Chapter nine : Baekhyun's long time crush.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

" Sudah tidur ?"

" ..."

" Jangan terlalu khawatir. Sehun pasti akan baik-baik saja."

" ..."

" Lu Han hyung pasti menjaganya dengan baik."

" Yeol, aku ingin tidur."

Kedengaran desahan lolos memenuhi kamar di mana Beagle Line itu berkumpul. Jongdae sudah lama tidur dengan posisi menelentangnya. Sementara Chanyeol dan Baekhyun masih betah dengan mata terbuka mereka.

Chanyeol melirik ke sisi kanannya, yah memandangkan ia berada di perantaraan Jongdae dan juga Baekhyun. Sosok temannya itu menghadap ke dinding kamar.

" Baek, aku tau perasaan mu untuk Sehun. Tapi, kita tidak bisa memaksa perasaan seseorang kan ?"

" ..."

" Sehunnie sudah menetapkan hatinya untuk Lu Han hyung. Kita hanya mampu mendukungnya. Kau mengerti maksudku kan ?"

" Yeol, kau tidak akan pernah mengerti. Perasaan yang aku punyai ini, sudah lama terkubur. Tak ada siapa yang bisa mengerti." Ucapan itu begitu lirih dan Chanyeol berbohong jika dia tidak merasakan nada terluka dalam suara temannya itu.

Ayolah, mereka sudah berteman dekat semenjak trainee lagi. Segala sikap baik maupun buruk milik Baekhyun sudah ia hapal luar dan dalam. Termasuklah perasaan lelaki itu untuk Sehun.

Buat sekian kalinya, desahan lolos lagi. Perlahan ia bangun dan mematikan lampu kamar sebelum kembali baring di atas kasurnya.

" Selamat malam, Baek."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bunyi burung berkicauan seolah menjadi musik latar belakang untuk kedua sosok yang masih betah tidur saling berpelukan itu. Sosok sang lelaki memeluk sang gadis dengan pelukan posesif, melindunginya daripada sebarang perkara yang bisa menyakitinya. Cahaya sang suria yang menembus masuk melalui celah langsir yang lupa ditutup semalam terkena langsung ke wajah cantik sang gadis, membuatkan dia harus mengerinyitkan wajahnya petanda cahaya itu membuat dia sedikit tidak senang.

Sosok sang gadis perlahan membuka matanya, mencoba untuk membiasakan suasana sekelilingnya sebelum matanya bisa beradaptasi dengan sepenuhnya. Begitu matanya terbuka, senyuman halus menghiasi bibirnya.

Sosok itu - Sehun - makin menyamankan kedudukannya dalam pelukan sang lelaki - Lu Han - merasakan pelukan itu bisa membuatkan dia terasa dilindungi dari apa-apa pun.

Sehun mendesah lega saat mendengar detakan jantung Lu Han yang berdetak dengan normal. Detakan ini membuatkan dia yakin, Lu Han akan tetap ada di sisi nya. Melindunginya.

" Selamat pagi, sayang."

Suara dalam itu menyapanya saat ia mendongak. Lu Han tersenyum hangat sembari sebelah tangannya mengusap surainya pelan dan sebelah lagi membawanya semakin erat dalam pelukan.

" Selamat pagi, hyung." Ucap Sehun pelan.

Cupp

Sehun merona saat mendapat kecupan lembut di dahinya. Lu Han kembali membungkus tubuh mungil Sehun agar mereka kembali merasakan kehangatan yang bisa menenangkan mereka.

" Hyung, kita harus pulang ke dorm."

" Lima menit, Hun. "

Sehun mendengus lemah. Mengikut apa yang Lu Han inginkan, Sehun kembali menutup matanya.

Semuanya terasa sempurna jika Lu Han terusan memeluknya seperti ini.

Dunia seolah miliknya saat kehangatan Lu Han membungkusnya erat.

Dunia seolah iri padanya saat nafas Lu Han turut menjadi nafasnya.

" Hyung, kau tidak akan pergi ke mana-mana lagi kan ? Kau akan tetap di sini, di sisi ku ?" Sehun tidak bisa menyembunyikan nada khawatir dan terdesak itu.

" Hey, apa yang kau katakan ?" Lu Han buru-buru menangkup dagu runcing Sehun, membawa gadis itu mendongak menatapnya. Kantuknya seolah hilang begitu saja saat kekasihnya bertanya soalan yang menurutnya sangat tidak masuk akal itu. " Di mana pun kau, aku akan tetap ada, Sehunna. Aku sudah berjanji kan ? " suaranya begitu hangat, begitu yakin.

" Tapi... "

" Hush, tiada tapi-tapi, Sehunna. Semuanya akan baik-baik saja. Kita akan bersama-sama membuatkan nya kembali seperti dulu." Lu Han mengecup tulus dahi mulus sang gadis. Menatap mata indah itu jauh ke dalam dengan jutaan rasa cinta yang tidak terkira sehingga membuatkan Sehun merona.

" Hyung, jangan memerhatiku seperti itu." Suara sang gadis bergetar, kepalanya automatis tertunduk. Tidak ingin melihat mata Lu Han dan larut dalam pandangan itu.

Lu Han terkekeh kecil. Ia menangkup kedua pipi mulus Sehun, memaksa kekasihnya itu agar menatapnya.

" Apa salah memandangi kekasih ku sendiri ? Lagian, kau semakin cantik, Sehunna. Apalagi saat pagi seperti ini." Ucapnya diiringi dengan senyuman hangat, sehangat mentari pagi yang mencairkan seluruh saraf yang ada dalam tubuh Sehun.

" Hyung !"

Sontak Lu Han ketawa besar. Ia membawa Sehun tenggelam dalam lautan cintanya, tenggelam dalam pelukan hangatnya.

" Hahh, aku begitu mencintaimu, Sehunna."

Lupakan semalam, lupakan insiden itu, lupakan semuanya.

" Biarkan cintaku memenuhi mu sehingga semua ketakutan itu pergi, Sehunna. Biarkan sayangku memerangkap mu sehingga senyuman mu akan kembali seperti dulu." Bisiknya lirih dan mengecup penuh kasih pelipis Sehun.

Hati Sehun menghangat saat mendengar kesungguhan dalam nada bicara itu. Tangan kecilnya terangkat untuk membalas pelukan Lu Han dan ia menutup matanya, menghayati setiap kecupan hangat milik Lu Han.

Dia akan baik-baik saja jika Lu Han ada sisinya, menemaninya dalam mengukir langkah ke depan.

Iya, dia hanya memerlukan Lu Hannya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Mereka memasuki dorm bersama senyuman yang tidak pernah lari dari wajah. Sesekali sang lelaki akan melemparkan senyuman hangatnya dan sang perempuan akan tersipu, jelas pipinya memerah. Begitu mereka masuk ke ruang tengah, mereka menemui beberapa teman mereka, seolah sedang menanti kehadiran mereka.

" ..."

Entah kenapa suasana menjadi tegang. Udara juga mendingin sehingga menyebabkan sang perempuan merasa takut untuk bersuara, belum lagi ekspresi mereka tidak bisa di baca.

" Kemana kau membawanya ?!" Dan tanpa aba-aba, vokalis EXO yang baru saja keluar dari kamar, meluru ke arah sang lelaki saat matanya langsung berpapasan dengan sang lelaki. Mencengkam kerah baju lelaki itu dan menatapnya tajam.

" Hyung, hentikan. Baekhyun hyung, lepaskan Lu Han hyung !" Tangan kecil Sehun mencoba meleraikan tangan Baekhyun yang menggengam erat kerah milik Lu Han.

" Tidak sebelum lelaki ini berambus dari dorm, Sehun ! Dia hanya tau untuk membuat kau menangis !"

Sehun menggeleng pelan. Baekhyun yang berdiri di depannya ini seolah bukan Baekhyun yang ia kenali selama ini.

Baekhyun yang ia kenali bukanlah Baekhyun yang memaparkan mata nya yang tersirat kemarahan dan kebencian.

Baekhyun yang ia kenali bukanlah Baekhyun yang berani untuk berkasar kepada hyung yang lebih tua darinya.

" Baekhyun hyung. Aku baik-baik saja. Hentikan semua ini." Sehun mencoba sekali lagi, tangannya menyentuh kulit mulus Baekhyun. Berharap lelaki itu akan sadar apa yang telah ia lakukan.

Dan beruntung Baekhyun melepaskan genggamannya. Pandangannya masih saja terselit kemarahan. Dadanya turun naik dengan sedikit cepat, petanda ia masih kesal.

" Sehun."

Sehun menoleh ke arah suara itu. Menemukan Suho yang menatapnya.

" Sebelum itu, semua ini adalah salah ku. Sehun tidak ada kaitan apa-apa pun. " Lu Han berdiri di depannya, seolah mencoba melindunginya daripada tatapan-tatapan dari tujuh pasang mata yang sedang melihat mereka intens.

" Han, Kris dan Suho punya sesuatu untuk dibincangkan bersama Sehun. Bisakah kau meninggalkan mereka sebentar ?" Minseok mengambil langkah untuk menjelaskan semuanya. Ia sendiri tau dengan sikap Lu Han.

" Kenapa ?"

Sehun memerhati wajah-wajah lelaki yang ada di sana. Masing-masing seperti punya masalah yang berat.

Apakah karna ku ?

" Baiklah, hyung."

" Sehunna."

Sehun menggeleng kecil. Ia memeluk Lu Han kejap sebentar mengikuti langkah Kris dan Suho yang memasuki ruang meeting.

Krieet

Kamar itu ditutup menyisakan tiga orang manusia di dalamnya. Masing-masing tidak tau bagaimana mau memulakannya. Masing-masing dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca.

" Sehunna."

Sehun menoleh ke arah suara itu, memberikan senyuman kepada pemilik suara itu sebagai tanda ia sedia mendengar apa apa yang diungkap kan oleh leader EXO itu.

" Nde, hyung ?"

" Ini agak sulit, Sehun. Keadaan bertambah sukar." Kris mulai mengikuti alur bicara itu.

" Hyung, apa semua yang terjadi ini berpunca dari ku ?"

Sehun bukannya bermaksud ingin membebankan mereka dengan kejadian yang berlaku beberapa hari yang lalu. Sehun bukannya bermaksud ingin memberantakan hubungan EXO.

Sehun sama sekali tidak bermaksud untuk membuat semuanya bertambah semakin sulit.

" Kris dan aku berbincang sesuatu semalam. Kami memikirkan sebaiknya untuk berapa hari ke depan, kau pulang ke rumah dulu. Biarkan semuanya kembali seperti dulu."

" Tapi, hyung. Eomma sama sekali tidak tau tentang situasi ku sekarang. Bagaimana kalau eomma tidak ingin menerima ku ?"

Suho mengambil tempat di sisi kanannya. Mengukir senyuman yang tidak pernah gagal menghangatkan dada Sehun. Lelaki itu mengusap surainya pelan, seolah usapan itu mampu menenangkan hati si gadis.

" Jangan khawatir, Sehunna. Aku akan berbicara dengan eommonie. Tiada apa yang perlu kau khawatirkan."

Kris juga datang mendekat. Bedanya ia berjongkok di depan Sehun. Lelaki itu mendongak dan menatap Sehun dengan tatapan hangat.

" Apakah semua ini salahku, hyung ? Sejak aku menjadi yeoja, semuanya berantakan. Aku membuat mereka saling berkelahi. Aku membuat kalian berdua terbeban dengan masalah yang berpunca dari ku."

Kris menggeleng pelan. Ia menangkup kedua pipi Sehun yang mulus. Mengelus dengan ibu jarinya.

" Semua ini bukan salah siapa pun. Baekhyun hanya khawatir dengan mu. Semua member khawatir dengan maknae EXO. Mereka hanya ingin kau kembali seperti dulu. "

" Kris benar, Hun. Kau tidak salah apa-apa."

Sehun tersenyum kecil. Ia beralih memeluk Kris, merasakan bagaimana leader EXO M itu mengusap punggungnya.

Baiklah, demi Kris hyung dan juga Suho hyung. Aku akan pulang ke rumah untuk beberapa minggu.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Mata nya yang dicalit dengan eyeliner tidak lari dari memerhatikan sosok yang menurutnya sempurna itu. Lihatlah dari pergerakan tubuh rampingnya yang dibawa arus lagu. Dari surai dark brown nya yang basah gara- gara keringat. Dari mata sipitnya yang memancarkan sinar.

Baginya, sosok itu begitu sempurna. Begitu sempurna yang pernah ia temui.

" Baek ? Apa yang kau lakukan ?" Suara bass dan khusus milik rapper EXO itu menyentak nya. Buru-buru ia melarikan pandangan dan berusaha untuk mengawal rona yang mulai menghiasi wajah tampannya.

" Tak ada apa-apa, Yeol. "

Sang teman memerhatinya dengan tatapan menyelidik. Seolah tidak mempercayai jawapan nya barusan.

" Aneh. Dari tadi aku melihat kau memerhati Sehunnie terus. Apa ada sesuatu yang aku tidak tau ?"

Ohh Tidak !

Baekhyun menggeleng pantas. Ia memilih untuk menatap refleksi bayangannya di cermin. Mengelak daripada menatap sosok maknae yang sedang asik dalam tariannya.

" Kau bicara yang bukan-bukan, Yeol. "

" Huft, aku sudah mengenali mu lama, Baek. Bahkan aku tau warna celana dalam mu hari ini."

Baekhyun mendengus kasar. Ia menjeling tajam kepada sahabatnya itu sebelum duduk, menyandarkan punggungnya di dinding cermin. Chanyeol ikut duduk di sampingnya. Masih dengan mata bulatnya yang menatapnya intens.

" Baiklah. Aku hanya akan memberitau mu perkara ini. Jadi jangan sebarkan kepada yang lain, arraseo ?!"

Lelaki jangkung itu mengangguk dengan rasa antusiasnya.

" Aku janji tidak akan menyebarkan nya, Baek. Jja, sekarang bongkarkan rahasia mu !"

Baekhyun pada mulanya kelihatan ragu-ragu tapi begitu melihat sosok yang berhasil membuatnya tidak seperti dirinya sendiri itu kini sedang tersenyum lebar ke arahnya, senyuman hangat otomatis terukir begitu saja. Perlahan Baekhyun kembali kepada topik asal yang mereka bicarakan.

Dengan satu tarikan nafas yang panjang. Baekhyun menatap tepat ke mata bulat Chanyeol.

" Aku menyukai Sehun." Ringkas dan mengejutkan. Chanyeol bisa saja berteriak histeris jika tangan halus Baekhyun tidak menekup mulutnya.

" Ampppa yanghhhhh - ASDFGHJKLRTTUIOP."

Baekhyun memutar bola mata nya malas begitu melihat reaksi teman nya. Tidak perlu over-reacting kan !

" Diam dan kau sudah berjanji, Yeol !"

Chanyeol memicingkan matanya tajam. Memerhati Baekhyun kemudian pandangannya berpindah ke arah Sehun yang sedang rancak bercerita bersama Suho dan Jongin.

Hell ya, aku tau maknae kita itu tampan dan cantik. Aku juga bahkan pernah menaruh hati padanya. Tapi, Baekhyun ! Baekhyun yang pernah bilang bahawa Taeyeon SNSD tipe wanita idamannya kini mengaku menyukai Sehun ?!

Sangat aneh dan mengejutkan.

" Baek, kau tidak bercanda kan ? Aku tau uri Sehunnie sangat imut dan menawan. Tapi, kau tidak benar-benar sedang menyukainya kan ? "

Baekhyun menggeleng pelan. Di wajahnya terukir senyuman manis sembari menatap setiap pergerakan kekasih hatinya itu. Saat ia sedang tersenyum. Saat ia sedang ketawa lebar dengan matanya yang menyipit. Kyaa, bagaimana kau bisa menolak Sehun yang imut begitu ?!

" Dude, kau tau kan lelaki China itu dekat dengan si maknae ? Aku bahkan sangat jarang dapat berdua dengan Sehun gara-gara rusa itu."

Sontak Baekhyun mengeluh. Ia menjeling ke arah Chanyeol sebentar sebelum kembali menatap Sehun.

Chanyeol benar. Di mana-mana mereka pergi, Sehun pasti akan melekat dengan Lu Han. Kedua lelaki itu tidak bisa dipisahkan meskipun Sehun berulang kali mengatakan mereka tidak punya hubungan istimewa tapi Baekhyun masih bisa merasakan lelaki kewarganegaraan China itu menyukai Sehun.

" Hahh, coba saja aku duluan yang bertemu Sehun. Pasti Sehun akan dekat dengan ku, kan Yeol ?!"

" Ayolah, Baek. Kau masih punya kesempatan. Aku akan sentiasa mendukungmu meskipun aku harus mengorbankan cinta ku pada Sehun." Sahut Chanyeol dengan nada seceria sang mentari.

" Oii, jangan mengkhianati ku, Park Chanyeol ! Sehun punyaku !"

Baekhyun menarik gemas kedua belah pipi Chanyeol. Tidak sadar Sehun sedang melihat mereka dengan senyuman lebar di bibir. Bahkan lelaki yang termuda di antara mereka dua belas orang itu mulai berdiri dari posisinya menuju kedua orang itu yang masih betah bergelut.

" Baekkie hyung, Chanyeol hyung. Kalian berdua kelihatan dekat sekali."

Baekhyun, mendengar suara itu secara otomatis menghentikan pergelutannya. Ia mendongak dan tidak bisa menahan rona yang mulai menjalar naik menghiasi wajah tampannya.

" Sehunnie -"

" Aku harap, hubungan ku dan Lu Han hyung bisa sedekat kalian. "

Dan senyumannya luntur begitu saja saat mendengar nama Trainee dari China itu. Baekhyun mendengus tidak suka.

" Sehun ?!"

Dan Baekhyun bertambah tidak suka begitu mendengar teriakan dari lelaki yang sudah berani merampas Sehun darinya.

Siapa lagi kalau bukan Lu Han ?!

Baekhyun mendesah lemah saat memori sewaktu mereka masih dalam zaman Trainee memenuhi pemikirannya.

Semuanya masih sama seperti dulu.

Dia masih Baekhyun yang menyimpan perasaan untuk Sehun.

Dia masih Baekhyun yang menonton musik video mereka berulang kali hanya untuk melihat Sehun.

Dia masih Baekhyun yang tidak akan pernah Sehun lihat lebih dari seorang hyung saja.

" Hyung ?"

Baekhyun menoleh, bagaikan gerakan slow-motion yang sering dipaparkan dalam sinetron-sinetron yang dinonton oleh Lay dan Minseok itu. Senyuman hangat terukir.

" Sehunna."

Hahh, bahkah saat nama itu mengalir dari mulutnya kedengaran seperti lirik lagu yang indah. ( sangat berlebihan -,- )

" Kemarilah."

Saat ini, dia sedang berdiri di luar balkon dorm. Setelah ia mencoba menyerang Lu Han. Setelah Sehun dipanggil masuk ke ruangan meeting oleh kedua leader EXO itu.

Sehun tersenyum kecil. Surai dark brown nya kelihatan halus saat angin di balkon meniupnya. Dia kelihatan indah. Sama seperti dulu. Tidak kira kalau dia perempuan atau lelaki, hati kecil Baekhyun tetap untuknya. Tetap untuk seorang Sehun.

" Kau baik-baik saja ?"

" Hyung, kau tak perlu khawatir. Aku baik-baik saja. Terima kasih kepada hyung, aku sudah bisa tidur dengan nyenyak."

Sehun menatapnya dengan senyuman.

" Aku senang bisa melakukan itu semua untuk mu, Sehunna."

" Hyung, apakah kau membenci Lu Han hyung ?"

Sontak mata sipitnya membulat. Tidak, dia tidak membenci Lu Han. Hanya saja, lelaki itu sudah keterlaluan. Dia ingin menyimpan Sehun untuk dirinya sendiri. Dia ingin memiliki Sehun untuk dirinya sendiri. Padahal, Baekhyun sudah lama menyukai Sehun. Lama. Sewaktu mereka menjadi Trainee. Sewaktu mereka mulai debut. Sewaktu mereka mulai naik. Baekhyun selalu menyukai Sehun.

" Tidak, Sehun. Aku hanya emosi. Dia -" apakah aku harus mengatakannya ? Baekhyun menatap Sehun sebentar sebelum dia menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan nafas tertahan. " Dia sudah merampas mu. Lu Han tidak layak untuk datang kesini dan terus ingin membawa mu pergi hanya karna dia memiliki status sebagai kekasih mu saja. "

" Hyung..."

" Aku sudah lama menyukaimu, Sehun. Jauh lebih lama dari mereka semua. " Baekhyun memaksa ketawa kecil lolos dari nya. Meskipun ia kedengaran begitu menyedihkan. " Aku begitu bodoh memikirkan bahawa suatu hari nanti aku bisa mengenggam mu. Aku begitu konyol memikirkan bahawa suatu hari nanti kau bisa melihat ke arah ku sebagaimana aku melihat mu. Tapi aku salah. " lagi, senyuman menyedihkan itu. Baekhyun tidak berani ingin melihat wajah indah Sehun. Gadis itu pasti sedang menatapnya dengan tatapan kasihan. " Kau tidak akan pernah berpaling dari nya. Di mata mu hanya ada Lu Han. "

Grepp

" Maafkan aku, hyung."

Baekhyun menggeleng kecil. Ia melirik ke belakang. Melihat Sehun yang memeluknya itu. Menyembamkan wajah manisnya di punggung nya. Dia kelihatan rapuh seperti itu, membuatkan Baekhyun ingin melindunginya.

" Kau tak salah, Hun. "

" Kehadiran ku hanya membuatkan kalian berantakan. Aku tidak mau kalian menjadi seperti ini. Aku tidak mau."

Baekhyun mendengus lemah. Ia perlahan melonggarkan pelukan itu hanya untuk memeluk Sehun dengan benar. Jemarinya yang halus mengusap sayang surai lembut Sehun. Sesekali ia akan mengecup puncak kepala itu.

" Itu tidak benar, Sehunna. Kehadiran mu lah yang membuatku mampu bertahan sehingga hari ini."

Sontak Sehun mendongak. Mata sipitnya memerah namun bagi Baekhyun, mata itu tetap yang paling cantik ia pernah temui.

Kenapa ?

Kenapa ia begitu terlewat mengatakan cintanya kepada Sehun ?

Jika saja ia duluan mengatakan cinta itu, pasti Sehun berada dalam dekapannya. Pasti dialah yang berdiri di samping Sehun. Bukan Lu Han. Bukan Kris. Bukan Suho. Bukan sesiapa pun.

" Hyung, maafkan aku. Tapi aku mencintai Lu Han hyung. Aku tidak bisa mengubah hatiku terhadapnya. Maafkan aku. "

Baekhyun tau.

Meskipun ia selama ini sering berpura-pura bahawa semua nya baik-baik saja, bahawa Lu Han menjadi kekasih Sehun perkara biasa saja.

Baekhyun selalu tau.

Sehun tidak akan mengubah cintanya. Cinta yang bersemai semenjak mereka Trainee lagi. Jauh sebelum Baekhyun melangkah masuk ke dalam kehidupan mereka, Baekhyun tidak akan pernah bisa merampas cinta itu.

Jadi...

" Aku tau, Sehunna. Tapi bisakah kau tetap membiarkan ku untuk terus mencintaimu ? Melihat mu saja sudah cukup meskipun aku sedikit tamak beberapa hari ini. Bisakah ?" Jemari halus nya mengusap anak rambut Sehun, menyelitkan helaian itu di belakang telinga Sehun.

...biarkan rasa cinta itu tetap menjadi cinta untuk Sehun. Sampai seseorang datang untuk mengubah kasihnya.

Sehun makin mengeratkan pelukannya. Hey, ini sangat perit. Kau sudah tau jawapan nya tapi kenapa rasanya tetap saja perit. Baekhyun menahan segala rasa sakit di dadanya.

' Selamat tinggal, cinta pertamaku.'

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

" Aku ingin meminta maaf di atas semua sikap ku beberapa hari yang lepas."

" Huh, kalau aku tidak ingin memaafkan mu ?"

" Yasudah !"

" Hey, kau mau aku senaraikan kesalahan mu ?!"

Sehun menggeleng kesal. Ia mengurut pelipisnya saat mendengar dua suara merdu milik vokal utama EXO itu beradu mulut. Yang satunya dengan aksen China yang pekat dan yang satunya lagi dengan aksen kebudakannya.

Bahkan Sehun meragui apa kedua lelaki itu sememangnya lebih tua darinya.

" Kau menarik kerah hyung yang lebih tua darimu dan kau bahkan tidak memanggilku dengan embel-embel hyung ! Sudah jelas kau terlalu banyak salah dengan ku, Byun Baekhyun !"

" Tidak akan jika kau tidak membawa Sehun selarut itu ! Dan aku tau semesum apa pikiran mu, Lu Han hyung !"

Sehun mengerinyit dahinya tidak suka. Melihat keduanya seperti itu seolah membuat keadaan kembali seperti sedia kala.

" Hyungdeul..."

" Kau bahkan meluahkan perasaan mu kepada kekasihku !"

" Mau bagaimana lagi ?! Aku sudah tidak bisa menanggungnya, lagian Sehun menolakku. Huh, dia buta melihat China ini."

" hey, setidaknya aku lebih tampan darimu, Byun !"

" Oh ya ? Darimana kau dengar itu, rusa ?"

" I swear to God ..."

" Enough, guys. Kalian tidak berhenti berbicara sedari tadi. Apa kalian tidak sadar kalian berdua menjadi tumpuan di sini ?"

Sehun inginnya memeluk Minseok karna berhasil membuat kedua sosok itu terdiam dengan memalingkan muka, memilih untuk tidak saling berpandangan.

" Sehun, aku tidak menyangka kau sepopuler ini. "

" Mesti kuakui kau itu cantik, tapi aku tidak mau mengambil risiko berhadapan dengan Lu Han hyung."

Otomatis Sehun memutar bola matanya malas. Menjeling tajam kepada kedua orang teman nya itu.

" Jongin, Tao-zi, kalian menyebalkan !" Ucapnya diiringi dengan hentakan kaki yang ringan. Persis seperti anak sekolahan yang sedang digoda oleh temannya.

Jongin dan Tao serentak merusak surainya. Mengabaikan teriakan kecil dari Sehun yang menyuruh mereka untuk menghentikannya.

Hahh, seperti ini. Keadaan seperti ini berhasil membuatnya melupakan setiap sentuhan menjijikkan itu. Hatinya menghangat.

Tapi dia perlu mengatakan perkara penting yang dibicarakan bersama Kris dan Suho beberapa jam yang lalu. Dia harus pergi dari dorm ini buat sementara waktu. Meskipun luarannya dia kelihatan baik-baik saja, tapi realitinya Sehun masih memikirkan setiap detail kejadian hitam itu.

" Sehun."

Tao dan Jongin menghentikan gerakan mereka saat suara bass milik Kris menyelit di antara mereka. Wajah tampan bak pangeran itu kelihatan serius, di sebelah nya ada Suho yang ikut sama memasang ekspresi seperti leader EXO M itu.

" Aku perlu membicara kan sesuatu kepada kalian semua, hyungdeul." Sehun mengerti dengan pandangan Kris dan Suho itu. Pandangan bersalah yang seharusnya tidak ada dalam diri mereka.

Sehun memperbaiki surainya yang sempat berantakan sebelum berdiri di antara Kris dan Suho. Dia berdehem keras dan berhasil mengambil semua perhatian yang ada di dalam dorm itu.

Menghentikan Baekhyun dan Lu Han yang masih betah bertikam lidah.

Menghentikan Jongin dan Tao yang coba kembali menggodanya.

Menghentikan Lay dan Chen yang hanya diam memerhati keadaan.

Menghentikan Kyungsoo dan Chanyeol yang lagi sibuk menghentikan perkelahian mulut di antara Lu Han dan juga Baekhyun. Dan Minseok yang hanya mampu menggeleng perlahan.

Kesemua pasang mata kini fokus kepadanya.

" Ada apa, Sehun ?" Tanya Kyungsoo khawatir.

" Kenapa suasana berubah tegang seperti ini ? " Minseok berdiri dari duduknya. Kelihatan gelisah.

" Dan kenapa Suho hyung dan Kris hyung menjadi kalem begitu ?"

Sedikit sebanyak Sehun tau mereka lagi khawatir dengannya. Ia mengepal tangan mungilnya. Menyempatkan diri untuk memberi tatapan kepada Lu Han.

" Aku akan kembali ke rumah untuk beberapa minggu. "

" Hahh ?" - Chen.

" Kau lagi bercanda kan, Sehun ?" - Chanyeol.

" Kenapa harus begini ? " - Minseok.

" Tidak perlu sampai seperti ini kan, duizzhang ?" - Lay.

" Apa semua nya karna ku ?" - Baekhyun.

" Jelaskan lebih detail, Sehunna." - Kyungsoo

" Kenapa secara tiba-tiba ?" - Jongin.

" ..." - Tao.

" Sehun..." - Lu Han.

Sehun mengatup matanya erat. Merasa bersalah dengan setiap respon yang mereka lontarkan. Tidak, ini semua demi kebaikan mereka. Jangan luluh, Sehun ! Lagian kau hanya pergi ke rumah asal mu hanya untuk sementara saja ! Kau bukannya pergi untuk selamanya.

" Sampai situasi ku kembali seperti dulu. Aku akan menetap di rumah. Eomma bisa membantuku."

" Suho, ini pasti rencana kalian kan ? Kris, kenapa kau tidak mengatakan apa-apa kepadaku ?!" Lu Han dengan tampang yang tidak bisa di baca mendekati kedua leader itu.

Sehun bertindak lebih cepat. Ia menghalang langkah kekasihnya itu dengan berdiri di depannya.

" Hyung, ini keputusan ku. "

" Tapi..."

" Ayolah, aku bukan pergi untuk selamanya." Ucap Sehun lembut. Ia mendongak dengan menatap Lu Han bersama senyuman hangat. Sehangat mentari yang mencairkan hati Lu Han.

" Setidaknya kau bisa memberitau ku terlebih dahulu, Sehun."

" Dan kau masih akan menolak rencana ini, hyung. Aku hanya ingin mengumpulkan kembali semangatku, hyung. Dan aku akan kembali menjadi Sehun yang dulu. "

Lu Han dengan sedikit tidak rela akhirnya mengalah.

Manager hyung turun dengan satu koper besar di tangan nya. Ia tercengir saat melihat semua pasang mata menatapnya.

" What ?"

" Semoga kita akan bertemu dalam keadaan sama seperti dulu lagi, hyungdeul !"

Sehun membungkukkan tubuhnya 90 derjat dan saat ia menegakkan tubuhnya kembali, senyuman menghiasi wajah manisnya.

" Sehun, kau berkata seperti tidak akan kembali ke sini lagi !" - Tao dam Jongin.

" Kau tetap uri maknae, Sehunna." - Kyungsoo dan Lay.

" Hanya kembali lah dengan segera !" - Chen dan Chanyeol.

" Aku masih tidak bisa menerima ini, Sehun. Tapi, jangan terlalu lama, okei ?" - Baekhyun.

" Uri maknae sudah dewasa, eoh ? " - Minseok.

" Berusaha, Sehunnie." Kris dan Suho.

" ..." - Lu Han.

" hyung ?"

Sehun memiringkan kepalanya. Menunggu kata-kata semangat dari kekasihnya itu. Lama dia menunggu sehinggalah beberapa menit kemudian Sehun mendekati kekasihnya.

Cupp. Sehun memberikan kecupan ringan di pipi lelaki itu.

" Maafkan aku jika kau masih kesal dengan ku, hyung. Jangan pernah lupa kalau aku mencintaimu, hyung."

Sehun menunggu beberapa saat untuk mendapat respon dari lelaki itu. Namun nihil, lelaki itu masih dengan posisi nya yang menundukkan kepala.

Dengan langkah yang lemah, Sehun mengikuti jejak manager hyung yang mengheret keluar koper nya. Tidak ingin menoleh ke belakang lagi.

Grepp

" Kau akan kembali untukku kan ?!"

Suara itu kedengaran tidak yakin. Takut kehilangan.

Sehun menyentuh lengan kokoh Lu Han yang memeluknya dari belakang.

" Aku pasti kembali, hyung. Aku tidak bisa membiarkan separuh nyawaku pergi begitu saja kan ?"

Ia bisa rasakan pelukan itu menguat. Tidak lama - karna manager hyung sudah membebel di dalam mobil - Sehun memutar tubuhnya ke belakang dan memeluk lelaki pujaan nya itu. Suaranya tenggelam dek kerana sweatshirt Lu Han.

" Aku mencintaimu, hyung."

" Aku lebih mencintaimu, Sehunna."

Semuanya akan kembali seperti dulu. Sehun memiliki semuanya.

Kasih sayang dari hyungdeul.

Dan cinta dari Lu Han.

" Sehun, ayok. Dan Lu Han, jangan berlebihan. Kekasih mu bukan pergi untuk berperang !"

Sehun tertawa kecil. Lu Han meluru ke arah manager hyung dengan dengusan kasarnya.

" Hyung, kau harus menghantar Sehun dengan selamat ! Jangan pergi selagi dia tidak masuk ke dalam rumah !"

Hey, dia hanya pergi ke rumah nya sendiri. Bukannya pergi berperang seperti kata manager hyung tadi. Dia kan hanya ingin menemui ibu yang telah melahirkannya.

Memikirkan eomma nya membuatkan Sehun sedikit gelisah. Apakah wanita paruh abad itu akan menerima nya dengan status nya sebagai seorang perempuan ini ? Hahh, dia tidak tau.

Sehun hanya mampu berdoa, eomma nya tidak akan mengusirnya.

Semoga saja.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hello readers ! Kita bertemu lagi. Pendek ya ? Maaf ya, readers. Chiey lagi menghadapi Final Exam di kampus jadi tumpuan Chiey lagi fokus kepada pelajaran. No SMUT for now. Kekekeke.

Chiey senang banget bila melihat review kalian, ada yang memperbetulkan bahasa Indonesia Chiey, ada juga yang memberi semangat untuk Chiey. Huwaaa, kalian memang JJANG !

I love you, guys ! 3

KISS&HUGS