THE LITTLE PRINCE CHAPTER 10
Cast:
Kim Ryeowook
Kim Hankyung & Heechul
Kim Junhee
Kim Jonghyun
Cho Kyuhyun
Cho Jung Soo & Young Woon
Cho Ahra
Lee Sungmin
Kim Donghae
Zhoumi
Choi Siwon
Genre & Warning:
Seme Ryeowook & uke Kyuhyun. Yaoi. MPreg.
Pairing: RyeoHyun / WookKyu.
Author's note & disclaimer:
Karakter Ryeowook dan Kyuhyun disini off banget ya dari karakter aslinya. Author mau coba menyampaikan sosok, sifat, karakter Kim Ryeowook dan Cho Kyuhyun pelan-pelan di cerita ini yang adalah bayangan author sendiri, jadi jangan dibandingin dengan orang aslinya ya…. Saya kalau bikin fanfic cuma pinjem nama, sisanya terserah karangan author 100% hahahahah..
Makasih untuk yang review seperti biasa: kyunihae, michhazz, cuttiekyu94, jung heechan, kalunakang61, miickeymoousse, leny chan, key, cho kyuna, she, sophie857, guest. Maaf saya gak bales satu-satu tapi selalu masuk dan author perhatikan kok kritik dan saran dari kalian semua.
Dari awalan iseng coba-coba, lanjut ber chapter-chapter setiap minggu dari masih rapih sampai berantakan ngaco banget banget bahasanya kadang pas bareng sama ujian, tapi kalian masih baca hahah makasih yaa.
Untuk bales review: makasih sudah kasih opini kalian! Maaf ya untuk beberapa reader keinginan nya belum bisa terpenuhi di FF ini, author udah gak nambahin konflik lagii biarkan mereka hidup bahagia dulu.
Yang dari kemarin udah minta nyiksa Kyuhyun, dan minta Ryeowook cemburuan, cuma di FF sebelah aja yaa author coba bisa merealisasikannya semaksimal mungkin (kalau berniat baca) hahahah. Yang Tanya thor kenapa update cerita sebelah cepet yang ini lama?! FF sebelah itu udah siap 4 chapter dari cerita sebelumnya, tinggal copas ganti Kyuhyun Kibum ajah makanya gampang gak perlu mikir. Kalau yang ini 95% fresh baru ditulis hahhaha.
Chapter ini… agak panjang.. jangan capek bacanya ne.
Maaf kalau banyak pengulangan, typo dan bahasa yang kurang enak. Selamat membaca ^^
OooooO
Sejak kembali ke Seoul, Kyuhyun dan Ryeowook pun menjalani kehidupan sehari-hari mereka seperti biasa.
Mengikuti saran yang diberikan sebelumnya, keduanya langsung mencari dokter spesialis dan rajin check up rutin dengan dokter setiap bulannya.. Kabar baiknya, kondisi kandungan pun ternyata Kyuhyun cukup kuat dan sehat jadi tidak ada terlalu banyak yang perlu dikhawatirkan.
Sejak diberi vitamin agar lebih nafsu makan pun Kyu juga jadi berkurang intensitas morning sick nya, sedikit melegakan Ryeowook kalau melihat istrinya sudah fit kembali seperti ini.
Di bulan-bulan awal yaitu bulan ke-3 dan ke-4 pun Kyuhyun belum memasuki tahap dimana pria ini belum mengalami banyak perubahan. Tentu saja Ryeowook hyung melarangnya berkerja terlalu keras atapun sesuatu yang bisa membuat stress.. Kedua umma-nya pun sangat perhatian pada Kyuhyun. Setiap minggu ia dimasakkan ayam obat dan sup-sup kesehatan lainnya agar kondisi tubuh maupun janin-nya pun tetap terjaga dengan stabil. Kyuhyun juga bertanya banyak tentang proses mengandung.
Masalah ngidam pun disaat itu belum lah terlalu kerasa.. Karna, kalaupun Kyu menginginkan sesuatu, dengan mudah ia langsung menurutinya dengan memasak sendiri, tidak membiarkan sang bayi menunggu ataupun perlu merepotkan orang lain.
Rumah tangga WookKyu semuanya berjalan cukup damai dan lancar, sampai.. Saat memasuki minggu ke-18..
ooo
"Hyung... Berat badanku naik lagiiii!" Keluh Kyuhyun pagi itu saat Ryeowook baru saja membuka mata.
Sudah hari kesekian Ryeowook bangun dan dihadapkan dengan pemandangan seperti ini. Entah Istrinya sedang menimbang, atau sedang berkaca memperhatikan setiap inchi perubahan bentuk tubuhnya yang semakin terasa dan terlihat jelas seiring dengan berjalannya waktu.
Awalnya hanya setiap minggu, lalu semakin kesini Kyu semakin rajin mengamati perubahan bentuk tubuhnya tanpa henti.
"Yasudahlah Kyu... Nanti kan kalau aegya nya lahir kamu jadi kurus lagi..."
Cup. Sekalian berjalan ke kamar mandi Ryeowook menyempatkan diri untuk menghibur Kyu lalu memberinya kecupan selamat pagi sekilas.
Jangan bilang Ryeowook jahat karna bicara seperti itu ne.. Karna jujur, ia sendiri hanya sudah tidak tau lagi harus menjawabi Kyuhyun dengan bagaimana. Ia sempat berbohong… dibilangnya pembohong. Tidak dijawabi… katanya gak peduli. Sempat ia bilang "bagus dong sayang aegya kita cepat besar" tapi Kyu juga tidak senang karna katanya hanya memperhatikan aegy saja. Seorang Kim Ryeowook sudah hanya bisa bicara jujur saja untuk sekarang.. Berharap Kyu tidak marah dengan ucapannya.. Dan kalaupun marah.. Ia cuma bisa berdoa supaya ngambek nya Kyu bisa cepat selesai.. Hehe.
Tapi, disisi lainnya seiring dengan perut Kyuhyun yang membesar, perhatian dan keibuan Kyu pun semakin keluar dengan sendirinya, dan tentu saja Ryeowook lah orang yang pertama kali menyadarinya.
Kyuhyun sudah tidak grasak grusuk seperti dulu lagi, sudah bisa mendengarkan sarannya agar tidak terlalu semangat sampai akhirnya kelelahan sendiri lagi seperti sebelum-sebelumnya..
Ooo
Minggu ke 19, Selasa malam di keduaman WookKyu
"Aku tidak mau tau hyunggg pokoknya sekretaris hyungie tidak boleh Kyungsoo lagi! Ganti dengan orang lain!" ujar Kyuhyun galak sembari ia masih mengolah masakan didapur saat Ryeowook baru saja pulang dari kantor sore itu.
"Baby... Hyungsik sedang cuti 2 minggu.. Kalau bukan Kyungsoo yang menggantikan, nanti aku tidak punya sekretaris lagi, Kyu..."
Tadi siang Kyuhyun mencari Ryeowook dan yang mengangkat telepon bukan Hyungsik: sekretaris biasa sang suami, melainkan Do Kyungsoo, seorang sekretaris pengganti yang baru pertama kali Kyuhyun lihat.
"Tapi aku tidak suka dengan diaaa. Matanya besar hitam bulat aneh hyungg..! Aku tidak mau kalau ke kantor hyung harus bertemu dengan Kyungsoo..!" Ujar Kyuhyun masih ngotot.
Ryeowook mulai memijat pelipisnya sendiri lagi. Mata bulat besar hitam? Bukannya mata semua manusia bentuknya begitu ya? Kyungsoo selama ini sudah biasa menggantikan tugas sekretaris mengatur semua jadwalnya kalau Park Hyungsik sedang cuti panjang, bahkan sejak Ryeowook mengenal Kyuhyun... Hanya beberapa hari yang lalu saja Kyuhyun baru pertama bertemu dengannya, dan langsung merasa kurang sreg dengan pegawai nya satu ini.
"Kyu... Kalau tidak ada Kyungsoo aku tidak bisa berkerja. Nanti jadwal rapatku semuanya berantakan bagaimana?" sekali lagi Ryeowook mencoba menghampiri Kyu didapur meminta belas kasihan istrinya satu ini.
"Tidak mauu! hyung membelanya? Jangan-jangan kalian selingkuh, ya?! Yasudah kalau hyung masih mau Kyungsoo menggantikan Hyungsik... Menginap saja dikantor sana dengan sekretaris barumu yang bermata besar! Tidak usah pulang sekalian!" brak. Ujar Kyuhyun langsung, sudah tidak tanggung-tanggung lagi galaknya sampai sukses membuat Ryeowook tergelonjak kaget sekilas. Tak hanya itu, belum sempat Ryeowook membalas satu kata pun, Kyuhyun juga langsung mematikan cooker dan semua peralatan memasaknya, lalu pergi meninggalkan Ryeowook sendirian disana. Meninggalkan sang suami masih bengong menghadapi mood Kyuhyun yang tidak pernah bisa terduga.
Aigoo... Aku harus meminjam sekretarisnya appa lagi untuk beberapa hari kedepan... Batin Ryeowook akhirnya menyerah kepada keadaan. Eh. Menyerah kepada Kyuhyun deh. Haha.
OoooO
Di satu malam lainnya. Ryeowook dan Kyuhyun duduk berdampingan berdua bersandar pada tembok ranjang menonton acara tv seperti biasa. Hari itu adalah hari Jumat, jadi Ryeowook bisa bangun siangan karna tidak kerja dan mereka Kyuhyun pun juga bisa sedikit bersantai karna sedang akhir pekan.
"Hyungieee" panggil Kyuhyun ditengah Ryeowook fokus menyimak isi salah satu acara berita.
"Hem?" Ryeowook hanya menyahuti dengan bergumam pelan.
"Hyungie selingkuh ya selama ini di belakangku?" Tanya Kyuhyun random langsung tanpa basa-basi sambil membelai dada sang suami, sontak membuat Ryeowook langsung membelalakkan matanya.
"Hahhhh? Tidak baby. Selingkuh darimana.. Selingkuh dengan siapa?!" Ryeowook pun langsung berbalik menghadap Kyuhyun dan menemukan istrinya satu ini sedang yang sedang mem-pout kan bibirnya.
Kyuhyun memukul dada Ryeowook sekali dengan pelan
"Habis hyungie... Tidak pernah menyentuhku akhir-akhir ini.." Jawab Kyu masih mempoutkan bibirnya maksimal "jangan-jangan wookie hyung... Sudah tidak..." Belum sempat Kyu menyelesaikan kalimatnya, tapi sudah keburu dihentikan oleh Ryeowook duluan.
"Tidak Kyu... Darimana kamu kepikiran hal seperti itu.. Hem?!" ujar Ryeowook lalu mendekatkan wajah mereka dan mengecup pipi Kyuhyun sekilas untuk meyakinkan Kyu seorang.
"Hyungie tidak menyentuhmu dulu karna aku takut menyakitimu baby... Kan kamu sedang hamil..." jawab-nya dengan jujur memberikan pengertian.
Memang sejak Kyuhyun diberitahukan hamil, Ryeowook dan Kyuhyun belum pernah melakukan suami istri lagi.
Ryeowook tidak menyentuh Kyuhyun karna takut menyakiti kandungan didalam rahim istrinya. Wookie juga takut Kyuhyun kelelahan, dan ketiga, ia juga takut Kyuhyun ngamuk-ngamuk sendiri kalau ia meminta. Salah kata yang terucap nanti Kyu bisa meraung raung sedih atau marah-marah sendiri lagi, dan ia tidak ingin itu terjadi. #nantisakitkuping
Tapi tidak disangka, Kyu malah mengiranya sampai selingkuh segala. Aigoo... Tidak mungkin lah Ryeowook berpaling dari istrinya satu ini.. Walaupun biasanya ia mendapat 'jatah rutin' tapi sekarang tidak, Ryeowook tentu saja mengerti dan bersabar puasa beberapa bulan.
Kembali lagi ke Kyuhyun..
"Aniyo... Gwenchanayo..." Jawab Kyuhyun dengan cepat sambil menggelengkan kepalanya pelan saat mendengar kalah sang hyung takut menyakitinya. "emmmm…. tapi kalau hyungie memang tidak mau….. juga tidak apa-apa sih" baru beberapa detik melembek, seperti biasa Kyuhyun mulai menarik ulur lagi ucapannya sendiri, sok jual mahal.
Klik. Tangan Ryeowook dengan sigap meraih remote dan langsung mematikan TV yang sudah tidak penting itu lagi setelah mendengar jawaban Kyuhyun barusan. Pria ini pun juga langsung bergeser semakin menempel dengan Kyu mengelus perut istrinya yang sudah sedikit membesar memasuki 5 bulan kehamilan.
"Aniyo.. Tentu saja aku mau sayang... #loh yakin ya.. Kata dokter tidak apa-apa?" Tanya Ryeowook pelan mencoba meyakinkan lagi.
"Iya hyung... Aku sudah tanya pada dokter.. Katanya asal pelan-pelan tidak apa-apa..." Ujar Kyuhyun dengan nada manjaaa, membuat Ryeowook hanya bisa menggigit bibir bawahnya sendiri. Ya Tuhan... Kuatkanlah hamba menghadapi godaan seperti ini..."Arraso.. Jadi Kyu.. Juga mau kan? Disentuh oleh hyungie malam ini, baby?" Cup. tanya Ryeowook sambil mengecup pipi mulus Kyuhyun.
"hehehe… Eung. Pelan pelan hyung.. Kyu capek..." Jawab Kyu sambil berakting lemah lagi supaya makin terlihat imut.
"Eh, kamu lelah baby? Kalau begitu besok saja ne? Malam ini kita tidur saja"
Mendengar ucapan Kyuhyun barusan, Ryeowook yang sudah terbiasa mengikuti semua titah perintah sang istri jadi berubah pikiran, langsung menanggapi setiap kata yang keluar dari mulut Kyu baby nya dengan serius.
Duh…. hyung babo! Batin Kyuhyun.
"Gak mauuu... Sekarang..!" Pinta Kyu sudah kesal dan akhirnya langsung mengatakan secara blak-blakan.. Nah sekarang siapa yang mau duluan lebih keliatan kan... Ahahahah
"loh? Iyaa.. Iya… Arraso baby" jawab Ryeowook sedikit bingung, tapi pada akhirnya senang juga, setidaknya bisa membuat Kyuhyun sekaligus dirinya sendiri ber-bahagia untuk malam ini. Hehe.
OooooO
Minggu ke 27 atau bulan ke 6 setengah.
Sekarang tonjolan di perut Kyuhyun pun sudah semakin membesar maksimal dan semakin terlihat tiap harinya. Ryeowook perlahan hanya bisa dibuat semakin kagum setiap kali mengamati perubahan bentuk tubuh Kyu yang semakin berisi dan err… entah kenapa jadi semakin seksi.
Tubuh Kyu tidak pernah terlalu gemuk sebelumnya, dan hal tersebut membuat Ryeowook semakin khawatir.. Apalagi di awal kadang Kyukyu nya mengeluh sakit pinggang atau karna posisi tidur yang tidak nyaman. Ryeowook jadi merasa bersalah dan hanya bisa menghibur sang istri saja, dengan memberikannya sebanyak mungkin perhatian, kasih sayang, dukungan moral maupun finansial (buat Kyuhyun belanja) dan juga dengan meyakinkan kalau Kyuhyun selalu aman kemanapun pria ini pergi.
"Ahhh kyeopta!" Hari itu setengah harian dengan semangat Kyukyu ditemani Junhee nuna, sang adik ipar dan juga Heechul umma membeli segala perlengkapan dasar untuk calon bayi tahap pertama: beberapa kaus bayi yang ukurannya kecil-kecil, botol botol, lalu terakhir memesan boks bayi. Masih baru yang dasar-dasar.. Mulai menyicil perlahan, karna seperti biasa, Wookie hyung tidak meng-ijinkan-nya capek-capek berbelanja terlalu lama. Jadilah, frekuensi belanja Kyuhyun saja yang semakin lama semakin bertambah. Sejak hamil dan tidak berkerja, Kyu jadi hobi belanja jauh lebih banyak dari sebelumnya; mulai dari untuk dirinya sendiri, dekorasi dan peralatan dapur, menyiapkan ini itu untuk calon bayi mereka, semuanya yang ada dihadapannya rasanya ingin Kyuhyun bawa pulang kerumah.
Setiap malam sejak mereka menikah sampai saat ini pun Ryeowook masih dengan setia menggandeng pundak Kyuhyun disaat mereka hendak terlelap. Sudah jadi kebiasaan tersendiri Kyukyu ber-istirahat didalam rengkuhan Ryeowoook, lalu Ryeowook sendiri pun akan menciumi harum rambut khas shampoo Kyukyu yang tidak pernah berubah… Dan sekarang ditambah dengan kebiasaan baru: mengelus pelan perut Kyu yang semakin lama semakin membesar.. Merasakan pergerakan bayi didalam sana.. Apalagi kalau aegy menendang disaat Ryeowook ada disampingnya.. Menjadi sensasi tersendiri saat pria ini merasakah hal tersebut; walaupun sudah lelah baru pulang kerja, tidak perduli secapek apapun itu, tapi dengan melihat Kyuhyun dan merasakan bayinya bergerak saja…. tidak pernah gagal membuat Ryeowook tersenyum lebar.
Seperti sekarang ini..
"Hyung..." Tangan Kyuhyun terjulur menyentuh wajah sang suami disaat Ryeowook sedang membelai perut nya yang membesar, memberikan ketenangan disana.
"Heumm.."
"Nama untuk anak kita... Bagaimana?" tanya Kyukyu sambil mendongakkan kepalanya langsung sedikit keatas.
"Wanita atau pria ya… anak kita Kyu?"
"Apa saja." Jawab Kyuhyun.
Keduanya belum sempat memikirkan nama sebelumnya. Sedangkan bulan demi bulan terlewat, target bulan persalinan Kyuhyun sudah semakin mendekat.
"baiklah, pria dulu.. Emmmm..."
Ryeowook terdiam sebentar mencoba berpikir keras, tapi setelah satu menit.. masih saja belum kedapatan ide apa-apa.. (tidak kreatif memang). hemmm Nama apa yang unik dan tidak pasaran ya?
"Oh aku tau..! " ujar Kyuhyun dengan semangat akhirnya memotong sang hyung duluan.
"Apa?" Tanya Ryeowook sambil keduanya masih bertatapan.
"Ryeohyun." Ucap Kyuhyun pelan.
"Pffftt Hahahahahahahah" bukannya menjawab, Ryeowook malah tidak bisa tidak tertawa saat mendengar nama yang sangat imut tersebut. Ia langsung tanggap dan mengerti arti didalamnya: Ryeohyun. Ryeowook dan Kyuhyun. Aigoo…Sangat imut dan tidak terduga…. Tidak disangka Kyuhyun ternyata sangat kreatif mencari nama.. pikir Ryeowook dalam hati sampai membuat pria ini tidak bisa berhenti tertawa terpingkal-pingkal.
Sedangkan bagi yang memberi ide sendiri.. Melihat sang hyung tertawa seperti itu sontak langsung membuat Kyuhyun kesal, ia memukul pelan dada Ryeowook lagi yang adalah tempat senderannya juga sebagai pelampiasan.
"Ya hyung! Geurae kalau jelek bilang saja! Yasudah apa saja selain Ryeohyun terserahhh" balas Kyu kesal mulai ngambek.
Ryeowook pun langsung mencoba menghentikan tawa refleksnya saat mendengar Kyuhyun bicara seperti itu.
"Hahahhaah… tidak Kyu bukan berarti jelek... Algeso.. kita bisa menamainya Kim Ryeohyun kok baby" ujar Ryeowook sambil membelai rambut Kyuhyun.
"Shireo! Kamu sudah menertawainya! Geurae Aku tidak mau lagi memakai nama itu!" Balas Kyuhyun sambil menepis lengan Ryeowook yang masih merangkul nya, tapi tentu saja masih lebih kuat ditahan oleh Ryeowook yang ber-posisi dibelakang.
"Kyu... Jangan begitu dong sayang. Aku cuma tertawa saja kan bukan berarti jelek…" ujar Ryeowook sambil mengecupi puncak kepala Kyuhyun seperti biasa kalau sudah merayu Kyu yang ngambek.
"Tidak mau... Sudah terserah hyung saja mau memberi nama anak kita apa kalau begitu." ujar Kyuhyun masih kesal pada akhirnya.
Ryeowook hanya terkikik mendengarnya sambil masih memeluk Kyuhyun nya satu ini dengan sayang.
Selain menjadi lebih sensitif Kyu memang masih saja jadi lebih galak padanya. Entah bawaan bayi atau apa, jadilah Ryeowook kadang hanya menanggapi ambekkan Kyu dengan bercanda saja, agar dia sendiri juga tidak stress-stress amat sembari menunggu kelahiran sang bayi,,, hahahaha
OoooO
Minggu ke 30 – hari Sabtu di kediaman WookKyu
"Hyung..."
"Hem?"
"Aku mau.. Minum.. Susu kacang kedelai.."
Ryeowook mengernyitkan dahinya saat mendengar permintaan Kyuhyun barusan.
"Bukannya kamu tidak pernah suka susu kacang kedelai, Kyu?" Tanya Ryeowook langsung tanpa perlu berfikir lagi.
"Iya.. Tapi.. Tiba-tiba mau.." Ujar Kyuhyun dengan nada pelan. Hari ini Kyu sedang kalem moodnya, hehe. "Aku mau beli ke supermarket ya"
Saat sudah mengambil ancang-ancang untuk berdiri, belum sempat Kyuhyun bangun dari duduknya, ternyata sudah ditahan tangan Ryeowook duluan, menjawabi pernyataan Kyuhyun sambil tersenyum.
"Aku saja yang belikan. Kamu tunggu dirumah saja, ne?"
"Jinjja?"
"Eung. Geuromyeon." Ryeowook tidak ingin Kyu bersusah-susah keluar rumah. Biar ia saja yang bergerak.
"Tapi hyungie.. Belikan di banyak tempat ya.. Aku tidak suka yang bau kedelainya terlalu kencang..."
"Arraso. Akan kubelikan yang banyak, tunggu disini ya Kyu, istirahatlah." Ujar Ryeowook sambil mengusap kepala Kyuhyun dengan sayang.
"Eung gomawoo" balasnya.
Selama ini (hampir seumur hidup) Kyuhyun tidak suka meminum susu kacang karna bau kedelainya yang ia tidak suka. Makanya saat mendengar permintaan Kyu tersebut Ryeowook agak kaget mendengarnya.
Wahh.. Benar benar kalau sudah bawaan bayi memang sulit ditolaknya... Pikir Ryeowook dalam hati.
Seperti yang diminta Kyu, Ryeowook dengan segera bergerak cepat membeli susu kacang kedelai di 3 tempat yang ia ketahui, semua buatannya ber beda-beda agar ada satu saja yang semoga Kyuhyun suka.
"Aku pulang"
Setengah jam kemudian dengan cepat Ryeowook sudah kembali kerumahnya.
"Wahhh hyung terima kasihh!" Kyuhyun langsung menyampiri suaminya dan mengambil alih bawaan Ryeowook tersebut.
"Heeh. Minum lah Kyu." Ryeowook membukakan satu botol susu kacang kedelai asli biasa dan menyodorkannya pada Kyuhyun.
Kyu menyesapnya sedikit, tapi baru sedetik, langsung dilepehkan lagi dengan wajah mengernyit tidak suka.
"Wae?"
"Tidak enak baunya hyung..." Kyuhyun langsung menaruh botol tersebut jauh-jauh.
Melihat hal tersebut Ryeowook langsung dengan sigap membuka bungkus lainnya dan ia tuangkan kegelas.
"Coba yang ini ya kalau begitu.." Tawarnya
Kyuhyun mengendus segelas susu murni itu lagi, lalu menggeleng.
"Bau hyung..."
Satu cangkir susu tersebut lagi-lagi ditolaknya.
Ryeowook menelan ludah dan membukakan susu terakhir yang dibelinya. Sungguh berharap kali ini bisa diterima Kyuhyun.
"Kalau begitu coba yang ini ya..." Ujar Ryeowook dengan sabar, menyodorkan satu gelas lagi pada Kyuhyun.
"Ani.. Masih bau hyung.. Ottokke?" Lagi, sedikit pun susu itu tidak disentuh oleh Kyuhyun karna ia tidak suka bau kedelainya yang cukup kuat karna Kyu memang tidak pernah suka, seberapa ringan dan beda-beda pun susu kacang itu dibuat.
Kyuhyun mulai menekuk wajahnya merasa sebal dan kecewa, membuat Ryeowook refleks langsung menenangkan istrinya tersebut..
"Tenang Kyu.. Hyung carikan lagi ne? Kamu tunggu sebentar ya.. Bagaimana?" Tanya Ryeowook mencoba membujuk.
"Ani... Kalau masih tidak ada yang aku bisa minum bagaimana?" Sahut Kyuhyun realistis, tapi ia benar-benar ingin minum susu kedelai saat ini juga. Ottoke?
"Gwenchana.. Setidaknya dicoba dulu.. Aku pergi sebentar ne, kamu tunggu sebentar lagi, ya?" Ujar Ryeowook lalu walaupun belum sempat mendapat anggukan dari Kyuhyunp pun, langsung dengan cepat meraih kunci mobilnya untuk keluar lagi.
Sambil menyetir Ryeowook mengingat-gingat semua penjual susu kacang kedelai homemade seperti ini lagi yang ada di penjuru kota.
Untung saja ia sangat menyukai susu kacang jadi ia tau dimana saja yang menjual dan restoran yang punya susu tersebut sebagai salah satu menunya juga.
Ryeowook mengunjungi pasar tradisional, toko lainnya, hingga yang fresh sampai yang eksklusif di supermarket besar berharap ada satu saja yang setidaknya Kyuhyun bisa sukai.. Hffft...
Ia belum bisa tenang kalau Kyuhyun pun masih cemberut seperti itu.. Dan ini kan untuk memenuhi keinginan calon anak mereka juga.
ooo
"Ani hyung, bau..!"
"Geurae,,, cobalah yang ini.."
Selanjutnya adalah susu ke 5 ronde kedua yang semuanya berbeda dibawakan Ryeowook. Kyuhyun masih saja tidak tahan dengan bau atau rasa semua susu-susu sebelumnya, membuat pria ini semakin memanyunkan bibirnya kesal menghadapi kenyataan tersebut.
Sayang seribu sayang, baru Kyuhyun mencoba meminum sedikit tapi kali ini pun sudah langsung dikeluarkan lagi... Dan lagi..
"Sama hyung.. Bau... Shireoo… aku tidak mau minum susu yang seperti ini..!" Keluh Kyuhyun lagi mulai mengambek, walaupun tidak tau harus ngambek dengan siapa. Salah Ryeowook juga bukan.. Jadi ngambek sepenuhnya pada sang hyung pun juga jadi tidak bisa.
"Baby..." Ryeowook yang cepat tanggap langsung menghampiri Kyuhyun lagi yang sedang merajuk super kesal.
Sang hyung melingkarkan tangannya dipundak Kyuhyun dari belakang dan berkata dengan pelan memberikan pengertian "kalau sedikit saja... Dicoba dulu, bagaimana?"
"Shileooo bauuu hyuuung... Aku tidak suka baunyaaa" Jawab Kyuhyun lagi masih saja merajuk.
Ryeowook pun jadi meraba tengkuknya sendiri jadi bingung harus melakukan apa.. Disatu sisi ia sudah tidak mungkin mencari susu diluar lagi, semua produksi sudah ia beli. Tapi.. Kalau keinginan Kyuhyun tidak terpenuhi... Auh sangat menyeramkan, membayangkannya saja Ryeowook tidak sanggup.
"Kalau begitu.. Kita telepon umma, ne? Coba tanya umma apa ada susu kacang kedelai yang lebih netral Kyu.. Apa kamu sudah pernah bertanya?" Ujar Ryeowook dengan pelan menghibur istrinya satu ini.
"Ani.. belum pernah. Oke, aku telfon umma dulu hyung.." Kyuhyun yang belum kepikiran cara satu itu langsung mengangguk dan mengikuti saran Ryeowook. Yang dimaksud umma disini adalah umma nya Kyuhyun langsung atau ibu mertua Ryeowook.
Ryeowook pun menunggui istrinya selesai bicara ditelepon.
"Eung"
"Ne algesso uma.."
"Iya, oke.."
"Ne annyonggg.."
Klek. Saat mematikan telepon, Ryeowook sudah siap menunggui untuk mendengar kabar solusi yang mereka dapat.
"Hyung..."
"Hem?"
"Umma bilang aku buat sendiri saja susunya. Temani aku beli mesinnya di department store, ne? Sekaraannggg!"
"Mwooo?"
ooo
Ryeowook kira Kyuhyun hanya bercanda saat ia bilang akan membuatnya sendiri, tapi ternyata sama sekali tidak. Mereka langsung berangkat ke toko elektronik dan membeli mesinnya, membeli kedelai dan bahan-bahan lainnya.
Ternyata ummanya Kyuhyun memberikan solusi untuk buat susu kacang kedelai sendiri saja, digabung dengan pandan agar tertutup wangi pandan, supaya bisa Kyuhyun minum dan keinginannya terpenuhi.
Jadilah Ryeowook dan Kyuhyun berburu bahan dulu yang untungnya tidak sulit, lalu kembali kerumah membuat susu kacang kedelai dengan banyak pandan mengikuti instruksi sang umma, dan untungnya dengan insting memasak Kyu yang tajam, dalam sekejap Kyuhyun langsung sukses dalam membuat susu kacang sendiri untuk yang pertama kalinya.
"Waaaawww...!" Setelah jadi beberapa gelas dan sudah di-dinginkan, Kyuhyun merasa sangat senang, akhirnya dia mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Minum lah Kyu..." Tidak cuma Kyuhyun, Ryeowook pun tidak kalah senang akhirnya keinginan istrinya bisa terpenuhi juga. Akhirnya Kyuhyun bisa tersenyum lebar juga..
"eung..." Glek glek glek glek...
Baru selesai setengah gelas, Kyuhyun berhenti meminum dan menyodorkan gelasnya kembali kepada Ryeowook.
"Sudah hyung" ujar Kyuhyun santai dengan senyum lebar terukir di wajah pria manis ini.
"Hah? Sudah?" tanya Ryeowook langsung, tidak percaya. Ini baru setengah dari sekian banyak gelas!
"Heeh.. Aku sudah tidak mau lagi..." jawab Kyuhyun.
"Kenapa Kyu? Apa susunya kurang pas?"
"Aniyo hyung, rasanya enak, tapi aku memang maunya segitu saja.. Sekarang tidak mau lagi.."
Gubrak
Ryeowook hampir saja terjatuh dari duduknya mendengar ucapan Kyuhyun barusan. Setengah harian mereka mencari susu kacang hanya untuk diminum setengah dari sekian banyak gelas?!
"Sisanya Hyungie yang minum saja, nee" ujar Kyuhyun sambil masih cengengesan girang sendiri.
Ryeowook pun hanya bisa menyengir saja dibuatnya. "Geuromyeon..."
Bergelas-gelas susu yang dibeli Ryeowook.. Dan belum lagi ditambah susu kacang harum pandan buatan Kyuhyun... Semuanya harus ia habiskan sendiri?! Setelah ini, jangan tanya kenapa kalau Ryeowook tidak akan menyentuh susu kacang lagi sampai beberapa bulan kedepan..
"Oh ya hyung itu tadi dimeja kerja hyungie.. Aku menemukan agenda rapat di Jepang… Dan Busan?" Tanya Kyuhyun dengan nada sedikit sinis pada Ryeowook sambil ia berbaring di sofa ruang tengah.
"Ahhh.. Iya Kyu.. Itu hanya rencana. Aku menunda semuanya sampai aegya lahir… Tidak baik meninggalkanmu sendirian di Seoul" jawab Ryeowook sembari membereskan gelas-gelas di dapur. Tanpa ia ketahui, Kyuhyun baru saja mengeluarkan satu senyum paling evil penuh arti sepanjang masa pernikahan mereka saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut Ryeowook tersebut.
"Ohhh… Baguslah hyung. Baru aku mau bilang, kalau Hyungie mau meninggalkan ku untuk tugas dalam waktu dekat… Lebih baik hyung tidak usah pulang saja sekalian sampai anak kita lahir…" Ujar Kyuhyun dengan nada tidak bercanda sama sekali dan langsung membuat Ryeowook mendongak saat mendengarnya.
"Hehe tapi baguslah kalau hyung tidak jadi.. Hyungie masih boleh pulang kalau begitu kerumah ini, hehe" Kyuhyun tertawa usil kecil lalu membaringkan tubuhnya dengan sempurna disofa untuk beristirahat setelah keinginan bayi didalam perut nya sudah terpenuhi. Disaat.. Ryeowook sendiri hanya bisa mengelap keringat dingin saat mendengar ucapan Kyuhyun yang seperti itu. Aigoo makin hari Kyuhyun nya benar-benar menjadi semakin menyeramkan...
OooooO
Kehamilan minggu ke 33 atau bulan ke 8
"Hyungg mau sushi dan sashimiii"
"Tidak boleh baby.. Kamu belum boleh makan yang mentah-mentah… Tidak baik untuk aegya Kyu…" jawab Ryeowook langsung untuk yang kesekian kalinya hari itu dan seperti biasa lagi, diikuti dengan Kyuhyun yang mempoutkan bibirnya ngambek -karna keinginannya tidak terpenuhi.
"Baby Kyu… Sabar dong sayang.. Sebentar lagi ne… Nanti aegy lahir, kamu mau makan apapuuunn hyung ijinkan, ne?" Ryeowook menghampiri Kyuhyun yang berdiri di jendela taman dan memeluknya dari belakang. Mengajak kepala Kyu untuk disenderkan dipundaknya, dan ternyata benar, hal tersebut memberikan ketenangan sendiri bagi Kyuhyun saat bersandar kepada sang suami. Walaupun hanya untuk beberapa saat saja sih efek tenangnya, heheh.
Selama hamil memang Kyu cukup mendapat banyak pantangan makan, tentu saja tidak boleh makan yang mentah, dan juga makanan yang terlalu berminyak, ataupun terlalu pedas. Karna tubuhnya yang sudah menjadi satu dengan bayi, reaksi tubuh Kyuhyun pun berubah total dan jadi jauh lebih sensitif.
Kalau biasanya pria imut ini kuat makan yang pedas-pedas, sekarang makan pedas sedikit saja Kyuhyun langsung diare ringan. Sejak itulah semua orang disekitar nya maupun Kyu sendiri pun jadi lebih waspada. Apalagi seiring dengan bertambah nya usia janin yang semakin bertumbuh dengan sempurna. Kyuhyun bisa merasakan bayinya semakin sering bergerak, juga saat bayinya tidur, ataupun terbangun. Dan hal ini pun kadang mempengaruhi jam tidur Kyuhyun juga.
Sejak seminggu yang lalu pun kondisi fisik Kyuhyun juga semakin diuji. Dengan kandungannya yang semakin turun kebawah hal ini cukup terasa memberatkan, belum lagi ditambah dengan kontraksi di hari hari tak terduga. Kyuhyun sampai merintih kesakitan saat pertama kali ia merasakan kontraksi memasuki fase hamil besar. Untung juga saat itu Kyuhyun sedang berada dengan sang omma yang bisa menenangkannya, karna peran Ryeowook tentu saja terbatas untuk menemani Kyukyu setiap saat.
Karena gerak dan fisik Kyuhyun yang masih menyesuaikan diri memasuki bulan ke-8, akhirnya Kyu dan Ryeowook pun untuk kembali tinggal di rumah orang tua Kyuhyun untuk sementara yaitu 2 bulan, agar putra semata wayang mereka ada yang menjagai terus, ibu mertua Kyuhyun pun sering datang karna rumah mereka juga jaraknya lebih dekat. Begitu juga dengan Junhee nuna, membawa anak-anaknya mampir menghibur Kyuhyun yang kadang bosan di siang hari.
Tidak hanya itu, Kyuhyun pun jadi berolahraga ringan lebih rutin seperti senam untuk merilekskan tubuh, jiwa dan pikirannya. Bohong kalau ia tidak merasa takut atas proses persalinan yang semakin dekat seperti ini.. Tapi, Kyuhyun juga sudah merasa tidak sabar, untuk bertemu dengan bayi yang bertumbuh besar hari demi hari didalam perutnya selama ini.
Anak mereka diberitahu dokter berjenis kelamin laki-laki dan cukup kuat, maka itu fisik Kyuhyun pun semaksimal mungkin harus disuplai dengan makanan bergizi agar kuat menanggung aegya yang semakin besar.
Di beberapa malam, tidak jarang Kyu berkeluh kesah pada Ryeowook tentang pengalamannya kontraksi, sakit pinggang, tekanan darah drop yang walaupun tidak terjadi tiap hari tapi selalu berbeda-beda. Diawal minggu ke 32 bahkan Kyuhyun sempat menitikkan air mata karna tidak pernah ia duga kalau mengandung akan seberat ini. Ditambah lagi saat melihat kedua umma nya yang sangat memperhatikan Kyuhyun.. Membuat pria imut ini semakin terharu.. Baru Kyuhyun rasakan sendiri bagaimana rasanya saat ibunya mengandung ia dulu..
Tidak hanya Kyuhyun, Ryeowook pun juga jadi terharu mendengar cerita istrinya. Ia jadi banyak tersentuh dan hanya bisa menyemangati Kyuhyun setiap saat agar terus berfikir positif, jangan terlalu stress ataupun terlalu banyak memikirkan yang tidak-tidak.
Kyuhyun pun cukup beruntung dikelilingi teman teman yang sangat suportif, seperti Donghae hyung yang memberikannya banyak saran tentang kesehatan, dan juga teman-teman lainnya yang menjadi tempat Kyuhyun bercerita ataupun kadang berkeluh kesah untuk mengeluarkan emosinya.
Walaupun emosi nya sendiri sudah menjadi relatif lebih stabil, tapi tetap saja Kyuhyun masih tidak mudah untuk diyakinkan kalau sudah menginginkan sesuatu, terutama oleh sang suami.
Sudah seminggu tidak bosan-bosannya Ryeowook mendengarkan keluhan Kyuhyun yang mauu tapi tidak boleh makan sushi. Karna hanya Ryeowook hyung lah tempat Kyu bercerita paling nyaman, ia akan meluapkan semua: benar benar semua perasaannya kepada sang calon ayah setiap malam.
"Kalau kamu masih ingin… Kita makan sushi yang isinya alpukat saja ya Kyu, bagaimana?" Di satu Sabtu siang akhirnya Ryeowook kepikiran satu alternatif ide menarik agar Kyuhyun lebih senang.
Kyuhyun masih terdiam dan berfikir sebentar.
"Hmm kalau alpukatnya enak hyung.."
Sushi timun dan alpukat tidak pernah menjadi favorit Kyu sejak dulu.
"Yasudahhh dicoba dulu, ya? Aku akan meminta bibi Kim untuk membuatkan yang enak untukmu, Kyu… Ya? Mau ya Kyu… Jangan dibuang" bujuk Ryeowook terus-terusan sampai akhirnya Kyuhyun pun mengangguk juga.
"Eung. Akan kucoba hyungie"
"Nahh gitu dong baby"
ooo
Hap hap hap hap
Dengan cukup cepat tangan Kyu tidak berhenti mengambil gulungan sushi kecil kecil berisi alpukat yang tersedia dihadapannya tersebut hingga sudah hampir habis atau selesai.
Tidak disangka sangka rasanya seenak ini. Kyuhyun yang sudah ngidam berat suka dengan bentuk sushi nya yang kecil lucu walaupun isinya menipu. Tapi alpukat nya pun juga terasa enak. Sudah matang dan sangat pas. Membuat Kyu ketagihan karna sudah bosan makan makanan sehat atau jus selama beberapa minggu terakhir. Inovasi makanan buatan staf dapur rumah keluarga Cho ini sangat mengesankan.. Sangat sukses menarik perhatian dan membangkitkan nafsu makan Tuan Muda mereka lagi.
"Eumm.." nyom nyom nyom "Enak hyungie! Aku mau makan alpukat lagi…." Ujar Kyuhun melihat sushi nya sudah hampir habis, sedangkan Kyu masih ketagihan lagi.
"Hehehe… Kamu suka Kyu? Hyung minta bibi bawakan alpukat dan jus nya ya kalau begitu"
"Eung hyung aku mau!"
"Arraseo baby…" Ryeowook tersenyum senang dan meminta pelayan kembali mengeluarkan alpukat yang masih sangat fresh dan nikmat itu.
Ryeowook sendiri lah yang minta tolong pada bibi Kim beberapa jam yang lalu untuk membelikan alpukat yang seenak mungkin untuk Kyuhyun; dan untungnya, pegawai dikediaman mertuanya tersebut sangat baik dan mengerti posisi Ryeowook, sangat bersedia untuk membantunya langsung. Wookie sendiri juga yang me-monitor kedapur saat koki rumah baru saja pulang, membawakan alpukat berkualitas baik yang sudah pas kematangannya jadi rasanya pun sangat enak. Wook tau alpukat adalah buah yang baik untuk ibu hamil karna mengandung banyak vitamin.. Hanya saja Kyu agak pemilih dan tidak akan mau kalau disuruh mencoba langsung….
Jadi intinya ia harus pintar-pintar berkerja sama untuk membuat Kyu kembali bernafsu menyantap makanan sehatnya, agar fisik Kyu tetap kuat.
Hahh… Beruntung para pelayan dirumah kediaman Cho sangat mengerti maunya Kyuhyun apa saja, dan bisa kreatif ber inovasi dengan makanan.. Ryeowook berhutang banyak kepada mereka, sudah menjaga istrinya selama ia sedang tidak ada.
OooooO
Di satu malam yang sepi di kamar WookKyu, hujan deras membasahi kota Seoul hari itu. Sepasang suami istri ini pun sedang menonton TV ditempat tidur seperti biasa.. Karna malam sudah semakin larut, Ryeowook pun akhirnya mematikan televisi tersebut, hendak berisitrahat, tapi.. masih bisa dirasakannya Kyuhyun yang sejak tadi memang hanya terdiam, terus saja memeluk lengan nya dengan sangat erat saat sampai sekarang.. sepertinya belum berniat tidur, tidak seperti biasanya.
"hyung…." Panggil Kyuhyun pelan.
"hem?"
"akhir-akhir ini aku merasa tidak tenang…" ujar Kyuhyun lalu membenamkan wajahnya di lengan baju tidur Ryeowook sekilas, menghirup bau khas hyung yang sudah ia hafal selama setahun terakhir.
Entah kenapa ekspresi Kyu tiba-tiba sangat sendu malam itu.. membuat Ryeowook sendiri merasa penasaran sebenarnya ada apa yang dipikirkan oleh Kyuhyun.
"kenapa kyu?"
"aku teringat cerita kakak sepupuku.. Soyeon nuna… bayinya meninggal karna sakit cacar air" ujar Kyuhyun dengan raut wajah yang sangat sedih.
"oh ya?" Ryeowook yang tidak tau menau soal ini baru mendengarnya untuk pertama kali.
"heeh. Soyeon nuna.. bahkan tidak pernah bertemu bayinya sekalipun hyung…
Setelah melahirkan.. sang ibu dipisahkan dari anaknya, lalu.. nuna menunggu ber hari-hari hyung.. dia menghitung mundur setiap hari selama sebulan untuk bertemu putrinya.." Kyuhyun mulai bercerita dan Ryeowook hanya mendengarkan.
"tapi ternyata… setelah menunggu sebulan pun… bayi nya ternyata sudah meninggal dunia hyung.. bayi itu hanya sempat sekali dibawa oleh ayahnya ke dokter.. lalu setelah keadaannya memburuk selama 2 malam tidak berhenti menangis.. bayi Soyeon nuna.. meninggal di dalam ambulans.." Didalam suasana sunyi tersebut Kyuhyun menuturkan setiap katanya dengan pelan tapi juga dengan menggunakan segenap perasaannya setulus dan sedalam mungkin. Ryeowook bisa rasakan lengan baju nya terasa sedikit basah karna Kyuhyun sudah menitikkan air mata, dan suara istrinya ini pun sudah terdengar lebih parau walaupun masih mencoba untuk disembunyikan.
Ryeowook tidak banyak bergerak dan membiarkan Kyuhyun selesai lanjut bercerita lagi dulu.
"saat bayinya sudah umur sebulan nuna baru tau kalau putri nya sudah tidak ada… bahkan sampai sekarang ia tidak tau putrinya itu dikuburkan dimana…" tangan Kyuhyun memeluk Ryeowook semakin kuat, diikuti rengkuhan sang hyung dipundak Kyuhyun juga yang tidak berhenti mencoba memberikannya ketenangan.
"aku takut hyung.. akhir-akhir ini aku takut.. kalau hal itu terjadi padaku…" susul Kyuhyun lagi pelan "seiring dengan bertumbuhnya aegy.. aku takut.. aku takut kalau ada apa-apa terjadi dengan anak kita..." setelah menyelesaikan kalimatnya, Kyuhyun bangun dari senderannya di lengan hyungie dan menatap wajah Ryeowook dalam dalam. "nan ottoke?" Tanya Kyuhyun sambil setengah memelas.
Dengan lembut Ryeowook mengulurkan tangan kanan nya untuk meraih wajah Kyuhyun, lalu dibelai sekilas lah pipi mulus istrinya ini.
"kyu… hyung mengerti perasaanmu.. tapi jangan terlalu khawatir, ne?" ujar Ryeowook dengan sama pelan dan sama penuh dengan perasaannya seperti penuturan Kyuhyun kepadanya.
"kita sudah mengusahakan yang terbaik agar kamu dan aegy baik-baik saja.. Hyung juga akan melindungi kalian.. ada umma dan appa yang akan melindungi kita juga.. berdoa lah dan percaya Kyu, aku yakin kamu dan aegy tidak akan kenapa-kenapa.. ne?"
tutur Ryeowook dengan lembut mencoba menenangkan Kyuhyun, walaupun ia sendiri dalam hati pun sama takutnya dengan Kyuhyun kadang, tidak bisa Ryeowook sendiri pungkiri.
Seperti yang orang biasa bilang, tidak pernah ada yang bisa tau tentang apa yang akan terjadi atau menunggu didepan kita nanti. Seperti Soyeon nuna, semuanya terjadi dengan cepat dan mendadak, tapi berakibat fatal dan meninggalkan luka yang dalam sekalipun sang nuna sudah punya anak lagi saat ini. Tapi Ryeowook sepenuhnya mengerti rasa khawatir yang Kyu rasakan, hanya dengan suara pria manis ini yang sedikit bergetar.
Saat mengandung besar seperti ini.. tentu saja Kyuhyun kadang tidak bisa menghindari rasa emosional yang menyelimutinya.. setelah mendengar pengalaman banyak orang.. dan juga merasakan ikatannya sendiri yang begitu kuat dengan sang bayi.. Membuat Kyuhyun tidak mampu dan sangat takut kalau ada sampai ada musibah yang menimpa mereka seperti itu.. Dan Ryeowook sangat mengerti rasa kekhawatiran Kyuhyun nya tersebut.
"aku mau anak kita lahir ke dunia dengan baik-baik saja hyung.. hanya itu yang aku inginkan saat ini" ujar Kyuhyun dengan tulus sambil masih bertatapan dengan Ryeowook hyung nya secara langsung.
"keinginan ku saat ini juga hanya melihat kamu dan anak kita sama-sama sehat Kyu… Kalian berdua lah yang terpenting didalam hidup ku saat ini" perasaan Kyuhyun langsung menjadi jauh lebih tenang setelah Ryeowook mengucapkan kalimat seperti itu.
"aku tau kamu khawatir.. tapi tenang saja, ne? Hyung janji akan selalu berada disisimu, dan aegya…." Tambah Ryeowook sambil membelai kepala Kyuhyun lagi dan mengecup keningnya dalam-dalam.
Kyuhyun akhirnya bisa lega.
"gomawoyo hyung… sudah selalu menjagaku dan aegy.. aku hanya mencintaimu, hyungie" cup. Kyuhyun megungkapkan perasaannya dengan tulus sambil tersenyum lalu mencium pipi Ryeowook.
"nado baby…." Dan akhirnya Ryeowook pun juga ikut bisa tersenyum lagi kalau sudah melihat Kyuhyun tersenyum seperti ini.
OoooO
Minggu ke 37 / bulan ke 9 lebih
"Huaaaa ummaaaa sakiittt hiks hiks" dengan suara lemah Kyuhyun terus merintih didalam mobil yang hampir tiba membawanya ke rumah sakit. Heechul umma terus menggenggam tangan Kyu dan mencoba menenangkan menantunya tersebut.
"Sabar Kyu… Tarik nafas ne…"
Ya, hari masih pagi di hari Jumat itu. Baru saja Ryeowook berangkat ke kantor, tiba-tiba air ketuban Kyuhyun pecah diruang tengah rumah. Seluruh pelayan pun langsung panik dan menelpon Nyonya Kim Heechul yang adalah orang paling dekat, karna omma nya Kyuhyun juga baru saja pergi bersama appa nya menyambut teman lama yang sedang berkunjung ke Korea.
Untungnya ada para pegawai rumah yang sudah sangat ber-pengengalaman dan bisa diandalkan seperti bibi Kim dan lainnya, mencoba tidak panik dan langsung menenangkan sang tuan muda selagi menyiapkan mobil berangkat ke rumah sakit.
Tiba di rumah sakit, Kyuhyun pun langsung di infus dan dibawa ke satu ruangan untuk mengecek pembukaan. Tidak lama Cho omma datang, hengkang duluan dari acara saat dikabari Kyuhyun ternyata sudah pembukaan 4 dan sudah dilarikan kerumah sakit.
Memang sejak kemarin malam, Kyuhyun sebenarnya sudah tidak bisa tidur karna kram dan mulas, kontraksi bergantian. Malam hari nya kemarin Kyu pun sudah kedokter, tapi masih di-ijinkan pulang karna masih pembukaan 2 dan ia sendiri juga tidak suka dengan bau rumah sakit.
Selama masih diruangan hingga pembukaan 6, kedua umma dan pelayan lainnya masih menunggui Kyuhyun berjuang melawan kontraksi. Sampai mencapai titik tidak tahan, akhirnya Kyuhyun pun dibawa langsung keruang persalinan dan tim dokter dan para suster pun juga semuanya sudah siap membantu Kyuhyun disana.
Lenguhan Kyuhyun yang hampir tidak berhenti terdengar membuat nyonya Cho dan Kim sama sama panik dan cukup khawatir.. Takut kalau terjadi apa-apa dengan kandungan Kyuhyun. Apalagi dulu saat melahirkan Kyuhyun, ari ari nyonya Cho sempat terbelit didalam perut, hampir mengancam nyawa wanita ini 27 tahun yang lalu, tapi untungnya saat itu semuanya masih bisa ditangani dokter dengan cepat dan tidak terjadi apa-apa.
Maka itulah, apalagi ini adalah persalinan pertama Kyuhyun.. Kedua umma ini sangat khawatir apakah semuanya bisa berjalan dengan lancar atau tidak… Sampai-sampai sejak tadi tidak kepikiran sama sekali untuk mengabarkan orang lain… Termasuk..
"Oh iya kita belum mengabarkan Ryeowook!" ujar Heechul setelah berfikir ada sesuatu yang terasa mengganjal.. seharusnya ada orang lain selain mereka berdua yang menunggui Kyu saat ini. Tapi.. orang tersebut tentu saja tidak tau apa-apa kalau belum dikabarkan.
"OH IYA omo unni aku lupaaa!" Ujar Nyonya Cho pada Heechul juga sejujur jujurnya.
"Iyaaa aku juga lupaa! Aigoo…! Aku akan hubungi kantornya dan meninggalkan pesan saja. Oh iya aku harus memberitahu suami ku juga…" Nyonya Kim Heechul pun ikutan panik sekaligus repot sendiri jadinya, lalu langsung dengan cepat meraih handphone pribadinya dan menelpon kantor sang suami. Baik ia dan umma nya Kyuhyun benar-benar sudah tidak ingat orang lain lagi sampai Kyuhyun sudah memasuki ruangan persalinan langsung.
OooO
Tok tok
"Masuk"
Berbarengan dengan kata masuk, dengan cepat pintu ruang kerja Ryeowook langsung terbuka dan sekretaris biasa Ryeowook, Park Hyungsik langsung menyelipkan kepalanya untuk mengabarkan berita penting dari ujung pintu tidak bisa ditunda lagi.
"Sajangnim, Tuan Cho sedang melahirkan sajangnim!" Ujar pria ini setelah satu menit lalu menerima telepon dari istri Direktur utama, disuruh menyampaikan pesan tersebut kepada putranya.
"MWOO?!" Ryeowook hampir membanting pena digenggamannya dan sontak langsung bangkit berdiri dengan cepat. Meraih kunci mobil, handphone dan dompetnya lalu langsung keluar menuju tempat parkir sambil setengah berlari.
"Tolong atur ulang semua jadwalku hari ini Hyungsik-ah" ujar nya terburu buru lalu langsung pergi tanpa berfikir dua kali lagi.
"Ne, algesemnida sajangnim"
Ryeowook langsung mengendarai mobilnya menuju rumah sakit. Melahirkan?! Secepat ini?! Ryeowook kira Kyu baru akan pembukaan sore nanti atau setidaknya siang ini. Baru ia rencananya akan pulang mengecek keadaan Kyu di jam makan siang nanti. Eh ternyata…
10 menit setelahnya, Kim Ryeowook mencoba menghubungi umma nya tapi tidak juga diangkat sedang kesusahan untuk mencari keberadaan mereka setelah tiba dirumah sakit. Untungnya saat menelpon sang appa, Kim Hankyung menjawab dan Ryeowook pun tiba di depan ruang persalinan dengan keringat beneran bercampur keringat dingin tidak berhenti mengucur didahinya. Kyuhyun masih dibantu dokter berjuang didalam.. Beberapa menit kemudian Tuan Cho pun juga datang menyusul, khawatir pada persalinan Kyuhyunie nya seorang. Jadilah ke 4 orang tersebut dengan tidak sabar hanya bisa menunggu dan berharap, berdoa dalam hati agar proses persalinan Cho Kyuhyun untuk segera selesai dan semoga berjalan dengan lancar.
OoooO
Ryeowook hanya bisa bulak balik di koridor rumah sakit tersebut dengan gelisah menunggu dokter agar segera keluar. Kedua kakinya tidak bisa diam selama 10 menit terakhir; entah bangun, berdiri, jalan kesana, kesini, duduk lagi, menunggui didepan pintu, apapagi kalau kadang terdengar teriakan Kyuhyun terdengar dari dalam sana, membuat Ryeowook semakin keluar kerigat dingin saat mendengarnya.
Astaga... Tuhan... Tolong bantulah Kyuhyun agar semuanya tidak apa-apa Tuhan...
Hanya satu kalimat ini lah yang terus diulang-ulang Ryeowook dalam hati. Dan bukan hanya Ryeowook tentunya, tapi juga kedua belah pihak orang tua Kyu maupun Ryeowook juga; Semuanya harap harap cemas menunggui proses persalinan Kyuhyun.
Oekk oekk oekk oekk
Mata bulat Ryeowook langsung membesar dan pria ini langsung locat dari duduknya saat mendengar suara tangisan bayi dari dalam ruang bersalin.
"Umma! Itu... Itu bayi kami.. Sudah.. Sudah lahir kan umma?!"
Ryeowook langsung menghampiri Heechul untuk memastikan kalau bukan hanya ia sendiri yang berhalusinasi.
Heechul Hankung dan orang tua Kyu pun bereaksi yang tidak jauh berbeda dari Ryeowook sendiri, kaget sekaligus akhirnya bisa menarik nafas lega sejenak.
"Iya... Iya ne adeul... Anak umma sudah menjadi appa sekarang..." Ujar Heechul sebagai jawaban sembari membelai kepala putra semata wayangnya karna masih diliputi rasa haru juga.
Lutut Ryeowook langsung terasa lemas saat itu juga. Ia sudah tidak bisa lebih bersyukur lagi dari momen ini. Kyuhyun.. Istrinya Kyuhyun sangatlah kecil.. Tapi mampu berjuang melahirkan anak mereka dengan normal..
"Bangunlah nak... Kamu sudah menjadi ayah sekarang..." Kim Hankyung sang appa memberikan semangat pada Ryeowook. Ini adalah momen bahagia… terlalu membahagiakan hingga menjadi menegangkan dan juga terlalu berharga.
Sambil menenangkan degup jantungnya sendiri, akhirnya penantian Ryeowook terjawab saat dua menit kemudian pintu ruang persalinan terbuka dan keluarlah para suster membawa troley bayi dengan cepat ke ruang lainnya sebelum sempat Ryeowook dan keluarganya melihat.
"Tuan Kim" maka itu saat sang dokter keluar pun, Ryeowook langsung menghampiri sang uisanim.
"Dokter. Bagaimana keadaan istri dan anak saya Dok? Apa semuanya baik-baik saja?" Tanya Ryeowook langsung.
"Ne, selamat Tuan Kim. Nyonya Kim melewati proses persalinan dengan lancar, bayi yang dilahirkan pun sehat sempurna. Kami akan membersihkan putra anda dulu lalu anda bisa mengisi informasi, sedangkan Nyonya Kim... Sebentar lagi juga akan segera pulih. Chukkahamnida, Tuan Kim." Ujar sang dokter dengan tenang sembari tersenyum lalu membungkuk hormat kepada para orang tua pasien sebelum pamit berlalu pergi.
Ryeowook lagi-lagi masih dibuat terbengong saat mendengarnya.
"Ne... Kamsahamnida uisanim..." Hanya kata-kata tersebut yang bisa keluar dari mulut Ryeowook sambil terus mengelap keringat yang mengucur didahinya.
Hahh...
"Ryeowook-ah, ayo kita lihat putramu. Kamu harus mengisi nama dan tempat tanggal lahirnya" beberapa menit kemudian setelah sudah merasa jauh lebih tenang lagi, Hankyung appa mengajak Wook untuk mengunjungi ruang bayi sejenak.
Ryeowook yang tidak berpengalaman hanya mendogak dan agak bingung mau mengunjungi siapa duluan, karna Kyuhyun masih didalam dan belum juga keluar.
"Tapi Kyuhyun.. Kyu bagaimana appa?"
"Ada umma dan mertuamu Wook, nanti setelah memberi nama, kita kembali ke kamar untuk bertemu lagi dengan istrimu, ne?" Ujar sang appa memberikan arahan.
Ryeowook pun akhirnya mengangguk lalu ditemani sang appa menuju ruangan lain untuk memasukkan data nama anaknya dan lain-lainnya.
Saat tiba di ruang penyimpanan bayi, pas sekali salah seorang Suster mengabarkan kalau putra nya dan Kyuhyun ternyata sudah selesai dibersihkan dan sudah tertidur tenang didalam ruang perawatan.
Saat sang appa lanjut berbicara dengan suster, Ryeowook langsung menempel ke ruang penyimpanan bayi, tidak berhenti menerawang menembus kaca besar pembatas, mencoba mencari-cari keberadaan putranya satu persatu.. Hingga akhirnya.. pencarian-nya berakhir saat mata Ryeowook menangkap seorang bayi kecil; bayi yang masih merah, dengan papan nama ibu nya yang dengan jelas ter-tuliskan Cho Kyuhyun disana. Jadilah tentu saja, dalam hitungan detik, sontak bayi kecil itu lah yang langsung menyita seluruh perhatian dan isi pikiran Ryeowook selama beberapa saat, membuat pria ini hanya bisa tersenyum dengan mata berkaca-kaca saat memandangi sosok mungil tersebut tertidur pulas sekalipun masih berbataskan kaca.
"Tuan.. Sepertinya sudah tidak sabar sekali ya bertemu dengan putra anda..
Tunggu sebentar ya Tuan, biasanya kami mengsterilkan para bayi yang baru lahir selama beberapa jam dulu, sebelum dikeluarkan lagi..." Ujar salah seorang suster lainnya yang sedang lewat pada Ryeowook, melihat pria ini sejak tadi dengan setia memandangi malaikat kecilnya tidak berkedip selama beberapa menit terakhir.
Ryeowook hanya tersenyum sopan dan menghapus sedikit air mata diujung pelupuk matanya, menanggapi pertanyaaan sang suster sekilas, lalu kembali menghampiri sang appa.
"Ryeowook-ah. Harus kita beri nama apa untuk cucu baru appa, hem?" Tanya Kim Hankyung sambil menepuk pundak Ryeowook dan menyodorkan kartu informasi tentang cucu termuda nya tersebut.
Ryeowook membaca kartu itu yang beberapa informasinya baru saja di-isi oleh sang appa, lalu berfikir sejenak untuk mengisi satu hal yang masih kosong disana. Nama. Nama anak pertama mereka. Hanya nama bayinya saja yang masih kosong.
Seoul St Mary's Hospital Nama: Kim
Putra ke 1 dari: Tn. Kim Ryeowook dan Ny. Cho Kyuhyun
Lahir di Seoul 21 Septermber 2017
Dengan berat badan 3,5 kg panjang 59 cm lingkar kepala 33 cm dan lingkar dada 35 cm.
Golongan darah O
"Hyunnie..." Gumam Ryeowook akhirnya kepada sang appa. Teringat dengan nama yang sudah ia janjikan dengan Kyuhyun dulu.
"Hem?"
"Kim Ryeohyun appa. Hyunnie." Ujar Ryeowook lagi akhirnya, kali ini dengan lebih jelas dan percaya diri.
"Ahhh Kim Ryeohyun. Baiklah, nama yang bagus ne adeul." Ujar sang appa sambil tersenyum lebar, membuka kembali spidol yang sejak tadi digenggaman tersebut dan menorehkan nama tersebut dengan jelas melengkapkan informasinya. Kim Ryeohyun.
000
Kembali ke ruang rawat inap Kyuhyun
Saat Ryeowook dan sang appa kembali, Kyuhyun sudah dipindahkan kembali ke kamar rawat biasa dan ditemani bersama kedua orang tuanya dan juga Heechul umma, tapi pria muda ini masih tertidur pulas.
Sejak pertama kali melangkah masuk pun Ryeowook langsung menghampiri istrinya tersebut dan memberikan satu kecupan sayang di dahi Kyuhyun yang belum sadarkan diri.
Perut istrinya sudah rata.. Pemandangan yang cukup aneh mengingat selama ini.. Ryeowook sudah sangat terbiasa dengan Kyuhyun yang sedang besar mengandung.
Tapi tetap saja.. Istrinya satu ini tetap cantik dimata Ryeowook baik saat sedang mengandung atau pun tidak.
"Kyuhyun beberapa jam lagi baru akan siuman Wook... Ia hanya kelelahan... Kondisinya pun syukurlah sehat semua..." Ujar sang Cho umma memberitahukan kondisi sang putra kepada menantunya.
"Ne, algesemnida umma" Ryeowook menghela nafas lega lalu membungkuk hormat pada sang omma, barulah mengambil duduk disamping Kyuhyun setelahnya.
"Yeobo... Bagaimana, kamu sudah melihat cucu kita? Sudah diberi nama?" Tanya Heechul kepada sang suami.
"Sudah... Namanya Kim. Ryeo. Hyun. Ryeowook langsung yang memberi nama" jawab sang appa dengan bangga yang langsung diikuti senyum lebar oleh 3 orang lainnya.
"Hyunnie.. RyeoHyun juga sedang istirahat di ruangan bayi... Cucu kita sehat. Berat badannya sangat normal, 3.5 kg" tambah sang appa lagi.
"Wahhh syukurlah. Aigoo... Pantas saja kehamilan Kyuhyun cukup besar... Syukurlah ibu dan bayinya baik-baik saja ya..." Ujar nyonya Cho kepada Heechul.
"Iya.. Haduhh... Melegakan sekali Kyuhyun dan bayinya sehat walafiat..." Susul Heechul umma juga.
ooo
Beberapa jam kemudian, efek obat tidur yang diberikan dokter habis, dan perlahan Kyuhyun pun kembali kedalam kesadarannya dan mulai membuka mata.
"Kyuhyun... Kamu baik-baik saja kan sayang..? Ada yang sakit?" Samar-sama suara ibu nya terdengar semakin jelas ditelinga Kyuhyun, dan ia sendiri pun hanya bisa tersenyum tipis saat mendengarnya.
Dilihatnya saat membuka mata Ryeowookie hyung, umma appa, dan juga Kim appa dan umma.. Semua mata tertuju padanya.. Membuat Kyuhyun segera mengangguk agar tidak mengkhawatirkan orang-orang yang disayanginya ini.
"Ne.. Aku baik umma..." Ujar Kyuhyun dengan suara kecil.
Para ibu pun menciumi pipi Kyuhyun bergantian menunjukkan rasa sayang mereka... Barulah setelahnya Ryeowook menghampiri istrinya juga.. Dan disaat baru dikecup kening nya sekali oleh Ryeowook.. Kyuhyun jadi langsung teringat sesuatu.
"Hyung... Aegy... Bayiku mana..." tanya Kyuhyun dengan nada khawatir karna tidak menemukan bayinya dimanapun. Intuisi nya sebagai ibu langsung merasa tidak tenang sebelum melihat sang bayi.
"Aegya baik-baik saja Kyu... Putramu masih berada di ruang bayi.. Nanti kami panggilkan ya.." Jawab sang umma memberikan pengertian pada putra mereka.
"Aniyo.. Tidak mau.. Aku mau melihat aegy ku sekarang umma..." Ujar Kyuhyun langsung tidak percaya, bahkan sudah mengambil ancang-ancang untuk mencoba turun dari ranjang perawatan.
"Aigoo aigoo... Jangan pergi kemana-mana dulu sayang... Baiklah kalau begitu, Ryeowook saja yang panggilkan suster ya.. Supaya membawa aegy kesini ya..." Untungnya kedua umma langsung mencegah dengan cepat dan Ryeowook pun segera pergi memanggil suster untuk meminta menengok bayi mereka.
Saat tiba didepan pintu kamar, sang suster menyerahkan bayi mungil dalam bengkapan selimut hangat tersebut kepada sang appa.
Ryeowook menggendong bayi mungil tersebut dengan telaten dan tentunya juga dengan senyum lebar yang tidak habis-habis terukir diwajahnya. Hahh... Hari ini tidak akan terlupakan seumur hidup Ryeowook. Hari pertama ia bertemu dan menggendong Kim Ryeohyun yang baru saja lahir dengan selamat sehat sentosa ke dunia.
Setelah menunggu beberapa menit, ekspresi Kyuhyun langsung berubah total saat melihat Ryeowook hyungnya datang,, sambil menggendong seorang bayi kecil didalam selimut... Seseorang yang sudah Kyuhyun tidak sabar untuk temui, 7 bulan Kyuhyun menanti untuk bertemu dengan malaikat kecilnya tersebut.
"Kyuhyun... Ini putramu sayang.. Aegya..." Ujar umma nya Kyuhyun yang juga ikut terharu mengerti perasaan putranya yang sangaaat lega dan bahagia saat akhirnya bisa melihat bayi yang dilahirkannya sedang tertidur dengan damai tanpa kekurangan satu hal apapun.
Kyuhyun maupun Ryeowook sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ekspresi wajah Kyu langsung bersinar jauhh lebih terang dari biasanya saat ia mengenggam bayi yang beberapa jam yang lalu baru saja dilahirkannya tersebut. Kyuhyun hanya tidak bisa berhenti tersenyum memandangi wajah bayinya ini. Kepala dan rambut halus nya yang masih memerah.. bibir dan sepasang mata kecil nya yang masih tertutup rapat terlihat sangat damai…
Cup. Dikecupnya pelan wajah kecil putranya tersebut membuat sang bayi terbangun dan membuka sepasang mata kecil sipitnya didalam pelukan hangat sang umma.
"Aegy... Baa...!" Perhatian para kakek dan nenek pun semuanya hanya tertuju pada Hyunnie. Berlomba-lomba merebut perhatian bayi yang usianya baru beberapa jam ini.
Walaupun masih belum bisa menanggapi banyak, tapi putra Ryeowook dan Kyuhyun ini sangat tenang dan tidak takut sama sekali akan suara-suara disekitarnya. Di senderan tangan sang umma Hyunnie dengan stabil mengerjap-ngerjapkan matanya saat digoyang-goyangkan sedikit, begitu juga dengan mulut mungilnya yang kadang terbuka, tapi ia tidak menangis sama sekali... Hanya diam bahkan sesekali tersenyum menikmati kontak pertama dengan ibu yang melahirkannya langsung ke dunia... Merasa sangat nyaman berada di gendongan sang umma..
Sambil masih memeluk bayi tampan tersebut, Kyuhyun akhirnya bicara lagi.
"Namanya siapa umma? Apa.. Sudah diberi nama?" Tanya Kyu.
Heechul maupun nyonya Cho pun hanya bisa melirik kearah Ryeowook saat ditanya hal seperti itu.
"Sudah Kyu.. Tanya suamimu gih siapa nama anak kalian" jawab Heechul umma sambil tersenyum penuh arti.
Kyuhyun pun langsung ganti menengok kesisi kanannya dimana Ryeowook masih setia berada disampingnya disana.
"Hyung.. Nama anak kita siapa?" Tanya Kyuhyun dengan pelan lagi.
"Hyunnie, baby.." Ujar Ryeowook sambil tersenyum.
"Hyunnie?"
"Kim Ryeohyun. Aku memberikan namanya Kim Ryeohyun." Cup. ujar Ryeowook lalu mengecup kening Kyuhyun lagi, dan Kyuhyun pun reflex tidak bisa tidak tertawa kecil saat mendengar nama tersebut. Kyuhyun hanya bertukar pandang penuh arti dengan sang hyung.
"Kim Ryeohyun..." Ujar Kyuhyun sambil masih memandangi putranya "Ryeo Hyunnie..." Ulang Kyu terus menerus tidak bisa berhenti membuatnya tersenyum selama malam itu.
END!
Waaw.. gak nyangka jadi sepanjang ini. Hampir 8000 kata, harusnya bisa dibagi 2 chapter tapi gapapa langsung selesaiin aja hahahh.
Author seneng kalau kalian suka sama ceritanya. Kalau respon nya masih bagus nanti mungkin author bikin epilog ne.. soal anaknya WookKyu. Walaupun gak bisa janji banyak..
Jadi silahkan tetap review opini kalian sejujur jujur nya neee ^^ terima kasih sudah bacaa. Gomawoyoo.
Sampai berjumpa lagi di epilog dan Join Hands
