Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Sandeul
Other Cast :(Yong Guk Himchan Zelo BAP), Hanchul, Yewook, Yong Chan
Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...
...
Previous Chapter
Sandeul terkikik kecil mendengarnya, ia beralih memeluk leher Sungmin lalu mengecup lembut bibirnya.
"Love You Mom..." Ucap Sandeul seraya mengusap air mata Sungmin dengan jemari mungilnya.
"Love You too...Baby" Sungmin begitu tersentuh mendengarnya, Ia tersenyum dan turut menyeka air mata Sandeul...hingga keduanya saling tertawa kecil karenanya.
.
.
CKLEK
Pintu terbuka, dan detik itu pula Sandeul melompat-lompat girang.
"Daaaddyy!"
,
,
,
,
Chapter 10
Near Dark Season II
.
.
Sandeul makin berteriak antusias begitu siluet sang ayah mulai melangkah mendekati keduanya, berulang kali baby gempal itu melonjak-lonjak ingin turun dari ranjang, namun detik itu pula mendadak tersendat saat Sungmin tiba-tiba saja mendekap tubuhnya erat, tak menginginkan putra kecilnya mendekati sosok tegap di belakangnya.
"M-mommy?" lirih Sandeul tak mengerti, dan mengerjapkan mata cepat kala menyadari Sungmin gemetar bahkan memeluknya terlalu erat. Baby mungil itu tau...Ibunya memang tak baik-baik saja saat ini.
"T-tidak...ja-ngan melihat! Jangan melihatnya Sandeul!" Racau Sungmin sembari menyembunyikan wajah Sandeul dalam dekapannya... sama sekali tak membiarkan Putra kecilnya memalingkan wajah barang sedikitpun ke arah Kyuhyun. Oh sungguh! Sungmin benar-benar ciut, dengan kehadiran Pangeran Dhampyr itu.
Kyuhyun diam tercekat...terlalu sesak untuk sekedar mengucap sepatah katapun.
Segala racauan dan foxy eyes yang kian berpendar tak tentu itu, lebih dari cukup menyiratkan dirinya benar-benar menjadi ancaman mengerikan untuk Sungmin. Semakin Ia melangkah mendekat, semakin histeris Sungmin mendekap Sandeul demi menjauhinya. Semua sikap itu memang menikamnya telak. Tidakkah, ini...seperti halnya Ia kembali mengulang masa lalu?. Saat segala tatapan dan jeritan ketakutan Sungmin adalah satu-satunya pukulan paling menyakitkan untuknya. Ya...Kyuhyun ingat benar akan semua hal itu.
"Daddy di cana Mom" Cicit Sandeul lirih, berulang kali baby mungil itu berjinjit...berusaha menyembulkan kepalanya dari dekapan Sungmin demi melihat Ayahnya.
Sungmin menggeleng kasar, entahlah...gumaman Sandeul benar-benar terlarang terucap dari bibir putranya. Masih dengan tangan gemetar dan tatapan nanarnya, namja cantik itu menangkup panik pipi Sandeul. "Kita harus pergi sayang" Bisiknya penuh penekanan.
"Pelgi?" Sandeul mengerjap cepat, benar-benar tak mengerti dengan ucapan tersebut. Tapi sedetik kemudian ia mengangguk dan melompat-lompat girang. "Belcama Daddy?...belmain belcama Mom?" Pekik Sandeul masih terus mengulas senyum lebarnya.
"T-tidak sayang, hanya sandeul dan Mommy...kita harus pergi dari tempat ini. Istana ini bukan tempat kita... Baby"
DEG
Kyuhyun terbelalak lebar mendengarnya. Ia beralih melangkah mendekat, ingin merengkuh lengan namja cantik itu. "Ming...Apa yang kau kata—
SNAP
"MENJAUH DARIKU!"
Namun tiba-tiba saja Sungmin menyentak tangannya, dan makin menyudutkan diri ketakutan di sisi ranjang...membuat baby mungil dalam dekapannya berjengit dan mulai menangis karna terkejut.
"M-mommyyyy" isak Sandeul sembari memeluk erat leher Sungmin, demi apapun itu...ia benar-benar takut mendengar teriakan Sungmin segeram ini.
"Kita akan hidup bahagia bersama Baby! Hanya Sandeul dan Mommy...bukan tempat ini! Kita tak kan mungkin hidup di sini, Dunia ini bukan untuk kita" Racau Sungmin kacau, Ia makin mendekap erat tubuh Sandeul dan berjalan tersendat-sendat mendekati tralis jendela di sisinya. Sama sekali tak menghiraukan tatapan nanar pria tampan di belakangnya.
Kyuhyun memejamkan mata getir, Ia benar-benar merasa buntu untuk bertindak. Sesuatu kian berdenyut perih mendengar Sungmin meracau hingga seperti ini. Apa yang sebenarnya tengah terjadi? Sungmin semakin menutup diri dan kini namja mungil itupun ingin membawa pergi Sandeul...meninggalkan dirinya. Tidak! Tentu Ia tak kan sanggup bertahan tanpa dua sosok itu.
"Dear ku mohon dengarkan aku"
Nafasnya kian memburu, begitu Kyuhyun mencoba berjalan perlahan mendekatinya. Rasa takut itu kembali menyeruak, masih lekat dalam ingatannya bagaimana Pangeran Dhampyr itu mencacinya bahkan membiarkan semua luka itu menggores tubuhnya tanpa iba sedikitpun. Sungmin tak pernah melupakannya...bahkan semakin Ia menatap obsidian Kyuhyun semakin dalam ingatan kelam itu memenuhi benaknya.
"PERGI! J-JANGAN MENDEKAT!" Geram Sungmin sembari merambati tepian jendela, dekapannya di tubuh Sandeul pun kian menguat...membuat baby mungil itu mulai meronta karna sesak.
"C-cakit Mom...ughh"
Sungmin sempat menatap panik, namun melihat Kyuhyun kembali berusaha mengambil langkah lebih dekat membuatnya semakin bergerak kalap ingin menghindar. Tak peduli, Sandeul mulai menangis ketakutan. Bagaimanapun itu ...Ia tak akan membiarkan Kyuhyun menyentuh Sandeul. Dan membiarkan tangan dingin itu melukainya, seperti halnya yang pernah Kyuhyun lakukan terhadapnya.
"M-ming...lepaskan Sandeul, kau hanya akan menyakitinya Dear. Ku mohon—
"MENJAUH DARIKU!" PRANKK
Tiba-tiba saja Sungmin menghempas kasar sebuah guci besar di sisinya, membuat setiap pecahan dan serpihannya tercecer di kakinya. Meski demikian, namja cantik itu tetap bergerak kalut untuk menghindar...tak peduli darah mulai merembas dari kakinya akibat semua pecahan kramik itu.
"HUWWWAAAAAAAAA"
Pecah sudah tangisan Sandeul, baby mungil itu benar-benar terkejut bahkan menciut ketakutan. Tak ada lagi sisi hangat dari kedua orang tuanya, dan lebih dari apapun itu Sandeul benar-benar terluka melihat semua ini.
"J-jangan menyentuh Putraku! Tak akan kubiarkan kau menyakitinya! Aku akan m-membawanya pergi dari sini. H-hanya aku yang akan melindunginya" Sungmin kembali meracau dengan tubuh gemetar, tubuh ringkihnya pun kembali bangkit dengan meraba-raba dinding di sisinya.
Pangeran Dhampyr itu mengepalkan tangan kuat-kuat. Tak cukupkah Ia melihat Sungmin menyimpan tatapan penuh luka bahkan rasa takut untuknya? dan kini semua racauan itu benar-benar kian menyulut emosi dalam dirinya. Ia beralih berjalan mendekat dan memaksa merengkuh tubuh Sungmin. Tak ayal...namja cantik itu pun makin berteriak histeris hingga membuat Sandeul terlepas dari dekapannya.
"Kemana kau akan membawanya pergi?! Tempatmu di sini...kau tak memiliki tujuan lain selain diriku Ming!" tekan Kyuhyun sembari menggenggam kedua pergelangan tangan Sungmin yang tak penah berhenti menghempas apapun di sisinya.
"A-AAHHH!" Sungmin menggeleng kasar, bahkan menjerit histeris saat Kyuhyun benar-benar memegangnya erat. Demi apapun itu, ingatan kelam...tatkala semua cacian dan luka sayat di sekujur tubuhnya, kembali berputar lekat dalam kepalanya. Terlalu menyakitkan untuknya, hingga membuatnya begitu kacau untuk sekedar menarik nafas.
DEG
Kyuhyun kembali terperangah hebat melihatnya, dan tanpa tersadar genggaman itu terlepas dari kedua tangan Sungmin. bahkan Ia hanya menyentuhnya, dan Sungmin sudah setakut ini.
"J-JANGAN MENDEKAT! PERGI!" Jerit Sungmin sembari menutup wajah piasnya bahkan berulang kali namja cantik itu terlihat menarik kasar surai hitamnya sendiri.
"D-dear.." Lirih Kyuhyun parau, Ia bergerak panik ingin merengkuh tubuh gemetar itu. Namun apa yang dilakukannya hanya semakin meperparah situasi, tak hanya sekedar berteriak histeris...Sungminpun mulai menggila membenturkan kepalanya sendiri di dinding. Benar-benar setakut itukah Sungmin pada suaminya sendri? Oh sungguh! Perasaan menyesal itu rasanya tak akan pernah berujung di dalam batinnya. Semua terlihat begitu jelas...tak hanya tubuh, tapi ia pun telah menyakiti jiwa Sungmin.
"Ku mohon berhenti menyakiti dirimu sendiri!" Seru Kyuhyun sembari mendekap erat kepala Sungmin, sebelum namja mungil itu kembali membenturkannya di dinding.
Sementara Sandeul hanya meringkuk, bersembunyi di balik punggung Ayahnya. D, Sandeul seperti tak mengenal sosok yang dipanggilnya 'Mommy' itu. dan Sungmin benar-benar terlihat bukan dirinya lagi.
TAP
Seorang Yeojja cantik terlihat mengibas anggun gaun indahnya begitu mendarat di puri megah itu. Namun detik itu pula Ia menatap redup kala melihat Putra Bungsunya tampak panik mendekap Sungmin. Terlebih...Sandeulpun terlihat ketakutan di balik punggung Kyuhyun. Ah! Sungguh ini bukanlah sesuatu yang pantas disaksikan cucu kesayangannya itu.
Perlahan namun pasti Heechul melangkah mendekat, dan menepuk punggung Kyuhyun setenang mungkin. Ratu Dhampyr itu memang tau Putranya benar-benar berusaha keras menenangkan Sungmin, meski nyatanya...semua hanya berbuah percuma. Sungmin tak sekalipun meluruh dan makin menjerit tak terkendali, rasa takut dan luka itu benar-benar terbias jelas dari kedua mata itu. semua memang bukan tanpa alasan. Kesalahan di masa lalu telah membuat segalanya berlarut hingga seperti ini, dan meninggalkan bekas luka dalam diri Sungmin. Trauma karna seseorang dicintainya, bukanlah suatu hal yang mudah untuk berangsur pulih. Dan Kyuhyun semestinya tau akan semua itu.
"Serahkan padaku" Bujuk Heechul, bermaksud merengkuh Sungmin. Tapi Kyuhyun mengelak...tetap bersi keras mengendalikan semuanya dengan kuasanya sendiri. Bagaimanapun Ia suaminya, dan lebih berhak menenangkan Sungmin.
Heechul sedikit berdecak melihat sikap keras kepala dan berlaga terlalu tegar itu, meski tak dipungkiri ia memang merasa miris melihat Kyuhyun begitu tersakiti dengan penyesalan yang dibuatnya sendiri.
"kau hanya akan semakin membuatnya ketakutan. Beri Sungmin sedikit ruang untuk menyadari kehadiranmu... Kyunnie" Bujuk Heechul lagi.
Sesaat Kyuhyun memejamkan kedua matanya, terlalu getir meratapi kenyataan dirinya kini sosok yang bagitu asing untuk namja cantiknya sendiri. Tapi sesaat kemudian Ia mulai merenggangkan dekapan itu, membuat Sungmin menyentak tubuh dan meringkuk di sudut ruangan itu dengan tubuh menggigil hebat.
"Maaf..." samar-samar terdengar bisikan lirih dari Pangeran Bungsu itu, membuat Heechul tersenyum tipis dan menatap lekat Pria yang masih menundukkan kepala di hadapannya. Ia tau...Kyuhyun benar-benar menyesal lebih dari apapun itu.
"Tak seharusnya seorang Pangeran menyembunyikan senyum menawannya seperti ini. Apa yang tengah kau sesalkan eum? Tidakkah kau melihat...Sungmin telah kembali padamu?"
Kyuhyun tetap bergeming, meski terdengar begitu menegarkan tapi ucapan itu sama sekali tak meluruhkan semua rasa sesak dalam dirinya. Ya! Dirinya yang tak lagi mendapat tempat di hati Sungmin, menjadi satu-satunya sosok asing dan ancaman bagi namja berparas cantik itu.
"Rasa sesal tak akan cukup menebus kesalahanmu. Lakukan yang terbaik, hingga Sungmin benar-benar menyadari kau memang mencintainya sepenuhnya. Hanya ketulusan yang mampu memulihkannya Putraku"
Kyuhyun mulai mengangkat wajah dan menatap Ratu Dhampyr itu begitu teduh seolah tengah mencari keyakinan bahwa kesempatan itu benar-benar masih dapat direngkuhnya.
"Cha...bawa sandeul pergi dari sini. Tak seharusnya Putramu melihat semua ini...itu akan turut melukainya Kyu" Ucap Heechul lagi. Pangeran Dhampyr itu mengangguk mengerti dan mulai mengelus kepala baby mungil yang masih memeluk erat kakinya itu.
Heechul mengulas senyum lembut sebelum akhirnya mendekati Sungmin yang masih meringkuk di sudit ruangan itu.
"Sungmin~ah" Panggilnya sepelan mungkin, Sungmin tampak mencengkeram erat-erat kedua bahunya sendiri. Tak menginginkan siapapun mengusiknya terlebih menyakiti dirinya detik itu juga.
"Gwaenchana...ini Eomma. Jangan takut" Bujuk Heechul lagi, kali ini dengan menyentuh dagu Sungmin dan menangkup kedua pipinya dengan perlahan.
Sungmin sempat mengepalkan tangan kuat-kuat, namun perlahan tatapan nyalang itu berangsur redup begitu Heechul berulang kali membisikkan kata menenenangkan untuknya. Bahkan kini Sungmin terlihat sedikit lebih luruh saat Ratu Dhampyr itu memeluk tubuh ringkihnya.
"E-eommonim" Lirih Sungmin semakin menyerukkan wajahnya ke dalam dekapan Heechul, mencoba mencari perlindungan dari sosok Yeojja cantik itu.
Kyuhyun memejamkan mata,merasa getir melihat Sungmin lebih meluruh dalam dekapan Heechul, meskipun Yeojja itu ibunya sekalipun. Bukankah semestinya Ia yang kini berada di posisi itu? memeluk bahkan membisikkan kata-lata hangat untuk namja cantiknya seperti yang kerap Ia lakukan dulu. Tapi kini dirinya benar-benar tak lebih dari seorang pengecut, belum lagi...apa yang harus dikatakannya pada Sandeul jika Putra kecillnya itu bertanya tentang semua ini. Bagaimanapun...Sandeul sepertinya mulai menyadari, kedua orang tuanya tak lagi sehangat dulu.
.
.
"Daad...M-mommy cakit?" Tanya Sandeul begitu Kyuhyun bersimpuh di hadapannya hingga memudahkan baby mungil itu memeluk leher kokoh sang Ayah.
"..."
Tak ada jawaban, Kyuhyun hanya merengkuh Sandeul ke dalam gendongannya. Membuat baby mungil itu makin menatap pias., karna diabaikan seerti itu.
"Mommy cakit Daaad?" tanya Sandeul lagi, Ia tak akan berhenti bertanya sebelum Ayahnya menjawab dan membuatnya bernafas lega.
"Daaddy...Mom—
"Tidak... Deullie, Mommy hanya terlalu lelah...biarkan Dia beristirahat di sini" Sela Kyuhyun cepat, sebelum menyulut emosi putra kecilnya dan mengamuk memekakkan.
"Belcama Monnie?"
"Hn..."
Sandeul tersenyum lebar, lalu menatap Sungmin dengan kerjapan polosnya. "Phai...phai...Mooom" Cicit Sandeul sembari melambaikan tangan mungilnya ke arah Sungmin yang masih gemetar dalam dekapan Heechul.
..
.
.
Kedua obsidian itu mulai menatap tak tentu, terlalu gelisah memandang langit pekat di atas sana. Ya...senja telah berangsur menjadi malam. Namun hingga detik ini, harapan untuk mendekati Sungmin masih menjadi sebuah angan semu untuknya. Namja cantik itu tak sekalipun memberinya kesempatan untuk mendekatinya barang selangkahpun. Membuatnya benar-benar menjadi seorang pecundang tanpa bisa melakukan apa yang semestinya dilakukan bagi seorang Pangeran sepertinya.
Pangeran Dhampyr itu beralih memandang baby yang telah tertidur pulas di ranjangnya sendiri. Lalu mengecup pelan pipi chubbynya, ada sebentuk perasaan hangat kala menyentuh sandeul seperti ini, ya...buah cintanya bersama Sungmin. Bukankah segalanya benar-benar terajut manis saat Ia dan Sungmin menimang Putra kecilnya? Dan Kyuhyun yakin...saat-saat itu akan kembali tiba untuknya. meski nyatanya Ia tak tau kapan semua itu akan tersambut.
Sesaat Ia menjentiikkan jarinya, lalu seketika itu pula...kamar sandeul berangsur-angsur dipenuhi temaram cahaya hangat. Kyuhyun kembali mencium lama pipi Sandeul.. sebelum akhirnya melangkah keluar dan menutup daun pintu itu sepelan mungkin.
,
.
Senyum menawannya terkembang begitu saja, kala melihat sesosok namja cantik terlelap di atas ranjang king size keduanya. Entah apa yang telah dilakukan Heechul sebelumnya, hingga mampu membuat Sungmin tenang bahkan hingga jatuh tertidur seperti ini.
Perlahan ia berjalan mendekat, dan menyentuh wajah babyface itu dengan jemari panjangnya...tanpa merasa was-was sedikitpun, jika Sungmin akan terbangun karenanya.
"Aku merindukanmu" Bisik Kyuhyun masih dengan menyusuri hidung mancung Sungmin dengan telunjuknya dan berakihr tepat di atas bibir sintalnya.
Nafasnya seketika tercekat kala merasakan suhu hangat dari bibir cherry itu, oh sungguh...bahkan dengan hanya menyentuhnya seperti ini saja. Mampu membuat sesuatu dalam dadanya kian berdentum liar. Ya...lebih dari sekedar perasaan merindu, Ia benar-benar menginginkan Sungmin. Bukan hanya paras, namun aroma dan setiap lekuk tubuhnya...Kyuhyun benar-benar ingin merengkuhnya.
"Mianhae Dear..." Desisnya tepat di atas bibir ranum itu. Kyuhyun memang mengingat dengan baik semua larangan yang terucap dari Raja dan bahkan Ratu Dhampyr untuk tak mendekati Sungmin sementara waktu ini. Tapi mau apa lagi, jika perasaan rindu itu sudah menggila seperti ini. persetan...dengan semua itu, Ia hanya menginginkan istrinya detik ini juga.
Pelan namun pasti Kyuhyun mulai merunduk dan memiringkan wajahnya, hingga dipastikan semua benar-benar di bawah kuasanya. Namun belum sempat Ia meraup belahan lembut itu.
Kedua manic rubah itu tiba-tiba saja terbuka dan membelalak lebar begitu sadar, Kyuhyun benar-benar berada tepat di atasnya.
"Aku tak akan menyakitimu" Tekan Kyuhyun cepat seraya menangkap kedua tangan Sungmin di atas kepalanya, sebelum namja cantik itu kembali histeris dan berlari menghindarinya.
Sungmin memang tak menjerit ketakutan, tapi Ia sama sekali tak ingin mendengar apapun, tetap meronta kasar...berusaha melepaskan diri dengan nafas memburu. Bahkan bulir beningpun mulai mengalir dari sudut matanya.
Pangeran Dhampyr itu kembali mencelos getir, merasa benar-benar tertikam melihat reaksi Sungmin kembali seperti ini. Tanpa melepas genggamannya di kedua pergelangan Sungmin. Sebelah tangannya yang lain, mulai membelai wajah pias itu dengan perlahan.
"Jangan seperti ini" Bisik Kyuhyun parau seraya menatap redup kedua foxy eyes yang semakin telihat retak karna air mata itu.
"L-lepas!" Ronta Sungmin sembari menggeliat kasar, tapi Kyuhyun mengelak...semakin Sungmin melakukan perlawanan semakin kuat pula Ia menahannya. Namun siapa yang tau, di balik tatapan tajam itu...Ia benar-benar remuk dengan keadaan ini.
"PER—GI! LEPASKAN AKU! Hhh...hhh..AKU BUKAN PELACUR! LEPASH—Mppfthh"
Kyuhyun memagut cepat bibir Sungmin, membekap seluruh racauan itu dengan ciumannya. Sungguh demi apapun itu...Ia benar-benar tak menginginkan semua ini, dan membuat Sungmin kembali mengingat kenangan menyakitkan yang pernah Ia torehkan dalam diri namja mungil itu.
"Mmhpftt!" Sungmin kembali mengerang tertahan dengan tubuh menggigil hebat, tak pernah sekalipun Ia merasa setakut ini. Setiap sentuhan Pangeran Dhampyr itu benar-benar menyisakan putaran pahit dalam benaknya, terlebih dengan ciuman seperti ini...meski nyatanya pagutan itu sama sekali tak terkesan menuntut. Hanya sekedar lumatan lembut dan sedikit terasa lebih hangat .Tapi tetap saja ia tak bisa menerima semua ini.
Sungmin kembali menyentak tubuh, namun tersedak... begitu aliran hangat yang mengalir dari ciuman itu semakin terasa intens dan Sungmin tak menyadari Kyuhyun tengah mengalirkan magisnya dalam pagutan lembut itu. Hingga perlahan namun pasti tubuhnya melemas lunglai dan jatuh terlelap dalam waktu singkat.
"Haruskah aku memotong lidahku sendiri? Agar kau memaafkanku?" Ucap Kyuhyun lirih, kala mengingat semua kata tak pantas pernah terucap darinya. Apa yang tengah merasuki dirinya kala itu...hingga begitu sampai hati melukai Sungmin hingga sedemikian kejinya.
"Aku tak akan memaksamu...ku mohon mengertilah, hanya kau satu-satunya milikku yang berharga Dear" Kyuhyun meraih tangan kanan Sungmin dan mulai memainkannya jemari lentik itu dalam genggamannya. Sesuatu dalam dadanya memang masih berdenyut sesak...mampu menyentuh tapi tak bisa merengkuh hati namja mungil itu. Tapi biarlah seperti ini, setidaknya Sungmin tak lagi jauh dari pandangannya.
.
.
.
.
Esoknya...
Sungmin mengernyit silau begitu bias terang menerpa cepat wajah lelahnya. Ah! Berapa lama ia terlelap...rasanya waktu berjalan terlalu cepat. Sesaat kemudian, namja cantik itu beralih mengerjapkan mata dan bangkit untuk terduduk...namun betapa terkejutnya Sungmin. saat memandang ke depan dan melihat Kyuhyun tampak terpejam di atas sofa dengan kedua kaki menyilang.
Sungmin meremas kedua tangannya dengan bibir digigit kuat, mencoba menerka apa yang telah terjadi semalam. Sungguh! Ia sama sekali tak mengingat apapun pasca mengerang karna ciuman itu.
Tapi melihat Kyuhyun demikian, sepertinya namja itu memang terlelap di atas sofa hingga pagi menjelang. Sungmin bergerak panik ingin menuruni ranjang, dan berjalan tersendat-sendat menuju kamar Sandeul. Sebelum Pangeran Dhampyr itu terbangun dari tidurnya, apapun itu...sungmin hanya ingin menjauhinya.
.
.
.
Kyuhyun sedikit memijit pelipisnya, merasa sinar mentari di pagi ini benar-benar membuat kepalanya berdenyut pening. berulang kali Ia berdecak lidah, ah sungguh! Tertidur dengan posisi seperti ini benar-benar membuat sebagian dari tubuhnya terasa pegal. Sesaat Ia menarik nafas pelan sebelum akhirnya membuka kedua mata tegasnya. Namun seketika itu pula...manic obsidian itu berkilat merah terang, begitu sadar...Sungmin tak lagi terbaring di ranjangnya.
Apa yang terjadi? Mungkinkah Sungmin benar-benar melarikan diri darinya?
"SUNGMIN!" Teriaknya geram sembari bangkit berdiri, kedua tangan yang semula terkepal erat itu...kini mulai menggila menghempas apapun di sekelilingnya. Sungmin benar-benar tak ada di kamar keduanya, terlebih saat ini Ia sama sekali tak mampu mencium aroma tubuh Sungmin di manapun.
"J-jangan menyentuh Putraku! Tak akan kubiarkan kau menyakitinya! Aku akan m-membawanya pergi dari sini. H-hanya aku yang akan melindunginya!"
Pangeran itu terbelalak nanar begitu racauan Sungmin kembali terngiang dalam benaknya. Tidak! Sungmin tak mungkin bersungguh-sungguh dengan ucapannya dan membawa Sandeul pergi. Pangeran Dhampyr itu menggeram keras dan melesat cepat menuju kamar Sandeul.
BRAK
"MIN—
Kyuhyun bagai tersedak teriakannya, begitu menghempas pintu kamar Sandeul dan melihat putranya menggeleng dan menyentuh bibir mungilnya dengan telunjuknya berulang-ulang.
"Ffuuhh...cangan belicik Daddy...cangan beli—cik" Lirih sandeul masih terus memberi isyarat dengan telunjuk yang menyentuh bibir terpoutnya. Lalu menepuk-nepuk kepala namja cantik yang dipeluknya senyaman mungkin.
Mata yang semula berkilat merah terang itu, kini berangsur-angsur hitam pekat. Kyuhyun menghela nafas dan mengusap kasar wajahnya lelahnya. Nyaris Ia benar-benar menggila karna Sungmin. Dan Kyuhyun benar-benar tak menduga, Sungmin beralih tidur di kamar Putranya seperti ini.
"Mommy...tidul. Di cini Chandul...Dad" Bisik sandeul sembari menepuk-nepuk ranjangnya, lalu mencoba melingkarkan tangan mungilnya di bahu Sungmin, meski nyatanya ia tak cukup sampai melakukannya.
"Daddy tidul di cini?"
Kyuhyun terkekeh pelan, ah! Selalu saja...celoteh dan kerjapan polos putra kecilnya benar-benar meredam sesak dalam batinnya. Ia beralih berjalan mendekati Sandeul dan memberi kecupan selamat pagi di bibir mungilnya.
"Hn...tidak Deullie, ada yang harus Daddy kerjakan di luar sana" Jelas Kyuhyun sembari membelai pipi Sandeul.
"Chandeul ikut Daddy?" Tanya Sandeul lagi.
Pangeran Dhampyr itu kembali terkekeh mendengarnya. "Sandeul tetap di sini dan menjaga Mommy, apa kau bisa melakukannya?"
Kepala kecil itu mulai mengangguk pasti. "Uhm! Bica Dad"
"Good Boy" Ucap Kyuhyun sambil mengusap kepala Sandeul. "Beri ciuman selamat pagi, saat Mommy terbangun. Mengerti?" Lanjutnya lagi.
Baby mungil itu kembali mengangguk cepat, dan terkikik riang begitu Ayahnya melambaikan tangan dan lenyap dalam sekejap mata.
.
.
.
"Mmhh Deullie" Sungmin tersenyum dengan mata terpejam begitu meraskan sesuatu yang kecil dan lembut tak pernah berhenti mengusap-usap kepalanya. Dan itu sudah pasti tangan Sandeul.
"Molning Moom"
Chupp
Sungmin sedikit tersentak saat baby mungil itu tiba-tiba saja megecup bibirnya bertubi-tubi. Ada apa ini? Mungkinkah Putra kecilnya terlalu rindu...hingga begitu antusias menyambutnya seperti ini.
"Molning kicch Moom"
"M-mwo? Siapa yang mengajarkan itu sayang?" Tanya Sungmin sembari mencubit gemas hidung Sandeul
"Daddy" Jawab Sandeul cepat, lalu kembali mengecupi seluruh wajah Sungmin tanpa jeda.
"Uhmp...Baby~yyaa"
.
.
.
Jauh di atas pepohonan pinus , Pangeran Dhampyr itu tampak menatap redup ke bawah tepat pada dua siluet di dalam kamar itu. Tawa riang Sungmin dan Putra kecilnya kembali Ia dengar di hari ini, tak ada yang berubah sedikitpun dari namja cantik itu. Tapi semua terasa berbeda saat Sungmin melihatnya...seolah Sungmin hanya menghapus kenangan bersama dirinya. Ya...hanya dirinya yang hilang dalam ingatan namja cantik itu.
"Seperti nyala api yang padam. Mungkinkah semua benar-benar terlupakan?" lirih Kyuhyun tanpa mengalihkan padangannya dari paras cantik itu. Dan Ia hanya tersenyum getir, menyadari dirinya tak mampu berbuat apapun, untuk menyentak rasa sesal itu.
.
.
.
2 Bulan Kemudian
"Biskah kita bicara?"
Sungmin memalingkan tubuh cepat, begitu pangeran Dhampyr itu berniat meraih tangannya. Ia berniat melenyapkan diri detik itu juga, namun dengan cepat Kyuhyun menahannya dengan menggenggam tangannya. "Sampai kapan kau akan mengacuhkanku seperti ini?" Ucap Kyuhyun, berusaha memutar tubuh Sungmin hingga menghadap padanya.
"..."
Tak ada jawaban, Sungmin hanya menatapnya sekilas lalu menundukkan wajah dalam-dalam.
Membuat Kyuhyun kembali menghela nafas sesak melihatnya, mungkin benar...Sungmin tak lagi menjerit ketakutan saat Ia menyentuhnya seperti ini. Sekat waktu selama dua bulan lebih semenjak Sungmin kembali ke puri ini, rupanya memang membuat Sungmin terbiasa akan kehadirannya. Tapi sikap itu tak semata membuat segalanya kembali seperti semula. Sorot mata itu tak lagi sehangat dulu, bahkan Sungmin sama sekali tak berniat membuka sekecap katapun, meski berulang kali Ia mencoba merangkai kata untuknya.
"Aku bukan sebuah patung yang bisa—
"Apa kehadiranku mulai mengusik anda...Pangeran?"
Kyuhyun mengeras...
Untuk pertama kalinya Sungmin membalas ucapannya, tapi haruskah bahasa tubuh dan cara bicara semacam ini yang harus didengarnya? Sungmin memang menatapnya tapi bukan dalam sosok namja cantiknya yang hangat seperti dulu. Lebih lagi, bukankah pertanyaan itu yang semstinya terucap darinya?
"Bukan itu yang ingin kudengar darimu. Aku benar-benar menyesali semua yang telah kulakukan padamu. beri aku sedikit kesempatan Ming"
"Simpan semua penyesalan itu untuk pelacur sepertiku. Seorang yang rendah ini...tak pantas mendengarnya Pangeran"
Kyuhyun makin berdecak frustasi mendengarnya, semua semakin bertolak dari harapannya. Tidakkah ini seperti Sungmin tengah membuatnya berkaca pada keangkuhannya kala itu? memutar balikkan semua ucapan hingga benar-benar membuatnya semakin tenggelam dalam rasa bersalahnya.
Kyuhyun kembali mendekati Sungmin, berniat memeluknya. Namun belum sempat Ia merengkuh namja cantik itu, Sungmin telah lebih dulu melenyapkan tubuhnya. Membuat Pangeran Dhampyr itu hanya mendekap limpasan angin hampa.
"ARRGH!SHIT!" Geram Kyuhyun sembari menghantam dinding di hadapannya hingga lapisan kokoh itu retak karenannya. Meski berulang kali mengumpat itu tak kan merubah apapun, Sungmin tetaplah pribadi yang dingin terhadapnya. Dan hanya dengan dirinya semua sikap hangat dan ceria itu pudar dalam sosok namja mungil itu.
.
.
.
Sementara Itu Di Tempat Lain
Raja Dhampyr itu mulai mendesis geram begitu mendengar pengajuan yang didengarnya dari Sungmin. tapi dengan cepat yeojja cantik di sisinya menahannya untuk tak menyentak murka detik itu juga.
"Apa kau yakin dengan keputusanmu ini?" Hangeng mulai bangkit dari singgasanannya dan melangkah mendekati namja mungil yang kini bersimpuh di hadapannya.
"..."
Tak ada jawaban, Sungmin tetap diam menyembunyikan suara di balik tatapan takutnya itu. apa yang dipilihnya memang sudah menjadi tekadnya, dan Ia tak bisa menarik kembali semua kalimat yang baru saja diucapkannya.
"Bisakah kau mempertimbangkannya kembali?" Hangeng masih berusaha menarik ulur situasi, mencoba memberi waktu pada Sungmin untuk membatalkan keputusannya.
"Ku mohon penuhi permintaanku kali i-ini saja Ayah, keadaan ini hanya akan mempersulit kami"
Hangeng memejamkan mata sejenak, terlalu pening melihat Sungmin begitu bersungguh-sungguh dengan permintaannya kali ini. Ingin meninggalkan puri Kyuhyun, dan lebih memilih menempati tempat lain dari istana Dhampyr ini. Memang Ia tak bisa sepenuhnya menyalahkan keputusan Sungmin, apa yang dilakukan Kyuhyun kala itu...tentu terlalu dalam meninggalkan luka di hati namja cantik itu.
"Kau ingin meninggalkan Putraku?" Hangeng tak akan semudah itu menyetujuinya, sementara Ia tau benar...Sungmin masihlah mencintai Putra Bungsunya.
"..."
Lagi, namja cantik itu hanya diam membisu...sama sekali tak sanggup melugaskan jawaban apapun. Karna memang...rasa sakit itu masih sepenuhnya menguasai perasaannya.
Raja Dhampyr itu menghela nafas berat melihat sikap diam itu, terlalu jelas...Sungmin memang sebenarnya tak akan mungkin bisa meninggalkan Putra keduanya. Dan mungkin, memenuhi permintaan Sungmin bukanlah keputusan yang salah...karna kelak dua anak itu akan saling mengerti perasaan mereka masing-masing.
"Baiklah...kupenuhi permintaanmu. Paviliun utara menjadi milikmu saat ini, dan kusediakan beberapa pelayan untuk memenuhi kebutuhanmu di sana"
Sungmin menunduk sungkan, bukan ini yang sebenarya di harapkannya. Tidakkah semua itu terlalu berlebihan. Oh ayolah...paviliun terlalu megah untuknya, terlebih Ia tak butuh pelayan, semua kebutuhan bisa dicukupkannya sendiri.
"A-ayah, bukankah sebaiknya anda memberiku tempat yang lebih sederhana—
"Menantuku ...kau memiliki kehormatan dalam kerajaan ini. Jangan sekalipun menolak apapun yang kuberikan untukmu"
Sungmin menunduk dalam, sama seklai tak memiliki nyali untuk menyanggah sedikitpun. "B-baik Ayah"
.
.
.
Esoknya...
Kyuhyun hanya mampu menatap kosong ke depan, membiarkan namja cantik itu berlalu begitu saja dari hadapannya. Baru saja Ia mendengar, keputusan Sungmin yang ingin meninggalkan puri keduanya dan lebih memilih hidup seorang diri dalam paviliun itu, dan semua memang terucap dari bibir Sungmin sendiri. Meski tak meninggalkannya dan Sandeul, tapi tidakkah keputusan Sungmin itu terlalu menyakiti dirinya. Ia masih suaminya...apakah tak ada kata maaf lagi? dan haruskah Sungmin menghindarinya hingga sejauh ini?
Segalanya kian memburuk dan terasa buntu!
.
.
.
"Daad"
Kyuhyun tersentak begitu Sandeul tiba-tiba saja melompat ke ranjang king size itu, dan merangkak mendekatinya.
"Mengapa belum tidur hm?"
Sandeul menggeleng pelan dengan bibir terpout, lalu beringsut-ingsut masuk ke dalam dekapan Kyuhyun dan meringkuk bulat di sana.
"Mommy...di mana Dad?" Gumam Sandeul seraya memainkan jemari mungilnya di atas dada Ayahnya.
Kyuhyun hanya memejamkan mata dan lebih memeilih mendekap tubuh mungil itu dengan hangat. Sampai detik inipun Sandeul belum mengetahui, Ia dan Sungmin tak lagi tidur dalam ranjang yang sama. "Waktumu untuk tiidur Deullie" Ucapnya kemudian.
Tapi Sandeul mengelak dan balas menatap Ayahnya tajam.
"Tidul di cini. Daaddyyy" Sandeul mulai menepuk-nepuk dada Kyuhyun.
"Chandeul" Lalu menepuk dadanya sendiri.
"Mommyyy..." Dan kini beralih menepuk-nepuk sisi kanannya, tepat di mana Sungmin selalu berbaring di atasnya, memeluk tubuhnya dengan hangat bersama Kyuhyun
Oh sungguh demi apapun itu, Sandeul benar-benar merindukan saat-saat itu...bahkan masih lekat dalam ingatannya bagaimana nyaman dan hangatnya terlelap dalam pelukan kedua orang tuanya.
Tapi kini...jangankan mendapatkannya. Melihat Daddy dan Mommynya berbicara saja Sandeul tak pernah melihatnya, lebih-lebih jika itu tidur bersama keduanya.
Kyuhyun diam tertegun, dan membelai pelan kepala sandeul berulang-ulang. Lebih dari apapun itu...Ia memang tau perasaan Sandeul sebenarnya.
"Sekarang tidurlah" Tenang Kyuhyun, masih berusaha mengalihkan perhatian Sandeul.
"Tidul belcama Mommy...Daaad!" Baby mungil itu mulai menjerit memekakkan, merasa keinginannya selalu tak pernah terpenuhi. Ia hanya ingin bersama kedua orang tuanya. Tapi mengapa tak satupun mendengarnya dan selalu mengabaikannya.
Pangeran Dhampyr itu memijit pening pelipisnya, tak ada pilihan lain selain memenuhi permintaan buah hatinya, sebelum Sandeul benar-benar kesal bahkan terkunci dalam tangisannya.
Dalam sekali gerakan Pangeran Dhampyr itu merengkuh tubuh gempal Sandeul lalu dibawanya melesat dalam sekejap mata.
.
.
.
TAP
"Mommy..."
Sungmin mendadak membuka kedua matanya, saat mendengar suara Sandeul. Cepat-cepat Ia memutar tubuh dan berniat ingin duduk, namun betapa terkejutnya Ia begitu melihat Kyuhyun rupanya bersama Putra kecilnya.
"Aku hanya mengantar Sandeul kemari" Ucap Kyuhyun sembari membaringkan Sandeul di s isi Sungmin, dan mengulas senyum tipis begitu putra kecilnya beringsut-ingsut masuk ke dalam pelukan namja cantik itu.
Kyuhyun beralih menatap Sungmin lekat, berharap masih menemukan perasaan hangat dalam binar matanya. Namun semua seolah tertepis, begitu Sungmin memalingkan wajahnya dan lebih memilih menciumi puncak kepala Sandeul.
"Tak bisakah kau memaafkanku?" Ujarnya masih dengan menatap hampa ke depan.
"..."
Pangeran Dhampyr itu tersenyum kecut. Sikap diam Sungmin...lebih dari cukup memberi jawaban untuknya. Ia beralih menduduki ranjang Sungmin, tapi masih saja namja cantik itu bergeming mengacuhkannya.
"Dear..." Panggilnya lagi.
"..."
Tak sekecap katapun terucap dari bibir Sungmin, membuatnya kembali menelan rasa kecewa itu. meski kedua mata saling menatap bahkan kedua tangan masih bisa saling menyentuh. Tapi hati itu benar-benar terpaut jauh. Bahkan rasanya...kecil kemungkinan Sungmin memberinya kesempatan untuk kembali merengkuhnya seperti dulu.
"Ini sudah terlalu lama...jangan menyiksaku seperti ini. Ku mohon maafkan aku Ming" Pinta Kyuhyun, masih dengan memejamkan matanya erat. Tapi lagi-lagi Ia hanya terkekeh getir kala tak mendapat jawaban apapun dari Sungmin.
Semakin Ia bertahan di sini, semakin Kyuhyun sadar...apapun tetap akan berbuah percuma, dan Kyuhyun benar-benar merasakan bagaimana sakitnya hati Sungmin, saat Ia mengacukhkannya kala itu. Tapi Pangeran Dhampyr itu tak bisa begitu saja, membiarkan semua berlalu sepahit ini. Dan masih meyakini... cinta itu masih mengalir sama dalam hati keduanya.
Sesaat, pangeran Dhampyr itu kembali menatap Sungmin. Dan bergerak perlahan mendekatinya...berniat untuk menciumnya. Namun dengan cepat Sungmin menahannya, bahkan memalingkan wajahnya ke lain arah.
"Aku hanya ingin mencium istriku" Bisik Kyuhyun.
"Jangan melakukan hal yang tak pantas...di depan Sandeul"
Kyuhyun kembali terkekeh mendengar penolakan itu,meski nyatanya Ia benar-benar terlihat seperti menghibur dirinya sendiri. Entah berapa kali dalam sehari ini, dan hari-hari kemarin...Kyuhyun tertawa sebodoh ini. Semua terlalu menyakitkan untuknya...dibanding sikap acuh itu. Sungguh! Ia lebih memilih Sungmin menikamnya dengan pedangnya sendiri.
Meski memaksa ingin merengkuh Sungmin, namja cantik itu akan tetap menyentaknya untuk menjauh. Bahkan mungkin semakin menaruh benci terhadapnya, dan Ia tak bisa melakukan apapun...karna memang dirinya sendiri yang telah menyulut api hingga sepanas ini.
Pangeran Dhampyr itu beralih mendekati Sandeul yang masih meringkuk dalam dekapan Sungmin.
"Cepatlah tidur, dan jangan membuat Mommy terlalu lelah. Mengerti?" Bisik Kyuhyun tepat di telinga Sandeul, Posisi ini memang membuatnya begitu dekat dengan Sungmin. Bahkan hanya dalam sekali gerakan saja Ia bisa mencuri kecupan di bibir Sungmin. Tapi tentu Kyuhyun tak akan melakukannya meski sebenarnya begitu menginginkannya, tidak! Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuknya.
Sandeul terlihat menggeliat dan mengucek mata bulatnya berulang-ulang. Namun tatapannya berubah tajam dan menjerit keras begitu sadar, Kyuhyun ingin beranjak meninggalkannya. Sontak...Pangeran Dhmpyr itu mendadak menghentikan langkah karenannya.
"Daaaddy tidul cini!" Bentak Sandeul sembari menepuk-nepuk kasar sisi kirinya.
Kyuhyun bergeming. Merasa ragu untuk sekedar kembali mengambil langkah mendekat, membuat Sandeul semakin menjerit keras karna keinginannya yang tak segera terpenuhi, bahkan baby mungil itupun mulai menangis sambil mengacak cover bed di bawahnya.
"Hiks! Daadyy! Daad—
Sandeul mendadak diam, saat Kyuhyun merengkuh tubuhnya...dan kembali membaringkannya di ranjang. Tawa kecilnyapun pecah begitu saja melihat Ayahnya mulai beringsut ke atas dan tidur di sisinya.
Keinginan yang tersambut, membuat Baby mungil itu begitu antusias menarik-narik selimut tebal di bawahnya lalu mengibaskannya dengan susah payah hingga menutupi tubuh ketiganya, meski nyatanya itu dengan bantuan Kyuhyun. Tanpa diperintah dua kalipun, Sandeul memejamkan kedua matanya erat-erat. Dan sesekali baby mungil itu tampak berguling ke kanan lalu ke kiri...hingga berakhir dengan memeluk tangan orang tuanya. Memaksa keduanya memeluknya hangat saat tertidur.
"Bertahanlah sedikit saja, meskipun kau merasa muak" Kyuhyun mulai berbicara lirih sembari meraih tangan kiri Sungmin lalu menggenggamnya di atas perut Sandeul. Tak ada penolakan, dan itu membuatnya memberanikan diri menatap lekat mata Sungmin, berusaha meyakinkan namja cantik itu...bahwa semua yang mereka lakukan saat ini, semata untuk Sandeul.
Lama Ia memandang Sungmin dalam diam. "Saranghae..." hingga tanpa tersadar kata itu terucap dari bibir merahnya.
"..." Sungmin sedikit tersentak dengan wajah memerah, bahkan sesuatu dalam dadanyapun mendadak berdebar hebat. Cepat-cepat Sungmin memejamkan mata dan menyembunyikan wajahnya di ceruk lereh Sandeul sebelum perasaan itu makin berdesir tak menentu.
'Aku tau...kau masih mencintaiku Dear' Batin Kyuhyun masih dengan menatap lekat-lekat wajah terpejam di hadapannya, bahkan sesekali pula ia mengelus punggung tangan Sungmin dengan ibu jarinya.
.
.
Esoknya
Lagi...ia kembali menapakkan kaki di paviliun ini, malam memang semakin pekat...dan mungkin Sungmin telah terlelap di dalam sana. semestinya Ia tak bertamu selarut ini. tapi siapa peduli? Sungmin istrinya...dan lagi, ia tak bisa menahan lebih lama lagi hasratnya. ya...Ia benar-benar menginginkan Sungmin lebih dari apapun itu.
Pangeran Dhampyr itu beralih menyelinap ke dalam, tatapannya seketika meredup teduh begitu melihat Sungmin terpejam dengan damainya di atas ranjang itu. begitu indah...begitu mempesona, tak ada yang lebih membuatnya jatuh terpana selain namja cantik itu. Hatinya memang tak pernah lekang untuk memuja...namun semua tetap tak tersambut. Sungmin sama sekali tak membuka kesempatan untuknya, bahkan semakin bersikap asing padanya.
"Aku benar-benar merindukanmu" Bisik Kyuhyun sembari menyentuh wajah Sungmin. Perasaan rindu sepertinya semakin menggila dan Ia tak mampu berpikir jernih dengan melihat Sungmin seperti ini. ya! segalanya tak bisa lagi di tahannya...hanya Sungmin yang kini memenuhi isi kepalanya.
Kyuhyun tau...Sungmin tak akan mungkin memberinya peluang untuk menyentuhnya. Hingga memaksanya mengambil cara lain untuk memenuhi hasrat itu. Pangeran Dhampyr itu tau...ini terlalu salah. tapi mau apa lagi...jika ia telah sampai di batas limitnya.
Sesaat Kyuhyun merapalkan mantra...hingga di pastikan namja cantik itu benar-benar terlelap berat di bawah kuasanya. Pangeran Dhampyr itu mulai mencium bibir Sungmin, menghisap belahan atas dan bawahnya bergantian, namun pagutan itu benar-benar terasa hambar tanpa balasan sedikitpun dari Sungmin.
Kyuhyun mulai membuka satu persatu kancing kemeja Sungmin, lalu meraup nipple ranum itu untuk di hisapnya sekuat mungkin. Lagi...Ia kembali merasa hampa dengan apa yang dilakukannya saat ini. memaksanya terus bergerak ke bawah berusaha menyulut gairahnya saat mencumbu perut Sungmin, tapi semakin Ia memaksa...semakin perih denyut dalam dadanya. tak ada respon Sungmin, namja cantik itu tetap diam terlelap bagai manekin di bawah pengaruh mantranya... tidakkah ini seperti Ia bercinta dan berfantasi dengan dirinya sendiri.
Tidak!
semua ini salah...tak seharusnya Ia melakukan hal segila ini. Oh Sungguh! apa yang baru saja merasukki dirinya?semestinya ia menunggu Sungmin, bukan melakukan hal rendah seperti ini.
Kyuhyun kembali menyematkan satu persatu kancing kemeja Sungmin dan mengembalikan semuanya seperti semula.
"Mianhae..." Bisiknya sembari mengecup bibir Sungmin lalu menyeka seluruh mantranya dalam tubuh Sungmin.
sesaat Kyuhyun menatap lekat paras baby face itu, kemudian melenyapkan diri, sebelum Ia kembali melakukan hal gila seperti beberapa saat lalu.
.
.
.
10 malam telah terlampaui, namun selama itu pula. Hampa... semakin mengepungnya dalam kesendirian. Tak ada perubahan yang berarti, dirinya tetaplah seorang Pangeran yang ingin dilupakan oleh sosok yang begitu dicintainya itu.
Kyuhyun memaksa memejamkan kedua matanya, meski nyatanya kerap kali dirinya bergerak gusar merubah posisinya. Di atas ranjang king size ini...tanpa Sungmin di sisinya benar-benar terasa begitu luas dan kosong. Andai Ia bisa mendekap Sungmin detik ini juga, tentu...perasaannya tak akan sesesak ini. Bahkan Pangeran Dhampyr itu lupa...kapan terakhir kali dirinya memeluk Sungmin dan mencumbunya dengan mesra.
"Shit!" Umpat Kyuhyun sambil bangkit dengan gusar. Ah sial! Ia benar-benar merindu berat akan sosok mungil itu. dan tanpa membuang waktu lebih...Pangeran Dhampyr itu melesat cepat menuju paviliun Sungmin. Persetan jika kelak namja cantik itu menyentak tak suka karna kehadirannya.
.
.,
Kyuhyun diam tertegun kala memijiakkan kaki di pavilun Sungmin, dan melihat namja cantik itu terduduk memandang hampa keluar jendelanya. Sesekali pula...Sungmin terlihat menyeka rembasan bening di sudut matanya.
Membuatnya memberanikan diri untuk melangkah mendekat, dan memegang kedua bahunya dari belakang. "Jika semua ini berat untukmu, kumohon hentikanlah...kembalilah padaku seperti dulu Ming" Ujar Kyuhyun setelahnya.
Sungmin tampak terkesiap, dan bangkit dengan cepat menjauhi Pangeran Dhampyr itu.
"A-apa yang kau lakukan di sini?" Gagap Sungmin sembari mengusap kasar matanya yang memerah, tak menginginkan namja tampan itu melihat dirinya yang rapuh.
Kyuhyun hanya diam, dan memandangnya tanpa sekecap suarapun. Membuatnya tak tahan dan beralih melenggang ingin pergi.
"Aku berharap...aku bisa memelukmu seperti dulu"
"..."
Langkahnya seketika tersendat. Sungmin hanya menunduk seraya mengepalkan tangan kuat-kuat, sama sekali tak ingin menatap namja tampan yang kini semakin melangkah mendekatinya.
"Saat hidup bersamamu, aku tak memiliki ruang untuk melihat jauh ke dalam hatimu...dan aku tak cukup memiliki hati untuk menjaga perasaanmu. Aku sangat menyesalinya Ming"
"..."
Kyuhyun makin menatap nanar, begitu namja cantik itu melangkah ke belakang menghindarinya.
"Izinkan aku memulainya lagi. Aku akan melakukannya dengan perlahan...aku akan lebih mempercayaimu dan lebih mencintaimu. Ku mohon beri aku sedikit kesempatan"
Snap
Sungmin menyentak cepat tangan Kyuhyun,saat namja itu berniat menggenggam jemarinya.
"Jangan katakan kau ingin memulainya. Dan jangan memikirkan untuk melakukannya dengan perlahan-lahan. Aku telah menemukan hidupku...dan aku nyaman dengan keadaan ini. Tetaplah di tahtamu tanpa diriku"
"Tidak! Ming...Ku mohon—
"Aku akan tetap di sini demi Putraku. Tapi untuk memulainya lagi denganmu...aku—
"Geumanhae!(Hentikan)...Kau masih istriku Ming!" Gertak Kyuhyun sembari memegang kedua bahu Sungmin.
Sungmin turut mengeras mendengarnya dan menatap Pangeran Dhampyr itu lebih tajam. "Sejak kau mengusirku dari sini...aku bukan istrimu lagi Cho Kyuhyun! Lupakan untuk memulai denganku! Bukankah Pangeran yang Agung sepertimu hanya membutuhkan tahtanya?! Bukankah itu saja sudah cukup untukmu?!"
"SUNGMIN!" Habis sudah kesabarannnya, selama berbulan-builan ini ia menahan diri. Menunggu namja cantik itu membuka pintu maaf untuknya...namun apa? Semua tak pernah tersambut, setiap perhatian, ungkapan maaf dan cinta selalu saja dihempas Sungmin.
Tapi sesaat kemudian Ia meluruh dan mulai menangkup pipi Sungmin, mencoba menyampaikan permintaan maafnya. "Aku tak bermaksud membentakmu seperti ini Dear...maafkan aku" Ucapnya masih dengan mengelus pipi Sungmin dan mulai membawanya ke dalam pelukannya.
"Apa yang harus kulakukan, agar kau kembali padaku seperti dulu?" Bisik Kyuhyun lagi, kali ini dengan mencium lembut puncak kepala Sungmin.
Bagai terbuai dengan sentuhan lembut Pangeran Dhampyr itu, Sungmin hanya diam, bahkan terlihat memejamkan mata...entahlah, Ia benar-benar merasa nyman dan merindukan sentuhan hangat ini. Namun tiba-tiba saja...
SNAPP
Sungmin mendorong kasar dada Kyuhyun, hingga pelukan itu terlepas dengan kasar. Sungmin tau...perasaan untuk Kyuhyun masih berdesir hebat di dalam dadanya. Bahkan semakin hari semakin dalam Ia mencintai Pangeran kegelapan itu. Tapi luka yang pernah tertoreh di masa lampau...memaksanya tak ingin mengulang rasa perih yang sama. Ya! Sungmin terlalu takut...Kyuhyun menyakitinya dan dirinya kembali terbuang seperti hari itu.
Sungmin semakin melangkah ke belakang menghindari Kyuhyun lalu melenyapkan diri tanpa meninggalkan sekecap katapun.
"M-Min!" Panggil Kyuhyun keras, dan menggebrak meja frustasi dengan sikap Sungmin saat ini.
Meski memaksa ingin mengejar namja cantik itu, semua hanya akan terbuang percuma...Ya! karna Sungmin tak lagi memiliki Rose Blood itu. tentu mustahil baginya mengetahui keberadaan Sungmin.
BRAKKK
"Hyung!" Seorang namja manis tiba-tiba menghempas jendela dan merangsak masuk, nafasnya terdengar begitu memburu...membuat Pangeran Dhampyr itu mengernyit karna kedatangannya yang tak biasa itu.
"S-sandeul! Hhh...Hhh...Panash...Sandeul panas!" Racaunya kacau, masih terus memegangi lututnya dan bernafas terengah-engah. Terlihat jelas...namja manis bernama Zelo itu, melesat dengan kecepatan tinggi untuk menemukan dirinya.
"Katakan lebih jelas!" Tekan Kyuhyun sembari memegang kedua bahu Zelo, dan mengguncangnya sedikit lebih kuat.
"S-andeul demam hhh..hha...panash hhh... sangat panas"
"Apa kau bercanda denganku?!" Gertak Kyuhyun.
Zelo menggeleng kasar, yang benar saja dirinya nyaris sekarat karna kehabisan nafas dan masih dikatakan bercanda. Dalam sekali gerakan Ia menarik nafas dalam-dalam.
"Ratu bersamanya saat ini...Sandeul tak pernah berhenti memanggil-manggil dirimu dan Sungmin. Kemana perginya Minnieming?" Ucapnya tanpa jeda. Lalu kembali terkapar di lantai karna terengah-engah.
Pangeran Dhampyr itu terbelalak lebar mendengarnya. Ah sial! Apa yang sebenarnya dilakukannya hingga tak menyadari Putra kecilnya jatuh sakit seperti ini.
"Cepat cari Sungmin!" Titah Kyuhyun sebelum akhirnya melesat cepat menuju purinya.
.
.
.
"M-mwooh? Mencarinya di mana"
.
.
.
"Ah!" Heechul menarik cepat tangannya karna terkejut, begitu menyentuh kening Sandeul dan suhu tubuh baby itu serasa menyengatnya. Apa yang sebenarnya terjadi pada cucunya, hingga mendadak demam setinggi ini
"Mo—mmy...Daad...Daaddy" racau Sandeul dalam tidurnya, membuat Ratu Dhampyr itu semakin mencelos getir mendengarnya.
"H-hannie...lakukan sesuatu. Jangan biarkan uri Sandeul menderita seperti ini!" Ujar Heechul kalut seraya mengguncang kasar lengan suaminya.
Raja Dhampyr itu hanya diam memejamkan matanya, merasa jengah dengan sikap keras kepala Kyuhyun dan Sungmin. Hingga berimbas pada Putra kecilnya seperti ini.
"Hannie! Mengapa kau hanya diam saja?!" Kesal Heechul, masih terus berusaha menyibak surai coklat Sandeul ke atas dan menyeka keringatnya berulang-ulang.
Semestinya ini bukan menjadi kuasanya, tapi melihat cucunya menggigil hebat seperti itu...tentu terlalu mengoyak nuraninya. Raja Dhampyr itu beralih mendekat, dan menyentuh penuh dahi Sandeul hingga terlihat bias demi bias magis mengalir dari sela-sela jarinya.
Perlahan namun pasti baby mungil itu mulai tenang dan terlelap pulas. Membuatnya sedikit bernafas lega...meski sebenarnya itu tak cukup meluruhkan demam cucu kecilnya. Tapi setidaknya ini lebih baik, dibandingkan melihat Sandeul menggigil kesakitan dan tak pernah berhenti memanggil-manggil kedua orang tuanya.
.
.
"Sandeul!" Kyuhyun berteriak panik begitu memijakkan kaki di kamar Putranya, namun seketika itu pula Ia mendadak tertegun melihat Sandeul meringkuk dalam dekapan Heechul.
"Sampai kapan kalian menyiksa Sandeul seperti ini?"
"..."
Tak ada jawaban, Pangeran Dhampyr itu lebih memilih mengambil alih tubuh Sandeul ke dalam pelukannya. Membiarkan sang Ayah dan setiap orang mungkin mulai menumpukan semua kesalahan bahkan memandangnya pengecut. Karna memang Ia tak tau harus dengan apa merengkuh segalanya hingga kembali seperti semula.
Hangeng hanya menghela nafas jengah melihat sikap acuh itu. Meski demikian, Ia mencoba berbesar hati di sini. Bagaimanapun Hangeng sepenuhnya memahami pribadi Kyuhyun. Dan yakin Putra bungsunya akan mampu mengatasi masalah pelik ini, dan mendekap keluarga kecilnya kembali.
"Lebih dari yang kau tau...di usianya yang sekecil ini. Sandeul benar-benar membutuhkan kasih sayang kalian" Heechul sedikit merunduk dan membelai lembut kepala baby yang terlelap pulas alam dekapan Kyuhyun.
Ratu Dhampyr itu kembali mengulas senyum cantiknya, lalu mendekati suaminya dan melenyapkan diri dari ruangan penuh dengan temaram cahaya hangat itu.
"Kami tau itu.." Gumam Kyuhyun, selepas kepergian dua sosok menawan itu.
Kyuhyun kembali menatap teduh putranya, dan berdecak lirih kala melihat bibir mungil itu tak lagi semerah biasanya. Kyuhyun sepenuhnya menyadari, Sandeul benar-benar melalui hari yang sulit tanpa kehangatan kedua orang tuanya. Bahkan kini, keduanya terkesan saling meninggikan ego masing-masing...tanpa peduli. Putra kecilnya yang paling meratap sakit dalam hal ini.
"Maafkan Daddy..." Bisik Kyuhyun sambil mencium lama kening Sandeul. "Aku tak akan membiarkanmu menderita seperti ini lagi, Deullie. Bersabarlah sedikit saja...semua akan benar-benar kembali seperti dulu. Ya..hanya keluarga kecil kita" Lanjut Kyuhyun lagi, seraya mengelus belakang kepala Sandeul dan terus menerus bersenandung lirih.
"Daddy..."
Kyuhyun mengernyit dan sedikit menegakkan kepala demi melihat Sandeul yang meringkuk dalam dekapannya. "Hm?"
"Cakit Dad..." Gumam Sandeul masih dengan mata terpejam, berulang kali baby mungil itu menarik-narik kasar surai coklatnya sendiri. Mencoba menunjukkan pada Ayahnya jika pening di kepalanya benar-benar sangat menyakitkan.
Setiap rintihan Sandeul, terlampau menyesakkan batinnya detik ini. Dan Ia tak bisa melihat Putra kecilnya semakin meratap pilu seperti ini.
Cukup sudah! Ia membiaran semua ini berlarut-larut...dan mengorbankan perasaan sandeul lebih lama lagi.
Kesabarannya telah berpuncak! pilihan tepat ataupun tidak. Pangeran Dhampyr itu akan tetap memaksa Sungmin kembali ke puri ini dengan kuasanya. Persetan jika namja cantik itu kelak akan semakin menaruh benci terhadapnya. Bagaimanapun...semua ini hanya demi Sandeul. Buah hatinya lebih utama dari apapun ...dan memang Sandeul selayaknya mendapatkan curahan kasih sayang dari keduanya sebagai mana mestinya seorang anak.
"Zelo!" Panggil Kyuhyun tiba—tiba, masih dengan membekap dahi Sandeul dan mengalirkan magis hangatnya.
Hingga tak berselang lama setelahnya terdengar debaman keras, dari seorang Dhampyr yang begitu kacau mengendalikan teleportasinya..
"M-mianhae Hyung, aku belum berhasil—
"Jaga sandeul untukku" Sergah Kyuhyun sembari membenarkan letak selimut Sandeul.
"T-tapi Sungmin?"
"Aku yang akan mencarinya sendiri. Dia tak mungkin pergi jauh dari kerajaan ini"
Zelo mulai bangkit, dan beringsut-ingsiut mendekati Sandeul. Lalu menyentuh dahi dan leher baby mungil itu berulang-ulang
"Demamnya tak lama lagi akan meluruh" Yakin Kyuhyun cepat, menjawab pertanyaan Zelo sebelum berhasil terlontar keluar.
"O...A-arraseo" Sahut Zelo pasti. Selepas Pangeran Dhampyr itu pergi dari kamar ini...Zelo beralih membaringkan tubuh di sisi Sandeul dan jatuh tertidur begitu saja.
.
.
.
.
Satu demi satu serpihan bunga semerah darah itu berjatuhan dari atas dahan, dan turut terlimpas bersama angin. Begitu namja cantik itu memetik setiap petalnya. Ia tersenyum tipis melihatnya, namun pudar dengan cepatnya...saat sadar itu adalah mahkota bunga terakhir.
Namja cantik itu beralih mengangkat wajah, mencoba meresapi kesendiriannya dengan memandang hamparan bunga darah dari puncak pohon pinus itu. ah! Masih terekam jelas dalam ingatannya...Kyuhyun yang selalu membawanya melayang di atas hamparan indah itu. Dan berakhir dengan pagutan mesra di atasnya.
Terlalu manis...untuk dikenang. Namun mendadak terasa pahit begitu umpatan cacian Kyuhyun kembali terngiang dalam benaknya. Membuat setiap kecupan dan kata mesra yang pernah Kyuhyun bisikkan, hanya seperti sebuah omong kosong baginya.
DEG
Tiba-tiba saja Sungmin menyentuh dadanya yang tiba-tiba saja bergemuruh. Seketika itu pula...bayangan Sandeul memenuhi benaknya. Dan sungguh...Ia benar-benar merasakan sesuatu yang salah terjadi pada Putra kecilnya.
"Sandeul" Gumamnya sembari bangkit berdiri. Namun gerakannya mendadak tersendat begitu melihat seekor ular besar melilit dahan di depannya, dan semakin merayap mendekat. Hingga tak menyisakan sekat baginya untuk bergerak lebih.
Keringat dingin mulai merembas, dan Sungmin semakin menjerit histeris dengan tubuh gemetar begitu ular hitam legam itu berdiri dengan menjulurkan lidah bercabangnya di antara taring panjang itu.
Meski baru pertama kali ini melihatnya, tapi Sungmin tau benar...makhluk macam apa yang kini mendesis di depannya. Gorgon...Ya! satu-satunya ular mitologi penjaga hutan Dhampyr ini. Tapi apa yang terjadi? Mengapa ular itu berbalik menyerangnya? Bukankah seluruh penghuni alam Dhampyr ini tau? Dia salah satu pendamping penguasanya? Ya...Sungmin ingat betul, Zelo pernah mengatakan hal itu padanya.
"SSSSHH!"
"A—AAAAAHHHH!" Sungmin menjerit ketakutan begitu ular itu melilit tubuhnya hanya dalam sekali gerakan. Habislah sudah...Ular itu akan benar-benar mematuknya dan membunuhnya dengan racun mematikan itu. atau bahkan menelannnya hidup-hidup. Apapun itu...hidupnya akan berakhir di sini.
.
.
.
"A—AAAAAHHHH!"
Kedua obsidian itu seketika berkilat merah terang kala mendengar jeritan Sungmin tak jauh darinya, Kyuhyun tau, sesuatu yang buruk memang benar-benar terjadi pada namja cantiknya.
"Ming.." Pangeran Dhampyr itu begitu menggila, membabat dan menghempas apapun di sekitarnya demi menemukan Sungmin. Tak peduli ranting dan duri yang tajam menggores kulit pucatnya. Hingga tiba-tiba saja Ia berteriak murka, saat melihat seekor ular melilit namja mungilnya hingga melunglai lemas.
Ah! Sial...
Tentu saja Gorgon tak mengenali Sungmin dan menyerang namja cantik itu hingga demikian. Rose Blood itu telah lenyap dari tubuhnya, Ya...Satu-satunya tanda yang dimiliki pendamping Pangeran Bungsu. Tentu siapapun akan bertekuk lutut padanya. Tapi kini...apapun di alam ini akan mengancam keselamatan Sungmin tanpa setitik Rose Blood itu.
Kyuhyun melesat cepat, bahkan berulang kali menghempas magisnya...menerjang ular penjaga itu. tapi gerakannya kalah cepat. Ular itu terlanjur mematuk Sungmin dan melarikan diri dalam sekejap mata. Begitu menyadari kehadiran Penguasanya.
"MING!" Kyuhyun berteriak kalap begitu tubuh mungil itu limbung dan jatuh dari atas pohon. Pangeran Dhampyr itu beralih melesat turun dan menangkap bridal tubuh Sungmin lalu merengkuhnya dengan perlindungan penuh.
"K-kyuuh...Hnnh" Rintih Sungmin lirih, masih Ia begitu bersusah payah membuka kedua matanya. Sungmin tak ingin berakhir seperti ini. Oh sungguh! Demi apapun itu...ia masih ingin melihat wajah tampan suaminya lebih lama lagi. terlebih Sandeul? Apa yang kelak terjadi pada anak itu...jika Ia benar-benar mati detik ini juga. Setidaknya itu yang kini memenuhi benak Sungmin, merasa menyesal sekaligus takut meninggalkan segalanya.
..
.
.
Pangeran Dhampyr itu semakin mendekap erat tubuh Sungmin, saat menyadari tubuh mungil itu kian melemas dalam rengkuhannya. Sial! Ia tak memiliki waktu lebih untuk segera mungkin mengeluarkan racun itu, sebelum menyebar di seluruh tubuh namja cantiknya.
"Uhnn! Hhhh...Hhh" Sungmin bernafas tersenggal-senggal, begitu Pangeran Dhampyr itu membaringkannya di atas rerumputan yang landai. Namun tiba-tiba saja Ia membelalak lebar saat Kyuhyun merobek paksa kemejanya...hingga memperlihatkan bekas tusukan taring yang terlihat membiru lebam.
"A-andwaeh...Hhh!" Sungmin berusaha keras mengangkat kedua tangannya, dan menangkup pipi Kyuhyun begitu melihat, namja tampan itu mulai mendekati luka di dadanya. Sungmin tau...apa yang ingin dilakukan Pangeran Dhampyr itu, tapi tentu Sungmin menolaknya keras! Karna itu sama halnya membahayakan Kyuhyun.
"J-jangan melaku-kannya! Nghh...hhh..hh"Pinta Sungmin lagi, masih berusaha payah menjauhkan wajah Kyuhyun dari dadanya. "K-kau akan terbunuh...hhh.." lanjut Sungmin lagi.
Kyuhyun menatap getir...Ia memang tau, racun Gorgon akan membunuh siapapun jika sudah merasuk kedalam tubuh. Tapi Ia tak sebodoh itu, membiarkan namja cantiknya meregang nyawa di hadapannya sendiri, tanpa peringatan Kyuhyun meremas kuat dada Sungmin, membuat racun pekat itu perlahan meleleh keluar bersama darah...lalu menyesap bekas gigitan ular itu.
"Kyuh—hyu~ AAAARGHHHH!" Sungmin membelalak lebar dengan dada membusung...begitu pangeran Dhampyr itu menghisap kuat-kuat luka di dadanya, membuatnya berulang kali mengglepar bahkan kedua matanya nyaris memutih seluruhnya. Sungguh! Kyuhyun benar-benar serasa ingin mencabut nyawanya dengan hisapan kuat itu.
"Nngggghhhh..." Hingga tiba-tiba saja terdengar lenguhan lemas Sungmin, setelah Pangeran Dhampyr itu menjauhkan bibirnya, dan menggantinya dengan magis hangat yang menyeruak penuh kedalam lukanya.
"Uhmph..." Sedak Sungmin setelahnya, membuat Pangeran Dhampyr itu mengangkat tangannya dari dada Sungmin., lalu beralih memalingkan wajah untuk membatukkan semua bisa yang di hisapnya dari tubuh Sungmin.
GREBB
"P-pabbo!"
Namun betapa terkejutnya Kyuhyun, saat tiba-tiba saja Sungmin memeluknya lehernya terlalu erat...bahkan berulang kali namja cantik itu memukul-mukul dada bidangnya.
"J-jangan bodoh! Kau bisa membunuh dirimu sendiri! Kau bodoh Cho Kyuhyun!" racau Sungmin masih terus meluapkan rasa takut sekaligus kesal itu.
Kyuhyun sempat tertegun mendengarnya, tapi sesaat kemudian Kyuhyun tersenyum lebar dan balas memeluk namja mungil itu dengan perlindungan penuh. Mungkinkah...ini berarti, Ia kembali menemukan Sungminnya yang dulu?
"Bagaima jika kau mati?! Aku benar-benar tak akan pernah memaafkanmu jika kau mati Brengsek!" Umpat Sungmin, masih terus menangis dan merangkul erat-erat leher Kyuhyun. seolah...tak melepaskan Pangeran Dhampyr itu barang sedetikpun.
Kyuhyun terkekeh pelan, dan mulai mengecupi tengkuk Sungmin berulang-ulang. "Lalu...aku lebih memilih mati, jika kau benar-benar tak ingin memaafkanku" Ucap Kyuhyun santai, membuat isakkan Sungmin makin pecah. Dan memukul dada Kyuhyun bertubi-tubi.
BUAGH...BUGH..BUGH
"Siapa yang menginginkanmu mati! Pangeran Bodoh! Aku mencintaimu Brengsek!"
Kyuhyun mengernyit nyeri menerima pukulan Sungmin. Tapi itu sama sekali tak menyamarkan seyum puas dari bibir merahnya. Ya! Meski Sungmin meracau sekesal itu bahkan mengucapkan sumpah serapah untuknya, tapi tetap saja kata cinta dan perhatian penuh yang terucap dari bibir mungil itu. benar-benar serasa membuat hatinya meledak bahagia.
"O-ouchh...kau akan benar-benar membunuhku jika memukulku seperti ini Dear" Canda Kyuhyun, membuat Sungmin berhenti memukulnya dan hanya menutup wajah sembabnya dengan kedua tangannya. Tak menginginkan Pangeran Dhampyr itu melihatnya menangis sekacau ini. Ah sungguh! Dirinya benar-benar terlihat menggelikan dan bodoh. Pikir Sungmin
Kyuhyun menggigit bibir bawah melihatnya, ah sungguh! Namja mungil itu terlalu menggemaskan jika menangis layaknya seorang anak gadis seperti ini.
"J-jangan melihatku!" Pekik Sungmin, masih berusaha serapat mungkin menutupi wajahnya dengan kesepuluh jari mungilnya.
Membuat Kyuhyun kembali mengulum senyum geli, dan beralih meraih tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.
Kyuhyun beralih menyingkirkkan kedua tangan Sungmin, dan menyentuh dagunya hingga paras cantik itu benar-benar menatap sempurna padanya. Perlahan namun pasti Kyuhyun merunduk, dan tersenyum sebelum akhirnya meraup bibir basah itu, lalu memagutnya selembut mungkin. Membuat Sungmin melemas, bahkan mulai memejamkan kedua matanya.
"Mmpfth...Kyuhmph" Sungmin meremang hebat, demi apapun itu...tak ada yang lebih memabukkan selain hisapan demi hisapan bibir merah itu. bahkan karna terlalu terbuai, membuat Sungmin tak sadar..Kyuhyun tengah mengangkatnya bridal dan membawanya melesat menuju puri keduanya. Tanpa sedikitpun melepas pagutan mesra itu.
Semua yang bergulir detik ini terlalu berharga untuknya, tak ada satupun yang mampu mengulas betapa hatinya dipenuhi dengan semua perasaan hangat itu. Dan Kyuhyun tak akan mengungkit lebih tentang permohonan maafanya. Setidaknya Namja cantik itu telah membuka diri padanya...dan kembali seperti pribadi yang dulu dikenalnya. Ya! Semua itu lebih dari cukup untuknya.
.
.
.
Skip Time
.
.
"Tentunya kau tau apa yang membuat Gorgon menyerangnya. Segeralah menandai Sungmin demi keselamatannya...lagipula kalian sudah membaik bukan?. Itu akan memudahkanmu melakukannya" Ujar Yong Guk sembari melirik namja cantik yang kini terlelap pulas di atas ranjangnya, sementara Pangeran Bungsu itu hanya diam memandang langit senja di luar sana dengan senyum tersimpul.
"Yya! Kau mendengarku? Segeralah melakukan penyatuan itu untuk menandainya!" Tekan Yong Guk lagi, merasa jengah dengan sikap yang terkesan acuh itu.
"Hn..."
.
.
.
Esoknya...
"Mpfth...Mmm~ " Lenguh Sungmin sembari mengalungkan kedua lengannya di leher Kyuhyun, membiarkan Pangeran Dhampyr itu memiringkan kepala dan memagut bibirnya lebih dalam dan liar. Di atas ranjang itu
Namun semakin lama...cumbuan itu semakin menuntut. Dan Sungmin mulai kepayahan untuk bernafas."Mph!...Mmmh! Hmphh!" Sungmin memukul-mukul lengan Kyuhyun, begitu pasokan udara dalam paru-parunya benar-benar menipis. Membuat Kyuhyun menyeringai, dan mulai melepas pagutan itu dengan perlahan.
"Aku hanya terlalu merindukanmu". Bisik Kyuhyun sembari menghisap dagu Sungmin.
Sungmin mendelik kesal mendengarnya. bukankah baru kemarin keduanya membaik...dan Kyuhyun sudah seliar ini menyerangnya saat terbagun, tapi melihat senyum tulus itu membuatnya semakin tersadar...ia tak mungkin bisa hidup tanpa sosok pangeran kegelapan itu.
Kyuhyun menghentikan kecupannya di rahang dan dagu Sungmin, begitu menyadari...namja mungil itu hanya menatapnya lekat. Dan Kyuhyun sadar...ada sebentuk perasaan cemas dari binar indah itu.
Pangeran Dhampyr itu beralih menyibak surai hitam Sungmin ke atas, dan mencium keningnya begitu lama. "Aku memang pria bodoh...bahkan terlalu tak waras, pernah menyakitimu. Tapi bersediakah kau memberi Pria gila ini kesempatan untuk memulainya dari awal. Aku bersumpah—
"Tak perlu memulainya dari awal. Aku telah mencintai dirimu yang dulu hingga yang sekarang. Hanya saja...aku terlalu takut suatu saat nanti kau kembali membuangku, dan meminggalkanku sendiri" Lirih Sungmin dengan wajah tertunduk.
Bagai tersedak ucapannya, Kyuhyun hanya mampu menatap nanar. Apa yang sebenarnya telah Ia lakukan saat itu. Hingga Sungmin berpikir sepertu ini. Tak pernah terbesit untuk meninggalkan Sungmin lebih –lebih membuangnya. semua itu karna Ia terlalu di butakan cemburu, hingga ucapan dan tindakan tak sebenar-benarnya dari hatinya. Dan sungguh...Kyuhyun sangat menyesali semua itu.
"Maafkan aku" Bisik Kyuhyun sembari menarik tubuh Sungmin ke dalam pelukannya
...
.
.
"Daady"
Sandeul tiba-tiba saja berdiri di ambang pintu...dan terlihat mengucek matanya berulang-ulang. Terlihat semakin menggemaskan begitu sweater besar yang dikenakannya sedikit merosot hingga memperlihatkan bahu kecilnya.
"Hn? Kau terbangun...apa kau masih merasa pusing?" Kyuhyun berniat bangkit ingin meraih tubuh mungil itu, namun Sandeul lebih cepat berlari ke arahnya dengan menyeret bunny kesayangannya.
"P-pusing? Baby sakit?" Panik Sungmin sembari menyentuh wajah Sandeul dengan kalut.
Sandeul mengerjap mencoba membuka penuh kedua mata bulatnya. Tapi setelahnya ia melonjak girang begitu melihat Sungmin benar-benar berada dalam satu ranjang yang sama dengan Daddy nya. Ah...sejak kapan Sungmin kembali ke kamar ini? Apapun itu...ia benar-benar merasa sempurna dan cukup dengan semua ini.
"Tidak cakit Mom...cakit cudah pelgi" Ucap sandeul riang, seraya beringsut ke dalam pelukan kedua orang tuanya. Dan kembali memejamkan matanya senyaman mungkin.
Sontak saja kedua namja dewasa itu mengernyit heran melihat sandeul tiba-tiba saja kembali terlelap secepat itu.
"Benarkah sandeul sakit?" Tanya Sungmin setelahnya.
Kyuhyun hanya mengulum senyum mendengarnya, lalu beralih mengangkat tubuh Sandeul dengan perlahan. "Hn...anak ini terlalu merindukanmu" Jawab Kyuhyun, bermaksud ingin bercanda...lalu melenggang santai ke dalam kamar Sandeul dan membaringkan Baby mungil itu di ranjangnya. Sementara Sungmin hanya mengekor dengan panik di belakangnya.
"T-tapi aku selalu bersamanya, aku tak pernah meninggalkan Sandeul. Benarkah aku yang membuatnya—
"Sssh...jangan membuatnya kembali terbangun" Ujar Kyuhyun sembari menyentuh bibir Sungmin. Lalu menarik tangan Sungmin keluar dari kamar Sandeul. Ah! Sungguh...namja mungilnya yang banyak bicara telah benar-benar kembali padanya.
"Tapi bagaimana dengan Sandeul? Apa Baby baik-baik saja? Biar aku menemani—
"Kamarmu di sini Dear" Sergah Kyuhyun cepat sembari menangkap cepat pinggul Sungmin, lalu mendorongnya hingga terhempas di ranjang king sizenya.
BRUGGH
"Ugh...Apa yang kau—
Sungmin mendadak bungkam, begitu Kyuhyun memenjarakannya di ranjang...hingga bibir keduanya nyaris bersentuhan.
"Aku harus segera mungkin melakukannya"
Sungmin mengerjap tak mengerti. "M-melakukan apa?"
Pangeran Dhampyr itu terkekeh pelan melihatnya, Ia berailh menggenggam tangan Sungmin di atas kepala namja cantik itu.
"Kau tak mengingatnya? Gorgon menyerangmu kemarin dan nyaris membunuhmu?"
Bagai lupa dengan sikap ciutnya beberapa saat lalu. Sungmin mulai mengerjap cepat dan terlihat antusias dengan arah pembicaraan itu. Ya! Sebenarnya itu yang sedari tadi ingin ditanyakannya selepas tiba di puri Dhampyr ini. Bukankah itu sangat ganjal...mustahil menyerang pendamping penguasanya sendiri?
"T-tentu saja aku mengingatnya. Bagaimana mungkin Dia menyerangku?"
"Mungkin saja, karna tak ada tanda apapun dalam tubuhmu yang menujukkan kau milikku Dear. Karna sibodoh ini, telah membuang Rose Blood terakhir dalam tubuhnya" Jelas Kyuhyun seraya mengetuk-ngetuk kepala Sungmin dengan telunjuknhya.
Sungmin memaksa bangkit, namun Kyuhyun terlalu kuat menahannya membuatnya tetap terbaring. Dan Sungmin hanya mendelik kesal, merasa tak terima dengan ucapan namja tampan itu. Tak taukah Kyuhyun, semua itu karna dirinya. Hingga ia lebih melukai dirinya dan membuat darah mawar itu benar-benar lenyap dalam tubuhnya.
"L-lalu mengapa jika darah itu tak lagi ku miliki? apa ular itu akan kembali menyerangku dan memakanku hidup-hidup?" Sinis Sungmin, sembari memalingkan wajah ke lain arah.
"Lebih dari yang kau pikirkan, karna tak hanya makhluk itu yang mengincarmu...bahkan mungkin semua makhluk di alam ini akan menyerangmu. Semua rakyatku kanibal Ming. Bukan tak mungkin Dhampyr peralihan sepertimu akan menjadi mangsanya " desis Kyuhyun setengah mengancam.
"M-mwoo? Kau tak sedang bercanda denganku bukan?!"
Kyuhyun menggeleng , dan itu cukup menciutkan nyali Sungmin untuk memandang keluar jendela kamarnya. "Apa kau akan membiarkanku menjadi incaran Rakyatmu?" Lirih Sungmin seraya menggigit bibir bawahnya.
Pangeran Dhampyr itu terkekeh pelan mendengarnya. "tentu saja tidak, untuk itu aku harus menandaimu demi keselamatanmu" Jelas Kyuhyun sambil mengecup cepat puncak hidung Sungmin.
"M-menandaiku?" Gumam Sungmin, merasa ganjal dengan alasan absurd itu. apa maksud menandai di sini? Mungkinkah Kyuhyun akan mencetak sebuah tanda di tubuhnya...lalu semua makhluk dan Dhampyr di alam ini, akan beretekuk lutut padanya? Seperti itu kah? Aneh sekali...
"Apa maksudmu...menandai—Nnh~!"
Sungmin mendadak mendesah dan meremang hebat, begitu Kyuhyun tiba-tiba saja mencumbu rahangnya dan berakhir dengan menjilati lubang telinganya. "Sex..." Bisik Kyuhyun setelahnya.
,
.
.
.
.
TBC
NEXT CHAPTER (Chapter Berikutnya)
"Arghh! Sa—kiit!" Baro mengglepar liar, begitu tiba-tiba saja rasa sakit yang luar biasa serasa meyeruak di dalam kepalanya. Bersamaan dengan itu pula, Henry turut menjerit kesakitan...seolah keduanya terhubung dengan simpul tak kasat mata
"Tidak! Ku mohon selamatkan mereka! Selamatkan Henry dan Putraku!" Zhoumi berteriak kalap, tak sanggup melihat kedua namja paling berharga dalam hidupnya itu...semakin menjerit kesakitan.
"Bulan purnama" Desis Kyuhyun seraya menerawang jauh ke atas.
"Ya...dibawah bulan ini, kutukan vlad akan semakin menjerat jiwa keduanya" Hangeng berujar pelan, sembari menahan tangan Baro yang tak pernah berhenti mencakar-cakar tubuhnya sendiri karna kesakitan..
.
.
.
Sandeul memejamkan mata erat-erat, bersamaan dengan itu...Cahaya putih menyilaukan menyentak ke segala penjuru, membuat setiap biasnya merasuk ke dalam tubuh keduanya dan mengalir dalam aliran darah hitam pekat itu. Tak ayal...teriakan kesakitan Henry dan Baropun semakin terdengar pilu. hingga membuat keduanya mengejang sekarat...dan hilang kesadaran dalam sekejap.
"Ughh~"
Sesaat kemudian Baro merintih...dan membuka kedua kelopak matanya dengan perlahan.
"B-Baro...buka matamu nak!"
"A-ayah"
"Ya...aku di sini! Buka matamu"
.
.
.
"Putramu benar-benar menakjubkan Kyu"
"Black pearl"
.
.
.
.
"Eumpfth~ ...ah...ah..ahnn" Sungmin menggelinjang, dan mendesah tertahan, saat lidah basah itu menyapu perut hingga garis selankangnya dengan sensual. Berulang kali pula Ia mencoba untuk bangkit, namun selalu saja gagal dan kembali menghempas ranjang begitu bibir merah itu menghisap lembut genitalnya.
"Emmh...ahh!..sshh...K-kyuh..akkh..ah!"
"Saranghae Mingh"
.
.
.
.
Annyeeeongg...
ND 2 ch 10 hadir...
Mianhae NCnya ternyata bukan di ch ini...belum sanggup bikin KyuMin NC an. T_T
Update telat...
Mohon dimaafkan yaaaa ^^
.
Review ne...
g review, ff ga update. Kan lagi krisis hati...karna Sungmin T_T.
Jadi sama2 saling menguatkan dengan meng-update dan mereview yaa :*
dan untuk
Cho Nana, Ria , Yuuhee, kyunia137, Kim Youngbin , Ncie gyuminglove, Gyumina , bunnyblack FLK 136, stawberry rae , kyuminsaranghae , ncisksj , kyumin joyer ChoLee, PRISNA SPARKYU , ChanMoody , Bunnygaem , GaemGyu137, cho hyo woon , nova137 , Cho MeiHwa, vila13kyuvil , gorjazsimba , yuli love kyumin, evilminnie14 , AngeLeeteuk , cintakyumin137 , Minie104, Mingriew-chan, hae-yha, Love Kyumin 137 , ajeng kumala , KyuMin1307 , hyukie, kimteechul , wulandari apple , Ega EXOkpopers, Zefanya amelia, 010132joy , Adekyumin joyer, Chlie hanariunnse , Kang Dong Jae , may moon 581, sungminlip , tarrrraaa, thornpearl, myst-girl , kyuri0316, JungHero , liyahseull, Shin Seo Chan bagjeGRF, fenigista99 ,m allea1186 , baekhyunniewife , rustini958, shinjaekyo92 ,Sparkyuminmin , KYUMINTS, chindrella cindy , deviyanti137 , imKM1004 , guest137, Lilin Sarang Kyumin, hwangpark106 ,KimShippo, shippo chan 7 , Zen Liu , gyumin4ever , RithaGaemGyu137 , adhe kyumin 137, babychoi137 , kim chacha, allea1186 , Satryfadia, ika budi, Baby's Kyumin , bebek, Bunbunchan, imAlfera , khadinikaeyoeng , mynamedhiendha, sitara1083, Aegyeo789 c, TiffyTiffanyLee , kyumin137, TiffyTiffanyLee , Rahma Lau137 , reaRelf , MyraMoniaga , JoyELF, farla 23 , tiara pumpkins137 , fitriKyuMin , Lia , minjaeboo, rhachokyu minnie , Atiqah elfpumpkin , kyuPuchan15, wullancholee, mandakyumin , arvita kim , hidarae yazk, kyuminlove, Byunchannie26 , Kiyoko Yamada, Chikyumin , myeong9 , snow drop 1272 , Mybluepearl , anieJOYer , minnievil9ny tha, teukiangle , L137A, , Finda Elf 137 , I a and JOYer , novapuspa sari 777, ajid kyumin , vikey, Visyaarsya , kimura shiba, Chika sparkyu, stevani , Shywona489, ChteKyuMin, Keyla6384, , Santiyani febby, kyuki, Okalee, kyuminao137, MelodyELF, Voice 13Star , rizkyamel63 , Cho Adah Joyers, Indah Mirahati137 , letstalkyu , ajeng kumala , Rye, Kim Yong Neul , zagiya joyers , AngeLeeteuk , Queenshi137 , kyumin pu , Kim RyeoSung341409, gaemgyu0388 , sary nayolla, Yefah, cho purple 3, sissy , younchanzai dvjewelselfsuju , Arikashi, joy , KyuMin ELF, lee min jung , saii black Love, lee ryuu , ChoLee, KyuMin ELF, KyuMin ELF, reiasia95, kyuminmi, Satryfadia, anonim , minniekyu , rinrin muetz,chkyumin, minnie kyumin, rheeming, ivy, Ristinok137 , asdfghjkyu, airi tokieda , WineShipper , Rinda Cho Joyer , RyanryanforeverYaoi , novitawahyuu , AegyaCho , dirakyu , fariny, Lia, Indah Isma , vey900128 , secret, Debby , bunnycry , kyuminsweet , Juu, ensu cutez , abilhikmah, ayyu annisa.1 , chaerashin , ratu kyuhae, ammyikmubmik , JewelsStar, kyuminers, lee sunri hyun , kyukyu, thornpearl , Aey raa kms, leejisung4 , Vieroro , kyungmingie, kyumin , sry , choco bada 75 , Shin Seo Chan bagjeGRF, raayra putria , Deviyanti137 , choi young gun , AngeLeeteuk, anakyumin, Kiyo, 137 , chominhyun, dan, Para Guest.
Gomawooo sudah mereview di ch kemarin
annyeong
Saranghaaaaeeeeee
