The Prince

.

.

.

Lee Seohyuk harusnya tidak perlu takut dengan ancaman-ancaman kecil dari bangsa moores selama pangeran dalam ramalan itu masih terlalu kecil dan lemah untuk mengalahkan dirinya dalam pertarungan.

Sudah nyaris 1 minggu ia meminta Krystal untuk menangkap bayi mungil itu hidup-hidup tanpa melukainya. Tapi nyatanya sampai saat ini pun belum terdengar berita terbaru mengenai kinerja utusannya itu.

Seohyuk mulai tidak sabar. Berulang kali Jonah Manalobo menasihatinya agar sedikit lebih bersabar karena sebenarnya melakukan missi tersebut bukanlah hal yang mudah sebagaimana mereka membayangkannya.

Oh Sehun...

Satu nama yang akan selalu diingat olehnya. Kenapa ia harus mengingat nama itu? Karena sebenarnya selain Pangeran kecil itu, masih ada lagi musuh berbahaya dari bangsa manusia yang jauh lebih kuat dari yang pernah ia bayangkan.

Oh Sehun adalah salah satu manusia paling kuat yang secara tak disengaja memiliki kekuatan bangsa Moores yang ia dapatkan dari anak asuhnya itu.

Secara tak disengaja pula dengan hadirnya Baby Lu dalam kehidupannya. Itu seperti kekuatan besar yang tidak disadari Oh Sehun sebelumnya. Juga kehadiran seorang namja bernama Kim Jongin yang memberikan asi dan kasih sayang yang tulus seorang ibu untuk pangeran kecil itu membuat Seohyuk was-was.

Kekuatan Baby Lu semakin berkembang dengan adanya asi dan kasih sayang seorang ibu untuknya. Perlahan rasa optimis seorang Lord Caius (Lee Seohyuk) terkikis melihat bagaimana kebahagian itu tercipta.

Kelak Pangeran Luhan akan tumbuh menjadi seorang penyihir moores yang kuat, mengingat orang-orang disekitarnya yang selalu memberikan banyak kasih sayang untuknya.

"Harus sampai kapan aku menunggu, Jonah?" Tanya sang Raja. Tangannya terkepal, dengan ketakutan yang memenuhi relung jiwanya.

"Bersabarlah, My Lord" Hibur Jonah. "Putri Nyonya Jung pun juga masih berusaha yang terbaik untuk negeri ini"

Lord Caius berdecih pelan. Haruskah ia sendiri yang turun tangan menangani semua ini? Menculik pangeran kecil yang mungkin saja bernama Hanlu atau Hani, atau apapun lah itu. Lord Caius sendiri pun tak mau tahu. Yang Jelas ia harus mendapatkan bayi itu agar kelak ia bisa menghentikan ramalan kehancuran bangsa demons ke depannya nanti.

.

.

.

.

"Lomba ayah dan anak?"

Jongin mengangguk pelan.

Oh Taeyeon nampak berpikir, sepertinya lucu juga membayangkan bagaimana kompaknya Sehun dan baby Lu mengikuti perlombaan untuk perayaan hari anak Nasional itu.

"Tidak...Tidak...Tidak" Oh Sehun menggeleng, sama sekali tidak setuju.

Ayolah, apa kata teman se-genk nya nanti? Saat mereka melihat Oh Sehun yang terkenal dengan kebrutalannya saat melawan musuh itu harus memakai pakaian unyu dan memakai kostum binatang pada tubuj proposionalnya itu.

"Ayolah, Dik" Taeyeon mencoba merayu sang adik. "Sekali saja! Jongin sudah mendaftarkan kalian untuk mengikuti lomba itu"

Sehun melirik Jongin. Namja yang kini resmi menjadi pacarnya itu menatapnya dengan tatapan memohon. Siapa yang bisa tega melihat tatapan itu?

Mengingatkan Sehun pada vivi. Puppy kecilnya saat ia masih duduk di bangku SD.

"Pa~"

Ia menoleh ke arah 'putra' imutnya yang tengah merangkak ke arahnya. Aigoo, Baby Lu mendudukan tubuhnya dihadapan sang ayah sambil berceloteh dengan bahasa bayinya yang menurut Jongin dan kakak perempuannya adalah hal yang paling menggemaskan saat ini.

"Jangan merajuk, Lu!" Sehun berseru.

Bayi manis itu merenggut lucu. Ia merangkak ke arah sang mama dan berceloteh lagi. "Tidak apa-apa" kata Jongin.

"Kalau Baby Lu mau ikut lomba besok mama akan meminta Myungsoo ahjussi untuk menggantikan papa Hunie" ujar Jongin. "Atau Kim Wonshik. Dia teman mama yang baik dan bisa diandalkam" Lanjutnya. Sengaja membuat Sehun cemburu.

Mendengar nama Wonshik disebut membuat Sehun menggeleng. Dengan wajah kesal ia berkata, "Baiklah..Baiklah! Aku akan pergi ke lomba itu"

"Yeaaay" Taeyeon dan Jongin ber-high five.

"Aku akan menyiapkan kostum kalau begitu" kata Taeyeon.

"Kostum?"

"Kostum beruang? Panda? Ahh..Sehun tidak pantas pakai kostum cute begitu" Celoteh Taeyeon.

"Bagaimana kalau kostum serigala?"

"Sayang, kau serius?"

Jongin mengangguk pelan. "Habis Sehun seperti serigala sih"

Taeyeon pun menimpali, "Ganteng-ganteng serigala? Mesumnya sama sih seperti serigala"

Kedua manusia cantik itu tertawa terbahak-bahak. Membuat Oh Sehun bete bukan main.

.

.

.

.

"Eh?"

Mata bulat Kyungsoo semakin terlihat bulat ketika mendapati Park Chanyeol tiba dengan berbagai macam ramuan yang diberikan Lady Taemin (Ibunya Kyungsoo) padanya saat ia mengunjungi dunia Moores selama 2 hari.

"Itu kapsul untuk ibu menyusui kata ibumu"

"Apa?"

Chanyeol mengangkat bahunya pertanda juga tidak tahu.

"Ibumu bilang kau harus rajin mengkonsumsi itu agar kekuatanmu tidak terkikis saat menyusui Baby Min"

"Hah?"

Namja itu melirik bayi manis mereka yang tengah asyik bermain dengan mainan karetnya. "Pokoknya diminum saja. Ada satu untuk Kim Jongin, besok kau berikan padanya ya"

"Kenapa harus aku?"

"Kalau aku yang melakukannya nanti Oh Sehun cemburu" sahut Chanyeol. "Kau lupa memangnya? Mereka kan sekarang sepasang kekasih"

Kyungsoo mengangguk pelan. "Baiklah..Besok akan ku berikan untuknya"

"Oh, Soo"

"Hm?"

"Soal lomba ayah dan anak yang semalam kau perlihatkan"

Penyihir dengan julukan 'Tak ber-gender' itu nampak berpikir. Semalam saat Chanyeol baru tiba di apartemen mereka, Kyungsoo langsung menyerahkan tiket perlombaan itu padanya.

Tapi saat Chanyeol mau bertanya, Kyungsoo malah sudah tidur lebih dulu dengan wajah lelahnya. Jadi Chanyeol tidak tega juga membangunkan mamanya Minseok ini.

"Ya..Ada apa dengan itu?"

Park Chanyeol berpikir sejenak. Lalu dia berkata, "Apa kau yakin Baby Min akan ikut lomba itu?"

"Kalau kau tidak bisa juga tidak apa" Kyungsoo menyahut, senyumannya begitu lembut. Selama menjadi ibu asuhnya Minseok jiwa keibuan dalam dirinya selalu muncul dan tersalurkan untuk bayi mungil itu.

"Eh..hmm..Bukan begitu, soo" kata Chanyeol. Dia jadi tidak enak hati kalau bilang tidak mau dan tidak bisa. Kenapa? Soalnya kalau dilihat-lihat Kyungsoo ingin sekali mengikuti ajang perlombaan itu.

"Lalu? Kalau memang tidak bisa ya jangan dipaksakan"

"Bukan begitu, soo"

Kyungsoo mengulum senyuman. Ia memperlihatkan ponsel miliknya sambil berkata, "Kau ingat Kim Junmyeon kan ya? Itu lho teman kita saat di Sekolah dulu"

Chanyeol hanya menatap layar ponsel Kyungsoo yang tengah memperlihatkan foto seorang namja tampan dengan senyum kalemnya. Ia merasa ada sesuatu yang buruk untuk perasaannya yang akan terjadi ke depannya nanti.

"Kenapa memangnya?"

"Dia baru saja lulus ujian Rank A" Kata Kyungsoo.

"So?"

"Dia sudah boleh pergi ke negeri manusia. Dan niatnya kami akan datang di perlombaan itu"

Kami?

Kyungsoo bilang 'kami'? Itu artinya Kyungsoo, Junmyeon, dan baby Min. Bukan Kyungsoo, Chanyeol, dan Baby Min. Nah lho...Chanyeol kok jadi baper ya membayangkan putra unyunya digendong orang lain.

"Kalian?"

Kyungsoo mengangguk pelan. Senyuman masih bertahan di wajah manisnya.

Chanyeol tidak tahu apa yang terjadi. Tapi, kenapa dadanya terasa sesak ya?

.

.

*Meanwhile Hunkai*

"Bayi gendutku" Sehun mengangkat tubuh mungil baby Lu sambil menidurkannya di atas dada bidangnya yang dibalut piyama tidur.

Jongin terkekeh pelan. Baby Lu terus mengoceh dengan bahasa bayinya dan mulai menggigit-gigit kain atasan yang dikenakan papanya hingga basah air liurnya.

"Sepertinya Baby Lu mau tumbuh gigi, Hun" ujar Jongin, ia ikut merebahkan tubuhnya di samping kekasih tampannya itu

"Eoh? Tumbuh gigi?"

Namja manis itu mengangguk pelan. Jari telunjuknya terulur untuk mengelus lembut pipi gembil bayi kesayangannya itu. "Tadi siang dia demam dan agak rewel. Kalau Baby Lu demam lagi besok pagi, kita tidak bisa membawanya ke sekolah"

Oh Sehun nampak berpikir dalam diam. 'Benar juga' pikirnya. Huft, susahnya jadi orangtua diusia muda.

"Apa kita harus menitipkan Baby Lu pada Kyung noona saja ya?" usul Sehun.

Jongin pun mau tak mau ikut berpikir juga. "Tapi kasihan Kyung noona. Baby Lu kan jahil sekali pada Baby Min"

"Benar juga" gumam Sehun.

Kemudian ia pun berkata lagi. "Kalau kita titipkan baby sitter gimana?"

"Boleh..Tapi seharusnya kita mencari baby sitter beberapa hari sebelumnya"

Sehun mengangguk setuju. Ini adalah hal tak terduga. Baby Lu tumbuh gigi, dan tak ada seorang pun dari mereka yang tega meninggalkan Baby Lu tanpa pengawasan siapapun.

"Aeull...pa asdghjkl" Baby Lu memasukan dua jarinya ke mulut.

"Eh..Tidak boleh, baby! Jarimu itu kotor"

Baby Lu cemberut mendengarnya. Ia menepuk pelan pipi sang 'ayah' sambil mengoceh tak jelas.

"Kalau kau sakit, kau tak bisa ikut lomba dan bertemu Baby Min" ujar sang ayah.

"Min..Paa..Min..ehehe"

"Iya, Baby Min. Kau menyukainya kan? Pasti kalau sudah besar dia jadi namja manis yang menggemaskan"

Jongin mencubit pinggang Sehun dan memarahi suami ecek-eceknya itu yang sudah mengajarkan 'bayi' manis mereka pacar-pacaran. Huft, dasar Oh Sehun.

.

.

.

Pagi yang cerah ya, Taeyeon-ah?^^

Tapi mengapa ada saja tamu yang mengganggu paginya ya?

Calon dokter anak itu melangkah sebal. Ia baru saja mau sarapan. ayah dan ibunya sedang mengunjungi rumah nenek di Busan. Taeyeon tidak ikut, dan memilih berada di rumah dengan berkencan semalam suntuk bersama pacarnya.

cklek...

"Hallo, noona"

Senyum cerah Kim Jongin dan wajah menjengkelkan sang adik menyapa paginya.

"Oh..Hallo, Jongin. Baby Lu, dan manusia tak niat hidup" Wajah Taeyeon berubah sebal ketika menyebut nama sang adik.

Manusia tak niat hidup? Apapula sebutan itu? Taeyeon memang suka seenaknya saja kalau sudah menamai orang lain.

"Aigoo, ada apa dengan anak manis ini? Hm? Mengapa badanmu panas, baby?"

Yeoja itu sengaja menyentuh pipi gembil baby Lu yang nampak malu-malu. Wajah bayi manis itu memerah, dan jadi agak pendiam dari biasanya.

"Giginya baru tumbuh, noon" sahut Sehun. Namja tampan itu menggerutu karena kakaknya tidak menyuruh mereka masuk ke dalam dan malah mengajak Jongin mengobrol di luar.

...

*Di ruang tengah*

"So?"

Sehun menyengir bodoh, lalu berkata. "Kami titip baby Lu disini"

Tayeon noona memasang tampang masamnya. Aih, padahal dia ada niat mau jalan-jalan mesra dengan pacarnya. Tapi Sehun malah berniat menjadikan dirinya baby sitter untuk bayi mungil ini.

Aih..Ditolak tidak tega. tapi diterima pun juga sama saja.

"Bau-baunya aku mencium sesuatu yang sangat menggairahkan semalam"celoteh Sehun. Bermaksud menggoda atau malah mulai mengancam kakak perempuannya.

Taeyeon yang duduk di seberang mulai gelagapan. Lalu menyengir dan memohon pada sang adik untuk tidak melaporkan keberadaan kekasihnya di rumah mereka pada ayah dan ibu.

"Baiklah..Aku akan menjaga bayi kalian selama kalian sekolah"

Sehun dan Jongin tersenyum mendengarnya. Tak lupa mengucapkan terimakasih, dan untuk Jongin ia juga memberikan jadwal dan persedian asi perahannya di dalam cool bag.

"Mama pergi dulu ya, baby" pamit Jongin, seraya mengecup kening Baby Lu.

"Ma :("

Jongin juga tidak tega. Tapi mau bagaimana lagi? Baby Lu sedang sakit kan..

.

.

.

.

"Hey"

Baekhyun menoleh, kemudian mengulum senyum tipis saat melihat Kris berada tepat di belakangnya.

"Hey, Kris"

Suami tampannya itu mulai merangkul bahu sempitnya. Dan membaui aroma milky rose di rambutnya. "Kau bangun terlalu pagi, sayang" Kris berkata.

Baekhyun ikut berjalan dengan penyiram tanaman yang ia bawa. Sedari tadi ia memang terlalu fokus merawat tanaman di atas balkon istana yang sudah menjadi kegiatannya sejak menikahi sang Raja.

"Aku dapat laporan jika Lord Caius ketar-ketir sekarang" ujar Kris, wajahnya terlihat sumringah.

"Kenapa?"

Namja jangkung itu tersenyum. "Karena apa yang diramalkan para tetua akan segera terjadi"

"Hm?"

Kris berhenti dan menyentuh lembut bahu Baekhyun. "Apa kau senang?"

Namja berparas cantik itu mengangguk.

"Tapi"

"Tapi apa, Baek?"

Wajah Baekhyun terlihat murung.

"Aku takut Lord Caius menyusul baby Lu ke negeri manusia"

Mau tak mau Kris pun terpaksa berpikir. Namja itu berusaha untuk tidak memperlihatkan kegelisahannya di depan sang istri.

Dengan senyum tampannya ia berkata, "Itu tidak akan terjadi"

.

.

.

Beberapa temannya menatap aneh ke arah Sehun. Seolah ada sesuatu yang kurang pada diri namja berkulit putih susu itu.

"Apa?" Tanya Sehun.

Teman-temannya terlalu jeli. Dan Sehun sama sekali tak suka dengan tatapan tersebut. Terlalu mengintimidasi dan menyebalkan.

"Dimana anakmu, Hun?" tanya Moonkyu.

"Di rumah ortuku"

"Mwo? Kenapa?"

Sehun berdehem pelan, lalu berkata. "Baby Lu demam, mau tumbuh gigi"

...

"Jongin"

"Eoh, Wonshik"

Sang ketua kedisiplinan tersenyum simpul.

"Mau kemana?"

"Ke perpustakaan. Ada buku yang harus ku pinjam"

Wonshik tak bisa menghilangkan senyum di wajahnya. Senang? Tentu saja. Jarang sekali Jongin sendirian begini.

.

.

'Perkembangan Para Bayi di bawah usia tiga tahun'

Judul buku yang hanya di baca para mama muda itu membuat Wonshik keheranan bukan main.

"Itu untuk apa, Jongin?" Tanya Wonshik.

Namja berparas manis itu terkekeh pelan. "Tentu saja untuk ku dan Sehun"

Wonshik mengernyitkan keningnya. hello, dia sama sekali paling kesal kalau Jongin manisnya sudah membicarakan Sehun.

"Baby Lu sedang tumbuh gigi soalnya"

Wonshik ber-Oh pelan. Namja tampan itu pura-pura membantu mencari buku lain untuk Jongin.

"Kau sepertinya sayang sekali ya dengan bayi itu"

"Tentu saja" sahut Jongin. "Baby Lu seperti punya sihir tersendiri bagi siapapun di dekatnya"

"Sihir?"

Jongin menutup mulutnya yang baru saja keceplosan berbicara.

"Maksudku Sihir Innocent para bayi. Seperti tatapan puppy"

Tapi Wonshik yakin jika ia melihat ekpresi Jongin yang berusaha menyembunyikan sesuatu darinya.

Namja itu mengulas senyuman. "Apa aku boleh bertemu dengannya?"

"Boleh..Tapi mungkin kalau Baby lu sudah sembuh"

"Kenapa memangnya?"

"Baby Lu demam. Giginya baru tumbuh soalnya"

Wonshik mengangguk paham. "Dia pasti rewel sekali"

"Begitulah" Jongin menyahut. "Tapi Sehun selalu bisa diandalkan dalam hal ini"

Ah...Wajah happy Jongin saat membanggakan pacarnya itu membuat Wonshik kesal. Memang apa bagusnya cowok playboy plus hobi mukulin orang lain macam Sehun itu sih?

.

.

.

"Nah, baby Lu di sini dulu yah" kata Taeyeon, seraya mendudukan bayi menggemaskan itu di atas sofa (dimana biasanya para pengunjung duduk dan beristirahat di sana setelah terlalu lelah berbelanja).

Sementara yeoja itu sibuk berbelanja segala sesuatu yang sangat ia sukai sebagai seorang kaum wanita.

Matanya berbinar, nampak sangat bahagia saat barang yang inginkan tengah diskon besar-besaran dan membuatnya segera merogoh kocek hanya demi barang-barang feminim itu.

Bahkan sebagian belanjaannya ia taruh di atas kereta bayi Baby Lu. Ia sangat senang sekarang. Hasrat belanjanya sudah terlampiaskan dan tak ada lagi barang yang ingin ia beli.

Taeyeon adalah tipe yeoja metropolitan yang hobi sekali berbelanja. Padahal ia sendiri pun tak pernah memakai semua hasil belanjaannya yang bisa menghabiskan jutaan won sekali belanja.

Senyum tak juga lenyap dari wajahnya. Membuat beberapa pengunjung menatapnya aneh. ya aneh, belanja dengan menggunakan kereta bayi? Aneh sekali, pikir mereka.

...

"Buu O.O"

"Ya Tuhan, manis sekali"

Para yeoja yang melihat betapa imutnya bayi mungil yang tengah duduk di atas sofa itu pun terpesona bukan main.

"Aaaaa...Lucunya"

Bahkan mereka yakin jika bayi itu akan menjadi pemuda tampan saat dewasa nanti.

"Astaga, dimana ibu bayi ini?"

"Benar..Aku sempat melihat seorang yeoja tengah bersama anak ini tadi"

"Ya Tuhan, tega sekali dia meninggalkan bayi sekecil ini sendirian di tengah mall besar seperti ini"

.

.

.

.

"Mereka pasti sedang jalan-jalan" ujar Sehun.

"Pasti Baby Lu membuat Taeyeon noona kerepotan hari ini"

Sehun terkekeh pelan dan mencubit pelan pipi gembil sang kekasih. Kenapa Jonginnya bisa begitu manis dan semenggemaskan ini? Bahkan menurut Sehun, Jongin dan bayi mungil mereka sama menggemaskannya dan tak bisa dibandingkan siapa yang paling manis.

Kelak Baby Lu akan menjadi pemuda tampan saat ia besar nanti. Sehun yakin itu!

"Jangan khawatir! Baby Lu bukan anak yang nakal kok" hibur Sehun.

Nakal? Memang tidak. Tapi jahilnya itu lho yang kelewatan bukan main.

"Hey"

Keduanya menoleh, Taeyeon berjalan sambil mendorong kereta bayi yang penuh dengan barang belanjaannya tanpa menyadari apa yang salah dalam dirinya.

"Eoh..Noona.."

Taeyeon tersenyum, ia mulai memamerkan barang-barang hasil belanjaannya sebelum pertanyaan Sehun membuatnya bungkam dengan epresi horrornya bukan main.

"Noon..Kenapa bengong? Dimana Baby Lu?"

"S..Sehun"

Sehun dan Jongin di buat bingung. Mengapa Tayeon jadi seperti orang dungu begini?

"Noon..Dimana Baby Lu? Apa dia merepotkan dirimu?"

"B..Baby Lu"

Sehun mulai merasakan keanehan. Melihat barang belanjaan Taeyeon sebanyak itu. Tapi dimana bayi manisnya? Mengapa hanya kereta bayinya saja yang ada?

"Baby Lu" Sehun memekik, dia baru saja sadar jika bayinya tak ada bersama sang kakak.

Jongin terkejut bukan main. Bahkan Taeyeon pun juga. Ia melupakan barang belanjaannya begitu saja di depan rumah.

...

"Sehun, maafkan aku" Taeyeon sedikit merengek.

Adiknya itu hanya diam dan terus melangkah tanpa ekpresi.

Jongin bisa apa? Dia pun juga sama paniknya saat tahu baby Lu hilang.

Oh Taeyeon bisa jadi benar-benar gila kalau sudah dihadapkan dengan hal-hal belanja seperti ini. Ia bahkan sama sekali tidak sadar jika keponakan mungilnya itu tertinggal di salah satu butik langganannya.

...

*Meanwhile Baby Lu*

"Wah, kau hebat sekali, nak" puji paman security.

Ia sengaja membawa bayi mungil itu ke tempat jaga, sambil menunggu orang tuanya datang menjemput.

Mall sudah ditutup 30 menit yang lalu. Dan bayi imut ini sudah ada bersamanya sejak 2 jam ia ditinggalkan oleh seorang yeoja.

"Yu~" serunya. Tangannya memegang alat pancing kecil dengan magnet ukuran kecil pula yang ia gunakan untuk menarik ikan-ikan mini.

Paman security berbaik hati membelikan dua buah mainan untuk baby Lu. Seperti pancing-pancing ikan kecil dan sebuah boneka beruang berukuran sedang berwarna coklat.

"Hey, apa kau tidak merindukan mamamu?" Tanya paman Security. Kasihan sekali, kalau bayi sekecil ini harus dipisahkan oleh kedua orangtuanya.

Paman Security yakin, pasti Baby Lu anak orang berada. Kalau dilihat dari cara berpakaian dan ah...Pokoknya tidak bisa dijelaskan seperti apa. Kalau memang seperti anak orang kaya ya tetap saja begitu!

"Ma :(" *Tampang mewek-mewek imut*

Lho..Lho?

Baby Lu menenggelamkan wajah manisnya pada boneka beruang yang memiliki ukuran sedikit lebih besar dari tubuh mungilnya.

Suara tangisan kecilnya teredam di sana. Membuat Paman security melas melihatnya.

...

"Baby Lu"

Paman Security yang tengah menggendog baby Lu menoleh. Bayi manis itu telah tertidur beberapa menit yang lalu.

"Apa anda kakaknya bayi ini?" Tanya Paman security, melihat sosok pemuda yang masih menggunakan seragam sekolahnya itu membuat dirinya yakin jika sosok tampan itu adalah kakak si bayi.

"Bukan, paman. Aku ayahnya" Sehun berkata perlahan. "Aku menitipkan bayiku pada kakakku. Tapi dia lupa dan tak sengaja meninggalkan bayiku di sini"

Paman security mengulas senyum ramah. "Kakak anda hampir saja dilaporkan ke polisi atas kasus menelantarkan seorang bayi jika anda tidak datang sampai pukul 11 nanti"

Sehun menarik napas pelan. "Maafkan kami, paman. Kami janji ini tidak akan terulang lagi" ucapnya.

Jongin nyaris saja menangis haru. Ia segera meminta paman security untuk memberikan bayi manisnya itu padanya.

"Apa kau mamanya?"

Namja manis itu mengangguk pelan.

"Dia terus memanggil dirimu dan menangis. Putramu lucu sekali, ia bahkan menyembunyikan wajahnya saat menangis"

Dengan tawa kecil paman Security memberikan mainan pemberiannya itu ke tangan Sehun. Ia berkata jika ia tak bisa memberikan mainan-mainan mahal untuk baby Lu. Tapi ia sangat berharap keluarga kecil itu mau menerima pemberiannya sebagai hadiah.

.

.

.

"Hun, maafkan noona yah?"

Taeyeon menatap sang adik dengan raut menyesal luar biasa.

Sehun menghela napas berat. "Jangan mengulangi hal bodoh seperti ini lagi, noon"

Sang kakak tersenyum dan memberi hormat sambil berkata, "ayeaye, kapten!"

Untung saja Baby Lu bertemu orang sebaik paman security tadi. Oh Sehun sama sekali tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika bayi manisnya itu bertemu orang jahat.

"Ya sudah..Noona pulang dulu" pamit sang kakak. "Salam untuk istrimu ya" goda Taeyeon.

Sehun salah tingkah. ia segera mendorong tubuh mungil sang kakak untuk keluar dari apartemennya.

"H..hey"

'Dasar tidak sopan' batin Taeyeon.

...

Cpk...

Cpk..

Cpks..

Sang mama mengulum senyum tipis saat melihat bayi manisnya menyusu di dada.

Sesekali ia meringis ketika baby Lu menggesekan gusinya yang mau tumbuh gigi dengan nipple merahnya.

"Baby Lu tadi tidak nakalkan?"

Bayi manis itu melepaskan puting sang mama dan menggelengkan kepala pelan. Ia mulai berceloteh dengan bahasa bayinya yang hanya dimengerti olehnya (dan sang papa).

"Aeul, ma. Asdfghjkl.."

Jongin terkekeh pelan. Ia mengusap lembut kening 'bayi' mungilnya itu dan berkata, "Jangan buat mama khawatir lagi, Baby"

Untuk kedua kalinya baby Lu mengangguk. Kemudian kembali melahap puting sang mama dan mulai menutup kedua matanya, tertidur.

.

.

.

Greb..

Oh Sehun yang tengah menonton TV di ruang tengah tersenyum saat merasakan dua tangan melingkar di leher jenjangnya.

Harum Oil Baby begitu kentara sekali dan membuat namja tampan itu tenang. Banyak orang yang suka dengan aroma oil baby yang menenangkan. begitupula dengan Sehun.

"Belum tidur?"

Yang ditanya menggeleng. Ia melepaskan dekapannya di leher sang kekasih dan segera mendudukan tubuhnya di samping sang namja.

"Kenapa, hm?"

Jongin hanya tersenyum dan meletakan kepalanya di bahu Sehun.

"Penuh lagi?"

"Ish, kau ini"

Ayah muda itu tertawa geli mendengarnya. Ia kecup kecil pucuk rambut Jongin seraya merangkulkan tangannya di bahu sempit sang kekasih.

"Aku kan mau mesra-mesraan denganmu"

Jongin sudah berani frontal rupanya..

"Mesra-mesraan?"

Namja manis itu mengangguk pelan.

Sehun tersenyum mesum. "Okelah kalau begitu"

Si tampan mulai mendorong tubuh si manis. Mengurungnya di bawah tubuh tegapnya dengan smirk sexy-nya.

Tubuh Jongin yang malam ini hanya dibalut piyama jumbo yang entah punya siapa membuat libido Sehun memuncak.

Tidakah namja manis itu sadar dengan apa yang membalut tubuhnya saat ini? Sehun sama sekali tak bisa menahannya lagi.

Ia mendekatkan wajahnya ke leher tan Jongin. Membaui aroma bayi yang membuat hasratnya semakin memuncak.

Jongin mendesah pelan saat Sehun menjilat lehernya.

"Let's make a baby girl, dear" bisiknya.

Jongin tertawa pelan. Ia mendorong pelan tubuh suami jadi-jadiannya itu dan berkata, "Aku tidak mau melahirkan diusia sangat muda, hunnie"

Sang kekasih pun ikut tertawa. Ia mengecup lembut kening Jongin. Dia hanya iseng tadinya. Yah, iseng-iseng berhadiah lah ya.

"Hm, baiklah..Jadi kapan?"

"Lulus SMA nanti"

Oh Sehun menaikan satu alisnya dan menatap sang kekasih dengan tampang menawannya.

"Tapi ada syaratnya"

"Apa?" Sehun mulai memilin-milin puting Jongin dari luar piyama.

"Eungh, S..Sehunie harus dapat nilai tertinggi"

Sehun menyambutnya dengan senang hati. Heol, Sebenarnya Sehun itu pintar. Tapi jadi agak bodoh karena kemalasannya untuk belajar.

"Hanya itu?"

Mama cantik itu mengangguk pelan.

"Kalau begitu persiapkan dirimu, sayang. Beberapa bulan lagi kita buat baby yang banyak" ujar Sehun, enteng sekali.

Oh Sehun meringis pelan saat merasakan cubitan Jongin di perutnya.

"Sakit, sayang"

Jongin mengerucutkan bibirnya. "Makanya jangan asal bicara! memangnya melahirkan itu semudah kau menabur benih apa"

Sehun terkekeh pelan. Ia mengecup hidung bangir Jongin dan berkata, "Memangnya menabur benih itu mudah? Hey, sayang..menabur benih itu tidak mudah. Kau harus merasakan nyeri di penismu saat hard dan tidak ada yang menjadi pelampiasanmu"

Jongin yang mendengarnya jadi merasa bersalah. "M..Maafkan aku, Hunnie"

Sehun tersenyum tipis. "Tapi untuk dirimu aku akan menahannya. Hanya pakai sabun sekalipun juga tidak apa-apa"

.

.

.

.

"Raja Kris memintaku kemari untuk membantu kalian menjalani missi"

Kim Junmyeon menyorongkan selembar surat dengan stempel kerajaan itu ke arah Chanyeol.

Chanyeol membacanya dengan mimik wajah serius. Kalau Raja yang menulisnya sendiri, pasti itu penting sekali.

Cklek..

Keduanya menoleh ke arah pintu. Dimana Kyungsoo baru saja keluar sambil menggendong tubuh mungil Baby Min yang terbangun di malam hari.

"Eoh, kau sudah datang Junmyeon"

Namja berkulit putih susu itu mengangguk pelan. "Hey, Soo.. Apa kabar?"

"Baik..Hm, aku tidak tahu kalau suratku akan ditanggapi cepat oleh paman Kris"

Junmyeon tersenyum simpul. "Dia juga tak tega membiarkan keponakan manisnya dalam bahaya"

Heol..Keponakan manis dia bilang? Hello, tak adakah yang ingat Chanyeol di sini?

"Kau yang menyuruh dia datang, Soo?"

Kyungsoo mengangguk pelan.

Diam-diam Chanyeol menggeratkan kepalan tangannya. Apa ya? Apa mungkin Kyungsoo sudah meragukan kekuatannya Chanyeol?

"Aku tahu kau hebat, Yeol" ujar Kyungsoo.. "Tapi kita butuh Junmyeon untuk berjaga-jaga. Kau tahu tidak? Raja Demons akan mengerahkan orang-orang hebatnya ke bumi untuk mencari Pangeran Luhan"

"Apa?"

Kyungsoo tersenyum tipis. "Kau tak perlu khawatir. Ibuku bilang, kelak Oh Sehun akan memiliki kekuatan yang tak tertandingi oleh kaum demons selama Pangeran Luhan berada bersama mereka"

"Jangan lupakan Kim Jongin dengan asi supernya itu juga, Yeol" Kyungsoo berkata lagi. Namun kali ini diselingi candaan.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

*Omake*

*Atap gedung*

"Kau bertindak terlalu lama"

Victoria, seniornya saat di sekolah para demons itu menatapnya pongah.

Krystal benci sekali dengan tatapan Victoria yang selalu menatapnya seolah tak mau ditandingi itu.

"Kau seolah terlalu takut untuk memulai"

"Apa yang kau inginkan?"

"Well" Victoria terkekeh pelan. "Lord memintaku untuk membantumu, Jung Krystal"

Lord mungkin terlalu lelah menunggu, pikir Krystal.

Victoria masih menampilkan senyum remehnya. "Kau tenang saja, adik kecil! Aku akan membantumu"

"Jujur saja ya, eonnie" katanya. "Aku sama sekali tidak membutuhkan bantuanmu sebenarnya"

Jika saja Lord mau menunggu sedikit lebih lama. Krystal pasti bisa melakukannya sendiri. Dia bukan orang yang tergesa-gesa. Dan tipikal orang yang penayabar.

"Tapi nyatanya Lord memerlukan hasil saat ini. Bukan omong kosong, Krys"

"Kau tidak akan tahu sehebat apa Pangeran kecil itu"

"Benarkah? Apa aku akan mati ditangan seorang bayi?"

Krystal tersenyum remeh. "Lebih buruk dari itu"

Angin malam menerpa wajahnya.

Krystal berjalan mundur dan menjatuhkan tubuhnya dari atas gedung.

Lama-lama tubuh rampingnya menghilang seiring angin kencang yang menerpanya. Ini adalah aksi gila dan berani. Tetapi bagi seorang demons seperti dirinya ini bukanlah hal yang sulit.

.

.

.

TBC

.

.

.

A/n : Hey..Thx sudah meluangkan waktu untuk membaca. Jangan lupa reviewnya :D

Aku punya sedikit pertanyaan nih. Apa sekarang Hunkai Shipper berkurang ya? Udah mulai sepi peminat atau gimana? Oh ya. saran aja sih ya..Buat readers, yuk luangkan review buat author2 pendatang baru. Jgn2 pelit2. beri mereka semangat. Jangan buat mereka kecewa. Aku udh pernah ngerasain lho. menurut aku ff mereka juga gak kalah keren sama ff ff yang lama. Ya, dimohon partisipasinya. btw jgn ada yg sensi lho sama saran aku yg ini. hehee. Meskipun kalian review anon itu juga udah bikin senang para newbie.

Btw aku masih newbie gak sih? *lol*

Hmm..Joyiee, ff ini sampe berapa chapter? Well, kayaknya ini salah satu ff dengan chapter terbanyak deh yg pernah aku buat.

Alurnya kelamaan, lebay ceritanya bla..bla..bla..

Ini terasa lama karena aku nulis per chapter nya itu 2000-3000 words. Lebay? Hm..Aku no comment sama yg ini. Aku gak mau ngasih komentar karena yahh..sekalinya aku beri tanggapan aku bisa lepas kendali. Aku gak mau dpt imej angkuh dan gak bisa nerima kritikan..Cukup di duta aja aku jadi orang angkuhnya^^. Thx untuk kritikannya.

Apa bakalan ada perang?

Ada..Tapi gak akan seheboh set me free and liwl kok

Lanjutin Truth Be told dong kak

Males ah..Reviewnya cm segitu*lol

Apa nanti Hunkai ngasuh Baby Lu sampe gede?

Gak cyin..kelamaan*lol

Kak Joyiee, MILF itu artinya apa?

Mom I love Fck. Oke..silahkan di searching maknanya ya. terlalu vulgar kalo aku kasih tau. Btw yg suka nonton Blue film pasti tahu. *smirk

Chansoo nya nagih kan..

bahahaha..ciyeee yg jadi suka Chansoo. Kalo nanti Chanyeol sama Joyie gimana? *dilempar tomat busuk*

spt biasa..Jangan tanya alur! Aku gak patokan sama alur. sesuai yg ada di otak yah..Kalo lagi gak ada ide ya gk akan lanjut. Doain Joy ya, semoga program dietnya lancar. Hahaha berat badan Joy jadi naik gara2 kesibukan dan pola makan yg gak benar. Kamu pernah liat Megan Threinor kan ya? Di MV No? Haha..Kata mamiku aku nyaris seperti itu. Btw kalo ada yg punya body semok dan hobi pake dress. kasih saran ya, dress apa yg cocok buat Joy. Hmm..Bulan depan temanku mau tunangan dan aku bakalan diundang. Dress ku terlalu sempit buat dipake:(