Frozen last part
-Ini adalah akhir, kuharap akhir ini akan selalu bahagia. Jung yunho -
*Note all Jae POV
Mungkin dengan hadirnya bayi ini mampu mengikat jae padaku. Aku tidak perduli dengan sandara yang jelas kini jae mengandung anakku dan aku lah yang menanamkan benihnya.
.
.
Tak terasa kini tibalah hari pernikahanku. Sebenarnya aku cukup gugup dan tegang namun aku mencoba untuk bersikap tenang.
"Akhirnya yun, kau menikah juga dengan dirinya" Ucap yoochun yang didampingi junsu. Mereka datang menemuiku ketika aku sedang menyapa para tamu. Tidak banyak tamu yang diundang, hanya rekan-rekan bisnis, para pejabat, relasi appa jung dan teman-temanku.
"Aku tidak melihat kalian sedari tadi, kemana saja kalian baru datang?" Tanyaku penasaran
"Maaf, kami harus menitipkan anak kami pada orang tua yoochun dulu. Kamu sendiri bagaimana? Inikan yang dari dulu kau impi-impikan?" Ucap yoochun menggoda
"Aku tidak menyangka bahwa kau akan menikahinya secepat ini" Ucap junsu pelan
"Aku tidak tahu apa yang terbaik atau tidak, aku melakukan yang menurutku benar" Ucapku lembut
"Kau sudah mempercayainya yun?" Tanya junsu
Aku tidak tahu sungguh apa aku mulai mempercayainya, bukannya aku tidak ingin namun sulit rasanya mempercayai orang yang pernah melukai kita.
"Masih kuusahakan, kalian tahu bukan aku bukan orang yang mampu mempercayai orang lain dengan mudah. Namun aku akan terus berusaha dan belajar mempercayainya" Ucapku pelan
"Kau harus yun, biar bagaimanapun kalian akan menjadi satu" Ucap yoochun lembut
"Iaa kau benar, ditambah dengan jae hamil anakku. Aku harus benar-benar belajar mempercayainya" Ucapku lembut
"Apa?! Dia hamil?" Ucap yoochun junsu berbarengan, terkejut serta kaget
"Haishhh kalian tidak perlu terkejut begitulah, dia memang hamil anakku 3 minggu koq dan bukan anak orang lain" Ucapku dengan polosnya.
Pletakk...
Segera junsu memukul kepalaku lembut
"Kau ini bagaimana, belum menikah tapi sudah menghamilinya. Kau pasti diajari oleh mesum yang satu ini" Ucap junsu sebal seraya menunjuk yoochun sebagai orang mesum yang dimaksud
"Yaa, susu aku tidaklah mesum seperti itu. Lagipula wajar bukan mereka melakukannya, mereka adalah pasangan baru. Pasangan yang masih hot-hotnya, yang masih dimabuk cinta dan yang paling penting mereka pasangan yang masih penuh dengan gairah sexualitas. Penuh gairah untuk saling memuaskan satu sama lain" Ucap yoochun cenggir tanpa menyadari perkataannya membuat junsu makin sebal
Pletak...
Junsu memukul kepala yoochun lembut
"Kau mesum sekali, jangan diumbar-umbar kenapa?! Dan kau yunho, jangan pernah menirunya. Mengertii! Tapi kau sudah menirunya" Ucap junsu sebal
Aku dan yoochun pun hanya terkekeh mendengar perkataan junsu
"Kau ini, penuh gairah sih penuh gairah tapi tidak dengan membuat jae hamil juga" Ucap junsu sebal dan kesal.
"Jae begitu menggoda, junsu. Aku tidak mampu menahan hasratku untuk tidak 'menikmatinya'" Ucapku lembut
"Yaa!" Ucap junsu kesal
Aku dan yoochun tertawa pelan mendengar perkataan junsu.
"Oppa..." Sapa seseorang yang tak asing bagiku
"Ahra-sshi, adik oppa yang satu ini sudah datang?" Tanyaku pelan mendengar suara itu kian mendekatiku
"Hallo oppa, hallo yoochun oppa, hallo junsu ahjumma" Ucapnya lembut
"Yaa! Kenapa semuanya kau panggil oppa dan kenapa hanya aku sendiri yang dipanggil ahjumma?" Ucap junsu sebal
"Aku benar bukan, kau sudah menjadi ahjumma sekarang. Nanti jae oppa akan segera menyusulmu menjadi ahjumma ketika dia memiliki bayi" Ucap ahra terkekeh
"Kalau aku ahjumma dan jae ahjumma, kau harus memanggil yoochun dan yunho ahjussi" Ucap junsu sebal
"Tidak ahjumma susu, mereka akan tetap menjadi oppa-oppa ku." Ucap ahra terkekeh
Aku dan yoochun yang mendengar ahra menggoda junsu, hanya terkekeh.
Sudah lama sekali mereka tidak bertemu dan bercengkrama, bercanda seperti ini.
"Kalian berdua jangan tertawa seperti itu, membuatku kesal" Ucap junsu sebal kesal
"Sudahlah ahjumma, terima nasibmu menjadi ahjumma" Ucap ahra menggodanya
"Kau iniii... Dasar bocah" Ucap junsu kesal
Melihat junsu kesal, yoochun berusaha memeluknya
"Sudahlah, ahra itu masih gadis remaja yang masih kecil. Dia belum dewasa, belum mengerti tentang cinta dan sex. Belum mengerti bagaimana cara memuaskan pasangannya yang baik dan benar. Kau tenang saja susu" Ucap yoochun pelan
"Tapi tetap saja, dia memanggilku ahjumma, chunnie" Ucap junsu sebal
"Sudah-sudah acara mau dimulai, aku harus bergegas" Ucap yunho mencoba melerai.
"Semangat oppa" Ucap ahra tulus
"Semangat my broo, jangan lupa ceritakan padaku malam pertamamu" Ucap yoochun menggodaku
Pletakk...
Junsu memukul lagi kepala yoochun dengan lembutnya
"Semangat yun, smoga kau bahagia" Ucap junsu lembut
Segeralah aku bergegas pergi meninggalkan mereka.
Namun masih dapat kudengar perbincangan mereka
"Tapi memang apa yang akan dilakukan oppa dengan jae oppa pada malam pertama?" Tanya ahra polos
"Masa kau tidak tahu, itu lho" Ucap yoochun mesum
"Kauu!" Ucap junsu kesal pada yoochun
Dan sambil menunggu lonceng berbunyi, aku menutup mataku mencoba menyakinkan diriku inilah yang terbaik.
.
.
Setelah semua acara hari ini selesai, aku dan jae beristirahat di apartemen kami.
"Aku capee" Ucapnya sambil mempoutkan bibirnya
"Kau kan yang meminta, dasar kau ini" Ucapnya menghampirinya dan setelah itu mencubit hidungnya.
Kini aku dengan jae tengah duduk diranjang kami, tanpa ada satu dari kami yang mengganti baju. Kami masih mengenakan baju pengantin kami.
"Yunnie..." Panggilnya mesra
Segeralah aku menenggoknya dan dia langsung melingkarkan kedua tangannya di leherku.
"Ada apa sayangku?" Ucapku lembut
"Hari ini kenapa kau bisa seromantis itu? Saat acara perjamuan makan keluarga akan dimulai, kamu meminta waktu sejenak. Kukira kau ingin ke toilet namun yang ada kau malah melakukannya. Kau datang menghampiriku dengan sebuah lagu yang romantis, sambil kau terus bernyanyi untukku. Lalu pada saat terakhir, kau berlutut dan mencium telapak tanganku lembut. Kau membuatku jadi orang yang beruntung karena mendapatkanmu" Ucap jae lembut sambil mengecup kedua pipiku dan bibirku setelahnya.
"Kau suka kejutanku berarti tadi" Ucapku lembut membelai kepalanya dengan amat lembut dan penuh kasih
"Suka yun, suka" Ucap jae lembut
"Maaf, sikapku selama ini mengecewakanmu. Membuatmu terluka, dan bahkan membuatmu menangis. Maaf sikap kekanak-kanakkanku selama ini, aku tidak bermaksud. Aku hanya ingin tahu, apa kau benar-benar mencintaiku atau tidak. Asal kau tahu, jae hari itu dimana saat kita bertengkar dan aku pergi ke club. Itu adalab pertama kalinya aku ke club untuk menenangkan diri" Ucapku lembut
"Tidak yun, aku tidak apa-apa. Aku hanya tidak suka saat kau mabuk, dan disampingmu ada gadis. Kemudian kalian saling meraba, aku tidak suka. Rasanya aku ingin menyeretmu saat itu juga" Ucap jae pelan
Segera setelahnya aku mengecup bibirnya lembut dan penuh perasaan. Aku dan jae mungkin ingin menyalurkan perasaan dan hasrat kami yang terpendam.
"Bolehkan aku melakukannya jae?" Tanyaku lembut
"Apapun untukmu tapi kau harus pelan-pelan. Ada anak kita disini, uri baby kita" Ucap jae mengenggam tanganku, dan meletakkannya diperutnya.
Aku dan jae hanya memandang satu sama lain, sambil menatap penuh arti.
Tak lama setelahnya, aku mengecupnya lembut. Berawal dari sebuah ciuman lembut berubah menjadi ciuman penuh gairah, napsu. Lumatan demi lumatan kami lakukan. Aku menciumnya, menggigit bibirnya mencoba menyesap menyelusuri goa hangatnya.
Perlahan tetapi pasti tanpa melepaskan ciuman diantara kami, aku merebahkannya diatas tempat tidur. Ciuman demi ciuman, lumatan demi lumatan kami lakukan dengan hingga kurasakan jae menggenggam erat jas yang masih kukenakan. Kurasa jae kehabisan nafas, perlahan aku melepaskan ciumanku.
Setelah melepaskan ciuman kami, aku langsung membuka semua baju yang kukenakan. Begitu juga jae, dia juga membuka semua bajunya. Begitu kami selesai membuka baju, jae segera mengalungkan lagi kedua lengannya dileherku. Ciuman bertubi-tubi kulayangkan padanya berawal dari keningnya, lalu kedua matanya, hidungnya, pipinya dan berakhir dengan sebuah ciuman lembut. Ciuman lembut yang berubah ciuman ganas, liar dan menuntut.
"Mmmmckkk" Erangan jae tertahan saat tangan-tangan nakalku mulai memainkan juniornya lembut dan twinsballnya. Mengenggam twinsballnya lembut sambil memainkan juniornya, mengocoknya lembut.
Aku takut jika aku melakukannya dengan kasar maka akan melukai anak kami, tentu aku tidak menginginkan itu.
Perlahan tetapi pasti aku mulai menjilati, mengecupi telinganya sambil kedua tanganku ikut 'bekerja' pada tubuhnya.
"Yunnnnnn... Ahhhhh..." Desahnya nikmat
Saat mengecupi, menjilati lehernya. Aku merasakan aroma vanila seakan-akan keluar dari sisi lehernya dan itu memabukkanku. Mabuk dalam arti bahwa aku dibuatnya semakin bernapsu untuk mencicipinya dan menikmatinya
"Yunoooooo arghhhh" Desahnya nikmat saat ciumanku turun dari lehernya yang menggoda itu ke dadanya. Dada yang tampak busung dengan nipple yang menggoda itu.
"Yunn ahhhhh..." Desahnya terus nikmat saat aku mulai mengigiti dan memainkan nipplenya. Dan seterusnya hanya terdengar desahan dan erangan jaejoong yang menggema.
Aku terus memberikan rangsangan demi rangsangan pada jaejoong. Aku membiarkan agar jaejoong tidak sakit saat melakukan hubungan denganku.
"Yunnnnn argghhhhh keluarr" Desahnya nikmat.
Cupp, aku kembali mengecup keningnya dan kini mata kami saling beradu. Dapat kukatakan bahwa, matanya menatapku dengan tatapan sayu, lembut dan menggodaku. Jujur ini membuat libio ku meningkat.
Cupp..
Aku tidak menyadari bahwa jae mencuri ciumanku lembut.
"Lakukan yun... Aku milikmu sepenuhnya" Ucap jae yakin
"Tapi aku belum melakukan pemanasan padamu" Ucapku lembut
"Tidak perlu pemanasan, aku hanya ingin juniormu mengoyak holeku dengan kasar, liar, ganas, dan tidak sabaran" Ucapnya pelan
"Tapi..." Ucapku tertahan seraya tidak menyadari bahwa tangannya kini mulai membimbing juniorku untuk masuk kedalam tubuhnya.
Jlebb
"Arghhhhh yunnn" Desahnya nikmat sambil menikmati saat juniorku berdiam diri didalam tubuhnya
"Ahhhhh jaeeee" Desahku nikmat, kini aku merasa hangat. Bagaimana tidak, berada didalam tubuhnya hangat dan juniorku serasa dipijit-pijit oleh holenya.
Meskipun kami sudah sering melakukannya namun tetap saja holenya masi terasa sempit seolah-olah tengah menjepit juniorku.
"Urghhhh yunnn... Deepeerrr ahhhhh moreeeee ahhhh" Desah jae nikmat, seraya menikmati hujamanku pada holenya
"Kaaauu sukaaa ahhh... Saaattt juunniiooorrrkuuu meenggeenaiiimuuu" Bisikku lembut pada telinganya seraya mengecupnya lembut.
Tanpa menghiraukan bisikku padanya, jae terus mengerang, mendesah.
Aku melakukannya masih tetap dengan kasar, liar, ganas namun tetap lembut dan hati-hati.
Aku takut akan menyakiti anak kami, yang masih dalam kandungannya.
"Yunnieeeee arghhhh keellluuarrr" Desahnya nikmat sambil menjambak rambut. Jae meremas, menjambak rambutku seolah-olah merasakan sisa-sisa kenikmatan yang dirasakan.
Cupp...
Aku mengecup kening jae lembut
"Tidurlah, kau pasti lelah" Ucapku lembut
Kurasa jae masih merasakan bahwa juniorku masih membesar didalam holenya. Tanpa menyetujui ucapanku, jae membalikkan keadaan. Kini dia berada diatas badanku tanpa melepaskan tautan diantara kami, jae langsung menggerakkan tubuhnya. Dia meliuk-liukkan badannya. Aku terus menatap kearah dadanya yang menggoda itu.
"Urghhhh yunnieee ahhhh... Sentuhhh ahhhhh Deeepeerrr ahhhh" Desahnya nikmat seraya menyadari tatapanku pada dadanya.
Tanpa aba-aba aku langsung mengecup, menjilat, memainkan nipplenya dengan lidahku dan berakhir dengan aku menyusu padanya.
"Arghhhh yunnn appoo.. Ahhhh" Desahnya nikmat saat aku menggigit nipplenya yang menggemaskan itu.
"Nipplemu menggoda sayang" Ucapku sambil terus memainkan nipplenya.
Tadinya jae yang menggerakkan, kini justru dia yang memasrahkan dirinya padaku.
Aku menggerakkan juniorku pada holeku dengan tidak sabar seolah-olah tidak sabar.
"Urghhh yunnieeeee ahhhh" Desahnya nikmat saat jae menikmati hujamanku pada holenya, aku memberikan kenikmatan pada nipplenya juga. Kenikmatan yang membuatnya tidak mampu menahan.
"Yunnieeee keluuarrr..." Desahnya nikmat
"Bersamaaa ahhhhh" Desahku nikmat
Saat kami keluar bersama-sama, jae meremas rambutku dan aku menggigit nipplenya hingga membekas.
Jae langsung menaruh kepalanya di dadaku, sambil terkulai lemah
"Kau puas?" Tanyaku penasaran
"Sejujurnya belum yunnie, aku ingin lagi tapi aku takut akan bayi kita nanti" Ucapnya lembut.
Segeralah jae merebaskan tubuhnya diatas disampingku, tanpa melepaskan tautan diantara kami.
"Anak kita baik-baik sajakah hari ini?" Tanyaku lembut sambil mengelus perut jae
"Dia baik-baik saja appa hihihi" Ucap jae terkekeh
"Kalian berdua tidurlah, ini sudah larut malam" Ucapku lembut
Segeralah jae mengangguk dan aku mengecup keningku. Perlahan kuperhatikan mata jaejoong tampak terpejam, mungkin itu yang menandakan bahwa dia sudah tertidur.
"Aku tidak tahu jaejoong kisahmu dengan sandara. Aku sungguh tidak ingin tahu. Aku hanya ingin kau terus berada disisiku, disampingku. Aku ingin kita membina keluarga kecil kita dengan bahagia. Aku ingin kau selalu ada disisiku disaat aku senang, sedih,susah bahagia, aku ingin kita melalui semuanya iu bersama. Aku bersyukur kita dapat menikah dan memiliki anak. Ku harap kau bahagia juga dengan hal ini. Aku mencintaimu, jaejoong. Sangat amat mencintaimu. Kau tahu, sejak pertama kali kita bertemu aku tidak pernah membayangkan bahwa kita dapat bersama dan bahkan menikah. Kuharap kebahagian ini akan selamanya. Aku tidak akan membiarkan air matamu menetes lagi. Aku janji" Ucapku lembut teramat lembut hingga mungkin jae dapat mendengarnya
Dia pun hanya mengeratkan pelukkannya padaku. Dan kini aku pun segera menyusulnya ke alam mimpi.
End of yunho Pov...
In other side...
*note Jae Pov ...
Aku hanya memejamkan mataku saat yunnie mengatakan itu, dan entah mengapa dadaku terasa hangat. Setelah kurasakan dengkuran yunho yang mulai menggema, segeralah aku membuka mataku lagi dan menatapnya.
'Maaf yun, maaf. Aku tidak pernah menceritakan padamu kisahku dengan sandara. Bukannya aku tidak ingin tapi lebih tepatnya aku tidak mau. Aku tidak mau kau terluka yun, sungguh. Harus kuakui yun, sandara memang cinta pertamaku, dan kekasih pertamaku. Hanya itu bukan yang kau tahu, hanya yang kau tidak tahu adalah aku tunangan sandara yun. Aku tunangannya. Aku mungkin masih mencintainya yun, bohong jika kukatakan bahwa aku tidak mencintainya meskipun cintaku tidaklah sebesar dulu. Masih ada sebagian dalam diriku yang masih menginginkannya, masih mencintainya dan berharap bisa kembali dengannya. Tapi begitu aku bersamamu, kau memberikan warna tersendiri untukku. Aku menyukainya yun, aku menyukainya saat kau memelukku, saat kau mengecup bibirku, saat kau menjamah tubuhku, dan terlebih saat juniormu masuk kedalam holeku. Membuatku merasa nyaman dan aman bersamamu. Jika kau bertanya padaku apa aku sudah benar-benar mencintaimu atau tidak maka dapat kujawab bahwa aku mencintaimu. Jika kau bertanya apa aku menginginkanmu maka dapat kujawab bahwa aku menginginmu untuk selalu disampingku. Jika kau bertanya apa aku masih mencintainya maka kujawab yaa aku masih mencintainya. Ku harap kau mau mengerti yun' Kataku dalam hati
Segeralah aku mengeluarkan cincin tunanganku dengan sandara yang tersimpan manis didalam lemari kecil disampingku. Aku terus memandang cincin pertunangan ku dengan cincin pernikahanku.
'Jika seandainya aku dapat diberikan pilihan, maka aku berharap dapat bertemu dengan salah satu dari kalian dan bukan keduanya seperti sekarang ini' Kataku dalam hati segera setelahnya aku mengecup cincin itu lembut sambil menyimpan kembali cincin pertunanganku dengan sandara.
Perlahan aku mengeratkan pelukkanku pada yunho yang tengah tertidur lelap
"Selamat malam yunnie, aku berharap esok hari aku bisa mencintaimu sepenuhnya tanpa harus terbagi cintaku dengan sandara" Ucapku lembut teramat lembut hingga mungkin yunho tidak dapat mendengar.
Segeralah aku mengecup bibirnya lembut dan mengeratkan pelukkan pada yunho.
Dan biarlah langit dimalam ini bersama bulan dan bintang menjaga rahasiaku ini. Aku berharap tidak seorang pun tahu akan hal ini.
End._.
Aku kembali :D merindukanku?
Kekekek
Maaf harusnya aku publish ini ude dari kemarin-kemarin tapi aku jatuh pas hari jumat, jadi de publish ini aku tunda, maaf yaa :D
Maaf yaa kalo mengecewakan T.T
Makasih yaaa yg udah ngikutin ff ini dari awal ampe akhir, aku cinta kalian semua :-*
Balasan review :
Exindira : kekke iaa yunjaenya punya baby kekek thank you yaa :-D
Guest : hayoo siapakah dia hihihi :-D
Noona : sippo hihihi :-D
Jaejae : thank you yaa :-D hihihi aku juga awalnya bingung bayanginnya gimana, akhirnya yaa ude pake imajinasi liar aj kekekek
Guest : yups kekekeke sippo :-D
Makasih yaaa yg usah nge review, ngefav, ngefollow ff abal-abalku ini aku cinta kalian semua 333
Sama silent readers, aku cinta kalian semua 33
Mind to review?
