The last chap of something Precious.
Naruto is not mine.
Pairing: NaruSasu, NejiGaa
XXX
Craziness over load!
Read Please….
….
"Ayo Gaara, cepat" kata Neji sambil membantu Gaara melompati dinding belakang pekarangan rumah Gaara. Jantung Gaara sedikit berdebar saat memanjat dinding yang cukup tinggi tersebut. Terbayang olehnya selama ini hampir setiap malam Neji dengan mudah memanjat dan melompati dinding itu demi menemuinya.
Gaara menghela nafas, lantas tersenyum kecil. Ini semua gila. Jatuh cinta pada anaklaki-laki keluarga Hyuuga, pertemuan diam-diam setiap malam, di hukum oleh ayah nya, dan sekarang ia kabur dari rumahnya untuk menikah dengan anak laki-laki itu. Darah Gaara seolah mengalir dengan panasnya. Perasaannya campur aduk, membuat ia tak tahan untuk tidak tertawa.
"ada apa Gaara?" Neji agak bingung karena Gaara tiba-tiba tertawa.
Gaara menggeleng. Ini semua karena Neji, pacarnya yang gila dan yang sangat ia cintai.
Di luar rumah Gaara itu sudah terparkir mobil mewah berwarna putih gading milik Neji. Neji segera membukakan pintu mobil di bangku penumpang dan mempersilahkan Gaara masuk kesana. Ia sendiri segera berjalan dan membuka pintu bangku kemudi.
"pakai Seatbelt mu." Titah Neji pada Gaara.
Gaara mengangguk dan melakukan apa yang di perintah kan padanya saat Neji mulai menghidupkan mesin mobilnya dan melaju untuk menjauhi rumah Gaara. Gaara menyamankan diri di tempat duduknya. Meski sudah sangat lama mereka berpacaran, tapi baru kali ini ia bisa masuk ke dalam mobil Neji.
Hening, sepanjang perjalanan itu Gaara tidak ingin mengganggu konsentrasi Neji yang mengemudikan mobilnya dengan teramat cepat. Seharusnya Gaara merasa tegang, ini pertama kalinya ia kabur dari rumah tanpa membawa apapun, dan ini pertamakalinya ia naik mobil dengan kecepatan penuh. Namun, dengan adanya Neji di dekatnya semua keraguan itu tak akan mengganggunya.
"Gaara?" Neji menatap Gaara dengan ekormatanya, sesungguhnya ia masih tidak percaya kalau ia melakukan hal nekat ini. Tapi ini semua ia lakukan demi dirinya dan Gaara, Neji harus percaya pada dirinya sendiri. Pemuda bersurai panjang itu kembali fokus pada jalanan dan melju dengan lebih cepat.
…
"Naruto, apa mereka baik-baik saja ya?" Tanya Sasuke cemas sambil menguatkan pegangan tangannya pada Naruto.
Angin malam ini terasa sangat dingin, apalagi saat ini ia sedang berada di atas motor yang melaju dengan cepat. Sasuke menghembuskan sedikit napas nya yang juga mulai dingin.
"kita percayakan saja pada Neji." Kata Naruto tetap fokus pada jalan raya, ia merasakan punggungnya menjadi hangat saat Sasuke merapatkan tubuhnya.
Teringat lagi oleh Sasuke ia baru saja melakukan hal irrasional demi menolong sahabatnya. Naruto itu memang penuh dengan kejutan.
Tadi siang Naruto memberitahu Sasuke bahwa di rumahnya akan di gelar pesta ulang tahun yang mewah, pesta ulang tahun Ayahnya atau kepala keluarga Namikaze, Namikaze Minato, seorang yang memimpin Namikaze corporation. Dan seluruh pebisnis dari kalangan atas di undang untuk menghadiri pesta megah ini. Termasuk keluarga Sabaku. Dan Naruto menggunakan kesempatan kesempatan besar itu dengan gila.
Sementara seluruh keluarga sabaku minus Gaara menghadiri pesta di rumahnya, Naruto mengajak Sasuke untuk memancing keributan di luar rumah Gaara, mereka membuat api di pekarangan rumah Gaara hingga kiranya semua penjaga di kediaman sabaku itu keluar untuk memastikan apa yang terjadi.
Selagi para penjaga rumah sibuk untuk memadamkan api, Neji bertugas untuk menculik Gaara lewat taman belakang. Singkat cerita, setelah memastikan mobil Neji berhasil melaju dari rumah Gaara, misi Naruto dan Sasuke berhasil.
…
"kau benar-benar bisa diandalkan. Dobe"
Naruto hanya tersenyum puas. "omong-omong Sasuke, aku punya kejutan untuk mu."
"kejutan apa?" dari belakangnya, Sasuke terdengar ingin tahu.
"dekatkan wajahmu" perintah Naruto. Dengan patuh Sasuke mengangguk dan melakukannnya.
Angin berhembus lebih kencang dan rasa dingin kini menusuk ke tulang-tulang Sasuke. Dari balik helmnya Sasuke bisa membayangkan bagaimana Naruto tersenyum sangat puas saat mengatakannya "aku ingin mengenalkan mu pada keluargaku sekarang."
Sepertinya Naruto masih merasa tidak cukup dengan kegilaan hari ini, Sasuke merasa bahwa pemuda dihadapannya itu kini ingin melakukan hal yang lebih gila.
"kau siap bertemu dengan orang tua ku, Uchiha Sasuke?" Kata Naruto sambil menyeringai saat motornya akhirnya berhenti di halaman sebuah rumah yang megah.
Sasuke tertawa geli. Ini hari yang bodoh.
XXX
Entah sudah seberapa lama atau seberapa jauh mobil ini melaju, hingga Gaara merasakan kecepatan mobil milik Neji ini sedikit demi sedikit melambat sampai kecepatan itu menjadi normal. Gaara menghela nafasnya.
"kau takut?" Tanya Neji.
"tidak sama sekali" kata Gaara mantap, membuat Neji merasa lega, bagaimanapun juga ia baru saja mebuat Gaara mempertaruhkan nyawanya.
Gaara memperhatikan pemandangan di luar kaca mobil itu, sepertinya pagi akan segera tiba terlihat di luar sana pemandangan desa yang jauh dari tempat asalnya itu terasa segar dan asri di bawah langit gelap yang mulai kebiruan. Gaara membuka kaca jendela mobilnya, menghirup udara segar yang bercampur embun basah membuat perasaannya terasa damai.
"maaf.." suara Neji terdengar sayup di telinga Gaara, membuatnya harus mengalihkan pandangannya ke pria tampan di sebelahnya. "maaf kenapa?" Gaara memiringkan kepalanya, heran.
"hari ini kau tidak bangun di kamarmu yang mewah, tidak ada sarapan enak dari koki kelas satu, dan tidak ada keluargamu di mana pun." Lirih Neji sedkit menyesal atas apa yang harus dialami Gaara karena nya.
Gaara memandang Neji dengan tatapan lebih heran. Ia bingung apa yang sedang dikatakan oleh kekasihnya itu sekarang. Gaara memasang tampang sebal.
"kau masih saja menyebalkan Neji." Kata Gaara sejurus kemudian.
Neji hanya diam.
"kau kira aku akan sedih dan menyesal? Setelah akhirnya hari yang ku tunggu-tunggu seperti ini tiba?"
"tapi.."
Terbayang oleh Gaara kalau hari-hari yang ia lalui nantinya akan jauh berbeda dari periode sebelumnya. Namun, hingga detik ini atau sampai kapanpun Gaara berani bersumpah ia tidak menyesal mengambil keputusan ini.
"karena aku tidak sendirian.." kata Gaara tulus. "kau bersama ku Neji. Karena mulai hari ini aku akan benar-benar selalu bersamamu."
Apa lagi yang lebih baik dari itu?
Neji tersenyum lembut, tangannya masih sibuk mengedalikan kemudinya.
"Gaara, tolong ambilkan ranselku di bangku belakang."
Tidak perlu bertanya balik, Gaara lantas mengambil ransel yang ada di bangku belakang itu. Lumayan berat.
"bisa tolong buka kan?" kata Neji lagi. Gaara mengangguk.
Gaara kira tas itu berisi pakaian atau apapun yang lainnya, namun nyataya tas itu penuh dengan uang, perhiasan, dan beberapa hal lain yang bernilai harganya. Gaara memandang Neji dengan tatapan takjub.
"aku mengambil seluruh uang tabungan ku dan uang warisan ayahku, serta bagianku sebagai bagian dari keluarga hyuuga" kata Neji membuat Gaara sedikit membuka mulutnya. "Gaara, aku berjanji padamu, tidak akan sedikitpun kubiarkan kau menderita,"
Neji memanglah Neji, ia selalu penuh persiapan dan pemikiran yang matang, sifatnya yang selalu bisa diandalkan itu membuat Gaara benar-benar kagum. Tak pernah terpikir oleh Gaara kalau Neji akan membuatnya menderita, karena Neji selalu menempatkan Gaara di atas apapun.
"ternyata kau sudah menyiapkan segalanya, tidak adil.." Gaara mencelos saat menyadari dirinya bahkan tidak memiliki apapun saat ini.
Neji tersenyum kecil. "sekarang aku minta tolong kau lihat isi kantong ranselku di bagian depan."
Sekali lagi Gaara mengikuti perkataan Neji, dan ia terkejut melihat sebuah kotak berwarna merah yang anggun di sana. Gaara membukanya dan ia terpesona dengan warna perak di dalamnya, warna itu berkilat seperti cahaya bulan di malam hari, mengingatkannya pada mata khas milik Neji.
"itu cincin untuk mu, saat kita sampai di rumah mungil kita nanti aku mau kau langsung menikah dengan ku"
Gaara membungkam mulutnya. Tanpa berkata apapun air matanya mengalir begitu saja. Memandang Neji dengan mata yang basah dan tidak percaya.
"aku mencintaimu Neji." Satu kalimat itu teramat tulus keluar dari bibirnya.
Neji melihat matahari pagi terbit tepat dibelakang kepala Gaara yang tersenyum senang. "aku juga mencintaimu Gaara"
XXX
Dua permen rasa jeruk itu tergeletak begitu saja di atas meja Sasuke. Ah, permen ini membawa memori Sasuke ke beberapa bulan lalu atau tepat setahun yang lalu. Dengan ekormata nya Sasuke melirik Naruto yang sudah duduk di mejanya sambil membaca komik. Tidak bisaanya ia datang pag, benak Sasuke.
Ini permen yang sama dengan permen pertama yang diberikan oleh Naruto kepadanya. Bukan hanya itu, Sasuke juga menemukan sebuah kertas yang didalamnya terdapat tulisan tangan Naruto 'mau jalan bareng dengan ku?'
Sasuke tersenyum kecil, ia menuliskan sesuatu di secarik kertas dengan perasaan senang. Setelah selesai ia melemparkan tulisan itu kearah Naruto.
Naruto merasa sesuatu menghantam kepala pirangnya dengan lembut saat sebuah kertas terjatuh dari uraian rambutnya. 'Yeah' tulisan yang singkat itu membuat Naruto tersenyum senang.
…
Taman bermain
"berhenti mengambil foto ku, Teme." Kata Naruto sambil berusaha mengambil kamera digital dari tangan Sasuke.
"hahaha.. kau harus liat ekspresimu saat turun dari roller coaster , dobe!" Sasuke tertawa puas sambil memegangi perutnya. Sekali lagi ia memandang wajah Naruto di kameranya yang seperti ketakutan setengah mati.
Naruto mencubit pipi Sasuke dengan gemas. "aku gak mau naik yang beginian lagi, berikutnya kita ke rumah boneka saja!"
Sasuke menghentikan tawanya, dahinya mengernyit.
"tidak, itu untuk anak kecil" tolak Sasuke dengan cepat." selanjutnya kita naik wahana yang di sana. Kata Sasuke sambil menunjuk wahana yang baru saja seperti melesat ke atas dengan sangat cepat.
Wajah Naruto membiru. "oke, kita istirahat dulu. Setelah itu kita pergi ke tempat lain."
Sasuke mendelik. "sudah mau pindah tempat?"
Naruto mengangguk mantap, dia tidak boleh pingsan saat ini. Hari masih panjang, ia masih ingin menikmati sisah hari bersama Sasuke.
Ice Skating
"jangan berani-berani melepaskan tangan mu dariku!" ancam Sasuke sunggu- sungguh.
Naruto terkekeh saat tangannya mulai terasa sakit karena genggaman Sasuke.
"tenang saja, kau tidak akan jatuh… hahaha.. HWAAA!"
"HWAAA!"
Jantung Sasuke terasan nyaris copot saat Naruto berteriak hingga kemudian kakinya tergelincir dan jatuh. Semuanya terasa begitu cepat saat tubuhnya berguling bersama Naruto di lantai es yang dingin itu. Sasuke menatap Naruto dongkol.
"kenapa kau jatuh, dobe!"
Naruto meneguk ludahnya, panik. "kau tidak apa-apa kan Sasuke?"
Sasuke baru saja akan memarahi Naruto saat melihat ada salju warna putih di hidung Naruto. Salju itu bulat menutupi hidung mancung Naruto, entah kenapa hal itu terlihat lucu di mata Sasuke, membuatnya jadi tertawa.
"kenapa kau tertawa Sasuke?"
"hahaha, rahasia."
"katakan ada apa!? Kepalamu terbentur?"
Alih-alih menjawab, Sasuke asik melanjutkan tawanya.
Palk! Sasuke merasakan timpukan salju dingin di atas kepalanya.
"hahaha.. rasakan, teme!" Kali ini Naruto yang tertawa puas.
"sialan kau."
Baru saja Sasuke hendak membalas perbuatan Naruto saat seorang petugas menghampiri mereka.
"maaf, waktu anda berdua sudah berakhir. Terimakasih sudah bermain ice skating di sini."
Mendengar itu, Naruto dan Sasuke saling berpandangan dan tertawa bersama.
…
Sepertinya matahari sebentar lagi terbenam, Sasuke memperhatikan langit kemerahan di atas kepalanya. Sasuke benar-benar puas hari ini, naruto mengajaknya ke berbagai tempat, mulai dari took kue, taman bermain, ice skating, nonton bioskop, hingga akuarium raksasa.
Di atas motor besar milik Naruto yang melaju dengan cepat itu, Sasuke membiarkan angin mempermainkan rambutnya. Hari ini ia benar-benar senang, Naruto selalu berhasil membuatnya hari-harinya menjadi berharga.
Motor Naruto berhenti di tempat yang sangat Sasuke kenal. Naruto mempersilakan Sasuke untuk turun dari motornya terlebih dahulu.
"apa kau bahagia hari ini?" kata Naruto setelah turun dari motornya.
Sasuke mengangguk. Sangat.
"ini tempat pertama kali kita pergi bersama, kau ingat?"
Sasuke mengangguk sekali lagi. Mana mungkin Sasuke lupa,
Hari itu merupakan hari yang paling indah dalam hidupnya. Masih terpahat jelas diingatannya suasana sore itu, langit musim dingin yang indah, konser, dan dansa hari itu.
"apa yang akan kita lakukan di sini Naruto? Apa akan ada konser lagi?" Tanya Sasuke penasaran.
Naruto hanya diam, ia berjalan ke belakang Sasuke dan memposisikan dirinya di belakang Sasuke.
"aku ingin menunjukan sesuatu." Kata Naruto lantas menutup mata Sasuke dengan tangannya.
"hei, Naruto, kenapa kau menutup mataku?" Sasuke agak bingung dengan perbuatan Naruto itu.
"ssstt.. Sasuke, aku akan menuntunmu sampai atas bukit." Kata Naruto lembut.
Mendengar itu Sasuke hanya mengangguk, kejutan seperti apa yang akan ditunjukan Naruto,Sasuke mengikuti bimbingan Naruto perlahan saat mendaki bukit kecil itu, hingga ia merasa mereka sudah tiba di puncaknya.
"I love you, Sasuke…" kata Naruto sembari melepaskan tangannya dari mata Sasuke.
"na..ruto.."
Sasuke kira ia sudah sangat bahagia hari ini hingga ia tidak mungkin bisa bahagia lagi, tapi ia salah.
Hembusan angin di atas bukit itu membawa aroma mawar yang bertebaran di atas sana. Sasuke melihat sekelilingnya yang penuh dengan bunga mawar dan lilin-lilin yang melingkarinya dan Naruto. Di tanah bukit itu terpahat sebuah tulisan tangan yang sangat ia kenal.
'Naruto and Sasuke, Endlessly'
Sasuke baru saja mau berkomentar saat Naruto berbisik padanya, "it's show time"
Dan di detik berikutnya Sasuke mendengar alunan musik yang sangat merdu dari bawah bukit, di atas panggung yang dulu itu, band yang sama dengan hari itu, kini mulai memainkan musik yang amat disukai Sasuke.
"kau mau kemana Naruto?" Tanya Sasuke saat Naruto melepaskan genggaman tangannya dan berlari ke arah panggung itu.
Sasuke terdiam saat Naruto berdiri di atas panggung itu dan pemain band itu menghentikan permainan musiknya. Suara musik klasik itu kini berganti dengan nada yang berbeda, nada ini tidak asing. Ini adalah musik dari lagu band kesukaannya dan kesukaan Naruto.
Sasuke tersenyum, wajahnya terasa panas. "dobe, kau gila…haha" Sasuke tertawa tidak habis piker. Dari atas sini, Sasuke bisa mendengar suara Naruto yang menggunakan mikrofon dengan jelas.
"untuk seorang yang special, Uchiha Sasuke." Kata Naruto tegas, menghelanafas nya sebentar hingga suaranya terdengar di seluruh antero.
I remember what you wore on the first day
You came into my life and I thought,
Hey, You know, this could be something
Dada Sasuke bergemuruh cepat, aliran darahnya mulai mengalir pada tempo yang tidak normal, di dalam perutnya seperti ada ribuan kupu-kupu yang menari di sana. Perasahaan hangat menghempas dirinnya.
So maybe it's true that I can't live without you
And maybe two is better than one
But there's so much time to figure out the rest of my life
And you thought that it got me coming undone
Ya Tuhan, suara Naruto ternyata sangat mengaggumkan di telinga Sasuke, membuatnya ingin ikut bernyanyi dari atas sini.
And I'm thinking.. two is better than one
Sasuke terlarut dalam lagu itu, Naruto di bawah sana dan ia di atas sini, tapi seolah mereka berada di tepat yang sama dan bernyanyi bersama hingga musik itu berhenti.
Sasuke ingin tertawa sekali lagi, namun urung saat ia mendengar naruto, masih di atas panggung itu, menyebut namanya dengan jelas.
"mereka bilang aku hanya bisa menimbulakan masalah."
"mereka bilang, tidak ada yang baik dariku."
"hingga aku tahu mereka semua salah."
Sasuke mengerjapkan matanya, naruto itu, ternyata ia tidak cukup puas membuat sasuke tercengang.
"kau tahu kenapa?"
Sasuke terdiam
"karena tuhan tidak mugkin mengirimkan malaikat sepertimu padaku, bila semua itu benar"
Sasuke mengaga sempurna, Naruto itu.. ia mengutarakan perasaanya di tempat seperti ini. Di saat seperti ini?
"dan kini tuhan memintaku untuk selalu menjaga malaikat itu."
"hal gila muncul di kepalaku sejak pertama aku mengenalmu."
Sasuke mejamkan matanya, meresapi semua ucapan Naruto saat memori nya kembali melayang, ke saat-saat dimana ia menghabiskan waktu bersama dengan Naruto, hanya berdua.
"aku ingin menikah dengan mu"
Air mata itu sudah tak bisa di tahannya, Sasuke ingin berteriak, Oh, Tuhan bisakah Sasuke lebih bahagia dari hari ini?
END
Lagu English di atas itu lagunya Boys like girls, two is better than one
Well… minna-sama terimakasih karena sudah menyimak ceritanya hingga sejauh ini.
Terimakasih untuk feedbacknya. Baik itu review, favorite, dan following.
See you?
