Tittle : Beautiful Crimson
Author : exgulliver
Genre : Romance, Friendship
Rated : T
Cast :
- Kyuhyun
- Yesung
- Leeteuk
- Kibum
- Siwon
- Donghae
- Eunhyuk
- Find it by urself ^^
Pairing : KyuSung, maybe? xD
Summary : Pertemuan pertama sang model terkenal dengan sang pelukis ternama. Nasib baik nampaknya tidak begitu memihak karena mereka justru terlibat dalam sebuah perdebatan. Tapi tunggu, mengapa takdir terlihat mempunyai rencana yang berbeda untuk keduanya? Lalu bagaimana dengan nasib sang 'Guardian Angel'?
Disclaimer : This story is mine *w* ok, hanya meminjam nama oppars saja ~
.
.
Warnings : Typos, BL, OOC, skinship, dont like dont read :3 paii
.
.
.
~~~Happy Reading~~~
###===Beautiful Crimson===###
.
.
.
"Yesung hyung?"
Sebuah suara bass yang begitu ia kenal membuat Sang Model menoleh, "Oh, Kyunie.." balasnya ketika mendapati sosok Kyuhyun baru saja masuk ke dalam galeri.
Kyuhyun berjalan ke arah sofa. "Benar kau memanggilku?"
"Eum, duduklah.. aku ingin bicara denganmu."
Sang Seniman mendudukkan dirinya disamping Sang Model dalam kebingungan. "Apa?"
Yesung terdiam sejenak, "Kau.. apa kau tahu tentang.. perasaan Siwonie padaku?"
"Nde?"
"Kurasa kau tahu, iyakan?" tebak Yesung.
Kyuhyun tak bisa mengelak dari ucapan Yesung. "Hyung.." panggilnya lirih.
Yah, dia memang tahu semuanya. Bahkan ketika benih cinta itu mulai tumbuh beberapa tahun yang lalu.
Yesung menundukkan kepalanya. "Bagaimana aku tak menyadarinya, ckc pabo!"
"Hyung hajima!" Kyuhyun menghentikkan kepalan tangan Yesung yang hendak memukul kepalanya sendiri. "Jangan mengatakan hal seperti itu."
Onyx sabit Yesung meredup membalas tindakan Kyuhyun. "Seharusnya aku bisa membaca semua kebaikan Choi Siwon padaku. Seharusnya..─"
"..─Siapa yang mengharuskan sebuah kebaikan selalu menjadi simbol cinta? Kemarahan dan kekecewaan bahkan dapat diartikan sebagai hal yang sama, hyung." potong Kyuhyun penuh penegasan.
"Perasaan bukan novel untuk dibaca dan ensiklopedia untuk dimengerti, perasaan adalah hembusan angin yang hanya dapat dirasakan keberadaaanya meskipun tak berwujud. Tidak menyadarinya bukan berarti kau bodoh, hyung." lanjutnya.
"Kyuhyunie.." bariton Yesung merendah.
"Maaf jika aku tidak memberitahumu lebih awal tentang perasaan Siwon, kupikir itu bukan hakku untuk mengatakannya padamu, hyung. Cinta itu milik Pangeran Choi, jadi hanya dia yang berhak mengungkapkannya. Hajiman.." Kyuhyun meraih kedua tangan Yesung ke dalam genggamannya. "Jika aku boleh melakukan hal yang sama seperti Pangeran Choi, Yesung hyung.. saranghae."
Onyx Yesung sontak melebar.
.
Deg Deg Deg
.
Lagi-lagi debaran itu terasa semakin kuat mengguncang hatinya. Yesung menyelami kedua obsidian hangat Kyuhyun bergantian.
"Jadilah lukisan pertama dan terakhir yang akan tersimpan selamanya dalam galeriku.."
"C-Cho Kyuhyun.."
Angin di luar mungkin berhembus membawa hawa dingin dari musim salju yang mulai singgah di Seoul, tapi dalam galeri pribadi Kyuhyun, Yesung merasakan kehangatan yang secara perlahan menguasai tubuhnya. Menyelinap masuk melalui pintu rahasia dalam hati kecilnya. Sesuatu yang terasa hangat dan membuat ia ingin tersenyum terus-menerus memandang sosok disampingnya.
"Nado saranghae.."
Takdir-nim.. kau benar. Ternyata perdebatan di awal pertemuan mereka menciptakan sebuah kisah menarik yang jauh berbeda. Kini Sang Model telah yakin sepenuhnya bahwa ia mencintai guru seninya dengan kadar yang lebih dari siapapun. Perasaan asing yang sekarang ia tahu bernama.. cinta.
Sudut bibir Kyuhyun melukiskan sebuah senyum penuh kebahagiaan. Pada akhirnya ia dapat memeluk cintanya secara langsung. Terima kasih untuk Pangeran Choi yang telah berbaik hati membukakan pintu penghalang diantara mereka dan membangun sebuah jembatan berharga.
Yesung menerima pelukan Kyuhyun tanpa penolakan. Beginilah rasanya cinta yang untuk pertama kalinya menjadi hal terindah dalam hidupnya.
Kim Yesung mencintai Cho Kyuhyun, begitupun sebaliknya.
.
.
.
===###Beautiful Crimson###===
.
.
.
Lonceng klasik yang tergantung dipintu masuk tersebut terdengar berbunyi ketika seseorang dari luar datang membuka pintu perlahan. Kedua obsidian kelamnya berkeliling menjelajah keseluruh ruangan. Untunglah ruangan itu tidak terlalu luas untuk ukuran sebuah cafe dengan coffee terbaik. Tak perlu waktu lama baginya menemukan orang yang harus ia temui.
"Selamat datang di Endless Cafe Tuan.. Ada yang bisa saya bantu?" sapa seorang pelayan wanita yang segera datang menghampiri.
Namja itu tersenyum ramah, "Ah ya, aku harus menemui seseorang di sana. Permisi.." Setelah menemukan sosok yang ia cari, namja dengan setelan jas sewarna denim tersebut berjalan ke salah satu meja di sudut ruangan dekat jendela.
"Siwon~ah.." panggilnya kemudian.
Mendengar seseorang menyebut namanya, Siwon menoleh dan mendongakkan kepala. Bibirnya melengkung ke atas memberi salam, "Kibum hyung?"
Cho Kibum menarik kursi kosong dihadapan Siwon.
"Kenapa kau bisa di sini?" Siwon merasa heran karena seingat dia, namja yang membuat janji dengannya adalah Cho Kyuhyun. Kenapa justru kakaknya yang datang?
"Kyuhyun memintaku datang menemuimu dan memberikan ini,." Kibum menyerahkan sebuah buku gambar A3 kepada Siwon.
"Dari Kyuhyun?"
Kibum menggeleng, "Bukan, kata Kyuhyun itu titipan dari Yesung."
"Kenapa Kyuhyun tidak datang sendiri untuk memberikannya padaku?"
Seminggu berlalu sejak terakhir kali Siwon bertemu dengan Kyuhyun dan Yesung di kediaman Keluarga Cho. Dia bukannya marah, hanya saja butuh sedikit waktu untuk sejenak menjauh dari sahabat dan 'hyung' barunya. Kau tahu, setidaknya ia perlu menata kembali hatinya setelah kejadian itu.
Meski tidak saling bertemu, Siwon masih tahu keadaan Yesung melalui pesan singkat dan telepon. Hyung barunya itu sudah berangkat ke Cheonan kemarin sore untuk mengurus sebuah pekerjaan.
"Ada pertemuan mendadak bersama beberapa seniman dan EO yang harus Kyuhyun hadiri. Tadi dia mampir ke kantor dan memintaku datang menemuimu di sini, karena dia bilang sudah membuat janji denganmu."
Siwon mengangguk paham. Ia lalu membuka buku gambar pemberian Kibum tadi.
Kedua maniknya mendapati sebuah lukisan sederhana yang cukup menarik untuk disimak. Meskipun tidak terlalu indah atau sehebat goresan tangan Kyuhyun, tapi melihat nama sang pelukis cukup membuat Choi Siwon tersenyum lepas. Dilembar berikutnya terdapat sebuah pesan yang ditulis tangan oleh Yesung.
.
.
Siwonie.. apa kau tahu alasanku membuat lukisan ini untukmu? Kuanggap kau penasaran alasannya haha..
Sunflower dan matahari ini kurasa cocok denganmu. Kau bersinar terang dalam dunia hiburan selayaknya matahari dilangit. Menurutku, sosok sepertimu akan lebih baik jika bertemu dengan seseorang yang nampak seperti bunga matahari yang membutuhkan sang mentari untuk tumbuh dan bersinar.
Aku yakin, suatu saat kau akan bertemu dengan seseorang yang tulus mencintaimu karena ia akan selalu membutuhkan dirimu untuk tetap hidup. Bunga matahari yang akan terus tumbuh selama sang mentari setia menyinari. Berbahagialah.. aku menyayangimu Siwonie ^^
.
.
"Ah~ kurasa Yesung hyung sudah berubah menjadi seorang penulis drama." Komentar Siwon begitu ia selesai membaca tulisan Yesung.
Kibum mengernyitkan dahi tak paham, "Maksudmu?"
"Dia menghiburku dengan baik setelah menolak perasaanku.. haha.." ia tertawa hambar.
"Astaga.. jadi kau menyukai Kim Yesung dan ditolak?" tanya Kibum iba.
"Begitulah.. adikmu yang memenangkan hati Kim Yesung, hyung.."
"Ckc.." Kibum mengamati penampilan Siwon. "Hanya perasaanku saja atau kau mengubah gaya rambutmu, Mr. Choi?"
Gelak tawa Sang Pangeran Choi meledak. "Puahaha.. apa terlihat begitu jelas seperti orang yang baru patah hati?"
"Yah.. amat sangat jelas. Kekeke.. kau ini seperti anak remaja saja harus potong rambut ketika cintanya ditolak." Kibum berbaur dengan tawa Sang Pangeran.
Kedua namja itu nampak menghabiskan waktu mereka dengan sangat baik. Melihat mereka berbagi tawa juga menjadi salah satu pemandangan menarik untuk diperhatikan.
Takdir seperti apa yang berada dalam alur kehidupan keduanya, kita akan biarkan Tuhan menjalankan kemudinya.
.
.
.
===###Beautiful Crimson###===
.
.
.
Yesung membaringkan tubuhnya diatas sofa dengan nyaman. Kepalanya berada dikedua paha Cho Kyuhyun yang ia jadikan bantal.
"Bagaimana pemotretan di Cheonan? Semua lancar?" Kyuhyun mengusap surai halus kekasih tercintanya.
"Ne, dua hari yang sangat melelahkan tapi semua berjalan lancar." Yesung menikmati setiap sentuhan lembut Kyuhyun dikepalanya.
Baru setengah jam yang lalu ia pulang dari Cheonan dan lebih memilih meluncur ke rumah Keluarga Cho daripada apartement pribadinya. Tubuhnya berkata bahwa energi yang ia butuhkan untuk mengobati rasa letihnya hanya ada dalam diri Kyuhyun.
"Tidurlah kalau kau lelah, baby.." Kyuhyun melayangkan sebuah kecupan dikening Yesung.
Yesung tersenyum malu, "Tidak bisakah kau memanggilku hyung saja? Panggilan baby itu terdengar sedikit ... kekanakan hehe.."
Kyuhyun terkekeh. "Andwae.. aku ingin memanggilmu baby mulai sekarang. Kau harus terbiasa atau aku akan memanggilmu yeobo. Kkk~"
"Mwo? Yakk.. aku bukan istrimu, mana bisa kau memanggilu seperti itu Kyunie!" keluh Yesung tak setuju.
"Sstt.. bukan "bukan", tapi "belum" baby. Hahaha.."
Namja yang berbaring dibawah sedikit merona mendengar pernyataan Kyuhyun. "Kau ini, aish!" ia memukul pelan lengan Kyuhyun. Bibir terpout Yesung memancing monster kecil dalam diri Kyuhyun.
"Benda ini benar-benar membuatku kecanduan." Kyuhyun menghisap sekilas bibir kekasihnya. "Aku tidak akan membiarkan orang lain mengecap rasa manis ini mulai sekarang." tegasnya mutlak.
"Kyunie, jangan bicara lagi. Kau membuatmu malu!" omel Yesung dalam aktivitas blushingnya.
"Haha.. wae? Kau adalah orang spesial yang mendapat ciuman pertamaku. Seharusnya aku yang malu baby hyungie.." dengan gemas Kyuhyun mencubit pipi chubby Yesung.
"Nde? A-aku yang pertama. Benarkah?"
Kyuhyun mengangguk. Jangan tertawa jika faktanya Kyuhyun belum pernah berciuman diumurnya sekarang. Salahkan sang cinta yang tak pernah memberinya kesempatan untuk mencium seseorang dengan dasar rasa suka.
"Ah maafkan aku.. aku tidak bisa menjadikanmu sebagai yang pertama Kyunie.." sorot mata Yesung melemah. "Aku memberikannya pada Ji Yeon tepat sehari sebelum kau melakukannya di rooftop.." ungkapnya.
Ekspresi namja di atas Yesung tidak menunjukkan rasa kecewa seperti yang diduga. Ia justru melontarkan tatapan hangat penuh arti. "Kau berikan saat syuting drama?"
"Eum.." jawab Yesung.
"Kau tak bisa menghitungnya, karena pada kenyataannya tetap aku yang merasakannya untuk pertama kali." sebuah seringai halus kali ini terlihat mengembang dari sudut bibir Kyuhyun.
"Maksudmu?" namja yang di bawah hanya bisa terheran sebab tak paham.
"CPR.. aku melakukannya saat kau hampir tenggelam di kolam renang. Itu pertama kalinya aku merasakan bibirmu, baby."
Onys sabitnya melebar. "Sungguh? Jadi kau memberiku nafas buatan?"
"Yup, dan aku ingin merasakannya lagi.." tanpa persiapan apapun Kyuhyun segera melahap bibir plum Yesung yang sudah memanggilnya sejak tadi.
Meski sempat terkejut, Yesung dapat mengimbangi permainan Kyuhyun dimenit selanjutnya. Bibirnya mulai membalas setiap pagutan bibir tebal Kyuhyun.
Kyuhyun menghisap kuat bibir bawah dan atas Yesung bergantian. Menyapukan lidahnya dengan lihai untuk menggoda namja dibawahnya. "Eunggh.." Yesung mengerang tertahan.
Hampir satu menit lebih mereka saling bertukar saliva dan mengecap rasa satu sama lain. Yesung mencengkram lengan Kyuhyun cukup kuat. Nafasnya sudah mulai sesak akibat ciuman tanpa jeda barusan.
"Haah.. ha.. hahh.." deru nafasnya yang terengah-engah bersautan dengan milik Kyuhyun. Bibir plum Yesung pun menunjukkan warna merah yang teramat sangat akibat perbuatan intens dari kekasih barunya.
"Masih manis seperti sebelumnya.. dan lebih hangat.." ibu jari Kyuhyun menyeka jejak saliva disekitar bibir Yesung.
Mendapat komentar yang menyanjung, Sang Model merona dibawah. "Kyunie.. kau ini sungg─ummpp!"
"Yakk! Jangan melakukanya ketika aku sedang bica─urmmph!"
Kyuhyun menulikan telinga seolah tak ambil pusing dengan omelan Yesung. Ia justru mengulangi tindakannya dengan mengecup bibir plum Yesung lebih lama.
Antara suka dan usaha menutupi rasa malunya, Yesung mendorong tubuh Kyuhyun menjauh. "Kyunie.. hentikan. Aku mau tidur.." tolaknya halus.
"Kkk.. baiklah, lebih baik hyung tidur.. kajja!"
"Yaaaak.." lengkingan Yesung terdengar mengalun di ruang galeri ketika tubuh rampingnya dalam sekejab berada dalam gendongan Kyuhyun. Refleks Yesung mengalungkan kedua tangannya dileher Kyuhyun supaya tidak terjatuh. Membuat wajah manisnya mau tak mau berhadapan langsung dengan ceruk leher Kyuhyun yang mengeluarkan aroma mint menyegarkan.
"Aku bisa jalan sendiri, kenapa kau harus menggendongku seperti tadi?" tanya Yesung begitu tubuhnya menyentuh lembutnya ranjang galeri Kyuhyun.
"Kekasihku pasti lelah setelah kembali dari jadwal padatnya di Cheonan, apa salah aku membantunya, um?" Kyuhyun duduk ditepi ranjang sembari menarik selimut untuk menutupi tubuh Yesung.
"Kalau kau ingin membantu, kau juga harus menemaniku tidur Kyunie."
Hey Kim Yesung, dengan senang hati kekasihmu akan berkata iya! Kau memancingnya.. haha.
"As your wish baby.." Kyuhyun merangkak naik ke ranjang.
"Eh.. eh, apa kau akan tidur dengan posisi seperti ini?" Yesung memandang wajah Kyuhyun yang kini berada diatasnya dalam jarak sangat dekat.
Kedua tangan Namja Cho menyangga tubuhnya sendiri disamping kepala Yesung. Yah.. seniman ternama itu memposisikan tubuhnya tepat di atas Kim Yesung.
Detak jantung mereka berlomba untuk saling berdegup lebih kencang. Saling menatap dalam jarak begitu dekat, tak ada alasan untuk tidak berdebar hebat.
Secara naluri, Kyuhyun merendahkan wajahnya dan kembali melumat bibir plum Yesung. Kali ini ia melakukannya dengan lebih lembut dari sebelumnya.
"Emmph.." Yesung merespon tindakan Kyuhyun. Ia mulai membalas perlakuan Kyuhyun dibibirnya.
Satu hisapan kuat dibibir bawah Yesung sukses membuat sang empunya membuka mulut. Lampu hijau yang tak mungkin Kyuhyun sia-siakan untuk masuk lebih dalam.
Yesung menegang bagaikan tersengat aliran listrik ketika ia menerima benda asing dalam mulutnya bergerak menggelitik. Lidah Kyuhyun dengan lihai mempermainkan seluruh titik sensitif Yesung. Membuat Sang Model tanpa sadar mengeluarkan desahan nikmatnya. "Eumph.. ah kyuhh.." Tangan mungilnya bergerak naik mencengkram rambut Kyuhyun.
Suara bibir yang saling mengecap terdengar cukup jelas di galeri Kyuhyun. Sepasang insan manusia itu tengah berbagi perasaan mereka satu sama lain.
Kyuhyun meninggalkan bibir plum Yesung untuk turun ke bagian sensitif lainnya.
Sebuah hisapan kuat dari bibir Kyuhyun serta gigitan kecil yang dilakukannya berhasil membuat namja dibawahnya melenguh, "Kyuniehh.. eunghh.."
Yesung tak mengerti mengapa tubuhnya langsung melemas oleh semua tindakan Kyuhyun. Jujur saja.. ini pertama kalinya seseorang menyentuh daerah-daerah sensitifnya lebih jauh.
Jejak hisapan Kyuhyun meninggalkan bekas merah keunguan dileher Yesung. Tanda kepemilikan yang ia buat untuk pertama kalinya atas Kim Yesung.
Meskipun tubuhnya merespon dengan baik setiap sentuhan Kyuhyun, Yesung tak bisa menutupi raut keletihan diwajahnya. Kyuhyun menyadari hal itu sehingga ia memilih berhenti dan kembali menatap onyx sabit Yesung dalam-dalam.
"Emm.. kenapa Kyu?" Sang Model bertanya karena heran terhadap sikap kekasihnya.
"Maafkan aku, aku hampir saja lepas kendali.." ujar Kyuhyun penuh penyesalan. Ia merasa bersalah karena tadi sempat berniat melakukan hal itu pada Kim Yesung.
"Kyunie.." Yesung mengusap pipi Kyuhyun dengan lembut.
"Tidurlah hyung, aku tidak ingin kau sakit karena kelelahan.."
Yesung tersentuh mendengar perhatian Kyuhyun yang begitu besar. Ia sendiri tak bisa berbohong jika tubuhnya cukup lelah seharian ini.
"Gomawo Kyunie.."
"Eum.. kajja kita tidur.." Kyuhyun merebahkan tubuhnya kesamping Yesung. Menarik kekasihnya merapat dalam sebuah pelukan erat. "Mimpi indah baby.. saranghae.."
.
Chu~
.
Onyx sabit Yesung terpejam merasakan kecupan hangat Kyuhyun dikeningnya. Detik selanjutnya ia membuka mata dan kembali tersenyum manis, "nado saranghae Kyunie.." Kedua namja itupun mulai terlelap dalam dunia mimpi.
Dari luar galeri Kyuhyun, langit crimson terpampang luas sebagai bentuk keindahan dunia yang dapat dirasakan secara percuma. Angin dingin dari musim salju saling menyapa dengan kehangat langit crimson dari ufuk barat. Sebuah perpaduan yang saling mengikat meski dengan karakter yang begitu penuh perbedaan.
Yah.. siapa yang mampu menolak jika memang takdir mengatakan keduanya dapat bersatu dalam perbedaan.
Semuanya ...
Berbahagialah selama crimson yang indah itu masih berada di ufuk barat hingga hari dimana jarum jam tak mampu berputar lagi datang ...
.
.
.
###===END===###
.
.
.
Akhirnya selesai juga kkk lunas sudah hutang updatenya :p
Eotte? Memuaskankah? Mengecewakankah? atau gimana? ._.
silahkan berikan komentar kalian di kolom review nde.. wajib hukumnya #edisimaksadikit
Untuk para readers yg udah ngikutin cerita ini, terima kasih banyak ^^ aku seneng masih ada yang berminat meskipun cerita seperti ini cukup pasaran -_- saranghae ~
sampai jumpa di cerita lainnya :3 paii paii
.
.
ps. author belum sanggup bikin enceh T-T lain kali kalau perlu enceh, lebih baik aku minta bantuan yang bisa ya, siapapun bolehlah #ngilang
