Kyuubi Baby
Chapter 10
Disclaimer : Naruto Masashi Kishimoto
Kyuubi Baby Uchiha Kirana
Pair :NaruSasu,KyuuSasu
Genre :Romance & Family
Rate :T-M
Warning :M-Preg,OOC,BL,Lime,gaya tulisan amatir,dll
Happy Reading
.
.
"Wah selamat ya Ino...kamu sudah melahirkan anak keduamu dengan lancar."
"Mempunyai adik itu sangat merepotkan...padahal aku tidak pernah minta sama Kaasan...Tousan dan Kaasan memang merepotkan..."
Menma dilanda kegalauan hari ini,ia mendengar bahwa sahabatnya,Shina Yamanaka baru saja mempunyai adik baru tadi asik-asiknya membicarakan tentang hal itu datanglah Asuka yang menolak pendapat kalau mempunyai adik itu dalam hatinya ia ingin sekali mempunyai adik karena menyenangkan atau bisa saja malah sebaliknya.
"Chici tidak bisa memberimu adik...kalau mau aku bisa mengadopsi bayi untuk menjadi adikmu"itulah jawaban Chicinya saat suatu hari ia meminta adik kepadanya.
"Tapi aku maunya adik kandung Chici...bilang saja Chici tidak mau melakukan hal yang 'merepotkan' untuk sekedar memberikanku adik,misi saja yang Chici pentingkan!"dan ia pun pergi tanpa mendengar penjelasan dari Chicinya.
"Apa karena Shina mempunyai adik baru ia jadi kepingin ya?,ya tuhan...apa yang harus aku lakukan?"
(*)(*)(*)(*)
"Tidak biasanya kau gagal dalam misi Sasuke?"sang Hokage muda itu mengerutkan dahinya mendengar pernyataan dari orang didepannya.
"Saya ingin berbicara empat mata dengan anda,buka sebagai pengawal anda"jawab Sasuke mengacuhkan pertanyaan yang dilontarkan Naruto tadi.
"Hm..baiklah...kalian bertiga bisa pergi dari ruangan ini"dan tanpa banyak omong ketiga orang dibelakang Sasuke sudah menghilang."Kau mau bicara apa?,apa ini ada hubungannya dengan kegagalan misimu yang bahkan ninja genin pun bisa menyelesaikannya?"
"Menma mengiginkan adik."
Loading...
5%...
25%...
75%...
80%...
100%...
"UAPA...!"
"Kau lebay Naruto..."
"Kalau Menma menginginkan adik,kita bisa adopsi kan?"tanya Naruto yang telah menguasai keterkejutannya.
"Dia tidak mau...lalu aku harus bagaimana?"tanya Sasuke lirih.
"Kita kerumah Ba-san hari ini...ayok!"
Skip Time
"Bagaimana Ba-san...?"kedua orang itu memandang wanita tua tetapi cantik didepanya dengan cemas.
"Hm...berapa umur kalian?"tanya balik wanita itu.
"28 tahun...memang apa hubungannya?"
"Kalian sudah tidak bisa menghasilkan anak lagi,rahimmu hanya bertahan 3 tahun karena bagaimanapun kau seorang mau punya anak lagi kenapa nggak adopsi saja?"
"Tidak bisa...Menma menginginkan adik kandung.."jawab Sasuke lemez.
"Jangan manjakan anakmu berlebihan...itukan akibatnya"ujar Tsunade datar.
"Apa tidak ada cara lain Ba-san..?"tanya Naruto mencoba memaksa Tsunade memberi mereka solusi lainnya.
"Kau bisa saja meminta bantuan Kyuubi tetapi jangan harap kau bisa melihat Sasuke lagi,sudah sana pulanglah,aku mau tidur"ujar eh usir Tsunade lalu mendepak kedua orang itu untuk pergi dari rumahnya.
"Kita bicara baik-baik pada Menma...aku yakin ia pasti mengerti.."hibur Naruto.
"Tetapi gimana kalau dia tidak mau mendengarkanmu?,dia anak yang keras kepala Naruto...!"balas Sasuke kesal,stress,dan depresi disetiap katanya.
"Kalau dia tidak mau ya sudah,benar kata Ba-san kita terlalu memanjakannya."
"Terserah apa katamu lah...hari ini aku capek,aku pulang duluan"ujar Sasuke datar lalu dengan cepat menghilang meninggalkan Naruto yang hanya menghela nafas berat.
"Kenapa jadinya seperti ini sih...?"
.
.
.
Naruto membuka pintu rumahnya dan pandangan yang pertama kali ia lihat adalah Menma yang sedang makan di meja makan seorang diri,ya seorang diri.
"Loh Menma...dimana Chici?"tanya Naruto lalu mendudukan dirinya dikursi sebelah Menma.
"Aku juga nggak tahu Tousan...saat aku pulang dari Akademi rumah ini sangat sepi,Chici hanya meninggalkan makanan ini di meja makan"jawab Menma lalu melanjutkan makannya lagi.
'Dimana dia...?'batinnya dirumah ini hanya ada mereka berdua,Naruto akan membicarakan tentang hal tadi pada anaknya."Menma...setelah makan temui Tousan dihalaman belakang,Tousan ingin berbicara sesuatu pada Menma.."ujarnya lalu pergi menuju balkon belakang.
"Tousan mau membicarakan apa ya..."ia memutuskan memberhentikan makannya lalu berlari kecil menuju balkon Tousannya melembai-lambai menyuruhnya duduk disebelahnya.
"Menma...tadi Chici bilang sama Tousan,Menma menginginkan adik ya?"tanya Naruto sambil mengelus puncak kepala anaknya.
"Iya...tetapi Chici nggak mau...kenapa sih Tousan?,aku kan juga ingin mempunyai adik kandung,aku mau kok menunggu selama 9 bulan seperti selalu menyibukkan dirinya dengan misi,Tousan sih selalu memberikan Chici misi melulu"jawab Menma cemberut.
"Tadi Tousan sama Chici menemui Tsunade Ba-san untuk membicarakan hal ini...Chici tidak bisa lagi memberikanmu Tsunade Ba-san sendiri yang menyarankan kami mengadopsi seorang bayi,kau harus mengerti Menma..."ujar Naruto mencoba menyakinkan sang anak.
"Jangan banyak alasan Tousan...kalian semua memang jahat..!"bentak Menma marah lalu berlari menuju kamarnya tidak mengindahkan seruan Naruto yang menyuruhnya untuk tetap tinggal.
"Tetapi gimana kalau dia tidak mau mendengarkanmu?,dia anak yang keras kepala Naruto...!"
Memang benar apa yang dikatakan Sasuke...anak tunggalnya ini memang keras kepala,bahkan lebih keras kepala dari pada mereka berdua.
"Aku bilang percuma ya percuma Naruto..."celetuk seseorang membuyarkan lamuanan Naruto.
"Yang penting aku sudah berusaha,sudahlah lebih baik kita mandi lalu tidur untuk menenangkan diri.."balas Naruto lalu menarik pundak Sasuke dan mengiringnya menuju ke kamar mereka.
"Apa harus dengan bantuan Kyuubi?"tanya Sasuke lirih,putus asa.
"Kau gila...?tidak-tidak suatu saat Menma pasti mengerti tentang anak yang pintar"tolak Naruto lalu memandang Sasuke tajam."Kalaupun kau memilih mati untuk melahirkan anak itu,siapa yang akan merawat Menma?,siapa yang akan merawat bayi kecil itu?!"tanyanya sedikit membentak.
"Kau Tousannya kan?,kau bisa merawat mereka atau kau bisa menikahi wanita la-"
Plakk...!
Sasuke meraskan panas yang teramat sangat dipipinya,tetapi ia tidak peduli karena ia memang pantas merasakannya setelahnya ia merasa tubuhnya didekap erat oleh hokage muda didepannya.
"Apa kau lupa dengan ucapanku dulu...kalau kau mati,aku juga akan pasti akan mengerti kalau kita bukan seperti keluarga yang lainnya,dia pasti mengerti Sasuke...ah maaf sudah menamparmu..."entah sihir apa yang digunakan Naruto pada dirinya,ia selalu merasa tenang berada selalu bersikap dewasa dibandingkan membalas pelukan Naruto dengan tak kalah erat,membenamkan kepalanya diceluk leher pemuda yang sangat ia cintai itu,menyembunyikan sesuatu yang sudah keluar sedari tadi dari matanya.
"Kau tahu Naruto...dulu aku juga sama seperti Menma,aku ingin sekali merasakan menjadi seorang ingin sekali mempunyai adik yang bisa aku ajak main sambil menunggu kakak pulang dari mengerti apa yang dirasakan Menma...Kaasanku tidak bisa lagi memberikan adik untukku karena ia telah ingin sekali mewujudkan keinginan anakku...anak yang tidak pernah terbayang dibenakku..."
Naruto membiarkan Sasuke menangis tahu Sasuke lelah...Sasuke selalu berusaha membanggakan anaknya,meskipun permintaannya aneh-aneh Sasuke selalu menurutinya.
'Aku berharap kau bisa melihat Chicimu yang kacau seperti ini Menma...aku ingin sekali memarahimu karena sifat nakalmu itu,tetapi...kalau bukan karena si teme ini...'
"Sudah Sasuke..ayo kita kekamar..."akhirnya Sasukepun melepaskan pelukannya lalu berjalan masih dengan kepala tidak menyadari kalau sedari tadi Menma mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
"Hiks...maafkan Menma Chici..."gumamnya pelan.
~(*)~(*)~(*)~(*)~(*)~
Menma mengeliatkan badannya merasakan sinar matahari yang menganggu tidurnya.
"Lanjutkan tidurmu..ini hari minggu,Chici pergi sebentar ya.."ia bisa mendengar suara seseorang yang familiar sekali ditelinganya lalu jeda sejenak sebelum orang itu pergi meninggalkan kamarnya.
Menma masih takut untuk menghadapi kedua orang tuanya,maka dari itu ia mencoba memejamkan matanya mencoba tidur kembali mengabaikan Chicinya yang memandangnya dengan perasaan bersalah.
"Aku sudah besar Chici...!"
"Aku bukan anak kecil lagi,berhenti mengganggapku anak kecil.."
Ia selalu berkata seperti itu dihadapan benar,dia masih anak kecil yang selalu suka menyakiti hati orang tua yang sudah menyayanginya sepenuh masih belum beranjak dewasa,ia memang masih kecil...
"Hiks...Chici...Gomenasai..hiks..."
.
.
Saat ia terbangun ia merasakan sepi didalam orang tuanya pastinya bekerja,ia memutuskan menghampiri Tousannya yang ternyata sedang sibuk-sibuknya mengurus sesuatu.
"Tousan..."panggilnya lirih membuat Naruto yang sedang berkonsentrasi penuh menjadi buyar seketika.
"Argh...siapa-oh Menma...ada apa kemari?"tanya Naruto yang sudah mulai menguasai kemarahannya karena melihat anak satu-satunya menghampirinya.
"Maaf Tousan...Menma menjadi anak nakal yang sudah membuat Tousan dan Chici sedih...hiks...Menma mau deh punya adik tapi nggak kandung hiks..tapi Chici nggak ninggalin Menma sendiri..."jawab Menma lalu menangis,Naruto yang sedari tadi sudah disamping Menma hanya memeluknya,menenangkan anaknya.
'Jadi Menma mendengar percakapan kami tadi malam ya...sudah kuduga Menma itu pintar...'batin Naruto."Chici nggak akan ninggalin Menma sendirian kok...Menma janji ya nggak akan buat Chici sedih lagi..?"ujar Naruto lalu mengarahkan jari kelingkingnya pada Menma.
"Menma janji Tousan..Hiks...Menma mau ketemu sama Chici..."balas Menma lalu menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Tousannya.
"Chici ada tugas mendadak hari ini...Menma bisa kok menunggu Chici disini sambil menemani Tousan...Chici pasti senang kalau Menma sudah mengerti."
"Ya Tousan...!"
.
.
.
.
.
'Aku sudah benar-benar menjadi seperti perempuan...'batin Sasuke lalu menduduki batu-batu besar dipinggir sedari tadi memikirkan tentang reaksi anaknya pada dirinya saat pulang nanti,ia tidak sanggup melihat pandangan marah anaknya kepada dirinya.
"Uchiha-sama..!"seru seorang ANBU kepada Sasuke.
"Bagaimana?"tanya Sasuke lalu berdiri dari batu yang ia duduki tadi.
"Keadaan selatan jauh lebih baik dari keadaan bagian Utara,musuh dari desa kecil yang mulai memberontak kepada Negara HI,Penjagaan disana merenggang karena banyak para Chunin yang gugur"jelas ninja itu.
"Baiklah,kita akan ada kemungkinan terburuk,suruh para Chunin yang masih hidup untuk kembali kedesa!"
"Baik,Uchiha-sama...!"setelah anak buahnya itu pergi,Sasuke segera memakai topeng ANBU nya.
"Hm...mungkin aku tidak akan kembali malam ini...semoga kalian berdua baik-baik saja..."gumamnya lalu secepat kedipan mata ia telah menghilang.
"Lanjutkan tidurmu..ini hari minggu,Chici pergi sebentar ya.."
Menma berusaha menutup matanya untuk tidur,percuma kalau ia menunggu Chicinya yang mungkin tidak akan pulang malam ini.
'Chici bilang Chici akan pergi sebentar,cepat pulang Chici...'batinnya lalu ia mencoba tertidur kembali.
"ARGH...besok aku harus bangun pagi,kenapa aku nggak bisa tidur-tidur juga sih...?!"teriaknya geram lalu memutuskan untuk menghampiri Tousannya yang mungkin telah tidur.
Srett...!
"Tousan mau kemana?"Menma memandang heran ayahnya yang tengah malam begini memakai jubah Hokagenya.
"Kenapa belum tidur?,besok terlambat loh...?"tanpa menjawab pertanyaan anaknya,Naruto segera menggendong Menma lalu membawanya kekamarnya.
"Menma nggak bisa tidur Tousan...Menma selalu kebayang Chici terus...Menma selalu terbayang-bayang kalau Chici akan ma-"jawab Menma mulai terisak.
"Sstt...Besok Chici sudah pulang kok,sebaiknya Menma tidur ya...Tousan harus mengurus sesuatu di kantor..."ujar Naruto lembut lalu mengelus-elus kepala anaknya.
"Jangan pergi Tousan...Menma mau tidur sama Tousan.."balas Menma manja lalu menyembunyikan wajahnya dipundak ayahnya.
"Ha..ha...ha...baiklah-baiklah,mungkin Tousan bisa mengurus hal itu nanti"dan dengan itu akhirnya Menma bisa tertidur pulang didekapan Naruto.
Sasuke seorang diri melompati dahan demi dahan untuk pulang kedesanya.
"Hokage-sama menyuruh anda untuk kembali kedesa."
"Tenang saja Sasuke...biar aku yang mengambil alih memimpin pasukan Utara."
Tap..!
Melihat kampung halamannya yang telah terlihat matanya,ia memutuskan untuk berjalan kaki dengan -tiba seseorang langsung memeluk dirinya keras,karena kaget akhirnya mereka berduapun terjatuh didepan pintu gerang desa Konoha.
"CHICI...GOMENASAI...!,aku janji tidak akan nakal lagi sama Chici...hiks...aku mau kok mempunyai adik adopsi yang penting Chici jangan tinggalkan Menma..hiks...Chici..."
"Kau sama sekali tidak salah Menma...Chici juga minta maaf ya..."
Dan Naruto juga 2 penjaga gerbang yang melihatnya hanya tersenyum melihat kelakuan mereka berdua.
Pada akhirnya Menma memiliki adik yang ia pilih sendiri di panti asuhan diluar memilih adik perempuan berambut pirang dan bermata biru seperti Tousannya.
"Kau mau memberi nama siapa kepada adikmu ini?"
"Kenapa harus aku yang memberikannya nama?"tanya Menma tak mengerti.
"Kau kan Niisannya...dan kami berdua sama sekali tidak memiliki ide untuk memberi nama pada anak baru kami"jawab Naruto.
"Baiklah...adik kecilku ini,aku beri nama Uzumaki Kazumi."
"Nama yang bagus,aku setuju"balas Sasuke manggut-manggut.
"Baiklah...!,anak baru NaruSasu dan juga adik baru Menma bernama Uzumaki Kazu-"
"Kau melupakanku Naru-baka...!"
"Kyuu-san...!,lama tidak bertemu...!"seru Menma,ia memang selalu senang kalau bertemu dengan orang tua ketiganya ini.
"Kau baru bertemu dengannya satu bulan yang lalu Menma..."ujar Sasuke bosan.
"Baiklah...anak baru NaruKyuuSasu dan juga adik baru Menma bernama Uzumaki Kazumi..!"
*FIN*
Omake
"Chici..Menma mau tidur sama Kazu-Chan...boleh ya?"pinta Menma memelas pada Sasuke yang sedang menggendong bayi mungilnya .
"Tidak...sampai dia berumur 1 tahun nanti,dia akan tidur bersama Chici"jawab Sasuke singkat.
"Yah...aku kan mau tidur sama Kazu-Chan...Tousan~ bujuk Chici dong.."pinta Menma pada Naruto yang hanya nyengir.
"Meskipun berat tetapi adikmu harus tidur bersama kami...lain kali kau boleh kok tidur bersama Sasuke dan kalau kami biarkan kau tidur bersama Kazumi,kau bisa Kazumi menangis kami bisa langsung menenangginya tanpa harus bolak-balik dari kamar Tousan mengerti kan?"tolak Naruto sih dia nggak mau new baby nya mengganggu tidur berduanya dengan Sasuke,namun setelah mendapat deathglare ala Uchiha Sasuke ia menurut saja.
"Aku mengerti kok,ya sudah kalau gitu Menma belajar dulu ya...daa Kazu-chan..."
"Menma pintar memilih bayi ini untuk adiknya,dia mirip denganmu Naruto"ujar Sasuke setelah meletakkan bayinya di kasur empuk milik mereka memalingkan wajahnya ke Naruto yang ternyata sedari tadi menatapnya tanpa berkedip.
"Ada apa?"Sasuke memandang heran Naruto yang mulai mempersempit jarak diantara mereka.
"Aishiteru Sasuke...terima kasih sudah memberikanku keluarga yang kuidam-idamkan dulu...aku akan selalu melindungimu..aku sangat mencintaimu.."
"Hn...aku juga Naruto..."
Dan satu kecupan ringan mereka bukanlah akhir dari cerita mereka,melainkan awal dari sebuah cobaan yang akan mereka hadapi nantinya.
"Uzumaki Naruto...Uchiha Sasuke...kami tidak akan biarkan kalian berdua hidup di dunia ini...!"
*Selesai*
Ah...akhirnya selesai juga...fic ini rencananya akan ada Sequelnya...ada yang mau?
Kenapa tidak dilanjutkan saja di Chapter barikutnya?
Karena jalan ceritanya sedikit melenceng dari judulnya.
Gimana...apa masih ada typonya?,Review ya Minna...!
Arigatou sudah membaca dan mereview fic ini...tanpa kalian aku tidak akan semangat membuat fic ini
Salam Hangat..
Akasaka Kirachiha a.k.a Uchiha Kirana.
