih duduk di sofa.

"Tuan aku hanya ada ramyeon, apa Tuan mau itu atau yang lain saja?" Tanya Eunhyuk.

Sebenarnya juga hanya masakan itu yang bisa Eunhyuk masak.

"terserah" Jawab Donghae.

Setelah mendengar jawaban Donghae, Eunhyuk melangkahkan kakinya menuju dapur kecil di sudut ruangan ini.

Eunhyuk langsung memulai ritual masaknya dan Donghae menunggu sambil menyalakan televisi yang ada di ruangan tersebut.

"Makanan sudah siap" Teriak Eunhyuk dari dapur.

Sebenarnya tanpa Eunhyuk teriakpun suara sudah terdengar mengingat betapa kecilnya apatement ini.

"Tuan makanan sudah siap" Ucap Eunhyuk yang sudah di hadapan Donghae.

Donghae pun beranjak dari duduknya dan berjalan kearah meja makan didekat dapur tersebut. Diatas meja sudah tersusun dua mangkuk ramyeon dan satu piring kimbab yang eunhyuk beli tadi dan juga segelas susu strawberry dan secangkir kopi.

Donghae duduk di kursi yang didepannya terdapat secangkir kopi yang sudah pasti untuknya dan disusul Eunhyuk yang duduk didepan Donghae.

"kenapa punyamu lebih banyak dari punyaku?" Donghae membandingkan antara ramyeon miliknya dan Eunhyuk.

Eunhyuk mengerut bingung. Sepertinta ia membaginya tadi dengan sama besar, kenapa Donghae bisa berkata seperti itu.

"sini, berikan punyamu padaku" Perintah Donghae.

"ini sama saja kok Tuan, aku membaginya dengan benar"

"tidak, cepat tukarkan punyamu dengan punyaku"

Eunhyuk mempoutkan bibirnya kesal.

Dengan terpaksa Eunhyuk emmberikan mangkuk ramyeon miliknya ke Donghae.

Tapi...

Byurr

Tanpa sengaja saat Eunhyuk hendak memberikan mangkuk nya ke Donghae, mangkuk tersebut menyenggol gelas Eunhyuk yang berisi susu strawberry dan tumpah keatas meja dan parahnya lagi menumpah hingga celana dan kemeja yang Donghae pakai.

Keduanya langsung terdiam sambil memperhatikan celana dan baju Donghae yang basah dan lengket akibat susu strawberry itu.

Eunhyuk diam ketakutan, ia sudah siap jika Donghae akan memarahinya habis-habisan.

"Mianhae Tuan, aku tidak sengaja" Lirih Eunhyuk dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Hari ini ia memang benar-benar sial.

Donghae menghembuskan nafasnya sebentar sebelum menjawab perkataan maaf dari Eunhyuk.

"Bersihkan bajuku sekarang" kata Donghae.

"Baik Tuan" Eunhyuk langsung melesat masuk kedalam kamarnya dan keluar dengan membawa satu setelan baju dan celana.

Eunhyuk meberikan baju dan celana tersebut kepada Donghae.

"Tuan bisa menggunakan ini dulu sementara"

Donghae menerima pakaian itu dan berlalu pergi ke kamar mandi.

Setelah lima menit Donghae keluar dengan pakaian yang Eunhyuk berikan tadi kepadanya. Baju itu terlihat agak sempit tapi lumayan pas untuk Donghae, karena walau pakai pakaian bagaimanapun ketampanannya yang tak akan pernah hilang. Itu adalah baju Eunhyuk yang paling besar sedangkan celananya adalah celana training saat ia baru masuk ke kampus dulu.

Eunhyuk mengambil baju Donghae yang terkena susu tadi.

"aku akan langsung mencucinya tuan" Kata eunhyuk sambil membawa baju itu ke mesin cuci yang ada didapur tersebut.

Donghae kembali duduk di kursi makan dan menunggu hingga Eunhyuk kembali duduk di hadapannya. Dan mereka akhirnya makan makanan yang tadi sempat ditelantarkan.

"Tuan tidak pulang?" Tanya Eunhyuk setelah menjemur pakaian Donghae di teras apartemennya.

"aku akan menginap disini" Donghae masuk kedalam kamar Eunhyuk tanpa permisi.

"Mwo?" Eunhyuk langsung mengikuti Donghae ke dalam kamar.

"tapi Tuan?"

"aku tidak bawa mobil jadi mana mungkin aku pulang dengan pakaian seperti ini" Donghae merebahkan tubuhnya dikasur kecil Eunhyuk.

"Tapi tuan kan bisa memanggil beberapa pengawal untuk menjempit Tuan"

"sudah diam, aku mau tidur"

"Tuan Donghae"

Donghae kembali membuka matanya.

"lagipula ini salahmu, kalau kau tidak menumpahkan susu itu aku pasti sekarang sedang tidur nyaman dikasur empukku"

Eunhyuk langsung terdiam. Memang benar ini salahnya tapi kan kenapa Tuan Donghae mesti menginap dirumahnya. Niatnya untuk istirahat hancur sudah deh jika Donghae ada disini.

Akhirnya dengan malas Eunhyuk mengambil selimut tebal di lemarinya dan membentangkannya di lantai samping tempat tidurnya.

"tidurlah disini" Donghae menepuk tempat disebelahnya. Walaupun kecil, tempat tidur ini bisa menampung tubuh keduanya.

Tapi Eunhyuk menolaknya dan tetap ingin tidur dilantai saja.

Melihat Eunhyuk yang bersikeras ingin tidur dilantai saja, akhirnya Donghae meutuskan untuk tidur saja.

Dup..

Gelap gulita.

"KYAAA"Teriak Eunhyuk saat tiba-tiba lampu mati.

Eunhyuk langsung melompat ke kasurnya dan memeluk Donghae dibalik selimut.

Tiba-tiba lampu kembali hidup dan menampilkan dua orang yang saling terdiam dengan saling menatap. Kedua tangan Eunhyuk masih memeluk tubuh Donghae.

Mereka berdua sama-sama terdiam. Keduanya saling menatap satu sama lain.

Dan perlahan Donghae mulai mendekatkan jarak antara mereka, mencoba menghapus jarak keduanya.

Hingga akhirnya

Chupp

Satu kecupan sempurna Donghae berikan kepada Eunhyuk yang langsung membuat mata bulat namja itu terbelalak sempurna.

TBC

Haha endingnya kiss lagi.

Udah panjangkan?

Harap tinggalkan jejak ne, biar aku semangat buat lanjutinnya hehe..

Makasih buat yang udah like, comment, and riview.