Tok Tok Tok

"Hm? Ya silahkan masuk"

Helai helai putih muncul di balik pintu. Dengan manik yang hampir berlinangan air mata. Sosok putih itu memanggil

"A-ano.. ichi-nii ah ichigo-sensei.. boleh aku bicara denganmu berdua saja?"

Nakigitsune..

Nama sosok itu

"Ah, semuanya.. tolong kerjakan halaman 13 dan Yamanbagiri.. tolong kumpulkan semua ya"

"Hm"

Seukir senyuman tulus dari sang guru mengakhiri perbincangan mereka.

Derap langkah kaki mereka yang notabene adalah Kakak beradik ini terdengar di seluruh koridor. Mengantar kan mereka ke dalam sebuah ruangan penuh bau obat

Nakigitsune mendaratkan tubuhnya di kasur empuk itu. Sebelum akhirnya ia bicara

"Ichi-nii"

Ichigo tersenyum tulus. Lalu mengelus pucuk kepala adiknya itu

"Hora nakigitsune.. kau bisa cerita padaku"

Ekor mata nakigitsune menatap manik amber milik Ichigo dengan sayu. Lalu ia tersenyum pasrah

"Apakah kau pernah menyukai gurumu sendiri ?"

Ichigo tertegun...

Kemudian ia tersenyum

"Tidak...tapi.. aku menyukai muridku sendiri"

"Lalu bagaimana... Jika itu bertepuk sebelah tangan?"

Alis Ichigo berkedut

"Apa maksudmu?"

Nakigitsune mengambil nafas dalam sebelum ia melanjutkan nya kembali

"Aku menyukai kogi-sensei" ucapnya pelan

Ichigo sweatdrop

"K-kau menyukai siapa tadi?"

"KOGI-SENSEI! AKU MENYUKAI NYA!!"

'gusti nu agung'

Ichigo mencoba untuk tersenyum setelah mentalnya terguncang hebat.

"L-lalu apa yang terjadi padanya?"

"Ia... Menyukai Mikazuki sensei"

Bulir bulir bening membasahi pipi nakigitsune. Dan Ichigo sadar bahwa adiknya terlalu rapuh untuk sebuah rasa bernama CINTA

Tangan putih nan halus milik Ichigo memegang dagu adiknya dengan perlahan

"Kau dapat asumsi itu dari mana?"

"A-aku melihat mereka berjalan bersama"

Ichigo masih tersenyum

"Jika hanya berjalan berdua saja... Kau tidak bisa berpikiran seperti itu Naki"

"T-TAPI! SUDAH JELAS JELAS IA MENYUKAI-"

"Hiduplah dengan mempercayai kata kata itu.. dekati dia.. dan buat dia nyaman selagi masih ada kesempatan" potong Ichigo dengan nada lembut

Nakigitsune tersenyum. Lalu memeluk Ichigo erat. Sebelum akhirnya ia melambai dan masuk kedalam kelas

Kalian tau? Ia sudah bolos 1 jam pelajaran

Disana.. hanya tertinggal Ichigo seorang yang masih tersenyum kecut

"Tsurumaru-dono... Bisakah aku.. menjadi yang terbaik?" Gulam Ichigo pelan

"WOA SENSEIIII!!!!!"

Ichigo terkejut. Yah itu terbukti dengan bahunya yang naik dan bulu kuduknya yang meremang seketika

"Astaga Tsurumaru-dono... Jangan mengagetkanku"

"Hehe gomen gomen sensei"

Tsurumaru memposisikan dirinya di dekat sang sensei. Membuat Ichigo salah tingkah

"Kalian brocon ya?"

Manik amber milik Ichigo mengerjap

Masih mencerna kalimat sang murid

Otak Ichigo langsung bekerja 3x lipat dari biasanya

Kalian : merujuk padaku dan Naki

Brocon : hubungan saling cinta yang tidak normal sesama saudara

Ya? : Artinya ia masih ragu

Hmm.. eh, TUNGGU SEBENTAR!!!

" tidak seperti itu!"

Tsurumaru tergelak di tempat

"Haha aku hanya bercanda sensei. Hora"

Tsurumaru mengulurkan tangannya di hadapan sang sensei.

Reaksi Ichigo? Tepat sekali.

Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan brilian ini

"Tsurumaru-dono.. bukankah aku sudah memberitahukan bahwa kau harus mengerjakan halaman 13 barusan?"

Tsurumaru tersenyum

"Aku permisi ke toilet kok sumpah"

Ichigo pun ikut tersenyum

"A-adakah.. seseorang yang kau sukai?"

Langkah Tsurumaru terhenti.

Ichigo pun terheran heran sendiri. Apakah ia salah bicara?

"Tentu ada"

Manik amber milik Ichigo makin lama makin sayu mendengarnya

"Bo-boleh aku tau siapa?"

Tsurumaru mengadahkan kepala ke atas.

"Masih dalam tahap pengejaran... Jangan beritahu siapa siapa ya.. sensei"

Ichigo mengangguk berharap bahwa namanya lah yang disebut

Tsurumaru berbalik dan tersenyum riang. Senyuman paling indah yang pernah ia tunjukkan

"Yamanbagiri Kunihiro!"

Please Stay with me..

Kelas 10-2

Guru Kogitsunemaru

"JIKA TIDAK PAHAM YA BERTANYA!!"

BRAAAKKKK

Sebuah penggaris kayu menghantam sebuah meja dengan keras

Hening melanda seketika.

Ah, rupanya penyakit kogitsunemaru sensei sedang kumat

"Namazuo.. kerjakan soal didepan"

GLEEKK

Namazuo makin menunduk

'sial.. mati aku'

Alis kogitsunemaru sedikit naik.

"ADA APA? CEPAT KERJAKAN!"

Surai gelap milik Namazuo Toushirou itu mengalun lembut di terpa angin ghaib tak kasat mata

"Sensei... Bisakah kau menerangkannya sekali lagi? Aku akan mengampuni dosa mu"

Dengan nada lembut dan sebuah cahaya ilahi yang menerpanya. Namazuo berkata dengan tidak masuk akalnya pada kogitsunemaru

"BILANG SEKALI LAGI AKAN KU JEMUR KAU DI LAPANGAN!!!"

"MA-MAAF SENSEIIII HUWAAA!!!!"

"Eum.. sensei"

Manik tajam bak silet milik kogitsunemaru menatap sosok putih yang hampir mirip dengannya

"Aku akan menggantikan saudaraku"

"Hoo.. bagus.. silahkan nakigitsune"

Perlahan demi perlahan derap kaki nakigitsune terdengar samar didengar

Yaah ia memang tidak mengerti. Namun ia akan mencoba

"Selesai"

Sebuah senyuman merekah di wajah kogitsunemaru. Ia puas dengan muridnya ini

Sebuah tepukan kepala mendarat di Surai putih nakigitsune

"Arigatou..."

Senyuman indah di tujukan untuk nakigitsune. Membuat kedua belah pipinya memerah

"U-untuk apa be-berterima kasih?"

Kogitsunemaru makin mendekatkan wajahnya pada nakigitsune. Membuat sang murid salah tingkah

"Karena telah mengerti pelajaranku.. saa waktunya istirahat"

'astaga... Kogi-sensei!!'

*Please Stay with me..

Ichigo berlari kecil dengan membawa setumpuk kertas di pelukannya

"Waa aku bisa terlambat" gumamnya pelan

Ia berlari

Terus berlari..

Sampai pemandangan menyakitkan dilihat nya dengan mata kepalanya sendiri

Tsurumaru Kuninaga

Bersama

Yamanbagiri Kunihiro

Cintaku - kau lukai aku

Kau hancurkan hatiku

Cintaku tidakkah kau lihat

Kembalikanlah, kembalikanlah

Jangan bawa pergi dariku

Karna kau tak tahu, betapa berartinya bagiku (Ichigo Ver)

Ichigo berdiri mematung disana. Tak lagi bisa berkata apa apa. Canda tawa mereka terlihat sangat mesra. Melewati kuadrat sebagai seorang teman

Yamanbagiri...

Dan Tsurumaru

Terlihat cocok bila bersanding. Dibandingkan dirinya

Hanya seorang guru yang tidak memiliki keistimewaan apapun

"Yamanbagiri... Kau cantik"

Rona merah menghiasi wajah Yamanbagiri. Lalu perempatan muncul di sudut dahinya

"HA?!"

Cintaku.. kumohon jadikan aku bintang dihatimu

aku disini.. menyukaimu

Mencintai mu sepanjang waktu (Tsurumaru Ver)

"Hoho.. ternyata kau disini.. Yamanbagiri"

Sebuah suara menyenangkan terdengar di samping pintu. Membuat ketiga orang itu menoleh

"Mikazuki-sensei!. Ah ini jasmu.. terimakasih"

Yamanbagiri mendekatkan dirinya pada Mikazuki. Tangan kanan nya kini terulur memberikan sebuah jas casual pada Mikazuki

"Ah ya.. sama sama"

Sedangkan Tsurumaru dan Ichigo masih mematung namun berbeda tempat

Cintaku, jangan tinggalkan aku

Kau tlah curi cintaku, dan kini kini kumohon jangan telantarkan aku

Cintaku, tidakkah kau lihat

Kembalikanlah, kembalikanlah

Jangan bawa dia pergi dariku

Karna kau tak tahu, betapa berartinya sang pirang bagiku(Tsurumaru Ver)

"Kau ... Tsurumaru Kuninaga kan?"

Manik milik Tsurumaru mengerjap beberapa kali

"A-ah ya sensei?"

Mikazuki tersenyum tidak. Tepatnya menyeringai

Dan bodohnya.. Tsurumaru tidak mengetahui hal itu

"Ada seseorang di luar sana... Yang menunggumu"

Kembalilah - cepatlah kembali

Jangan bawa pergi dariku

Karna kau tak tahu, betapa berartinya bagiku (Ichigo Ver)

Tsurumaru mengangguk lalu menggandeng tangan halus milik sang pirang

"Kalau begitu sensei.. kami permisi dulu"

Tangan sang pirang ditarik keluar setelah sebelumnya menunduk hormat pada sang guru

"Hei..."

"Kita belum mengumpulkan tugas Yamanbagiri... Ichigo-sensei bisa menghukum kita nantinya"

Ah, benar... Ia lupa

Mikazuki menyeringai tajam saat kedua insan itu tiada lagi di hadapannya

Menghilang dalam kelokan koridor

"Aku tau kau disana ... Ichigo Hitofuri-san" ucapnya selembut angin pagi

"A-ah!"

Kertas yang di peluk oleh Ichigo jatuh dan berserakan di lantai

Sepertinya ia baru sadar dari lamunannya

Mikazuki beranjak dari tempatnya. Berniat membantu Ichigo

"Jangan khawatir.. ia tidak akan meninggalkan dirimu"

"Eh?" Manik amber milik Ichigo mengerjap beberapa kali

".. berjuanglah"

Seukir senyum berjuta pesona ditujukan untuk Ichigo. Lalu sang rembulan melangkah meninggalkan nya seorang diri

Ichigo tersenyum mengingat kata kata nya kembali

"Hiduplah dengan mempercayai kata kata itu.. dekati dia.. dan buat dia nyaman selagi masih ada kesempatan"

Ichigo tersenyum. Kemudian berjalan menuju sebuah ruangan penuh tumpukan kertas dan beberapa dokumen penting

"Aku ini profesional"

*Please Stay with me.."

Drrttttt drrtttt

Ponsel milik kogitsunemaru berdering di dalam sakunya. Membuatnya berdecih dan mengumpat

"Orang gila mana yang menelpon ?"

Dengan berbagai sumpah serapah.. kogitsunemaru mulai mengangkat telponnya

"Moshi Moshi? Kogitsunemaru desu"

"Yo pak tua"

"Ada apa? dan tolong..

aku ini masih muda"

"Aku telah menemukan pembunuh

Bayaran yang cocok untuk tugas ini"

Kogitsunemaru menyeringai puas

"Ohh?... Siapa.. namanya?"

"Oodenta...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Oodenta Mitsuyo"

0000000000000000000000

Bacotan author :v

Mbah kogi siap siap ae kena bully lagi :'v

Btw tinggalkan jejak kehidupan ok? :V

Jangan lupa review please :v

Jan jadi silent reader *poppay eyes*

Tinggalkan jejak kalian :v

note :

kalau biasanya guru jepang memakai kata "san"

disini ichigo manggil muridnya dengan sebutan dono

kenapa?

karena yaa kalau make san.. berasa bukan ichigo aja /Alasan macam apa ini?!