Pairing : Narusaku (Naruto x Sakura)
Shikaino(Shikamaru x Ino)
Genre : Romance,Comfort/Hurt
THE RED THREAD DESTINY
Chapter 11 : The Truth
Summary : Ketika kebenaran terungkap sedikit demi sedikit tentang masa lalu Naruto kepada seorang murid baru bernama Shion. Apakah kebenaran yang telah lama tersembunyi itu bisa terungkap?. Dan bagaimana dengan perasaan Sakura yang notabennya adalah istri sah seorang Namikaze Naruto.
Konoha High School
"O genki desuka Naruto-kun?" ucap Shion pada pemuda tepat didepannya ini.
"Oh hai, perkenalkan namaku Shion dan kamu?" tanya Shion ramah pada Sakura
"A-Ah hai juga namaku Sakura, Haruno Sakura salam kenal Shion-san"
"Ah Sakura-chan yah cocok dengan dirimu yang cantik Sakura-chan kuharap kita bisa berteman baik.."
"CUKUP SHION, untuk apa kau kembali" potong Naruto dengan suara yang sangat dingin
'Sebenarnya ada apa ini kenapa Naruto bersikap seperti ini pada Shion-san dan kenapa diwajah Shion tak terlihat sedikitpun ketakutan karena dibentak Naruto. Siapakah Shion ini apakah Shion orang dari masalalu Naruto,lalu kenapa Naruto tak pernah menceritakannya padaku selama ini.'
' Siapakah dia bagimu Naruto? Kenapa kau sampai seperti ini? Berartikah gadis ini bagimu?' terus saja pertanyaan itu berputar-putar dalam pikiran seorang Haruno Sakura semenjak kemunculaan seorang gadis asing dihadapannya ini.
"Kenapa kau menjadi lebih dingin padaku Naruto-kun? Tidakkah kau rindu padaku?" ucap Shion pada pemuda pirang tepat dihadannya tersebut.
"Dalam mimpimu" desis Naruto
"Aiiishhh kau berubah banyak dari terakhir kulihat sewaktu menyusulku ke Austria bukan?"
"Aku tak seebodoh dulu lagi Shion" jawab Naruto singkat
"Ayo pergi Sakura" ucap Naruto pada gadis yang digandengnya sekarang
"Ah cho-chotto matte Naruto, ehm bye Shoin-san" ucap Sakura setelah tangannya ditarik paksa oleh suaminya tersebut.
"Na-Naruto" gumam Sakura setelah mereka tiba dibangku taman belakang sekolah.
Naruto duduk tepat disampingnya menyenderkan kepalanya di sandaran bangku serta memejamkan mata blue shappirenya yang biasanya cemerlang. Naruto seperti menanggung beban dan seperti rapuh saat ini.
Sakura ingin menolong suaminya tersebut, tetapi dia harus bagaimana? Mengetahui masalahnya saja tidak.
"Sakura-chan maafkan aku" setelah beberapa menit terdiam akhirnya Naruto berbicara dengan suara rendah dan sedikit serak
"Di-dia?" tanya Sakura terbata
"Yah dia mantan kekasihku dulu Sakura-chan tetapi itu dulu" jelas Naruto singkat saat mendengar itu hati Sakura perih dan nyeri tak tertahankan.
"Sebelum dengan bodohnya aku mengetahui bahwa dia mendekatiku hanya karena aku seorang Namikaze"
"Na-Naruto"
"Iya dia menjadi kekasihku hanya untuk mendapatkan keuntungan dariku Sakura-chan, dengan bodohnya aku tertipu olehnya"
"..."
"Aku baru mengetahui jika dia menipuku setelah diberitahu oleh sepupuku satu setengah tahun yang lalu oleh Pein di Austria"
"Pein mengatakan bahwa Shion telah memiliki kekasih di sana dan ternyata dia sedang mengandung anak dari kekasihnya tersebut dan berencana menikah"
"Na-Naruto" suara Sakura tercekat mendengar kebenaran tersebut
"A-Aku pemuda yang sangat bodoh bukan Sakura-chan aku tak akan mencegahmu jika kau akan mening..."
"CUKUP NARUTO, sudah cukup aku tak mau mendengarnya lagi" dengan perlahan Sakura berdiri dan menarik leher Naruto perlahan memeluk suaminya lembut menghapus airmata suaminya.
Naruto dengan kuat membalas memeluk punggung mungil istrinya yang sedang menguatkannya tersebut.
"Kau hartaku sekarang Sakura-chan aku mohon jangan pernah meninggalkanku, aku mohon Sakura-chan"
"A-Aku tak tahu apakah aku bisa bertahan hidup tanpamu Sakura-chan"
"Aku selalu bersamamu Naruto kita akan menghadapi ini semua bersama bukankah kau suamiku dan jangan lupa aku istrimu Naruto"
"Terimakasih Sakura-chan" dengan perlahan Naruto menarik lembut leher Sakura dan mencium bibir Sakura lembut.
"Na-Naruto ini masih disekolah" tuntut Sakura setelah Naruto menciumnya.
"Biarkan saja aku tak peduli"
Dibalik pohon dibelakang mereka terdapat sorang gadis cantik berambut indigo menyaksikan kejadian romantis yang baru saja terjadi dengan hati yang benar-benar hancur.
"Tunggu saja Haruno Sakura, cepat atau lambat kau akan disingkirkan oleh Shion" setelah bergumam gadis cantik tersebut berlari meningalkan taman belakang sekolah meninggalkan dua pasangan muda Namikaze tersebut.
"Hei forehead kenapa kau melamun sejak istirahat tadi?" tanya Ino pada sahabat merah mudanya yang duduk tepat disampingnya itu.
"Kau sudah berbaikan dengan Shika, pig?"
"Hem bisa dibilang seperti itu sih, sekarang ada apa denganmu dan Naruto?"
"Dia, si anak baru itu mantan kekasih Naruto pig"
"Astaga, lalu kenapa dengannya?, dia akan merebut Naruto darimu begitu forehead?"
"Bukan seperti itu pig ini lebih rumit dari yang kau duga"
Sakura dengan perlahan menceritakan semua akar masalah Naruto pada sahabat pirangnya Ino. Dan dengan sabarnya seorang Nara Ino menyimak semua penjelasan Sakura dengan sesekali menenangkan Sakura yang menangis saat menjelaskannya.
Sebagai seorang sahabat yang sangat dekat Ino juga merasakan kesakitan yang dirasakan oleh Sakura. Dia juga merasakan kepedihan dan kegundahan Sakura.
Sakura bercerita bahwa disini seakan dia menjadi pihak ketiga dan akan menjadi orang lain untuk Naruto jika memang benar suaminya itu masih menyimpan cinta untuk seorang Shion. Dirinya hanyalah pengganggu jika benar Shion akan kembali pada Nauto dn suaminya juga mengharapkan seperti itu walau dengan berat hati dia akan mengalah dan meninggalkan Naruto demi Shion.
Kediaman Nara
"Ne, Shika apakah kau tahu siapa itu Shion?" Ino bertanya pada suami yang duduk tepat disampingya smbil memejamkan mata walau tidak tidur.
"Bagaimana kau tahu Ino?" tanya balik Shikamaru sambil membuka mata dan duduk tepat dibelakang istrinya sambil meletakkan kedua tangan di perut langsing istrinya itu.
"Aku mendengar ceritanya dari Sakura"
"Aaa, sudah kuduga ck, mendokusei"
"Shikaaa" rajuk Ino pada suaminya
"Baiklah-baiklah, dia memang mantan kekasih Naruto, dan benar dia yang mencampakkan Naruto"
"Dulu dia adalah gadis satu-satunya yang dicintai Naruto"
"A-Apakah Naruto masih mengharapkan Shion kembali padanya?" tanya Ino pada suaminya tersebut.
"Entahlah yang tahu hanya Naruto saja"
"Ta-tapi bagaimana dengan Sakura?"
"Aku telah mengenal Naruto sejak lahir kurasa dia takkan melukai Sakura"
"Yang aku tahu sekarang Naruto sangat mencintai Sakura"
"..."
"Sudah puas bertanya-nya nyonya Nara?"
"Tidak juga"
"Ck mendokusei, biarlah mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri Ino kita tak pantas ikut campur"
"Iya kau benar Shika"
"Bagus sekarang temani aku tidur nyonya Nara karena beberapa hari lalu aku tak bisa tidur"
"Kyaaaa Shika" terlambat tubuh langsing Ino telah dipeluk Shikamaru dan mereka tertidur dengan perasaan lega.
Kediaman Namikaze
"Sakura-chan wangi sekali aku jadi ingin memelukmu sampai pagi" ucap Naruto memeluk Sakura dari belakang
"..."
"Sakura-chan" panggil Naruto perlahan tetepi Sakura sama sekali tak merespon panggilannya.
"Ah kau sudah tidur yah Sakura-chan, oyasumi honey" bisik Naruto tepat ditelinga Sakura dan dia memposisikan posisi tidurnya sambil memeluk dari belakang pinggang ramping istrinya.
Dengan perlahan Sakura membuka kelopak matanya dan dengan perlahan membalikan badannya menghadap Naruto.
Dengan perlahan karena takut membangunkan suaminya yang sudah tidur dia membelai pipi hingga rahang Naruto yang kuat dengan perlahan.
"Bisakah aku melupakanmu Naruto?"
"A-Aku pasti tak bisa melupakanmu apalagi meninggalkanmu Naruto" gumam Sakura sambil menggigit bibirnya menahan jerit tangis yang seakan keluar dari bibirnya.
"Aku tak akan membiarkanmu Pergi Sakura" tiba-tiba mata Naruto terbuka dan menahan tangan Sakura yang ada dipipinya untuk tetap disana.
"Na-Naruto" bisik Sakura
"Tidakkah kau mengerti yang kuucapkan tadi Sakura-chan aku tak mau kau pergi dariku"
"Ta-tapi jika Shion dan kau..."
"Tidak akan karena jauh sebelum itu hatiku telah terpaut oleh seorang Namikaze Sakura yang sekarang ada dihadapanku dan menangis karenaku"
"Na-Naruto" Sakura memeluk Naruto erat dan menangis di dada bidang milik suaminya tersebut.
"Tetaplah bersamaku Sakura-chan aku takkan membiarkanmu menjauh sedikitpun dariku"
Esok paginya
"Bye Shika" sapa Ino semangat didepan kelasnya setelah Shikamaru mengantarnya kekelas
"Jaga dirimu baik-baik Sakura-chan, hati-hati saat melangkah aku tak mau kau terluka" ucap Naruto pada Sakura didepan kelas Sakura membuat semua murid gadis yang ada merasa iri.
"Dasar bodoh aku tak seceroboh itu Naruto, sana ke kelasmu bel akan berbunyi"
"Hehehe iya Sakura-chan bye"
"Hihihi mesra sekali kau forehead, bagaimana dengan Naruto?" goda Ino pada Sakura
"Entahlah pig aku tak mengerti yang dipikirkannya"
"Yah pikiran pria susah ditebak"
"Hem, begitukah menurutmu?"
"Kau kenapa forehead? Sepertinya ada yang kau sembunyikan dariku? Apa itu forehead?" runtutan pertanyaan Ino sedikit membuat tercekat Sakura
"A-apa yang kau maksud Ino?" jawab Sakura gugup jujur saja dia tak terlalu pandai dalam hal membohongi sahabatnya itu
"Benarkah itu forehead? Tapi kenapa wajahmu mencurigakan begitu?"
"Mungkin karena semalam aku habis menangis Ino"
"Kenapa kau mengangis forehead?"
"Masalah kemarin pig sudahlah jangan membahas itu lagi"
"Hai-hai wakatta"
"Moshi-moshi, Haruno-san ini aku Shion biar kujelaskan padamu sekarang Haruno-san tujuanku kembali ke Jepang adalah untuk mendapatkan Naruto kembali"
"Mungkin kau merasa diatas awan Haruno-san saat kau mengira Naruto telah jatuh cinta padamu tetapi kau salah, karena cinta Naruto hanya padaku seorang yah hanya padaku saja walau aku pernah mengkhianatinya tapi aku pastikan dia akan kembali padaku lagi"
"Jika kau menginginkan bukti bahwa Naruto belum melupakanku dan masih mencintaiku datanglah sore pukul 4 nanti di sungai Konoha dan akan kutunjukkan padamu pertunjukan yang menarik"
"Jika Naruto kembali padaku maka kau Haruno-san lenyaplah dari hadapan Naruto-kun ku juga dari kota ini jika perlu keluarlah dari negera ini, kau harus siap Haruno-san"
'Dengan cara apapun akan kudapatkan kau kembali Naruto-kun, akan kulakukan apapun untuk mendapatkanmu dan menebus kesalahanku dimasa lalu yang menyia-nyiakan tambang emas darimu'batin Shion tersenyum licik
Toilet Wanita
Di dalam salah satu toilet seorang gadis terduduk sambil menangis tertahan gadis merah muda yang tak lain Sakura sambil menggenggam ponselnya.
"Apa yang harus kulakukan sekarang?" bisiknya pelan menahan jerit tangisnya
"Be-benarkah yang dikatakan Shion jika Naruto masih mencintainya?"
"Jika Naruto masih mencintainya lalu aku akan..."
"Hiks...hiks...hiks..."
Pulang Sekolah KHS
"Ayo kita pulang forehead" ajak gadis pirang pada sahabat merah mudanya
"Ok, ayo pig"
"Mereka sudah menunggu kita daritadi di depan"
"Iya Ino pig"
"Hehehe"
'Mungkin ini terakhir kalinya kita bersama seperti ini Ino dan maafkan aku'
"Ne, Naruto bisa kau temani aku ke cafe seharian ini?, aku sedang ingin makan disana"
"Tentu saja Sakura-chan, apa pun akan kulakukan untukmu"
"Terimakasih Naruto"
"Tenang saja dattebayo"
"Iya-iya aku mengerti Naruto"
Heaven Cafe
Sakura POV
'Sebentar lagi adalah waktunya apakah kau akan kembali pada Shion atau tetap bersamaku Naruto, manakah yang akan kau pilih'
"Ne, kenapa kau tak makan Sakura-chan?" tanya Naruto cemas didepannya
"Ah iya maaf, aku melamun tadi"
"Pasti sedang memandang ketampanan wajahku yah Sakura-chan"
"Dasar Baka, mana mungkin kan"
"Benar juga kau kan bisa mengagumi ketampananku untuk seterusnya kan Sakura-chan karena kau adalah istriku dattebayo'
"Hem, iya"
'Atau tidak Naruto, aku mohon teruslah bersamaku jangan tinggalkan aku sendiri Naruto'
"Cih shit, ma-maaf Sakura-chan aku harus pergi nanti kau kujemput disini"
'Ini dia, tolong jangan pergi Naruto, tolong tetaplah disisiku Naruto...'
"Na-Naruto tunggu, jika ini pilihanmu maka hiduplah bahagia Naruto" ucap Sakura pada suaminya
"Apa maksudmu Sakura-chan?"
"Tidak, bukan apa-apa sana katanya ada hal penting"
"OH SHIT, iya bye Sakura-chan tunggu aku disini aku tak kan lama"
"..."
'Selamat tinggal Naruto'
Naruto POV
'Cih, sial kau ini sudah gila Shion tak kan kubiarkan kau seenaknya sendiri'
Apa-apaan e-mail yang kau kirimkan padaku saat aku bersama Sakura-chan? Sial sial sial
to: NamikazeNaruto
fr: Shionsama
sb: biarlah aku menghilang dari kehidupanmu Naruto-kun
Jika kau tak mau menerimaku lagi biarlah aku pergi meninggalkan dunia ini
Tak tahukah kau Naruto-kun aku masih mencintaimu
Walau aku tahu aku telah melukaimu,tapi..
Tak adakah ruang hatimu untukku?
Jika memang taka ada biarlah aku yang pergi
Karena aku tak sanggup melihatmu dengan gadis lain
'Cih sial sial sial jangan bodoh kau Shion, kenapa kau se nekat ini?'
"SHIOOOONNN DIMANA KAU"
"Na-Naruto kun"
"APA YANG AKAN KAU LAKUKAN HAH? JANGAN BODOH KAU"
"TIDAK JANGAN MENDEKAT, bukankah kau tak mau meihatku lagi jadi biarlah aku yang meninggalkan dunia ini"
"BODOH,SHIOOOOOOOOOOONN"
Shion gadis pirang cinta pertama Naruto nekat melompat kedalam sungai untuk bunuh diri. Tak lama Naruto ikut melompat berenang dan menyelamatkan cinta pertamanya itu. Beberapa saat kemudian Naruto muncul dari sungai dan berhasil menyelamatkan cinta pertamanya.
"Shion bertahanlah, Shion..." Naruto memberi nafas buatan pada gadis piarang tersebut
"Uh...uhuk..uhuk, Na-Naruto-kun" bisik Shion tertahan
"Dasar bodoh apayang kau pikirkan hah?" ucap Naruto menahan tangisnya
"Na-naruto-kun"
"Jangan pernah kau lakukan itu lagi kumohon Shion"
"Karena aku ingin kau kembali padaku Naruto-kun" bisik Shion mulai bangkit dan mendekap leher Naruto dan mencium bibir pemuda itu lembut.
Naruto pun membalas pagutan lembut cinta pertamanya itu, saat berciuman Shion membuka matanya dan menatap tajam Sakura yang berada dibelakang mereka berdua.
Sakura menatap kedua orang didepannya dengan perasaan hancur berkeping-keping.
'Aku menang Haruno-san dan sekarang kau harus lenyap dari Naruto-kun ku'batin Shion puas
Sakura langsung pergi meninggalkan mereka berdua dengan airmata yang terus mengalir dari bola mata indah emeraldnya.
"TIDAK ini salah Shion" Naruto tersentak dan menghentikan ciumannya pada cinta pertamanya
"Ke-kenapa Naruto-kun bukannya kau masih mencintaiku?"
"Dulu iya aku sangat mencintaimu bahkan memujamu, tetapi sekarang tidak lagi ada orang lain yang aku cintai Shion"
"Gadis itu pasti Haruno Sakura benar?"
"Bukan"
"La-lalu siapa maksudmu Naruto?"
"Namanya Namikaze Sakura"
"Ma-maksudmu?"
"Ya, aku sudah menikah dengan Sakura, Shion jadi lupakanlah aku dan mulailah hidup baru Shion"
"..."
Sudah terlambat Naruto-kun gadis kesayanganmu pasti telah menghlah dari sisimu, bukankah tragis sekali aku membuat sepasang suami istri terpisah. Jika aku tak bisa mendapatkanmu maka tak ada yang bisa mendapatkanmu Naruto-kun.
'Gawat pasti Sakura-chan menungguku di cafe, ck sial tunggu aku Sakura-chan aku akan sampai'
TBC
YOSH KIRI kembali dengan chapter 11 kuharap ini chapter" terakhir juga. Yups author awam ini tetap butuh saran kalian untuk menjadi lebih baik lagi dan semakin banyak review diusahakan updet chapter selanjutnya lebih cepat lagi hehehehe...Ja Mata minna~ ( ^0^)/
