CAN I ?

Main Cast: Lee Hyukjae, Lee Donghae
another Cast: Kim Heechul, Leeteuk, Kangin, Kim Ryeowook, Kim Jongwoon, Hankyung, Cho Kyuhyun. Choi Siwon, Kim Kibum, dll

Genre: Romance (genderswitch)

Rated: T

Maaf jika banyak typo dan cerita yang agak boring atau apa, mohon maklum saya newby hhehehehe

Happy reading ^_^

CHAPTER 10

'Ah menyebalkan sekali para wartawan itu, telatnya parah. Mereka tidak disiplin, membuang waktuku saja. Toilet ini kenapa sepi sekali? Tapi eh apa ini? Kenapa brosur tentang musik berada di depan toilet seperti ini? Festival musik? Sepertinya seru, aku akan berikan pada Yesung hyung dan Kyuhyun.'

Donghae hendak melangkah menuju mejanya bersama teman-temannya namun terhenti setelah melihat sosok wanita yang sangat ingin dia hindari. Namun tubuhnya sepertinya menolak untuk bekerjasama dengan hatinya. Langkahnya maju untuk mengikuti kemana wanita itu pergi dan berhenti disalah satu meja. Donghae masih belum sadar bahwa ternyata wanita itu berhenti di mejanya bersama teman-temannya.

"ah, I'm so sorry. I'm late. My name spanc….."
"hyukjae" Donghae menyebut nama wanita itu. Wanita yang selama 4 tahun ini berusaha ia benci. Kyuhyun dan Yesung terkejut karena Donghae menyebut nama Hyukjae.

"Donghae hyung, kenapa kau…"

"Lee Hyukjae"

'Suara itu, suara Donghae. Kenapa Donghae bisa ada disini? Bagaimana dia bisa berada di paris? Tidak mungkin itu dia. Tidak mungkin. Jika itu memang Donghae, dia tidak boleh tahu identitas ku. Dia tidak boleh tau aku adalah hyukjae. Aku menoleh, melihat siapa pemilik suara itu. Dan ternyata benar, itu donghae. Donghaeku yang selama ini aku rindukan sekarang berdiri tepat di depanku.'

"I'm sorry mr, my name Spancer. I'm not Lee hyukjae" Hyukjae menyangkal bahwa dirinya adalah Hyukjae. Namun dalam hatinya dia ingin segera memeluk Donghae dan mengatakan bahwa dirinya adalah Hyukjae yang selalu mencintainya.

"Tidak mungkin, kau pasti Lee Hyukjae. Berhenti bersandiwara Hyukjae. Untuk apa kau kesini?"

"I'm sorry mr, I have to interview with you for Music Magazine. Can we do right now?" Hyukjae bersikap santai di depan Donghae.

"Yes sir, we have to interview right now, sorry mr Lee Donghae" Carroline yang mengerti situasi yang tidak menyenangkan bagi Hyukjae, segera menolong Hyukjae untuk keluar dari situasi tersebut. Akhirnya Donghae menurut, dia akhirnya pindah duduk berdua bersama Hyukjae. Sedangkan Yesung dan Kyuhyun bersama Carroline. Raut wajah Donghae dan Hyukjae tidak terlihat baik. Donghae yang terus menatap tajam ke Hyukjae, sedangkan hyukjae sendiri yang merasa risih ditatap seperti itu hanya bisa mengalihkan pandangannya.
"So, we can start this interview. Mr Lee Donghae what do you think about the musical that will you do in Paris?" Hyukjae langsung saja memulai interview.
"Kenapa kau muncul dihadapanku Lee Hyukjae?"
"Tolong jawab saja pertanyaanku Donghae ssi, aku mohon."
"Aku tidak akan memulai interview ini sebelum kau menjelaskan lelucon ini."
"Lelucon apa maksudmu? Aku disini untuk bekerja. Mohon kerjasamanya."
"Kenapa kau pergi meninggalkanku?" Donghae bertanya secara tajam ke Hyukjae.
"Aku mohon Donghae, aku harus bekerja. Aku akan menjelaskannya setelah interview ini selesai. Aku janji."
"Baiklah, aku pegang janjinmu."

Akhirnya interview tersebut dilakukan dengan lancer. Meskipun Donghae tidak hentinya menatap Hyukjae dengan tajam. Terkadang jawaban yang diberikannya tak lepas dengan nada dingin. Hyukjae hanya bisa menahan agar air matanya tidak keluar. Hyukjae ingin segera pergi dan menangis sejadi-jadinya. Dia tidak kuat untuk menahan rasa sakit hatinya saat mengetahui bahwa Donghae sangat membenci dirinya.

"sekarang jelaskan semuanya padaku Lee Hyukjae."
"Aku berbohong padamu Hae, Saat itu aku pura-pura mencintaimu. Jadi aku pergi meninggalkanmu. Aku pergi ke Paris untuk hidup bersama keluargaku. Aku minta maaf."
"Setelah pergi, apa kau bahagia?"
"Aku sangat bahagia Hae, sangat bahagia. Aku bisa terbebas dari dirimu."
"Kau bohong, hentikan sandiwaramu hyukjae. Aku tahu kau sangat tersiksa setelah pergi meninggalkanku. Tapi itu memang pantas untukmu."
"Sepertinya Carroline sudah selesai, aku pergi Hae. Semoga kau bahagia."
"Jangan muncul lagi dihadapanku Lee Hyukjae, Aku membencimu."

Hyukjae pergi meninggalkan Donghae dengan menahan air matanya. Hyukjae tidak bisa mendengarnya lagi. Donghae membencinya, dia benar-benar membencinya. Akhirnya Hyukjae menangis sejadi-jadinya saat sampai di dalam mobil miliknya.

Donghae diam melamun didalam kamarnya, sepi dia ingin sendiri di dalam kamar hotelnya. Di otaknya kini terus menerus terngiang pernyataan Hyukjae.

"Aku berbohong padamu Hae, Saat itu aku pura-pura mencintaimu. Jadi aku pergi meninggalkanmu. Aku pergi ke Paris untuk hidup bersama keluargaku. Aku minta maaf."

"Aku sangat bahagia Hae, sangat bahagia. Aku bisa terbebas dari dirimu."

Donghae frustasi, sangat frustasi. Dia menuangkan minuman dengan kadar alcohol tinggi dalam gelasnya, dan dengan cepat dia meminumnya. Dia sangat kesal saat ini, dia sangat marah. Hatinya terasa sakit mendengar pernyataan Hyukjae. Tanpa sadar dia menangis, dia menangis sejadi-jadinya. Di ambang pintu kamarnya, Yesung yang sedari tadi melihat Donghae dengan perasaan iba. Akhirnya menghampiri Donghae dan memeluknya. Yesung kembali teringat pada Donghae empat tahun lalu, saat dirinya dan Donghae tidak berhasil menemukan keberadaan Hyukjae. Ya benar, Yesung sangat mengerti kisah Donghae bersama Hyukjae. Karena Yesunglah satu-satunya teman yang merangkap sebagai saudara bagi Donghae.

"Dia bilang dia bahagia setelah pergi dariku hyung, Dia bilang dia berpura-pura mencintaiku. Dia bahagia setelah melakukan semua itu terhadapku." Donghae terlihat frustasi, dia minum lagi minumannya.
"Kau harus istirahat hae, aku sudah mengurus semua keperluan kita disini bersama kyu tadi. Besok kita akan kembali ke korea." Donghae menurut. Dia beranjak ke tempat tidurnya dan mencoba untuk tidur. Pengaruh alcohol membuatnya cepat ingin tidur karena kepalanya sangat sakit. Yesung akhirnya keluar dari kamar Donghae dan bertemu Kyuhyun di pintu.
"Apa Donghae hyung sudah tidur? Bagaimana keadaannya?" Tanya kyu khawatir.
"Dia kembali seperti Donghae 4 tahun lalu, sangat menyedikan."
"Dia seperti dipermainkan oleh Takdir. Kenapa dia bisa bertemu dengan Hyukjae noona disini? Malang sekali nasibnya. Baiklah hyung, aku ke kamar dulu."
"Cepat tidur sana, aku harus menelpon seseorang dulu." Setelah kyuhyun pergi, Yesung mengambil ponsel yang ada di sakunya dan mendial salah satu nomor disana.
"Yoboseyo" sapa Yesung setelah panggilannya dijawab.
'Yoboseyo oppa'
"Hai baby, sudah tidur? Apa aku mengganggu?"
'Tidak sama sekali oppa, aku menunggu kau menelpon.'
"Ada yang ingin aku ceritakan kepadamu baby, tentang Donghae dan Hyukjae."
'Hyukjae? Apa…mereka bertemu?'
"Ya mereka bertemu baby, Donghae terlihat frustasi. Aku tidak tega."
'Ini semua karena Hyukjae yang menginginkannya oppa.'
"Aku harus mengatakan yang sebenarnya kepada hyukjae"
'Apa itu jalan yang baik agar mereka bahagia?'
"tentu saja baby, Mereka harus tahu yang sebenarnya."
'Aku percaya padamu oppa, buat Hyukjae bahagia.'
"Aku tahu baby, baiklah aku tutup, Saranghae"
'Nado Saranghae, CEPAT PULANG YESUNG OPPA'

PIIIPPP

Hari masih sangat pagi, jam juga masih menunjukkan angka 8 pagi. Belum saatnya bagi para pekerja untuk beranjak dari rumahnya untuk pergi ke tempat dimana dirinya menyambung hidup. Namun tidak bagi yeoja cantik bernama Lee Hyukjae. Yeoja yang hari ini terlihat sangat manis dengan menggenakan rok pendek warna biru tersebut sedng duduk di sala satu coffee shop untuk menunggu seseorang. Pagi-pagi sekali, Carroline memintanya untuk menemui Yesung karena ada beberapa bahan interview yang kurang. Jadi disinilah dia sekarang, menunggu kedatangan Yesung.

"Apa kau menunggu lama Hyukjae ssi? Aku minta maaf." Hyukjae yang melihat Yesung membungkuk dihadapannya, terkejut dan ikut berdiri sembari membungkuk mengikuti Yesung.
"Tidak juga Yesung ssi, Apa kau ingin memesan sesuatu?"
"Tidak terima kasih,"
"Kalau begitu, kita mulai saja. Bagian mana yang menurut Anda kurang pas?"
"Aku menemuimu bukan karena masalah interview Hyukjae ssi, aku meminta Carroline untuk membantuku agar aku bisa bertemu denganmu."
"Lalu, kenapa Anda ingin bertemu dengan saya?"
"Ini tentang Donghae. Aku mengetahui semua hal tentangmu dan Donghae."
"Apa maksud Anda yesung ssi?"
"Kim Ryewook sahabatmu bukan? Aku adalah kekasihnya. Dia selalu menangis saat dia bercerita tentangmu. Aku ingin menolongnya dengan merahasiakan alasan kepergianmu. Namun di satu sisi, aku adalah sahabat Donghae, yang sangat tahu bagaimana hancurnya Donghae saat kau pergi. Lalu aku harus bagaimana Hyukjae ssi?"
"Donghae, Bagaimana bisa dia hancur saat aku pergi? Seharusnya dia bahagia bersama Kibum"
"Dia sangat mencintaimu Hyukjae ssi. Saat kau pergi, aku dan Donghae mencarimu. Donghae frustasi dan mengabaikan keberadaan Kibum disana yang menunggunya. Donghae hancur, kuliahnya berantakan dan yang dia kerjakan hanya pergi ke bar dan mabuk-mabukan. Kibum yang melihatnya hancur seperti itupun sedih. Dia menyesal telah membuat Donghae jadi seperti itu. Akhirnya Kibum memutuskan untuk membantu mencari dirimu. Namun alhasil dia tidak bisa, akhirya dia frustasi dan bunuh diri. Kibum meninggalkan surat untuk Donghae yang isinya rasa penyesalannya dan memohon pada Donghae agar dia bangkit dan meneruskan cita-citanya. Namun Kibum tidak mengungkapkan bahwa dirinya yang telah mengusirmu dari Korea. Itu lah sebabnya hingga saat ini, Donghae sangat membencimu. Tapi aku tau, di dalam hatinya, dia sangat merindukanmu Hyukjae ssi." Hyukjae mendengar cerita Yesung dengan hati yang sakit. Air matanya tidak bisa lagi dibendung. Dia menangis dihadapan Yesung.
"Bagaimana bisa ini terjadi? Hikz hikz Kibum ah, Donghae hikz hikz" yukjae menangis. Penyesalannya tidak bisa dibendung lagi.
"Aku tahu kau tidak ingin bersama Donghae lagi. Aku hanya ingin menyampaikan itu semua agar kau tahu, bahwa Donghae juga sama tersiksanya sepertimu. Pikirkan baik-baik Hyukjae ssi. Aku pergi" Yesung meninggalkan Hyukjae yang masih terisak dengan penyesalannya.

Hyukjae masih terisak di dalam mobilnya. Dia ingin menemui Donghae dan mengatakan yang sebenarnya bahwa dirinya juga tersiksa. Namun pernyataan Donghae tempo hari membuatnya ragu untuk pergi menemuinya lagi. Perasaannya masih kacau, dan Donghae membencinya. Donghae tidak ingin menemuinya lagi. Tapi Hyukjae harus menemuinya dan mengatakan yang sebenarnya. Hyukjae bimbang dan ragu. Hampir satu jam dia berada di dalam mobilnya dan hanya bisa menangis. Namun tekadnya sudah bulat, dia harus menemui Donghae. Dia jalankan mobilnya menuju hotel dimana Donghae tinggal.

"Excuse me, May I know, where is Mr Lee Donghae's room? He is from Korea Selatan" Hyukjae tergesa-gesa bertanya kepada resepsionis sesampainya dia.
"I'm Sorry, Mr. Lee Donghae already left this hotel for a hour ago."
"He is moving in another hotel?"
"No, He and his team back to Korea this morning."

Hyukjae terkejut mendengarnya. Dia berlari menuju mobilnya dan memacu mobilnya untuk pergi ke Bandara menyusul Donghae. Dia tidak boleh terlambat. Sesampainya di bandara, Hyukjae segera berlari mencari dimana Donghae. Namun dia tidak menemukannya. Dia melihat papan informasi, dan dia sangat terkejut mengetahui bahwa Pesawat tujuan Korea Selatan sudah terbang sekitar sepuluh menit yang lalu. Hyukjae menangis, Hyukjae kecewa kenapa takdir mempermainkan dirinya seperti ini? Hyukjae kecewa. Dia mengambil ponselnya. Dan mengubungi seseorang.
"Junsu yah, aku ingin kembali ke Korea. Bantu aku untuk kembali ke Korea secepatnya Junsu yah. Hikz hikz bantu aku"

Tbc


naaaaaahhhh chapter ini selesai sampai disini. Pendek ya? Mian karena ff yang aku buat per chapter emang sengaja aku buat pendek hehehehehehe
maaf karena lelet update, karena kikyo punya kerjaan yang sangat berat dan menumpuk. Moon maaf juga tidak membalas satu persatu review dari kalian.

Tetep ya kikyo Cuma bisa ngucapin terima kasih banyak yang sudah ngereview FF ini dan ngasih masukan buat kikyo. Terima kasih yang sudah ngefollow, ngefavorite, atau apa saja yg bisa ngasih semangat buat kikyo.

Tetep review ya readers, sarangahaaaaeeee