Pairing : Choi Siwon – Cho Kyuhyun
Disclaimer : They belong each other.
Other Casts : Choi Seung Hyun (TOP), Choi Minho, Kim Jaejoong, Jung Yunho, Lee Taemin others will be introduced later on
Warning : Lime/Lemon (Rated M for a reason)
Would be glad to present a nice piece of my wild imagination in Bahasa.
Jaejoong menghela nafas panjang. Jari-jarinya mengelus tangan yang terkulai lemas di ranjang rumah pesakitan itu, lembut, membuat Jaejoong sedikit terenyuh. Hati siapa yang tidak miris melihat si 'little angel' itu terbaring tidak berdaya dengan selang infus masih terpasang di lengan pucat itu, dan alat bantu pernafasan yang juga masih setia bertengger di hidung mancungnya. Nafas pemuda yang masih setia terlarut didunia mimpi itu teratur, detak jantungnya juga teratur meski denyutannya perlahan sedikit lemah. Wajah pucatnya semakin pucat seakan rona mukanya terkikis. Bibir yang semula berwarna orange-pink sekarang putih pucat.
Dua puluh empat jam lebih mata indah itu belum terbuka, meski keadaannya sudah lumayan stabil. Jaejoong kembali menghela nafas, "Kyu.. ireona… bangunlah.. Hyung disini…" bisik Jae lembut. Namun Kyu tetap tidak bergeming. Masih setia dengan diamnya, masih setia dengan kebisuannya. Jujur Jaejoong mulai takut, takut jika penyakit sepupu kecilnya ini kambuh lebih parah dari yang diduganya. Bahu Jaejoong mulai bergetar, kedua tangannya sudah menutup mulut, menahan isakan yang hampir keluar. Jaejoong hanya takut, jika terjadi apa-apa pada sepupu tersayangnya. Dirasa lengan kekar melingkar di bahu nya,memeluk Jaejoong dari belakang. "Boo, uljima.. kuatlah…" bisik seseorang yang sedari memperhatikan sang kekasih yang terlihat sangat sedih.
"Y-yunnie… Aku khawatir… aku.." Jaejoong menatap Yunho, kekasihnya pilu. Cemburu? Tentu tidak. Bahkan justru Yunho yang paling mengerti seberapa sayang Jaejoong pada Kyuhyun."Kyu anak yang kuat Boo, dia pasti baik-baik saja… Kurasa kau perlu beristirahat, sayang.. jalan-jalanlah sebentar disekitar sini, aku akan menjaga Kyuhyun… Kau terlihat cukup tertekan.. Dan itu juga tidak baik, Boo…" Yunho menyarankan. Sungguh, dia sendiri juga tidak tega melihat keadaan Jaejoong yang terlihat frustasi, dampak dari penerbangan marathon yang mereka ambil dan belum sempat beristirahat, berita tentang collaps nya Kyuhyun langsung menjadi hal yang menyambut mereka setibanya mereka di Korea.
Jaejoong hanya mampu menganggukkan kepalaya lemah sambil berdoa dalam hati semoga Kyuhyun lekas terbangun. Dia membutuhkan kopi dan mungkin sesuatu untuk mengganjal perutnya yang belum sempat diisi apapun karena terlalu tegang dengan kondisi Kyuhyun yang belum stabil kemarin. Jaejoong berdiri, menggenggam sebentar tangan dingin Kyuhyun dan mengecup pipi yang mulai tirus itu sekilas, berbalik menghadap Yunho dan tersenyum lemah "Aku pergi sebentar, ne?" ucapnya sambil mengecup bibir berbentuk hati itu sepintas yang dibalas dengan anggukkan dan senyuman lembut Yunho.
.
.
.
Jaejoong melangkah keluar, berjalan perlahan. Kejadian di depan Emergency Room kemarin kembali berputar di otaknya. Jaejoong ingat dengan jelas bahwa his baby Kyu nya dulu kadang bercerita tentang kekasihnya, bagaimana hubungan mereka, kisah cinta mereka, mekipun tidak secara mendetail, dan Jaejoong tidak mungkin melupakannya, atau salah mengingat nama, bahwa yang Kyuhyun ceritakan itu bukanlah seorang pemuda bernama Seunghyun, Choi Seunghyun. Karena setahu Jaejoong, kekasih Kyuhyun (well, mantan kekasih lebih tepatnya itu bernama Choi Siwon). Laki-laki yang dahulu sering membuat sepupunya itu menangis dan mengadu kecewa kepadanya. Laki-laki yang juga disatu sisi membuat sepupunya pernah bahagia dan merasakan 'cinta'. Dan ketika Jae mendengar bahwa Kyuhyun akan bertunangan dengan pewaris bisnis Choi, salahkah ia jika mengira tunangan Kyuhyun pastilah lelaki yang bernama Choi Siwon? Karena tidak ada nama lelaki lain yang Kyuhyun pernah ceritakan padanya. Jika ingin menyalahkan, mungkin lebih tepat menyalahkan kesibukkan Jaejoong sebagai fashion designer yang membuatnya tidak pernah ter-up to date dengan berita diluar sana, salahkan ia yang jarang menonton televisi ataupun amit-amit menonton tayangan infotainment, bahkan Jaejoong juga tidak pernah menyentuh majalah bisnis yang membuat ia tidak tahu menahu bahwa bukan Siwonlah tunangan Kyu, tetapi Choi Seunghyun, putra sulung keluarga Choi.
Flashback
Jaejoong dan Yunho baru saja tiba di rumah sakit, di depan Emergency Room, terpana ketika menyaksikan beberapa dokter langsung masuk dan berusaha menstabilkan kondisi Kyuhyun. Disaat itu, dilihatnya segerombolan lelaki didepan ruangan. Geram, Jaejoong hanya mampu mengeraskan rahangnya, menahan cacian atau makian yang mungkin keluar.
Rasanya Jaejoong ingin meninju siapapun disitu yang bernama Siwon. Karena pasti laki-laki itu berulah lagi, meyakiti Kyuhyunnya lagi. Entah apa yang dia perbuat lagi kali ini.
Bagaimana bisa seorang tunangan bersikap semenyebalkan itu? Jaejoong bergegas menghampiri mereka, diikuti Yunho dibelakangnya.
Jae tersenyum, menyeringai lebih tepatnya, "Siapa diantara kalian yang merupakan tunangan Kyunnie?" Suaranya mengalun, semerdu suara Kyuhyun, banyak kemiripan.
Laki-laki dengan kemeja putih yang Jaejoong akui terlihat cukup berkharisma, serius dan bertangung jawab itu sedikit terdiam, sebelum menjawab perlahan, "I am his fiance, anything I can help?"
'Penampilan ternyata mampu menipu' pikir Jaejoong.
Jae berjalan mantap mendekat kearah Seunghyun, sebelum melayangkan tamparannya keras.
PLAkK … Sudut bibir Seunghyun meneteskan darah, Dia terkesima, Minho dan Siwon ikut mendongak, sedangkan satu namja lainnya yang berada disamping si pemilik suara hanya menyilangkan kedua tangannya didada, memperhatikan adegan didepannya dengan tenang.
"I am Kim Jaejoong, his cousin." Ucap namja yang menampar pipi Seunghyun dengan penuh penekanan. "I am Jaejoong, my beloved Cho Kyuhyun's cousin." Ucap Jaejoong dingin, namun sepertinya laki-laki yang barusan ditamparnya seolah tidak menggubris, apalagi bertepatan dengan itu, pintu ER terbuka, dokter keluar menatap gerombolan itu satu persatu.
"Bagaimana keadaan Kyuhyun dok?" Tanya Jaejoong cepat.
Dokter itu justru bertanya, "Adakah keluarga dari pasien?" Melihat Jaejoong yang hampir meledak karena diacuhkan oleh sang dokter, dan mereka yang semakin panik, Seunghyun lah yang akhirnya menjawab pertanyaan sang dokter.
"Saya, Choi Seunghyun, saya tunangannya." Seunghyun sedikit membungkuk. "Bisa tolong dokter jelaskan kondisi tunangan saya? Disini saja, saudaranya juga berhak tahu, saya rasa." Ucap Seunghyun memotong perkataan sang dokter yang sudah memberi isyarat untuk menuju ruangannya. Dan menurut Seunghyun, siapapun orang yang telah menamparnya ini pastilah kerabat dekat Kyu, dan dia merasa pantas disalahkan karena tidak becus menjaga Kyuhyun hingga dia jatuh sakit, dan Seunghyun paling tidak berutang agar mereka juga tahu kondisi Kyu yang sebenarnya menurut penjelasan dokter.
Sedangkan Jaejoong yang mendengar Seunghyun memperkenalkan dirinya menoleh terkejut. 'S-Seunghyun? Choi Seunghyun?' batin Jaejoong, dia belum pernah mendengar nama itu dari mulut baby Kyu, tapi laki-laki itu juga benar tunangan Kyuhyun. Lelucon macam apa itu? Tapi rasa penasarannya harus dia telan bulat-bulat. Yang terpenting dia harus mengetahui kondisi Kyuhyun diatas apapun itu.
"Pneumothorax yang diderita pasien kambuh, dan jika saya boleh menambahkan pasien menderita pneumothorax sekunder dan juga traumatic. Namun, yang saya khawatirkan, pasien mengalami kelelahan ekstrim secara mental dan emosional yang juga memicu kambuhnya pneumothorax pasien. Namun saat ini tidak memungkinkan untuk dilakukan pembedahan mengingat kondisi pasien yang sangat drop dan juga kami belum melakukan tes secara keseluruhan. Jadi kami akan terus memantau kondis pasien agar stabil terlebih dahulu."
Sang dokter tersenyum menenangkan, "Jadi saya harap, pihak keluarga dapat membantu agar pasien tidak merasa tertekan dan dijauhkan dari apapun yang bisa memicu stress." Jelas dokter tersebut panjang lebar.
"Terima kasih dok." Seunghyun langsung menjabat tangan dokter itu, "?Terimakasih..".
"Sudah tugas saya. Pasien sedang dipindahkan ke nursery room. Pihak keluarga diperbolehkan menjenguk di jam jam yang ditentukan. Saya permisi dulu." Pamit dokter itu. Seunghyun membungkuk, bersamaan dengan Jaejoong dan Yunho yang juga menyampaikan terimakasihnya terhadap sang dokter. Sedangkan Siwon justru terduduk lemas, dia tahu, sedikit banyak pasti dia yang menyebabkan kondisi Kyuhyun drop seperti ini, dan Minho yang sedari tadi menatapnya tajam seakan pandangannya menyalahkan, well, Siwon juga tidak bisa menyalahkan Minho, mungkin anak kecil itu benar, semua gara-gara dia.
Jaejoong sedikit menyandar lengan Yunho, mencari penopang sebelum mata jernihnya memandang satu persatu manusia disana. Yunho mengusap bahunya pelan, menenangkan. Siwon masih menunduk, Minho terdiam seribu bahasa dengan Taemin yang masih memegang lengan Minho erat, takut sang kekasih kembali kalap dan melayangkan pukulan kepada kakaknya sendiri sedanngkan Seunghyun yang merasa dipandangi, menoleh kearah Jaejoong.
Tanpa disangka, seorang Choi Seunghyun, CEO muda yang berhasil di bisnis dan berotak cemerlang, berdedikasi dan terkesan 'dingin', berkharisma, dan seribu satu julukan lainnya, membungkuk 90 derajat terhadap Jaejoong dan Yunho. Meminta maaf.
"Sebelumnya maafkan kelancangan saya. Saya memohon maaf dengan sangat karena sebagai tunangan saya merasa gagal menjaga Kyuhyun, saudara yang sangat anda sayangi. Jika anda meminta saya untuk berlututpun akan saya lakukan."
Jaejoong sedikit terbelalak, seakan meminta pendapat Yunho, Jaejoong menatap Yunho sebentar, beralih kearah Seunghyun, "Kita lihat nanti, jika Kyu sudah sadar dan jika dia baik-baik saja. Kau, Seunghyun kan? Lalu siapa ketiga orang ini?" Jaejoong sebenarnya hanya ingin memastikan dengan menanyai Seunghyun.
"
"Saya mengerti, hyung." Seunghyun menegakkan tubuhnya. "Saya Choi Seunghyun, tunangan Kyu, dan ini adalah adik pertama saya, Siwon, dan dia adik bungsu saya Minho dan yang disebelahnya adalah temannya." Mata doe Jaejoong membulat sempurna 'Tunggu, Seunghyun adalah tunangan Kyu, sedangkan Siwon yang Jaejoong tahu sebagai kekasih Kyu adalah adik dari Seunghyun.?'
Jaejoong mengangguk meski ia kebingungan, matanya bertemu dengan mata Minho, bungsu keluarga Choi itu sedikit menganggukkan kepalanya seakan memberikan sedikit kode bahwa apa yang diutarakan Seunghyun itu memang benar. Dan bahwa hal rumit ini memang terjadi. Jaejoong melayangkan tatapan menyelidik, dan satu yang bisa dia simpulkan, apapun yang sedang terjadi antara bersaudara Choi dan sepupunya, kemungkinan besar laki-laki bernama Seunghyun ini tidak tahu.
Jaejoong hanya mendesah, dia belum akan peduli, prioritasnya sekarang adalah kesembuhan Kyuhyun. He doesn't give a damn about that triangle love happens among them. Nanti akan ada waktunya untuk Jaejoong mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.. Tapi hal itu bisa menunggu.
Flashback ends.
Jaejoong memijat tengkuknya pelan. Kyuhyun.. Bocah itu selalu membuatnya khawatir. Kyuhyunnya yang manis dan berlidah tajam, Kyuhyunnya yang selalu dia lindungi semenjak kecil, Kyuhyun yang dulu selalu bersembunyi dibalik punggungnya, Kyuhyun yang tersenyum senang saat Jaejoong mengacak-acak rambut dan mencium dahinya, Kyuhyunnya yang begitu berharga.
Jaejoong menghentikan langkah kakinya ketika dilihatnya tiga sosok pemuda yang terduduk di pinggir ruang tunggu. Jaejoong mengenali mereka, Siwon, Minho dan seorang teman Minho. Suasana disitu terlihat sangat tegang, kaki jaejoong mendekat, meski dia sedikit menyembunyikan tubuhnya.
"Aku membeli minuman dulu, ya.." Taemin meminta ijin, setelah Minho memberikan kode lewat matanya untuk meninggalkan mereka berdua. Taemin hanya mampu berharap semoga keduanya tidak terlibat perkelahian lagi, mengingat temperamen mereka yang sama-sama tidak terkontrol.
Siwon masih tertunduk dalam diam, Minho menghembuskan nafas kasar, dia sedikit merasa bersalah melihat luka yang di torehkan di wajah hyungnya itu. Minho menghempaskan tubuhnya disebelah Siwon.
"I won't ask for apologize because I punched you on the face." (Aku tidak akan meminta maaf karena aku memukul wajahmu)."Minho lalu terdiam, menunggu respon Siwon. "I know..." Siwon menjawab, singkat.
Minho mengacak rambutnya sendiri, frustasi. "Aku memang tidak tahu apa-apa hyung.. Tapi.. Bisakah kalian berhenti saling menyakiti? Bisakah kalian berhenti menyakiti diri sendiri?..." Minho bergumam pelan. "Kalian terluka dan Seughyun hyung juga nanti pasti terluka… Hanya tinggal masalah waktu sampai dia tahu…"
Siwon mengangkat kepalanya, menatap Minho, tidak berkata apapun. "Jangan sampai kau kehilangan dirimu sendiri hyung…" saran Minho sembari berlalu mendekati Taemin. Jaejoong berpikir, mungkin si bungsu Choi itu sedikit tahu tentang permasalahan Seunghyun-Kyuhyun-Siwon, meski Jaejoong menarik kesimpulan bahwa satu-satunya yang buta akan kerumitan ini meski dialah pemain utama, adalah Seunghyun.
.
.
.
Lebih dari dua puluh empat jam terhitung semenjak Kyu tidak sadarkan diri, dan baik itu Seunghyun maupun Siwon bersikukuh tetap berada di rumah sakit. Minho hanya mengantarkan Taemin kembali dan mengambil beberapa keperluan kedua kakaknya, mengingat mungkin hanya dia yang masih bersikap sedikit tenang di keadaan ini. Sedangkan Jaejoong? Dia selalu disana, menemani Kyu, dengan Yunho yang setia berada disekitarnya.
.Jaejoong mengusap dahi Kyu, "hey captain Cho.. bangunlah.. katamu kau merindukan hyung, hmm? Hyung sudah jauh-jauh datang tapi malah kau abaikan.. kau ini sungguh tidak sopan captain Cho.." Sedikit jeda sebelum Jaejoong melanjutkan.. "Lihat, kau semakin kurus saja.. Tidak kah kau rindu masakan hyung? Kalau kau bangun, hyung berjanji hyung akan masakkan apapun keinginanmu.."
Tiba-tiba Jaejoong merasa tangan yang dia genggam sedari tadi bergerak pelan.. "J-jangan tarik ucapanmu.. hyung…. B-bogoshippo…." erangan halus terdengar.
Jaejoong terdongak, air mata meleleh dipipinya.. "Akhirnya kau sadar.. kau membuat hyung takut Kyunnie…" isak Jaejoong sembari mengecuppipi Kyuhyun. menoleh kepada Yunho untuk memanggil dokter serta memberi tahu Siwon dan Minho yang masih berada diluar. Seunghyun yang dari awal hanya duduk diam dipojok ruangan, bangkit berdiri dan berjalan mendekati Kyu. Sorot matanya menyiratkan rasa syukur dan lega. Jaejoong yang mengerti sedikit bergeser, memberi ruang pada Seunghyun.
"Baby… " suara serak Seunghyun membuat Kyuhyun menoleh. Hati Kyuhyun berdesir, keadaan Seunghyun jauh dari kesan 'sempurna' yang selalu dia perlihatkan. Baju yang acak-acakan, rambut yang tidak teratur, gurat mata yang lelah, bahkan kantong mata yang menghitam.. "Jangan menakutiku seperti ini lagi…" bisik Seunghyun parau, mengusap membelai pipi tirus Kyuhyun. Kyuhyun menikmati hangat tubuh Seunghyun yang menguar dari jemari laki-laki itu. "Mian hyung…" lirih Kyuhyun. Dia menyesal… Menyesal membuat Seunghyun dan Jaejoong benar-benar khawatir karena kesehatannya yang memburuk yang sedikit banyak dikarenakan oleh Siwon, lelaki yang mengambil hatinya. "Jangan meminta maaf… " Seunghyun tidak dapat menahan diri untuk tidak mengecup singkat bibir Kyuhyun. "Selama kau tetap disisiku, selama kau tidak meninggalkanku… I love you.."
Kyuhyun membiarkan dirinya dicium oleh Seunghyun, meski sudut matanya mencari keberadaan Siwon. 'Dimana Siwon..?' dan detik itu pertanyaan Kyu terjawab, bertepatan dengan pintu yang terbuka, Yunho diikuti seorang dokter berjalan kearahnya , dan dibelakangnya ada Siwon juga Minho, tepat saat Seunghyun mendaratkan ciuman kepadanya.
Hati Kyuhyun diremas, detik itu juga, sebaik apapun Seunghyun, entah mengapa dia merasa berada dipelukan laki-laki yang salah.
.
.
.
.
A/N sorry karena terlalu panjang jadi aku cut part dua nya.. *timpuk diri sendiri. Dan maaf juga ini saya repost, well aside from the typos (typos are my besties anyway) juga ada beberapa kalimat yang tiba-tiba 'hilang' saat diupload :(
Next chap masih lanjutan dr chap ini, ditunggu ya..
Hints buat next chap:
Seunghyun merebahkan tubuhnya disebelah Kyuhyun.. "Sakit yang ada disini" dia menyentuh dada Kyuhyun lembut "dan yang ada disini "kemudian mengusap perut Kyuhyun, "semuanya berasal dari sini" Seunghyun menyentuh dahi Kyuhyun. "You know those twenty four hours you were unconscious, that was the scariest moment in my life…" (kau tahu, dua puluh empat jam kau tidak sadarkan diri adalah moment paling mengerikan dalam hidupku) "This Choi Seunghyun isafraid of losing you…."
Siwon menatap Kyuhyun yang tengah tertidur, paras pucatnya tidak mengurangi keindahan seorang Cho Kyuhyun. Siwon menutup mulutnya, sedangkan salah satu tangannya terulur, mengambil sejumput rambut Kyuhyun yang menutupi wajah malaikat itu, menyisipkan kebelakang telinga Kyu,menikmati setiap sentuhan yang dia berikan ke Kyuhyun. "aku sangat merindukanmu baby…. Sangat merindukanmu…"
Balasan Review (Do ask your apologize baru balas review dr chap kemarin, but I did read them all)
wonkyufa , hahaha apa itu 'bejek-bejek'? lol. Iya sama Yunho. Belum tahu Chwang masuk plot atau nggak :) Jae nampar Top cuma salah paham kok. *pukpukTop
miszshanty05 okay, thanks for the review :3
rikha-chan ,sakit pneumothorax sama lebih ke emotionally and mentally exhausted aja. :( Kayaknya sih sakit, cuma Top ga mungkin ngaduh, nanti ooc banget :p TQ
Syifa0304, okay.. err, shixiel or vinne pls? not author something,, hehehehe :3
shin min hyo , thanks :)) eh tapi aku belum berani bikin ff M-preg.. takut awkward nantinya... emang ruwet itu wonkyutop ... -.-
mylovelychun , belum berani bikin Mpreg :p . Tapi mari kita siksa Siwon sama-sama *kicked
yolyol , Jaejoong jjang! Go YunJae *eh XDD Siwon belum mengerti dirinya sendiri sih jadi sering pabbo gitu, (ntar dioserobot Seunghyun , nah loh...) TQ for the review.
GaemGyu92 , kkk, kemarin flash hilang an segala draft didalemnya.. T.T I'll try to update it twice or thrice in a month :3 Mercy ya~~~
siwonestkyu , wonkyu will be together eventually darl... just needs a time... :)))
choarms, *nods "Minho, gue suka gaya lo.." kayaknya yang paling 'waras' di Choi brothers cuma dia ya,,, kkkk. Jae salah paham sih, aman dia ban item pula *puk2 Top. Thanks anw.
Paprikakyu, Kyu sakit pneumothorax dan emotionally mentally exhausted sampai begitu :( Jae nampar Top karena salah paham kok. :)))
FiWonKyu0201, iya ini makin panas,, *kipasin satu-satu, kkk, Gracie sudah review.
Yujin Rei, Yup, bener tuh si emak Jae. disebelahnya juga Yunho (kasian kalau Jae sendiri terus galau plus emosional) lol, thanks, venusnya juga ditunggu loh *wink
evil kyu, salah paham membuat Jae nampar Top :( dan yah, Siwon belum dapat pencerahan, tapi semoga WK will be together in the end ya~~~ :)
ignore, lkkk, wonkyu akan indah pada waktunya *apaini *ignored LOL. Thanks 3
Guest, kkk, thank you. :3 Siwon will learn what he really needs not only what he wants. :)) Mian, belum berani menulis MPreg takut awkward nantinya.
Kayla WonKyu, kkk, amin semoga bisa update twice or thrice in a month ya~~~~
denita18, everybody is a fool in the name of love *quoting dari kakakku si Alec, lol . Thanks dear.
Cho Ai Lyn, iya Jae salah paham jadi gampar Top deh. Appa Choi memang begitu, he never listens, bahkan Seunghyun juga berusaha mati-matian. seperti quote sebelumnya, curse of being the first son and the second son berlaku di keluarga Choi :(
everadit, welcome to this ff Radit. Kkk, Pengen aja bikin chara Top ga selalu freaking bastard gitu kalau di FF. Dan Siwon, well, he is persistent enough in everything he does, jadi lumayan suit juga. Well, kalau saya sih mau semuanya *hold Kiyu,Siwon and Top *banged . Thanks for the review 3
