Balas Review! :D
BlueAhoge: Yah, begitulah! ^^a Bagiku sih biasa, soalnya ya... Ah, sudahlah! *plak!* Baiklah, terima kasih Review-nya! :D
Bigfoot the 2nd: Entar itu jadi rahasia aja! :V *dibekuin Icy.* Okay, Thanks for Review! :D
Happy Reading! :D
Malam Minggu Fery: Sabotase Listrik di Asrama
Malam ini Fery lagi sibuk memandangi laptop-nya dengan tampang jumawa karena asik main game online di laptop-nya dengan bantuan wi-fi HP-nya. (Note: Sebenernya gue sering pake cara ini, tapi nggak sampe dipake buat main game online sih! Mentok-mentok cuma bisa main EBF 4 di FB atau desain karakter di Rinmaru! Abisnya kagak punya modem sih, kalau mau minjem punya abang juga kagak bakalan boleh! *plak!* *malah bongkar aib sendiri!*)
Ketika lagi asik-asiknya, tiba-tiba layar laptop-nya meredup dan mati.
"Yah, baterainya habis..." keluh Fery sambil mengeluarkan sebuah charger khusus laptop dan pergi ke ruang tengah asrama untuk numpang men-charger.
Tapi setelah sampai di sana, Fery langsung kecewa karena ternyata stopkontak di tempat itu sudah penuh oleh charger khusus HP.
"Wah, maaf banget Fer! Colokannya udah pada dipake semua! Mending lu nungguin aja, paling juga setengah jam selesai!" ujar Brahman si cowok Battle Monk ketika ditanyakan soal hal itu.
Anak itu pun kecewa berat mendengarnya dan pergi dari situ. Entah kenapa, iblis di otaknya berbisik agar mematikan sumber listrik asrama. Fery pun diam-diam pergi ke ruang pengaturan sumber listrik asrama.
Sesampainya di sana, anak itu mengendap-endap karena takut ada yang melihat. Tapi dia bersyukur karena tak ada yang menjaga ruangan itu dan segera masuk ke dalam. Fery pun mencari tombol pengaturan listrik dan menemukannya di dalam sebuah kotak yang tergantung di dinding. Kemudian, dia membuka kotak itu dan mendapati beberapa tombol di sana.
Ketika salah satu tombol itu ditekan olehnya, satu asrama pun langsung padam semua dan sukses membuat panik sebagian penghuni di dalamnya.
"WOY, SIAPA YANG ISENG MATIIN LISTRIK DI SINI?! LAPTOP GUE JADI MATI, KAN?!"
"KAGAK CUMA DI SITU DOANG KALE, DHAM! NOH, LIAT AJA SEKELILING LU!"
"BERISIK LU, LUTHFI!"
"GUE CUMA NGASIH TAU, KENAPA LU SEWOT?!"
"WAAAAAA, GELAP GELAP! ALEXIA, KENAPA GELAP?! GALAUKU JADI NAMBAH! HUWAAAAAA!"
"APA HUBUNGANNYA GELAP SAMA GALAU?!"
"WOY, GUE PENGEN KARAOKEAN KENAPA LISTRIKNYA DIMATIIN?!"
"GUE JUGA KAGAK TAU, ICY! TANYA SENDIRI SAMA PEMBINANYA! AAAAAAAAAARGH! KENAPA DI SAAT WAR PENTING MALAH MATI LAMPU BEGINI?!"
BLETAK!
"BERISIK LU, EMY BEGO! GUE PENGEN MEDITASI LU MALAH TERIAK-TERIAK!"
"THUN-KUN JAHAT!"
"WOY, INI YANG MATIIN LISTRIK KAGAK KASIHAN SAMA GUE APA?! LAGI MANDI PAKE SHOWER MALAH PADAM BEGINI! MATA GUE PEDIH KELILIPAN SHAMPO, NIH!"
"GREEN, NGAPAIN KAMU MANDI MALEM-MALEM?!"
"GERAH TAU, SU-NII! MAKANYA ITU PENGEN MANDI JAM SEGINI!"
"GELAP BANGET! MANA GUE LAGI NYARI VINOURA-PYON KAGAK KETEMU JUGA! YANG MATIIN LISTRIK DI SINI KAGAK PUNYA OTAK BANGET, DAH!"
"OY, GIRO! ITU BIOLA ATAU GEBETAN?! KENAPA NAMANYA 'EPIC' BANGET?!" (Note: Vinoura itu nama biola kesayangan Giro!)
"DIEM LU, LANCE-PYON!"
"DEMI DEWA, INI PASTI ULAH TAPASHA!"
DUAK!
"BERISIK! KEBANYAKAN NONTON UTTARAN LU, ANKO UZAI!"
"NORGE KEJAM!"
"ALAMAKJANG BEBEK NUNGGING (?), SIAPA YANG MATIIN LISTRIK DI SINI?!"
"JANGAN TANYA GUE, AISU-KUN! GUE JUGA KAGAK TAU!"
"FIN-NII, AISU-NII, KALIAN DIMANA?! AKU TAKUT, NIH!"
"ENTAR DULU, FAROE-CHAN! GUE LAGI NYARI SENTER, NIH!"
SYUUUUNG!
"AAH! OOH! EEE! AAH! OH! OOH! EEE! OOH! AAH!"
GUBRAK!
Oke, sepertinya bagian terakhir itu berasal dari seseorang yang jatuh dari tangga!
SRIIIING!
Emil menyalakan sebuah lampu senter dan membuat terang sebagian kamar pembina.
"Sekarang kita cari tau siapa yang matiin listrik di sini! Ada ide?" tanya Emil.
"Kenapa kita nggak cek aja sumber listrik asrama? Pasti ada yang tekan tombol di situ!" usul Tino yang lagi ngumpet di bawah kaki meja.
"Setubuh, eh, setuju!" timpal Luthfi yang berada di dekat lemari.
"Iya aja, deh! Daripada entar nabrak tembok!" seru Giro yang lagi meluk lampu hias di ujung ruangan.
"Ya udah, siapa yang mau ikut?" tanya Emil lagi.
"Gue ikut!" kata Lukas.
"Gue juga!" sambung Mathias.
"Jangan lupain gue, lha!" ujar Lance yang tak rela ditinggal.
Alhasil, keempat guru itu pun langsung pergi ke tempat pengaturan sumber listrik asrama dengan bantuan lampu senter untuk penerangan sementara.
Tapi di tengah jalan, Lukas tak sengaja menginjak seseorang yang tergeletak di depan tangga. Begitu Emil menyorotkan senternya ke arah sosok itu, mereka berempat langsung shock karena sangat mengenalinya.
"Dia kan-"
Sementara itu...
"Gue heran deh, kenapa ada yang senekat itu sabotase listrik di sini coba?" gumam Thundy sambil menyalakan lilin.
"Entah, gue juga bingung dengan hal itu..." timpal Icilcy sambil mengipasi dirinya karena kepanasan.
"Panas, nih! Mending buka baju aja deh!" celetuk Elemy sambil melepaskan jaket yang dipakainya.
"HADOH, YA TUHAN! JANGAN BUKA BAJU DI SINI, WOY! LU KAN CEWEK SENDIRI, EMY!" jerit Icilcy.
"EMY BEGO, PAKE LAGI KAGAK TUH JAKET?!" bentak Thundy kagak nyelow.
Maklum, orang Elemy cuma pake kaos tanpa lengan di balik jaketnya.
Kriiieet!
"Lu pada kenapa, sih?" tanya Alexia yang membuka pintu kamar sambil membawa senter.
"Oh, lu toh? Ngapain ke sini?" tanya Thundy bingung.
"Abisnya gerah, makanya gue jalan-jalan buat ngadem! Lagian juga capek ngurusin abang gue mulu, bawaannya galau terus!" jelas Alexia datar.
Ketiga Mage itu pun hanya ber-'oh' ria mendengarnya.
"Moncong-moncong, main apaan kek biar kagak bosen..." ajak Elemy yang sudah memakai kembali jaketnya dan tiga cowok itu pun mengangguk setuju.
Di ruang pengaturan listrik asrama...
"Siapa coba yang iseng sabotase listrik di sini?" tanya Lance saat mengutak-atik tombol pengaturan, kemudian menekan sebuah tombol untuk menyalakan listrik.
Alhasil, asrama pun kembali menyala.
"HULAWA HUMBA, AKHIRNYA NYALA JUGA!" koor keempat guru di ruangan itu sambil sujud syukur.
"Eh, moncong-moncong, mau jenguk dia di rumah sakit?" tanya Mathias mengingatkan mereka kepada seseorang.
"Oh iya, sekarang gimana kondisinya ya?" ujar Lukas sambil facepalm.
"Langsung ke sana aja, yuk!" ajak Emil dan ketiga kawannya pun setuju, kemudian mereka pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Di sisi lain...
"Biarlah cuma sebentar, yang penting gue sukses bikin panik satu asrama!" ujar Fery sambil men-charger laptop-nya di ruang tengah asrama.
"Oy, Fer! Tadi lu ngomong apa barusan?"
Ketika anak itu menengok ke belakang, rupanya ada beberapa orang yang memandanginya dengan aura mengerikan di tubuh mereka.
'Mampus, bakalan di-'introspeksi' gue!' batin Fery panik.
Kita kembali ke Thundy cs!
"Akhirnya gue bisa lanjutin karaoke!" seru Icilcy senang sambil menyiapkan peralatan karaoke-nya kembali setelah sempat dihentikan akibat pemadaman listrik barusan.
"Demen amat lu karaokean!" ujar Alexia sweatdrop.
"Yah, maklumi aja..." timpal Elemy ikutan sweatdrop.
Thundy sibuk melihat-lihat koleksi CD 'kakak angkat'-nya. Icilcy yang melihat cowok berambut biru itu memperhatikan koleksi CD-nya pun bertanya, "Lu juga mau nyoba, Thun?"
"Errr, ya udah dah! Lumayan lah, daripada lumanyun!" balas Thundy tak enak hati.
"Mending gue lanjutin misi, ah!" ujar Elemy sambil membuka kembali laptop-nya dan pasang headset agar tidak terganggu oleh suara karaokean Icilcy.
"Boleh ngeliat?" tanya Alexia.
"Kenapa nggak?" balas Elemy ramah.
Dan suasana di asrama pun kembali 'damai' seperti biasanya.
Omake:
"Fer, lu tuh kalau ngambek jangan pake acara sabotase listrik asrama juga, dong! Bikin satu asrama panik, tau nggak?" nasihat Ikyo saat mengunjungi Fery yang baru saja selesai di-'introspeksi' sama beberapa penghuni asrama di kamarnya.
"Iye, iye, maaf..." balas Fery pasrah.
BRAK!
Tiada angin, tiada hujan, dan juga tiada acara Valkyrie Tank goyang itik (?) (Lance: "Sejak kapan Valkyrie Tank bisa goyang itik?" *sweatdrop.*), tiba-tiba ada yang mendobrak pintu kamar. Rupanya orang yang mendobrak pintu barusan adalah Alpha.
"Lu ngapain dobrak pintu kamar gue, hah?!" tanya Fery sewot.
"Tenanglah, Fer..." kata Ikyo yang berusaha menenangkan Fery. "Moncong-moncong, Alpha, memangnya ada kejadian apaan sampe segitu paniknya?"
"Ga-gawat, hosh, Te-Teiron, hosh, ke-kecelakaan, hosh, sekarang, lagi, hosh, dibawa ke, rumah sakit..." jawab Alpha ngos-ngosan.
"HAH?! TEIRON KECELAKAAN?!" pekik Fery dan Ikyo panik.
Omake End!
OC of the Day:
Fery Kyoussuqqe
Umur: 17
Tanggal lahir: 8 April
Zodiak: Aries
Warna rambut/mata: merah/merah
Hero: Dragon Slayer
Kelas: Melee
Fakta unik: (Aku bingung harus nulis apa, jadi silakan tebak sendiri! *digaplok yang bersangkutan.*)
Mungkin kalau Bigfoot baca ini, dia pasti bakalan ngomel-ngomel karena gue pake namanya sebagai OC yang satu ini! Abisnya mau gimana lagi, dia kan pernah libatin OC gue juga di fic-nya! :V *nggak segitunya juga, kale!*
Yah, silakan komentar sendiri kalau kalian mau! ^^/
Review! :D
