My Husband
Rated T
Genre Romance/Drama/Family
Characters Wonwoo, Mingyu, rest of Seventeen members
Warning! Typos everywhere, ooc, oc-
Summary Ia tidak pernah mengeluh, selalu memuji masakan Wonwoo yang sebenarnya tidak begitu enak, ia juga tidak pernah mau menyusahkan Wonwoo walau ia sendiri lelah. Wonwoo terkadang selalu meruntuki dirinya yang selalu memiliki mood yang berubah-rubah dengan cepat bagaikan tangan yang dibalikkan dengan mudahnya pada suaminya itu. Meanie!
Enjoy~
000
Wonwoo diam memandangi jendela luar, pikirannya selalu memikirkan Mingyu dan sekarang istri dari laki-laki berkulit tan itu kini hanya diam, tak merespon siapapun yang berusaha berbicara dengannya, termasuk laki-laki bernama Junhoe, yang tak sengaja menabraknya-
Juga yang tak sengaja pernah menjadi bagian hidupnya.
"Wonwoo-ah" panggil Junhoe "Tolong jawab aku, aku sudah minta maaf padamu" ucapnya sambil mengambil tangan Wonwoo dan mengelusnya, lalu sosok lain yang berdiri disana hanya menyilangkan lengannya, kenapa ia seketika menjadi kambing budeg? Karena disana ada pertemuan dua pasang mantan kekasih.
"Haish Junhoe-ah, kau bodoh sih, sudah kubilang jangan mabuk kalo nyetir, untung saja lukaku juga kecil, kau ini menyebalkan" oceh temannya yang berdiri di samping Junhoe.
"Aish Soonyoung hyung sudahlah, aku kan sudah minta maaf padamu" Soonyoung hanya menganggukan kepalanya mengerti namun masih merasa bersalah pada Wonwoo, karena sebanyak apapun mereka berbicara, Wonwoo tak pernah mereka sejak ia sadar.
Untung saja dokter bergerak cepat bahkan ambulan yang mereka panggil pun datangnya secepat kilat, jadilah sekarang Wonwoo siuman lebih cepat.
Junhoe tertegun juga ketika mengetahui jika mantan kekasihnya ini tengah hamil dan Junhoe benar-benar merasa bersalah karena hampir membunuh mahluk kecil tak berdosa yang tumbuh dalam tubuh Wonwoo itu.
Namun Wonwoo bermasalah dengan pendengaran pada telinga kanannya karena terluka akibat benturan juga luka, jadilah Junhoe merasa semakin salah gila-gilaan. Suruh siapa mabuk? Kata Soonyoung.
Aish, semakin membingungkan saja hidupnya, padahal ia baru saja diselingkuhi dan sekarang, malah membuat hidup mantan terindahnya menderita, Junhoe mengacak-acak rambutnya.
"Sudah" Junhoe melirik Wonwoo "Tak apa, yang penting ia selamat"gumam Wonwoo sambil mengelus perut ratanya. Junhoe tersenyum kecut, mengapa ia membuang Wonwoo dahulu? Apa salah Wonwoo? Apakah hanya karena dirinya yang jutek dan terlihat dingin membuat Junhoe berpindah ke lain hati karena lelah? Mungkin.
BRAK
Semua orang yang ada disana langsung mengalihkan pandangan mereka cepat pada seseorang yang tiba-tiba membuk apintu kamar rawat Wonwoo itu.
"WONWOO-AH!" tiba-tiba seseorang membuka pintu "Kookie, bener tuh ini kamar Wonwoo" ucap Taehyung pada Jungkook yang memandang isi kamar itu takut.
"WONWOO HYUNG!" Jungkook langsung berhambur dan berniat memeluk Wonwoo namun tiba-tiba Junhoe berdiri dan menahan Jungkook. Jungkook pun tersadar jika aksinya ditahan oleh seseorang-
PLAK
Soonyoung terkejut, begitu juga Jeonghan dan Seungcheol yang baru saja masuk ke kamar tersebut, Jeonghan yang melihat aksi Jungkook langsung meminta Seungcheol untuk berhenti di tempat dengan meletakkan jati telunjuknya di depan bibirnya.
"Apa yang kau lakukan disini, Koo Junhoe?" tanya Jungkook dingin "Kau tak puas membuat Wonwoo menderita?! Jangan dibilang kau yang-"
"Sudahlah Kookie" ucap Taehyung, ia menarik Jungkook ke belakang, meninggalkan Junhoe yang terdiam sejenak, lalu mengusap pipinya yang memerah. Junhoe memandang Jungkook datar sementara Taehyung malah memabalas tatapan Junhoe, sangat dingin dan menyeramkan. Seorang Kim Taehyung tak pernah memandnagi orang lain seperti itu, kecuali jika ia sudah benar-benar kesal.
Wonwoo membalikkan kepalanya dan terkejut dengan kehadian Jungkook, wajar saja, ia tak begitu mendengar mereka karena telinga kanannya yang sedang ebrmasalah juga dirinya... Yang terus melamunkan Mingyu.
Jungkook langsung memeluk tubuh kurus Wonwoo sambil menangis, Jeonghan dan Seungcheol pun berjalan masuk, mereka langsung menghampiri Soonyoung.
"Soonyoung!" Soonyoung langsung berhambur memeluk mereka berdua.
"Sebenarnya ada apa ini? Aku sangat terkejut mendapat panggilan Jungkook yang menangis sesenggukan tadi pagi" ucap Seungcheol sambil memandangi pungung Junhoe.
"Uhm.. Si bodoh Junhoe ini, ia mabuk, dengan bodohnya ia memaksaku untuk ikut dengannya. Humm.. Seokmin sih mengijinkanku pergi dengannya dan Junhoe juga bilang jika ia akan lewat supermarket jadi aku numpang, toh Seokmin tidur melulu" Jeonghan hanya memutar bola matanya bosan, dasar Seokmin.
"Dia.." Seunghceol sedikit kesal melihat Junhoe yang kini tak sengaja melihatnya.
"Memang Junhoe siapamu, Soonyoung-ah"
"Sst, jangan bilang Seokmin kalau ia mantanku" Jeonghan dan Seungcheol langsung saling berpandangan, bahkan Jeonghan menunjuk dirinya sendiri.
"Aku juga mantannya" ucap Jeonghan dengan suara kecil. Soonyoung dan Seungcheol malah terperangah, namun mereka langsung beralih menatap Taehyung yang dari tadi diam saja, bahkan ia hanya mengelus punggung Jungkook sejak tadi.
Jungkook terus menggelengkan kepalanya sambil meruntuki Junhoe berkali-kali walau laki-laki berambut pirang itu hanya menganggukan kepalanya pelan, ia tahu jika ia telah melakukan kesalahan.
"U-Untung saja.. H-Hyung tak keguguran lagi huhuhu"
Wonwoo hanya tersenyum lalu mencium pipi gembul Jungkook sayang lalu memeluknya lagi, tak lama setelah itu Jungkook langsung mendudukkan dirinya di samping kasur Wonwoo, begitu juga Taehyung dan Junhoe.
Jeonghan, Soonyoung dan Seungcheol terpaksa harus keluar dari sana karena ingin menanyakan total biaya perawatan Wonwoo. Wonwoo kembali terdiam, mengapa ia begitu merepotkan siapapun, mengapa ia lemah...
Seketika ia berpikir apakah Mingyu akan datang mengunjunginya? Bahkan hari sudah hampir malam, kepalanya malah terasa semakin pusing bahkan mengabaikan ocehan Jungkook.
"Wonwoo-ah..." Junhoe pun mengambil tangan Wonwoo lagi lembut "Kumohon, kau boleh membenciku, tapi... Tolong, maafkan aku terlebih dahulu"
"Bodoh, untuk apa dimaafkan tapi malah dibenci?" Junhoe mengabaikan ucapan Jungkook dan terus memandangi Wonwoo yang jika selalu diajak bicara selalu diam, seperti melamunkan sesuatu. "Wonwoo-ah, apa yang kau pikirkan?"
"Suamiku" jawab Wonwoo singkat. Junhoe semakin tertohok, sudahkah karma datang padanya? Ia bahkan merasa sangat menyesal, dari semua mantan-mantannya, hanya Wonwoo lah yang ia begitu sayangi amat besar.
Jadi yang lainnya apa?
Hanya mainan, Junhoe senang mainan.
"Wonwoo-ah... Aku minta maaf untuk semua yang pernah aku lakukan padamu.. Kau adalah sosok yang masih aku sayangi walau.. Kau sudah dimiliki orang lain" Junhoe pun berdiri dan memeluk Wonwoo. Wonwoo membalikkan wajahnya yang sejak tadi tak memandangi Junhoe, ia hanya bermaksud ingin melihat pintu karena terus berharap Mingyu datang.
Dan benar, Mingyu datang, tanpa Chani ataupun Seolhyun-
Mingyu terlihat marah juga kaget.
Karena... Junhoe memang sedang memeluk Wonwoo namun ia igin melepaskan pelukannya tetapi tiba-tiba Wonwoo berbalik dan tak sengaja bibirnya menyentuh Junhoe. Jungkook dan Taehyung disana hanya diam namun terkejut bukan main.
Sebelum Mingyu pergi dengan wajah masam, tiba-tiba laki-laki tinggi itu berjalan masuk dan berkata-
"Kita cerai saja, tapi aku yang akan membayar biaya rawatmu"
.
.
.
.
.
.
a/n: Doain aja ya buat kedepannya supaya lebih baik, kali aja author tiba2 pikirannya jahat.. kayak sekarang :v
Makasi ya yang udh baca dan leave a comment :****************
