Entah kenapa malah jadi mogok nulis fanfic bersama beberapa fanfic lain yang terlantar. Apalagi liburan pas bulan puasa plus mengurus ponakan yang masih kecil dan membuat diriku stress.

Oke, langsung ajah ke cerita.

.

.

.

Siapa yang sangka kalau Titan jejadian di SMP Teiko tersebut bisa membuat sang macan bertekuk lutut juga. –ini bukan berarti Murasakibara bisa menaklukan hati Akashi loh~- Buktinya dia menuruti nasehat sang Center terkuat di Teiko. Tapi masalahnya, kadang itu tidak berlangsung lama. Beberapa menit di beri pencerahan oleh Calon Kyai Murasakibara yang akan menganti namanya menjadi Mahmudin –woy nyasar—, ternyata telah emosi lagi oleh ulah seorang gadis berambut Pink yang baru saja mendekati Malaikat manisnya.

.

.

Yang terjadi selanjutnya?

.

.

Kalian bisa bayangkan sendiri~ #Plak!

.

.

.

.

Seperti biasa, Akankah cinta kedua sejoli yang belum ada perkembangan sama sekali di fanfik nista ini akan tersampaikan?

.

.

.

.

.

.Aku Bukan Pedo.

Pairing : Akashi x Chibi Kise

Raten : T

Disclamer : Fujimaki Tadatoshi, tapi boleh ngak Ryouta-chan jadi milik Yuki gak?#plak!

Story : Namikaze Yukiko-chan

Warning : Ke OOC-nya yang akan membuat anda sekalian muntah, pasti ada bumbu Shonen-ai, EYD yang gak pernah bener, humor garing dan segala yang ancur-ancur beserta MissTYPO yang bertebaran di sepanjang cerita, di tambah pedoAkashi.

Summary : Bagaimana jika seorang raja iblis harus menjadi babysitter dadakan oleh sepupu nista yang dengan tidak elit meninggalkan seorang bocah di depan apartemennya.

.

.

.

.

.

Langsung aja di baca!

Don't like, don't read.

.

.

.

.

CHAPTER 8

.

.

.

Hari kedua latihan Gladi bersih di lakukan oleh kelas 2 – 1 yang mulai melanjutkan adegan kemarin. Masih dengan kenistaan cerita yang di berikan oleh direktur naskah tidak ada adegan ciuman. Nyatanya malah terkesan cerita yang terlalu erotis untuk ukuran anak SMP. Harusnya judul drama diganti –ini pemikiran dari sebagian murid-murid—, misalnya menjadi "Seorang pangeran berambut merah adalah predator shota" atau "Raja yang ternyata malu-malu setan itu, Pedofil." . Ini bukan tanpa alasan di utarakan secara tak langsung oleh anak-anak yang ikut Bunkasai dari kelas 2-1.

Masa iya, ada adegan dimana si Akashi harus ngelus pantat kenyal Ryouta dengan wajah watados?

Plis…. Demi kulit Aomine yang Dakian. Murasakibara yang paling ngak peka di kelas bisa memahami situasinya. Bahkan dia berniat untuk segera memberitahukan kepada Guru yang bertanggung jawab sebagai Wali kelasnya. Atau setidaknya dia bisa meminta Kuro-cchin nya, untuk membawa lari sang bocah berambut pirang yang masih berlatih adegan dengan si Raja iblis.

Tidak hanya adegan pegang pantat loh ya, masih banyak adegan nista lainnya yang tak perlu di sebutkan…karena, You know?

Sampai-sampai penulispun di marahi oleh pak Wali Kelasnya.

Maka, lagi-lagi latihan Gradi Bersih pun tidak habis di kerjakan karena perubahan naskah lagi. Padahal cuman beberapa adegan lagi.

.

"Oni-tan, sedang lihat apa?... Hwaaaa… Nekocchi~" SI pemilik mata madu segera membawa kucing berambut hitam yang berada di kardus kecil di pinggir jalan.

"Ne, ne… Kita bawa saja ke rumah Oni-tanNekocchi mau kan jadi teman Nyangko di rumah Oni-tan kan?" Ucapnya sebari mengangkatnya ke atas dan mengarahkannya ke Akashi.

Si berambut merah hanya bisa tersenyum. Toh, dia juga memang kebetulan suka kucing. Apalagi yang b awa kucingnya(?). Namun, mana ada iblis yang akan Cuma-Cuma memenuhi keinginan mainannya dengan mudah. Sebuah senyuman terlampau nista terukir dengan indah di wajah sempurna sang Emperor.

"Kalau kau benar-benar menginginkan kucing itu tinggal bersama kita. Kau harus berpakaian bikini plus memakai Nekomimi lagi." Sebari mengelus kepala si Kise kecil, katanya sih biar kelihatan berwibawa dan berhati malaikat. Minus dengan ucapannya tadi.

Kalau saja, perkataan yang terlalu dewasa untuk di dengarkan anak berusia muda (lebih tepat, bocah) itu, mungkin Kise akan luluh. Tapi berhubung kisah ini belum mencapai klimas, jadi tahan dulu perasaanmu Ryou-chan… siapa tau, penulis akan mengelurkan Rival buat Akashi dalam memperebutkan Hatimu~

Siapa yang tau~ #di tendang

"….."

Segera saja Kise menaruh Kucingnya kembali ke kotak, lamgsung kabur menjauh. Akashi diam sesaat dan langsung tertawa. "Ya ampun, bocah itu berpikir aku akan menyuruhnya memakai baju seperti itu?" oke, ini kok Akashi maskin OOT ajah di fanfic ini. Lalu segera Akashi mengejarnya dan membawa kucing yang di tinggalkan Kise kecil. Dan langsung menghentikan langkah kecil Ryouta.

"Ryouta, Aku tidak bilang sungguh-sungguh menyuruhmu memakai baju seperti itu." Lalu memberikan kucing hitam itu ke atas kepala Ryouta,

"Habis Oni-tan selalu seperti itu! Kalau Ryouta salah pasti di suruh memakai baju yang aneh-aneh… Oni-tan jahat!" sebari memukul-mukul perut Akashi, meski tidak sakit sih.

"Karena kau bukan pacarku, kau kan Mainanku." Ucap Akashi datar.

Tanpa sadar, pukulan yang di berikan Kise berhenti. pemilik mata madu itu segera berjalan kembali dan membawa kucing hitam itu ke pangkuannya.

Kise Ryouta tak mengerti dengan perasaannya saat ini. kenapa dadaknya terasa sakit sekali. Terkadang si pemilik mata madu itu senang berada di dekat Akashi namun di sisi lain, entah kenapa ingin menjauh seperti saat ini.

.

.

.

Ah… cinta membuat Ryouta mengerti perasaannya sendiri.

.

.

.

"Akashi-kun, tidak baik berbuat asusila kepada Kise-kun." Ucap Kuroko dengan datar.

"Aku tidak berbuat Asusila padanya, aku hanya ingin menghibur diri. Ngapain kamu dateng-dateng mendadak seperti orang yang sok suci." Kembali meneruskan perjalanannya.

"Kurokocchi-nii…! Kok ada di sini?! Sejak kapan?!" Ucap Ryouta kaget saat melihat sosok pemuda berambut Baby Blue tersebut, pake acara menunjuk segala.

"Aku di sini cuman kebetulan Kise-kun." Balas Kuroko lembut sebari mengelus kepala pirang Ryouta kecil. Dengan efek hamparan bunga di sekitar (anggap ajah mereka lewat taman bunga) dan semburan merah di wajah mungil Kise. Bagaikan sebuah adegan di mana seorang lelaki yang Gentle dengan anak kecil yang menyerupai malaikat. Yang (tidak) mereka ketahui ada raja jelmaan setan yang tidak ingin malaikat kecilnya berada dekapan manusia jejadian berbulu Teddy Bear(?) tersebut merebut mainan kesayangan.

Oke, anggap ajah narasi di atas sebagai latihan drama Bunkasai Akashi, meski beda rival tetapi satu jua(?).

Dan sesuai cerita di dalamnya (yang seharusnya) di tampar, malah di lepar gunting sama Rajanya.

.

.

.

Sepertinya Kuroko haruslah sabar menghadapi ini semua. Meski cobaan tidak pernah datang menghampirinya di karenakan untuk kesejahteraan(?) Kise itu sendiri. Tapi jangan terlalu memaksakan dong Kuroko-kun.

.

.

.

To Be Continue.

.

Yah pendek lagi dah…

Hehehehe… Maaf deh.

Aku bener-bener minta maaf *langsung sujud ke pembaca* aku terlalu kewalahan lagi sama ponakan selama sebulan ini. dan beru dapat waktu juga ide. Apalagi saya sedang suka nge-idol anime musim ini yang penuh ikemen /

Apalagi Aoi-chan ikutan ambil bagian *padahal udah tau dari dulu*

Sambil dengerin lagu-lagu Aoi Shouta dan ngulang OP TsukiAnisampai saya berbusa dan hampir-hampir ngak mau nerusin nulis cerita. *jangan di tiru ya~*

Untuk update selanjutnya. Akan di usahakan cepet. Karena Yuki sendiri masih libur perkuliahan. Tapi jangan berharap pas ini di publish besoknya udah ada ajah.

.

.

Ketemu di chap depan ya~

.

.

/langsung kabur ngejar Aoi-chan/..

.

.

Salam Yukiko-chan :3