®KIM'S SCANDAL®

.

Main cast : Kim Kibum,

Kyuhyun – Ryeowook,

Yesung, Hyukkie

Others

.

Disclaimer : Super junior adalah milik keluarga mereka, ELF. Dan masih berharap bila Cho Kyuhyun akan menjadi suami saya nanti. #Plakkkk

Warning : Gaje, Abal-abal, genderswitch, OOC, TYPO, dll… N' NO BASH ne. RnR..

.

.

Musim telah berganti, bersama deru angin dingin menjadi pelengkapnya. Tak ubahnya pula bila sang tirta kehidupan juga ikut andil dalam perubahan tersebut. Hujan! Ya, Musim dingin yang datang kerap menghujani Seoul belakangan ini. Rasa malas untuk beraktivitas mungkin rasa itulah yang selalu menghampiri setiap orang. Langit tak dapat disalahkan, ia hanya bekerja sesuai kehendak Tuhan tentunya. Lihatlah namja tampan satu ini. Kim Kibum, ia hanya duduk termangu menghadap keluar seraya menatap kosong gedung-gedung pencakar langit yang tersuguh dihadapannya. Sejak kejadian beberapa hari yang lalu, hal yang kerap Kibum lakukan adalah begitu. Begitu jelas dari manik kelamnya bila ia masih sangat terpukul.

Yesung memang tampak iba, tak dipungkirinya pula bila ia juga ikut terpukul walaupun dengan sikap mereka yang cukup membuatnya sakit kepala, tapi Yesung sayang terhadap mereka. Seringkali ia menghibur adik tersayangnya itu, namun cemoohan yang harus ia terima atas guyolan bodoh yang slalu ia tampilkan.

"Bummie.." panggil Yesung.

"Hm.." jawab Kibum lesu.

"Kau mau ramyun?" Kibum menggeleng lemah. Yesung menyerah untuk membujuk Kibum, tak tau lagi bagaimana untuk membuat namja itu kembali ceria. Yesung berjalan menuju dapur dan mengambil sebungkus ramyun untuk dimasaknya. Ia sesekali memandang Kibum dari dapur mereka yang tanpa batas. Kibum tak merubah posisi duduknya dan masih diam dengan tatapan sendunya. Setelah ramyun yang ia buat siap dimakan, Yesung membawanya dan duduk didekat Kibum. Aroma gurih panas yang menguap, tak idahnya membuat Kibum tergiur. Ia masih sama, diam memandang lepas ke penjuru luar.

"Sudahlah Bummie, aku sama kecewanya sepertimu. Aku tau kalau hatimu lembut kepada mereka, dan tentunya kau juga yang merasa paling dikecewakan oleh mereka. Tapi.. cobalah untuk bangkit kembali nae dongsaeng." Saran Yesung. Kibum mempoutkan mulutnya hingga beberapa centi kedepan. Ia muak akan nasehat Yesung yang selalu sama setiap harinya, apakah ia tak punya kosakata lain untuk menghiburnya.

"Hyung.. kau lihat baliho besar didepan itu?" tanya Kibum. Yesung merubah duduknya hingga berdampingan dengan Kibum dan memandang baliho besar yang Kibum katakan tadi. "Baliho Choi Siwon itu maksudmu?" tanya Yesung. Kibum mengangguk.

"Kau tau kan bila dulunya itu adalah gambarku sebelum namja sok ganteng itu?" Yesung mengangguk pasti masih dengan memakan ramyunnya.

"Kau ingin tau kenapa aku memaksamu untuk membelikanku apartemen ini?" tanya Kibum.

"Karena murah.." Jawab Yesung asal. Dan..

Pletak!

Satu jitakan maut berhasil mendarat dikepala Yesung yang besar. Yesung meringis, masih dengan ramyun yang menggantung dibibirnya.

"Itu karena letak balkonnya lansung menghadap baliho tersebut. Aku senang melihatnya." Jawab Kibum dengan senyum lembutnya. Yesung terkikik nyaring akan jawaban Kibum hingga sesekali ia perlu memegangi perutnya yang sakit akibat tertawanya yang berlebihan.

"Kau lucu! Kau pengidap syndrome narcisme ne? Kau berkaca saja dan pandanglah sepuas hatimu wajah tololmu itu..Ahhaaa.." jawab Yesung.

Pletak!

Lagi-lagi Kibum mendaratkan jitakan mautnya ke Yesung hingga membuat namja berkepala besar itu meringis dan terdiam. Kibum kembali memandang baliho besar tersebut dengan tatapan sendunya.

"Bukankah letak berdirinya sangat strategis hyung? Mengarah lansung ke jantung kota dengan letaknya yang tinggi hingga setiap orang mampu melihatnya. Kau tau hyung, tidak sembarang orang yang bisa memasang wajah mereka disana… itu yang mereka katakan padaku"

"Lalu?" tanya Yesung.

"Aku bangga potretku dipajang disana, dan jelas bila aku bisa mencapai puncak disini..dikampung halamanku. Tapi apa setelah insiden beberapa hari yang lalu? Aku sudah jatuh, bahkan mereka sering menghujatku dan juga menerorku. Masa jayaku sudah punah.." keluh Kibum.

"Oh.. jadi itu yang membuatmu tampak murung beberapa hari ini? Aku kira kau mengkhawatirkan mereka.."

Kibum membenarkan letak duduknya mengahadap Yesung dan mendesah berat. " Walau aku kecewa terhadap mereka, tapi aku juga memikirkan mereka. Kenapa mereka sampai tega menipu kita habis-habisan? Kurang baik apa kita terhadap mereka?" monolog Kibum. Yesung cengo mendengar penuturan Kibum. Ia terus memakan ramyunnya yang sudah tinggal setengah tanpa ragu, dan tetap mendengar celoteh Kibum tentang KyuWook yang terkesan rindu akan hadir mereka disini. Yesung tersenyum tipis mendengar celotehan Kibum. Walau akhir kariernya yang harus berdampak buruk, tapi Yesung tau ia tak sepenuhnya menyalahkan KyuWook.

"Tapi, menarik kasus ini ke pengadilan.. apa kau serius?"

"Anni.. hanya gertakan untuk mereka saja"

"Eh?"

"Aku tak tega menyeret mereka ke penjara. Biar bagaimanapun, mereka itu masih anak-anak dan penjara bukan tempat yang pantas untuk mereka"

"Lalu?"

"Aku harap dengan ancaman demikian, dapat membuat mereka semakin membaik. Kita lihat saja kedepannya.."

Yesung ber-oh riah menanggapi pernyataan Kibum dan kembali lagi memakan ramyunnya. "Kau tak ingin tau keadaan mereka?" tanya Yesung disela makannya. Kibum mengangkat bahunya malas dan kembali merenung memandang baliho 'Choi Siwon'

.

®KIM'S SCANDAL®

.

Bunyi kegaduhan memecah keheningan disebuah apartemen didaerah Myeondeong. Si pelaku yang tak lain adalah Ryeowook, terlihat cemas mencari sosok yeoja yang selalu bersamanya hingga kini..Kyuhyun. Ia berlari cemas menghampiri Sungmin yang bergelung bersama selimut tebalnya disofa. Ryeowook mengguncang pelan tubuh Sungmin hingga namja manis tersebut jatuh kelantai. Sungmin? Apartemen? Myeondeong? Bukannya sikembar cantik itu berencana untuk kembali ke kampung halaman mereka. Memang itu rencana mereka sebelumnya, namun Sungmin meminta mereka untuk tinggal di apartemennya. Memang bukan apartemen yang mewah seperti yang mereka tempati sebelumnya, tapi niat Sungmin benar-benar baik agar KyuWook bisa menyelesaikan masalah rumit mereka segera dan hidup dengan damai.

Walau masalah mereka terlalu rumit untuk diselesaikan, Sungmin berjanji akan membantu mereka hingga masalah itu menemui titik terangnya. Tulus, benar-benar tulus tanpa ada sedikitpun niat jahat baginya.. karena ketulusannya yang ia bina semata-mata untuk yeoja yang teramat ia cintai, Kim Kyuhyun.

"Wae Wookie? Ini masih terlalu pagi untuk membangunkanku.."

"Kyunnie…Kyunnie tak ada oppa." Panic Ryeowook. Sungmin menurunkan letak selimutnya yang tadi menutupi seluruh tubuhnya hingga ke kepala. Ia mendudukkan dirinya walau rasa kantuk masih menggantung dipelupuk matanya. "Mungkin dia pergi ke supermarket..apa kau sudah menghubunginya?" Ryeowook menggeleng keras dengan bibirnya yang bergetar pelan, "Handphonenya tak dapat dihubungi…"

Sungmin terbelalak mendengar penuturan Ryeowook. Tak ada lagi rasa kantuk yang dirasanya. Ia takut, takut akan keselamatan Kyuhyun mengingat penyiksaan beberapa hari yang lalu yang didapat yeoja cantik itu dari ibu kandungnya sendiri. Sungmin menyingkirkan letak selimutnya kesembarang arah dan berlari menuju nakas kecil disamping televisinya, mengambil handphonennya. Sungmin mencari nomor Kyuhyun dengan gusar. Ia tersenyum saat nada penghubungnya tersambung ke Kyuhyun. Cukup lama Sungmin menunggu hingga senyumnya merekah saat didengarnya suara lembut yeoja cantik itu melantun kependengarannya.

"Yeoboseyo Kyunnie.. kau dimana sekarang? Kau baik-baik sajakan?"

'Stop! Aku baik-baik saja sekarang, mianhe kalo aku mambuat kalian semua cemas. Saat ini aku berada dikampus, aku bosan seharian diapartemen jadi aku pergi kekampus mengejar ketinggalanku..'

"Tapi kau~"

"Sudahlah..aku baik-baik saja.."

Pipp…

Sambungan mereka terputus sepihak. Sungmin hanya diam menatap kosong handphonenya. "Apa yang ia bilang oppa? Dimana Kyunnie sekarang?"

"A..aku pergi dulu, kau baik-baik saja disini. Ingat! Jangan kemana-mana ne…"

Sungmin bergegas menuju lemari pakaiannya, mengambil mantel tebal dan juga kunci mobilnya. Ia berpamit pada Ryeowook yang hanya bingung dengan keadaan saat ini. Ia mendudukkan dirinya disofa dengan lemah.

Ting Tong..

Ryeowook tersentak saat alunan bel mengusik pendengarannya. Perlahan, Ryeowook beranjak dari duduknya dan menghampiri pintu utama. Ia sempat bingung akan siapa gerangan yang berkunjung. Sungminkah? Tapi untuk apa? Baru beberapa menit yang lalu ia meninggalkannya dan kini kembali? Apa ada yang ia lupakan? Begitulah sekelabat pemikiran Ryeowook.

Cklek..

"Hello.." sapa seorang yeoja dengan senyum piciknya saat pintu tersebut terbuka. Ryeowook terbelalak ketakutan melihat siapa gerangan yang menyapanya. Kakinya tak mampu lagi menjadi tumpuan sebagai penyangga dalam berdirinya. Ryeowook lemas, hingga terjatuh kebelakang masih dengan menatap takut yeoja tersebut.

"Eom..eomma.."lirihnya ketakutan. Heechul, si pelaku yang membuatnya ketakutan tersenyum picik memandang Ryeowook. Ia perlahan mendekati letak Ryeowook, berjongkok dihadapannya masih dengan senyum kejahatannya. Heechul mengelus pipi anaknya itu dengan sayang, "Kau tumbuh dengan baik, Wookie.. kulitmu juga terlihat cantik.." Ryeowook tak menjawab pujian Heechul tersebut. Ia terlalu takut, dan lihat saja bibirnya yang sangat bergetar hebat. Raut Heechul yang semula baik, berubah menyalang saat dicengkramnya kedua pipi anaknya itu dengan keras menggunakan satu tangannya.

"Kau tak memberi salam hormatmu pada eomma..? Rupanya, kau telah berubah menjadi anak yang nakal sama halnya seperti saudarimu itu ne?"

"Mau ikut eomma berjalan-jalan?" Ryeowook berusaha menggeleng, tapi cengkraman tangan Heechul terlalu kuat untuknya menggeleng. Ia tak dapat berbuat lagi, tangisnya sudah pecah menghiasi wajah cantiknya.

"Kenapa kau menangis sayang? Apa kau terlalu bahagia atas kedatangan eomma..?" Ryeowook lagi-lagi tak menjawab, perasaannya sudah terlalu takut ditambah tubuhnya juga lemah tak sekuat Kyuhyun kembarannya.

'Siapa saja..tolong aku! Kyunnie, bantu aku..' batinnya.

.

®KIM'S SCANDAL®

.

Kyuhyun berjalan sedikit menunduk menelusuri sisi koridor yang menuju kelasnya. Ia sungguh merasa terganggu saat tatapan menjijikkan yang dilempar oleh mahasiswa/I yang ditujukan padanya, terlebih lagi saat komentar pedas tak luput dari pendengarannya. Kyuhyun mencengkram erat tas selempangnya, menyalurkan semua kesedihannya disana. Menangis? Kyuhyun tak dapat melakukan itu, ia memang lemah.. tapi ia takkan serendah itu untuk menangis dihadapan umum, yang akan menambah bulan-bulan mereka tentangnya yang tengah mencari muka untuk dikasihani.

Kyuhyun terdiam saat ia berada didepan local tempatnya akan menimba ilmu. Ragu. Jelas ia ragu, ia ragu apa tanggapan teman sekelasnya saat melihatnya diruang tersebut. Dengan gamang, Kyuhyun membuka pintu kelasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Semua penghuni kelas, termasuk seongsangnim yang sedang mengajar mengarah pandang padanya. Mereka semua tentu terkejut melihat kehadiran Kyuhyun yang sangat berani, atau lebih tepatnya tak tau malu karena skandalnya bersama Bryan yang kini tengah hangat diperbincangkan.

"Kau? Kim Kyuhyun?" tanya seongsangnim. Kyuhyun mengangguk dan berjalan mendekati seongsangnim.

"Maafkan saya terlambat seongsangnim.."

"Kenapa kau disini?" Kyuhyun tersentak dan menatap seongsangnim dengan keterkejutannya.

"Ah..kau tak diberitahu pihak administrasi bila namamu telah dicoreng dari daftar mahasiswa disini"

"Ou..aku tau itu. Tapi, tidakkah aku diperbolehkan untuk hari ini saja?" Bohong! Kyuhyun telah berbohong. Ia benar-benar tak tau atas keputusan sepihak yang diberikan oleh pihak kampus. Ia tak ingin terlihat lemah, dan semakin mendapat cemoohan dari teman-temannya.. untuk itu ia berbohong.

"Tapi maaf.. peraturan tetap peraturan, saya tak ingin melanggar prosedurnya.." jawab seongsangnim dengan penyesalan. Kyuhyun maklum, dengan sedih ia menunduk hormat dan meninggalkan kelasnya. Ia masih berdiri didepan lokalnya, meratapi nasibnya kini. Kyuhyun tau semua ini akan terjadi, mengingat Hyukkie lah yang memasukkan ia dan juga Ryeowook kemari. Dan atas kehendak yeoja itu pula ia dapat ditendang kapanpun yang ia mau, tapi ini terlalu cepat baginya.

"Heii kau! Yeoja ular.." seru sekelompok yeoja. Kyuhyun mendongak dan mendapati dirinya yang tengah dikepung oleh mahasiswi yang mungkin kini tengah membencinya.

"Kau memang wanita jalang! Berani sekali kau menampakkan dirimu disini setelah apa yang kau buat pada Bryan oppa.." seru mereka. Kyuhyun hanya diam dengan menggigit bibir bawahnya pelan. Jelas ia tau apa yang ia perbuat.

"Kau itu~" Kyuhyun mencengkram tangan yeoja tersebut yang memukul keningnya menggunakan telunjuknya. Yeoja tersebut merintih kesakitan, Kyuhyun tak peduli dan masih mencengkramnya erat. Setelah ia rasa cukup, Kyuhyun melepaskan tangan yeoja tersebut dan berlalu menembus mereka yang masih mengepungnya.

"Heii cantik.." goda seorang namja. Kesulitannya tak cukup berhenti sampai yeoja-yeoja itu saja. Ia kembali terkepung disekumpulan namja yang terus menggodanya. Kini, ketakutan mulai merambahi hatinya Kyuhyun.

"Aku memiliki uang banyak, jadi..maukah kau tidur denganku malam ini?" goda namja tersebut. Kyuhyun takut, badannya bergetar hebat hingga membuat mereka yang melihatnya terkikik geli. Ia memang berani untuk melawan sekumpulan tadi, tapi berbeda bila ia harus mengahdapi namja-namja nakal ini. ia tak mempunyai kekuatan yang cukup besar untuk melawan mereka semua. Segarang-garangnya Kyuhyun, ia tetap yeoja lemah yang tak akan mungkin menang melawan seorang namja..apalagi bila mereka sudah membentuk kelompok seperti ini.

"Kenapa kau takut chagi? Aku akan membayarmu, bukankah itu yang kau butuhkan? Uang yang banyakkan?" godanya kembali.

"Lepaskan!" Kyuhyun berusaha melepaskan cengkraman yang namja itu berikan padanya. Tapi apa? Cengkraman tersebut cukup kuat baginya dan tak dapat ia lepaskan. Namja tersebut berseringai lalu mendorong Kyuhyun hingga tersungkur dilantai koridor. Mereka tertawa bersama menatap Kyuhyun yang mereka siksa tanpa sedikitpun tersirat rasa kasihan dimanik mereka.

Tsk..Tsk..Pletak..

Kyuhyun hanya bisa pasrah, saat satu persatu telur busuk menghujaninya. Tak dapat lagi ia bendung tangis yang sedari tadi ia penjarakan. Bulir bening itu berhasil lolos mebasahi pipinya. Dengan sedih, Kyuhyun menghapus jejak airmatanya tersebut. Pasrah! Hanya itu yang bisa ia terima dengan apa yang ia perbuat. Memang pantas ia dapatkan perlakuan ini. Memang Kibum yang ia sakiti hatinya, namun siapa yang tau bila semuanya juga merasa jauh tersakiti dari Kibum. Kyuhyun terisak, memanggil lirih Kibum dengan sebutan 'appa'.. ia takut, sangat takut…

"Hentikan!" seru seongsangnim yang merasa terganggu dengan keributan yang terjadi didepan kelasnya. Semua terdiam dan membubarkan diri mereka, takut mendapat masalah yang jauh lebih besar dari ini. Kyuhyun yang terlanjur malu, beranjak dari keterpurukannya dan perlahan meninggalkan koridor kampusnya.

"Tunggu!" sergahnya. Langkah Kyuhyun terhenti. "Aku harap perlakuan itu cukup membuatmu sadar agar tak pernah kembali kemari. Kau hanya menjadi bulan-bulanan murid-muridku disini, jadi..ingat itu baik-bak!" tegasnya. Kyuhyun semakin tercekat mendengar penuturan yang sangat pedas itu. Ia mengangguk pelan, dan berlalu pergi.

Ia terisak, bersama langkahnya yang tertatih. Hatinya sakit, jauh lebih sakit dengan apa yang mereka lakukan. Kyuhyun tersentak saat sebuah mantel tebal tersemat dipundaknya. Kyuhyun menoleh, dan sedikit tersenyum saat siapa gerangan yang ia lihat…Yesung. Yesung mengiringi langkahnya dan mengajaknya untuk duduk ditaman kampus. Kyuhyun menurut, dan mengikuti ajakan langkah Yesung.

.

.

Kyuhyun tersenyum hangat saat Yesung memberinya minuman hangat dan juga tissue basah untuk membersihkan tubuhnya. "Kenapa kau disini?"tanya Kyuhyun. Yesung menoleh lalu tersenyum, "Ada sesuatu yang ingin aku kerjakan disini.."

"Gomapta.."

Yesung mengangguk dan kembali menyeruput kopi hangatnya. "Bagaimana kabarnya?"

"Baik.." Yesung tau siapa yang Kyuhyun tanyakan yang tak lain adalah Kibum. "Syukurlah.."

"Dan kalian?"kini giliran Yesung yang bertanya. Kyuhyun tersenyum tak menjawab. Yesung paham dengan apa yang dirasa Kyuhyun. Mereka kembali diam dalam nada kecanggungan satu sama lain. Bingung, percakapan apa yang akan mereka bincang untuk memecah batu kecanggungan ini.

Piipp…

Kyuhyun merogoh sakunya dan mengeluarkan handphonenya. Satu pesan yang ia terima dari nomor yang tak ia kenal.

Temui aku dan juga saudarimu digudang tua kawasan Gangnam.
Salam dari eommamu yang kau cinta!

"A..aku harus segera pergi." Ucapnya tertatih dan melesat meninggalkan Yesung dalam kebingungannya.

Yesung menatap Kyuhyun hingga tak terlihat lagi. Yesung kembali sendu, dan kembali meminum kopinya yang mulai mendingin. Ia hampir tersedak saat Sungmin yang tiba-tiba duduk disampingnya. "Aishh.."decaknya kesal. Sungmin tak membalas, ia hanya diam memandang jalan yang Kyuhyun lalui tadi.

"Ada yang ingin aku bicarakan padamu, ini menyangkut mereka berdua.." tutur Sungmin tiba-tiba.

.

®KIM'S SCANDAL®

.

Kyuhyun tiba digudang yang diberitahu Heechul. Ia menerobos masuk gudang yang dulunya adalah bekas sebuah pabrik dengan langkah hati-hati. Gudang tersebut sangat kotor dan juga gelap, hingga membuat yeoja cantik tersebut sedikit bergidik ngeri karenanya.

Krekk..

Kyuhyun sedikit terkejut takkala ia menginjak sebuah ranting tua. Ia juga heran, bagaimana ranting-ranting pohon berserakan disini mengingat tempat ini yang masih baik walau terlihat kotor. Kyuhyun tetap menelusuri sisi gudang tersebut, mencari sosok Heechul dan juga Ryeowook saudari kembarnya.

"Mmm..emm.." Kyuhyun sedikit terjerembab saat sebuah tangan membekap mulutnya. Langkahnya sedikit terseok, mengikuti langkah orang yang membekapnya. Kyuhyun bergerak liar, berusaha melepaskan bekapan tersebut tapi sayang.. ia tak mempunyai kekuatan yang cukup besar. Dan..

"Aoww.." ia dijatuhkan kedalam sebuah ruangan yang cukup gelap dan tangannya diikat tanpa ia ketahui siapa yang berbuat demikian padanya. "Siapa kau?" tanya Kyuhyun garang tapi tak ada jawaban yang ia dapat. Semua lampu menyala hingga menyilaukan penglihatannya. Yeoja cantik itu memicingkan matanya, menitikfokuskan pandangannya saat beberapa orang mendatanginya.

"Kyunnie..hiks hiks" Kyuhyun terbelalak saat tangisan Ryeowook mengganggu pendengarannya. Ia mengguncangkan badannya, berusaha melepaskan ikatan yang tersemat padanya. "Kenapa kalian melakukan ini padaku? Aku tak akan melarikan diri.. Lepaskan!" amuk Kyuhyun.

"Lepaskan dia Irie.." Kyuhyun semakin terbelalak saat nama itu melantun padanya. Namja yang dipanggil 'Irie' tersebut bergerak mendekati Kyuhyun dan melepaskan ikatan yeoja tersebut. Bibir Kyuhyun semakin bergetar hebat saat potret namja tersebut tertangkap jelas dalam penglihatannya. Namja itu semakin nyata dalam pandangan Kyuhyun dan membuat bibirnya semakin bergetar hebat melihatnya.

"Kenapa? Kenapa kau melakukan ini padaku?" tanya Kyuhyun dengan menahan tangisnya. Namja tersebut menatap Kyuhyun dengan datarnya, "Semua karena kau yang mengusik kehidupanku.." jawabnya. Kyuhyun hanya bisa diam menatapnya nanar. Namja tersebut sangat ia kenal, namja yang menjadi teman dan juga sahabatnya dikampus. Irie Naoki, namja peranakan Jepang yang menjadi teman sebangkunya dikampus.

"Aku kira kau adalah temanku, tapi nyatanya.. kau sama seperti mereka"

Naoki tak menjawab, ia beranjak mendekati letak Ryeowook berdiri bersama Heechul dan juga Donghae. Kyuhyun merasa terpojokkan disini. Ia tak tau lagi harus berbuat apa agar terlepas dari jerat penyiksaan ini. Ditatapnya Heechul yang tersenyum manis memandangnya dan juga Ryeowook yang tak terlihat lagi raut keceriaan diwajahnya.

"Kenapa sayang? Kau terkejut karena surpise eomma ini?" ledek Heechul. Kyuhyun tak menjawab, perasaannya sudah hancur mendapat musuh didalam selimut. Keringat dingin yang ia dapat disekujur tubuhnya pun tak bisa ia bendung lagi agar tak menetes membasahi tubuhnya. Kyuhyun sudah terlalu takut…

"Benarkah itu Naoki?" tanya Kyuhyun dengan nada lirihnya. Dengan wajah datarnya Naoki menjawab, "Ya. Aku ditugaskan untuk memata-matai kalian, terutama kau Kyuhyun-ssi. Kau salah besar menganggapku ini adalah temanmu.."

Sakit! Hancur sudah perasaan Kyuhyun mendengarnya. Disatu sisi ia merasa sedih, namun disisi yang lain ia juga merasa kecewa yang sangat besar pada namja tersebut. "Apa mau kalian?" tanyanya dingin saat derai tangisnya sudah mulai ia bendung kembali, dan hanya kemurkaan yang membuncah dihatinya.

Heechul sumringah mendengar pertanyaan yang ia tunggu sedari tadi. Didekatinya duduk Kyuhyun dengan wajah innocentnya, "Kyuhyun kita sangat pintar! Benar kau ingin melakukan semua yang eomma pinta?" tanyanya.

"Asalkan kau mau melepaskan kami…!" Kau salah Kyu, kau salah untuk berunding dengannya. Orang Psyco seperti Heechul tak pernah mengenal negoisasi dihatinya.

"Jinjjayo?"tanya Heechul senang. Kyuhyun mengangguk takut dan menunduk dalam. Heechul beranjak dan mendekati letak suaminya berdiri lalu bergelayut manja dilengan suaminya. "Dia mau yeobo.. jadi katakan padanya"

Donghae mencium Heechul sekilas dan beralih memandang Kyuhyun dengan nyalang, "Bunuh Kim Kibum segera!" titahnya. KyuWook melotot sempurna tak percaya dengan apa yang ia dengar. Benarkah ini? Kenapa?

"Hancurkan dia! Dia telah menghancurkan perusahaanku dan juga hidupku! Jadi, bunuh dia untukku.." ucap Donghae. Kyuhyun menggeleng keras, bahkan menutup telinganya kuat menolak semua stimulus yang Donghae katakan.

"Dan itu juga keinginanku~" tambah Heechul.

"Bunuh dia! Bunuh namja perusak masa depanku itu! Karena dia, hidupku hancur! Impian yang kuinginkan, semua berantakan karenanya.. Aku benci dia! Bunuh dia untukku!"

Kyuhyun terisak, sedikit berlari dan memegangi kaki Heechul. Heechul tak senang bila tubuhnya disentuh, mendorong Kyuhyun hingga yeoja cantik tersebut terjerembab kebelakang. Namun Kyuhyun tak meyerah, ia kembali memegang kaki Heechul dan meminta Heechul untuk mencabut kembali permintaannya dalam tangis. Heechul menolak, "Baik bila kau menginginkan itu, mudah untukku membunuh namja itu. Tapi aku takkan melepaskanmu dari jerat kekuasaanku! Ingat Itu!"

Heechul mendekati letak berdiri Ryeowook yang terikat sepertinya tadi dan melepaskan ikatannya. Ia berdiri dibelakang Ryeowook, meraba setiap lekuk wajah Ryeowook. Ryeowook menangis takut atas tindakan Heechul, "Lakukan atau kalian dan juga mereka mati dalam penyiksaan yang kubuat"

Kyuhyun semakin gamang. Dipandangnya Ryeowook dengan sedih. Pilihan yang sulit baginya, dan tak ada keuntungan yang ia dapat disana. "Kyu.. jangan lakukan itu hiks..hiks.." lirih Ryeowook. Kyuhyun sejenak memandang kembarannya itu dan kembali menunduk bersama tangisnya. Ia menjambak rambutnya frustasi, terlalu sakit harus memutuskan pilihan yang akan diambilnya.

"Kami menunggu…" goda Heechul. Yeoja cantik tersebut mengusap airmatanya kasar dan berdiri menghadap Heechul dengan keadaannya yang kacau. Ia masih ragu untuk berucap, bahkan bulir bening itu masih mengalir walau sudah ia kukung dalam hatinya. "Jadi apa keputusanmu?"kali ini Donghae yang bertanya.

"Aku mau!" jawab Kyuhyun tegas. Ryeowook shock bukan main. Bulir beningnya kembali megalir deras tak ada hentinya. Tubuhnya sedikit limblung, membuatnya hampir terjatuh kebelakang. Ryeowook melepaskan cengkramannya dari Heechul dan berlari mendekati tubuh saudarinya itu. Diguncangnya pelan tubuh Kyuhyun masih bersama bulir bening yang senantiasa membanjiri pipinya.

"Kau jangan gila Kyu! Jangan kotori tanganmu dan merubah dirimu sebagai seorang pembunuh! Dia appa kita Kyu… Dia appa kita" Namun Kyuhyun tak menggubris, masih terlalu shock dengan pilihan yang ia putuskan.

"Lalu, apa yang harus aku lakukan?" tanya Kyuhyun mengarah pandangnya kearah Heechul. Ryeowook diam, begitu hancur hatinya saat Kyuhyun tak mendengarkannya. Dilepaskannya tautan tangannya dari pundak Kyuhyun, masih dengan menatap yeoja cantik itu dengan nanar, walau Kyuhyun tak jua memandangnya. Yeoja mungil itu terduduk, rohnya seakan lepas meninggalkan tubuhnya. Kyuhyunnya, selalu dia yang harus berkorban. Selalu dia yang menjadi kambing hitam dari kejahatan eommanya…

Naoki melemparkan sebuah pisau kekaki Kyuhyun. Kyuhyun menunduk, dan mengambil pisau tersebut dengan tatapan dinginnya. Dipegangnya pisau tersebut dan menatapnya lekat. Heechul mendekati letak berdiri Kyuhyun dan berbisik, "Bunuh dia tepat dijantungnya!" Kyuhyun mengangguk mengerti "Dan setelah itu, kalian bisa bebas..!"tambahnya lagi.

"Kau akan ditemani Naoki agar mengawasimu bila kau membunuhnya dengan baik. Jangan coba-coba untuk kabur. Arraseo!" Kyuhyun mengangguk dan pergi meninggalkan Ryeowook yang masih terpukul akan keputusannya tersebut.

.

®KIM'S SCANDAL®

.

"Kibum..!Kibum!" panggil Yesung setengah berteriak saat memasuki apartemen mereka. Kibum yang tengah bersantai menonton tv tersentak saat pekikan Yesung semakin menggelegar mengusik ketenangannya. Kibum membenarkan posisinya yang tadi berbaring untuk segera duduk.

"Hyung? Kau juga datang?" kagetnya saat didapatinya Sungmin yang mengekori langkah Yesung. "Kibum!" seru Yesung yang berhambur mendekati Kibum dan mengguncang tubuh namja dingin itu. "Wae?Wae? Tenanglah sedikit! Kau terlalu berlebihan hyung…" balas Kibum malas.

"Ini tentang anak-anakmu!" jawab Yesung. Kibum melepaskan kedua tangan Yesung yang sedari tadi mencengkram pundaknya dengan keras. Ditatapnya malas Yesung yang masih berbinar-binar memandangnya dan bertanya, "Ada apa lagi dengan mereka?"

"Aku harus mulai dari mana ya?" monolog Yesung seorang. Tentu ia bingung. Setelah apa yang ia dengar akan kenyataan yang dialami KyuWook tadi dari Sungmin. Semua perkataan yang Sungmin ucapkan tadi bagaikan potongan puzzle yang belum tersusun hingga ia sulit untuk menebak intinya.

"Heechul ibu mereka masih hidup" tutur Sungmin.

"APA?"

"Dan apa kau tau, mereka benar-benar anakmu Bummie.."

"Aku tak peduli lagi dengan apa yang kalian kata tentang mereka. Bukankah bagus bila Chullie noona masih hidup? Berarti dia akan menolongku dan mengembalikan ketenaranku atas berita yang kini bererdar."

"Kau yakin itu?" tanya Sungmin. Kibum mengangkat kedua bahunya menandakan bila ia juga tidak tau. Bukan dia yang menentukan jalan hidupnya, walau Heechul hadir sebagai dewi keberuntungan untuknya.. Kibum tak bisa menjamin apakah citranya sebagai namja yang polos masih tersemat didirinya.

"Kau tak merasa aneh dengan semua ini, Bummie?" Yesung mendekatkan duduknya agar lebih merapat kearah Kibum dan memandangnya dengan serius. "Apa?" tanya Kibum balik.

"Yang pertama, hasil DNA menyatakan bila kau ayahnya. Yang kedua, Kyuhyun mengatakan bila mereka menipu kita. Dan yang ketiga, Heechul muncul. Apa kau tak merasa semua ini aneh?"

"Apanya yang aneh? Aku rasa tidak~" Kibum melengos menuju meja makannya dan mengambil segelas air putih lalu meneguknya hingga habis. "Tes DNA yang aku lakukan dengan mereka, itu tak bisa menjamin keakuratannya. Kenapa? Kau pasti jelas tau, karna aku melakukannya dengan dokter hewan seperti yang kau mau. Lalu soal yeoja itu berbohong? Dia kan sudah menjelaskannya waktu kita melakukan konferensi pers kemarin, jadi kenapa kau mempertanyakan lagi? Dan soal Chullie noona, Aku yakin tak ada hal yang buruk bakal terjadi, kurasa dia akan membawa kartu hoki untukku.."

"Bukan itu Bummie.. Kyuhyun memang berbohong, namun nyatanya mereka memang anakmu. Kebohongan yang mereka buat hanya semata-mata untuk melindungimu dari Chullie yang akan mencelakakanmu. Chullie tak akan menjadi dewi keberuntunganmu Bummie, dia akan menjadi malaikat kematianmu~"

"Kau mengigau hyung?" potong Kibum. Ia mengernyit heran mendengar perkataan Sungmin yang terlalu mengada-ada menurutnya.

"Aku tidak mengigau. Aku melihat bagaimana dia memperlakukan anakmu dengan tidak wajar bersama seorang namja. Mereka ingin mencelakakanmu Bummie, tapi aku belum tau apa modus mereka melakukan ini. Percaya padaku, Chullie yang sekarang bukan Chullie yang kita kenal dulu, dia seorang Pysco! Dan anak-anakmu yang harus menanggungnya.. percayalah padaku"

Ting Tong…

Kibum masih termangu menatap Sungmin diam. Ia terlalu bingung, penyangkalan apa yang akan ia buat. Benarkah demikian kenyataannya? Bila benar, Kibum tak dapat menerimanya melalui logikanya.

Ting Tong…

"Aku akan membukanya," ucap Kibum yang berusaha lari dari pembicaraan mereka tadi. Sungmin menghadang gerak Kibum namun namja dingin tersebut menggeser letak berdiri Sungmin menggunakan sebelah tangannya Sungmin memutar sedikit kepalanya menatap Kibum yang sudah melaluinya dengan tatapan sedih.

Cklek!

"Kau?" bingung Kibum saat didapatinya Kyuhyun yang berdiri diambang pintu apartemennya. Ditatapnya Kyuhyun dari ujung rambut hingga ujung kaki yang tampak kacau. Rautnya kusam, terlihat jelas bila ketakutan dan kesedihan menjadi satu disana.

"Wae?" tanyanya saat Kyuhyun masih saja diam, namun pandangannya sesekali mengarah ke ujung apartemen mereka. Kibum mengikuti arah pandang Kyuhyun, tapi hanya lorong yang kosong yang ia lihat.

"Ada apa kau kemari?" tanya Kibum dingin. Sungmin dan Yesung perlahan mendekati letak berdiri Kibum, namun tak sepenuhnya mereka mendekat agar memberikan ruang untuk ayah dan anak itu bisa membuka hati masing-masing.

Kyuhyun masih diam, namun perlahan bulir beningnya mengalir membasahi pipinya yang mulus. Tangan kirinya meraba pundak Kibum, lalu mencengkramnya kuat masih dengan isak tangisnya. "Kau kenapa Kyu?" kali ini giliran Yesung bertanya.

"Maafkan aku.. maaf..maafkan aku.." racau Kyuhyun. Ia meraba saku celana belakangnya dan mengambil pisau kecil yang diberi Naoki tadi. Tangan kanannya masih gamang untuk mengambil pisau tersebut, Kyuhyun kembali lagi menatap ujung lorong yang telah berdiri Naoki disana. Ditatapnya Naoki dengan nanar yang tengah mengangguk pasti padanya. Kyuhyun kembali lagi menatap Kibum yang masih memandangnya bingung. Sudah! Sudah bulat keputusannya. Dia memang egois, mementingkan keselamatannya seorang dan juga Ryeowook. Tapi, itulah keputusannya yang telak.

"Maaf.. Maafkan aku..Maaf.." Kyuhyun mengambil pisaunya dan melayangkannya pada Kibum tepat dijantungnya. Kibum terjatuh kebelakang dengan posisi telentang dan Kyuhyun yang tengah duduk diatasnya.

"MAAF..MAAFKAN AKU..MAAF..MAAFKAN AKUUUUU"

"KIBUM!"

"KYUHYUN! APA YANG KAU LAKUKAN!"

Keributan tersebut menggelegar hingga ke telinga Naoki. Naoki tersenyum puas dan berlalu pergi tanpa melihat apa yang terjadi.

"Kenapa..kenapa kau melakukan ini padaku?" tanya Kibum shock. Kyuhyun menangis sejadi-jadinya, meracau tak jelas masih mengayunkan pisau tersebut kejantung Kibum.

"Maaf..maaf.."racaunya sedih.

Sungmin mendekati Kyuhyun, memukul tangan yeoja cantik tersebut hingga pisau tersebut tergeletak tak berdaya dilantai. Yesung berlari tergesa-gesa mendekati Kyuhyun dengan membawa kain panjang dan memberikannya pada Sungmin. Sungmin mengambil kain tersebut lalu membalutnya ke pergelangan tangan kiri Kyuhyun yang sudah hancur bersimbah darah. Ya, Kyuhyun memang menghunuskan pisau tersebut tepat kejantung Kibum.. tapi ia halau, ia halau menggunakan tangan kirinya dan menusuk tangannya sendiri berkali-kali seakan-akan ia tengah menusuk Kibum. Ia tak tega! Ia tak sekeji itu untuk membunuh ayahnya seorang. Apa yang ia lakukan ini, hanyalah alibinya seorang untuk mengelabui Heechul dan meyakinkan yeoja tersebut bila ia telah melakukan tugasnya dengan baik.

"Kenapa? KENAPA KIM KYUHYUN?" amuk Kibum.

TBC

.

Amoree Come Back!
Wah, wah.. udah lama kita tak berjumpa! Pastinya udah kangen ama amoree ne? Tentunya!

Amoree gak mau banyak coment, silahkan kalian saja yang berkomentar dikotak review dan bakal amoree bales dech.. tapi ya..lewat PM ehhe
Oh ya, amoree mau ganti nih judul efef jadi Kim's Scandal ada yang keberatan? Soalnya alurnya lebih kompleks ke keluarga Kim sih dibandingkan Kibumnya. Ehhee..