The Black Cat
Pairing :KiWook, KyuWook, HaeMin, YeChull
Disclaimer :Super Junior milik SMEnt, Semua member milik mereka sendiri, tapi untuk Kim Kibum adalah milik saya, dan ryeowook adalah calon saya #kena Gampar#. Dan kami semua milik Tuhan.
Rated : T
Warning : Typos, bad plot, gaje, gak da humornya, YAOI, BOYS X BOYS don't like don't read
Summary :Dimulai dari Agen Elit super Rahasia yang dijuluki Black Cat, hingga sang agen bertemu dengan seorang namja buta yang membuatnya berpikir ulang untuk membunuhnya. Masa lalu yang penuh misteri serta penghianatan sang presiden
Genre : Crime, Romance
%ika. Zordick%
Matahari muncul dari singgasananya, menunjukkan wujudnya demi menggantikan malam yang kelam. Baiklah sepertinya malam yang kelam untuk beberapa orang saja. Kibum membuka matanya berlahan. Ia tak mimpi buruk semalam, ia bahkan bangun lebih siang pagi ini. Dia tersenyum dan menghirup aroma cinta yang masih menguar di kamar luas tersebut.
Dia menatap sosok yang tengah berbaring sejajar dengannya. Terlelap dengan begitu nyenyaknya. "Manis~" gumam kibum tanpa sadar melihat wajah di depan matanya. Kibum tersenyum dengan lebih indah saat merasakan nafas Ryeowook yang berhembus menyapu wajahnya. Nafas teratur dan menenangkan hatinya.
Tangan kibum berlahan terulur merapikan poni Ryeowook yang menutupi wajahnya. Direngkuhnya tubuh mungil itu dan mengelus punggung mulus Ryeowook dengan jemarinya. Di ciumnya lembut dahi Ryeowook, mencoba membangunkan sang bidadari hatinya. Yang benar saja, Ryeowook sungguh membuka matanya, mengeluarkan senyum terbaiknya menyambut sang namja tampan yang tengah membangunkannya.
"Pagi~" sapa Ryeowook mengecup bibir Kibum kilat. Kibum mengecup kelopak mata kanan Ryeowook. "Hmm~" gumamnya dengan senyuman dibibirnya guna membalas senyuman selamat pagi yang amat indah dari orang yang ia cintai tanpa status hubungan yang pasti itu.
"Aku berpikir, ternyata memang lebih sempurna saat melihat wajah tampanmu dari pada kegelapan" ucap Ryeowook dengan pipi bersemu. Kibum mengerti maksud kata-kata namja mungil di dekapannya ini. "Kau sempurna mau seperti apapun Kim Ryeowook"
Wajah Ryeowook bertambah merah saat kibum mengecup bibirnya kilat. "Terima kasih karena mencintaiku, wookie"
Ryeowook terkekeh, "Terima kasih juga sudah memperlakukanku dengan sangat lembut bummie". Kibum tersenyum, "Aku hanya melakukan apa yang menurutku kau sukai. Bukankah kau suka di sentuh dengan lembut ehm?" kembali Ryeowook memerah.
"Mengapa kau tak malu mengatakan itu heh?" di pukulnya kepala Kibum lembut. Kibum bersungut, "Itu sakit, kau melukaiku!"
"Black cat sadis tak mungkin terluka Cuma karena jitakan dariku kan?" ryeowook memutar tubuhnya membelakangi Kibum. Kibum tersenyum melihat tingkah orang yang dicintainya itu, bukankah ryeowook lebih tua darinya? Kenapa harus begitu kekanakan? Tapi jujur saja, dia menyukainya. Di rengkuhnya tubuh ryeowook dari belakang. "Aku mencintaimu" bisik Kibum lembut di telinga Ryeowook.
"Aku juga, snow… sangat mencintaimu"
%ika. Zordick%
"HUWAAA… ANDWAE!" teriakan terdengar sepanjang lorong selatan kediaman Keluarga Kim. Dia menatap horror namja yang terjatuh dari tempat tidur akibat ulahnya. "YAK! LEE HYUK JAE! SUARAMU BENAR-BENAR MEMBUAT TELINGAKU SAKIT!" sentak namja yang terjatuh tadi. Tanpa rasa berdosa dia kembali merayap masuk ke dalam selimut dan menutup matanya kembali.
"ANAK SETAN! KUBUNUH KAU!" pekik Eunhyuk—namja yang berteriak tadi tepat di telinga kyuhyun—namja yang terjatuh dengan tidak elitnya dari tempat tidur.
Kyuhyun mendudukkan dirinya. "Kau mau membuat telingaku tuli?" kyuhyun menggosok telinganya sambil bersungut tak terima.
Eunhyuk tiba-tiba mengerucutkan bibirnya, isakkan lirih mulai terdengar."HUWEEE~~~" tangisnya pun pecah. "Kau menodaiku!" tudingnya membuat Kyuhyun harus cepat menutup mulut polos itu sebelum ia sungguh menjadi terdakwa kasus menodai anak orang.
"Yak! Bukankah kau mau-mau saja kutiduri semalam?" Kyuhyun melotot menatap Eunhyuk, eunhyuk menghentikan tangisnya. "KAU!" eunhyuk menjitak kepala kyuhyun. "KAU KIRA AKU APA? NAMJA SEWAANMU?" eunhyuk meraih bantal dan memukuli kyuhyun,
"Aku akan bertanggung jawab!" ucap Kyuhyun pasti. Eunhyuk menyeringgai, GOTCHA! Dia mendapatkannya. "Bertanggung jawab? Bukankah kau sudah punya kekasih?"
Kyuhyun menepuk dahinya, dia hampir saja melupakannya. Apa yang harus ia katakan pada Ryeowook? "Apa kau mencintaiku kyu?" Tanya Eunhyuk dengan wajah di buat sesedih mungkin. Kyuhyun mengiba, di rengkuhnya tubuh eunhyuk. "Tentu saja aku mencintaimu hyukkie, tapi Ryeowook akan sedih ketika mengetahui aku melakukan dosa ini"
"Bukankah ada kibum?"
"Eh? Kenapa kau membahas kibum? Kau mau dia menjadi kekasihmu begitu?" Kyuhyun terlihat tak terima. Eunhyuk menggeleng imut, kemana image ghost boy yang begitu keren saat menjalankan misi? "Tentu saja tidak, serahkan Ryeowook padanya"
"MWO? Kau gila?"
"Sstt… kau ingin satu rumah ini tahu apa yang baru saja kau lakukan padaku?" ancam Eunhyuk. "Tidak! Kau yang gila babo! Kau memisahkan orang yang saling mencintai! Kau putuskan Ryeowook atau kuumumkan kau menodaiku!"
"Hyuk Jae sudah kukatakan aku mencintaimu!"
"Kalau begitu lakukan!" pekik Eunhyuk yang mulai geram dengan tingkah Kyuhyun yang sama sekali tak mengerti maksud hatinya. 'Huft! Bukankah dia yang biasanya lebih licik?' batin Eunhyuk.
%ika. Zordick%
Puukk… puukk… puukk…
Donghae mengerjabkan matanya saat dirasakannya tepukan halus di pipinya. "Hae… bangun!" suara manis yang mampu membuat hatinya bergetar terdengar. Donghae berusaha membuka matanya, tersenyum dengan begitu manis demi malaikat indahnya.
"Minnie sudah bangun?" Donghae bangkit dan mengacak rambut Sungmin yang bersimpuh di atas tempat tidur di sampingnya. "Hebat! Sudah bisa mandi dan membangunkan donghae" puji Donghae membuat Sungmin tersenyum lebar. Sepertinya bocah itu bangga dengan kemajuan kecil yang ia alami. Apa sekarang ia sudah dewasa dan bisa segera menikah dengan donghaenya?
"Ming kan mau menjadi istri donge, jadi halus bica bangunin donge donk!" ucap Sungmin ceria. Senyuman hilang di bibir donghae, istri ya? Dia bahkan bingung bagaimana caranya ia dan Sungmin agar segera menikah. Bukannya dia naïf dan tak ingin mendapatkan tubuh dewasa Sungmin, hanya saja ia tak ingin semua berlalu terlalu cepat. Ia tak ingin Sungmin kecilnya di paksa dewasa hanya untuk keegoisannya.
"Donge kenapa? Hae tak mau jadi cuami ming?" isakkan lirih kembali terdengar. Donghae mengacak rambutnya frustasi, kenapa Sungmin harus begitu sering menangis dan membuat hatinya sakit. "Mana mungkin ming! Yang Donghae inginkan sekarang hanya bisa menjadikan Ming sebagai istri donghae" ucap Donghae dengan senyuman manis. Di pangkunya sungmin, di kecupinya bekas kiss mark di leher putih namja kecil itu. "Apa masih sakit ming?" Tanya donghae.
"Hihihihi~ geli Hae!" tawa Sungmin. Sungmin menggeleng. "Tidak…" diciumnya pipi donghae agak lama. Donghae mengerjab, pipinya bersemu merah kemudian. "Mandi cana! Hae bau!"
Donghae tertawa, "Jadi ming tidak menerima Hae apa adanya?" donghae menampilkan wajah pura-pura sedih. Sungmin kebingungan, "Tentu caja tak begitu hae! Ming suka donge yang bagaimanapun" ucap Sungmin dengan menampilkan pose lucu.
"Buktinya ming tidak suka hae yang bau"
"Anni… ming suka hae yang bau kok, kalau gitu hae tak ucah mandi caja" Sungmin menggeleng serba salah. Donghae menyeringgai, sepertinya dia berhasil menggoda sang pujaan hati.
"Kalau gitu ming tak bisa jadi istri yang baik kalau ming tak bisa membuat Hae mandi" Donghae menjulurkan lidahnya kemudian beranjak dari ranjang Sungmin. Sungmin mengerucutkan bibirnya dan menggembungkan pipinya. "DONGE HALUS MANDI!" Teriak Sungmin mendorong tubuh Donghae ke kamar mandi.
BUUGHH…. Jadilah Donghae yang terpeleset dan terduduk di lantai kamar mandi. "Sakit lho ming!" adu donghae. Sungmin menjulurkan lidahnya dan membanting pintu kamar mandi. "Mandi cana! Ming mau jadi istli yang baik!"
Donghae membisu, "Dan aku sungguh ingin menjadi suami yang baik untukmu ming! Apa yang harus kulakukan?" batinnya.
%ika. Zordick%
"Gwechanayo Chagiya~?" suara manis ke dua namja tampan itu terdengar. Suasana ruang makan yang sebelumnya tenang menjadi ricuh karena ulah ketiga tuan rumah yang paling terhormat di pagi hari. Kangin tertawa paling keras dan mendapat deathglare mematikan dari Yesung. Bagaimana tidak, Yesung dan Leeteuk tengah memapah Heechul yang terlihat sama sekali tak bisa menggerakkan tubuhnya.
"Tulangku remuk~" batin Heechul miris. Leeteuk mengambil posisi menarik kursi yang akan di duduki Heechul, Yesung memapah sang istri untuk duduk di sana. Mereka bergantian mencium pipi Heechul kemudian duduk mengapit sang istri yang menahan tangis karena sakit yang luar biasa di beberapa bagian tubuhnya akibat ulah ke dua suaminya.
"Pagi eomma!" Kibum tiba terlebih dahulu. Di kecupnya dahi eommanya dan mencium pipi Yesung. Dia menarik kursi Ryeowook, mempersilahkan sang tuan putri duduk di tempat itu. Ryeowook hanya tersenyum, sepertinya kibum sudah mulai berani memperlakukannya dengan baik secara terang-terangan. Hah~ ryeowook yang baik belum tahu saja bahwa seseorang meletakkan obat perangsang di makanannya dan juga makanan Kyuhyun tentunya, semalam.
Donghae tiba kemudian, dengan riangnya ia berpegangan tangan dengan Sungmin memasuki ruang makan. Di dudukkannya sang pujaan hatinya di sebuah kursi yang agak tinggi di sampingnya. Sungmin mengecup pipi Donghae sebagai ucapan terima kasih, hal tersebut sukses membuat suasana ricuh kembali. Pasangan paling mesra telah tiba rupanya. Donghae berjalan ke kursi eommanya, di kecupnya pipi eommanya dan Yesung kemudian kembali duduk di samping Sungmin. Leeteuk menunduk, berusaha menyembunyikan rasa sakit hati yang makin mencuat.
Heechul menggenggam tangannya, menyalurkan kekuatan. "Mereka hanya tidak tahu hyung" ujar Yesung yang membuat senyuman di wajah Leeteuk kembali terkembang.
"KYUHYUN PABO! PELAN-PELAN! INI SAKIT!" dan pasangan baru yang belum mempunyai jaminan hubungan tiba terakhir di meja makan. Kangin dan Shindong langsung terpekik. Kibum menutup mulutnya berusaha menahan tawa. Sungmin tertawa, "Eunhyuk hyung lucu! Jalannya seperti pingguin!"
Donghae akhirnya tertawa juga mendengarkan penuturan polos kekasihnya. Yesung dan Leeteuk berusaha menahan tawa mereka, bisa-bisa kepala mereka jadi korban sang istri yang kondisinya lebih parah dari itu. "BWAHAHAHAHAHA" tawa Heechul terdengar membahana. "Rasakan kau anak jelek!"
Jadilah adu deathglare, sang black cat dan ghost boy. Kibum hanya menghela nafas. Makanan pun mereka habiskan dengan sesekali tertawa dan sedakan. Hah~ suasana rumah Kim yang biasanya bagai rumah hantu itu sekarang bisa sericuh sekarang bukankah hal yang baik. Bukankah tuan ribut yang selalu membuat ricuh sudah terbangun? Ya~ tentu saja yang dimaksudkan disini sang nyonya besar aka kim heechul.
"Kibummie~, Donghae—ya, ada yang mau eomma beritahu" ucap Heechul saat piring-piring mereka sibuk di bereskan oleh robot-robot buatan Yesung. Kibum dan Donghae langsung menatap sang eomma. "Leeteuk adalah ayah kalian" ujarnya enteng yang sukses membuat Donghae tersedak ludahnya sendiri dan kibum yang tak berekspresi terlihat syok.
"MWO? Sejak kapan?" ucap mereka serempak.
"Sejak kalian belum terlahir, eomma, appa dan daddy memang sudah menikah sejak kalian belum lahir" kali ini Yesung menyela, kelihatannya ia menjelaskan sesuatu yang tambah membuat anak mereka bingung.
"Ini Konyol!" decih Kibum tak terima. Perasaan takut mulai menjalari hatinya, jangan-jangan dia bukan anak kandung Yesung melainkan Leeteuk. bukankah dia merasakan kedekatan berbeda dengan namja itu.
"Lalu aku anak siapa? Appa atau leeteuk ahjussi?" Tanya Donghae mewakili kibum.
"Tentu saja anak kami berdua, kenapa kalian mempertanyakan itu?" leeteuk mengeriyit bingung mendengar pertanyaan anak sulungnya.
"Wait the minute! Appa! Jangan bilang kau memutasikan genmu dan gen Leeteuk ahjussi, menjadikannya satu dan membuatnya melebur sempurna di sel telur yang kau buat di tubuh eomma!" Donghae menggebrak meja, menatap sengit sang ayah gilanya yang kini nyengir sambil menjentikkan jarinya. "Eureka! Kau memang jenius anakku!" ucapnya girang.
Kibum menggeram, sekali lagi mereka adalah bahan percobaan sang ayah. Dia mengacak rambutnya frustasi, diliriknya Sungmin yang terlihat bingung melihat adu mulut donghae dengan Yesung. Dia menajamkan penglihatannya, merah… di leher Sungmin. "BRENGSEK!" pekiknya. Heechul, Yesung dan Leeteuk tersentak kaget, anak mereka baru saja mengumpat pada mereka.
Hampir saja ketiga orang tua itu menangis tak jelas, jika saja kibum tak bangkit dan menggendong Sungmin. "Apa yang kau lakukan pada Sungmin? Kim Donghae…" selidik kibum dengan mata menajam menatap Donghae.
"Aku tak melakukan apapun!" sanggah Donghae.
"Lalu apa ini? Kau tahu dia tak cukup umur kan?" kibum memang selalu menjaga Sungmin, itu sudah rahasia umum di rumah tersebut jika Kibum yang kelewat overprotectif pada sang kekasih hyungnya itu. "Ming! Apa yang dilakukan oleh donghae pada lehermu?" kibum melembut dan menatap mata foxy sang namja kecil dalam gendongannya.
Sungmin merenggut, dipasangnya wajah berpikir yang menggemaskan, "Hae, menggigitnya semalam bummie" PRAAANGG… habis sudah dirimu Kim Donghae, wajah adikmu yang dingin itu sekarang berubah sangar. Di letakkannya tubuh mungil Sungmin di pangkuan Kyuhyun. "Ini akan gawat!" bisik Kyuhyun memberi kode.
Hangeng, shindong dan kangin langsung mengambil ancang-ancang. "TAHAN BOCAH ITU!" teriak Yesung memberi komando. Berakhirlah sarapan pagi yang tenang mereka.
%ika. Zordick%
"Bummie… Ming mau cama donge" rengek Sungmin, Kibum tak menggubris, ditahannya tubuh Sungmin agar tetap tenang dalam pangkuannya. "Tetap diam atau kau takkan bertemu dengan donghae lagi!" desis Kibum yang membuat Sungmin terdiam. Dia menatap Kyuhyun penuh haru. Kyuhyun menaikkan bahunya tanda tak mau ikut campur. Ia pun tahu sendiri bagaimana jika sahabatnya itu sudah mengamuk tentang hal yang berhubungan dengan Sungmin.
"Kyunnie hyung~~" Sungmin memasang bunny eyesnya. Kyuhyun menyeringgai, "Minta bantuan Wookie hyung sana!" bisiknya pada Sungmin. Sungmin mengangguk mengerti, kyuhyun mengangkat Sungmin dari pangkuan Kibum dan memindahkannya ke pangkuan Ryeowook. "Hyung~ bummie jahat!" adu Sungmin, Ryeowook tersenyum di belainya surai hitam sungmin dengan penuh sayang.
"Apa yang di lakukan Bummie padamu ming?" Tanya Ryeowook dengan khas keibuannya.
Sungmin memajukan mulutnya, "Dia memisahkan ming dengan cuami ming! Huweee!" rengek Sungmin yang sukses membuat Ryeowook menahan tawa gelinya. Di tatapnya Kibum dengan wajah pura-pura marah. Kyuhyun tertawa dan membisikkan sesuatu pada ryeowook, "Aku tahu kau menyukainya, setidaknya bisakah aku menyerah?"
Wajah ryeowook sontak memerah, dia mengangguk malu-malu. Eunhyuk memajukan bibirnya kesal. "Apa yang setan itu lakukan eoh?" gumamnya kesal. "Hyung~ bummie di cana!" keluh Sungmin yang membuat Ryeowook kembali menatap Kibum tajam. "Apa?" Kibum menaikkan sebelah alisnya.
"Pulangkan dia pada suaminya bummie!" perintah Ryeowook mutlak.
"Tidak akan!" jawab kibum acuh kembali sibuk dengan ipad ditangannya. "Kau membentakku?" Ryeowook memeluk Sungmin berpura-pura menangis. "Tentu saja tidak!" Kibum kebingungan. "Kalau begitu kembalikan dia, atau aku tak mau bicara denganmu lagi!"
Kibum meraih Sungmin, di dorongnya pada Donghae yang sedikit jauh dari tempat mereka duduk. "Baiklah! Sudah jangan menangis lagi!"
Ryeowook mengangguk dengan senyum merekah di wajahnya. Donghae memeluk tubuh Sungmin yang berlari dalam gendongannya. Kembalilah pasangan paling mesra di antara mereka. "Hae sayang sama ming!". "Ming juga!"
"Baiklah! Berhenti bermain! Kita mulai kelanjutan misi kita! Besok adalah hari kembalinya Mr. president" Leeteuk berdehem, seluruh ruangan memfokuskan mata mereka pada Leeteuk yang pernah menjadi pimpinan agent elit dulunya. Yesung menyuruh robotnya menyerahkan beberapa berkas pada masing-masing anggota mereka. Bahkan siwon mendapatkan bagiannya.
"Aku akan memulai, di dalam berkas tersebut terdapat data-data agent di pihak president. Kim Jaejoong—ssi, pimpinan misi perlindungan, rank A di akademi pembimbingan agent, kurasa beberapa diantara kalian mengenalnya" lanjut Leeteuk.
Kibum berdecak, dia tahu betul siapa saingannya dahulu. "Kemudian, Park Yoochun, Kim Junsu dan Kai. Mereka semua agent yang berada di level yang sama dengan Black Cat dan Ghost boy". Tubuh seluruh manusia di dalam ruangan tersebut menegang, mereka tak salah dengar? Empat orang yang berkemampuan sama dengan dua manusia luar biasa. Satu lagi yang sangat mereka sayangkan, dua senjata pembunuh mereka itu masih muda dan tidak berpengalaman.
"Yang terkuat Kim Jaejoong kan? Biar aku yang memegang dia" ucap Heechul memainkan jemari lentiknya di dagunya. Ruangan berubah menjadi gelap, foto Jaejoong terlihat di layar putih di hadapan mereka. "Dialah yang menggantikan posisimu dulu, sebelum kibum masuk secara resmi dalam Agent" Leeteuk memberi pengarahan.
"Tidak masalah!"
"Lalu untuk kalian berdua" Leeteuk menatap Kibum dan Eunhyuk secara bergantian, "Tak ada jalan lain, selain meletakkan kalian di depan dan menyelasaikan tiga sisanya"
"Kau gila?" desis Heechul. "Kita mengenal mereka berdua Kim Leeteuk! kau mau membunuh anak kita!"
"Sebenarnya yang lebih berbahaya itu Kai" kibum mengambil suara. "Aku memang tak pernah bertarung dengannya tapi aku dengar dia mendapat gelar rise sun" sambung Eunhyuk dan kibum mengangguk.
"Hmf… dia memperoleh nama rahasianya dengan cepat. Berarti dia agent rahasia yang hebat" ucap Donghae menyimpulkan.
"Lalu masalah lalat-lalat lain, biarkan kami menyelesaikannya" Kangin mengucap yakin. "Lalu, kita juga harus meyakinkan rakyat bahwa pilihan seorang president mereka salah. Bagaimana caranya?" Tanya Siwon mengangkat tangannya, mereka tak boleh tertuduh menjadi pihak yang salah.
"Prof. Kim Yesung adalah tokoh masyarakat terkenal, kita bisa membuatnya berpidato" Henry mencoba memberi usul.
Leeteuk dan Heechul menatap horror Yesung yang sudah begitu bersemangat. Mereka bisa yakin bahwa Yesung hanya akan menyabutkan, 'energi, difungsikan, aljabar, kecepatan cahaya, futon dan luar biasa'.
"Mereka memang percaya pada Prof. Kim tapi tidak untuk seorang namja muda berwajah childish yang mengaku-ngaku sebagai seorang professor" sahut Hangeng tak menyetujui. "Aku setuju dengan itu, aku bahkan tak percaya bahwa dia professor kim yang terkenal saat pertama kali bertemu dengannya" imbuh kangin yang membuat Yesung murung di pojokan.
"Kurasa kita punya seorang yang terkenal di dalam sini" ucap Siwon yang membuat semua orang yang sempat berputus asa menatapnya kembali. "Siapa?"
Siwon menunjuk seseorang dengan dagunya, "Sang Dancing machine, Lee Hyuk Jae! Setidaknya kita punya jewels untuk membantu pergerakan kita kan?"
Donghae dan Sungmin langsung mengeluarkan benner mereka, "LEE HYUK JAE! LEE HYUK JAE!" pekik mereka serempak layaknya fans. "Bingo! Kita akan mengadakan siaran langsung! Shindong hack semua jaringan dan biarkan wajah Hyukjae merajai semua siaran" Kyuhyun memberi perintah.
"Sebelum itu, ada yang ingin kukatakan pada kalian" Yesung berdiri dari kemurungannya. Di masukkannya disc ke dalam laptopnya dan menayangkannya lewat infokus. Semua hening saat memperhatikan ledakan dasyat dalam video itu. "OVERSOUL" pekik Donghae. "Hentikan appa!"
"Jika gagal, aku akan menjalankan PLAN B. kita hendak menghentikannya kan? Mengorbankan diri juga termasuk dalam misi" Yesung menyeringgai.
"Ambisimu mengerikan!" desis Leeteuk.
"It's me! Aku tak tahu secara pasti apa politik sepertimu dan cara berkelahi seperti Heechullie. Aku hanya seorang eksakta yang tak pernah menemukan angka berbeda dari cara berbeda, jika kasus yang kutemui adalah sama. Kuharap kau menerima caraku hyung, aku tak pernah bermain-main dengan sesuatu yang serius"
"Aku menerimanya" Kibum menjadi orang pertama yang angkat bicara. "Aku akan kembali ke kamarku dan menyiapkan segala keperluan, kau ikut hyukkie?"
"Tentu saja! Ini seru, hei.. bisakah kau meminjamkanku pedang yang sepanjang ini?" eunhyuk mengikuti langkah Kibum. Dua namja yang memang tak pernah takut mati itu pasti menerima ide gila apapun. "Kurasa aku punya banyak, kau bisa memilih"
"Aku setuju!" sahut yang lainnya berbarengan dan Yesung tersenyum. Mereka memang tak punya pilihan lain, jika mereka gagal, mereka akan di hukum mati, jadi tak ada salahnya kan mati bersama musuh dan membiarkan segalanya kembali seperti semula.
%ika. Zordick%
"Lee Hyuk Jae imnida, aku mungkin tidak pantas mengatakan dan mengkritik politik mengingat profesiku hanya sebagai seorang artis. Namun usiaku sudah di perbolehkan mengikuti PEMILU dan di katakan sebagai warga Negara ini. Ideology Negara memang hal yang rumit menurutku, namun bukan itu inti yang ingin kusampaikan" eunhyuk melirik Kyuhyun dan kyuhyun menunjukkan jempolnya. Donghae tampak sibuk berkutat di depan komputernya, membuat hacker manapun tak bisa mengganggu jaringan mereka. Sementara Shindong, melakukan tugasnya dengan baik.
Yesung menepuk bahu Donghae, donghae memelas, itu artinya dia mendapatkan hal yang sulit. Yesung mengambil tempat yang seharusnya, mulai menarikan jemari lentiknya di atas keyboard komputernya. "Berbicaralah!" isyarat Yesung saat merasakan tidak ada hacker yang mampu menyaingi kepintarannya.
"Sejak kecil aku percaya liberalisme yang di anut pemerintahan kita, menjanjikan kebebasan untuk warganya. Membuat diri kita berkembang tanpa takut kepada pemerintahan, memiliki hak tersendiri yang tak bisa di ganggu gugat oleh orang lain. Mungkin kalian akan berpikir, jika kita menganut komunisme, aku takkan bisa seterkenal sekarang. Baiklah… itu juga sangat mungkin, tapi ada satu hal! Aku tak ingin menjadi catur Negara. Aku membela Negara ini karena aku mencintainya bukan karena paksaan dan monopoli pemerintah."
"Percayalah padaku! Prof. Kim Yesung juga mengambil bagian dari mempertahankan ideology ini. Aku tak tahu bagaimana pak president mengatakan betapa bagusnya paham lain, namun satu hal… aku bangga dengan negaraku yang sekarang. Aku tak kelaparan dan aku hidup dengan baik tidak seperti tempat di belahan dunia lain. Prof. Kim sendiri mungkin yakin, aku pun juga begitu bahwa saat orang lain melihat ini, kami pasti akan mati. Kami penghianat Negara yang memproklamasikan diri merdeka dari pemerintahan president. Kami pemberontak!"
Ryeowook meneteskan air mata, ia tahu setelah pengumuman ini maka kibum bisa saja tak ada di depan matanya lagi. Bisa saja orang-orang yang di sekelilingnya ini akan mati. Dia beringsut menyembunyikan wajahnya di dada kibum. Mulai menangis terisak, mereka tak punya pilihan, misi harus berhasil atau mereka semua mati. Henry menunduk, siwon merengkuh tubuh mungil itu. Mereka sungguh pemberontak yang harus siap mati.
"Tapi dengarkanlah aku! Dan percaya padaku! Kita tak perlu revolusi yang menurun. Bukankah selama ini kita berjuang untuk kemajuan dan demokrasi yang seharusnya bukan pemerintahan satu tangan yang hebat. Prof. Kim Yesung dan keluarganya membantu kita dan Negara ini, apakah kalian merasa dia tak pantas mendapatkan kepercayaan dari kalian? Negara kita terkenal karena bantuan dirinya, namanya seolah lambang dari kita tapi dia tak minta dia harus menjadi president seumur hidupnya. Bukankah begitu?"
"Sekarang teman-temanku menangis, mereka ketakutan dengan kematian di depan mata mereka, tapi aku tidak! Aku akan berjuang atas nama demokrasi sampai akhir bersama keluarga besar Kim! Dan juga anak penjahat Cho. Dia ada di sampingku dan merasakan bahwa ulah ayahnya tidak benar. Penjahat itu tak boleh kalian percaya. Sekali saja! Berikan pilihan kalian, berada di pihak kami—prof. Kim Yesung atau berada di pihak penggerak pemerintahan abadi itu?"
Wajah eunhyuk menghilang dari layar kaca. Semua kembali ke tempat semula. Donghae dan Shindong menghela nafas mereka. "Kita berhasil!" sorak mereka serempak. Eunhyuk memamerkan gummy smilenya. Kyuhyun memeluknya erat. "Gommawo…"
%ika. Zordick%
"Hyung! Bagaimana posisimu?" suara kyuhyun mendesing di telinga Leeteuk, di sampingnya terlihat Heechul yang sedang menggulung rambutnya dan menyelipkannya dalam topi hitam yang biasa ia gunakan.
"Disini tak masalah" jawab Leeteuk menyiapkan senapannya. "Ada 29 orang penembak jitu di sekitar gedung itu, pastikan daddy menembaknya tanpa meleset" Donghae mengecek penyadap yang dipasangnya di seluruh gedung Dewan perwakilan. Di halaman gedung itulah sang president akan melakukan ide konyolnya.
"Aku mengerti Kim Donghae!" sahut Leeteuk. "Eomma kau siap? Kau akan menjadi umpannya"
"Nee~ kapanpun aku akan siap dear!"
…
"Bagaimana Kibummie?" Kyuhyun beralih pada Kibum yang sedang bersama Kangin. "Tak masalah!". Kibum memjamkan matanya, menikmati semilir angin dari puncak gedung di samping kiri yang mengelilingi halaman tempat target mereka.
…
"Eunhyukkie?" Eunhyuk nyengir, di tatapnya Hangeng di sampingnya. "Kami siap kapan saja!" sementara Eunhyuk di samping kanan. Di kaitkannya tali yang telah di simpulnya dengan baik ke tubuhnya.
…
"Bagaimana Henry? Zhoumy?" Tanya Kyuhyun beralih pada dua namja China yang sedang menyamar menjadi bagian agent pengawal rahasia president. "Tckk.. tckk" mereka berdua memberikan isyarat dengan suara berupa kode. Kyuhyun mengerti. Dia mengangguk pada donghae.
"Henry, berhati-hatilah eoh!" Siwon menatap layar Henry. Henry tak menggubris, dia menatap sang president yang keluar dari gedung. Dia segera memutar tubuhnya, mengikuti instruksi dari kepala Agent.
"Dia akan baik-baik Siwon—ah. Ryeowookie, ayo minum teh bersamaku! Aku berencana menikahkan anakku padamu setelah misi ini selesai"
"Ehh…" Ryeowook membulatkan matanya mendengar suara Yesung yang masih terdengar santai. "Appa, ming juga mau nikah!" Sungmin tak mau kalah. Dia duduk di pangkuan Yesung, yesung tersenyum dan di usapnya pipi chubby Sungmin. "Tapi Yesung—ssi, aku…" Ryeowook menunduk.
"Aku tahu masa lalumu, dan kurasa anakku menerimanya, kenapa tidak denganku? Tapi untuk ming kecilku, kau harus besar sedikit lagi chagiya!" Yesung menggesek-gesekkan hidungnya pada hidung Sungmin.
Sungmin mengerucutkan bibirnya. "Sebesal mana?"
Yesung melebarkan tangannya. "Sebesar ini!" mereka pun terkekeh bersama. "Itu amat besal appa"
"Appa tahu, makanya kau harus bersabar. Kau mau donghae meninggalkanmu?" sungmin menggeleng. "Kalau begitu dengarkan appa eoh! Ryeowook—ah, panggillah aku dengan sebutan appa juga!"
Ryeowook duduk di samping Yesung, dia mengangguk patuh. "Bagus, sekarang kita tinggal berdoa agar mereka pulang dengan selamat"
%ika. Zordick%
"Mulai!" ujar Kyuhyun.
Kibum memutar tubuhnya membelakangi depan gedung. Dia berdiri di depan pagar pembatas dan memegang erat besi pengaman tersebut. Dia menatap Kangin, kangin memeluk dan mengecup pucuk kepala Kibum sebentar. "Aku percaya padamu. Berhati-hatilah!" kibum mengangguk.
Eunhyuk dan Heechul melakukan hal yang serupa dengan kibum. Mereka bertiga merentangkan tangan mereka dan srrrr…. Mereka terjun bebas, dengan posisi punggung yang siap menghantam tanah terlebih dahulu. Aksi penembakan di mulai, Leeteuk mengarahkan senjatanya dari arah suara sniper yang mulai menembaki ketiga pembunuh utama mereka.
Kibum, eunhyuk dan heechul menarik tali kuat yang terkait di tubuh mereka. Menahan tali itu di belakang pinggang, kaki mereka dengan pasti menapak di kaca gedung masing-masing. Berayun dengan pasti sambil terus mengulur tali agar sampai tanpa terkena tembakan. Leeteuk di atas gedung bersama dengan Hangeng dan Kangin terus menembaki ke 29 sniper yang mungkin berjaga di dalam gedung.
"Empat…" ucap Kangin
"Delapan…" sahut Hangeng.
"17" Leeteuk melaporkan berapa orang yang berhasil ia tembak mati.
"Selesai, kalian turunlah kemudian!" Donghae memberi perintah.
Ketiga namja yang melakukan atraksi turun dari atas gedung membuat kehebohan di lapangan gedung. Henry dan Zhoumy segera mengambil ancang-ancang melumpuhkan musuh yang hendak menembak Kibum, Heechul dan Eunhyuk dari bawah. Sang president di bawa oleh keempat pengawalnya sesuai rencana—masuk ke dalam gedung. Heechul yang pertama kali sampai langsung mengambil langkah menghentikan Mr. Cho.
"Pemberontak hukum mati!" ucap seorang namja cantik menodongkan senjatanya pada Heechul. Heechul menyeringgai dengan cepat dia merunduk, bertopang pada ke dua tangannya dan memutar pergelangan tangan namja cantik di hadapannya dengan kaki yang dialaskan sepatu boots bertapak tebal. "BAWA PRESIDENT! AKU AKAN HADAPI DI SINI!" pekik namja cantik itu dan sepertinya ketiga temannya begitu patuh dan berlari menaiki tangga darurat.
Kibum dan eunhyuk menyusul sang president. "Black cat?" namja cantik itu menatap nanar punggung kibum yang berlari meninggalkannya. "Siapa kau?"
"Lama tak bertemu jaejoong—ssi" ucap Heechul dengan suara aslinya, ia menjilat bibir atasnya dan sedikit menyeringgai.
"The Real Black cat rupanya? Bukankah kau sudah mati?"
"Kau melakukan dengan sempurna, andai saja suamiku tidak terlalu pintar. Kau sukses membunuhku dan bersyukurlah aku hidup kembali" cerca Heechul bangga. Jaejoong berdecih, dia berjongkok dan menyambar kaki Heechul. Dengan sigap Heechul melompat, jaejoong merapatkan ke dua kakinya, posisinya seperti orang melakukan push-up. CLEEPP… di dorongnya tubuhnya kebelakang dengan bantuan ke dua tangannya, kedua telapak kakinya sukses mengenai tubuh bagian depan Heechul.
BRRUGGHH… heechul terdorong kuat kebelakang, darah berceceran dari tubuh bagian depannya. Sepatu yang di gunakan jaejoong terdapat pisau didalamnya, saat sepatunya mengenai bagian tubuh Heechul, benda itu persis menusuk tubuh tersebut. "ARGGHH…" Heechul memuntahkan darah segar. Dia mengatur nafasnya, berusaha tetap tenang dan dia berhasil.
PLAANGG… jaejoong mencabut pisau di sepatunya. Dia menyeringgai penuh kemenangan. "Akan kubunuh kau untuk yang kedua kalinya, black cat!"
"Tidak akan pernah!"
%ika. Zordick%
Eunhyuk bergantung di ventilasi di langit-langit ruangan, diraihnya dengan kakinya salah satu kepala namja yang membawa pergi target mereka. Kibum berlari cepat dan menarik tubuh namja paling tinggi diantara ketiga orang itu. "Black cat penghianat!" cerca namja tinggi tersebut. Kibum membalikkannya dengan gerakan ippon yang cepat.
BRUUGGHH… Eunhyuk menendang punggung namja yang digantunginya dan menendang dengan cepat wajah namja lain yang berdiri paling dekat dengan target mereka. TRAGG… namja itu sukses menangkisnya, mendorong eunhyuk. Kibum cepat menangkap tubuh eunhyuk. "Sialan!" pekik eunhyuk. "Dia Park Yoochun, dia menggunakan dua buah besi di lengannya sebagai media penyerang sekaligus pertahanan" bisik Kibum. "Yang tinggi, Kai dan yang tadi kau gantungi Kim Junsu, lebih baik keluarkan saja senjatamu. Kita tak bisa hadapi mereka dengan tangan kosong"
"Black cat, sejak kapan kau bisa bekerja secara team eoh?" yoochun terdengar sinis. "Kau pernah menolakku untuk menjadi patnermu, siapa gerangan orang yang beruntung ini?"
"Ghost boy"
"Ehmnn… begitukah?"
TRAANGG…. Eunhyuk menahan besi yang hendak menghantam kepalanya dengan ujung pedang yang di pinjamkan kibum padanya. Kibum mengeluarkan benang kuat dan dililitkannya di tangan Yoochun, saat ia hendak menariknya dan memutuskan tangan itu, Junsu mengeluarkan pedangnya dan siap memotong tangan kibum, dengan gesit kibum melompat. Kai melilit leher kibum dengan benang lain di tangannya. TREEKK…
%ika. Zordick%
Jaejoong mengangkat tinggi lututnya, menyambar kepala Heechul. Dengan tak kalah cepat Heechul memutar tubuhnya, merunduk dan menyikut kuat daerah hulu hati Jaejoong. Jaejoong terkapar di lantai, ini bukan kali pertama dia mendapatkan tendangan dari sang black cat asli itu, rasa yang amat sakit dan meremukkan tulang. Seluruh tubuh adalah senjata.
Heechul mendecih, di tegakkannya tubuhnya. 'Ini tidak sakit kim Heechul, tidak sakit' heechul membatin memberi sugesti pada dirinya sendiri. Jaejoong bangkit, dia cepat memasang kuda-kudanya dan mulai melompat-lompat layaknya seorang pemain taekwondo. Heechul berdiri tenang, kaki kanannya berada setengah langkah di depan kaki kirinya.
BRAAKK… kaki Jaejoong menyambar kepala Heechul, kaki kanan Heechul terangkat dan menangkis kaki tersebut. "Jangan melawan seorang Black cat dengan tangan kosong, ternyata peraturan itu benar" gumam Jaejoong menyeringgai pada Heechul. Dia melepaskan jasnya dan menggulung tangan kemejanya. Dia meraih belati yang terselip di jasnya. "Jangan melawannya dengan peluru! Dan jangan menantangnya jika kau tak cukup kuat" Jaejoong terus mengoceh tak jelas.
Heechul tersenyum lebih lebar, ternyata Sunbaenya di akademi agent rahasia itu masih mengingat kata-katanya dulu. Kata-kata yang ia ucapkan dengan penuh keangkuhan. TRAAKK… Heechul terdiam sejenak, suara itu… "ARGGGHH!" kibumnya! Kibumnya sedang kesakitan. JLEEBB…. Belati tajam Jaejoong tepat menusuk punggung Heechul yang tak focus dengan pertarungannya. Tanpa segan-segan Jaejoong menarik belatinya mengoyak punggung Heechul dalam.
Jaejoong menendang lutut Heechul kuat, membuat namja yang tak kalah cantik darinya tersebut berlutut di lantai yang sudah ditetesi darah terlebih dahulu. Jaejoong membuka topi Heechul dan membiarkan rambut pirang panjang itu terurai begitu indah. Tangan indahnya menjambak rambut Heechul kuat, dia menyeringgai. "Kau selamanya akan berkali-kali mati di tanganku Kim Heechul" ucap Jaejoong menjilat pipi mulus tanpa cacat Heechul. "Salahmu merebut Leeteuk dariku, dasar serakah! Kau bahkan sudah memiliki Profesor tampan yang mengajar di kelas kita, kau merebut sunbaeku!" pekik Jaejoong menarik rambut Heechul lebih kuat. Membuat namja cantik itu meringis sakit.
"Aku sudah bilang! Aku takkan mati karenamu lagi Kim Jaejoong! Leeteuk memiilihku, jangan menyalahkanku atas pilihannya!" tangan Heechul berusaha meraih belati Jaejoong yang masih menancap di punggungnya.
CRASSHH…. Darah segar menyembur dari punggung Heechul saat heechul mencabut belati yang menancap di punggung indahnya. Tanpa ragu dan cepat di potongnya rambutnya yang di tarik kuat oleh Jaejoong. Dia berputar, di tancapkannya belati tadi di jantung Jaejoong. "ARRGGHH" jeritan menyayat hati itu terdengar.
"Heechullie!" Leeteuk segera menangkap tubuh istrinya yang limbung sebelum jatuh ke lantai. "Teuki hyung—" suara bergetar Jaejoong terdengar, Leeteuk tak terlalu peduli. Di gendongnya tubuh Heechul di punggungnya. "Hyung… aku mencintaimu! Masih mencintaimu" gumam Jaejoong lembut. Leeteuk semakin menghilang dari jangkauan pandangannya. Leeteuk berbalik, memamerkan senyuman malaikatnya. "Maaf, Joongie~" Jaejoong tersenyum dan di sanalah senyuman terakhirnya. Ia mati. Leeteuk berlari sekuat tenaganya.
"Bertahanlah chagi! Aku akan membawamu pada Yesung!"
%ika. Zordick%
Dengan sigap Eunhyuk menelusupkan pedangnya setelah menendang tubuh Yoochun dengan kuat di antara benang kuat yang melilit leher Kibum. Di putarnya mata pedangnya agar tak menghadap pada Kibum. "Cat!" ucap Eunhyuk, menendang leher Yoochun yang tentu saja di tangkis oleh pemilik leher tersebut. Kibum mengambil alih pedang Eunhyuk, di dorongnya kuat dan memutuskan benang-benang yang hampir merenggut nyawanya.
JLEEBB… "ARRGHH!" Kibum memekik saat sebuah benda panjang yang terbuat dari besi menancap di punggungnya, hingga menembus jantungnya. Pandangannya mengabur, dia mengumpat. "Cat!" sentak Eunhyuk meraih tubuh Kibum, di ambil alihnya pedang di tangan kibum dan mencegah balasan dari Yoochun. "Cabut pedangnya! Cabut pedangnya" racau kibum. Eunhyuk meragu, jika dia mencabut pedangnya, tentu saja kibum akan mengeluarkan banyak darah dan mati seketika. "CABUT BOY!" pekik Kibum.
Eunhyuk menarik pedang itu cepat, "Tiga… kau membuang banyak waktu" ucap Kibum mengambil pedang Junsu yang di penuhi darahnya. Eunhyuk kembali menangkis serangan Yoochun, Kai kini mengeluarkan pisau-pisau kecil dan melemparnya tepat mengenai kaki eunhyuk. "Sialan dia memutus aliran darahku!" sungut Eunhyuk.
Kibum bangkit kembali, di tendangnya perut Junsu kuat dan mendorong namja itu ke dinding. Kai tak tinggal diam, di lemparnya pisau kecilnya. JLEEB… kibum memejamkan matanya sejenak, pisau itu mengenai lambungnya. "Empat…." Gumamnya dan menarik cepat pisau kecil tersebut. Di lemparnya balik dan CRAAKK… tepat mengenai kepala sang president yang mencoba lari dari pertunjukkan berdarah yang ia tonton.
Tanpa basa-basi, kibum menendang wajah Kai. Junsu melompat dan meraih kepala Eunhyuk, menghempaskannya kuat ke lantai. Kibum memeluk Eunhyuk cepat, TRAAKK…. Mata Eunhyuk membulat saat melihat besi keras yang di pegang Yoochun menghantam belakang kepala kibum menggantikan kepalanya. "Bummie…" air mata Eunhyuk mengalir deras.
"Aku belum mati!" sungut kibum. "Lima" gumamnya dingin. CRASSHH… Eunhyuk menarik pedangnya dan menusukkannya ke leher Junsu, di putarnya di tenggorokannya, menariknya kebawah dan membelah namja itu. Kai dan Yoochun, terlihat mengerang. "Mereka sudah tak tenang" isyarat Kibum.
"Aku sudah tak bisa bergerak lagi bummie, kakiku mati rasa"
Kibum mengambil alih kembali pedangnya, dia bangkit dan berbalik cepat. Pedang junsu yang di pegang Kai menusuk hatinya. CRASSHH…. Dia memenggal kepala Kai dengan sekali sabetan. Dia menarik cepat pedang itu. "Tujuh…" gumamnya lagi.
Dia berbalik kea rah Yoochun, di tangkisnya dengan pasti besi yang hendak menghantam kepalanya sekali lagi. Percikan api terlihat saat Pedang di tangan kibum bergesekan dengan besi yang mengapil pedang kibum. GREEBB…. Yoochun memutar tubuh kibum dan mendekap tubuh itu erat, mencoba mencekik leher kibum dengan ke dua besi di tangannya. Kibum mendorong tubuhnya dan BRAAKK… dia mendengar tubuh Yoochun yang menubruk dinding di belakang mereka.
Kibum menusukkan pedangnya pada tangan Yoochun, menembus jantungnya kembali dan berakhir di jantung Yoochun serta dinding. Kibum cepat menarik pedangnya dan menyerahkannya pada Eunhyuk. "Delapan…" ucap Kibum berjongkok membelakangi Eunhyuk. "Naiklah!"
"Lukamu jauh lebih parah dariku bagaimana mungkin?"
"Cepatlah! Aku Cuma punya satu nyawa lagi!" sela kibum sebelum Eunhyuk memprotes lebih jauh. Eunhyuk tak pernah bisa percaya, black cat sungguh memiliki Sembilan nyawa?
Saat di yakininya Eunhyuk sudah aman dalam gendongannya. "Misi selesai" ujarnya pada Donghae di seberang sana.
Kibum berlari keluar, di temukannya mayat Jaejoong. Artinya eommanya berhasil. Di lihatnya Kangin di luar sana, senyumnya terkembang. Semua penghianat terlihat sudah di selesaikan dengan baik. Rakyat bahkan menyambut mereka. "KYAAA… ITU HYUK JAE! APA DIA TERLUKA? YA.. TUHAN!" ini pasti teriakan para jewels.
"KALIAN PEJUANG DEMOKRASI!" kibum bersyukur topinya tak terbuka. Kalau tidak dia tak tahu bagaimana menghadapi jepretan kamera. Sungmin terlihat berlari menghampirinya. Di belakangnya terlihat Nyonya Lee dan Tuan Lee yang tengah tersenyum padanya. Ia balas tersenyum pada keluarga lainnya tersebut.
Kibum menegang seketika, kemana Kim Donghae? Kenapa dia tak melindungi Sungmin? Kibum cepat menurunkan tubuh Eunhyuk, di rampasnya pedang di tangan Eunhyuk. Dia berlari memeluk Sungmin. Donghae yang baru saja turun dari mobil melebarkan matanya. "AWASS!" dia berlari cepat, hendak melindungi adik dan kekasihnya. DOORR… sebuah peluru tepat menembus kepala Kibum. JLEEB… dan pedang yang di pegang Kibum sukses terlempar dan menancap di tenggorokan namja yang menembak.
BRUUKK…. Kibum ambruk, Sembilan nyawanya telah habis sebelum ia berhasil mendapatkan pengobatan. "Bummie!" pekik Sungmin memeluk hyungnya itu. Donghae meraih tubuh Kibum, dipeluknya namja itu. "Cepat bawa adikku dari sini! Dia perlu pertolongan segera!" perintah Donghae yang bahkan sepertinya melupakan bahwa ia mual melihat darah. Tubuhnya kini bermandikan darah sang adik dan dia bahkan tak menyadari hal tersebut.
%ika. Zordick%
"BAWA SUNGMIN KELUAR DARI SINI!" pekik Donghae dan Kangin segera membawa tubuh mungil itu pergi menjauh dari laboratorium keluarga KIM. Heechul meraung di pelukan Leeteuk. "KIBUMMIE… KIBUMMIE…." Racaunya menatap wajah kibum yang terlihat begitu damai tertidur.
"BERIKAN AKU TEGANGAN 200" teriak Yesung yang siap dengan alat pemacu jantungnya. Tubuh kibum terlonjak tapi masih belum ada respon dari tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan? Dia sudah mati!" Siwon mencoba menghentikan Yesung. Henry langsung mencegahnya. "Mereka keluarga Kim, kau jangan lupakan itu hyung!"
"KIBUMMIE!" Donghae menjerit di telinga kibum. "RESPON AKU ADIK BAIK! RESPON AKU!"
Ryeowook bahkan membisu, matanya terus mengalir deras. Tubuhnya bergetar hebat. Dia bahkan tak bisa mengeluarkan suara untuk memanggil nama kekasihnya. Bukankah mereka akan segera menikah? Bukankah kim kibum berjanji untuk kembali? Dia tak menginginkan mayat. Sungguh… dia tak menginginkannya.
Dia bisa mendengarnya, heechul yang terus meraung seperti orang gila. Sungmin yang menangis tersenggal-senggal dan tak memperdulikan apapun. Dia bisa melihat air mata Leeteuk yang masih berusaha menenangkan eomma kibum. Dia bisa melihat wajah pucat Donghae yang terus berteriak di telinga adiknya sambil mengeluarkan peluru yang bersarang di kepala sang adik. Dia bisa melihat ambisi gila Prof. Kim Yesung yang ingin mengalahkan kehendak Tuhan sekali lagi. Dia terlalu menyayangi anaknya.
"Bummie… ini appa!" pelupuk mata Yesung sudah mengeluarkan setetes air mata. Ia menjahit luka sang anak, memperbaiki organ dalamnya dengan alat-alat canggih di laboratoriumnya. "Sekali saja, tunjukkan kau sungguh merespon"
Ryeowook berjalan mendekat, lidahnya terasa kelu. Mata indah Taemin pun rasanya terus menangis tanpa bisa dikontrol. Dia juga pasti sedih melihat Kibumnya seperti ini. "Kibummie~" suara lirih Ryeowook terdengar, di kecupnya pipi kibum yang sudah mendingin dan kaku. Dari tiga jam lalu tubuh itu memang mati.
"Taemin tak menginginkan kau disana" bisik Ryeowook lembut. "Aku masih membutuhkanmu, Jangan tinggalkan aku snow~ kumohon!" Ryeowook roboh, Zhoumy cepat menyanggah tubuh mungil itu sebelum ambruk. Yesung melepaskan tangannya, apa kali ini ia sungguh tak bisa melampaui kekuasaan Tuhan?
Deg….
"APPA, detak jantungnya, sangat pelan!" ucap Donghae takjub tak percaya.
Senyuman terkembang di wajah Yesung, Tuhan membantunya. Tuhan sungguh tak mampu membuatnya bersedih. "Masukkan kibum ke dalam tabung" perintah Yesung dan Donghae langsung mengerjakannya. Dibantu beberapa robot dengan hati-hati mereka mendirikan Kibum di sebuah benda yang terbuat dari besi. Tabung kaca bergerak dari atas dan tepat mendarat di atas tubuh Kibum berada. Sungkup oksigen yang terlihat lebih rapat terpasang otomatis di hidung dan mulut kibum. Cairan bening yang bersuhu sangat dingin mengalir dari tepat kibum berpijak. Memenuhi seluruh tabung tersebut. Membuat kibum melayang di tengahnya.
Dia kembali ke masa dulunya. Di dalam tabung, dalam kondisi mati dengan harapan hidup sedikit. "Masukkan penguat imunitas kita Hae! Perangsang denyut jantung dan protein" donghae melakukan permintaan ayahnya dengan sigap. Tuan Lee menyelipkan sebuah tabung ramuan pada Yesung. Yesung mengeriyit melihat tabung kecil berisi cairan kuning bening dari Tuan Lee. "Kurasa itu bisa membantu"
Yesung membuka botol tabung itu sedikit, mencium bau dari benda cair tersebut. "I… ni" Yesung mengerjab tak percaya. "Aku menemukannya di Rusia, aku sudah mengekstraknya"
"Masukkan ini Hae!" Yesung memberikan pada salah seorang robotnya dan robot itu mengantar langsung pada Donghae. "Dia… juga sudah kuanggap anakku" ucap Tuan Lee saat Yesung menatapnya heran. "Dia calon kakak ipar anakku kan?"
Yesung tertawa, "Tenanglah! Detak jantung kibum sudah kembali, dia hanya akan tertidur dalam waktu yang lama. Kita hanya perlu menunggu" Heechul menghela nafas, di peluknya erat Leeteuk. "Anak kita selamat, syukurlah… syukurlah…"
END
EPILOG
SUNGMIN POV.
"YAK! SHIM CHANGMIN! ITU PUNYAKU TIANG LISTRIK!" pekikku mengejar namja kelewat tinggi itu dengan sapu yang ada di tanganku. Berani-beraninya dia mengambil makanan yang dibuatkan Ryeowook hyung padaku.
"Diamlah Lee Sungmin pendek! Siapa suruh makananmu begitu enak?" jawabnya enteng tanpa rasa bersalah memakan makan siang yang kutahankan untuk tak memakannya saat jam makan siang. Hiks… mau bagaimana lagi T,T aku tak ingin di katai gendut seperti Shindong hyung. Donghaeku bisa beralih pada namja atau yeoja lain. ANDWAEE!
"HUFT!" aku menimpuk kepalanya saat semua bekalku habis tak bersisa. Dia hanya nyengir tak berdosa, "Kau sungguh membuatku kesal! Kenapa kau tak pernah berubah Shim Changmin?"
Changmin memutar bolanya bosan, dicubitnya pipiku. "Wae? Kau mau menangis? Bilang saja sama ahjussi mu itu! Adukan saja tingkahku! Aku ingin bertarung secara jantan dengannya untuk mendapatkanmu ming!" aku memijit pelipisku mendengarkan ocehannya yang selalu itu-itu saja.
"Ming! Kekasihmu datang tuh, menjemput~" Aku bersorak gembira saat teman sejatiku Jonghyun terlihat di depan pintu. "Berhentilah makan Changmin—ah! Kau bahkan sudah memborong makan siang di kantin hingga membuat separuh siswa sekolah ini kelaparan" ujar Jonghyun menggeleng-geleng tak jelas. Aku segera berlari kehalaman sekolah.
Di depan gerbang terlihat ahjussi tampanku yang sama sekali jauh dari kata tua melambai. Aku segera menghambur kepelukannya dan mengecup bibirnya kilat. "Waeyo? Changmin mengusilimu lagi?" tanyanya. Ahh~ kenapa kau begitu tampan Kim Donghae. Bahkan kau berubah menjadi semakin tampan selama 10 tahun ini. Aish! Aku gila karena mu ahjussi!
"Ahjussi! Kenapa kau mau sama si gembul itu? Lebih baik kau berikan padaku!" pekik Changmin yang membuatku semakin malu di depan Donghae. Apa dia bilang? Gembul? Dia mau mati eoh? Aku segera mendorong Donghae masuk ke dalam mobil. Aku masuk ke sampingnya. "Jalan Hae!" perintahku yang membuat Donghae terkekeh, dia segera menjalankan mobilnya.
"Gembul ya? Waah… dia berani sekali mengataimu gembul ming!" tawanya semakin meledak sambil mengacak-acak rambutku.
"Fokus saja kejalanan Hae babo!" pekikku yang membuatnya mengerucutkan bibirnya. "Kenapa kau memarahiku ming?" sungutnya.
"Kan Hae yang nakal duluan!" aku memasang wajah sedihku. Gawat juga kalau si bayi tua ini ngambek, dia bisa berselingkuh seharian dengan laptopnya. Aku mencium pipinya. Ahh payah! Kenapa aku yang selalu memerah begini sih. Dia tersenyum.
Sesampainya di kediaman Kim, aku langsung berlari memasuki laboratorium. Kutatap punggung Ryeowook hyung yang akan selalu berdiri di tempat yang sama menunggu dia membuka matanya. "Appa! Aku pulang!" pekikku membuat Kangin hyung tersentak kaget dan menjatuhkan pion caturnya.
"Yak! Kau curang Kangin! Letaknya tadi tak di situ!" ucap Hangeng hyung protes dengan letak pion catur mereka. Hah~ mereka memang biasa seperti itu, Kangin hyung yang curang dan Hangeng hyung yang terkenal sangat polos.
Aku duduk di pangkuan appa tampanku, maksudku appanya donghae sih. "Kau bukan anak kecil lagi Lee Sungmin! Menyingkirlah dari suamiku!" si nenek lampir yang punya dua pangeran di sampingnya itu mengamuk lagi. Aku segera mengambil ancang-ancang. Aku bersembunyi di belakang punggung Kyuhyun hyung. Selama ini dia yang selalu menyelamatkanku dari kebringasan calon mertuaku itu.
"Hyung~ tolong aku!" aku mengeluarkan aegyoku. Dia berdehem, "Sadar tualah eomma! Sebentar lagi kau punya cucu, tapi kau tetap saja begitu kekanakan" ucap Kyuhyun hyung bijak dengan menyelipkan kata ejekan dalam kalimatnya. Aku melirik eunhyuk hyung yang sedari tadi mengusap-usap perut buncitnya. Itu kerjaan appa! Jadi jangan terlalu heran mengapa namja bisa hamil.
Aku berlari memeluk Ryeowook hyung dari belakang. "Ada apa sungmin yang manja? Kau sudah menyapa bummie hyungmu?" tanyanya lembut.
"Sore bummie hyung! Hari ini Changmin mengusiliku lagi, donghae malah menggodaku. Kau harus bangun dan menghajar mereka berdua!" aduku pada hyung yang amat menyayangiku. Seorang pangeran yang tengah tertidur di dalam tabung dan tak pernah membuka matanya selama 10 tahun ini.
"Snow, adikmu di ganggu lagi tuh! Tapi hebatnya kau tahu, donghae hyung sudah secara resmi melamarnya. Mereka akan menikah sebentar lagi"
"Nee~ ming akan menjadi istri yang baik!" teriakku riang.
Ehh… jemarinya bergerak. "Appa! Kibum hyung bergerak!" pekikku memanggil appa. Dia langsung berlari menghampiriku. Donghae hyung segera ke belakang laptopnya. Bola mata hitam yang amat kurindukan berlahan terlihat. Dia… tersenyum.
%ika. Zordick%
Baiklah… baiklah… selesai…
Maaf jika akhirnya mengecewakan. Yang penting happy endingkan? Hahahahaha….
Tolong review terakhirnya nee~~
Balasan review:
CieZie Kyuhyunnie AdmrHyukkie: couple Haemin mungkin jadi couple terfavorit di cerita ini eon~
Laila. R. mubarok: itu karena ka mank malas edit kembali. Soalnya kalau ka baca ulang sebelum publish, seluruh ceritanya bisa ka ganti. Jadi ka ngejauhin yang namanya edit mengedit.
Hana Kim: moment Kiwook? Entar kita buat cerita khusus kiwook, one shoot oke…
Winnie: hahahaha… terjawab sudah kan?
DongSu: hahahaha… tapi dia sudah bahagia dengan calon istrinya tuh.. #ngelirik sungmin
ArissiAriesta Chocolatta: kalau Ryeowook dan Kyuhyun, biang keroknya tu si kibum ma eunhyuk. Kalau donghae, karena tergoda ma sungmin, lau tiga manusia gak ingat umur aka eomma, appa dan daddy Kim kayaknya mereka sendiri yang susah di tebak. Umur ika? Ika? Ika? Line 95#jduakk
AIrzanti: chagiya… jangan marah2, mau ka putusin ye? Hahahaha… kan gak chagi Tanya, ya udah, gak ka kasih tahu deh…
DenisPark: jinjja? Itu tidak mungkin -_-, tak mungkin beda 10 hari. Bukan poliandri tapi poliseme. Bwahahaha
Kyuwooklyna: hhaahahahah… berarti masih anak2 kalau gak ngerti# ditendang
Blue minra: ne yang terakhir~ jangan lupar review ya!
kiKyuWook: nanti kita buat yang one shoot aja yah.. hahaha…
violin diaz: ha? Di chp terakhir ne lah.. bwahahahah
ELFishy123: dia belum ternodai kok.. hae tipe yang gak beranian..
Ryeofha2125: diusahain ye..
Park min mi: ini chap terakhir yang benar…
Elly. Liana. 75: iyah… tapi mereka maniskan?
Key's wife aka F-three: hahaha… tapi dia keren banget lau jadi pembunuh! #plakk. Tapi lebih keren lau dia jadi artis aja deh
Miss kim: mereka barengan.#plaak
Echa Sk'ElfRyeosomnia: apa yang gak mungkin lau ika yang buat eon? Bwahahah… eon kayak gak kenal saeng eon ini ajah!
ZCho: itu memang benar #manggut2. Okeh…
Raihan: dia poliseme eon! Kalau kibum, gak pervert2 amat disini,
Umi elf teuki: ka lebih suka eomma~ lebih manis! Boleh ya eomma~ plisss… biar teuki jadi appanya!
KiaHyora: eits… donghae sudah bersabar, gak ada pelecehan kok..
SimbaRella: Dia gak bisa benci karena Heechul sudah bangun dan siap nyate dia kalau macem2. Bwahahahaha…
Tika: OK!
Dew'yellow: tuh dia udah gede… meski masih anak SMA sih…
Sasuke. Gmpaselleh: -_- yang benar?
Cho Kyu Chely: poliseme…
YoonHyunWoon: kiwook momentnya kurang ya?
Sugih miinah: Hae dan umin… buatin deh eon~
