Naruto : Masashi Kishimoto

.

AU, OOC, ABAL, all

.

Glasses Your Heart by Chai Mol

.

.

Note : Tulisan miring (Italic); Digunakan untuk mimpi dan ingatan Hinata. Tulisan tebal (Bold); Untuk FLASH BACK.

Maaf updetnya lama... Happy reading...


"Negosiasi kita sudah selesai. Bagaimana kalo kita merayakan dengan pesta kecil?" tanya seorang pria setengah baya pada Gaara sambil menyerahkan beberapa dokumen.

"Ya, tapi jangan lama-lama. Aku ingin cepat pulang dan menemui seseorang." Gaara tersenyum.

"Apakah kau begitu merindukannya? Sampai-sampai kau melupakan kebiasaanmu." seru pria setengah baya.

"Mungkin. Dia sangat berbeda dari gadis lainnya." Gaara membayangkan senyum Hinata.

"Begitukah?" Pria itu berseringai.

"Hmm. Ayo kita keluar dan berpesta kecil."

~o0o~

"Aku mencintaimu, Hinata Hyuuga," Seru Sasuke.

Hinata memeluknya, "Aku juga mencintaimu, Uchiha Sasuke."

"Aku pulang… aku takut keluargaku menghawatirkanku." Kata Hinata berpamitan pada kekasihnya.

"Aku antar?"

"Tidak usah, arigatou Sasuke."

"Tunggu, tunggu sebentar," Sasuke menghentikan Hinata yang berjalan.

"Apa?" Hinata tersenyum.

Sasuke berseringai. Dia mendekatkan wajahnya. Dan Hinata yang berada di sampingnya tahu kemana maksud kekasihnya. Hinata memejamkan matanya, menanti sesuatu yang berlabuh pada tempatnya. Dan sebuah ciuman lembut singgah di bibirnya. Ada kesedihan terpancar di wajah cantiknya.

"Kau tampak gelisah," bisik Sasuke di telinganya. Sasuke menyibakkan rambut panjang indigo dan mencium lehernya dengan lembut. Wajah Hinata memerah merasakan sensasi dari bibir Sasuke.

"Sasuke!"

"Hn?"

"Apa kau sungguh-sungguh mencintaiku?"

"Kau tak percaya padaku, Hinata?"

"B-bukan begitu, aku hanya meyakinkan saja," suara lembut Hinata.

"Baka! Apa aku harus membuktikannya?"

Hinata menatap mata onyx, "Bagaimana kalau aku pergi darimu?"

"Apa kau ingin kita putus!" Hinata tersenyum pahit mendengarnya. Mata airnya jatuh di pipinya.

"Kenapa kau menangis?" tanya Sasuke.

"Aku tak mau kehilangan dirimu."

Sasuke memeluknya dengan lembut, "Peluklah aku, Hinata."

Hinata memeluk kekasihnya. Menangis dalam dada telanjang, membasahi dada bidang Sasuke.

"Aku sangat mencintaimu, Hinata."

"Benarkah?"

Sasuke mencium kening Hinata, "Kau tak percaya?"

"A-aku percaya, jika kau mau mengambil sesuatu yang berharga dariku. A-aku rela memberikannya padamu."

Sasuke terpaku mendengar ucapan Hinata. Sasuke menatap mata lavender. Akankah dia mengambilnya, merenggut kegadisan gadis itu. 'BAKA' Sasuke mengutuk dirinya sendiri.

"Sudah kuputuskan. Aku akan memberikannya padamu."

"Hinata, apa yang ada dipikiranmu?"

"Lakukanlah..."

"Kau nekad, Hinata!"

"Hmm," gadis itu menatap mata onyc, memohon pada kekasihnya. Dia sudah memikirkannya. Dia akan memberikannya pada orang yang sangat dicintainya.

Hinata bangun dari tidurnya. Nafasnya tersenggal-senggal. Dia mimpi tentang gadis yang bernama Hinata Hyuuga yang tak lain dirinya sendiri. Kenapa aku bermimpi seperti itu? Rasanya seperti nyata, dan aku melihat Sasuke ada di mimpi? Hubungan apakah antara aku dan Hinata Hyuuga?

Merasakan tempat tidur bergoyang. Sasuke mambuka mata onycnya. Dia melihat Hinata sedang duduk mengusap keringat di dahinya.

"Kau bermimpi buruk?"

Hinata mengangguk, "Hmm.. aku bermimpi tentang gadis yang bernama Hinata Hyuuga dan... dirimu."

Sasuke merubah posisinya menjadi duduk. Dia mengernyit. Mimpi, dia bermimpi tantang diriku? Sasuke menatap nya dengan hati-hati. Mimpi apakah itu?

"Kau bisa ceritakan padaku tentang mimpimu," Sasuke memberanikan menyentuh lengannya.

Hinata mengangkat alis. Matanya melirik tangan Sasuke yang memegang lengannya, "Apa kau tidak keberatan?"

"Tentu tidak."

Mereka duduk ditempat tidur tanpa kata. Hinata belum menceritakan mimpinya. Dia bingung harus menceritakan dari mana dulu. Sasuke hanya melihat dari ekor matanya.

Kini, Sasuke menatap Hinata, "Ceritakan, Hinata!"

Hinata tersenyum. Ditatapnya mata onyc yang menghanyutkan. Dia mulai menceritakan semua tentang mimpinya. Dia juga ingin tahu ada hubungan apa dirinya dengan mimpi yang baru dialaminya.

~o0o~

Di kamar Hotel NaruSaku

Mata biru Naruto berkedip. Mendengar Sakura berceloteh di pagi hari tentang Sasuke dan Hinata. Bagaimana kekasihnya bisa memikirkan pasangan yang unik itu.

Sakura duduk di tepi tempat tidur, "Naruto, apa kau menyadari sesuatu pada Sasuke?"

"Sesuatu? Entahlah," Naruto ikut duduk di samping Sakura.

Naruto Uzumaki mendesah dan tangannya mengusap rambut pirangnya, "Apa yang kau pikirkan, Sakura."

Sakura mendengus kesal, "Naruto-baka! Sasuke menyukai Hinata. Bagaimana kau tidak menyadarinya? Yang aku pikirkan sekarang Hinata. Apa dia juga menyukai Sasuke? Kita tidak tahu tentang kehidupannya sebelum kita berteman dengannya."

Naruto mengerutkan kening, "Apakah kau mencurigai sesuatu?"

"Yap... dan aku akan menanyakan langsung pada Hinata."

~o0o~

Shikamaru bersandar di kursi menghadap laut, tangannya di belakang kepala sebagai bantal. Kelopak matanya tertutup sambil menguap. Temari menemaninya di kursi lain. Mentari pagi terasa hangat. Dari ufuk timur sinarnya meyebar di langit.

Sakura dan Naruto bergandengan tangan menghampiri dua sejoli yang sedang bersandar di kursi. Sakura tersenyum melihat pasangan ShikaTema. Mereka sangat damai.

"Hai," Sakura menyapa mereka.

Terdengar suara yang menyapa. Temari membuka matanya. Melihat Sakura dan Naruto tersenyum lebar padanya. Dia membalas tersenyum seperti biasanya.

"Hai, Naruto.. Sakura," Shikamaru menguap dan membuka matanya.

Temari menghela napas, tersenyum pada Shikmaru, "Sangat menyenangkan menikmati pagi yang cerah dari sini dari pada di balkon hotel," lalu melihat Sakura dan Naruto.

"Apa kita akan melakukan sesuatu hari ini?" tanya Sakura.

"Lagian sore nanti kita akan pulang. Sebaiknya kita melakukan kegiatan yang menyenangkan," cerocos Naruto yang semangat.

"Benar kata Naruto. Kita habiskan waktu untuk berenang saja, bagaimana?" saran Temari.

"OKE~," teriak Naruto, Sakura. Shikamaru beranjak dari kursinya tanpa bersuara.

Setelah mereka berada di laut. Sai dan Ino bergabung dengan mereka. Ketika matahari memantulkan sinarnya, air laut terlihat berkilau. Mereka bermain air dengan senangnya.

Hinata berjalan keluar dari hotel. Dia melihat teman-temannya bermain di laut. Kakinya melangkah dengan santai menuju mereka. Dia melambaikan tangannya dan duduk di pasir putih. Teman-temannya membalas melambaikan tangan mereka.

Matahari semakin tinggi. Teman-temannya masih menikmati bermainnya. Hari ini, Hinata lupa memakai sunblock-nya. Kulitnya terasa terbakar. Dia mendongak keatas, melihat matahari. Sinarnya sangat tidak bersahabat dengan kulitnya.

"Kau tidak apa-apa?" suara yang datang dari belakangnya.

"Sedikit... Aku merasa kepanasan," Hinata mengusap lengannya yang terbuka.

Sasuke melepas kemejanya. Ditudungkannya di kepala Hinata. Dia menarik tangan Hinata untuk mengajaknya berjalan mencari tempat teduh. Kursi santai dibawah pohon kelapa menjadi tujuannya. Hanya ada satu kursi. Jadi, mereka berbagi kursi.

"Bodoh! Sudah tahu kepanasan masih duduk disana," cibir Sasuke.

"Maaf."

Sasuke menatapnya, "Tentang semalam, aku minta maaf. Aku terbawa suasana."

warna merah merambat di pipi Hinata, "Tidak apa-apa."

Setelah menceritakan semua mimpinya. Hinata dan Sasuke terdiam. Mereka saling mengunci tatapan. Mata onyc begitu menikmati wajah yang amat dirindukan. Tangannya tidak sadar menyentuh setiap lekuk wajah Hinata. Gadis itu diam. Dia tidak menolak, saat Sasuke meraba menikmati wajahnya.

Tangan Sasuke berpindah di lehernya. Bersembunyi di rambut indigonya. Dibawanya mendekat dengan wajahnya. Dia memiringkan wajahnya. Hidung mereka bersentuhan. Nafas yang hangat dirasakan di wajah. Sasuke menempelkan pelan bibirnya dengan bibir Hinata. Mata Hinata membulat seketika.

Sasuke melihat mata itu sebentar. Dia mulai menciumnya lagi. Merasakan lembut dan manisnya yang pernah dirasakan sebelumnya. Hinata memejamkan matanya.

Jantungnya berpacu dengan cepat. Dia membalas ciuman Sasuke. Dengan lembut, dia memberanikan diri untuk membuka mulutnya. Dengan cepat Sasuke menghisap lembut lidahnya. Hinata tersentak. Merasakan sensasi yang berbeda.

Mereka saling melumat dan bermain lidah dengan gairah. Hinata mendorongnya sedikit menjauh dari dirinya. Dia membutuhkan udara untuk bernafas. Dengan terengah-engah, dia menatap Sasuke.

Hinata merasakan ada yang lain dengan ciuman itu. 'Sepertinya aku pernah merasakan ciuman seperti ini? Apa hanya pikiranku saja? Jantungku kenapa berdetak dengan cepat. Kenapa aku merasakan pernah mencintainya?Aku merasa tidak asing dengannya dan ciumannya. Siapa aku sebenarnya?'

Hinata merebahkan tubuhnya, "S-selamat malam, Sasuke." Dia memejamkan matanya untuk melanjutkan tidurnya.

Sasuke menatapnya, "Malam, Hinata."

Dengan berani Sasuke merubah duduknya. Dia mengangkangi Hinata diantara kakinya. Dengan posisi Hinata berada didepannya. Hinata memutar kepalanya. Melihat Sasuke berada dibelakangnya.

"Apa kau percaya padaku?" tanya Sasuke.

Hinata menganguk dan kembali melihat laut.

"Aku akan membantumu menemukan jawaban dari mimpimu. Hanya mendengar suaraku saja," Sasuke mengangkat tangannya, meletakkan di mata lavender. Mata itu kini tertutup dengan tangan Sasuke.

Sasuke menarik nafas dan menghembuskannya, "Saat pertama aku melihatmu, aku menyukai senyummu dan mata indahmu. Tak lama kemudian, kita berkenalan dan menjalin cinta. Aku sangat mencintaimu begitu juga dirimu... karena kesalahanku kau pergi menjauh dariku. Dan terjadi kecelakaan yang menimpa dirimu. Kau dikabarkan meninggal. Aku sangat terpukul dengan kabar itu. Semua salahku... aku minta maaf."

'Dia mengenalku? Dan meminta maaf. Dia merasa sangat bersalah. Suaranya... kenapa dengan suaranya? Aku tidak asing dengan suaranya. Apakah yang dikatakannya itu benar?' batin Hinata.

"Sas...sasu...ke," dia memanggil namanya untuk terakhir kalinya. Matanya mulai gelap dan tubuhnya terasa dingin. Dia berada di dunia yang gelap dan sendirian.

"Sekarang kau disini dengan nama berbeda, Hinata no Sabaku. Tapi aku tahu, kau Hinata Hyuuga." Sasuke melepas tangannya dari mata Hinata dengan pelan. Hinata mengerjapkan matanya. Bulir-bulir air mata jatuh menetes kebawah. Dia tidak tahu kenapa dia menangis. Hatinya tersa pedih mendengarnya.

Sasuke memeluknya dari belakang. Tangannya melingkar di bahu Hinata, "Aku mencintaimu Hinata."

Hinata menelan ludahnya. Pelukannya terasa hangat. Dia merasakan jantungnya akan melompat keluar. Tangannya memegang tangan Sasuke yang melingkar di bahunya. Mengelusnya dengan lembut.

"Sasuke! Aku... aku juga mencintaimu," kata-kata itu meluncur tanpa dia sadari.

Sasuke mempererat pelukannya. Dia tidak mau melepasnya untuk kedua kali, meskipun Hinata belum sepenuhnya mengingat masa lalunya. Tapi dia yakin. Hinata akan mengingatnya.

~o0o~

Sebuah mobil merah maroon berhenti di dihalaman rumah. Dengan cepat dia keluar dari mobilnya. Dia tersenyum. Langkah kakinya berjalan memasuki rumah.

"Selamat datang, Gaara-sama," sapa Hidan membukakan pintu.

Majikannya menoleh padanya, "Apa ada sesuatu selama aku pergi?"

Hidan menelan ludahnya, "Hinata-sama pergi dengan Temari-sama."

"Pergi kemana?"

"Tidak tahu, Gaara-sama. Mereka pergi sudah seminggu."'

Gaara masuk rumah dengan kesal. Dia mendapati Hinata tidak ada dirumah. Ada kemarahan terpancar di matanya. Dia sudah menyuruhnya, untuk tidak pergi kemanapun selama dia pergi megurusi pekerjaannya.

Gaara berdiri dari duduknya mendekati Hinata, "Hinata, aku akan pergi selama dua minggu. Sepupuku akan kesini untuk liburan. Jadi kau tidak kesepian."

"Dua minggu?"

"Hmm. Tapi ingat! Kau tidak boleh keluar rumah tanpa seijinku."

Hinata tersenyum, "Baik, Gaara-sama." Dia menggoda Gaara.

Belum genap dua minggu, Gaara sudah selesai dari urusannya. Dia tidak membayangkan, Hinata akan pergi tanpa meminta ijin padanya. Kamar Hinata dilihatnya sekilas. Kemudian dia berjalan kekamarnya sendiri. Mencoba tidak memikirkan apa yang dilakukan Hinata dan Temari di luar sana. Dia menghembuskan nafas dan menghempaskan tubuhnya di ranjang.

~o0o~

"Wah-wah ada yang terkena sihir cinta," goda Naruto yang berdiri di depan Hinata dan Sasuke dengan senyum khasnya.

Sasuke tak memperdulikan Naruto yang tetap berdiri melihatnya. Dia tetap memeluk Hinata. Semua temannya mendekatinya dan tersenyum melihatnya. Hinata sudah merasakan wajahnya panas. Dia menundukkan wajahnya. Sasuke hanya menyeringai melihat kelakuan Hinata.

.

.

TBC

.

.


Buat yang udah Review, Arigatou Gozaimasuta*nunduk dengan dalam. Bila masih kependekan atau ada kesalahan Gooomeeen.. yang login lihat di inboknya...

Ara-chan : Makcih ya, Sasu akan semangat trs. R'bowU : Gomen bila kependekan. Shinji aishiteru : Udah aq updet! SasuHina Lovers : Lihat saja nanti ya... ika chan : Sabar ya...

REVIEW PLEASE...