Sehun memutar kenop pintu kamar asramanya. Berjalan masuk tanpa menghiraukan Kai dan Chanyeol yang sedang berkelahi keripik kentang miliknya. Ia merebahkan dirinya di kasur, mengambil posisi nyaman dan membuka tab-nya, melihat pesan masuk dari kekasihnya.

Tak lama kemudian, Kris masuk kedalam kamar tersebut bersama Suho. "Oi, Kai! Kau jadian dengan Kyungsoo ya?"

Kai terkejut, "Ha?! Tahu darimana hyung?!"

Kris langsung tertawa dan Suho menyeringai, "Kami tak sengaja melihatmu berciuman di UKS tadi,"

"Huuu mesum mesum! Dasar kau mesum!" ditambah lagi Chanyeol ikut mengejek sambil mengambil kesempatan untuk membuka bungkus keripik kentang itu dan kalap memakannya.

"Woy! Seharusnya kalian senang aku tidak mengejar Zitao lagi!" pekik Kai.

Kris masih tertawa, "Hahaha, iya iya, tapi tak kusangka, kau sudah mencium anak polos itu bahkan di hari pertama kalian berjadian,"

"Yah, dia juga senang kok," Kai menyengir.

Sehun mendengus, "Harusnya kau yang berterimakasih padaku, black!"

"Buat apa?"

"Aku dan Zitao yang merencanakan semuanya. Bahkan aku yang memberitahu Kyungsoo kau berada di atap sekolah," jawab Sehun santai, mengetik pesan singkat dengan cepat.

Chanyeol dan Kai sama-sama membulatkan matanya, "APA?!"

Sehun menutup telinganya, "Haissh, kalian terlalu berisik,"

"Kalian sudah akrab ya?" tanya Suho, tersenyum getir.

Pemuda yang ditanya itu menggaruk tengkuknya, "Nggak juga. Ah, kau juga harus berterimakasih padaku, hyung!"

"Kenapa?"

Sehun menggendikan bahu, berjalan menuju pintu dan membuka pintu tersebut, sejenak ia menoleh pada kawanannya, "Aku memberitahu Zitao kalau Suho hyung dan Kris hyung menyukainya. Baiklah, aku pergi dulu,"

Dan tanpa aba-aba, Sehun sudah menutup pintu tersebut dan berlari sekuat tenaganya, menjauh dari kamar asrama sebelum ia kembali bonyok dikeroyok Suho dan Kris. Sedangkan kedua pemuda itu melongo, terkejut mendengar ucapan Sehun sebelum dia pergi.

"Zitao .. sudah tahu?"—Suho masih saja menganga disana.

Mata Kris mengerjap-erjap berulang kali, "OH SEHUUUNN!"—hingga ia menyadarinya dan berteriak sekencang mungkin.


My Prince(ss)

Chapter Ten

Rated : T

Cast : Tao, Kris, Suho, Chanyeol, Kai, Sehun, Kyungsoo, Yixing, Baekhyun and others.

Warning : YAOI! TYPOra :v

DON'T LIKE, DON'T READ!

NO SIDERS!

.

.

.

Just ENJOY it while reading this Fic!

Hope you like it~

.


Rambut sekelam malam itu terurai oleh angin sepoi-sepoi yang menerpanya. Kakinya yang panjang layaknya barbie ia ayunkan perlahan. Kepalanya menunduk dan menatapi kedua tangannya. Saat ini, Zitao berada di taman asrama, duduk sendirian menikmati harum segar yang datang usai hujan.

Terkejut? Tentu saja iya. Ia tak menyangka bahwa Suho dan Kris juga ikut menyukainya. Walaupun hatinya berdebar-debar, entah karena apa, yang pasti ia perlu untuk menenangkan diri. Fakta yang ia sadari bahwa Yixing, kakak sepupunya menyukai Suho, membuatnya kelimpungan panik. Namun ia sedikit lega dengan berkencannya Kai dan Kyungsoo.

Zitao sudah tahu bahkan sejak awal ia bertemu dengan Yixing di sekolah. Ia memerhatikan kakaknya yang menatap Suho begitu lama. Pandangan yang sulit diartikan. Sama dengan tatapan Kyungsoo begitu bertemu dengan Kai. Dari situlah Zitao tahu bahwa kakaknya menyukai sang ketua OSIS. Awalnya Zitao bersyukur karena ia dekat dengan Suho. Itu artinya ia bisa membantu Yixing jadian dengan Suho. Namun semua rencananya hancur saat Sehun mengatakan bahwa Suho juga menyukainya.

Helaan napas keluar, dan sedetik kemudian, mata si pemuda Huang sudah menatap lurus ke depan. Memperhatikan bunga-bunga yang ada disana. Mawar dan .. Carnation merah. Ia jadi teringat pada Suho.

"Kau bisa sakit, peach,"

Zitao langsung saja membalikkan badannya pada asal suara dan terkejut begitu mengetahui siapa yang menegurnya. "S-sunbae ..." gumamnya, berusaha untuk tersenyum.

Suho tersenyum, berjalan menghampiri Zitao yang terdiam, duduk di bangku taman asrama. "Apa yang kau lakukan disini malam-malam?"

"Ah .. aku suka aroma segar usai hujan turun..." jawab Zitao.

"Boleh aku duduk?"—Zitao mengangguk, menggeser badannya dan membiarkan Suho duduk disampingnya. Si pemuda yang kelewat manisnya itu menunduk, tidak membalas tatapan Suho.

Suho tersenyum tipis, kemudian ia melepaskan jaketnya, dan memakaikannya pada Zitao. "E-eh? Sunbae?"

"Angin malam tidak baik untukmu," tanpa Zitao bertanya pun, Suho sudah tahu kalau si pemuda panda terkejut dengan apa yang ia lakukan.

Lagi-lagi, Zitao menunduk. Poninya menutupi sebagian matanya. Suho menghela napas melihat reaksi Zitao, ia tahu pasti apa penyebabnya. "... Kau sudah tahu kan?"

".. Tahu apa, sunbae?"

Suho tersenyum pahit, "Kalau aku menyukaimu ..."

Tubuh Zitao mulai menegang, apa yang harus dijawabnya? "I-iya .. sunbae .."

Suho kembali menghela napasnya, namun kali ini jauh lebih berat, "Kau terkejut, ya?"

Zitao mengangguk. Sang ketua OSIS yang melihat reaksinya tersenyum, "Wajar saja,"

"Aku .. sedikit bingung .. karena tiba-tiba saja Sehun sunbae bilang kalau Suho sunbae dan Kris ge menyukaiku.." ujar Zitao.

Suho menggaruk kepalanya yang tak gatal, "Pasti rasanya aneh karena tiba-tiba aku, Kris, Kai dan Chanyeol menyukaimu,"

Zitao kembali mengangguk, "Aku tak pernah menyangka itu akan terjadi ..."

Tangan Suho mengacak rambut Zitao gemas. Pemuda yang duduk disampingnya itu benar-benar polos. "Kenapa kau menggemaskan sekali?" candanya.

Zitao terkekeh, "Aku tampan, sunbae,"

"Tidak setampan diriku, tahu," balas Suho. Tak disangka-sangka, Zitao tertawa. Melihat hal itu, Suho pun ikut tertawa. Syukurlah suasana tidak terlalu canggung sekarang.

Walaupun begitu, usai tawa Zitao berhenti, keduanya kembali larut dalam keheningan. Zitao melirik dari ekor matanya, melihat Suho yang menatap langit-langit berawan disana. Ada rasa bersalah didalam hatinya sekarang. Ia yang menyebabkan semua ini terjadi. Jika saja Zitao tidak bersekolah disini, Suho tidak perlu menyukai Zitao. Dan seandainya saja sikapnya sediki menyebalkan, mungkin Suho akan mempertimbangkan keputusannya untuk menyukai dirinya.

"Saat aku pertama kali bertemu denganmu ..."—Suho mulai memecah keheningan dengan suara pelannya, "Aku pikir kau hanya pemuda biasa. Pemuda yang sama seperti teman-temanku maupun adik-adik kelasku. Namun ternyata aku salah. Kau begitu lemah lembut dan sopan. Seakan-akan kau seorang Putri dari kerajaan entah yang mana,"

Zitao terdiam. Sudah ia duga, Suho memang menyukai sikap lemah lembut dan kesopanannya. 'Zitao bodoh' batinnya dalam hati.

"Semakin lama aku semakin menyukaimu. Caramu yang berbicara, senyummu yang lembut dan juga kepolosan serta keluguanmu. Aku merasa ... kau sempurna, melebihi apa yang kudapatkan dari mantan-mantan kekasihku maupun semua orang yang ada diluar sana. Maka dari itu, sejak awal, perhatianku sudah tertuju padamu,"—Suho menunduk, kemudian ia tertawa pelan, "Bodoh, aku bicara apa sih," rutuknya.

Zitao tersenyum, "Terimakasih banyak sudah menilaiku sebaik itu, Suho sunbae,"

Suho menatapnya, "Rasanya aku akan ditolak, iya kan?"

"Eh?" Zitao terkejut, "Kenapa sunbae berpikiran seperti itu?"

"Entahlah. Yang jelas, kau pasti bosan jika berpacaran denganku. Aku ini .. apa yah.. kaku. Terlalu kaku hingga tidak mungkin bisa membuatmu tertawa bahagia,"

Zitao menggeleng, "Apakah sunbae mengingat bahwa sunbae baru saja membuatku tertawa tadi?"

Suho tersenyum getir, "Yah .. itu bukan apa-apa,"

"Sekarang, boleh aku yang menilai Suho sunbae?" tanya Zitao. Suho sedikit terkejut mendengarnya, namun ia mengangguk.

Zitao menampakkan senyumnya, "Sejak kecil, aku selalu dimanjakan. Oleh paman dan bibi, kakak-kakak sepupuku maupun teman-temanku di China. Aku merasa tidak dihargai. Aku tidak ingin terlalu dimanja namun aku merasa nyaman. Aku ingin seseorang yang mampu menuntunku pada kemandirian, jadi aku tidak perlu merasakan kenyamanan itu lagi,"

Suho menaikkan alisnya. Ia sedikit tidak mengerti dengan maksud Zitao.

"Ingat saat aku menanyakan apa arti bunga Carnetion? Sunbae menyuruhku untuk mencari artinya sendiri, bukan? awalnya, aku merasa terganggu dengan itu dan menggerutu dalam hati. Namun pada akhirnya aku menyadari kalau Suho sunbae sungguh menghargai perasaanku. Aku juga merasa senang saat Suho sunbae menyukai masakanku. Rasanya, kemandirianku dihargai,"

Suho terkekeh, "Masakanmu memang enak, peach,"

Mereka kembali terdiam. Zitao menatap lekat-lekat tangannya yang saling menggenggam satu sama lain. Suho tersenyum, kemudian ia bangkit berdiri, "Zitao,"

Yang dipanggil segera menoleh, "Iya, sunbae?"

"... Bisa ... aku tahu ...

.. –jawabanmu?"

DEG!

Oh Tuhan. Zitao bingung. Ia bingung harus menjawab apa. Sungguh, ia tidak memiliki sedikit pun perasaan terhadap Suho, namun ia senang akan keberadaan pemuda Kim tersebut. Haruskah Zitao mengatakan bahwa ia tak menyukainya? Itu pasti akan melukai perasaan Suho.

Suho tersenyum kecut, "Aku sudah tahu jawabannya," serunya. Zitao masih saja menatapnya dengan sendu. Perlahan, Suho membalikkan badannya dan berjalan menjauh dari Zitao.

"S-sunbae, kau tak apa?" tanyanya.

Tanpa menoleh, tangan Suho terangkat tinggi. Memperlihatkan tanda 'okay' disana. Zitao terdiam. Tanpa disengajanya, ia sudah melukai perasaan Suho.

.

Yixing berjalan menuju dapur asrama. Ia merasa lapar dan mempercepat langkahnya menuju dapur. Namun tiba-tiba, ia melihat sesuatu yang menarik. "Suho?" gumamnya.

Pemuda yang disebutkan namanya itu mengadah, ia tersenyum, "Yixing .."

Raut kecemasan muncul seketika di wajah Yixing, melihat mata Suho yang seakan-akan terjadi sesuatu yang buruk. "Ada apa? Suho ada apa?" taya Yixing, berlari dan mendekati pemuda tersebut.

Suho menubruk badan Yixing, memeluk pemuda tersebut hingga sangat erat. Yixing terkejut. Ia bingung atas apa yang terjadi. "Suho? Apa yang terjadi?!"

"... Aku sudah ditolak, Xing..."

Mata Yixing membola, "S-Suho?"

".. Hibur aku..."


Chanyeol menggumam bosan. Ia benci pelajaran fisika dan buruknya, pelajaran yang diterimanya sekarang adalah fisika. Beruntung ia duduk didekat jendela, jadi bisa melihat keluar daripada harus melihat papan tulis yang penuh dengan teori dan angka-angka itu.

Matanya seketika membulat saat melihat kearah lapangan. Senyumnya mendadak muncul dan kakinya mulai menghentak-hentak pelan, ingin segera keluar dari kelas itu dan berlari menuju lapangan. Choi sonsaengnim, yang mengajar pelajaran fisika tersebut, terheran begitu Chanyeol mulai memukul-mukul meja. "Park Chanyeol, ada apa?"

Chanyeol terkejut seketika raut wajahnya mulai panik, "Ng .. itu .. sonsaengnim .. aku .. aku harus ke toilet .."

"Kalau begitu pergilah. Waktumu hanya lima menit,"—Choi sonsaengnim sama sekali tidak curiga dengan jawaban Chanyeol, malah memperbolehkan pemuda itu pergi keluar kelas.

Senyum pemuda Park itu mengembang kembali, dan secepat kilat langsung keluar dari kelas itu. Sehun yang duduk dibelakangnya, merasa curiga. Ia pun menoleh kearah jendela dan menggelengkan kepalanya begitu melihat siapa yang ada dilapangan.

Huang Zitao

"Dasar .." gumam Sehun pelan.

Chanyeol berlari secepat kilat menuruni tangga, melewati ruang guru dan juga kelas-kelas adik kelasnya. Deretan giginya masih terlihat dan bahkan senyumnya menjadi jauh lebih lebar begitu sampai di lapangan. "Huang Zitao!" serunya.

Pemuda yang dipanggil terkejut, menoleh dan tersenyum melihat siapa yang datang, "Oh, Chan sunbae .."

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Chanyeol.

Zitao menggendikan bahunya, "Yah .. seperti yang kau lihat .." jawabnya, memperlihatkan bola basket yang berada ditangannya. Kemudian, ia berlari dan men-shoot bola tersebut. Sayangnya, tidak masuk. Zitao mendesah berat, "Aku tidak bisa memasukkan bola kedalam ring,"

"Pelajaran olahraga ya? Teman-temanmu mana?"

Zitao menunjuk kearah gedung aula sekolah, "Mereka ada didalam sana, bermain tenis dan sebagian hanya duduk dan bercerita. Kelasku sedang tak ada guru, jadi kami memutuskan untuk bermain sendiri. Dan aku .. ingin belajar bermain bola basket," jelasnya.

Chanyeol mengangguk, "Oh begitu .. kau mau kubantu?"

Zitao menaikkan sebelah alisnya, "Maksudnya?"

"Aku akan mengajarimu," ucap Chanyeol, kembali tersenyum dan merebut bola basket dari tangan si cantik. Dengan lincah, ia pun berlari sambil men-dribble bola, lalu dengan gampangnya bola itu mendarat masuk kedalam ring begitu ia men -shoot-nya.

Zitao langsung bertepuk tangan, "Wuah, hebat—hebat!" pujinya kagum.

Pemuda yang baru saja memasukkan bola itu tersenyum, sedikit merasa tersipu, "Hehe, biasa aja kok,"

Zitao mengambil bola basket yang tergulir itu, "Bagaimana caranya? Aku sangat payah .."

Chanyeol menggeleng, ia pun mendekat dan langsung menggenggam tangan Zitao dari belakang, membuat si pemuda Huang terkejut. Tangan Chanyeol mengarahkan bola tersebut kearah ring. "Nah, sekarang, coba kau shoot," titahnya.

Zitao mengangguk pelan, pipinya sedikit merona merah akibat perlakuan Chanyeol. Tangannya pun segera mendorong bola tersebut menuju kearah ring.

"Ah, meleset .." keluhnya, merasa tak puas saat bola itu tidak masuk kedalam ring dan malah melewati ring.

Chanyeol terkikik, "Pelan-pelan saja .. ayo kita ulangi sekali lagi. Kau pasti bisa," ujarnya, mengambil bola dan segera memberikannya pada Zitao. Sekali lagi, pemuda Park itu seakan-akan memeluk Zitao dari belakang, dan menggenggam tangan tersebut, mengarahkan bola menuju ring. Dalam hatinya, ia bersorak gembira karena bisa mengajari Zitao.

Prak!

"Ah! Masuk!" seru Zitao gembira.

Senyum cerah yang menghiasi wajah Zitao membuat Chanyeol ikut tersenyum. Ia suka bagaimana pemuda itu memamerkan senyumnya dengan begitu lembut. Rasanya sedikit aneh, namun Chanyeol merasa kalau hatinya begitu nyaman melihat senyuman Zitao. Terasa benar-benar menyenangkan.

Zitao yang merasa diawasi, menoleh kearah Chanyeol dan tiba-tiba saja pemuda Park itu salah tingkah, "S-sudah kubilang bukan? Kau pasti bisa .." ujarnya.

Bola basket itu kembali ditangkap Zitao dan segera ia men-shoot-nya, melakukan percobaan kedua dan hasilnya sama. Masuk kedalam ring.

Pemuda Huang itu tersenyum, "Ini semua berkat Chan sunbae. Terimakasih banyak, Chan-Chan sunbae!" ucapnya.

Chanyeol merasa tubuhnya meleleh mendengar Zitao yang memanggilnya begitu lembut dan manis. Ini kebahagiaan yang tiada duanya. Rasanya ia ingin sekali memeluk Zitao hingga begitu erat. Namun, tidak mungkin ia melakukan hal tersebut. "Erm .. kau bisa memanggilku gege .. sama seperti saat kau memanggil Kris .." celetuk Chanyeol pelan.

Zitao mengangguk, "Baiklah Chan-Chan ge! Terimakasih banyak!"

Oh My Lord

Seakan-akan kakinya tidak bisa berdiri, Chanyeol merasa kakinya melemas saat Zitao memeluknya dengan begitu erat. Ini .. surga ...

Tangan Chanyeol gemetar, terangkat dan berusaha memeluk balik si pemuda Huang.

"YAK! PARK CHANYEOL! APA YANG KAU LAKUKAN?!"

Sialan

Teriakan keras itu tentu saja mengagetkan Zitao, yang otomatis melepaskan pelukannya dari Chanyeol. Sedangkan pemuda Park itu menoleh ke asal suara, dan matanya membulat begitu melihat Choi sonsaengnim dengan wajah murkanya serta teman-teman sekelasnya yang berteriak-teriak menggodanya.

"KEMBALI KE KELAS SEKARANG!" teriakan Choi sonsaengnim kembali terdengar.

Chanyeol meringis, sebelum ia kembali mendapat amukan, ia segera berlari menuju kelasnya, "Iya-iya sonsaengnim!" pekiknya.

Sehun menahan tawa setengah mati. Saat ia mulai mengantuk tadi, tak sengaja ia melihat Zitao dan Chanyeol berpelukan. Dengan cepat ia memanggil sang guru dan menunjuk kearah Chanyeol dan Zitao. Tentu saja Choi sonsaengnim langsung berteriak marah dan teman-teman sekelasnya mulai bersiul dan berteriak-teriak menggoda si pemuda Dobi itu.

Hanya satu orang dikelas itu yang tidak ikut mengolok-oloki Chanyeol dan Zitao. Kris, dengan keterdiamannya, kesal sendiri saat melihat Zitao yang memeluk Chanyeol hingga begitu erat. Tubuhnya seakan membara dan matanya memanas, marah karena keadaan.

.

.

.

Zitao pecinta alam. Ia suka wangi segar begitu hujan usai maupun matahari tenggelam ataupun angin yang berhembus sepoi-sepoi. Senyumnya tak berhenti mengembang bahkan jika orang-orang menanyakan apa yang dilakukannya di atap sekolah pada jam segini. Sekolah memang sudah selesai dari empat jam lalu dan Zitao berpikir ia mungkin bisa menyendiri, melihati terbenamnya matahari tanpa gangguan siapapun.

Burung-burung camar yang melayang tinggi diatas sana membuat Zitao ingin menggapainya. Tangan-tangannya mengadah keatas, tampak berusaha seperti ingin menangkap satu diantaranya. Seperti anak kecil, dan itu manis sekali.

Klek!

Kepala si pemuda Huang langsung menoleh begitu mendengar suara pintu terbuka. Senyumnya seketika berubah menjadi lebih tipis, "Gege ..."

Kris, yang jauh lebih terkejut melihat sang pujaan hati, terdiam. Hatinya mencelos. Ia tahu Zitao pasti merasa sedikit terguncang atas kehadirannya dan ia tidak bisa menghentikan itu terjadi. Mulai canggung, ia tidak bergerak selangkah pun.

"Aku bukan hantu lho, ge," seru Zitao, berusaha kembali tersenyum setelah terdiam beberapa detik.

Kris hanya diam. Ia menatap Zitao yang kemudian berbalik dan memperlihatkan punggungnya. Pemuda cantik itu menyambut suka cita terbenamnya matahari, "Wuuah, cantik sekalii .." pujinya.

'Kau yang cantik, tahu' batin Kris dalam hati.

Perlahan, pemuda bermarga Wu itu mulai mendekati Zitao. Namun, ia tetap menjaga jaraknya dengan berada di sisi kiri, sedangkan Zitao berada di sisi kanan. Matanya tak berhenti menatap Zitao yang terus saja memperhatikan matahari yang terbenam dan juga langit yang berwarna oranye.

Tidak ada sepatah katapun. Tidak ada pembukaan dari keduanya dan memilih untuk terdiam jauh lebih lama. Zitao berpura-pura menikmati keindahan sang matahari, namun sebenarnya ia menunduk dalam. Mengeluh dalam hati, karena tidak bisa menghentikan suasana yang terus menerus menjadi canggung.

Sedangkan Kris, memilih untuk menatap punggung sang pemuda Huang, mengunci mulutnya untuk berbicara dan tidak bergerak sedikit pun layaknya sebuah patung. Sama seperti Zitao, hatinya menggerutu karena tidak bisa memulai percakapan dan merubah suasana.

"Gege ... kenapa kemari?"—akhirnya Zitao mulai bertanya, walaupun posisinya tetap menghadapkan punggungnya.

Kris menghela napas, ".. Ingin menyendiri .."

"Oh, begitu .."

"Kau sendiri, apa yang kau lakukan disini?" Kris mulai bertanya.

Terlihat kedua pundak Zitao mulai terangkat, "Tidak tahu ... hanya ingin melihat matahari tenggelam .."

Kedua manik mata Kris kemudian menoleh kearah langit yang mulai menggelap, "Hari mulai malam, sebaiknya kau pulang,"

Zitao menggeleng, "Aku ingin melihat bulan,"

"Tadi katanya mau lihat matahari tenggelam,"

"Tapi sekarang, aku kepingin lihat bulan .."

Keduanya kembali terdiam. Zitao kemudian mengubah posisinya dan balik menatap sang kakak kelas. "Gege nggak mau pulang?"

Kali ini giliran Kris yang menggeleng, "Aku juga ingin melihat bulan,"

Zitao tertawa renyah, membuat Kris tersenyum sejenak, merasa lega saat melihat tawa Zitao. "Gege ikut-ikutan,"

"Tidak tuh," bantah Kris, "Kau yang mengikutiku. Kan sejak awal tujuanmu ingin melihat matahari tenggelam, sedangkan aku ingin melihat bulan,"

Zitao mulai cemberut, "Gege curang ih. Gege yang ikut-ikutan,"

"Kamu yang ikut-ikutan kok,"

"Gege!"

"Kamu,"

"Gege kok ih,"

"Kamu tuh,"

"Gege!"

"Kamu,"

Zitao mulai jengkel, "Kok gege nyebelin sih," gerutunya.

Kris malah tertawa, "Habis wajahmu lucu kalau kesal,"

Pipi Zitao bersemu merah mendengar ucapan si tampan. Ia bersyukur dalam hati, karena hari sudah mulai gelap dan Kris mungkin tidak menyadarinya, "Uuh, aku tampan,"

Kris tersenyum tipis. Sangat tipis hingga orang-orang pasti mengira ia tidak tersenyum. Ia tahu kalau Zitao pasti merasa gugup dan malu, walaupun ia tidak melihat rona pipi si pemuda Huang yang merona merah. Mereka kembali diam, saling menatap satu sama lain dalam jarak yang cukup jauh.

"Kau sudah tahu, yah .."—alis Zitao naik sebelah, sedikit bingung dengan ucapan Kris, namun pada akhirnya ia menangkap maksud dari pemuda Wu itu.

"Iya .." jawabnya, bahkan lebih pelan dari Kris.

Kris tersenyum, "Aneh ya?"

"Aneh apanya?"

"Haha, aku .. bisa-bisanya aku menyukaimu,"

Zitao menggendikan bahunya, "Tak terlalu .."

"Yah .."—Kris menghela napas, "Awalnya aku sudah menyatakan perasaanku padamu, tapi kau menganggap yang lain .."

Si cantik tersenyum getir, "Di kolam teratai kan? Maaf ge, aku terlalu bodoh .. bahkan untuk menyadarinya saja aku terlalu bodoh .."

Kris menggeleng, "Bukan salahmu. Aku yang buruk dalam hal itu,"

Buruk menyampaikan perasaan

Kris berjalan menjauh, membuka pintu dan balik menatap Zitao, "Aku pergi .." ujarnya, sebelum benar-benar menghilang dibalik pintu besi tersebut. Zitao terdiam, menatap langit dan tersenyum tipis, "Bulan bahkan belum datang .."

.

Kris tahu, baginya, untuk berada dalam posisi yang diinginkan Zitao itu sangat mustahil. Bahkan untuk mendekatinya saja sudah sulit. Tidak ada yang bisa Kris lakukan untuk meyakini sang pemuda Huang akan perasaannya. Dirinya pun buruk dalam menyampaikan perasaan, sampai-sampai Zitao salah mengerti maksudnya.

Langkah-langkah kakinya ia percepat. Tubuhnya seakan membara, paqnas seketika mengingat Chanyeol dan Zitao yang sangat akrab dan dengan mudahnya bersama. Apalagi Chanyeol sangat baik dalam hal mendekati sang tambatan hati.

"Cih," ia mendecih pelan, keluar dari gedung sekolah dan berjalan semakin cepat. Semakin ia mengingat hal tersebut, hatinya semakin berdenyut sakit.

"Gege!"

Hingga langkahnya terhenti, mendengar teriakan Zitao diatas atap sana. Namun, pemuda tampan itu tidak menoleh sama sekali. Ia hanya diam, berdiri di tempat dan menunggu apa yang akan Zitao katakan selanjutnya.

"Gege .. aku .. aku-,"

Pengangan tangan Zitao pada besi pagar itu mengerat, "AKU JUGA MENYUKAIMU!"

Dan tepat saat pemuda cantik itu menyelesaikan kalimatnya, Kris berlari sekuat mungkin, berlari kembali menuju atas sekolah. Sekuat tenaga ia berlari, menaiki tangga tanpa henti. Zitao terdiam, melihat reaksi Kris, ia tak tahu apa yang harus dilakukan. Tubuhnya seakan tidak bisa bergerak sedangkan Kris berlari menuju atap sekolah.

Grep!

Zitao menutup matanya, saat Kris berhasil memeluknya begitu erat.

.

.

.

TBC

Haloo readers :) semuanya sehat kan? Moga-moga semua diberi kesehatan yaa

Maafkan ira jika belum bisa fast update, kesehatan ira akhir-akhir ini kurang baik, jadi harus banyak istirahat. Maklum, dari kecil ira anaknya sakit-sakitan :'D

Dan, chapt depan, My Prince(ss) udah tamat :'v Huahaha :''V

Balasan review chapt 9 :

aldif.63 : "Haii :) siip, ini udah lanjut kok. Terimakasih banyak atas review-nya,"

fanfandck90 : "Haii :) ahaha iya, maaf ya kemaren kristaonya gaada :"" tapi kali ini full ukenya tao kan? XDa Terimakasih banyak atas review-nya"

SkylarO : "Haii :) wkwkwk biasaa panda polos mah gitu orangnya XD duh tao-nya buat ira aja daripada dikunyah hahaha. Terimakasih banyak atas review-nya"

Hyuuga : "Haii :) ahaha iya, part kemaren khusus kaisoo ama sulay, chapt ini full ukenya tao XD Terimakasih banyak atas review-nya"

Orangecuppie : "Haii :) wah wah makasih banyak udah suka kaisoo momentnya XD nah, kali ini full ukenya tao kan? :D Terimakasih banyak atas review-nya"

LVenge : "Haii :) tebakanmu tepat sekali!^^ tao tau kalo lay suka suho, jadi suho-nya ditolak :O Terimakasih banyak atas review dan semangatnya!"

ker0 57 : "Haii :) siip ini udah lanjut kok :D Terimakasih banyak atas review-nya"

beruanggajah : "Haii :) wkwkw ini taoris nya udah ngungkapin perasaan lohh~~ tapi mereka belum jadian disini wkwk :V Terimakasih banyak atas review-nya"

ZhieWu68 : "Haii :) wkwkwk tapi kan perasaannya kris kebalass #ecieee :v ahaha, keponya udah hilang gak nih? Terimakasih banyak atas review-nya"

LoveHyunFamily : "Haii :) duh untung deh kalo suka sama kaisoo momentnya ^^ iyaa, si tao juga udah ngungkapin perasaannya nih :O Terimakasih banyak atas review-nya"

delightbaek : "Haii :) wah wah, request chanbaek nih XD siip, bakal ira buat di chapt depan! Mohon bersabar chingu-yaa ;) Terimakasih banyak atas review-nya"

barbie tao : "Haii :) huaa maafkan ira yang melenyapkan kaitaoo,, silahkan rajam ira, tapi rajamnya pake tao yaa :3 Terimakasih banyak atas review-nya"

pantao : "Haii :) ahaha tapi di chapt ini full ukenya tao kan? Jangan sedih lagi dunks ;)) Terimakasih banyak atas review-nya"

fujodanshi4 : "Haii :) ommona! 7k? yak jjinjaa, kau mau bunuh ira yaaa XD wkwkwk maafkanlah karena tidak bisa memenuhi kemauanmu, ini cuma 3k T_T Terimakasih banyak atas review-nya"

Aiko Michishige : "Haii :) siip, ini udah lanjut kok. Terimakasih banyak atas review-nya"

celindazifan : "Haii :) hehe, ini udah mucul chapt 10 nya^^ dan chapt depan my princess udah tamat T-T Terimakasih banyak atas review-nya"

yjima : "Haii :) nah ini udah liat momentnya KT kan?XD Terimakasih banyak atas review-nya"

PrincessZitao : "Haii :) iyaa samaa, gapengen banget dengar yifan jadi ukee, apa-apaan tuh, jadi kesel sendiri huahaha X'D ini moment KT-nya kurang sweet, duh maafkanlah iraa. Terimakasih banyak atas review-nya"

Re-Panda68 : "Haii :) ahahha iyaa syukur deh kalo suka sama kaisoo moment nya. Terimakasih banyak atas review-nya"

Kirei Thelittlethieves : "Haii :) siip, ini udah lanjut kok. Terimakasih banyak atas review-nya"

DinkyAA : "Haii :) ahahah kt-nya belum jadian nih tapi udah ngungkapin perasaan masing-masing XD Terimakasih banyak atas review-nya"

AmeChan95 : "Haii :) siip, ini udah lanjut kok. Terimakasih banyak atas review-nya"

buttao : "Haii :) wkwkwk greget yaa XD siip, ini udah lanjut kok. Terimakasih banyak atas review-nya"

cronos01 : "Haii :) waah makasih banyak atas pujiannya XD siip, ini udah lanjut kok. Terimakasih banyak atas review dan semangat-nya"

Xyln : "Haii :) wkwk ini udah saling ngungkapin perasaan tapi belum jadian~ :O Terimakasih banyak atas review-nya"

Shui Jing : "Haii Shui-jie :) ira didi-mu XD hehehe ini udah cukup gak moment KT-nya jie? Semoga suka yaa~ Terimakasih banyak atas review-nya"

Yeoja292 : "Haii :) iya bener, huntao moment disini ditahan dulu XD tao sama sehun cuma sekedar teman disini. Terimakasih banyak atas review-nya"

kthk2 : "Haii :) baiklaah, ira wujudkan permintaanmuu XD ini udah ada sulay-nya kan? Walaupun seuprit banget XD Terimakasih banyak atas review-nya"

Guest : "Haii :) wow, dari Malaysia? Daebak! Ahaha, iya, KrisTao is real XD Terimakasih banyak atas review-nya"

Rich L. Khalifa : "Haii :) hehe syukurlah kalo reader suka sama kaisoo momentnya :D Terimakasih banyak atas review-nya"

ndadinda : "Haii dindaa :) oiya, kemaren di review automne kamu nanya ig ira ya? XD wkwk masih rahasia atuh, nanti aja ira kasi tahu nya ya XD Terimakasih banyak atas review-nya"

luphbebz : "Haii Chanyeol Wife's XD heheh tao emang ga pekaan, tapi dia juga udah ngungkapin perasaannya nih XD Terimakasih banyak atas review-nya"

annisakkamjong : " Haii :) wkwk ciee yang gemeshhh,, ayyo masih gemes gak nih? XD Terimakasih banyak atas review-nya"

windayeollie : "Haii :) siip, ini udah muncul kok chapt 10 nya XD Terimakasih banyak atas review-nya"

Josephine Dixie : "Haii :) wkwkw salam kenal my new reader :* iyaa ini udah lanjut kok. Terimakasih banyak atas review-nya"

ajib4ff : "Haii :) wkwkwk chapt depan udah abis nih jie :D ini dalam pembuatan ff yang jiejie request lo~ XD Terimakasih banyak atas review-nya"

BIG THANKS FOR YOUR REVIEW IN THIS CHAPT!

Thanks too for favoriters and followers

Last, MIND TO REVIEW?


Sign,

.

.

blankRa09