2 chapter terakhir….

~~~~~~~~~~~~~~~~ After His Marriage ~~~~~~~~~~~~~~~~

Chapter 10

Cast : Ryeowook and Kyuhyun feat Zhou Mi and Henry

plus Yesung, Sungmin, Donghae, Eunhyuk, & Leeteuk

Genre : Romance, Family, Tragedy, Hurt/Comfort

Disclaimer : Biarkanlah author menyelesaikan FF ini!

Warning : Jangan lewatkan 2 chap terakhir ini! Oke? Oke? Oke?

Happy Reading! =X

.

"Seperti aku yang meninggal dan tak bisa bersatu dengannya… Baik aku, Zhou Mi, kau, Ryeowook, Kyuhyun, dan bahkan Yesung, semuanya telah ditakdirkan untuk terpisahkan… Tidak akan ada yang bersatu…."

"WHAT?" respon Henry spontan. "Jadi… Apa maksud perkataan Yesung tadi?"

"Sedang terjadi kebakaran di rumah sakit ini, tapi letak bagian yang terbakar itu cukup jauh dari kamar ini. Masalahnya, Ryeowook dan Kyuhyun sedang berada di bagian yang terbakar itu, terjebak dalam kerumunan api dan tak bisa keluar."

"Kau serius? Jangan bercanda!" bentak Henry kesal.

"Aku serius!" pekik sang yeoja. "Apa kau pikir hal itu pantas untuk dibawa bercanda?"

Kemudian sang yeoja pun hanya bisa menunduk, terlihat ikut sedih karena apa yang telah diucapkannya.

"Tak adakah hal yang bisa kita lakukan untuk menolong mereka? Pasti ada cara kan?" ucap Henry frustasi sambil mengguncangkan tubuh yeoja itu. "Kau tahu kan kalau aku dan Zhou Mi sudah membesarkan Ryeowook seperti anak kami sendiri? Apapun akan kulakukan!"

"Jangan sesekali kau pergi ke sana dan menolong mereka! Kau tak akan berhasil menolong mereka! Karena kau sebagai manusia yang belum benar-benar mati, namun berwujud roh, sama sekali tak memiliki hak untuk ikut campur! Jika kau ikut campur…"

"Jika aku ikut campur?..."

Sang yeoja hanya diam, tak merespon perkataan Henry.

"Baiklah, aku mengerti… Aku tahu bahwa tidak ada hal yang benar-benar mudah dalam hidup ini," ucap Henry sambil mengehela napas. "Bahkan di saat semua hal dapat diusahakanpun, takdir tetaplah terlalu sulit untuk diubah…"

''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

"Kyu… Bagaimana ini?" tanyaku yang sudah ketakutan setengah mati.

"Bertahanlah…" ucap Kyuhyun padaku, berusaha tetap tersenyum.

"Tapi, Kyu… Napasku sudah sangat sesak sekarang…"

"Aku juga…"

Oh GOD! Haruskah kami mati di sini? Apakah sudah saatnya aku menyusul appa dan umma? Tuhan! Kumohon Tuhan! Tolong biarkan aku dan Kyuhyun untuk tetap hidup! Kau tahu kan, bahwa saat ini kami terjebak dalam api yang begitu ganas bahkan napas kami yang tersisa hanya tinggal sedikit. Bagaimana mungkin kami bisa selamat jika kami tak mendapatkan pertolongan? Setidaknya, tolong berikan kami sedikit pertolongan. Kumohon! Aku tahu bahwa dengan api yang seperti ini, tak akan ada satu pun orang yang mampu menerobos untuk menolong kami, bahkan semua orang pasti sudah menyelamatkan diri, hingga tak ada 1 pun yang tahu bahwa kami masih ada dalam kobaran api ini.

"Huhuhuhuhu…. Hikz hikz…."

"Wookie... Sudahlah… Jangan menangis…" pinta Kyuhyun. Aku yakin permintaannya itu sia-sia saja, karena aku tak mungkin mampu lagi tuk menahan segala kesedihan yang bercampur aduk ini. Aku sudah benar-benar merasa putus asa sekarang.

"Tapi Kyu… Bagaimana kita bisa bertahan?…"

"Bertahanlah… Bertahanlah semampu kita…"

Kumohon Tuhan! Aku mohon! Apakah permintaanku ini terlalu muluk? Aku mohon… Tolonglah… Hanya ini saja… Kali ini saja…

''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

"APA? Wookie?" respon Zhou Mi setelah mendengar kabar buruk yang menimpa Ryeowook dan Kyuhyun, langsung dari Sungmin.

"Nae…" balas Sungmin pelan.

"Ah SIAL! Tidak bisa! Tidak boleh!" ucap Zhou Mi yang langsung bergegas keluar dari dalam kamar, namun berhasil dicegah oleh Sungmin.

"Jangan pergi!" pinta Sungmin sambil tetap memeluk Zhou Mi dari belakang, memeluknya dengan sekuat tenaga.

"Lepaskan aku! LEPASKAN!"

"Tidak akan!"

"Aku harus menyelamatkan Ryeowook!" bentak Zhou Mi frustasi.

"Tapi kobaran apinya terlalu besar! Kau tak mungkin berhasil menorobosnya untuk dapat menyelamatkan Wookie!" bantah Sungmin sambil tetap berusaha memeluk badan Zhou Mi yang terus meronta-ronta.

"Lepaskan! Bagaimanapun Wookie itu tetap anakku!" pinta Zhou Mi.

"Tapi aku tidak mungkin membiarkan kau mati di sana!"

"LET ME GO!"

"I WON'T"

"LEPASKAN!"

"Aku tahu apa yang terbaik untukmu!"

"Kau tak akan tahu! DAN TAK AKAN PERNAH TAHU!"

''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

Di TKP…

"Wookie! Kyuhyun!"

Dalam kobaran api yang begitu dahsyat, tampak sesosok namja dengan wujud yang sudah pasti bukan manusia, melainkan arwah, tengah mencari-cari 2 sosok namja yang ingin ia selamatkan.

'Ah, sial! Dimana mereka?' batin sang namja dalam hati. "Wookie! Kyuhyun!"

"Kami di sini!" teriak Kyuhyun semampunya.

"Ah, itu dia!" respon sang namja girang.

Kyuhyun menatap sang namja dengan tatapan bingung, "Yesung? Kenapa kau bisa ada di sini?"

"Tentu saja untuk menyelamatkan kalian," jawab sang namja. "Kita harus cepat!"

"Yesung?" responku lemah.

"Wookie! Kau baik-baik saja? Kumohon bertahanlah!" pinta Yesung sembari memperhatikan sosokku yang semenjak tadi tengah berbaring dalam dekapan Kyuhyun. Tubuhku sukses melemah berkat panasnya api berikut oksigen yang semakin berkurang di sekitar kami.

"Kita harus cepat! Api sudah semakin menjalar!" ucap Kyuhyun frustasi.

"Nae, berpeganglah padaku! Cepat!"

Sambil tetap mempertahankanku dalam dekapannya, Kyuhyun pun memegang Yesung sesuai dengan komando yang Yesung berikan dan seketika kami pun menghilang dari TKP.

''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

Sementara itu…

"Yesung sudah berhasil menyelamatkan Ryeowook dan Kyuhyun."

"WHAT? Really?" respon Henry dengan mata membelalak.

"Tentu," jawab sang yeoja singkat yang langsung membuat Henry terlihat lega. "Bagaimana? Yesung bisa diandalkan dalam hal ini, kan? Kau memang tak perlu menyusulnya."

"Kau yang membuatku panik!" pekik Henry kesal. "Kau sendiri yang bilang bahwa tak satu pun dari kita semua yang ditakdirkan untuk bersama kan?"

"Lho? Apa menurutmu takdir tak bisa diubah?" tanyanya balik.

"Ya tidak juga sih."

"Lalu, apakah mereka yang berhasil selamat sudah pasti membuktikan bahwa takdir yang kukatakan itu salah?" tanya sang yeoja dengan nada serius, membuat Henry hanya bisa terdiam.

"Kau lihat saja nanti, sebentar lagi kau akan tahu semuanya…"

''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

"Wookieeeee!" teriak Zhou Mi yang segera berlari menghampiriku yang baru saja dievakuasi bersama dengan Kyuhyun. "Syukurlah kau baik-baik saja!"

"Huhuhuhuhuhu…" tangisku terisak-isak.

Aku dan Zhou Mi pun saling berpelukan, membuat Kyuhyun dan Sungmin yang melihat adegan mengharukan itu tersenyum penuh makna. Bagaimana dengan Yesung yang menyelamatkanku dan Kyuhyun? Sebenarnya… Setelah Yesung menyelamatkan kami, kami dibawa olehnya ke sini, ke tempat dimana Zhou Mi dan Sungmin berada. Namun Yesung tak memunculkan dirinya di hadapan mereka, ia segera menghilang begitu saja.

"Aku tidak mau kalau harus kehilanganmu juga..." ucap Zhou Mi sambil tetap memelukku erat.

"Kalau begitu… Izinkanlah aku untuk kembali memanggilmu papa…"

"Nae, karena selamanya kau tetaplah anakku dan Henry. Tidak akan kubiarkan kita saling terpisahkan. Aku akan menjaga dirimu dan Henry… Sampai akhir…"

''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

~~Henry POV~~

"Yesung! Akhirnya kau kembali juga!" responku setelah melihat Yesung yang kini muncul di hadapanku. "Terima kasih atas segalanya…"

"No problem," balas Yesung sambil tersenyum. "Sudah saatnya kan?"

Aku menatap Henry, bingung akan pertanyaannya barusan. "Saatnya apa?"

"Tentu saja. Memberikan nyawaku…"

Kalimat Yesung membuatku tersentak. "Oh, soal itu… Aku ragu…"

Kenapa aku bimbang begini? Yang jelas, aku terlalu takut untuk melawan takdir yang mengharuskanku untuk meninggal, alias terpisah dari Zhou Mi dan Ryeowook. Mungkin untuk selama-lamanya…

"Apalagi yang kau ragukan? Kau ini mencintai Zhou Mi kan?" tanya Yesung disertai amarah yang mulai meluap. "Apa kau gak merasa muak dengan cintamu yang tak juga berakhir dengan happy ending itu? Lihatlah sudah berapa banyak waktu yang terbuang hanya untuk adeganmu dan Zhou Mi yang sama sekali belum sukses bersatu!" #Author sependapat!

"Aku mau… Aku mau… Tapi bagaimana bisa aku memakai nyawamu? Padahal kisah cintamu sendiri berakhir dengan sad ending seperti ini," ucapku sambil mengusap air mataku yang sudah mulai mengalir turun ke pipiku.

Entah harus bagaimana Yesung meyakinkanku agar aku mau mengambil jalan ini, jalan untuk tetap hidup.

"Sudahlah. Jangan pernah mengatakan tentang apa yang aku alami, itu semua sudah berlalu…" kata Yesung sambil menghela napas. "Lihatlah Zhou Mi dan Ryeowook! Mereka berdua pasti sedang menantikanmu. Jangan menangis terus! Namja itu harus kuat!"

Tiba-tiba Yesung tertawa sembari berkata, "Tapi kalau dipikir-pikir, buat apa kau jadi kuat? Toh Zhou Mi sudah benar benar seperti namja sejati, kan? Biar saja kau tetap lembut seperti ini."

Aku pun langsung menatapnya tajam, tapi ia tetap saja tertawa.

Ah, sudahlah! Toh, memang ada benarnya juga!

"Kalian berdua!" seru sang yeoja yang selalu muncul sesuka hatinya.

"Astaga! Istrinya Zhou Mi!" sontak Yesung kaget, seketika membuatku tertawa karena respon kagetnya yang lucu itu.

"Panggilan macam apa itu?" tatap sang yeoja dengan menyipitkan matanya.

"Terima saja. Toh memang selama ini kau hanya dikenal sebagai istrinya Zhou Mi, kan?" balas Yesung dengan nada mengejek.

"Ah sudah-sudah!" sergah sang yeoja. "Henry, kau sudah siap?"

Aku pun terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Nae… Demi Zhou Mi dan Ryeowook!"

"Akhirnya kau mengerti juga. Baiklah… Kita mulai saja sekarang."

"Bagaimana caranya?" tanya Yesung heran.

"Bersatulah dengan arwahnya, seakan-akan kau masuk ke dalamnya. Lakukan saja dengan cara yang menurutmu benar. Freestyle kok!"

Lalu… Syuuuuush…

"Apa-apaan ini?" ucap Yesung kesal. "Kenapa gagal?"

"OMG!" responku.

"Omona!" respon Yesung.

"Oh my!" respon sang yeoja.

"Gagal beneran nih?" tanya Yesung bingung.

"Sepertinya begitu…" jawab sang yeoja putus asa.

Aku sangat bimbang dan tidak tahu harus bagaimana sekarang. Kubiarkan kedua orang itu berdikusi, sementara aku terdiam sambil merenung sejenak.

"Henry…"

"Suara siapa itu?" tanya Yesung bingung sambil menatap kesana kemari, menjelajahi tempat dimana kami berada.

"Yang jelas bukan suaraku," jawab sang yeoja yang sama herannya.

"Dan bukan suaraku," jawabku mengikuti.

"Jangan-jangan…" ucap Yesung seperti mengetahui sesuatu. "Ada setan di sini!"

"Setan? Kau pikir ini neraka, hah?" balas sang yeoja kesal.

"Aku bukan siapa-siapa kok."

"Haa? Suara siapa lagi itu?" tanya Yesung heran. "Sepertinya berasal dari asal yang sama."

Kujelajahi seluruh tempat ini dengan penglihatanku, tapi tak menemukan hasil apapun. Aku berada di tempat yang aku sendiri tak tahu namanya. Tapi aku tak mempedulikannya, karena nyatanya aku bukan dalam wujud manusia lagi. Sungguh, tak pernah kubayangkan sebelumnya bahwa aku akan mengalami ini semua. Rasanya ini hal yang lebih sulit tuk kupercaya, ketimbang perasaanku terhadap Zhou Mi terbalas. Bahkan, aku dipanggil oleh suara yang aku tak tahu bersumber darimana. Pasti kami bertiga sedang dipermainkan sekarang!

"Kau tak akan bisa hidup lagi Henry! Dengan cara apapun tak akan bisa!"

DEG! Apa maksud suara itu?

"Jangan bercanda!" pekik Yesung ketus. "Siapa kau? Daritadi banyak omong tapi tak kunjung menunjukkan diri!"

"Dia tidak sedang bercanda, dia serius." Sang yeoja berkata dengan tampang putus asa.

Aku tak tahu lagi harus berkata apa, aku kalut total!

"Apa yang akan kalian lakukan sekarang kalau memang Henry tak akan bisa kembali hidup?"

DEG! Aku namja dan aku harus kuat! Tapi mana ada manusia yang akan tahan jika diberikan pertanyaan seperti ini?

Mereka berdua saja sudah terlihat mau pingsan. Apalagi aku? Rasanya aku hanya bisa tambah pasrah…

"Jadi bagaimana? Apa yang kalian bisa lakukan sekarang?"

Hening… Tak ada yang menjawab. Yesung terlihat sedang berpikir sangat keras sekarang. Sang yeoja hanya menundukkan kepala. Aku pun hanya bisa memejamkan mataku berusaha menahan tangisan yang sudah pasti akan melimpah ruah jika aku tak menahannya.

"Bagaimana kalau kalian coba sekali lagi?"

DEG! Coba sekali lagi?

"Mencobanya lagi? Mencoba cara yang tadi?" ucap Yesung memberanikan diri tuk bertanya.

"Nae. Coba saja! Dan rasakan sendiri akibatnya!"

Tak ada yang berani berkata-kata sampai akhirnya Yesung membuka mulutnya lagi sembari berkata, "Akan kulakukan…"

"Yesung?" responku spontan dengan mata membelalak.

Yesung pun menghela napas sejenak. "Aku tidak takut. Akibatnya siap kutanggung!"

"Hahahaha. Jangan salahkan aku ya! Kalau terjadi sesuatu itu semua bukan salahku!"

"Aku juga tak akan takut!" ucap sang yeoja dengan sorot mata yang tajam.

"Kalian?" responku tak percaya dengan apa yang mereka ucapkan.

"Bagus! Aku suka semangat kalian berdua!"

"Henry… Ayo lakukan! Kita harus akhiri semua ini!"

Ragu… Namun aku hanya mampu mengangguk. Perasaan haru memenuhi hatiku hingga aku tak sanggup tuk berkata apapun lagi.

Yesung dan sang yeoja pun meminta waktu padaku untuk berdiskusi sejenak. Lalu akhirnya mereka memandangku dalam tatapan yang begitu lembut.

"Henry… Tolong jangan suruh kami untuk menghentikan keputusan kami untuk menyelamatkanmu… Apapun yang akan terjadi pada kami… Tolong jangan suruh kami untuk berhenti…" ucap sang yeoja lembut diiringi dengan senyuman tulus.

DEG! Meski aku tak mengerti apa yang dimaksudkannya. Tapi saat kutatap Yesung yang kini berdiri di sampingnya sambil memasangkan senyum sedih, aku sadar bahwa ini pasti pilihan yang berisiko.

"Baiklah…" jawabku ragu. Aku pun berusaha meyakinkan diriku dengan segenap keberanian yang tersisa.

Kami pun kembali mencobanya sekali lagi dan…

CRAAAASH! Seketika itu juga Yesung dan sang yeoja mengeluarkan banyak darah.

Haruskah aku menghentikannya? Ataukah aku hanya diam menyaksikan mereka yang mulai tersiksa?

''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

~~~~~~Sad Ending or Happy Ending?

-_TBC_-

Haiyah! Selesai juga chapter 10 yang selalu membuat author kebingungan ingin seperti apa dan kalau diperhatikan, chap 10 ini menjadi chap yang paling panjang…

Nah, Sad or Happy Ending nih? DEG DEG! Author serahkan pada keputusan kalian semua deh! Enaknya Sad or Happy ya? #bingung juga, meski udah ada gambaran endingnya seperti apa.

Yang pasti author mau ucapkan thanks for all!

Author tahu bahwa FF ini penuh dengan kekurangan dan…

Akhir kata…

Thanks 4 reading and Review please?