"Hell Boys and Heaven Girl"
Disclaimer: Saya bukan pemilik Naruto, Naruto masih jadi milik 'Masashi Kishimoto'.
Rated: T 'aman untuk dikonsumsi'
Pairing: SasuSaku dan empat pairing di lainnya.
Genre: Kali iniRomance and Friendship.
Warning: OOC, AU, Miss Typo(s), abal, gaje, alur kacau.
Chapter 10:
Sakura memandang keluar balkon kamarnya dilantai dua. Sakura melihat para Swart Guardia berjaga dengan ketat disekitar gerbang pintu rumahnya. Membuat Sakura kesal, bagaimana dia bisa kabur ke tempat teman-temannya kalau begini. Tadi siang setelah acara reuni SMA orang tuanya Sakura diminta bertemu dengan anggota Hell Boys di taman didekat Mansion keluarganya. Tapi kalau penjagaanya seketat ini bagaimana dia bisa pergi kesana.
"Ck, sepertinya Kaa-san dan Tou-san mengetahui rencana kami." Kata Sakura kesal memandang penjaga-penjaga itu.
"Wah.. Wah.. Kenapa wajah adikku yang biasanya manis jadi merengut begitu?" Sebuah suara berat mengkagetkan Sakura. Sakura membalikkan badannya dan begitu kagetnya dia melihat Gaara berdiri didepan pintu kamarnya.
"Aniki, sejak kapan Aniki disana?" Tanya Sakura dengan suara kaget.
"Sejak kamu bilang soal rencana. Kamu mau melarikan diri lagi Saku-Chan," Gaara mendekati Sakura dan memandangnya tepat di manik mata, membuat Sakura gelagapan karena rencana kaburnya ketahuan oleh kakaknya.
'Bagus... Kacau sudah rencana melarikan diriku.' Batin Sakura kesal.
"Mukamu jangan bertambah muram begitu Sakura. Aniki tidak akan bilang rencanamu kepada kaa-san dan tou-san kok, malahan aniki akan membantumu." Gaara memperlihatkan senyumnya yang jarang sekali dia perlihatkan kepada orang lain kecuali keluarganya.
Sakura memandang Gaara dengan tatapan tidak percaya.
"Anggap saja ini untuk membayar kesalahan yang pernah Aniki buat soal kematian Matsuri," kata Gaara seolah mengerti kekagetan Sakura.
"Arigatou aniki," kata Sakura sambil memeluk Gaara dengan erat. Gaara yang dipeluk hanya memukul pelan bahu Sakura.
"Ayo, teman-temanmu sudah menunggu kan." Gaara menarik Sakura keluar kamar.
oOo
SAKURA POV
Aku melangkahkan kaki masuk ke kamar kosong yang dulunya ada kamar Aniki. Rasa bingung mulai mejalar di otakku, untuk apa Aniki membawaku ke kamarnya. Gaara Nii-chan berjalan ke perapian tua yang ada disudut ruangan, memang keluarga Akasuna salah satu keluarga paling kaya di Suna. Tapi tetap saja rumah mereka masih menggunakan model rumah kuno. Kalau menurut silsilah rumah ini udah berdiri lebih dari 200 tahun dan Tou-san nya adalah generasi ke 5 yang mewarisi rumah ini.
"Aniki kenapa kita malah ke kamar ini?" Tanyaku bingung.
"Karena dikamar ini ada jalan rahasia yang menghungkan rumah ini dengan taman tempat teman-temanmu menunggu," Kata Gaara sambil meraba tembok didalam perapian seperti mencari sesuatu.
"Ini dia," Gaara menekan salah satu tembok bata yang ada didalam perapian dan tiba-tiba rak buku yang ada di ruangan itu bergeser dan meperlihatkan sebuah lorong gelap didalamnya.
"A-apa ini? Jalan rahasia?" Kataku kaget.
"Ini pintu keluar darurat yang dibangun para leluhur kita untuk mengamakan keluarga Akasuna apabila diserang musuh. Pada zaman edo keluarga Akasuna merupakan keluarga paling terpandang di Suna. Jadi banyak sekali orang yang mengincar nyawa keluarga Akasuna. Makanya para leluhur membuat jalan rahasia untuk menyelamatkan kita." Gaara menjelaskan sejarah jalan itu dengan singkat.
"Aniki tahu jalan ini dari mana?" tanyaku pendek.
"Dulu tidak sengaja aku terjatuh kedalam perampian dan menekan salah satu temboknya. Dan aku menemukan jalan ini, dulu kadang kalau aku bosan di kamar aku selalu kabur lewat jalan ini. Dan jalan ini tepat berhubungan dengan taman," Kata Gaara sambil menyalahkan salah satu obor yang terdapat di sebelah kanan tembok.
"Apa tidak apa-apa aniki kita kabur lewat sini. Tou-san pasti tahu kita pakai jalan ini," kataku dengan tidak yakin.
"Sepertinya begitu, makanya kita harus cepat sebelum Tou-san menyadari kamu menghilang dari kamar, dan aku yakin Tou-san pasti langsung menebak Aniki yang membantu kamu lari." Gaara menarik tangan ku sehingga kamu masuk ke dalam lorong itu. lorong itu kembali tertutup rak buku dan yang menjadi penerangan sekarang adalah obor yang dipegang oleh aniki.
"Ayo," aniki berjalan duluan meninggalkannku yang masih memperhatikan desain lorong tua ini. Aku mengejar aniki dan mensejajarkan langkahku dengan langkahnya. Kami berjalan dalam diam walau karena aniki tipe orang yang banyak bicara seperti si bodoh hyperaktif hell boys, Naruto. Sifat nya yang tenang ini jadi mengingatkan ku pada Sasuke.
Tanpa sadar aku jadi membayangkan Sasuke dari awal pertemuan kami di greenhouse sampai malam kami berpisah ditaman, tanpa sadar aku meraba bibir ku saat teringat kejadian ditaman itu. Dan sepertinya aniki memperhatikan tingkahku.
"Kau sedang memikirkan siapa Saku-chan?" tanya aniki sambil memandangku.
"Tidak memikirkan siapa-siapa aniki," jawabku yang tentu saja bohong. Bagaimana mungkin aku mengakui kalau aku sedang memikirkan Sasuke, sampai dunia kiamat juga aku tidak akan mengakuinya.
"Kau tahu Saku-chan, kamu tidak pandai berbohong didepanku," aniki mengeluarkan smirknya membuatku cemberut melihatnya. Apa karena kami kakak adik makanya aku tidak bisa berbohong kepadanya.
"Kalau begitu tanpa aku beritahu juga, aku yakin aniki tahu siapa orang yang sedang aku pikirkan."
"Tentu saja, pemuda berambut biru dongker pemimpin Hell Boys kan." aniki sepertinya sengaja tidak menyebutkan namanya untuk melihat ekspresiku.
"Bagus kalau aniki sudah tahu," kataku cuek dan berjalan cepat meninggalkannya padahal aniki yang tahu jalan lorong ini.
oOo
AUTHOR POV
Gaara melihat Sakura yang berjalan cepat meninggalkannya, dia berani bertaruh kalau wajah Sakura sekarang dihiasi rona merah. Membuat Gaara ingin tertawa, tapi ditahannya karena dia tahu kalau membuat adikknya marah itu artinya dia sudah harus siap menahan pukulan adiknya yang setara dengan kekuatan raksasa.
"Saku-chan kamu mau kemana? Itu bukan jalan ke taman." Kata Gaara saat melihat Sakura hampir berbelok ke lorong yang salah dan berlari mendekati adiknya.
Gaara menarik adiknya kembali ke lorong yang benar dan mereka berjalan dalam diam kembali.
"Jadi, apa yang disukai adikku dari pria Uchiha yang katanya sombong dan tidak berperasaan itu." Gaara memulai membuka pembicaraan kembali.
"Dia itu sombong menyebalkan, sok cool, sok berkuasa, tapi bisa bersikap menjadi bukan seperti dirinya yang biasanya apabila sudah menyangkut orang terdekatnya." Sakura tersenyum dibagian akhir penjelasannya membuat Gaara sedikit tersenyum melihatnya.
Sepertinya adiknya entah sadar apa tidak sudah jatuh cinta dengan pemuda Uchiha itu, dan menurut Gaara Sasuke juga pasti juga mencintai Sakura. Sepertinya dia tidak akan menyesal menolong Sakura untuk kabur dari rumah sekarang.
"Itu pintu yang menghubungkan dengan ruang bawah tanah di bawah Pohon Sakura tua yang ada ditaman." Mendengar apa yang dikatakan oleh Gaara, Sakura berlari dulu menuju pintu itu dan membukanya. Agak susah karena pintu itu berkarat akibat jarang digunakan tapi Sakura bisa membukanya hanya dengan sekali sentakkan membuat Gaara kaget melihatnya.
"Aniki terima kasih bantuannya, aniki antar aku sampai sini saja." Kata Sakura menghalangi anikinya masuk ke ruang bawah tanah itu. Sebelum Gaara bisa menjawab Sakura sudah menutup intu ruangan itu dan menahannya dengan besi bekas yang ada disana sehingga membuat Gaara tidak dapat membukanya.
Sakura tidak mau kalau tou-san nya tahu kalau Gaara ikut terlibat dalam rencana kabur nya dari rumah karena akhirnya setelah sekian lama Gaara pergi dari rumah dia kembali dan Sakura tidak mau membuat tou-sannya murka kepada Gaara cukup dia saja yang dimarahai soal ini. Karena perjodohan ini adalah masalahnya dan dia yang harus menyelesaikannya sendiri tanpa bantuan dari keluarga Akasuna dan itu termasuk kakaknya sendiri.
at Park
Hell Boys dan anggota Heaven Girl minus Sakura menunggu didekat pohon Sakura tu yang kata orang Suna, pohon yang sangat keramat tapi juga punya mitos kalau orang yang menyatakan cinta dibawah pohon itu bakal menikah dikemudian hari.
"Sakura dimana sih?" Ino mulai kesal karena lama menunggu.
"Sabar Ino-chan, kita juga tidak tahu apa Sakura bisa kabur dari penjagaan yang ketat seperti itu." Kata Temari menenangkan Ino.
Temari mengalihkan pandangannya kepada anggota Hell Boys yang sedang berbicara dengan seorang pilot helikopter. Temari tidak kaget bagaimana anggota Hell Boys bisa membuat Helipad darurat ditaman ini tanpa sepengetahuan orang-orang Suna.
"Sakura sudah datang?" Sasuke berjalan ke arah anggota Heaven Girl.
"Jawabanya masih sama seperti 5 menit yang lalu kau bertanya Sasuke." Jawab Tenten kesal karena dari 5 menit sebelumnya dan sebelumnya Sasuke bertanya hal yang sama.
"Hahahaha... Teme kamu khawatir sama Sakura yah?" ejek Naruto sambil merangkul Sasuke. Sasuke yang mendengar pejekkan mengeluarkan deathglare terbaikknya walau Sasuke tahu tidak aakn mempan untuk Naruto yang kelewatan baka.
'SRRRK'
Suarah aneh mulai terdengar membuat seluruhnya mulai waspada dengan bahaya yang akan datang. Mereka tetap waspada sampai melihat seseorang berambut pink meloncat dari pohon Sakura. Sasuke yang melihat orang itu mengarah ke arahnya segera mengelak, sedangkan Naruto sepertinya terlamabat menyadari orang itu memilih tempat nya berdiri sebagai tempat pendaratan.
'DHUAK'
Naruto terjatuh ke tanah dengan posisi tengkurap dan di atas nya orang yang menimpahnya menjadikan punggungnya sebagai dudukkan pendaratan.
"Sa-sakura... menyingkir dari punggungku kamu berat." Naruto mencoba mendorong Sakura dari punggungnya.
"KAMU BILANG AKU APA TADI NARUTO," Sakura memandang Naruto dengan kesal, Naruto yang dipandang begitu ciut juga nyalinya. Siapa yang tidak tahu kekuatan Sakura yang mengerikan itu.
"Jidat kau dari mana saja?" Sasuke bertanya dengan nada datar.
"Kau pikir gampang apa kabur dari Swart Guardian, untung saja ada Gaara nii-chan yang menolongku kabur." Kata Sakura sambil berdiri dari punggung Naruto karena Naruto sudah mulai kehabisan nafas.
"Naruto-kun kau baik-baik saja?" Tanya Hinata kasihan melihat Naruto.
Temari, Ino, dan Tenten yang mendengar itu segera menarik Hinata jauh dari Naruto. Cukup ketua mereka saja yang mulai jatuh cinta dengan ketua Hell Boys jangan sampai anggota lainnya juga karena kalau mereka semua jadian kalau mereka bertemu bukannya ribut malah jadi pacaran.
"Jadi kita bisa pergi sekarang?" Tanya Sakura tanpa basa-basi kepada Sasuke.
"Sebenarnya kita sudah bisa pergi dari 20 menit yang lalu kalau bukan karena seseorang yang terlambat." Sasuke berjalan ke arah Helikopter bersama anggota Hell Boys yang lain kecuali Naruto yang diseret oleh Shikamaru karena belum bisa berdiri.
"Ck, dasar ayam memnyebalkan." Kata Sakura kesal.
"Sudahlah Sakura kau bisa berkelahi dengan nya kalau masalah perjodohanmu beres." Kata Temari sambil berjalan ke arah helikopter. Sakura berjalan paling belakang sambil melamun dan tanpa sadar sebuah tali mengikat badannya.
"A-apa ini?" Sakura memberontak dari ikatan tali itu tapi bukannya lepas tali itu semakin mengikat kuat badannya. Sasuke yang mendengar suara Sakura mengalihkan pandangannya ke belakang bersama anggota yang lain dan betapa terkejutnya mereka melihat Sakura terikat tali yang sepertinya sangat elastis tersebut.
"Sakura!" Seru mereka sambil berusaha melepaskan tali dari Sakura.
"Percuma kalian berusaha membuka ikatan itu. Yang ada kalian yang akan terikat juga." Sebuah suara mengalihkan pandangan mereka dan tali-tali mulai mengikat bdan mereka kecuali badan Temari.
"Ck apa-apaan ini?" decak mereka bersamaan.
"Temari tolong lepaskan kami," Ino yang berdiri di samping Temari.
"KANKUROU.. AKU TAHU INI PASTI ULAHMU, KELUAR KAU DAN LEPASKAN MEREKA SEMUA." Temari berteriak sambil melihat sekelilingnya.
"Kalau aku tidak mau kau mau apa Temari nee-chan?" suara itu membuat Temari kehilangan kesabarannya dan dengan instingnya dia menuju sebuah pohon dan mematahkan nya dengan sekali tendangan dan seorang laki-laki berjaket hitam meloncat dari pohon yang tumbang itu.
"Insects found," kata Temari sambil menatap tajam orang itu.
oOo To Be Continued oOo
Hai2 Rin kembali..XD
Gomen baru lanjut ceritanya sekarang soalnya kemaren sibuk UAN, pas selesai UAN malah ketagihan main RP di Twitter jadi ceritanya terbengkalai. Gomen kalau chapter kali ini sedikit soalnya lagi nggak ada ide..:( Tapi Rin tetap akan melanjutkan cerita ini sampai akhir jadi mohon kritik nya soalnya udah lama nggak nulis. Akhir kata untuk para Authors and Readers 'PLEASE REVIEW'. ^^
