A/N: uwaaah! Maaf saya telat updet kyk apaan tau-_-.. ini aja saya juga lagi hoki-hokian. Lagian, Jakarta kok skrg mulai sering mati lampu yah?
ga usah basa-basi lagi deh, sya udah updet chap ini sebisa mungkin. Enngg.. chap kali ini lewat sudut pandangnya Namine, selamat membaca yawww
Kingdom Hearts: Losing Memory
Chapter 10: Why?
Disclaimer: Square Enix aslinya...
...
Namine's POV
Siapa aku sebenarnya?
Namine. Hanya itu yang kutahu. Namaku sendiri.
Apa benar itu? Entahlah..
Tiba-tiba aku tahu kalau namaku Namine ketika anggota Organization XIII menemukanku. Dan tiba-tiba saja aku mempunyai kekuatan yang bisa memanipulasi ingatan.
Siapa aku sebenarnya? Kenapa aku mempunyai kekuatan macam itu?
Mereka bilang aku adalah seorang Nobody. Nobody dari seorang gadis bernama Kairi. Berbeda denganku yang memiliki rambut pirang dan kulit yang pucat, ia memiliki rambut merah dan kulit yang indah. Punya banyak teman yang sangat menyayanginya. Salah satu di antaranya yang kutahu bernama Sora dan Riku.
Aku iri padanya.
Suatu hari, ketika Organization XIII memintaku untuk menghapus ingatan Sora dan memasangnya yang baru, aku mengambil kesempatan tersebut dengan mengubah sedikit ingatannya.
Aku, yang iri karena keistimewaan Kairi, karena kesempurnaan Kairi.. dan karena aku merasa sendirian, rasa kesepian dan rasa iri mengambil alih diriku. Membuatku mengambil salah satu temannya. Sora.
Aku memalsukan ingatannya dengan menaruh ingatan yang kubuat tentang diriku ke tengah-tengah ingatannya. Mengganti Kairi, dengan seorang Nobody bernama Namine.
Sayangnya, Sora terlalu baik untukku. Aku merasa bersalah dan bodoh melakukan hal itu. Ia sudah melakukan berbagai hal untuk mencari gadis dalam ingatannya, yang seharusnya bukanlah aku. Melainkan Kairi.
Dengan berat hati, aku melepaskan Sora, membiarkannya mendapatkan kembali ingatannya. Ini sudah cukup. Yang kuinginkan sekarang adalah dia bahagia bersama Kairi.
.
.
Selama aku mengumpulkan kembali ingatan Sora, sesuatu menghalangi prosesnya. Aku bertanya-tanya mengapa hal ini bisa terjadi.
DiZ juga menyadari hal itu. Ia mengirim Riku untuk mencari tahu sumbernya, yang ternyata salah satu anggota Organization XIII bernama Xion yang menyebabkan hal itu.
Pertama kalinya aku melihat dan memandang wajahnya.. astaga, apa posisi kita tertukar? Maksudku.. Bagaimana mungkin? Dia bukanlah Nobody Sora. Atau Kairi. Kenapa ia memiliki kesamaan antara mereka berdua?
Gadis bernama Xion itu bisa menggunakan keyblade seperti Sora, dan wajah yang bak kembar dengan Kairi. Lalu aku tahu kalau ternyata Xion adalah seorang replika dari Sora, dan wajahnya seperti Kairi, karena saat ia lahir sebagai seorang replika, Kairi adalah ingatan terkuat Sora.
Ketika kami berdua bertemu, aku dapat melihatnya. Melihat kebingungan yang terpasang di mukanya dan bertindak seperti harus melakukan sesuatu, ia berkata bahwa ia siap untuk bergabung dengan Sora. Ia juga berpesan padaku untuk menjaga Roxas, Nobody Sora.
Entah kenapa, aku tidak siap memegang janji itu. Aku bisa merasakan firasat yang mengatakan sebaiknya aku tidak campur. Yang kutahu, Roxas adalah Nobody Sora yang suatu saat nanti akan ikut bergabung dengan Sora begitu ia merasakan kehadiran Sora. Namun, untuk menghilangkan kekhawatiran di wajah Xion, aku berjanji padanya.
Dan itulah terakhir kali aku bertemu Xion.
Tak lama, aku mendengar kabar bahwa Xion dikalahkan Axel. Kalau begini, Xion tidak bisa bergabung dengan Sora. Semakin ia dibawa kembali ke The World That Never Was, semakin sulit untuk menjangkaunya. Satu-satunya cara adalah Roxas mengalahkan Xion, dan menyerap seluruh kekuatan Xion.
Suatu hari Riku membawa Roxas yang tidak sadarkan diri. Ternyata Roxas berniat untuk melepaskan Kingdom Hearts sendirian, dan Riku mencegatnya sebelum ada yang lebih parah lagi. DiZ mengirim Roxas ke virtual Twilight Town, untuk menjaga Roxas dari Organization.
Melihat Roxas dengan mata kepalaku sendiri sangat berharga bagiku. Aku, pada akhirnya bisa bertemu dengannya walaupun tidak sesering mungkin. Menjelaskan apa yang terjadi mengingat ia kehilangan memorinya, Roxas terlihat kebingungan.
Menjadi seorang Nobody memang membingungkan. Karena yang selalu ada di pikiran adalah.. Pantaskah kita, untuk ada di dunia?
.
.
.
Kita harus kembali dimana kita berada karena hal itu membuat kita diakui bahwa kita pantas untuk ada di dunia ini. Itulah yang dikatakan Roxas ketika aku bertemu dengannya kembali setelah sekian lama.
Bahagia? Tentu saja. Roxas adalah orang yang justru menghilangkan semua rasa bingung. Dan ia membuatku merasa seperti pantas berada di dunia, walaupun tempat asalku adalah hati Kairi. Itu membuatku senang. Dan seingatku, aku belum pernah sesenang ini setelah bertemu Sora.
Tapi, Roxas.. Mengapa?
Mengapa di saat aku berniat menepati janjiku pada Xion untuk selama-lamanya..
Kau...
Apakah kau tidak mengerti situasi apa yang sedang terjadi di sini?
.
.
"Maaf, Xion..," gumamku seraya menggambar wajah seorang gadis berambut hitam dengan wajah seperti Kairi, "aku akan menepati janjiku padamu kalau tidak seperti ini.."
A/N: yak, inilah jadinya. ini sih cuma jadi penambah aja yaa sebenarnya. mendetailkan bagaimana perasaan Namine ketika melihat Roxas yaangg.. yaaah begitulah. maaf karena ga updet lama banget.. banyak yang bilang "ini hiatus?" padahal nggak :D ini cuma authornya aja yang pemalas bgt haha (duakk)
Review dari Renil bener bgt, Replixas-_- hmm aku suka itu hahaha
balasan buat thebluesnow143: yaah, memang sih agak aneh kalau Sora kalah dari nobodynya hahaha
Celeste Septim: makasih :3 chap akhir lgi di jalan haha:D tunggu yaa
bukansiapa-siapa: akhirnya-_-
swandie: romance'nya enaknya gimana ya? tolong donng hehe :)
setelah sekian lama, akhirnya mau selesai juga KH:LM ini. jadi untuk chap slanjutnya saya butuh dukungan keras dari yang keras dari yang keras wahaha, bentak saya juga gpp deh, biar sayanya mau gituuh hehe
Mind 2 review? :3
